Monthly Archives: July 2008

Mendeteksi dan Membasmi Virus Komputer Dari USB Flash Disk

Ada tidaknya virus pada PC bisa dideteksi dengan aplikasi virus portabel yang ada di flash disk (UFD). Berguna untuk mengamankan UFD dari virus dan membasmi virus.

Komputer bisa terinfeksi virus lewat USB flash disk (UFD). Tapi, dari mana virus di UFD itu berasal. Dari komputer yang sudah terinfeksi, tentunya. Contohnya komputer-komputer di warnet-warnet. Jadi, cegah juga masuknya virus ke dalam UFD. Caranya adalah dengan memindai komputer yang hendak dicoloki UFD.

Kita bisa menjalankan antivirus yang portable—antivirus yang disimpan di UFD, tak perlu diinstal di komputer untuk bisa berjalan. Dengan antivirus itu, komputer akan dipindai. Hmm… memang, tidak butuh waktu yang sedikit, apalgi kalau komputer memiliki file yang sangat banyak. Tetapi, memang seperti itulah kenyataan dalam dunia TI—kenyamanan berbanding terbalik dengan keamanan.

Yang kita butuhkan adalah antivirus portable, seperti AntivirX, ClamWin yang bisa diunduh dari http://www.clamwin.com. Kita juga perlu membuat sebuah file yang jalan otomatis ketika UFD dicolok. File itu akan menjalankan antivirus yang ada di UFD. Ini mirip dengan file jalan otomatis yang sering terdapat pada CD instalasi program.

Buka Notepad dan ketikkan baris-baris perintah berikut ini.

  1. [autorun]
  2. Open=antivirus.exe
  3. Action=Open Anti Virus Portable!
  4. Icon=icon.ico
  5. Label=Your_Name

Kalau sudah, simpan dengan nama autorun.inf. Agar tidak jadi file TXT, ubah Save as Type menjadi [All Files].

Berikut ini adalah penjelasan ringkas mengenai perintah-perintah dalam file autorun.inf tadi.

Perintah “Open” adalah perintah untuk membuka antivirus tersebut. Perintah Open diikuti dengan file yang menjalankan antivirus. Jadi, ganti “antivirus.exe” di perintah itu dengan nama file antivirus yang digunakan. Misalnya, nama file antivirusnya “antivirx.exe” maka perintah tersebut menjadi “Open=clamwin.exe”. Nah, kalau file itu berada di dalam folder lain—misalnya folder AntivirX 1.0, perintah itu berubah menjadi “Open=AntivirX 1.0-clamwin.exe”.

Perintah “Action”berguna untuk menampilkan kalimat pada kotak dialog ketika antivirus akan dijalankan. Kalimat yang mengikuti perintah ini boleh diganti dengan kata-kata lain.

Perintah “Icon” berfungsi untuk mengganti ikon standar UFD yang tampil pada Windows Explorer. Enggak ada fungsi khusus yang berkaitan dengan antivirus, ikon itu cuma mempercantik saja. Tentu saja file ikon harus ada juga di UFD. Nama file yang pada contoh “icon.ico” diganti sesuai dengan nama file ikon yang digunakan.

Terakhir, perintah “Label” berfungsi ntuk memberikan nama dari pada UFD. Sama seperti perintah “Icon”, perintah ini juga enggak ada hubungannya dengan usaha pencegahan masuknya virus.

Atribut file autorun.inf itu baiknya dibuat menjadi “Read-Only”–cuma bisa dibaca, tidak bisa diubah-ubah. Kalau tidak bisa diubah, berarti virus tidak akan bisa memodifikasi file tersebut. Caranya begini, klik kanan file itu, lalu klik [Properties]. Pada bagian Attributes, beri tanda centang pada [Read-Only].

Berikut ini adalah penggunaan UFD untuk mendeteksi virus yang ada pada komputer.

