Monthly Archives: May 2010

Aplikasi Ponsel Kini Semakin Melokal dan Makin Murah Bahkan Gratis

Bagi pengguna yang tidak ingin repot, apalagi jaringan seluler tidak mendukung, solusi sederhana menjadi pilihan. Terutama bagi konsumen menengah ke bawah, semakin tinggi kandungan lokalnya, termasuk bahasa lokal, akan menjadi semakin menarik.

Pertarungan ponsel ekonomis di negeri ini sangatlah hebat. Berbagai cara dilakukan untuk bisa dekat dengan calon penggunanya. Terutama modifikasi dari peranti lunak merupakan unsur yang paling dominan sekarang ini.

Banjir ponsel buatan China yang terutama memengaruhi sektor pasar yang baru tumbuh rupanya tidak menyurutkan niat pembuat ponsel raksasa untuk bersaing. Mereka tidak semata-mata memproduksi gadget, tetapi juga menyiapkan aplikasi khusus bagi masyarakat sederhana.

Raksasa yang sangat terkenal dengan produk user-friendly seperti Nokia termasuk di antaranya. Perusahaan Finlandia ini mencoba menawarkan solusi produktif pada seri ponsel klasiknya, di antaranya fitur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat petani, termasuk juga pendidikan.

Sebuah komunitas yang unik untuk pedesaan dicoba dibangun. Layanannya berbasis SMS, dengan harapan daerah yang belum tersentuh jaringan komunikasi data masih tetap terlayani sekalipun seperti ponsel Nokia 2330 ini andal bermain di dunia maya.

Sebuah solusi yang sangat berbeda dengan pamor smartphone yang selama ini banyak dikenal masyarakat. Tentu pendekatan ini berbeda dengan yang dilakukan ponsel-ponsel buatan China yang lebih menampilkan nuansa gaya, namun dengan solusi murah.

Ponsel China

Salah satu yang sedang ngetren dari ponsel China adalah gaya BlackBerry, bukan hanya bentuk, tetapi juga cara membangun komunitas dengan messenger. Setidaknya selain Nexian Messenger juga masih ada Esia Messenger yang saat ini tengah gencar mencari pengikut, selain ponsel IMO dan MicXon.

”Kami bahkan sudah bisa melakukan sharing foto melalui Nexian Messenger. Saat ini kami sedang berdiskusi dengan pihak operator mengenai pricing yang baik untuk sharing foto ini,” kata Izak Jenie, Direktur PT Metrotech Makmur Sejahtera, yang menangani peranti lunak Nexian.

Untuk mencapai tujuannya, Nexian merintis layanan messenger bersama XL. ”Untuk membangun layanan messenger memang tidak bisa lepas dari kerja sama dengan operator,” kata Isnur Rochmad, Chief Technical Officer PT Metrotech Jaya Komunika, perusahaan yang menangani pengembangan produk ponsel Nexian.

Produk yang sekarang diandalkan adalah NX-G801, ponsel qwerty yang sudah dibanderol dengan Nexian Messenger. Selain juga masih ada ponsel mirip kotak bedak, NX-G788, yang cocok buat kaum perempuan.

Nexian

Salah satu kelebihan BlackBerry adalah kemampuan berbagi foto, baik foto yang diambil dari kamera gadget itu maupun dari kamera digital lain melalui memori microSD. Kelompok BBM (BlackBerry Messenger) bisa sharing tulisan dan foto dengan sangat mudah dan cepat, serasa real-time.

Pihak Nexian sendiri sepertinya tidak bermaksud bersaing dengan BlackBerry yang sudah sangat komplet, tetapi mereka melihat pangsa pasar menengah ke bawah yang belum menjangkau BlackBerry.

Kelebihan BlackBerry yang sulit disaingi terutama karena simplisitas dalam mengintegrasikan semua kebutuhan berkomunikasi, mulai dari SMS, chatting, sosialisasi, sampai mengintegrasikan semua alamat e-mail yang dimiliki penggunanya dan browsing di dunia maya.

