Tanda Komputer Terjangkit Malware GameOver Zeus Pencuri Uang Online Banking Ciptaan Evgeniy Bogachev

Hacker buron asal Rusia diketahui menyebarkan program jahat yang mampu menguras isi rekening korbannya. Berikut adalah tanda komputer yang telah terkena virus tersebut. Evgeniy Bogachev saat ini menjadi hacker paling dicari oleh FBI. Aksinya yang mencuri US$ 100 juta dianggap sebagai serangan paling canggih dan merusak.

Bogachev beraksi dengan malware bernama GameOver Zeus yang ia sebarkan melalui email. Program jahat itu bertugas untuk mengintai korbannya untuk merekam data penting, seperti transaksi perbankan melalui internet. Selain itu komputer yang terinfeksi juga akan dijadikan ‘zombie’, yakni sebuah mesin yang dikendalikan peretas untuk tujuan tertentu, seperti melumpuhkan sistem.

Federal Bureau of Investigation (FBI) kini tengah memburu Bogachev yang diduga berada di Rusia, hadiah US$ 3 juta juga disiapkan bagi siapa saja yang bisa memberi informasi keberadaannya. Melalui situsnya FBI juga menjelaskan ciri-ciri komputer yang terjangkit GameOver Zeus, antara lain performa komputer yang mulai lambat, lalu krusor yang bergerak dengan sendirinya.

Selain itu pengguna disarankan waspada jika tiba-tiba menerima adanya laporan aktivitas mencurikan pada akun perbankan. Ciri-ciri lain komputer yang terjangkit GameOver Zeus adalah munculnya kotak chat yang tidak dikenal. Beberapa kasus juga menyebutkan komputer yang terkena malware penyandera Cryptolocker, besar kemungkinan juga terserang GameOver Zeus.

Untuk mengantisipasi malware tersebut, FBI hanya menyarankan pengguna untuk menggunakan aplikasi antivirus terkini serta memblokir akses pop-up window. Pengguna juga disarankan untuk lebih hati-hati saat mengunduh lampiran dari email yang tidak dikenal. FBI dan departemen luar negeri Amerika Serikat akan memberikan Rp 38,6 miliar bagi siapa saja yang berhasil menangkap hacker asal Rusia, Evgeniy Bogachev.

Bogachev, yang saat ini dipercaya berada di Rusia, sebenarnya bukan sosok baru dalam kejahatan komputer. Tahun lalu dan di 2012 itu pernah dihukum atas kejahatan meretas sistem.Pria tersebut juga masuk dalam daftar buronan paling dicari FBI untuk urusan keamanan internet, dan kini hacker 31 tahun itu kembali dicari atas kejahatan serupa.

Bogachev dituding bertanggung jawab atas serangan terhadap sejumlah bank di Amerika Serikat dengan kerugian mencapai US$ 100 juta. Serangan ini ia lakukan dengan bantuan sebuah malware.Bogachev yang dikenal di internet sebagai “lucky 12345″, atau “slavik”, membuat malware bernama GameOver Zeus yang dirancang untuk mencuri password dan nomer rekening akun korbannya.

Komputer yang terinfeksi malware tersebut kemudian bisa dikendalikan oleh Bogachev dan timnya yang juga berada di Rusia. Dari sini mereke kemudian bisa melakukan transaksi perbankan seperti mengirim uang ke rekening yang sudah disiapkan. Selain itu Bogachev juga diketahui sebagai pembuat Cryptolocker, program jahat yang mampu menyandera komputer korbannya. Malware ini bekerja dengan mengenkripsi data lalu kemudian meminta uang tebusan agar data tersebut bisa digunakan kembali.

Cryptolocker juga sempat terdeteksi di Indonesia, dan kabarnya malware ini sudah ‘menyandera’ lebih dari satu juta komputer di seluruh dunia. Sebagai penjahat siber spesialis pembobol rekening bank, Bogachev juga diketahui punya sejumlah rumah mewah yang salah satunya terletak di Anapa, Russia.

