Opera Kini Bisa Blokir Iklan dari ISP Indonesia

Opera sedang melakukan uji coba terhadap fitur pemblokir iklan yang disisipkan langsung ke dalam layanan perambannya. Ini ditandai dengan dirilisnya browser Opera versi developer terbaru yang sudah memiliki fitur tersebut. Browser yang baru diakusisi oleh perusahaan konsorsium asal China ini mengklaim bahwa fitur pemblokir yang ‘ditanam’ langsung ke dalam browser akan lebih optimal ketimbang menggunakan plug-in pihak ketiga.

Menurut Opera, metode yang mereka terapkan berhasil mempercepat pemuatan laman web hingga 90 persen dan lebih cepat 40 persen jika dibandingkan dengan plugin pemblokir iklan yang ada. Hal ini sebenarnya cukup mengejutkan karena Opera sendiri memiliki sebuah perusahaan periklanan online.

“Iklan (sebetulnya) adalah bahan bakar internet yang memungkinkan pengguna untuk menikmati berbagai layanan secara gratis,” kata Krystian Kolondra, SVP Engineering and Head of Opera untuk divisi komputer. Namun, di sisi lain Opera juga ingin meningkatkan pengalaman pengguna saat browsing.

“Tapi, penelitian terbaru kami menunjukkan bahwa sebagian besar halaman web saat ini diperlambat secara signifikan oleh iklan yang berlebihan. Kami tidak bisa menerima itu. Sebagai pengguna, kami ingin web menjadi tempat yang lebih baik bagi kita semua,” lanjut Krystian Kolondra.

Sama seperti dengan pemblokir iklan pihak ketiga, pengguna diizinkan untuk mengatur sendiri jika tak ingin memblokir iklan pada laman web tertentu. Opera juga menyertakan fitur yang memungkinkan pengguna untuk membandingkan waktu loading saat pemblokir iklan diaktifkan dan dinonaktifkan. Jumlah iklan sudah diblokir pun akan ditampilkan secara real time

Opera Kini Pasang Fitur VPN Yang Bisa Akses Situs Yang Diblokir

Opera Software melakukan pembaruan dengan menyematkan beberapa fitur yang mengesankan. Sebab kini peramban ini disematkan layanan Virtual Private Network (VPN) secara gratis.

Sesuai namanya, VPN biasanya fitur untuk memanipulasi lokasi jaringan akses internet. Sehingga dapat menembus situs atau laman yang terbatas di negara tertentu saja atau malah diblokir sama sekali. Sebagai contoh, bila ingin mendapatkan katalog lebih lengkap di Netflix, pengguna harus berada atau menggunakan IP Addres asal Amerika Serikat.

Dengan kehadiran VPN dan disematkan fiturnya di Opera, maka pengguna cukup mengganti lokasi VPN yang berada di kiri kolom alamat situs dan menggantinya ke lokasi Amerika Serikat. Sejauh ini VPN gratis di Opera versi Developer baru tersedia di 3 negara, Amerika Serikat, Jerman dan Kanada.

Alat peramban asal Norwegia ini sendiri punya alasan khusus mengapa mereka akhirnya menyematkan fitur VPN secara gratis di Opera. Seperti dikutip dari blog resminya, Opera Software menukil hasil survei dari Indeks Web Global yang menyatakan lebih dari setengah miliar atau 24 persen dari populasi pengguna internet di dunia telah mencoba menggunakan layanan VPN.

Nah, menurut penelitian tersebut, ada alasan utama bagi orang menggunakan VPN ini:

– Untuk mengakses konten hiburan yang lebih baik (38 persen)
– Untuk menjaga anonimitas saat browsing (30 persen)
– Untuk mengakses jaringan dibatasi dan situs di suatu negara (28persen)
– Untuk mengakses situs yang dibatasi di tempat kerja (2 7persen)
– Untuk berkomunikasi dengan teman / keluarga di luar negeri (24 persen)
– Untuk mengakses situs-situs berita yang terbatas di suatu negara (22 persen)

Memang tak selamanya VPN digunakan hal yang lumrah, karena tidak bisa dipungkiri bagai Pisau Bermata Dua, fitur ini mungkin saja dimanfaatkan untuk akses-akses dilarang karena norma, budaya setempat serta mengancam kelanggengan kekuasaan pemerintah. Sehingga, tanggung jawab ada sepenuhnya di tangan pengguna Opera dan memang dari dulu tanggung jawab selalu ada ditangan masing-masing orang dan bukan pemerintah.

