Monthly Archives: December 2014

Cara Memakai Tablet Agar Terlihat Trendy, Gaya dan Menjadi Pusat Perhatian

Sebagai perempuan modern dengan segudang aktivitas, siapa pun tentu membutuhkan sebuah perangkat yang dapat melancarkan semua kegiatannya. Salah satu yang dapat diandalkan saat ini adalah pemakaian tablet. Hadirnya tablet saat ini dapat membantu siapa saja dalam melakukan berbagai aktivitasnya, terutama mereka yang dituntut mobilitas tinggi. Namun demikian, karena ukuran dan bobotnya yang kurang bersahabat dengan tas favorit, seringkali orang lebih memilih meninggalkannya di rumah atau meja kerja.

Bagi Anda yang memiliki segudang aktivitas, mulai dari bekerja, meeting dengan klien, belanja, hingga arisan, urusan tampil gaya tampaknya sudah menjadi satu keharusan. Tak lain, tampil penuh gaya akan menjadikan Anda pusat perhatian. Betul, kan? Ada banyak cara dapat Anda lakukan agar selalu tampak bergaya di segala kesempatan, salah satunya dengan tablet. Memang, sedikit terdengar aneh. Tapi, di zaman modern yang serba praktis seperti ini, perangkat tablet bukan lagi sekadar aksesoris untuk bekerja, melainkan sudah menjadi penunjang penampilan.

Tablet untuk bergaya. Pengalaman ini bisa dirasakan langsung lewat Samsung GALAXY Tab S. Desainnya yang stylish membuat Anda akan terlihat lebih fashionable dan eksklusif di tengah keramaian. Rasanya, pengalaman tersebut tidak akan Anda temui saat menggunakan Samsung GALAXY Tab S. Tablet teranyar dari Samsung tersebut dirancang sangat ramping dan ringan sehingga mudah dibawa ke berbagai aktivitas. Ketebalannya pun lebih tipis dibandingkan pulpen. Bobotnya sendiri lebih ringan ketimbang buku catatan yang kerap dibawa ke ruang rapat. Maka, tablet ini akan membuat penggunanya semakin produktif.

Tentu saja, bisa dibilang produktif. Ini berkat kemampuannya yang multitasking. Pengguna dapat membuka dua aplikasi sekaligus secara bersamaan di satu layar. Pada satu kesempatan meeting, misalnya. Si pengguna dapat mengetik email bersamaan dengan membuka dokumen dari dua klien bisnis yang berbeda. Bahkan, menonton video presentasi sembari membuka aplikasi internet browser pun bisa dilakukan sekaligus.

Cantik dan gaya
Sebagai tablet berbasis Android, pengguna dapat menginstal beragam aplikasi yang dapat memudahkan dan mempercepat selesainya pekerjaan. Tablet yang hadir dalam ukuran 10,5 dan 8,7 inci ini juga turut menyertakan beragam fitur menarik, di antaranya Quick Connect yang dapat dengan cepat menemukan dan menghubungkan ke perangkat terdekat sehingga pengguna bisa berbagi konten secara lebih mudah. Ada juga Multi User Mode yang memudahkan pengguna untuk membuat profil personalnya, mengakses dengan aman dan nyaman melalui Fingerprint Scanner, serta fitur Kid’s Mode dengan interface dan aplikasi yang aman bagi anak-anak.

Tak hanya itu. Hadirnya fitur Ultra Saving Mode juga akan memperpanjang daya baterai. Namun, yang membuat Samsung GALAXY Tab S ini lebih menarik adalah tampilannya. Samsung merancang tablet ini dengan desain cantik dan penuh gaya. Ini membuat siapa pun yang membawanya tampil stylish dan mudah menjadi pusat perhatian. Kini, dengan pilihan warna Dazzling White dan Titanium Bronze, tablet ini mudah dipadukan dengan beragam gaya busana. Nah, mungkinkah kini saatnya Anda mengganti buku agenda dengan tablet ini? Tak lain, agar Anda bisa berkarya dan bergaya sekaligus hanya lewat satu perangkat.

