Monthly Archives: July 2011

Adira Finance Luncurkan Website Toko Online Pariwisata Pertama

Adira Finance, perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan mobil dan motor meluncurkan website yang berisi soal pariwisata http://www.adirafacesofindonesia.com. “Adira Finance ingin berpartisipasi mempopulerkan tempat-tempat pariwisata di Indonesia. Dengan website ini, masyarakat Indonesia diharapkan tidak lagi bepergian ke luar negeri,” kata Direktur Utama Adira Finance, Stanley Setia Atmaja saat Grand Launching of Adira Faces of Indonesia di Jakarta, Jumat (29/7).
Menurut Stanley, peluncuran website tersebut adalah untuk lebih mengenal dan mendorong kecintaan masyarakat Indonesia terhadap alam Indonesia. Dengan website toko online ini, lanjutnya, akan memudahkan traveller untuk bepergian kemanapun di Indonesia.

Adapun yang melatarbelakangi pembuatan website toko online ini, kata Stanley, selain ingin berkontribusi meningkatkan citra Indonesia melalui pariwisata, juga dikarenakan perekonomian Indonesia yang semakin membaik sehingga kebutuhan untuk rekreasi dan berwisata menjadi hal penting.

Ditambahkan, pembaca bisa mengirimkan cerita atau foto-foto daerah pariwisata yang dikunjungi. “Tentu setelah pulang dari bepergian, para traveller punya cerita sendiri, memiliki foto-foto, dan itu bisa dikirim dan dimasukkan dalam website toko online tersebut. Bagi 100 karya terbaik, Adira Finance akan memberikan penghargaan,” katanya

Advertisements

Aktivitas Yang Paling Banyak Dilakukan Orang Indonesia Di Internet Adalah Berselancar Di Jejaring Sosial

Kegiatan apa saja yang Anda lakukan ketika mengakses Internet? Berdasarkan studi Yahoo! Net Index 2011, kegiatan yang paling banyak dilakukan orang Indonesia ketika mengakses Internet adalah berselancar di jejaring sosial.

“Angkanya meningkat drastis dibandingkan dua tahun lalu,” kata Deputy Managing Director TNS Indonesia Suresh Subramanian di Jakarta, Selasa lalu. Temuan itu diperoleh dalam penelitian yang dilakukan terhadap 2.770 responden di sejumlah kota besar di Tanah Air, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar dari Januari sampai Maret tahun ini.

Sebanyak 93 persen dari jumlah responden tersebut menyatakan aktivitas online yang paling sering dilakukan adalah mengakses layanan social networking, seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn. Tak mengherankan jika Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai pengguna Facebook terbanyak di dunia dan di posisi ketiga untuk layanan situs mikroblogging Twitter. Padahal dalam survei serupa yang dilakukan pada 2009 dan 2010 menunjukkan, minat pengguna Internet terhadap jejaring sosial baru 38-47 persen.

Tingginya pengguna media sosial di Indonesia, menurut Suresh, lantaran semakin mudah orang mengakses Internet, baik melalui komputer pribadi maupun ponsel. Namun di balik kemudahan akses Internet, kata Suresh, ada faktor budaya yang menyebabkan gelombang pengguna jejaring sosial di Indonesia langsung membeludak. “Budaya atau sikap pemalu membuat mereka tak perlu bertatap, sehingga lebih nyaman dan bebas mengungkapkan pikirannya melalui media sosial tanpa menunjukan identitas sebenarnya,” katanya.

Suresh memperkirakan tingginya animo masyarakat terhadap jejaring sosial belum akan mereda sampai beberapa tahun ke depan. “Social media sulit terbendung karena pada dasarnya setiap orang ingin dan senang dibagi,” katanya. Namun Suresh percaya suatu saat nanti jumlah pengguna layanan ini akan stabil.