Seperti dikutip dari Washington Post, Rabu (25/2), karena kejahatannya itu dan sulitnya menangkap Bogachev, FBI mengumumkan hadiah US$ bagi siapa saja yang bisa membekuknya. Hal ini sekaligus membuat hacker Rusia itu sebagai buronan paling mahal yang dicari FBI. Ulah hacker Rusia bernama Evgeniy Bogachev meresahakn pemerintah Amerika Serikat. Bahkan aksi tersebut diklaim sebagai serangan paling canggih yang pernah ada.

Bogachev dan kelompoknya dituding telah melakukan konpirasi dan penipuan perbankan dengan kerugian mencapai US$ 100 juta, atau setara Rp 1,2 triliun. Demikian pernyataan departemen kehakiman Amerika Serikat, Senin waktu setempat. Bogachev yang dikenal di internet sebagai “lucky 12345″, atau “slavik”, adalah otak di balik terciptanya malware GameOver Zeus. Sebuah program jahat yang memang dirancang untuk menyerang akun perbankan.

Malware tersebut diketahui sudah beredar cukup lama, dan sudah menginfeksi ratusan ribu komputer di seluruh dunia. Inilah yang membuatnya sulit diberantas.Apa yang dilakukan Bogachev diakui sebagai FBI sebagai serangan siber paling canggih yang pernah mereka hadapai. Bahkan diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk memberangus seluruh pusat kendali yang telah dibuat Bogachev.

Menurut Washington Post, polisi setidaknya menghabiskan 72 jam untuk memberantas semua komputer yang telah disulap menjadi ‘zombie’ oleh Bogachev. “Ini adalah serangan paling canggih dan paling merusak yang pernah kami temukan,” kata Wakil Jaksa Agung, James M. Cole. Aksi kejahatan hacker 30 tahun itu tidak hanya membuat malware ganas GameOver Zeus, ia juga disebut sebagai pencipta Cryptolocker, program jahat yang mampu menyandera komputer korbannya. Malware ini bekerja dengan mengenkripsi data lalu kemudian meminta uang tebusan agar data tersebut bisa digunakan kembali.

Cryptolocker juga sempat terdeteksi di Indonesia, dan kabarnya malware ini sudah ‘menyandera’ lebih dari satu juta komputer di seluruh dunia. “Fokus kami saat ini adalah menemukan Bogachev untuk segera menahannya,” tegas Cole. Bogachev saat ini tengah menjadi buronan paling dicari FBI untuk kasus kejahatan siber, bahkan pemerintah AS memberikan hadiah US$ 3 juta bagi siapa saja yang bisa menangkapnya.

Amerika Serikat menyediakan hadiah sebesar US$3 juta atau lebih dari Rp38 miliar bagi yang bisa memberikan informasi keberadaan atau menangkap seorang peretas Rusia yang telah meretas sejuta komputer. Pengumuman hadiah ini disampaikan oleh FBI dan Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (24/2) untuk buronan Evgeniy Mikhailovich Bogachev atau yang dikenal di dunia online dengan nama “lucky12345″ dan “slavik”.

Bogachev yang diyakini masih berada di Rusia ini diburu karena membuat dan mengoperasikan beberapa piranti lunak hacker, salah satunya bernama Game Over Zeus yang telah menginfeksi lebih dari satu juta komputer di AS. “Piranti lunak yang dikenal dengan nama ‘Zeus’ dan ‘Game Over Zeus’ memungkinkan penggunanya untuk mencuri informasi perbankan dan mengosongkan rekening korban, menyebabkan pencurian US$100 juta dari pengusaha dan konsumen di Amerika Serikat,” ujar pengumuman pemberian hadiah tersebut.

Juni lalu, jaksa federal AS mendakwa Bogachev yang diduga memimpin kelompok kriminal siber di Rusia dan Ukraina yang mengoperasikan Zeus. Selain Zeus, kelompok ini juga menggunakan Cryptolocker, piranti lunak yang digunakan untuk membobol dokumen dalam komputer sasaran. Kelompok ini lantas meminta tebusan dari pemilik komputer yang ingin dokumen mereka kembali.