Rancangannya begitu cantik. Lewat pilihan warna Dazzling White dan Titanium Bronze, siapa pun yang membawanya terlihat mempesona. Untuk yang berwarna putih, misalnya, cocok digunakan bagi Anda penganut gaya kasual, namun tetap trendi. Nuansa putihnya mudah dipadupadankan dengan berbagai jenis dan warna busana pilihan Anda sendiri. Selain itu, nuansa putih tersebut mampu merefleksikan karakter Anda sebagai pengguna yang muda, dinamis, dan kreatif.

Sebaliknya, tipe Titanium Bronze lebih pas digunakan bagi Anda mereka yang mengaku wanita dewasa dan gemar berbusana formal dan elegan. Tablet bernuansa warna alam ini kian menawan jika dipadankan dengan busana bernuansa monokrom dengan permainan aksesoris emas yang memendarkan kemewahan. Sudah cukup? Belum. Setelah tampil gaya, jangan lupa mengabadikannya lewat fitur kamera Samsung GALAXY Tab S ini. Karena memang, tablet ini dibekali kamera yang cukup mumpuni untuk memotret segala kondisi. Dengan resolusi 8 MP yang disertai fitur autofocus dan LED flash, serta kamera depannya yang mempunyai resolusi 2.1MP, tentu cukup maksimal untuk Anda berfoto selfie penuh gaya.

Untuk ukurannya sendiri, tablet ini tergolong sangat tipis. Bisa dibayangkan, ketebalannya setara dengan tumpukan lima kartu kredit. Bobotnya pun super ringan sehingga mudah dibawa ke berbagai aktivitas. Dimasukkan dalam tas maupun digenggam dengan satu tangan tetap terasa nyaman. Agar tampilan tablet ini semakin menawan, Anda bisa melengkapinya dengan aksesoris book cover yang dibuat praktis dan modis. Tapi, tentu saja, sesuaikan dengan padu padan busana Anda!

Ponsel China Mulai Gusur Pemain Besar Apple dan Samsung

Stigma negatif ponsel China yang dihargai murah, barang tiruan, dan mudah rusak mulai luntur. Di tahun ini sejumlah ponsel asal Tirai Bambu menggebrak, bahkan sampai mengusik para raksasa ponsel dunia. Para produsen smartphone asal China tak hanya jago kandang. Mereka juga berani berekspansi ke pasar internasional yang dimulai dari Asia. Harga murah namun tak murahan, adalah pesan terbaru yang dibawa oleh mereka.

Dari beberapa vendor yang bersinar paling terang tentu saja Xiaomi. Namun juga jangan lupakan pabrikan lain seperti OnePlus, Oppo, dan Vivo. Ini pun termasuk merek asal China lainnya yang sudah terlebih dahulu masuk pasar.

Xiaomi dan Kisah Daud Menantang Goliath
Xiaomi yang dalam Bahasa China yang memiliki arti harfiah ‘teknologi beras kecil’ ternyata tak sekecil namanya. Buktinya dalam waktu tergolong singkat, mereka mampu merangsek ke posisi empat besar dunia dalam daftar penjualan smartphone terbanyak.

Dalam catatan riset Gartner, sepanjang kuartal terakhir di tahun 2014 ini, setidaknya 1,2 miliar ponsel terjual. Posisi pertama kedua dan ketiga memang masih dipegang status quo, Samsung dan Apple. Namun kejutan berhasil diledakan Xiaomi, yang mampu menempel saudara Tanah Airnya, Huawei. Dalam catatan Gartner, Si Beras Kecil ini mampu menjual 15,52 juta unit smartphone

Xiaomi memiliki strategi marketing yang unik, selain handset yang dijual mempunyai spesifikasi tinggi namun dibanderol murah, perusahaan ini menerapkan apa yang disebut hunger marketing. Hunger marketing adalah sengaja menahan-nahan pasokan penjualan ponsel agar banyak dicari orang lalu menimbulkan efek viral dari mulut ke mulut. Walaupun belakangan praktik ini dilarang di sejumlah negara.

