Category Archives: Microsoft Office

Windows 10 Akan Dibagikan Gratis dan Dukung Torrent Download

Sistem operasi Windows 10 masih dalam proses finalisasi oleh Microsoft. Perusahaan asal Redmond itu dikabarkan sedang menyiapkan build 10036 yang disinyalir bakal mendukung metode peer-to-peer (P2P) dalam mengunduh aplikasi atau update OS.

Namun, dikutip dari Ars Technica, Minggu (15/3/2015), metode P2P tersebut akan menjadi fitur opsional saja, dan jika diaktifkan maka akan memiliki dua mode, sistem akan mampu menerima update dari sistem lain di jaringan yang sama, atau dari jaringan lokal dan internet sekaligus.

Selama ini, metode update yang dimiliki oleh Microsoft adalah satu PC mengunduh update sendiri-sendiri. Cara itu dikeluhkan oleh perusahaan-perusahaan besar karena membutuhkan bandwidth yang besar. Terlebih, update tertentu ukurannya mencapai ukuran gigabyte. Tentunya selain menghabiskan banyak bandwidth, juga membuang banyak waktu.

Perusahaan-perusahaan besar selama ini bisa menghindari pemborosan itu dengan menggunakan Windows Server Update Services (WSUS), yang mengunduh semua update sekali ke server update lokal yang dimiliki masing-masing perusahaan. Komputer-konmputer lain yang terhubung dengan server kemudian mendapatkan update dari sistem lokal.

Belum jelas teknologi siapa yang akan dipakai Microsoft untuk melakukan update P2P. Microsoft sendiri telah menambahkan API P2P semenjak Windows XP SP1, namun API tersebut belum banyak dipakai software-software. Namun pada 2013 lalu, Microsoft diketahui mengakuisisi perusahaan Panda Networks, perusahaan yang juga mengembangkan software P2P, seperti BitTorrent yang memiliki server khusus dan alokasi bandwidth yang pintar.

Sistem operasi Windows 10 yang lama ditunggu-tunggu akhirnya mendapat kepastian dari Microsoft. Raksasa piranti lunak tersebut mengumumkan bahwa sistem operasi tersebut dapat diunduh gratis.

Namun ada syaratnya. Seperti dikutip dari The Verge, Kamis (22/1/2015), Executive Vice President of Operating System Microsoft Terry Myerson mengatakan Windows 10 gratis untuk pengguna yang sudah memiliki Windows 7 atau Windows 8.1. Upgrade gratis tersebut bisa dilakukan dalam waktu terbatas, yaitu selama rentang setahun setelah peluncuran Windows 10. Microsoft sendiri belum mengumumkan harga banderol piranti lunak ini, bila masa setahun itu sudah lewat.

“Segalanya tentang Windows 10, pengalaman, layanan dan upgrade gratis tersebut berarti suatu manfaat berkelanjutan untuk pelanggan kami. Generasi baru Windows adalah komitmen, untuk membebaskan orang dari teknologi dan membuat mereka bisa melakukan sesuatu yang hebat,” tulis Terry dalam blog Windows. Sayangnya, masih ada hal yang belum jelas di sini. Pengguna Windows 7 memang bisa mengunduhnya gratis, tapi apakah sistem operasi yang baru akan cocok dengan perangkat keras yang lama?

Microsoft telah mendaftarkan paten merek dagang “Windows 365” pada akhir Januari lalu. Nama tersebut mirip dengan Office 365, layanan aplikasi Office berlangganan milik Microsoft. Disinyalir, Microsoft bakal menerapkan model langganan yang sama untuk sistem operasi terbarunya nanti, Windows 10. Dikutip dari Digital Trends, Rabu (11/2/2015), alih-alih meminta bayaran yang besar satu kali di muka, Microsoft bisa saja menawarkan Windows 10 ke pengguna baru dengan langganan per tahun.

Microsoft sendiri telah mengumumkan bahwa WIndows 10 akan menjadi upgrade gratis bagi pengguna Windows 7, WIndows 8.1, dan Windows Phone. Namun, upgrade gratis tersebut menurut Microsoft hanya berlaku selama satu tahun saja. Artinya, pengguna bisa jadi diharuskan untuk mendaftar atau berlangganan setelah tahun pertama itu. Atau jika pengguna meng-upgrade di luar tahun pertama tersebut, mereka harus membayar sejumlah uang. OS Chief di Microsoft, Terry Myerson dalam sebuah event yang diselenggarakan Microsoft juga pernah berkata, “Dengan Windows 10, kami membuat Windows lebih seperti sebuah layanan.”