Sejak muncul tahun 2013, Cryptolocker telah digunakan untuk menyerang sekitar 200 ribu komputer, setengahnya ada di AS. Dalam dua bulan serangan, geng hacker berhasil mendapatkan US$27 juta dari korban pemerasan, seperti disampaikan Wakil Jaksa Agung AS James Cole Juni tahun lalu. Kasus pembobolan komputer oleh hacker pekan lalu juga diungkap oleh perusahaan keamanan siber Kaspersky yang mengatakan bahwa satu kelompok peretas telah membobol US$1 miliar dari ratusan bank di 30 negara. Belum diketahui apakah ada hubungan antara Bogachev dengan kelompok ini.

Sebuah geng penjahat siber multinasional telah mencuri sebanyak US$ 1 miliar atau sekitar Rp 12,7 triliun dari 100 lembaga keuangan di seluruh dunia dalam kurun waktu dua tahun, menurut riset perusahaan keamanan siber Kaspersky. Perusahaan asal Rusia itu mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Interpol, Europol, dan otoritas dari berbagai negara untuk mengungkap rincian lebih lanjut tentang perampokan siber yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kaspersky menjuluki jaringan peretas itu dengan Carbanak yang terdiri atas penjahat siber dari Eropa, termasuk Rusia dan Ukraina, serta Tiongkok. Mereka mengambil pendekatan untuk tidak mencuri langsung dari bank, melainkan menyamar sebagai pelanggan yang menarik uang dari rekening individu atau perusahaan.

Carbanak menyalahgunakan email dari individu atau karyawan perusahaan yang telah membuka file dengan program jahat (malware). Teknik macam ini dikenal sebagai pengelabuan. Mereka kemudian mampu masuk ke sistem email, melacak surat elektronik, untuk melakukan penyadapan. Dengan cara ini, Kaspersky mengatakan, para penjahat siber dapat memelajari kebiasaan karyawan bank yang melakukan transaksi atau transfer uang.

Carbanak bahkan disebut juga dapat membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk menarik uang tunai dari kartu debit. Mereka kemudian mengumpulkan uang membagikan hasil pencurian. “Serangan-serangan ini menggarisbawahi fakta bahwa penjahat akan mengeksploitasi kerentanan dalam sistem apapun,” kata Sanjay Virmani, Direktur Pusat Kejahatan Digital Interpol, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kaspersky. Ia melanjutkan, hal ini menandai bahwa tidak ada sektor industri yang sepenuhnya kebal dari serangan siber dan para pengusaha harus terus meningkatkan keamanan data.

Bolt Luncurkan Tablet Android Dengan RAM 3 GB

Penyedia layanan telekomunikasi 4G long term evolution (LTE), PT Internux, pemegang merek Bolt, tengah menyiapkan sabak digital (tablet) kelas premium. Bolt selama ini dikenal lewat modem, router, dan telepon pintar Powerphone.

“(Tablet itu) akan meluncur antara akhir April atau awal Mei,” ujar Chief Commercial Officer PT Internux Larry Ridwan di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2015. Sebagai bocoran, sabak digital ini dibuat oleh manufaktur Negeri Tirai Bambu, Huawei. Ukuran layarnya adalah 7 inci dengan kecepatan RAM 3 gigabita. Memori internalnya mampu menampung file seukuran 16 gigabita. Adapun harganya dipastikan di bawah Rp 5 juta.

Nantinya Internux berencana untuk menggandeng perusahaan lain dalam memproduksi produknya. “Kemungkinan kerja sama ada, tapi untuk saat ini kami bekerja sama dengan Huawei,” ucap Chief Marketing Officer Internux Liryawati. Liryawati mengatakan, perusahaan masih mempelajari kebutuhan masyarakat Indonesia akan sabak digital. Ini karena produk tersebut pasarnya belum setinggi ponsel pintar.