”Memang untuk saat ini layanan Nexian Messenger hanya untuk chat, bukan untuk akses e-mail dan browsing,” kata Izak. Selain Nexian pada NX-G801 juga disertakan sarana chat dengan MSN, Yahoo Messenger, Google Talk, Skype, dan eBuddy.

Ketika Kompas mulai mencoba chatting dengan Nexian, memang masih terbentang tantangan menyempurnakan peranti lunaknya. Biasanya tombol utama navigasi atau tombol OK digunakan untuk mengeksekusi atau mengirim tulisan chat, tetapi pada Nexian menggunakan tombol ENTER (tombol bergambar panah bengkok) yang sedikit membuat canggung pada awalnya.

Tampilan menu juga sudah lumayan menarik dan akan lebih menarik lagi jika fungsi-fungsi chat, SMS, bisa ditampilkan di depan (menu utama) agar bisa diakses dengan cepat. Ini akan memberi kelebihan dibandingkan dengan ponsel biasa lainnya.

Advertisements

Fitur Baru Ponsel Gila Bola

Menjelang berlangsungnya Piala Dunia di Afrika Selatan pada Juni nanti secara umum juga membawa perhatian lebih pada cabang sepak bola. Berbagai pernak-pernik sepak bola mulai menjamur di mana-mana, terutama menyangkut barang-barang yang bisa dipamerkan.

Peluang ini juga tak dilewati para vendor ponsel, baik yang buatan China maupun brand terkenal. Termasuk juga operator ponsel tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memberikan layanan tentang olahraga terpopuler di dunia ini.

Seperti operator XL Axiata yang baru saja meluncurkan program Bola Gila. Layanan yang disediakan antara lain update berita sepak bola, termasuk di dalamnya ada game sepak bola yang diharapkan dari pelanggannya yang semakin gila bola. Di luar program itu juga diadakan kompetisi video blog tentang sepak bola.

Sementara bagi vendor ponsel besar, peluang ini juga tidak disia-siakan. Misalnya Nokia menyediakan layanan Football Crazy meskipun masih terbatas pada ponsel yang dikategorikan smartphone. Lalu bagaimana dengan Nokia klasik seperti 2330 yang ditujukan untuk konsumen menengah ke bawah?

Sekalipun terkesan ”jadoel”, 2330 sudah dibekali kemampuan berinternet yang memadai. Dengan mengeklik ikon Browser pada menu 2330, pemakai akan dibawa masuk menggunakan browser Opera Mini, sebuah browser layar kecil yang sangat sesuai untuk layar 2330 yang hanya 1,8 inci (128 x 160 pixel).

Melalui folder Live Scores hampir semua kompetisi sepak bola resmi yang ada di dunia ini disediakan, termasuk kompetisi Super Liga Indonesia. Pada Opera Sports ada beberapa cabang olahraga populer yang bisa dipilih, selain sepak bola (termasuk sepak bola perempuan), juga basket, hoki, dan bola tangan.

Bagi mereka yang menggemari sepak bola internasional, tentu ini menjadi jawaban yang memuaskan meski terlalu banyak pilihan juga sedikit merepotkan untuk mencarinya.

Memang perlu kesabaran untuk mencari data yang diinginkan. Selain layar yang sempit, juga harus masuk sangat dalam untuk menemukan, selain konektivitas ponsel ini paling cepat hanya EDGE dan GPRS.

Alangkah sangat ideal jika disediakan shortcut untuk menuju ke sepak bola. Atau kalau perlu ada menu khusus sepak bola pada Layanan Informasi, di mana pengguna bisa langsung menerima kabar dari SMS.

Menuju Era Mandiri Lokalisasi Personal Komputer PC dan Laptop

Bangga akan produk Indonesia. Itulah yang ingin ditularkan oleh Timothy Siddik, pendiri komputer merek Zyrex. Cuma, “apakah mungkin melokalisasi industri TI (teknologi informasi) di Indonesia?” tanya Samuel Lawrence, CEO Axioo saat mulai angkat bicara dalam acara 2010 Apkomindo Summit di Jakarta (19/4/2010). “TI tidak ada local content, cuma tempel merek doang. Itu anggapan beberapa tahun yang lalu,” katanya lagi.