Opera mengklaim jadi browser besar pertama yang menyediakan fungsi Virtual Private Network (VPN). VPN tersebut bisa dipakai pengguna Opera untuk memanipulasi tempat di mana mereka mengakses Interent. Dalam pilihannya hanya ada tiga negara, Amerika Serikat, Kanada dan Jerman. Fungsi pada browser sebenarnya bukan hal baru, namun biasanya pengguna harus mengunduh ekstensi atau membayar ke layanan tertentu untuk mendapatkannya. Opera mengambil langkah radikal.

“Kami adalah browser besar pertama yang mengintegrasikan fungsi VPN secara gratis dan tanpa batas,” tulis pernyataan Opera pada situs resminya. Fungsi ini tercipta setelah Opera mengakuisisi SurftEasy pada Maret 2016 lalu. SurftEasy sendiri merupakan plugin VPN khusus untuk Opera yang saat ini masih tersedia dengan berlangganan US$ 4 sebulan.

VPN gratis yang ditawarkan Opera tidak kalah canggih dengan layanan sejenis yang berbayar. Masih menawarkan enkripsi 256-bit, mampu menyembunyikan alamat IP pengguna, dan dapat mengakses situs-situs tertentu yang diblokir oleh pemerintah atau hanya diakses terbatas di negara tertentu saja.

Sejauh ini fungsi VPN hanya tersedia di Opera Developer versi komputer, namun ke depannya fungsi ini akan diperluas ke versi lainnya. Seperti terobosan lain yang mereka lakukan yakni, pemblokir iklan. Fungsi pemblokir iklan yang biasa disediakan pihak ketiga itu ditanamkan Opera sejak Maret 2016. Menurut Opera, cara ini diklaim Opera dapat mempercepat pemuatan laman web hingga 90 persen.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa sebagian besar halaman web saat ini diperlambat secara signifikan oleh iklan yang berlebihan. Kami tidak bisa menerima itu. Sebagai pengguna, kami ingin web menjadi tempat yang lebih baik bagi kita semua,” kata Krystian Kolondra, SVP Engineering and Head of Opera untuk divisi komputer.

36 Persen Perusahaan di Indonesia Terkena Serangan Hacker

Perusahaan keamanan FireEye mengungkapkan hasil penelitiannya selama kuartal kedua 2015. Dari data tersebut, tercatat sebanyak 36 persen perusahaan di Indonesia yang terkena serangan siber cukup serius. “Semua organisasi rawan diserang. Kebanyakan, yang diserang adalah pemerintahan, militer, finansial dan berbagai perusahaan besar,” kata Bryce Boland, CTO FireEye Asia Pasifik.

Sayangnya ia enggan membeberkan berapa jumlah perusahaannya. Yang pasti, perusahaan yang disurvei adalah pelanggan FireEye di Indonesia baik lokal maupun internasional. Berdasarkan data yang dikumpulkan, setidaknya ada 4 kelompok peretas yang berusaha menyerang Indonesia. 3 di antaranya dari China, sedangkan sisanya berasal dari Eropa Timur.

Ia juga menjelaskan bahwa tingkat kematangan keamanan siber ada tiga, yakni Detection, Response, dan Hunting. Indonesia sendiri baru bisa mencapai tingkat yang paling rendah, yakni Detection. Ini dikarenakan keamanan siber masih belum menjadi prioritas utama.

“Perusahaan di Indonesia punya budget yang cukup banyak, tapi dipakai untuk yang lain, Bukan untuk memelihara dan mengembangkan keamanan sistemnya,” lanjutnya. Di saat yang sama, Bryce juga mengungkapkan hasil riset dari Australian Strategic Policy Institute tentang tingkat kematangan keamanan siber di Asia Pasifik pada tahun 2015.

Hasilnya, kematangan infrastruktur keamanan siber di Indonesia, menempati urutan 14 dengan angka 46,4 persen setelah Thailand (49,1 persen) dan Filipina (46,8 persen). Posisi pertama sendiri ditempati oleh Amerika Serikat dengan angka 90,7 persen. Disusul oleh Jepang (85,1 persen), Korea selatan (82,8 persen), Singapura (81,8 persen) dan Australia (79,9 persen)

Alat Meretas Hacking iPhone Yang Dipakai FBI Ternyata Dijual Bebas

Biro investigasi Amerika Serikat, FBI, mengaku telah memiliki alat dan metode rahasia untuk membuka iPhone 5c milik Syed Ridwan Farook yang melakukan penembakan di San Bernardino, California. Tetapi alat itu tidak bekerja jika dipakai pada iPhone model baru. Direktur FBI James Comey mengatakan, alat mereka tidak akan bekerja pada iPhone 5s, iPhone 6, dan iPhone 6s.