  1. Masukkan UFD namun jangan membuka flash disk pada komputer. UFD belum dibuka, virus dalam komputer tidak akan masuk ke dalam flash disk atau sebaliknya.
  2. Jalankan fungsi jalan otomatis dengan mengklik tombol [OK] pada kotak dialog yang muncul. Antivirus portabel yang ada pada UFD akan berjalan.
  3. Scan virus pada komputer, khususnya pada C:-Windows-System32.
  4. Kalau ada antivirus melaporkan adanya virus, jangan ragu, komputer itu memang bervirus.
  5. Selanjutnya silakan bersihkan komputer itu. Kalau tidak, yah cabut saja buru-buru UFD yang dicolok.

Caption:

  1. File autorun.inf yang akan menjalankan antivirus secara otomatis berisi baris-baris perintah seperti tampak pada gambar.
  2. Ketika dijalankan, muncul sebuah pilihan dengan teks seperti yang dimasukkan pada baris perintah “Action”. Pilih itu dan klik [OK].
Advertisements

Mencoba Sejenak Anti Virus Gratisan AVG 8 Beserta Daftar Anti Virus Gratisan Terbaru

Jika sebelumnya Anda harus menginstal Anti-Spyware dan Anti-Virus secara terpisah, maka dalam paket aplikasi gratis terbaru bikinan AVG Technologies, Anda akan mendapatkan kedua fasilitas tersebut dalam satu paket.

Sayangnya, ada beberapa fitur atau aplikasi gratis di versi sebelumnya yang kini menghilang. Anda tak bisa lagi menggunakan fasilitas Anti-Rootkit, proteksi download, dan juga proteksi instant messaging yang biasa ditawarkan secara cuma-cuma. Meski fasilitas pemindaian email tetap ada, namun fasilitas ini akan berhenti bekerja setelah 30 hari sejak instalasi. Tampaknya, AVG sedang berusaha memindahkan seluruh pengguna antivirus gratisan menjadi pengguna aplikasi berbayarnya. Maklum, pengguna Free AVG ini memang membludak.

Tampilan Makin Menarik
Meski fasilitasnya makin terbatas, tampilan aplikasi ini tetap dibuat menarik. Jika pada versi 7.5 pengelolaannya terbagi dalam beberapa jendela, kini semuanya dikumpulkan dalam satu jendela dengan tiga tab menu (yang berada di panel kiri jendela aplikasi).

Selain tampilan, kinerja dan fasilitas LinkScanner yang ada di versi 8 ini juga menjanjikan kerja yang lebih baik dan protektif. Maklum, ia didukung oleh mesin antivirus yang bekerja lebih mumpuni dan cepat. Pun fasilitas LinkScanner akan membuat Anda lebih aman dan nyaman saat browsing karena akan muncul pemberitahuan tentang kondisi keamanan situs yang hendak dikunjungi.

Penasaran seperti apa performa AVG 8 versi gratisan ini? Yuk, kita cicipi bersama.

  1. Anda bisa men-download versi cuma-cuma AVG 8 dari http://free.grisoft.com. Jika ukuran file-nya versi 7.5 hanya sekitar 20MB, maka versi anyarnya menjadi 46,11MB. Lebih tambun. Instal installer file yang telah Anda jumput tersebut.
  2. Ketika Anda jalankan, aplikasi ini akan menampilkan jendela tab [Overview]. Di sana, Anda bisa melihat daftar aplikasi sekuriti yang bisa diaktifkan. Ada sekitar tujuh fitur yang disediakan, termasuk update manager. Setiap fitur menampilkan status aktif maupun non-aktifnya. Untuk Update Manager, fasilitas ini akan memberitahukan apakah aplikasi ini sudah ter-update atau belum.
  3. Untuk mengaktifkan atau menjalankan setiap fitur, Anda bisa mengklik-dobel masing-masing ikon fitur. Setiap fitur akan menjelaskan fungsinya dan menyediakan setting untuk Anda kelola di setiap jendelanya. Misalnya, Anda ingin mengaktifkan pemindai email, klik-dobel saja [E-mail Scanner].
  4. Pada jendela baru, centangi opsi [Scan outgoing messages] dan [Scan incoming messages]. Akhiri dengan mengklik [Save Changes].
  5. Untuk mulai memindai PC, langsung saja klik [Computer scanner]. Tunggu hingga muncul jendela baru. Jika ingin memindai seluruh isi PC, klik [Scan whole computer]. Jika ingin direktori atau folder tertentu saja yang dipindai, klik [Scan specific files and folders], lalu tentukan foldernya. Klik [Start scan]. Untuk mengatur modus pindai, klik [Change scan settings].
  6. Jangan lupa untuk meng-update definisi virus dengan mengklik tab [Update now]. Pastikan semua fitur pengamanan aktif. Jika aktif, di bagian atas jendela aplikasi akan muncul keterangan “You are protected”.
  7. Fasilitas baru LinkScanner secara otomatis akan berpadu dengan browser Internet Explorer atau Firefox yang ada di sistem PC Anda. Untuk memanfaatkan fungsinya, jalankan browser, lalu klik [View] > [Toolbars] > [AVG Security Toolbar]. Klik tombol [Search-Shield] untuk mengamankan aktivitas browsing dan pencarian data Anda. Secara otomatis, fasilitas Surf-Shield sudah aktif.