Selain menyambangi media sosial, kegiatan berikutnya yang paling sering dilakukan adalah menggunakan mesin pencari, layanan pesan instan, e-mail, dan membaca berita. Suresh mengatakan seiring dengan banyaknya pengguna jejaring sosial, terjadi perubahan dalam memilih dan berbagi dengan teman online. “Mereka semakin selektif,” ujarnya. Tak seperti dulu, ketika pengguna memampangkan identitas dirinya, seperti nama lengkap, alamat rumah, e-mail, dan nomor yang dapat dihubungi, kini mereka hanya memunculkan sedikit informasi tentang dirinya bahkan banyak informasi diri palsu di social networking.

Dari survei ini juga ditemukan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap layanan jual-beli online atau e-commerce. “Tapi mereka belum percaya dengan model pembayaran online,” kata Suresh. Kebanyakan penilik situs komersial hanya melakukan riset produk, perbandingan harga, dan mengkonfirmasi pembelian. Apabila ada produk yang cocok, mereka kemudian membayarnya secara penuh melalui transfer bank atau tunai.

Produsen BlackBerry Research in Motion Pecat 2000 Karyawan

Kabar buruk itu datang dari Kananda. Produsen BlackBerry, Research in Motion mengumumkan akan memecat 2.000 karyawan atau sekitar 11 persen dari total karyawannya.

Chief Operatio Officer RIM Don Morrison bakal pensiun. Thorsten Heins akan mengambil alih peran COO digabung dengan divisi produk dan penjualan. Demikian laman mashable mengutip kabar sendu itu.

Langkah ini diambil setelah RIM mengalami sedikit paceklik pada kuartal pertama tahun ini. Buruknya kinerja RIM ini bahkan membuat saham RIM anjlok sampai 20 persen dalam semalam.

Penjualan BlackBerry yang begitu fenomenal di Indonesia ternyata tak bisa menolong RIM secara global. Di kelas ponsel pintar BlackBerry kalah dengan iPhone keluaran Apple dan ponsel-ponsel Android.

Merek BlackBery yang moncer beberapa tahun silam kini mulai meredup. Ini ditunjukkan dari penjualan ponsel dengan tombol QWERTY iyu.

Juni 2010 BlackBerry menguasai 33 persen pasar ponsel pintar, disusul ponsel Android 27,9 persen, dan iPhone 15 persen. November 2010, posisi itu jungkir balik. Ponsel Android menjadi nomor satu dengan menguasai 28,6 persen, disusul iPhone 26,1 persen, dan BlackBerry 25,8 persen. Ini data Nielsen.

Google Bertemu Wakil Presiden Boediono Untuk Buka Kantor Di Indonesia

Baru-baru ini Executive Chairman Google Inc, Eric Schmidt, bertandang ke Indonesia dan bertemu dengan Wakil Presiden Boediono. Apa gerangan yang akan dilakukan miliarder asal California, Amerika Serikat, itu di Tanah Air?

Usai pertemuan, Schmidt mengatakan bahwa Google berencana membuka kantor di Indonesia. Kendati belum dipastikan kapan rencana itu akan diwujudkan, Google menilai Indonesia menjadi negara yang potensial dilihat dari jumlah pengguna Internet dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.

Mengetahui langkah Google itu, Yahoo! yang sudah lebih dahulu membuka kantor di Indonesia menyambut dengan tangan terbuka. “Kami welcome saja dengan rencana itu,” kata Country Manager Yahoo! Indonesia, Pontus Sonnerstedt, di Gedung Sentra Senayan II, Jakarta, Selasa, 26 Juli 2011.

Menurut Yahoo!, tidak ada masalah apabila Google hendak membuka kantor di Tanah Air sepanjang itu dapat meningkatkan pertumbuhan penggunaan Internet dan investasi. “Sejak awal kami datang untuk tujuan itu,” katanya.