Apakah yang dimaksud oleh Myerson itu Microsoft akan menerapkan sistem berlangganan? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang pasti, Microsoft tidak akan menjual lisensi Windows 10 dengan cara tradisional seperti sebelumnya. Kemungkinan lain, merek dagang yang patennya didaftarkan Microsoft tersebut adalah sebagai upaya defensif perusahaan agar tidak digunakan oleh pihak lain.

Advertisements

Mircosoft Resmi Rilis Office Untuk iPad

Microsoft resmi meluncurkan versi baru dari Office yang dirancang khusus untuk iPad, Kamis, 27 Maret 2014. Layanan program ini sudah menarik minat 1 miliar pengguna. Dengan meluncurkan Office untuk iPad, kini perangkat tablet dari Apple itu bisa menjalankan Microsoft Word, Excel, dan Power Point dengan antar muka tanpa mouse, melainkan dengan sentuhan jari.

“Ini adalah contoh yang baik dan sempurna dari pelayanan yang kami berikan. Ini akan membuat pengalaman Office lebih besar,” kata Julia White, general manajer untuk Office di Microsoft, seperti dilansir Fox News, Kamis, 27 Maret 2014.

Aplikasi ini, yang saat ini sudah tersedia di Apple Store, tersedia dengan kontrol sentuh yang canggih dan tools lainnya. Office untuk iPad ini juga menyediakan kustom khusus tablet iOS itu.

Microsoft juga menyediakan keyboard khusus untuk mempermudah penggunaan Excel. Disediakan juga fitur long-press penunjuk laser untuk keperluan Power Point.

Office untuk iPad sudah tersedia sejak pukul 11.00 waktu Amerika. Semua penguna iPad bisa mulai mengunduh aplikasi ini. Namun, untuk penggunaan secara penuh, pengguna aplikasi Office iPad ini harus berlangganan dengan Office 365.

Biaya berlangganan USD$ 6,99 per bulan, sekitar Rp 79 ribu, dan USD$ 69,99, sekitar Rp 800 ribu untuk per tahun. Dari biaya tersebut, kabarnya Apple mendapatkan 30% dari penjualan Office untuk iPad.

Spefisikasi Dan Review Nokia X Android

Telepon seluler pintar Nokia X akhirnya resmi diluncurkan di Indonesia. Nokia X menjadi ponsel pertama Nokia yang dibekali sistem operasi Android. Meski menggunakan sistem operasi Android, Nokia X tetap bisa menjalankan aplikasi yang berasal dari Nokia Signature dan Microsoft yang sebelumnya lazim ada di ponsel pintar Nokia.

Product Marketing Manager Nokia Indonesia, Wirda Haryany, mengatakan ponsel ini ditargetkan mampu menjangkau berbagai kalangan di tanah air. “Ini harganya kompetitif dengan fitur yang lengkap,” ujar Wirda di Jakarta, Kamis, 27 Maret 2014. Untuk ukuran ponsel pintar, harganya dapat dikatakan murah yaitu Rp 1,6 juta. Nokia X bisa dijumpai di seluruh Indonesia mulai 12 April mendatang.

Wirda menyebutkan sejumlah keunggulan yang ditawarkan Nokia X. Ponsel ini memiliki tampilan ramping dengan ukuran layar 4 inci, serta ketebalan 10,4 milimeter. Prosesor yang digunakan 1 gigahertz dual-core dengan RAM 512 gigabita. Sistem operasinya adalah Android Open Source Project 4.1. Namun, Wirda belum memastikan ketersediaan update Android untuk seri yang lebih baru.

“Ponsel ini menghadirkan dobel kartu SIM untuk menunjang komunikasi penggunanya,” kata Wirda. Dia melanjutkan, konektivitas Nokia X ditunjang oleh jaringan 3G. Aplikasi unggulan Nokia yang dihadirkan, antara lain Mix Radio yang menyediakan 21 juta lagu secara gratis. MixRadio memungkinkan penggunanya untuk membuat daftar lagu secara offline. Kemudian, aplikasi HERE Maps, berupa peta dan rute perjalanan.

Selanjutnya adalah aplikasi yang berasal dari Microsoft, yakni Skype, OneDrive, dan Microsoft Outlook. Seluruh aplikasi Android yang sudah ada, dapat dijalankan di Nokia X. Cara memperoleh aplikasi Android dengan mengunduhnya melalui Nokia Store, toko online pihak ketiga, dan Sideload. Setiap pembeli Nokia X akan mendapatkan layanan gratis telepon melalui Skype. Ada juga gratis fasilitas OneDrive dengan kapasitas 7 gigabita dengan cara memasukkan Microsoft ID. Kapasitas dapat ditambah menjadi 10 gigabita jika melakukan sinkronisasi file.