Mari kita lihat dulu fakta di lapangan yang dipaparkan oleh Suhanda Wijaya (Ketua Umum, Apkomindo) dalam acara jumpa pers di pagi hari acara tersebut. Di tanah air tercinta ini, tahun lalu penjualan PC mencatatkan angka 2,8 juta unit, meningkat dibandingkan tahun 2008 yang berjumlah 2,2 juta unit.

Tahun ini, jumlah PC terjual diperkirakan akan mencapai angka 3,6 juta unit. “Kuartal pertama tahun 2010, sudah terjual 800 ribu unit PC (termasuk desktop). Dibandingkan tahun 2009 peningkatannya sangat tinggi. Karena di tahun 2008 akhir ada krisis,” begitu kata Suhanda yang mengutipkan data internal Apkomindo.

“Pertumbuhan tahun ini 35%,” tambah Merry Harun (Wakil Ketua Umum, Humas, Media, Promosi & Komunikasi, Apkomindo). “Tingkat kandungan dalam negeri berkisar 20 sampai 30 persen. Sebelumnya kurang dari 10%,” kata Suhanda.

Indonesia Tumbuh Melampui Dunia

Angka pertumbuhan pasar di Indonesia, kata Suhanda menggarisbawahi, tahun ini memang melampui prediksi pasar PC dunia yang dikeluarkan oleh lembaga survei internasional IDC (15%) maupun Gartner (7%). “Indonesia merupakan negara Asia Pasifik dengan pertumbuhan tertinggi, sehingga menjadi target dari perusahaan-perusahaan multinasional,” jelasnya.

Jason B.T. Lim (President Director, Acer Indonesia) pun sepakat dengan besarnya pasar Indonesia. “Indonesia punya banyak potensi pasar. Permintaaan pasar sudah kembali ke angka dua digit. Pasar-pasar baru (emerging), yakni Indonesia, India dan Cina, akan memimpin pertumbuhan,” prediksi Jason.

Sudah Perlu Lokalisasi

“Pasar Indonesia tumbuh cepat, tapi apa manfaatnya? Kebanyakan di sini adalah distributor. Padahal pasar TI Indonesia mencapai di atas US$ 11 miliar dalam empat tahun mendatang. Pasar kita sudah cukup besar untuk lakukan lokalisasi,” tantang Lawrence. Total industri lokal di Indonesia, menurut petinggi komputer merek lokal Axioo itu, bernilai US$ 1,5 miliar.

Syarat utama untuk berkembang menjadi negara kuat di TI, jelas Samuel, antara lain adalah adanya pasar lokal yang kuat dan dukungan dari pemerintah. Pasar lokal yang kuat itu, kata Samuel, sudah ada. Lihat saja jumlah penduduk kita. Pengakuan dari dunia pun sudah digenggam. Sebab menurut Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar yang juga hadir di acara, Indonesia adalah negara G20 dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di peringkat 16.

Apa sih pentingnya melokalisasi? Dalam acara terpisah, Tom Burns (Global Director, Content & Services, World Ahead Program Team, Intel Semiconductor Ltd.) menceritakan bagaimana ICT (information & communication technology) sukses memicu percepatan produktivitas di AS yang warganya dulu merupakan petani. “Akibatnya, GDP AS US$ 1,9 triliun lebih besar. Kapitalisasi ICT berdampak 7x dalam produktivitas dibandingkan kapital nonICT di negara yang tingkat penggunaan TI-nya lebih rendah.”

Selain bisa meningkatkan produktivitas, lokalisasi berarti menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas bagi rakyat. “Kombinasi pasar yang besar dan kebijakan (pemerintah) yang tepat adalah kunci kesuksesan,” kata Mahendra.

Perlu Dukungan Pemerintah

Suhanda menyebutkan tantangan yang dihadapi, termasuk untuk lokalisasi. “Affordability, alias daya beli masyarakat. “ kata Suhanda tentang kendala pertumbuhan pasar. “Penetrasi akan meningkat jika ada affordability,” jelasnya.