Hingga akhir Januari 2015, pelanggan Bolt mencapai satu juta pengguna. Perusahaan ini menargetkan tiga juta pengguna hingga pengujung tahun ini. Kini Internux memiliki 2.900 base transceiver station (BTS) yang diklaim mampu menjangkau 98 persen wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Dalam waktu dekat, jangkauannya akan ditambah, yakni di Medan. Di ibu kota Sumatera Utara itu, perusahaan ini rencananya akan menyediakan 470 BTS.

Cara Memakai BBM Di Komputer Desktop PC dan Mac

Bersamaan dengan diluncurkannya sistem operasi BlackBerry versi 10.3.1, fitur Blend akhirnya sudah bisa digunakan. Layanan berbentuk aplikasi ini bisa mengintegrasikan ponsel BlackBerry dengan aneka perangkat lain, termasuk tablet Android, iPad, serta komputer berbasis Windows dan Mac.

Dengan program ini, pengguna perangkat BlackBerry 10 bisa mengakses aneka fungsi messaging perangkat, seperti SMS dan BlackBerry Messenger (BBM), melalui komputer atau tablet. Penerimaan dan pengiriman pesan BBM pun bisa dilakukan lewat desktop.

Lantas, bagaimanakah cara untuk menggunakan fitur tersebut di perangkat komputer? Pertama, pengguna diharuskan untuk meng-install aplikasi Blend untuk platform PC. Software itu sendiri tersedia secara gratis dan bisa diunduh langsung melalui tautan berikut ini. Untuk versi Mac, silahkan kunjungi tautan yang satu ini.

Besaran file instalasi Blend untuk komputer ini sendiri cukup besar, yakni 153 megabyte. Sementara itu, untuk Blend versi Mac, file instalasinya sebesar 122 megabyte.

Setelah diunduh dan diinstalasi, pengguna sebenarnya bisa langsung menghubungkan perangkat BlackBerry 10 ke perangkat PC. Akan tetapi, sebelum melakukannya, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu beberapa persyaratan mutlak agar fitur tersebut dapat digunakan.

Salah satu syaratnya, pastikan bahwa OS di perangkat BlackBerry sudah diperbarui atau di versi 10.3.1. Kemudian, perangkat tersebut harus terhubung ke internet, entah itu melalui jaringan WiFi atau seluler. Selain itu, aplikasi Blend versi terbaru di perangkat BlackBerry 10 mutlak harus dimiliki. BlackBerry Blend bisa digunakan di komputer yang menjalankan Windows 7/ Mac OS X 10.7 atau yang lebih baru.

Setelah persyaratan dipenuhi, pengguna sudah bisa langsung menghubungkan perangkat ke komputer. Ada dua cara untuk melakukan hal tersebut, menggunakan kabel USB atau jaringan seluler. Layar loading BlackBerry Blend
Setelah itu, pengguna harus memasukan BlackBerry ID untuk mensinkronkan atau pairing data antara perangkat BlackBerry 10 dan komputer. Setelah ID dimasukan, pengguna akan mendapat e-mail konfirmasi.

Buka e-mail tersebut, kemudian lakukan konfirmasi melalui instruksi yang diberikan. Selanjutnya, pengguna sudah bisa login dan menggunakan langsung aplikasi Blend di perangkat komputer. Pengguna bisa mengakses beberapa fitur saat menggunakan aplikasi ini itur Blend sendiri diperkenalkan untuk pertama kalinya pada September 2014 lalu. Selain dapat digunakan untuk berkirim pesan dari desktop, aplikasi Blend juga masih memiliki fungsi lain.

Pengguna bisa melihat daftar kontak, e-mail, dan jadwal yang ada di perangkat ponsel.

