Category Archives: Media Sosial

Orang Indonesia Korbankan Mandi Demi Main Internet

Koneksi internet memang memudahkan penduduk global dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tak terkecuali Indonesia. Seperti apa pengaruh koneksi internet di kehidupan warga Indonesia sendiri? “Saking candunya, orang Indonesia lebih milih enggak ada air bersih buat mandi daripada enggak ada koneksi internet,” kata Agung Yudha dari Public Policy and Government Relations Google Indonesia, saat ditemui CNN Indonesia di Jakarta, Senin (6/4).

Ia menjabarkan, kawasan Asia memang menjadi lahan pasar internet dunia. Penggunaannya pun lebih banyak untuk aktivitas mobile. Negara dengan tingkat mobilitas internet tinggi di antaranya adalah Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Indonesia. Untuk Indonesia sendiri, koneksi internet secara mobile tentu banyak digunakan pada ponsel pintar dan mayoritas menggunakannya untuk terhubung dengan media sosial.

“Dalam skala dunia, penduduk di kawasan Asia Pasifik itu yang paling aktif menggunakan aplikasi mobile. Kita-kita ini ternyata rela menghabiskan rata-rata empat jam dalam seminggu untuk main mobile apps,” lanjut Agung. Agung mengungkapkan bahwa hasrat orang Indonesia dalam menyambut dan ikut serta dalam perkembangan teknologi bisa dibilang mengalahkan semangat warga di negara Barat yang notabene infrastrukturnya lebih maju.

“Hal positif bisa diambil dari situ, bahwa ternyata kita semua sadar akan perkembangan teknologi internet. Semoga saja infrastruktur Indonesia bisa semakin ditingkatkan agar tak kalah jauh dengan mereka (negara Barat),” ucap Agung sambil tertawa kecil.

Advertisements

Cara Install WhatsApp Kini Bisa Digunakan Di Desktop PC

Setelah santer dirumorkan, WhatsApp versi desktop akhirnya resmi diperkenalkan. Kepastian kehadiran versi komputer desktop (PC) dan laptop dari layanan chat terpopuler tersebut diumumkan pihak WhatsApp pada Rabu (21/1/2015). Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO WhatsApp Jan Koum dalam sebuah postingan di akun Facebook pribadinya.

“Hari ini, untuk pertama kalinya, Anda dan jutaan pengguna akan bisa untuk menggunakan WhatsApp di web browser. (WhatsApp) versi web hanyalah perpanjangan dari ponsel Anda. Ini artinya semua pesan Anda masih aktif pada ponsel Anda,” tulis Koum. Fitur bernama “WhatsApp Web” tersebut memungkinkan pengguna mengirim dan membaca pesan langsung dari peramban (web browser) di PC atau laptop.

Untuk sementara baru pengguna di Android, Windows Phone, dan BlackBerry yang bisa menikmati fitur baru ini. Pengguna gadget Apple berbasis iOS masih harus sedikit bersabar untuk bisa ber-WhatsApp dari PC. Untuk mengaktifkan fitur WhatsApp di PC, pengguna diminta mengunjungi laman https://web.whatsapp.com menggunakan browser Google Chrome. Yang harus dilakukan sebelumnya adalah memperbarui aplikasi WhatsApp dari toko aplikasi platform masing-masing.

Namun, fitur ini sepertinya belum tersedia untuk seluruh pengguna. Sebab, saat dicoba di perangkat Android, Kamis pukul 06.30 pagi WIB, menu untuk mengaktifkan fitur ini belum tersedia meski sudah menggunakan aplikasi WhatsApp terbaru, versi 2.11.498. Lama dinanti, WhatsApp versi desktop akhirnya resmi dirilis. Pengumuman hadirnya aplikasi chatting versi komputer ini disampaikan langsung oleh CEO WhatsApp Jan Koum dalam sebuah postingan di akun Facebook resminya, Rabu (21/1/2015).

Bagaimana cara meng-install aplikasi tersebut di desktop (PC) dan laptop? Pengguna ternyata tidak perlu mengunduh dan instalasi file khusus apa pun di PC untuk aplikasi WhatsApp versi ini. Seperti yang telah diungkapkan oleh Koum, pengguna WhatsApp bisa langsung mengakses layanan tersebut melalui web browser atau peramban. Itu artinya, pengguna hanya perlu memiliki browser di perangkat PC. Untuk masa awal peluncurannya, Koum meminta pengguna untuk menjalankan aplikasi tersebut melalui peramban milik Google, yakni Chrome.