Antivirus Gratisan
Antivirus di PC bak satpam di perumahan atau perkantoran. Dulu umumnya aplikasi ini berbayar, namun kini yang gratisan juga banyak. Selain AVG Free Anti-Virus, Anda juga bisa menggunakan aneka antivirus gratisan yang digdaya berikut ini:

* Assassin 5.1.1 (www.hackinoutthebox.com)
* Avast Home Edition 4.8.1169 (www.avast.com)
* Avira AntiVir Personal – Free Antivirus 8 (www.avira.com)
* ClamWin Portable 0.93 (www.clamwin.com)
* Clean Virus MSN 1.5.3 (www.viruskeeper.com/us)
* EAV Antivirus Suite Free Edition 5.65 (www.your-soft.com)
* Haute Secure (64-bit) 1.2.1.2078 (www.hautesecure.com)
* Multi Virus Cleaner 2008 8.2 (www.viruskeeper.com/us)
* PC Tools AntiVirus Free Edition 4.0 (www.pctools.com)
* ThreatFire AntiVirus Free Edition 3 (www.pctools.com)

Mengganti Latar Belakang Pada Dokumen Microsoft Office Excel Agar Tidak Membosankan

Dokumen Excel bisa diberi gambar latar belakang agar tampil lebih meriah. Namun latar belakang itu nantinya tidak turut tercetak pada kertas saat dokumen dicetak dengan printer.

Berikut adalah cara menambahkan latar belakang:

  1. Jalankan Excel.
  2. Buka dokumen yang ingin Anda tambahkan latar belakang.
  3. Klik [Page Layout] > [Background].
  4. Setelah muncul kotak dialog Sheet Background, tentukan gambar yang akan dijadikan latar belakang.
  5. Kalau sudah ketemu, klik [Insert].

Kalau langkah-langkah trik ini dilakukan dengan benar, dokumen Excel akan memiliki latar belakang sesuai gambar yang kita pilih. Untuk menghilangkan latar belakang yang menghiasi dokumen Excel, Anda tinggal mengklik [Page Layout] > [Delete Background].

Update Segera Adobe Flash Player Anda Karena Beresiko Untuk Disusupi Hacker

Microsoft dan Adobe ternyata tidak kompak. Flash-Player dengan versi 9.0.115.0 diintegrasikan ke dalam Windows XP versi terbaru padahal mengandung kelemahan yang berisiko dijebol penyusup jahat.

Dengan kelemahan tersebut memungkinkan penyerang untuk menyusupkan kode perusak ke dalam sistem yang menggunakan Windows XP. Jika pengguna Windows XP membuka sebuah situs dengan fitur Flash yang diaktifkan, penyusupan langsung dapat dilakukan.

Menurut Symantec, kasus ini terjadi pada lebih dari 20.000 website. Sejak awal April lalu, Adobe telah merilis sebuah security patch untuk mengatasi. Dengan versi 9.0.124.0, sistem Windows juga aman dan tidak dapat dijebol lagi.

Sayangnya, Windows XP Service Pack 3 malah mengembalikan versi Flash yang lama ke dalam sistem. Walaupun Adobe telah menutup lubang keamanan tersebut sebelum Release-Day, Microsoft masih mengintegrasikan versi yang berisiko ke dalam SP3.