Laman antarmuka atau user interface Nokia X, hadir dengan format tile seperti yang sebelumnya ada di Nokia Lumia. Terdapat fitur Fastlane yang memungkinan pengguna mengatur laman utamanya. “Fastlane dapat merekam segala aktivitas yang sudah dilakukan, seperti lagu apa yang diputar,” kata Wirda. Dengan fitur itu, pengguna tidak perlu repot membuka fitur media ketika ingin memutarnya kembali. Fastlane juga dapat memunculkan notifikasi berupa penanda surat elektronik atau pesan yang masuk, ke layar utama. Notifikasi dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan selera pengguna.

Dalam memasarkan Nokia X di Indonesia, Nokia menggandeng mitranya, PT Telkomsel. Penjualan dilakukan melalui bundling dengan data, gratis pesan singkat, dan telepon selama tiga bulan. Telkomsel memberlakukan sistem pemotongan pulsa untuk setiap pembelian aplikasi melalui Nokia X.

Product Marketing Manager Nokia Indonesia, Wirda Haryany, yakin kehadiran telepon seluler pintar Nokia X tidak akan menggerus pasar Nokia Asha di Indonesia. Nokia Asha dikenal sebagai ponsel pintar yang harganya murah. Adapun Nokia X, yang baru meluncur di Tanah Air, juga dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp 1,6 juta.

“Portfolio antara Nokia Asha dan Nokia X saling melengkapi, jadi tidak akan saling menekan,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 27 Maret 2014. Wirda mengatakan terdapat perbedaan segmen pengguna kedua jenis ponsel tersebut.Wirda mengklaim Nokia Asha selama ini berhasil mempertahankan kekuatan kontennya. Sedangkan Nokia X menjanjikan kelengkapan fitur dan aplikasi yang berasal dari Android, Microsoft, dan Nokia Signatures.

Nokia X resmi diluncurkan di Indonesia hari ini dan dipasarkan mulai 12 April mendatang. Perangkat ini hadir dalam penampilan yang ramping dengan layar 4 inci dan ketebalan 10,4 milimeter.Ponsel ini menggunakan sistem operasi Android Open Source Project 4.1. Wirda enggan memastikan apakah sistem operasi itu dapat sewaktu-waktu diperbarui ke seri Android yang lebih anyar atau tidak. “Kalau upgrade pasti ada, namun seperti apa ketersediaannya, tunggu saja,” kata dia.

Prosesornya 1 gigahertz dual-core dengan RAM 512 gigabita. Baterainya memiliki kekuatan 1.500 mAh. Kameranya hanya terdiri atas kamera belakang dengan resolusi 5 megapiksel tanpa dilengkapi LED flash. Sedangkan mengenai seri Nokia Android lainnya, yaitu Nokia X Plus dan Nokia XL, Wirda enggan memastikan apakah keduanya akan hadir di Indonesia atau tidak. “Kalau ada kabar terbaru, pasti kami sampaikan,” ucapnya.

Nokia akhirnya meluncurkan telepon pintar Nokia X di Indonesia, Kamis, 27 Maret 2014. Ponsel pintar yang dijalankan dengan sistem operasi Android ini merupakan hal yang istimewa karena selama ini Nokia dibekali dengan sistem operasi Windows Phone.

Sebelumnya, Nokia X sudah diperkenalkan lewat ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Februari lalu. “Nokia X dapat menjalankan aplikasi Android, Microsoft, dan Nokia Signature Apps,” ujar Presiden Direktur Nokia Indonesia William Hamilton-Whyte di Jakarta.

William mengatakan, meski menggunakan sistem operasi Android, Nokia X tidak akan menanggalkan ciri khasnya sebagaimana seri terdahulu. “Fitur utama andalannya adalah musik, video, dan permainan,” katanya.Nokia X memiliki ukuran layar 4 inci dengan ketebalan 10,4 milimeter. Prosesor yang digunakan adalah 1 gigahertz dual-core dengan RAM 512. Sistem operasi yang digunakan adalah Android Open Source Project 4.1. Product Marketing Manager Nokia Indonesia Wirda Haryany enggan memastikan apakah sistem operasi itu dapat sewaktu-waktu diperbarui ke seri Android yang lebih anyar atau tidak. “Kalau upgrade, pasti ada. Namun seperti apa ketersediaannya, tunggu saja,” katanya di tempat yang sama.