Setelah 16 Tahun Akhirnya HTTP Diupdate

Standar protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) baru, yaitu HTTP/2, telah selesai difinalisasi. Standar baru tersebut kini memasuki proses editorial sebelum dirilis sebagai standar yang baru. Seperti dikutip dari The Next Web, Rabu (18/2/2015), konfirmasi finalisasi standar HTTP yang baru itu didapat dari postingan blog milik Mark Nottingham, anggota dari IETF HTTP Working Group yang mengerjakan protokol HTTP baru untuk world wide web.

Menurut postingan dari Nottingham, IESG (The Internet Engineering Steering Group) selaku lembaga yang bertanggungjwab atas manajemen teknis aktivitas UETF dan proses standarisasi Internet, telah menyetujui spesifikasi HTTP/2. Spesifikasi yang ditetapkan itu saat ini sudah diajukan ke RFC (request For Comment) Editor untuk melalui proses editorial sebelum akhirnya nanti dipublikasina sebagai standar HTTP yang baru.

Perubahan standar HTTP/2 adalah langkah yang besar untuk internet dunia, mengingat standar HTTP 1.1 yang luas digunakan sejak 1999 (atau 16 tahun yang lalu), belum pernah direvisi. Standar baru tersebut membawa perbaikan kepada inti dari teknologi web, seperti waktu load yang lebih cepat, koneksi yang bertahan lebih lama, item yang bisa dikirim lebih cepat, dan server push.

Walau demikian, HTTP/2 tetap mengusung API yang sama yang telah dikenal oleh para pengembang, dengan bebrapa fitur baru yang bisa diadopsi. Salah satu perubahan yang dijanjikan dalam HTTP/2 adalah fitur multiplexing yang memungkinkan banyak request dalam satu web yang bisa dikirimkan dalam waktu yang sama, sehingga halaman bisa dibuka dengan lebih cepat.

Standar HTTP/2 baru itu dikembangkan berdasar protokol SPDY (dibaca: Speedy) yang dikembangkan oleh Google. Teknologi itu kini sudah dipakai untuk menangani lalu-lintas web dengan meningkatkan latensi dan keamanan.

Laptop Lenovo Sudah Terjangkiti Malware Superfish Sejak Dari Pabrik

Peneliti keamanan menemukan komputer baru Lenovo yang dijual di toko ternyata berisi malware Superfish. Produsen elektronik asal Tiongkok itu pun menjawabnya dengan tenang, “kami sudah menangani masalah itu.” Superfish, setelah diteliti, memiliki kemampuan membongkar enkripsi web pengguna komputer tersebut dan membuatnya rentan terhadap serangan cyber. Selain itu, adware ini juga bisa menyuntikkan iklan-iklan tak diinginkan ketika pengguna komputer membuka situs apapun.

Lenovo, dalam pernyataan resmi yang dimuat di situsnya, Kamis (19/2/2015) waktu setempat mengakui telah menyematkan malware Superfish dalam beberapa perangkat laptop yang dijualnya. Laptop-laptop yang dimaksud dijual pada kurun waktu September hingga Desember 2014. “Superfish disematkan di beberapa laptop konsumer yang dikapalkan antara September hingga Desember untuk membantu pengguna agar menemukan produk-produk menarik saat belanja. Namun respon yang kami terima tidak bagus,” tulis raksasa gadget Tiongkok itu, seperti dikutip, Jumat (20/2/2015).

Berdasarkan respon itu, menurut Lenovo, mereka telah sepenuhnya memutus interaksi terhadap server Superfish sejak Januari lalu. Dengan cara itu, malware Superfish dalam komputer mereka diklaim sudah tidak berfungsi. “Lenovo sudah berhenti melakukan pre-install piranti lunak tersebut pada Januari. Piranti lunak itu tidak akan kami sertakan dalam bentuk pre-install lagi di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Dari sisi Lenovo, malware Superfish tersebut diklaim tidak berbahaya untuk pengguna. Teknologi Superfish, “murni berdasarkan konteks atau gambar, tidak berdasarkan perilaku pengguna. Jadi teknologi itu tidak mengawasi tindakan pengguna. Teknologi itu juga tidak mencatat informasi pengguna.” Lenovo diketahui menjual komputer-komputer yang ternyata telah dipasangi program jahat (malware). Program jahat yang diam-diam ditanam di laptop baru Lenovo ini mampu membongkar enkripsi web pengguna komputer tersebut dan membuatnya rentan terhadap serangan cyber.