Xiaomi sendiri belum lama ini terganjal gugatan pelanggaran paten Ericssson di India yang berujung ditundanya penjualan smartphone terbarunya di negera itu untuk menaati keputusan Pengadilan Tinggi Delhi pada 8 Desember lalu.

Berlanjut ke Oppo dan OnePlus
Xiaomi bukan satu-satunya vendor asal China yang mau dan mampu bersaing di pasar internasional. Tersebutlah Oppo dan OnePlus diantaranya. OnePlus yang masih memiliki ikatan batin dengan Oppo menyasar segmen yang lebih tinggi ketimbang Xiaomi. Sejajar di level high end, namun vendor ini mampu menjual dengan banderol terjangkau. OnePlus One adalah seri pertama yang sukses mencuri mata. Berekspansi pertama di India, OnePlus juga menjanjikan akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat

OnePlus One, tergolong ponsel cadas di kelasnya. Namun, harganya bisa dua kali lebih murah dibandingkan ponsel sejenis. Soal cara berjualannya pun terbilang unik, karena calon konsumen diminta menunggu terlebih dahulu. Oppo yang membuka jalan sebagai merek ponsel China premium di Indonesia pun tak boleh dianggap sebelah mata. Walaupun bukan ponsel murah, mereka mampu menunjukkan inovasi yang lain daripada yang lain.

Terbaru, mereka baru saja meluncurkan Oppo R5 sebagai salah satu ponsel tertipis di dunia. Komitmen mereka soal inovasi juga bisa dilihat di kamera berputar dan super charger yang mereka miliki. Diprediksi di tahun 2015 mendatang, gerombolan vendor asal China ini kian menggigit dunia. Dan pasar mapan seperti yang saat ini digenggam Samsung pun diminta waspada.

Gebrakan Jalan Tol Anti Lelet Smartfren Di 4G LTE

Dibandingkan Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat, ada satu lagi operator yang sebenarnya punya pita frekuensi yang cukup lebar untuk 4G LTE. Siapa lagi kalau bukan Smartfren yang punya kavling paling besar di 800 MHz dan 2,3 GHz. Namun sayangnya, pengguna Smartfren masih harus bersabar. Pasalnya hingga saat ini, operator yang merupakan gabungan dari Smart Telecom, Mobile-8 Telecom, dan terakhir Bakrie telecom ini, masih belum memberikan tanggal pasti kapan 4G LTE mereka diluncurkan.

Spektrum untuk 4G LTE yang dikuasai oleh Smartfren ini cukup seksi. Pasalnya, menurut Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Muhammad Ridwan Effendi, di spektrum 800 MHz, Smartfren punya 10 MHz untuk FDD-LTE (2×10 MHz). Sementara di 2,3 GHz, Smartfren mendapatkan jatah lebar pita 30 MHz setelah setuju untuk digusur dari kapling frekuensi lamanya di 1.900 MHz. Namun sayangnya, spektrum FDD-LTE di 800 MHz dan TDD-LTE 2,3 GHz itu katanya sulit digabungkan.

“Enggak bisa kayanya,” kata Ridwan yang menilai kedua spektrum dengan teknologi FDD-LTE dan TDD-LTE itu sulit digabungkan dengan agregasi kanal atau carrier aggregation, saat berdiskusi lewat pesan instan, Rabu (24/12/2014). Smartfren sendiri sebelumnya telah memaparkan rencana yang lumayan ambisius di era 4G LTE ini. Meskipun kedua spektrum itu menggunakan teknologi berbeda, FDD-LTE di 800 MHz dan TDD-LTE di 2,3 GHz, namun keduanya tetap akan dijalankan bersama-sama.

“Untuk 4G kami memang jalankan dua sekaligus, TDD-LTE dan FDD-LTE. Ini agar lebih hemat di sisi investasi. Nanti radionya bisa dual mode. Samalah seperti kita jalankan CDMA di 1.900 MHz dan 850 Mhz,” ungkap Deputy CEO Smartfren Telecom Djoko Tata Ibrahim, beberapa waktu lalu. Djoko memperkirakan walau menjalankan dua teknologi, investasi tak menjadi besar karena hanya menambah modul di pemancar. “Paling tambahan biaya di Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi dan membayar up front fee,” katanya.