Untuk mengatasi hal tersebut, Microsoft telah merespons dan menawarkan sebuah patch. Pengguna Flash sebaiknya mengaktualkan sistem Windows dan memeriksa versi Player ini. Sebab, Versi Flash 9.0.115.0 membuka sebuah gerbang bagi hacker.

SMS Pengingat Jadwal Dari Google

Sebagian besar ponsel saat ini sudah memiliki fitur alarm atau reminder, yang berfungsi sebagai pengingat sebuah jadwal. Namun, sebuah pesan yang masuk untuk mengingatkan Anda tentu lebih ‘nendang’ dan lebih menarik. Sebuah SMS berpeluang lebih besar untuk dilihat daripada alarm dari ponsel sendiri.

Google memiliki fasilitas pengingat jadwal lewat SMS yang disebut Google Calendar. Tak seperti Reminder di ponsel yang hanya bisa dinikmati sendiri, dengan Google Calendar kita bisa membuat jadwal kegiatan lalu dibagi (share) kepada para relasi. Alhasil, orang lain bisa melihat jadwal yang sudah kita buat.

Pada waktu yang telah ditentukan, Google akan mengirimkan SMS ke nomor kita, untuk mengingatkan jadwal kegiatan yang sudah direncanakan. Sayangnya, pengingat jadwal gratis lewat SMS ini hanya bisa diterima oleh pemakai nomor XL dan Indosat.

Fitur baru Google Calendar adalah bisa memberi peringatan di layar komputer berupa aktivitas dan janji yang akan dilakukan. Google Calendar juga bisa melakukan sinkronisasi dengan Microsoft Outlook Calendar di komputer. Waktu sinkronisasi bisa diatur setiap menit tertentu. Dengan Google Calendar gallery, pengguna bisa mengakses jadwal dengan daftar aktivitas dengan mudah.

Anda bisa melihat tampilan Google Calendar di ponsel masing-masing dengan mengakses http://mobile.google.com/calendar/index.html, melakukan login, dan melihat berbagai jadwal dan janji secara lengkap. Anda juga bisa menerima e-mail atau SMS dari Google Calendar tentang jadwal yang akan datang, perubahan jadwal yang dilakukan, undangan yang dibatalkan, jawaban undangan atau mengirimkannya ke agenda harian setiap pagi. Jadi tak perlu khawatir ada janji atau undangan yang terlewat.

Jika Anda sering dihubungi pihak lain – karena berprofesi sebagai narasumber, pejabat publik, artis atau penanggungjawab produk di perusahaan – jadwal bulanan Anda juga bisa dibagi (share) ke pihak lain. Alhasil, janji pertemuan bisa langsung dilakukan di acara yang sedang berlangsung.

Inilah cara membuatnya:
1. Langkah pertama adalah masuk ke http://www.google.com/calendar, lalu Login dengan akun Google. Jika belum punya akun Google, buat dulu lewat Create an account. Lanjutkan dengan membuat jadwal-jadwal Anda, dengan langsung klik di atas tanggal yang diinginkan. Lalu pilih menu settings di bagian kanan atas, dan lanjutkan dengan memilih menu Mobile setup.

2. Lanjutkan dengan memasukkan nomor ponsel dengan diawali +62.. Lalu klik bagian Send verification code. Tunggu beberapa saat sampai muncul pesan SMS di ponsel dengan isi “Your Google Calendar verification code is xxxxxx. Form: Google”. Meskipun pengirimnya terlihat jelas adalah Google, pesan ini tidak bisa dibalas (Reply). Selanjutnya, masukkan kode verifikasi yang telah diterima ke kotak Verification code. Terakhir, klik Finish setup untuk mengakhiri setting.

3. Selanjutnya aturan notifikasi agar menjadi notifikasi SMS. Dari menu Settings, pilih Calendar, lalu klik Notifications. Beri tanda centang notifikasi SMS untuk notifikasi via SMS. Kita juga bisa mengatur reminder beberapa menit sebelum event.