Program berbahaya bernama Superfish tersebut masuk dalam kategori adware. Selain mampu membongkar enkripsi sesi web pengguna, malware tersebut juga bisa menyuntikkan iklan-iklan tak diinginkan ketika pengguna komputer membuka situs apapun.

Parahnya, malware tersebut memiliki kunci enkripsi sendiri untuk situs-situs terproteksi. Ini membuat penyerang komputer bisa berpura-pura menjadi Bank of America, Google, atau situs apapun lainnya yang sebenarnya merupakan wilayah aman di Internet. Kejadian ini telah dipastikan ketika seorang peneliti keamanan, Chris Palmer membeli Lenovo Yoga 2 Pro seharga 600 dollar AS di San Fransisco Bay melalui Best Buy. Seperti dikutip dari ArsTechnica, Jumat (20/2/2015) dia berhasil menemukan bahwa laptop barunya telah dipasangi malware Superfish.

Palmer pun mengujinya dengan mengunjungi situs Bank of America. Hasilnya, dia menemukan bahwa sertifikat keamanan browser yang mestinya disertifkasi keamanannya oleh VeriSign, ternyata malah “ditandatangani” oleh Superfish. Peneliti keamanan tersebut menemukan hal serupa ketika coba mengunjungi laman web lain, bahkan ketika yang dikunjungi merupakan laman web terproteksi HTTPS. Palmer pun mempelajarinya dan menemukan bahwa sertifikat serta malware Superfish yang identik ada di dalam komputer pribadi orang lain.

Saat ini, belum diketahui komputer Lenovo mana saja yang telah terinfeksi malware tersebut.

Apple Digugat Perusahaan Baterai A123 Karena Pembajakan

Produsen baterai listrik mobil A123 menggugat raksasa perusahaan komputer Apple Inc. Apple dipersoalkan karena membajak para insinyur top A123 untuk membangun sebuah divisi baterai besar-besaran.

“Apple telah membajak insinyur dengan pengalaman dan keahlian dalam sistem mobil, termasuk dari Tesla Inc, dan telah berbicara dengan pakar industri dan mobil dengan tujuan utama belajar bagaimana membuat mobil listrik sendiri,” kata sumber industri otomotif pekan lalu, seperti dilansir Reuters.

Sekitar Juni 2014, Apple mulai agresif memburu insinyur A123 yang bertugas memimpin beberapa proyek yang paling penting bagi perusahaan. Para insinyur dibajak untuk membuat program serupa di Apple sehingga melanggar perjanjian kerja mereka. A123 telah mengajukan gugatan tersebut pada awal bulan ini di Pengadilan Federal Massachusetts Amerika Serikat.

“Apple saat ini sedang mengembangkan divisi baterai besar-besaran untuk bersaing di bidang yang sama seperti A123,” bunyi gugatan A123. Gugatan itu dilaporkan sebelumnya oleh situs law360.com hukum.

Baik Apple maupun A123 segera menanggapi komentar tersebut. Namun, Apple sendiri tidak menanggapi tuduhan dalam gugatan tersebut. A123 juga menggugat lima mantan karyawannya yang tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

A123 adalah perusahaan perintis industri lithium-ion produsen baterai. Perusahaan ini mengalami kebangkrutan pada 2012 dan telah menjual asetnya.

Lithium-ion adalah teknologi baterai yang dapat digunakan dalam aplikasi dari komputer ke pesawat, tapi A123 mengkhususkan diri dalam baterai besar yang dapat digunakan dalam mesin besar, termasuk mobil.