Djoko juga berharap agar penataan ulang di 800 MHz segera rampung seiring dengan migrasinya pelanggan Indosat StarOne dan Telkom Flexi ke seluler GSM. Sehingga spektrum di 800 MHz itu bisa cepat direalisasikan untuk 4G LTE. “Telkom dan Indosat sudah melepas CDMA, bermain di e-GSM. Tinggal Smartfren dan Bakrie Telecom yang dengan kondisi kebetulan frekuensinya menjadi berdampingan, sehingga jika penggabungan usaha dilakukan tentu bisa FDD-LTE,” katanya.

Sementara sambil menunggu 800 MHz tertata untuk FDD-LTE, Smartfren juga tengah menyiapkan komersialisasi untuk TDD-LTE di 2,3 GHz. Kapan rencananya? “Kami akan gelar TDD- LTE di 2,3 GHz pada pertengahan tahun depan. TDD-LTE bisa lebih cepat karena putusan pemerintah sudah jelas, Smart Telecom ke 2,3 GHz. Tinggal persiapan migrasi dan modernisasi jaringannya,” pungkasnya.

Selamat Tinggal CDMA … Selamat Datang 4G LTE

Mirip seperti roda kehidupan, ada yang datang, ada pula yang pergi. Di ranah telekomunikasi, tahun 2014 merupakan lonceng kematian bagi teknologi CDMA yang disertai tangis bahagia menyambut kelahiran bayi 4G LTE di Indonesia. “Kenapa kami mendorong LTE hadir akhir tahun ini, karena saya ingin dunia mencatat bahwa Indonesia sudah masuk ke era 4G sejak 2014,” kata Menkominfo Rudiantara suatu ketika.

4G LTE ibarat mainan baru yang lagi disayang-sayang. Sementara CDMA tak ubahnya mainan usang yang sudah harus ditendang. Meskipun yang pakai CDMA masih cukup banyak di Indonesia, namun teknologi itu sudah tak lagi membawa keuntungan. Para pemain besar seperti Telkom (Flexi), Bakrie Telecom (Esia), Indosat (StarOne) sudah angkat tangan. Mereka pun memutuskan tak lagi memanfaatkan spektrum 800 MHz untuk CDMA dan memilih untuk menggugurkannya demi karpet merah 4G LTE.

Telkom dan Indosat akhirnya menghentikan fixed wireless access (FWA) mliknya dalam sepuluh tahun terakhir ini dengan mengalihkannya ke layanan seluler berbasis teknologi GSM agar frekuensinya bisa dimanfaatkan untuk perpanjangan spektrum 4G LTE dengan teknologi netral.

Sementara Bakrie Telecom juga telah mengibarkan bendera putih sebagai penyedia jaringan dan fokus menjadi penyedia jasa melalui kolaborasi dengan Smartfren. Smartfren yang masih didukung finansial kuat rencananya akan menggelar FDD LTE. Keduanya masih menyelenggarakan teknologi CDMA selama masa transisi sekitar dua tahun menuju full 4G nantinya.

Presiden Direktur Bakrie Telecom Jastiro Abi mengungkapkan, kompetisi di pasar seluler nasional memang tak menguntungkan bagi pemain CDMA dimana tiga pemain besar GSM seperti Telkomsel, Indosat, dan XL menguasai sekitar 83% pangsa pasar, sementara pemain CDMA hanya sekitar 8%.

Dalam presentasinya saat paparan publik, Abi mengungkapkan jika dilihat dari pertumbuhan tahunan (CAGR) secara penetrasi CDMA di Indonesia mengalami masa jaya dalam periode 2006-2009 dimana tumbuh 49%, sementara GSM di periode sama hanya 36%. Namun, dalam periode 2010-2013, CAGR CDMA justru minus 6% sedangkan GSM terus tumbuh 16%. Sedangkan penetrasi SIM Card melebihi jumlah penduduk di 2013 yakni sekitar 340 juta nomor atau 119% melebihi total populasi.