Sementara ini, baru pengguna WhatsApp di Android, Windows Phone, dan BlacBerry yang bisa menikmati fitur tersebut. Pengguna gadget Apple berbasis iOS masih harus sedikit bersabar. Menurut Koum, masih ada batasan dari platform Apple yang membuat fitur baru ini belum bisa berjalan. Untuk mengaktifkan fitur WhatsApp di PC, pengguna diminta mengunjungi laman https://web.whatsapp.com menggunakan browser Google Chrome tersebut. Yang harus dilakukan sebelumnya adalah memperbarui aplikasi WhatsApp dari toko aplikasi platform masing-masing.

Dalam laman tersebut, pengguna akan diminat untuk log-in menggunakan QR Code yang ada melalui aplikasi WhatsApp versi terbaru. Pengguna memang tidak perlu melakukan pendaftaran baru untuk menggunakannya karena fitur web ini hanya merupakan perpanjangan dari ponsel. Artinya, semua pesan akan tetap aktif di ponsel. Akan tetapi, fitur ini sepertinya belum tersedia untuk seluruh pengguna. Karena saat dicoba di perangkat Android, Kamis pagi pukul 09.00 WIB, menu untuk mengaktifkan fitur desktop belum tersedia, meski sudah menggunakan aplikasi WhatsApp terbaru, versi 2.11.498.

WhatsApp merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Facebook. Perusahaan layanan instant messaging ini diakusisi Facebook pada tahun lalu dengan nilai pembelian yang fantastis, 19 miliar dollar (sekitar Rp 2 triliun).
Dari laporan terakhir perusahaan, WhatsApp telah digunakan secara aktif oleh 700 juta pengguna dengan 30 miliar pesan beredar setiap harinya.

Cara Mematikan Fitur Read Pada WhatsApp

Aplikasi pesan instan WhatsApp pada minggu lalu memperkenalkan fitur “Read Receipt” bagi penggunanya. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa mengetahui pesan yang dikirimnya sudah dibaca atau belum.

WhatsApp akan memberikan tanda centang biru ganda untuk pesan pengirim yang sudah dibaca penerima. Fitur yang sebenarnya berguna itu ternyata tak sepenuhnya direspons positif oleh pengguna WhatsApp. Cukup banyak pengguna menyayangkan kehadiran fitur yang sudah sejak lama dimiliki BlackBerry Messenger di WhatsApp.

Karena itu, WhatsApp secara diam-diam mengeluarkan pembaruan dengan memberikan pilihan untuk menonaktifkan fitur notifikasi keterbacaan pesan itu. Namun, WhatsApp belum menyebarkan update tersebut ke toko aplikasi di berbagai platform, seperti Android, iOS, maupun Windows Phone.

Menurut pantauan, Sabtu (15/11/2014), layanan pesan instan milik Facebook itu baru memberikan file pembaruan untuk perangkat Android, itu pun harus melalui situs resmi WhatsApp. Pengguna Android bisa membuka web resmi WhatsApp di URL http://www.whatsapp.com/download atau mengunduh versi WhatsApp 2.11.444 tersebut langsung dari tautan ini. Versi tersebut memiliki pilihan untuk menonaktifkan fitur “Read Receipt” yang ditandai dengan tanda centang berwarna biru.

Caranya dengan mengakses menu “Settings > Account > Privacy” kemudian hilangkan tandan centang di opsi ‘Read receipts’ melalui perangkatnya masing-masing. Update ini akan disebar WhatsApp secara resmi ke Play Store, Apple App Store, dan toko aplikasi platform lainnya dalam beberapa hari ke depan.

Cara Menelpon Melalui WhatsApp dan Blackberry BBM

Tak lama setelah diakuisisi Facebook seharga 19 miliar dolar, WhatsApp mengumumkan akan segera menambahkan fitur menelpon (voice) pada aplikasi perpesanannya dalam kuartal kedua tahun ini. WhatsApp akan fokus pada kesederhanaan. “Voice akan hadir untuk Android dan iOS awalnya dan kemudian pada beberapa ponsel Nokia dan BlackBerry,” kata CEO WhatsApp Jan Koum di ajang Mobile World Congress 2014 di Barcelona, Spanyol, seperti dikutip TechCrunch.

Langkah WhatsApp itu akan menempatkannya lebih kompetitif dalam persaingan dengan Kakao Talk, Line, BBM, dan aplikasi perpesanan lain yang juga menawarkan fitur komunikasi suara. Koum mengatakan, WhatsApp hari ini mempunyai pengguna aktif bulanan 465 juta, dan 330 juta pengguna harian, atau naik 15 juta sejak diakuisisi Facebook.