Sementara iPhone 5c tergolong lama. Diperkenalkan pada tahun 2013 dan sejak itu telah dihentikan produksi juga penjualannya oleh Apple untuk menyediakan model yang lebih baru. “Kami memiliki alat yang bekerja pada sebagian kecil ponsel,” kata Comey dalam konferensi teknologi di Kenyon College, Ohio, Rabu lalu, seperti dikutip dari Reuters. Departemen Kehakiman pada Maret lalu mengatakan berhasil membuka iPhone milik penembak San Bernardino dengan bantuan pihak ketiga.

Karena alat terkini FBI belum bisa membobol iPhone yang lebih baru, penegak hukum Amerika Serikat akan terus meminta Apple untuk membuka enkripsi dari iPhone yang sempat dipakai oleh orang yang sedang diperiksa. Sampai hari ini sengketa hukum enkripsi antara Apple dengan FBI belum menemukan titik terang. Sebelumnya, Departemen Kehakiman telah meminta pengadilan New York untuk memaksa Apple membuka iPhone 5s terkait penyelidikan narkoba.

Hal ini memperlihatkan perusahaan teknologi berpotensi menghadapi masalah dengan pemerintah di suatu negara untuk urusan keamanan siber di masa depan. Ketika FBI sedang susah payah untuk membuka enkripsi iPhone 5c yang dipakai Syed Ridwan Farook, pelaku penembakan di San Bernardino, California, ada salah satu e-commerce di London yang menjual sebuah alat yang bisa melakukannya dengan mudah.

Alat yang bernama IP-BOX tersebut mampu menemukan kode sandi empat digit yang biasa digunakan untuk mengunci iPhone dalam hitungan detik, sampai hitungan jam. Fone Fun Shop, e-commerce yang menjual IP-BOX seharga US$170 (sekitar Rp2,3 juta) mengklaim bahwa alat tersebut membutuhkan 6 detik hingga 17 jam untuk menjebol kode sandi iPhone.

Direktur Fone Fun Shop, Mark Strachan percaya bahwa FBI pun menggunakan alat semacam IP-BOX untuk membuka iPhone 5c yang digunakan oleh Syed Farook tanpa bantuan Apple. Strachan mengatakan bahwa alat ini dikembangkan untuk membantu pemilik iPhone agar bisa mengambil foto atau kontak mereka saat perangkat dalam keadaan terkunci dan lupa kode sandi.

Ia juga mengatakan bahwa pada awalnya banyak orang yang skeptis akan kinerja IP-BOX. Namun seiring berjalannya waktu, alat ini terbukti bisa bekerja dengan baik. Salah satu surat kabar asal Inggris, Daily Mail sempat membeli dan mencobanya pada iPhone 5c. Hasilnya, IP-BOX berhasil menjebolnya dalam waktu 6 jam. Saat ini, IP-BOX baru bisa menjebol iPhone yang menggunakan iOS 7 atau di bawahnya. Ke depannya, Fone Fun Shop berencana untuk memperbarui alat ini sehingga bisa digunakan pada iPhone yang menggunakan iOS 9.

Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan perusahaan penyedia peranti lunak forensik mobile Cellebrite asal Israel, sedang membantu FBI guna membuka enkripsi iPhone 5C yang digunakan oleh Syed Ridwan Farook, pelaku penembakan di San Bernardino, California. Jika langkah ini berhasil, FBI tidak lagi memerlukan bantuan Apple untuk membuka iPhone yang dienkripsi. Ini juga bisa menghentikan perdebatan yang lebih luas tentang data pribadi di Amerika Serikat.

Terkait dengan kasus ini, pihak Cellebrite enggan mengomentarinya. Sebelumnya, Apple terlibat masalah legalitas dengan Departemen Kehakiman Amerika karena menolak perintah pengadilan untuk membuat peranti lunak baru untuk membuka enkripsi pada iPhone yang digunakan oleh penembak.