“Beberapa faktor pemicu pudarnya CDMA di Indonesia di antaranya pasar telah jenuh ditambah meningkatnya persaingan dari pemain GSM. Ditambah dengan keputusan Telkom dan Indosat berhenti berinvestasi di CDMA, ini mengakibatkan penurunan pertumbuhan secara tajam,” ungkapnya. Sekadar diketahui, Telkom melalui Flexi selama ini menjadi pemimpin pasar CDMA dengan memiliki sekitar 16 juta pelanggan. Posisi kedua sempat digenggam Bakrie Telecom dan ketiga Smartfren.

Faktor lain yang mempengaruhi industri CDMA di Indonesia adalah perang tarif yang dimulai 2008 telah mengurangi margin dan akhirnya memaksa pemain mundur. Pada 2009, Average Revenue Per User (ARPU) dan EBIT Margin pemain GSM sekitar Rp 43 ribu dan CDMA (Rp 27 ribu). Namun, pada 2013, ARPU pemain GSM di kisaran Rp 27 ribu sementara EBIT Margin di Rp 38 ribu, sedangkan ARPU CDMA di Rp 13 ribu dengan EBIT margin Rp 21 ribu.

Kondisi makin berat bagi pemain CDMA kala Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi murah tidak lagi dinikmati dan berujung biaya operasional menjadi membengkak. Belum lagi penyedia teknologi tidak menunjukkan niat mengembangkan CDMA dan beralih ke LTE. Sedangkan di sisi perangkat ke konsumen, ponsel CDMA juga terbatas. “Sejauh ini kami masih bertahan karena ada ceruk pasar low end, tetapi ARPU-nya rendah dan sensitif terhadap perubahan harga,” pungkas Jastiro Abi.

4G Jangan Setengah Hati
Indonesia akhirnya menggelar layanan mobile 4G dengan teknologi FDD-LTE di 900 MHz terhitung sejak 8 Desember 2014 yang dimulai dari Telkomsel, dan disusul XL Axiata dan Indosat dua minggu kemudian. Dengan hadirnya layanan ini maka sebagian masyarakat di Jakarta, Bali, Medan, Yogyakarta, dan Bogor bisa mencicipi layanan 4G dari ketiga operator yang menguasai sekitar 83% pangsa pasar seluler.

Namun sayangnya, perangkat untuk konsumen masih sedikit dan harganya pun masih mahal. Ketiga operator itu pun belum maksimal karena dari lebar pita frekuensi ideal — yang harusnya minimal 15 MHz atau 20 MHz, ketiganya hanya bisa menggunakan 5 MHz karena masih harus melayani pelanggan 2G di 900 MHz.

Kondisi ini membuat President Director Indosat Alexander Rusli melontarkan kalimat penyesalan dan rasa malu karena 4G LTE yang dikomersialkannya hanya mampu menembus 35 Mbps, masih di bawah 3G yang diklaimnya sudah mencapai 42 Mbps. Akhirnya, bukan sesuatu yang mengherankan walau digeber oleh operator besar, eNodeB alias base station 4G yang disebar sangat terbatas atau sekadar memenuhi regulasi untuk komersial.

Jika mengutip data dari Global mobile Suppliers Association (GSA) pada September 2014 ada 331 layanan berbasis LTE dimana yang berbasis FDD LTE sekitar 291 dan TDD LTE sekitar 27 operator. Frekuensi yang dominan digunakan untuk FDD adalah 1.800 MHz. Di dunia, hanya 6% operator yang memilih spektrum 900 MHz untuk komersialisasi LTE. Di spektrum 1.800 MHz, frekuensi yang tersedia mencapai 75 MHz, dimana Telkomsel menguasai 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, XL 22,5 MHz, dan sisanya Tri dengan 10 MHz. Namun sayangnya, blok frekuensi itu terpisah-pisah alias tidak contiguous.