Koum memastikan belum ada rencana WhatsApp untuk menyertakan iklan-iklan dalam layanannya. “Still no marketing,” katanya. BlackBerry pada Jumat dinihari WIB merilis update (pembaruan) BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android, iPhone, dan perangkat BlackBerry, dengan salah satu fitur yang ditunggu-tunggu adalah freecall (menelepon gratis) di antara pengguna BBM.

Sebenarnya fitur free call ini tidak terlalu asing bagi pengguna pesan instan lainnya seperti LINE, KakaoTalk, atau WeChat, bahkan beberapa bisa juga melakukan video call sehingga bisa saling bertatap muka saat bertelepon. Kata yang tepat mungkin bukan bertelepon gratis namun bertelepon tanpa memotong pulsa. Karena dalam fitur baru tersebut Anda harus berlangganan data terlebih dulu atau terhubung dengan WiFi yang tentu yang tentu mengeluarkan dana terlebih dahulu (kecuali WiFi gratis).

Sebenarnya perangkat BlackBerry ada BBM versi 8 yang juga bisa melakukan telepon asal perangkat terhubung dengan WiFi. Namun BBM untuk perangkat Android dan iOS, sejak diluncurkan BBM pada Oktober 2013, fitur bertelepon ini baru ada saat ini sehingga boleh dikatakan BBM untuk Android agak tertinggal dengan para pesaingnya dalam hal freecall.

Untuk BBM Android fitur freecall tersebut dinamakan “BBM Voice”. Disebutkan dalam dalam blog resmi BB, dengan BBM Voice pengguna bisa bertelepon dengan menggunakan koneksi data atau WiFi. Langkah awal yang dilakukan tentu saja Anda harus melakukan update aplikasi BBM untuk Android.

Untuk menelepon sangat mudah. Cari kontak yang ingin Anda telepon. Disebutkan bila seorang kontak BBM tersedia untuk ditelepon, Anda akan melihat ikon hijau pada pojok kanan atas percakapan (chat). Namun pada kenyataannya setelah kita mengupdate BBM, hampir seluruh kontak ada ikon hijau.

Dengan menyentuh ikon hijau itu panggilan telepon Anda akan terhubung. Setelah melakukan tap (menyentuh ikon berwarna hijau) berarti ada telah melakukan sambungan telepon. Ada tiga ikon setelah itu yakni speaker (jika ingin mengeraskan suara), mute (jika ingin suara Anda tidak didengar lawan bicara namun panggilan telepon terus berlangsung), dan ikon untuk memberhentikan pembicaraan.

Sementara itu, jika Anda menerima panggilan maka akan muncul foto profil penelepon dan untuk menjawab maka ada pilihan untuk menerima atau menolak panggilan dengan cara menggeser ikon berupa tombol ke kanan atau ke kiri.

Dalam rilisnya, pihak BB mengatakan panggilan bisa dilakukan dengan menggunakan layanan data atau WiFi. Namun saat digunakan layanan data belum berhasil melakukan panggilan. Belum diketahui apakah karena jaringan yang buruk sehingga panggilan tidak berhasil.

Saat mencoba menelepon ke perangkat BlackBerry yang suda mempunyai fitur BBM Voice (BBM versi 8.0.0.92) juga tidak berhasil, artinya mungkin panggilan ini hanya bisa sesama pengguna Android.

BBM Voice hanya salah satu fitur dalam update BBM untuk Android tersebut.

LinkedIn Kini Sediakan Fitur Untuk Block Sesama Pengguna

Media sosial yang penggunanya para profesional, LinkedIn, telah menambahkan satu fitur baru yang memungkinkan pengguna memblokir pengguna lain, disebut “member blocking”. LinkedIn mengatakan fitur itu telah lama diminta oleh para pengguna bersemangat, untuk mewujudkan hubungan profesional yang tidak melintasi batas-batas etika.

“Kami buat fitur ini bukan hanya karena adanya permintaan pengguna kami, tapi karena kami juga tahu ini hal yang benar untuk dilakukan,” kata kepala unit Trust & Safety di LinkedIn, Paul Rockwell, dalam pernyataan di blog resmi LinkedIn.