Ia lalu menghimbau pemerintah untuk memberikan dukungan dengan regulasi yang efektif dan kondusif. “Dukungan pemerintah sangat diharapkan agar seluruh transaksi hanya menggunakan mata uang Rupiah, bukan mata uang asing sehingga tingkat pertumbuhan pembelian tidak terganggu oleh fluktuasi mata uang asing,” kata Suhanda. Ia juga berharap pemerintah memberikan dukungan melalui program SNI dan program label bahasa Indonesia yang konsisten.

Peluang Besar

Selain daya beli masyarakat, Mahendra menekankan perlunya konektivitas akses Internet, termasuk Wi-Fi yang gratis di jalan-jalan protokol yang bisa diakses oleh anak-anak sekolah atau mahasiswa. “Konektivitas juga penting untuk (mendukung) penetrasi. Perlu terus sinergi dengan stakeholder dan peran daerah,” kata Mahendra.

Maklum penggunaan dan populasi PC dan Internet di Indonesia baru mencapai 4%, sangat rendah jika dibandingkan jumlah penduduk negara kita yang 230 juta. Juga tertinggal jauh dibandingkan negara-negara tertangga.

Anindya N. Bakrie (Waketum Tetap Telematika KADIN Indonesia) mengamini terbatasnya penetrasi Internet di tanah air. “Di Indonesia kurang dari 10%. Australia 70%, Malaysia dan Cina di bawah 50%, “ kata kakak kandung dari Adrie Bakrie yang menikahi artis Nia Ramadhani itu.

Namun menurut Anindya, justru ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan kinerja untuk menjadi pemain di negara sendiri “Harus wujudkan masyarakat Indonesia berbasis pengetahuan. TI bisa menjadi sarana, enabler untuk pecahkan berbagai masalah di luar negeri maupun dalam negeri. Tidak ada alasan Indonesia tidak bisa memimpin di industri perangkat komputer. Harusnya dengan bantuan pemerintah bisa ciptakan economy of scale yang bisa bersaing. Kita sudah punya industri domestik yang kuat,” urainya. “Sudah waktunya Indonesia memimpin di percaturan dunia,” tegasnya lagi.

“ Komputer Indonesia tidak berkembang tanpa infrastruktur. Tanpa infrastruktur pendukung, penjualan komputer tidak akan maju,”cetus Syahfirie Manaf dari Bank Dunia. Ia merujuk pada prediksi data belanja TI tahun ini yang bernilai total US$ 8,1 miliar, yang naik 7,43% dibandingkaan tahun 2009.

“Pertumbuhan 7,43% kurang bagus untuk industri komputer di Indonesia,” katanya membandingkannya dengan tingkat inflasi 6%. “Harus mendorong pemerintah untuk percaya pada produk-produk Indonesia,” pesannya. Syahfirie tidak menyarankan pengusaha maupun pemerintah daerah untuk mengandalkan pinjaman dari Bank Dunia untuk urusan ICT (information communication technology). Sebab, “program yang berhubungan dengan TI secara utuh tidak ada. Program World Bank anggap ICT tidak termasuk karena bisa ditangani oleh pemerintah sendiri,” terangnya.

“Jangan terlalu produk luar negeri minded,” kata Timothy. “Bikinlah merek sendiri, jangan merakit komputer tanpa merek,” ajaknya kepada semua pengusaha komputer di tanah air.

Jadi, mari kita tunggu kehadiran PC-PC lokal yang bisa membuat kita bangga dan makin bangg

Peringkat Cyber Crime Indonesia Naik Terus

Ada kabar tak mengenakkan datang dari Symantec terkait hasil monitornya tentang aktivitas ancaman di Internet yang dipaparkan di hotel Grand Hyatt, Jakarta kemarin (29/4). Indonesia kini sudah termasuk dalam peringkat Top 10. Begitu tercantum dalam laporan bertajuk Internet Security Threat Report XV perioda Januari – Desember 2009.