Apple dan Departemen Kehakiman Amerika seharusnya bertemu lagi di pengadilan pada Selasa, 22 Maret 2016 lalu. Namun sehari sebelumnya, seorang hakim federal menyetujui permintaan pemerintah untuk menunda sidang setelah jaksa mengatakan bahwa ada pihak ketiga yang mungkin bisa membuka enkripsi iPhone. Cellebrite sendiri adalah anak perusahaan Sun Corporation yang berasal dari Jepang. Mereka menyediakan sistem forensik yang digunakan oleh penegak hukum, militer dan intelijen. Ini bisa dimanfaatkan untuk mengambil data tersembunyi di dalam perangkat mobile.

Daftar Situs Situs Lagu Yang Diblokir Karena Illegal

Perang terhadap peredaran situs yang memuat konten ilegal terus digalakkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Aksi terbaru kementerian yang dipimpin Rudiantara ini adalah memblokir akses 22 situs yang memungkinkan pengguna mengunduh musik bajakan. Sebelumnya, Kominfo telah memberangus 22 situs yang melanggar hak cipta atas karya film.

Tambahan diblokirnya 22 situs musik ilegal ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Kementerian Hukum dan HAM melalui surat Nomor HKI.7.HM.01.05-264 tertanggal 15 Oktober 2015 perihal Rekomendasi Penutupan Konten dan/atau Hak Akses Pengguna Pelanggaran Hak Cipta berdasarkan pengaduan dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI).

Adapun 22 situs musik ilegal yang diblokir yaitu:

1. Laguhit.com
2. Mp3days.net
3. Weblagu.com
4. Wapkalagu.com
5. Iozmusik.com
6. Lagu.in
7. Carilagu.net
8. Bursalagu.com
9. Beemp3s.org
10. Arenalagu.com
11. Saranmu.com
12. Tubidy.im
13. Stafaband.info
14. Memomp3.com
15. Zinzhu.com
16. Mp3take.com
17. Kumpulbagi.com
18. Onlagump3.info
19. Newlagump3.com
20. Targetlagu.com
21. Musik-corner.info
22. Musicxplor.com

Kominfo pun telah memerintahkan para penyelenggara jasa internet (ISP) untuk melakukan pemblokiran terhadap 22 situs musik ilegal di atas pada tanggal 12 November 2015.

Cara Membuka Blokir Situs Porno Secara Resmi

Kementerian Kominfo mulai galak dalam menindak situs porno di Indonesia. Namun, bila situs konten negatif itu ternyata ‘salah sasaran’, masyarakat pun bisa meminta untuk dibuka kembali. Begini caranya. Seperti yang tertuang di dalam Peraturan Menteri No 19 Tahun 2014 Tentang Penanganan Situs Bermuatan Negatif, masyarakat bisa melakukan apa yang disebut dengan normalisasi. Dalam pasal 16 ayat 1 disebutkan “Pengelola situs atau masyarakat dapat mengajukan normalisasi atas pemblokiran situs”.

Sementara caranya juga disebutkan di pasal 10, yakni dengan membuat laporan kepada Direktur Jenderal melalui fasilitas penerimaan pelaporan email aduan dan atau pelaporan berbasis situs yang disediakan. Lalu berapa lama laporan tersebut dapat selesai ditanggapi? “Direktur Jenderal menyelesaikan pengelolaan laporan dalam waktu paling lambat 1×24 jam sejak pelaporan diterima,” demikian kutip dari pasal 16 ayat 4. Pihak Direktur Jenderal pun harus melakukan langkah-langkah lanjutan bilamana memang tidak terbukti sebagai situs yang dilaporkan terbukti ‘bersih’.

Seperti, menghilangkan dari Trust-Postif, melakukan komunikasi kepada penyelenggara jasa akses internet dan melakukan pemberitahuan secara elektronik atas hasil penilaian kepada pelapor.Kementerian Kominfo juga menerima laporan dari masyarakat terkait situs yang bermuatan negatif. Tertuang dalam Peraturan Menteri No 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Bermuataan Negatif, begini alur pelaporan hingga prosesnya.

Sebagaimana diatur dalam Bab IV pasal ayat 1 masyarakat dapat mengajukan pelaporan untuk meminta pemblokiran atas muataan negatif kepada Direktur Jenderal.Atau dalam ayat 4 dijabarkan masyarakat juga dapat melaporkan situs internet bermuataan negatif kepada kementerian atau lembaga pemerintahan terkait sesuai dengan undang-undang.