PT Yahoo! Indonesia sudah berdiri hampir dua tahun. Saat ini, perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat itu telah memiliki kantor sendiri di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Dalam nota kesepahaman yang dibuat Google bersama pemerintah, rencananya perusahaan mesin pencari itu akan membantu mengembangkan sektor usaha kecil menengah (UKM), membangun software creative content, dan kerja sama di bidang computer security, misalnya untuk menangani cyber crime.

Google+ Semakin Menancapkan Kuku Pada Sosial Networking Karena Dalam Seminggu Sudah Mencapai Hampir 50% Pengguna Facebook

Indonesia adalah rajanya jejaring sosial. Di Facebook, Indonesia menempati urutan kedua pengguna Facebook terbanyak sedunia dengan jumlah 40 juta. Di Twitter, pengguna asal Indonesia mencapai 6-8 juta orang.

“Orang Indonesia terkenal sangat suka bergaul, mereka sangat suka berbisnis/berjualan kepada teman-teman mereka,” ujar Javier Olivan, Head of International Growth Facebook, di Jakarta, pekan lalu. Mungkinkan fenomena ini pun akan menular ke layanan terbaru dari Google, Google+?

Google+ atau Google Plus adalah layanan jejaring sosial anyar yang sedang disosialisasikan oleh Google. Sekilas, desainnya akan mengingatkan kita kepada Facebook dalam format lebih minimalis.

Meski masih dalam tahap percobaan (trial), ada analis yang memperkirakan pengguna jejaring ini telah bergerak ke angka 20 juta orang hanya dalam waktu 3 pekan. Betul atau tidaknya, Google sendiri tak pernah mengkonfirmasi.

Di Indonesia, pengguna Google+ sedang tumbuh. “Kebanyakan orang-orang yang bergelut di dunia IT,” tutur Deliusno, seorang wartawan teknologi sebuah media online, pekan lalu.

Tak ada data yang bisa kami paparkan untuk menunjukkan berapa sebetulnya pengguna Google+ di Indonesia. Tapi, saat kami menjadi pengguna Google+ beberapa hari lalu, banyak juga orang asal Indonesia yang masuk daftar suggestion Google+.

Sebagian besar kami kenali sebagai orang-orang yang bekerja di dunia media teknologi informasi atau paling tidak aktivis di dunia itu. Bukan tak mungkin, Indonesia pun akan menancapkan kukunya dalam-dalam di situs baru ini, seperti di Facebook.

Hanya soal waktu. Pasalnya, untuk sementara langkah menjadi penguna Google+ mesti melalui tahap undangan dari pengguna sebelumnya. Cara ini dipakai Google juga saat meluncurkan layanan e-mail Gmail beberapa tahun lalu.

Terlepas dari soal itu, ada beberapa fakta menarik yang berkaitan dengan Google+ sejak diumumkan pada 2 Juli lalu. Perusahaan pelacak lalu lintas Internet Experian Hitwise mencatat beberapa statistik menarik.

– Pada 16 Juli lalu, Google+ menjadi jejaring sosial ke-42 yang paling banyak dikunjungi di Internet Amerika Serikat dan ke 638 di Internet global. Bila dibuka resmi (tidak lagi berbasis undangan) diperkirakan statistik ini akan berubah drastis.

– Google+ sudah memiliki angka 1,8 juta total kunjungan pada akhir pekan lalu, naik 283 persen dari pekan sebelumnya atau naik 821 persen sejak 2 Juli.

– Sebanyak 56 persen trafik datang dari properti Google yang lain, dengan 34 persen datang dari Google.com dan 37 persen dari mesin pencari, serta 21 persen dari e-mail.

– Pengunjung Google+ adalah mayoritas pria dengan persentase 57 persen. Situs ini juga didominasi kalangan muda berusia antara 25-34 tahun dengan total 38 persen yang mengunjunginya.