Aplikasi unggulan Nokia yang dihadirkan antara lain MixRadio yang menyediakan 21 juta lagu secara gratis. MixRadio memungkinkan penggunanya untuk membuat daftar lagu secara offline. Kemudian, aplikasi HERE Maps berupa peta dan rute perjalanan. Selanjutnya adalah aplikasi yang berasal dari Microsoft, yakni Skype, OneDrive, dan Microsoft Outlook. Seluruh aplikasi Android yang sudah ada dapat dijalankan di Nokia X. Cara memperoleh aplikasi Android adalah dengan mengunduhnya melalui Nokia Store, toko online pihak ketiga, dan Sideload.

Satu unit Nokia X dibanderol Rp 1,6 juta dan dipasarkan di Tanah Air mulai 12 April mendatang. Nokia X tersedia dalam enam pilihan warna, yaitu merah, hijau, cyan, kuning, putih, dan hitam. “Kami ingin menjangkau seluruh masyarakat Indonesia dengan menjual produk yang terjangkau,” ujar Wirda.

Pertarungan Dua Raksasa Antara Google dan Microsoft

Google dan Microsoft merupakan dua perusahaan teknologi yang sedang berkembang saat ini. Google unggul di industri Internet dan software, sementara Microsoft unggul pada Office dan hardware. Persaingan dan kasus antara kedua perusahaan itu memang pernah terjadi.

Salah satu kasus yang sempat terjadi antara keduanya adalah Google pernah meminta Microsoft menghapus aplikasi YouTube pada ponsel Windows karena dianggap melanggar aturan dan perjanjian yang telah dibuat. Kejadian itu berlangsung selama dua kali. Microsoft sampai harus menarik aplikasi YouTube yang telanjur diperbarui di ponsel Windows.

Kedua perusahaan itu juga bersaing dalam dunia ponsel pintar. Nama Google terus naik ketika sistem operasi Android menjadi yang teratas untuk ponsel pintar. Hasil kerja sama dengan Samsung, HTC, Nexus, LG, dan vendor lainnya membuat Google menjadi penyedia OS terlaris.

Sedangkan Microsoft harus tersungkur karena ponsel Windows buatannya tidak berjalan baik saat pertama kali diluncurkan 2010 lalu. Namun keadaan mulai membaik setelah Microsoft menggandeng Nokia untuk inovasi ponsel pintar. Kini Nokia Lumia menjadi salah satu ponsel dengan pertumbuhan yang cepat.

Di balik persaingan itu ternyata keduanya sama-sama mempedulikan keamanan pelanggan. Google dan Microsoft sama-sama membentuk aksi kampanye “Reform Government Surveillance” untuk melawan aksi NSA yang memata-matai pengguna layanan online.

Sebagai CEO baru, misi utama Satya Nadella adalah menyetarakan kedudukan Microsoft dengan Google. Nadella juga berharap agar perusahaan milik Bill Gates itu mampu terus berinovasi menciptakan produk terbaik untuk masyarakat.

Google Didesak Untuk Atasi Peredaran Software Bajakan Milik Microsoft

Google menerima banyak komplain terkait dengan maraknya website yang diyakini memfasilitasi praktek download ilegal, terutama yang menyasar produk Microsoft. Komplain tersebut melaporkan banyaknya praktik pembajakan pada material yang diproduksi perusahaan hiburan.

Dikutip dari Economic Times, Jumat (25/5/2012), mereka yang melaporkan tentunya berharap penegakan hukum yang lebih tegas terhadap praktik pembajakan online.

Pembajakan yang kian merajelela ini terlihat pada data terbaru yang dirilis Google. Adapun tujuan dirilisnya data ini adalah memberikan pemahaman yang lebih baik akan penyalahgunaan properti intelektual di internet.

Laporan yang diterima Google sejak Juli 2011 tersebut meminta sang raksasa internet menghapus konten yang melanggar hak cipta dari indeks mesin pencarian.

Berkenaan dengan Microsoft, tercatat ada lebih dari 2,5 juta komplain yang meminta Google menghapus link yang melanggar hak cipta raksasa software tersebut. Microsoft sendiri memang telah lama mengadukan praktik download ilegal software besutannya.

Inilah Tampilan Terbaru Microsoft Office 15

Tahun 2012 ini, Microsoft telah menjanjikan akan merilis software perkantoran dan bisnis Microsoft Office generasi terbaru. Adalah Office 15 yang siap melanjutkan tongkat estafet Office versi sebelumnya, Office 2012.