4. Jika ingin membagi jadwal harian atau bulanan Anda ke pihak-pihak tertentu, di bagian Calendar pilih Share this calendar. Aktifkan (beri tanda centang) pada Make this calendar public, dan di bagian PERSON masukkan nama-nama yang boleh mengakses jadwal Anda. Setelah selesai, jangan lupa klik tombol Save agar pengaturan tersebut tersimpan.

Tehnik Menginstal Ulang Sistem Operasi Dengan Cepat

Install ulang sistem operasi barangkali sering dilakukan oleh banyak pengguna komputer. Ketika komputernya dirasa sudah “lemot” karena banyaknya hal-hal yang tidak penting, install ulang bisa jadi penyegaran.

Instalasi sistem operasi memakan waktu yang tidak sebentar. Yah, siapkanlah waktu 30 menit – 1 jam. Lamanya instalasi tergantung perangkat keras (baca: prosesor, memori, dan harddisk) yang dipakai.

Sebetulnya instalasi ulang sistem operasi tidak selalu harus berjalan begitu lama. Dengan melakukan kloning terhadap harddisk, kita tidak perlu melalui proses instalasi yang panjang. ita cuma perlu menyalin dari hasil kloning dan PC pun bersistem operasi lagi. Supaya hasil kloning berupa sistem operasi yang masih segar, lakukan kloning sesaat setelah Anda selesai meng-install sistem operasi dan berbagai driver. Program-program lain sebaiknya belum di-install.

Inti dari kloning harddisk adalah menyalin isi seluruh harddisk ke media lain – bisa ke harddisk lain, CD, DVD, atau harddisk eksternal. Dengan melakukan kloning, Anda akan mendapatkan isi CD-R sama persis dengan isi harddisk.

Kita butuh beberapa parangkat untuk melakukan kloning. Pertama adalah software untuk kloning. Salah satu yang bisa gunakan adalah Norton Ghost dari Symantec. Kita juga butuh CD-writer, CD start-up, dan 2 disket floppy 1, 44 MB.

Simpan ke CD
Karena kita akan melakukan kloning terhadap sistem operasi, drive yang berisi sistem operasi yang akan dikloning – biasanya drive C. Tapi, bisa saja kan sistem operasi ada di drive lain, misalnya karena ada lebih dari satu sistem operasi dalam PC.

Pada tutorial ini, PCplus akan melakukan kloning terhadap drive C yang berisi sistem operasi Windows dengan ukuran partisi sebesar 400 MB.

Tanpa ba bi bu lagi, mari langsung mulai.
1. Jalankan Norton Ghost dengan mengklik [Start] > [Program] > [Norton Ghost] > [Norton Ghost].
2. Anda akan menjumpai tampilan Ghost Basic. Pilih opsi pertama, yaitu [Backup].
3. Klik [Next].
4. Dalam opsi Source pilih pilih drive C. Dalam opsi Destination pilih [Recordable CD or DVD]. Setelah itu, klik [Next] > [OK].
5. Tekan tombol [Next], [Next] lagi, [Next] sekali lagi. Lalu klik [Continue], klik [Run Now], dan terakhir klik [OK].
Windows akan restart dan Norton Ghost pun melakukan back-up. Kini Anda memiliki 1 CD yang merupakan image dari drive C Anda. Isi dari CD tersebut hanyalah 1 file yang berekstensi GHO. Anda tidak dapat melihat isi dari file tersebut tanpa bantuan Ghost Explorer. Dengan bantuan Ghost explorer, Anda dapat melihat file yang ada di dalam file GHO tersebut.

Bikin Start-up Disk
Kita butuh disket start-up agar hasil image berupa file GHO bisa dipakai ketika kita hendak “meng-install ulang” sistem operasi. Start-up disk itu berupa dua disket floppy 1,44 MB. Disket pertama kita sebut “disket A”, sedangkan disket kedua kita sebut dengan “disket B”.

Jalankan Norton Ghost dan klik [Ghost Utilities] > [Norton Ghost boot wizard] > [CD/DVD startup disk with ghost] > [Next] > [Use PC-DOS] > [Next] > [Next] > [Next] > [Next] > [OK]. Masukkan disket kosong untuk dijadikan CD/DVD start-up. Tekan [Start] untuk melakukan format disket, setelah itu tekan [Close].