Google Resmi Tutup Pusat Kreativitas Google Labs

Google Labs adalah awal dari cerita sukses Google Inc. Dari tempat uji coba inilah perusahaan software yang juga menjadi mesin pencari terpopuler di dunia itu menelurkan berbagai inovasi brilian.

Sayangnya, bos Google menilai laboratoriumnya tidak memiliki peluang bisnis. Melalui tulisan di blog resmi, Google memutuskan menutup Google Labs.

“Kami percaya, jika berfokus pada produk yang akan dibuat, akan menjadi kunci keberhasilan ke depan,” demikian pernyataan Bill Coughran, Senior Vice President for Research and Systems, di blog Google, Kamis lalu.

Singkatnya, Coughran meyakinkan proses penelitian dan pengembangan masih terus berlangsung, tapi disesuaikan dengan produk masing-masing.

Sebenarnya bukan hanya kali ini Google menghentikan inovasi Google Labs. Akhir bulan lalu, perusahaan yang bermarkas di California itu menutup proyek Google Health dan Google PowerMeter karena dianggap gagal.

Ditutupnya Google Labs ini seperti mematikan pamornya sebagai pusat pengembangan ide kreatif. Saat ini terdapat 56 proyek di Google Labs.

Setiap uji coba itu akan didistribusikan ke bidang masing-masing, seperti Android Market, Gmail Labs, Google Maps Labs, dan Search Experiment.

Dell Berikan Layanan Panggilan Service ke Rumah Pelanggan

Apa yang terjadi jika komputer Anda tiba-tiba rusak? Entah karena terjadi benturan, ada gangguan di sistemnya, atau masalah lainnya.

Tentunya Anda akan langsung mendatangi toko atau pusat layanan vendor yang memproduksi perangkat tersebut. Di service center, Anda kemudian akan diminta mengantri dengan pelanggan lainnya kemudian menunggu dilayani teknisi guna mengetahui apa kerusakan dari perangkat itu.

Setelah diberitahu letak kerusakannya, bisa jadi Anda hanya menunggu sesaat untuk perbaikan. Namun, terkadang Anda juga harus menunggu lebih lama lagi apabila suku cadang dari perangkat yang rusak itu habis. Tentunya Anda akan diminta untuk kembali ke pusat layanan dalam tempo tiga sampai tujuh hari sampai perangkat selesai diperbaiki.

Bayangkan berapa banyak tenaga dan waktu yang Anda butuhkan untuk melakukan itu semua?

Kini Dell menyediakan layanan perbaikan yang bisa datang ke tempat konsumen. Layanan dengan nama Onsite Home and Services ini memungkinkan pelanggan untuk menelepon ke nomor khusus dan menyampaikan masalah pada komputer mereka kemudian petugas teknisi akan datang bersama suka cadangnya.

“Selama produk masih dalam masa garansi, tidak ada ongkos apapun yang perlu dikeluarkan,” kata Senior Services Business Manager Dell Indonesia, Sianto Wongjoyo di Jakarta, Kamis, 21 Juli 2011.

Layanan panggilan service ini, kata dia, sudah tersedia di 222 kota di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Ada tiga nomor telepon yang bisa digunakan untuk menghubungi layanan ke rumah ini, yaitu 021-500858, dan layanan bebas pulsa di 001-803-60-1926 dan 007-803-601-5229.

Sayangnya, panggilan service ke rumah ini hanya berlaku untuk komputer Dell yang dipasarkan setelah bulan September tahun lalu. Jenisnya antara lain Dell Inspiron N4110, XPS, 15z, dan Inspiron N4050. Sianto mengatakan bagi konsumen yang ingin menggunakan layanan Onsite ini namun masa garansi produknya sudah habis bisa memperpanjang dengan membayar sebesar US$ 50 – 60.

Sianto menambahkan sebenarnya layanan on call ini sudah dilakukan sejak Januari tahun lalu. Namun, saat itu hanya ditujukan pada pelanggan korporat yang menggunakan solusi bisnis Dell, seperti storage dan server.