A123 tidak mengatakan secara jelas apa yang dikerjakan para insinyurnya. Dikatakan dalam gugatannya bahwa para insinyur yang meninggalkan A123 adalah mereka yang bekerja dalam sebuah proyek namun proyek itu mangkrak ketika ditinggalkan. A123 juga menuduh Mujeeb Ijaz, mantan eksekutif di perusahaannya, yang membantu Apple merekrut orang-orangnya.

“Tampaknya Apple, dengan bantuan terdakwa Ijaz, secara sistematis mempekerjakan PhD teknologi tinggi dan rekayasa sehingga secara efektif menutup berbagai proyek atau program di A123,” demikian isi gugatan itu.

Menurut A123, mereka dibajak dalam upaya untuk mendukung rencana Apple mendirikan sebuah divisi baterai.

Dalam pengaduannya, A123 mengatakan mereka yakin Apple membajak insinyur baterai lainnya dari perusahaan, termasuk LG Chem Ltd, Samsung SDI Co Ltd, Panasonic Corp, Toshiba Corp dan Johnson Controls Inc. Namun, tak satu pun dari perusahaan segera memberikan tanggapan.

Data di LinkedIn, situs jejaring profesional, menunjukkan bahwa Apple telah menyedot insinyur otomotif dan ahli dengan keahlian di bidang teknologi mengemudi otonom pada kecepatan yang signifikan.

Sebuah pencarian profil LinkedIn, muncul lebih dari 60 mantan karyawan Tesla kini digunakan oleh Apple, termasuk puluhan hardware, software, manufaktur, dan rantai pasokan insinyur. Ada juga berbagai ex-Tesla perekrut, retail atau spesialis penjualan, pengacara dan manajer produk.

Terlepas dari lima terdakwa, setidaknya enam insinyur ex-A123 lainnya telah pindah ke Apple, menurut profil LinkedIn mereka, meskipun dengan judul seperti “Program Manajer Teknis,” tugasnya di Apple tidak jelas.

Games Dukung KPK Muncul Di Google Play

Dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK terus mengalir. Tidak sebatas aksi turun ke jalan yang dilakukan masyarakat sipil dan pegiat antikorupsi, dukungan buat komisi antirasuah itu juga hadir melalui video game berbasis Android.

Game bertajuk “Kriminalisasi” itu dikembangkan Madfal Studio sebagai bentuk dukungan terhadap KPK. Madfal Studio menuliskan mengenai kriminalisasi yang didalangi para koruptor untuk menghancurkan KPK. “Dukung KPK selalu, jaga dari kriminalisasi #saveKPK”.

Tokoh utama game Kriminalisasi adalah Abraham Samad, ketua KPK nonaktif. Game ini sendiri cukup mudah dimainkan. Misi tokoh utama dalam permainan ini adalah menjaga kantor KPK yang diserang para koruptor dari tiga sisi alias jalur.

Serangan para koruptor itu dianalogikan dengan tikus yang berusaha memasuki kantor KPK. Selain itu, serangan itu juga berupa gratifikasi yang ditampilkan dalam bentuk uang, berlian, dan lain-lain. Game Kriminalisasi ini mendapat respons cukup baik dari masyarakat.

Hal itu terlihat dari rating game Kriminalisasi yang cukup tinggi yakni 4,8 dari skala 5. Itu berdasarkan hasil penilaian dari 241 orang yang telah mengunduh game itu hingga Kamis, 19 Februari, pukul 10.30 Wita. Mayoritas pengunduh game ini menyuarakan dukungannya buat KPK.

Beberapa di antara pengunduh game mobile itu misalnya, Windra 69 menuliskan “Savekpk. Mantab.. Sikat bersih tikus koruptor”. Lalu, ada pula Fajar Kopties yang menyebut “Savekpk. Kpk lg diguncang tpi kita harus dukung kpk.”

Serangan terhadap KPK memang amat massif belakangan terakhir. Hal itu terlihat dari penetapan tersangka dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjoyanto, yang kini sudah dinonaktifkan. Tak hanya pimpinan KPK, para penyidik komisi antirasuah juga terancam terjerat kasus hukum yang diusut kepolisian.