Selanjutnya disket akan dijadikan start-up disk. Ketika konfirmasi untuk memasukkan disket kedua muncul, keluarkan disket A dan masukkan disket B. Tekan [Start] untuk melakukan format dan tekan [Close]. Tunggu sampai proses selesai, lalu tekan [Finish] untuk mengakhiri.

Kini Anda telah memiliki 2 disket startup disk. Disket ini yang akan digunakan untuk booting pertama kali. Perlu diperhatikan bahwa kedua disket itu saling berhubungan satu sama lain. Disket A tidak dapat berjalan tanpa adanya disket B, begitu pun sebaliknya. Disket B tidak dapat berjalan tanpa adanya disket A.

“Install”
Kenapa install-nya dikasih tanda petik? Itu karena sesungguhnya kita tidak meng-install sistem operasi. Tetapi, hanya menyalin sistem operasi yang pernah kita install sebelumnya.

Langkah-langkah ini dilakukan ketika kita hendak menyegarkan kembali sistem operasi. Yang kita lakukan adalah kloning dari CD ke harddisk.

Pada BIOS, aturlah agar boot dilakukan dari disket floppy. Masukkan disket A pada floppy drive. Ikuti petunjuk yang ada pada monitor, jika Anda disuruh memasukkan disket B, maka masukkan disket B. Anda diminta untuk memasukkan disket A kembali dan tekan [Enter], dan yang terakhir Anda diminta kembali untuk memasukkan disket B.
Kini Anda telah memasuki Norton Ghost.

Untuk melakukan kloning dari CD ke harddisk, pilih [Local] > [Partition] > [from image]. Arahkan pada CD-ROM yang berisi file GHO, lalu tekan [Open]. Pada “Select source partition from image file”, klik [OK]. Lalu pada “Select local destination drive by clicking on the drive number”, klik [OK]. Pilih drive yang akan dikloning, pilih drive C, tekan [OK] dan tekan [Yes].

Kloning akan berjalan sampai mencapai 100 persen. Tekan [Reset computer] untuk restart. Keluarkan disket dari floppy drive dan aturlah pada BIOS Anda agar melakukan booting pertama dari hard disk.

Tips Mengubah Halaman Utama Windows Media Center

Dengan adanya Windows Media Center, berbagai fitur multimedia bisa diakses dari satu aplikasi. Begitu Windows Media Center terbuka, Anda langsung melihat halaman utama yang berisi berbagai opsi untuk mengakses televisi, pemutar DVD, gambar dan video, file multimedia di internet, serta musik.

Kalau Anda tidak punya TV tuner, tentu menu TV tidak berguna, bukan? Toh, tidak akan pernah Anda akses. Lah kalau tidak pernah diakses, buat apa menu itu “nangkring” di Windows Media Center. Nah, agar menu yang muncul sesuai dengan kebutuhan Anda, bikin saja suatu shortcut khusus yang mengarah ke suatu menu di Windows Media Center.

Begini cara membuatnya.
1. Klik kanan desktop, kemudian pilih [New] > [Shortcut].
2. Selanjutnya, masukkan path sesuai dengan tampilan Windows Media Center yang Anda inginkan.
– Untuk masuk ke TV Guide, ketikkan: “%SystemRoot%-ehome-ehshell.exe /homepage:videoguide.xml”.
– Masuk ke siaran TV, ketikkan: “%SystemRoot%-ehome-ehshell.exe /homepage:videofullscreen.xml”.
– Masuk ke hasil rekaman TV, ketikkan: “%SystemRoot%-ehome-ehshell.exe /homepage:videorecordedprograms.xml”.
– Masuk ke musik, ketikkan: “%SystemRoot%-ehome-ehshell.exe /homepage:audio.home.xml”.
– Masuk ke foto, ketikkan: “%SystemRoot%-ehome-ehshell.exe /homepage:photo.xml”.
3. Tekan [Next], kemudian masukkan nama shortcut Windows Media Center dan klik [Finish] untuk mengonfirmasi pembuatan shortcut.
4. Untuk memindahkannya dari desktop, Anda dapat menyeret shortcut yang baru Anda buat ke Quick Launch atau menu Start.