Pemerintah menggunakan alasan posisi yang tak ideal itu sebagai alasan belum dibukanya 4G di 1.800 MHz. Pemikiran pemerintah adalah jika frekuensi 1.800 MHz dinetralkan, akan semakin sulit menatanya ke depan. Padahal, frekuensi ini salah satu andalan untuk melayani pelanggan 2G di Indonesia.

Namun, jika mengutip data Ericsson Mobility Report periode September 2014 tren teknologi agregasi kanal dengan LTE Advanced (LTE-A) mulai banyak diadopsi. Bahkan, sudah mulai terjadi kombinasi TDD-LTE dan FDD LTE yang digunakan sebagai uplink. Sejauh ini sudah ada 21 LTE-A yang komersial di dunia.

Teknologi ini diyakini akan memberikan Carrier Aggregation (CA) dimana operator bisa mengkombinasikan frekuensi yang digunakannya sehingga sumber daya alam terbatas yang tak terutilisasi bisa dimanfaatkan.Indosat dalam uji cobanya berhasil menunjukkan keberhasilan CA antara frekuensi 900 MHz dan 1.800 MHz untuk 4G yang menghasilkan kecepatan sekitar 100 Mbps.

Melihat kenyataan ini, pemerintah seharusnya belajar dari kesalahan memperlakukan teknologi CDMA atau WiMAX saat pertama kali muncul, di mana regulasi justru memasung khittah dari teknologi itu sendiri demi keuntungan bisnis semata dan melindungi pemain besar milik negara dari kebangkrutan.

Saat CDMA pertama muncul di Indonesia dibuatlah regulasi FWA dengan pembedaan di BHP frekuensi yang seolah menafikan mobility dari teknologi ini. Hal yang sama dengan WiMAX di mana ide awal ingin memacu penetrasi fixed broadband, namun akhirnya berujung beralih ke mobile WiMAX, bahkan TDD LTE.

Sudah saatnya pemerintah lebih obyektif melihat fungsi dari teknologi, bukan malah terjebak dengan permainan operator yang menjadikan inovasi sekadar alat persaingan di mana ujung-ujungnya masyarakat yang dirugikan — jadi korban dari sebuah layanan yang hadir setengah hati.

Daftar Game Paling Laris 2015

Bagi Anda pencinta game, bersiaplah menyambut berbagai permainan yang akan diluncurkan tahun depan. Sebagian game ditujukan bagi perangkat konsol populer, seperti PlayStation dan Xbox. Berikut game paling dinanti yang dirangkum situs teknologi CNET.

Star Wars Battlefront
Sebagian penggemar film Star Wars tentu ingin merasakan langsung serunya petualangan perang bintang dengan memainkan game ini. “Jalan ceritanya masih misterius, namun ini bakal menjadi game seru di 2015,” tulis CNET, Kamis, 25 Desember 2014. Pencinta game yang tidak memiliki konsol tetap dapat menikmati Battlefront lewat komputer.

Final Fantasy XV
Penggemar game ini sudah menunggu cukup lama, namun tidak mengurangi rasa penasaran untuk memainkannya. Seperti Battlefront, Final Fantasy XV belum banyak diketahui alur ceritanya. Game ini dapat dimainkan di PlayStation 4 dan Xbox One.

Batman Arkham Knight
Arkham disebut-sebut menjadi seri paling seru di antara petualangan Batman terdahulu. CNET menyebutkan, game ini diluncurkan secara resmi pada 2 Juni 2015. Selain dimainkan di PlayStation 4 dan Xbox One, ini dapat diakses lewat komputer.

The Legend of Zelda
Nintendo boleh jadi terlambat bersaing mempromosikan game dibandingkan konsol lain. Konsol buatan Jepang ini pun tengah berjuang dengan platform andalan, Wii U. Lewat platform itu, Nintendo mengunggulkan permainan The Legend of Zelda. “Jika Anda penggemar Wii U, The Legend of Zelda merupakan pilihan yang tepat,” kata CNET.

Titan Souls
Game dengan visual klasik tidak kalah meramaikan tahun 2015. Anda yang rindu memainkan PlayStation 2 dapat merasakannya lewat Titan Souls. Permainan ini dapat dinikmati lewat PlayStation 4 dan di komputer dengan platform Linux serta Mac.