Untuk memblokir pengguna lain (mungkin yang terkoneksi dengan Anda), buka profile LinkedIn orang dimaksud dan pilih “Block atau report” dari menu drop-down kemudian ke tombol “Connect” and “Send InMail”. Tapi sebelum ke profile pengguna yang ingin diblok, LinkedIn akan menganjurkan agar Anda mengaktifkan fitur “anonymous profile-viewing feature”, yang memungkinkan Anda melihat profil orang lain tanpa mereka mengetahuinya.

Memblokir seorang pengguna akan membuat Anda dan dia tidak bisa melihat profil masing-masing, dan jika Anda terhubung maka secara otomatis akan terhenti. Anda juga tidak bisa saling berkirim pesan, sementara semua dukungan dan rekomendasi akan dihapus. Orang yang diblokir tidak akan diberitahu bahwa ia telah dijauhi, dan Anda bisa memblokir hingga 50 pengguna sekaligus.

LinkedIn mengingatkan, bahwa bagaimanapun, semua informasi publik masih tetap bisa dilihat–seperti informasi profil publik untuk Anda, dan komentar Anda untuk umum. Jika berubah pikiran, Anda juga bisa membuka blokir seseorang, tetapi tidak bisa memblokir lagi orang yang sama dalam waktu 48 jam.

Langkah LinkedIn ini merupakan kemajuan baru tentang usaha mengedepankan privasi seseorang di media sosial.

Facebook Mulai Ditinggalkan Dan Akan Tutup Tahun 2017

Bak roda yang berputar, kadang di atas kadang di bawah, Facebook pun mengalami masa kejayaan lalu berlahan memudar. Apalagi kalau bukan makin lama makin ditinggal penggunanya. Memang bila dibandingkan dengan situs jejaring sosial lainnya seperti MySpace, Facebook yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-10 memang bertahan cukup lama.

Akan tetapi menurut peneliti dari Princeton University mengatakan bahwa Facebook akan kehilangan 80% dari basis pengguna dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, malahan Facebook akan punah pada tahun 2017. John Cannarella dan Joshua Spenchler, dua dari beberapa peneliti memang menganalogikan Facebook seperti penyakit epidemik yang menyebar, lalu sembuh kemudian. “Ide, seperti penyakit, telah terbukti menyebarkan epidemik di antara orang-orang sebelum akhirnya sekarat, lalu sembuh dengan model epidemiologi,” para penulis mengklaim dalam sebuah makalah berjudul pemodelan epidemiologi dinamika jaringan sosial online, Kamis (23/1/2014).

“Ide yang menyebar melalui kontak komunikatif antara orang yang berbeda yang berbagi ide dengan satu sama lain. Manifesto ide akhirnya kehilangan minat dengan ide dan tidak lagi mewujudkan ide, yang dapat dianggap sebagai keuntungan dari ‘kekebalan’ dengan ide tersebut.” Katanya menganalogikan. Sebelumnya, hasil penelitian konsultan digital iStrategy Lab menyatakan, sekitar 11 juta remaja dan mahasiswa keluar dari Facebook sejak tahun 2011. Sebagai gambaran, jumlah tersebut lebih banyak dari total populasi Hong Kong.

Diyakini, para remaja itu meninggalkan Facebook karena beralih ke layanan lain. Misalnya saja Twitter, WhatsApp, Path dan sebagainya. Pihak Facebook sendiri mengakui fenomena kurang menggembirakan itu. Facebook masih berstatus situs jejaring sosial terbesar di dunia, dengan jumlah pengguna terakhir di kisaran 1,2 miliar. Namun beberapa pengguna terindikasi meninggalkan situs kepunyaan Mark Zuckerberg ini.

Hasil penelitian konsultan digital iStrategy Lab menyatakan, sekitar 11 juta remaja dan mahasiswa keluar dari Facebook sejak tahun 2011. Sebagai gambaran, jumlah tersebut lebih banyak dari total populasi Hong Kong. Diyakini, para remaja itu meninggalkan Facebook karena beralih ke layanan lain. Misalnya saja Twitter, WhatsUp, Path dan sebagainya. Pihak Facebook sendiri mengakui fenomena kurang menggembirakan itu.

“Kami memang melihat penurunan jumlah pengguna harian, terutama dari kalangan anak muda,” kata David Ebersman, Chief Financial Officer Facebook. Analis menilai, para remaja mulai tidak senang karena Facebook mulai disesaki orang dewasa sehingga tidak privat lagi. Terlebih, orang tua mereka pun turut menjadi anggota dan seakan terus mengawasi.