Dituturkan oleh Albert Lay (Pre-Sales Consultant, Symantec), pada tahun 2008, negara kita duduk di tangga ke-12 dalam urutan negara di kawasan Asia Pasifik yang memiliki kegiatan jahat (malicious) berdasarkan negara. Namun tahun berikutnya, 2009, peringkatnya melonjak cepat, dan langsung duduk di peringkat 9, di apit oleh Australia di peringkat 8 dan Filipina di peringkat 10.

“Secara total, untuk kawasan APJ (Asia Pasifik, Jepang), Indonesia berkontribusi atas 3% dari total regional kegiatan malicious. Indonesia merupakan pendatang baru dalam ranking Top 10 kegiatan malicious menurut negara,” kata Albert.

Tak cuma di kegiatan dengan niat jahat peringkat Indonesia naik. Di peringkat Top Web-based Attack berdasarkan lokasi pun begitu. Berdasarkan pantauan Symantec sepanjang tahun 2009, Indonesia kini duduk di peringkat 8, atau 3% dari total regional.

Untuk kode bertipe malicious berdasarkan geolokasi pun, ada kenaikan peringkat. Indonesia masuk dalam lokasi nomor 2 jika ditinjau berdasarkan jumlah potensi infeksi virus selama tahun 2009 di wilayah Asia Pasifik. Negara kita adalah lokasi kedua terbesar untuk Sality.AE, virus yang menghapus layanan dan aplikasi-aplikasi sekuriti. Di nomor 1 adalah India, dan nomor 3 ditempati oleh Cina. Namun untuk penyebab yang berasal dari backdoor, worms atau trojan, untungnya negara kita tidak disebut-sebut dalam daftar Top 3 itu. Untuk worms (Downadup dan Almanahe), India adalah jawaranya. Untuk backdoor dan trojans, Cina adalah negara nomor 1.

Indonesia juga terdaftar di peringkat 9 untuk lokasi phishing yang menyasar jasa-jasa finansial, dan urutan ke 8 untuk negara asal spam. Berita baiknya, Indonesia tidak termasuk dalam negara penyerang (spammer) untuk kawasan Asia Pasifik. Untuk urusan serang-menyerang ini, jagoannya adalah berturut-turut AS, Jepang, Cina, dan Korea Selatan.

Albert mengingatkan, bahwa ancaman akan semakin banyak karena titik masuknya pun kini semakin terbuka lebar. Penyebabnya adalah maraknya penggunaan jejaring sosial seperti Facebook, kian banyaknya pengguna broadband Internet, dan kurangnya penegakan hukum di cybercrime.

“Jumlah malware makin banyak karena attack toolkit semakin banyak tersedia. Attack toolkit mempermudah para pemula melakukan pencurian. Apalagi toolkit bisa dibeli secara online maupun didapatkan secara gratis. Lihat saja tahun lalu (2008), Symantec mengeluarkan 1,8 juta signature, tapi tahun 2009 jumlahnya naik menjadi sekitar 2,9 juta,” jelas Raymond Goh (Director, System Engineering, Asia South Region, Symantec).

Albert dan Raymond menegaskan perlunya program kesadaran sekuriti di semua kalangan, khususnya generasi muda, saat mengakses Internet. “Misalnya apa yang perlu dan tidak perlu dimasukkan ke profil ada jejaring sosial seperti Facebook, bagaimana cara akses Web yang aman. Tidak ada kata terlalu muda untuk belajar security awareness. Semakin muda (dimulainya), semakin bagus,” tegas Raymond.

“Cyber criminal menyasar orang dari sisi lemah mereka, jadi (kita) perlu meningkatkan security awareness untuk akses broadband, utamanya anak-anak muda. Mereka harus belajar memproteksi diri sendiri dengan menggunakan antivirus, firewall, dan lain-lain. Kita Juga perlu mengedukasi pengguna baru atau awam tentang cara memproteksi diri sendiri,” kata Raymond. “Cyber criminal akan terus fokus ke pengguna baru dan hal-hal yang simpel, seperti celah di browser