Pasal 7 juga menambahkan, masyarakat dapat ikut serta menyediakan pemblokiran dengan memuat paling sedikit situs-situs dalam Trust-postif. “Masyarakat menyampaikan laporan kepada Direktur Jenderal melalui fasilitas penerimaan pelaporan berupa email aduan dan atau pelaporan berbasis situs yang disediakan,” demikian isi Pasal 10 (b) yang kutip, Jumat (8/8/2014).

Setelah laporan diterima dan dinilai oleh tim dari Direktur Jenderal, maka tim tersebut dalam melakukan pengelolaan laporan dalam waktu 1×24 jam dan apabila merupakan kategori laporan mendesak menjadi 1×12 jam. Setelah memang dianggap negatif, Direktur Jendral meminta kepada penyedia atau pemilik situs untuk melakukan pemblokiran atau menghapus muataan negatif.

Dalam pasal 14 juga dikatakan Kominfo akan memberikan perintangan melalui email kepada penyedia situs dan apabila dalam 2×24 jam tidak diindahkan maka akan ada tindak lanjutan pengelolaan laporan. “Direktur Jendral menyelesaikan pengelolaan laporan dalam waktu paling lambat 5 hari sejak laporan diterima,” tertuang dalam pasal 14 (d).

5 Mega Trend IT Teknologi Informasi Yang Mengubah Dunia

Dirk-Peter van Leeuwen, Senior Vice President & General Manager Red Hat kawasan Asia Pasifik & Jepang, menuangkan pemikirannya soal megatren di sektor teknologi informasi. Dalam email yang diterima Minggu (23/8/2015), ia melihat ada perubahan-perubahan mendasar mulai terlihat dalam perekonomian dan cara bisnis dijalankan saat ini.

Di era informasi ini, menurutnya, perusahaan harus memikirkan kembali pondasi operasional mereka dan bergerak untuk membuat segalanya menjadi lebih cepat dan kompetitif secara ekonomi, bukannya berpegang pada paradigma lama yakni membangun sekedar untuk menjadi lebih besar dan lebih baik.

Bisnis telah berevolusi dari sistem yang dibangun untuk meraih efisiensi menjadi sistem yang dibuat untuk inovasi, di mana alat yang paling berharga saat ini adalah informasi dan akses terhadap teknologi seperti perangkat-perangkat cerdas. Perusahaan yang telah berinovasi dan ber-evolusi dengan teknologi saat ini diakui telah meningkat dan menjadi salah satu perusahaan terbesar di industri mereka masing-masing.

Misalnya, Uber, sebuah perusahaan taksi, tidak memiliki mobil, Facebook, sebuah platform media, tidak membuat konten, dan Airbnb, sebuah penyedia layanan akomodasi, tidak memiliki real estate. “Kesamaan dari ketiga contoh tersebut adalah pemberdayaan konsumen dengan menggunakan aplikasi dalam perangkat cerdas mereka,” tulis van Leeuwen.

Perusahaan kini tidak diragukan lagi berada di bawah tekanan tinggi untuk menjawab kebutuhan akan aplikasi dan pengalaman seperti yang biasa dinikmati oleh konsumen. Industri, apapun skalanya, tidak dapat sekadar mengandalkan aset mereka. Perusahaan harus terus menerus menciptakan kembali jati dirinya untuk tetap menjadi yang terdepan. Menyimpulkan hasil diskusi topik utama di Red Hat Summit 2015, van Leeuwen pun menyoroti tren-tren teknologi utama yang akan menjadi pusat perhatian dalam beberapa tahun ke depan.

Digitalisasi
Pada dekade lalu, TI telah mengalami berbagai perubahan. Kita telah bergerak dari grid ke cloud, dari arsitektur yang berorientasi layanan ke microservices, dan dari virtualisasi mesin ke teknologi container. Namun, transisi lain berlangsung secara diam-diam. Berbagai teknologi dan kekayaan intelektual yang ada semakin terekspos dalam software, dalam suatu tren yang disebut para analis industri sebagai digitalisasi. Digitalisasi telah didorong oleh konvergensi, dan keselarasan tren-tren sosial, ekonomi, dan teknologi. Digitalisasi semua hal, mulai dari solusi mobile hingga privasi dan keamanan, akan menjadi sumber diferensiasi kompetitif oleh perusahaan yang menjalankannya secara benar. Perusahaan harus mengadopsi teknologi terintegrasi yang memungkinkan perusahaan tersebut menggabungkan aset-aset intelektual mereka dengan API web agar dapat menghasilkan produk dan solusi