“Mereka mungkin masih punya profil Facebook, namun mereka menghabiskan lebih sedikit waktu dan beralih ke Twitter, Instagram, atau Tumblr,” kata Amanda Lenhart dari Pew Research Center, kutip dari DailyMail, Selasa (21/1/2014). Facebook punya cara tersendiri dalam menanggapi hasil negatif dari penelitian yang dilakukan oleh para sekelompok peneliti di Princeton University.

Dengan menggunakan yang diklaim menggunakan metode yang sama, hasilnya Facebook mengatakan bahwa Princeton University tidak akan memiliki mahasiswa pada tahun 2021. Dikutip dari Los Angles Times, Minggu (26/1/2014), Facebook menyimpulkan hasil tersebut dari korelasi antara jumlah mahasiswa di kampus tersebut dengan indeks Google Trends. Persis seperti yang dilakukan oleh Princeton University.

“Pendaftaran di kampus tersebut akan menurun 50% pada tahun 2018, lalu kemudian mereka tidak akan memiliki mahasiswa pada tahun 2021,” tulis pihak Facebook melalui blog resminya. Menurut Facebook, penelitian yang dilakukan oleh Princeton University itu tidak relevan, karena mengambil sejumlah data berdasarkan pencarian di Google. Perbandingan dengan MySpace pun, menurut Facebook, tak mendasar.

“Princeton musnah? Kami tidak berpikir demikian. Kami hanya memberikan peringatan mengenai beberapa metode analisis mengarah pada kesimpulan yang cukup gila,” tandasnya. Sebelumnya, menurut peneliti dari Princeton University mengatakan bahwa Facebook akan kehilangan 80% dari basis pengguna dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, malahan Facebook akan punah pada tahun 2017.

John Cannarella dan Joshua Spenchler, dua dari beberapa peneliti memang menganalogikan Facebook seperti penyakit epidemik yang menyebar, lalu sembuh kemudian. “Ide, seperti penyakit, telah terbukti menyebarkan epidemik di antara orang-orang sebelum akhirnya sekarat, lalu sembuh dengan model epidemiologi,” para penulis mengklaim dalam sebuah makalah berjudul pemodelan epidemiologi dinamika jaringan sosial online.

“Ide yang menyebar melalui kontak komunikatif antara orang yang berbeda yang berbagi ide dengan satu sama lain. Manifesto ide akhirnya kehilangan minat dengan ide dan tidak lagi mewujudkan ide, yang dapat dianggap sebagai keuntungan dari ‘kekebalan’ dengan ide tersebut.” Katanya menganalogikan.

Sosial Media Jadi Tempat Serangan Virus

Data penyedia solusi keamanan digital McAfee menyatakan sebagian besar serangan terhadap Internet pada tahun ini berasal dari media sosial. “Banyaknya akun palsu di Twitter atau media sosial patut diwaspadai,” ujar Sales Director PT Kharisma Inside Mandiri Sejahtera sebagai distributor McAfee di Indonesia, Winston Lim, di Jakarta, Senin, 20 Januari 2014.

Sebagian besar akun palsu mencuri data pengguna melalui spam yang dikirim lewat surat elektronik. “Awalnya, pengguna diminta mengkonfirmasi tanggal lahir, password, kemudian data lainnya,” ucap Winston. Kehadiran spam tersebut kerap tidak disadari oleh pengguna Internet sebagai ancaman. “Ibaratnya lebih baik mengisi tanggal lahir palsu agar data tidak dicuri.”

Serangan virus dan malware pada tahun ini tercatat meningkat. Winston memprediksi peningkatan jumlah serangan virus dan malware di Indonesia naik 60 persen tahun ini. Dia tak merinci jumlah serangan virus dan malware pada tahun lalu. Namun, kata dia, peningkatan angka serangan ini disebabkan oleh minimnya kesadaran pengguna Internet terhadap sistem keamanan. “Hanya 15 persen pengguna Internet di Indonesia yang melindungi komputernya,” kata Winston.

Wiston memprediksi jumlah pengguna perangkat bergerak yang dilengkapi peranti lunak pengaman hanya 1 persen. Data tersebut dihimpun dari data retail penjualan produk paket keamanan sepanjang 2013. (Baca: McAfee Keluarkan Peranti Antivirus Baru)

Dalam mengatasi peningkatan ancaman di dunia maya, McAfee menawarkan peranti lunak terbarunya yang bernama Internet Security 2014. Ini merupakan produk pertama yang dijual melalui retail di Indonesia sejak McAfee diakuisisi oleh Intel pada 2010.