Sejumlah game lain yang diprediksi menjadi favorit adalah Persona 5, Bloodborne, Halo 5 : The Guardians, Below, serta No Man’s Sky. Game yang ada di perangkat bergerak boleh jadi tengah naik daun, namun permainan untuk konsol tetap digemari.

Cara Menghindari Serangan Phishing Model Baru

Berhati-hatilah dengan serangan phishing (phishing attack). Hal ini terjadi ketika scammer berusaha mendapatkan informasi mengenai sesuatu yang Anda ketahui atau tentang seseorang, seperti detail kartu kredit atau data sensitif lainnya. Phisher dapat bertindak seolah mereka adalah pihak otoritas lain, seperti bank, layanan surat elektronik, jualan online, layanan pembayaran online, bahkan pihak pemerintah. Beberapa serangan phishing ini memang mudah teridentifikasi, tapi beberapa dari mereka bisa bekerja dengan sangat rapi dan profesional.

Juru bicara Google Indonesia, Jason Tedjasukmana, menyebutkan sejumlah langkah mudah menghindari serangan phishing, yakni:

– Berhati-hatilah ketika merespons surat elektronik yang meminta data sensitif Anda.
– Sebisa mungkin, pastikan Anda sendiri yang membuka website yang Anda cari, jangan hanya mengklik link pada surat elektronik yang terkesan mencurigakan.
– Jika Anda berada dalam situs yang meminta memasukkan informasi penting, cek tanda-tanda mencurigakan, dan pastikan Anda berada pada koneksi yang aman. Cara paling mudah untuk mengetahui hal ini adalah memastikan alamat situs diawali dengan “HTTPS”.
– Gunakan browser yang selalu menyediakan pengamanan lebih. Tim keamanan Google telah membangun Safe Browsing untuk mengidentifikasi situs tidak aman dan bisa memberikan notifikasi kepada pengguna, agar mereka bisa terlindung dari bahaya.

Tren Modus Baru Pencurian Data Berkedok Iklan

Tren modus serangan dunia maya kini berkedok iklan. Serangan semacam ini muncul seperti iklan pada umumnya, baik lewat situs maupun pada aplikasi mobile. “Ketika iklan tersebut dibuka, orang tidak sadar bahwa data atau sistemnya telah dicuri,” ujar Senior Manager Online Sales and Marketing Tren Micro untuk wilayah Asia-Pasifik, Carolina Lam, di Jakarta bulan lalu.

Dia melanjutkan, iklan dengan tampilan yang menarik justru harus diwaspadai. Selama ini orang kerap tergiur oleh penawaran potongan harga atau promosi tiket. Hal semacam ini bisa jadi merupakan jebakan. Adapun modus serangan dunia maya lainnya adalah game palsu. Carolina menyoroti kasus yang terjadi di Vietnam. Di negara tersebut, sebagian pengguna Internet sempat tertipu oleh kemunculan game Flappy Bird palsu. Setelah mengunduh permainan, orang tidak sadar perangkatnya terinfeksi virus dan malware.

Untuk menghindari hal tersebut, Carolina mengimbau pengguna Internet untuk menggunakan perlindungan, setidaknya antivirus. Terlebih, perkembangan ancaman dunia maya pun kini semakin meningkat sejalan dengan tren penggunaan perangkat bergerak. “Kami memprediksi ada lebih dari tiga juta jenis virus dan malware hingga akhir 2014,” ucap Carolina.

Dia mengatakan Indonesia adalah negara yang sangat rentan terhadap serangan dunia maya. Ini karena tingginya pengguna gadget di Tanah Air. Riset Tren Micro menyebutkan Asia-Pasifik merupakan wilayah yang paling banyak mengalami serangan dunia maya dalam setahun terakhir.

Melihat hal tersebut, Tren Micro pun kini mengembangkan antivirus bagi perangkat bergerak. “Sistem kami akan otomatis memblokir serangan yang masuk ke telepon pintar dan sabak digital,” katanya.