‘Containerized’ IT
Containerization adalah alternatif ringan dari virtualisasi mesin secara penuh yang mencakup penempatan aplikasi dalam sebuah container di lingkungan operasinya sendiri. Dalam lingkungan perusahaan saat ini, container telah mentransformasi TI dengan cepat dan menarik perhatian luar biasa karena keuntungan beragam yang diberikannya

“67% responden dalam survei yang disponsori Red Hat baru-baru ini yang melibatkan para pengambil keputusan IT global dan pekerja profesional berencana mengaplikasi aplikasi berbasis container dalam waktu dua tahun ke depan,” kata van Leeuwen. Perusahaan memerlukan platform infrastruktur terintegrasi yang dirancang untuk menjalankan, mengatur dan meningkatkan skala aplikasi dan layanan berbasis multi-container. Mereka juga memerlukan proses kreasi implementasi yang disederhanakan yang akan membantu mereka untuk mengelola aplikasi-aplikasi cloud-native dan tradisional secara konsisten.

Tahunnya PaaS
Platform-as-a-Service (PaaS) telah mendapatkan dukungan industri yang sangat kuat selama beberapa tahun belakangan. Namun, 2015 dapat menandai sebuah babak baru dalam sejarah PaaS. Docker mempopulerkan konsep containerization, dan dunia mengakui kelayakan arsitektur berbasis container ini. Kini perusahan beralih dari menanyakan tentang container sebagai bagian dari roadmap ke pertanyaan mengenai rincian implementasi. Tahun lalu menunjukkan semakin banyak perusahaan lebih memilih PaaS sebelum Infrastructure-as-a-service (IaaS) sebagai pondasi strategi cloud privat/hybrid mereka. Perusahaan mendambakan platform yang fleksibel untuk arsitektur microservices, dan vendor PaaS dan cloud mulai menyediakan hal tersebut. Container open source dan praktek pengaturan yang mengubah pengalaman pengembang dan menggeser platform ke arah yang diinginkan pelanggan kini tersedia.

Tren Internet of Things (IoT) yang saat ini berkembang memberikan tekanan lebih besar bagi vendor PaaS untuk menyediakan layanan yang mudah untuk dikelola, mudah didapatkan, dan sangat skalabel.

Mobilitas Makin Kencang
Perusahaan-perusahaan besar memanfaatkan tren konsumerisasi TI yang semakin meningkat dan perangkat bergerak yang tersebar luas, karena mereka memiliki tujuan untuk mengembangkan berbagai aplikasi guna meningkatkan produktivitas karyawan dan kepuasan pelanggan.\\Sebuah studi menemukan bahwa 82% organisasi yang berencana untuk berinvestasi dalam solusi-solusi manajemen perangkat mobile menciptakan berbagai kebijakan mengenai hal tersebut pada tahun 2015. Mobilitas menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan dengan tujuan untuk mendorong inovasi, menyederhanakan efisiensi operasional, dan mengembangkan model-model bisnis baru. Perusahaan kini mencari solusi-solusi yang bisa mendukung pengembangan dan integrasi aplikasi–aplikasi enterprise secara cepat untuk membantu mereka bergerak menuju strategi mobile-first (platform mobile menjadi yang utama).

Menggugah Enterprise
Red Hat Summit tahun ini mempertemukan para eksekutif perusahaan, pelanggan dan mitra dengan tren-tren teknologi yang disebutkan di atas dan inovasi-inovasi produk di Red Hat. Dalam konferensi tersebut, Jim Whitehurst, CEO Red Hat, menekankan bahwa nilai teknologi open source tidak hanya mengenai lisensi software, tetap juga tentang kolaborasi dan komunitas. Red Hat Summit adalah acara tahunan di mana Red Hat dan para visioner industri teknologi mengungkapkan pandangan-pandangan mereka mengenai masa depan perusahaan teknologi dan mengeksplorasi bagaimana software open source mengubah segalanya mulai dari cloud dan containers Linux ke mobile, big data, Internet of Things, dan lainnya.

Tema utama tahun ini adalah teknologi container Docker, dengan pengumuman mengenai Atomic Enterprise Platform dan platform OpenShift Enterprise 3 dari Red Hat. Atomic Enterprise membawa platform hosting dengan dukungan enterprise-grade untuk penggelaran dan pengaturan container Docker, sementara OpenShift adalah penawaran PaaS yang menyasar pengembang yang membangun, mengelola dan mengimplementasikan container.