Saat ini Office 15 masih dalam tahap pengembangan dan sepertinya Microsoft akan segera merilis versi beta tak lama lagi, bisa jadi berbarengan dengan versi beta Windows 8.

Pada Kamis (9/2/2012), Microsoft membocorkan tampilan antarmuka Office 15 yang nampak lebih simpel dan bersih dibandingkan versi pendahulunya. Perusahaan software raksasa ini memperlihatkan tampilan Office 15 untuk Word, Excel, PowerPoint dan OneNote dalam sebuah video yang dipublikasi oleh situs teknologi The Verge.

Pada screenshot di bawah ini, Anda dapat melihat bagaimana Microsoft memasukkan lebih banyak ruang putih, dan menggunakan lebih sedikit baris agar penggunanya dapat lebih fokus pada konten.

Ribbon (pita) pada gambar-gambar di atas sedang tidak diaktifkan. Microsoft masih menyembunyikan desain Ribbon pada Office 15.

Jelas terlihat, ada indikasi bahwa tampilan Office 15 disesuaikan dengan tampilan Metro yang kelak akan digunakan pada sistem operasi (OS) terbaru Microsoft, Windows 8.

Dan tidak menutup kemungkinan pula, Microsoft tengah menyiapkan Office 15 agar bisa digunakan untuk perangkat tablet bersistem operasi Windows 8.

Perusahaan Microsoft Akan Luncurkan Layanan Cloud Berbasis Di Bali

Perusahaan perangkat lunak komputer Microsoft bersama Metrodata berekspansi ke kawasan timur Indonesia untuk memperluas jaringan pasar layanan komputasi awan (cloud computing).

Ekspansi ditandai dengan pembukaan kantor operasional di Bali dan mengujicoba layanan komputasi awannya baru-baru ini.

“Penerapan teknologi informasi tepat guna bagi peningkatan produktivitas dan penciptaan efisiensi bisnis tidak dapat ditunda lagi. Kami siap mendukung para pelaku ekonomi di daerah ini hingga ke Mataram dan Kupang,” kata Amalia Fahmi, Direktur SMS & P Microsoft Indonesia di Denpasar, Sabtu.

Bersama John Muljana dari PT Metrodata E Bisnis, selaku mitra pengembangan jaringan kerja, dijelaskan bahwa langkah pengembangan pasar atau market development program (MDP) itu sebagai bentuk dukungan kepada komunitas bisnis.

“Dalam program pengembangan pasar ini kami membidik komunitas bisnis sejak dari Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, kemudian kini masuk Bali dan Nusa Tenggara,” kata Amalia yang juga disertai Arthur Koentjorowibowo selaku pimpinan bisnis kecil-menengah Microsoft.

Dia menegaskan bahwa kehadirannya di Bali dan kawasan timur Indonesia bukan untuk melakukan penyisiran atau “sweeping” terkait maraknya penggunaan perangkat lunak atau program komputer bajakan, melainkan untuk mendukung pengembangan bisnis yang akan berbanding lurus terhadap kemajuan ekonomi daerah.

Terkait uji coba penerapan komputasi awan yang mulai banyak dibicarakan sebagai “green IT” atau teknologi informasi ramah lingkungan, Amalia membuka kesempatan kepada kalangan bisnis yang berminat mengaplikasikannya guna mendukung kapasitas dan kecepatan akses data.

Ketua II Asosiasi Profesional IT Bali, Armika Jaya, yang hadir bersama tim-nya sebagai pendukung kedua perusahaan tersebut, mengakui perkembangan teknologi informasi begitu cepat dan kini memasuki tahapan sistem komputasi awan.

“Keberadaan server, harddisk eksternal dan sejenisnya di masing-masing perusahaan, masih tetap diperlukan. Sistem komputasi awan justru sebagai solusi mengatasi keterbatasan kapasitas dan kecepatan dari teknologi yang sudah ada. Sebagian besar data bisa dipindahkan ke sistem komputasi awan sehingga tak mengganggu kecepatan akses data,” ujarnya.

Armika menambahkan, kehadiran Microsoft tidak hanya berbicara tentang pentingnya penggunaan piranti lunak asli dan berlisensi, tetapi juga memberikan edukasi tentang cloud computing sebagai solusi terjangkau bagi perusahaan, termasuk UKM.

“Dengan menerapkan sistem `komputasi awan`, perusahaan skala kecil dan menengah pun akan dapat mewujudkan produktivitas dengan cara mengubah belanja modal menjadi belanja operasional,” ucapnya.