Monthly Archives: January 2015

Perbedaan Samsung Galaxy A3 dan A5 Yang Memakai Casing Logam

Samsung resmi merilis duo seri Galaxy A, yaitu Galaxy A3 dan Galaxy A5, di pasar Indonesia, Kamis (29/1/2015). Hadir dengan pinggiran bahan logam dan “wajah” yang persis sama, ternyata ada begitu banyak perbedaan yang dimiliki oleh keduanya. Apa saja? Satu hal yang paling kentara adalah ukuran dari kedua perangkat tersebut. Galaxy A5 berbentangkan layar yang lebih besar dibandingkan Galaxy A3. Layar A5 berukuran 5 inci yang mendukung resolusi 1.280 x 720 piksel. Sementara, Galaxy A3 memiliki layar 4,5 inci dengan resolusi 960 x 540 piksel. Keduanya menggunakan layar bertipe Super Amoled.

“Perbedaan paling mencolok ada di ukuran layar,” ujar Ega Praditya, Product Marketing Manager Samsung Mobile, dalam acara peluncuran seri Galaxy A di Jakarta. Dari segi spesifikasi, Galaxy A5 lebih bertenaga ketimbang sang adik. Ia menggunakan prosesor quad-core berkecepatan 1,2 GHz yang dikombinasikan dengan RAM 2 GB. Sementara, meski menggunakan prosesor yang sama, Galaxy A3 tidak memiliki RAM setinggi Galaxy A5. RAM yang digunakan sebesar 1 GB.

Dari segi kamera, resolusi sensor kamera utama Galaxy A5 lebih tinggi dari saudara kembarnya tersebut. Galaxy A5 hadir dengan kamera belakang 13 megapiksel dan Galaxy A3 dipersenjatai kamera 8 megapiksel. Sedangkan, untuk kamera depan, keduanya memiliki resolusi sensor yang sama, yakni 5 megapiksel.

Perbedaan lainnya terletak di sisi dukungan jaringan, Galaxy A5 sudah mendukung 4G LTE dan Galaxy A3 hanya mendukung jaringan HSPA+. “Sebenarnya kami ingin membawa seri Galaxy A3 versi 4G LTE juga. Akan tetapi, Indonesia masih baru mendukung jaringan 4G LTE. Oleh karena itu, kami lebih fokus ke yang 3G dulu,” ungkap Ega.

Berikut tablet perbedaan spesifikasi antara Galaxy A3 dan Galaxy A5:

Samsung Galaxy A3 Samsung Galaxy A5
Bentang layar 4,5 inci 5 inci
Resolusi layar 960×540 piksel 1280×720 piksel
Jenis layar Super AMOLED Super AMOLED
Ketebalan 6,9 mm 6,7 mm
Prosesor A53 1,2 GHz quad-core A53 1,2 GHz quad-core
RAM 1 GB 2 GB
Internal storage 16 GB 16 GB
Micro SD Hingga 64 GB Hingga 64 GB
Kamera utama 8 megapiksel 13 megapiksel
Kamera sekunder 5 megapiksel 5 megapiksel
Sitem operasi Android 4.4 KitKat Android 4.4 KitKat
Baterai 1,900 mAh 2,300 mAh
Dukungan Jaringan HSPA+ 4G LTE

 

Daftar 5 Smartphone Android dengan Snapdragon 801

Smartphone-smartphone premium yang dikembangkan oleh berbagai vendor di dunia pastinya memiliki spesifikasi hardware yang tinggi. Salah satunya ditandai dengan penggunaan prosesor kelas atas seperti Qualcomm Snapdragon 801. Berikut ini beberapa smartphone Android kelas flagship yang telah dilengkapi dengan prosesor tersebut:

1. LG G3
Smartphone ini memiliki keunggulan pada fitur-fiturnya yang unik seperti sandi yang diketuk pada layar dan tombol yang berada di bawah kamera belakang. Selain itu, LG G3 memiliki spesifikasi hardware yang tinggi dengan telah dibenamkannya prosesor Snapdragon 801 Quad-core 2.5 GHz, RAM 2 GB atau 3 GB, dan penyimpanan internal 16 atau 32 GB.

2. Samsung Galaxy S5
Salah satu smartphone flagship dari Samsung. Telah dibenamkan prosesor Snapdragon 801 Quad-core 2.5 GHz, RAM 2 GB, dan penyimpanan internal 16 atau 32 GB. Galaxy S5 juga memiliki kemampuan pemindai sidik jari dan dapat mengukur denyut nadi.

3. Oppo Find 7
Ini merupakan smartphone flagship dari Oppo. Memiliki fitur-fitur yang menarik dan telah dilengkapi dengan prosesor Snapdragon 801 quad-core 2,5 GHz. Selain itu, dilengkapi juga dengan RAM sebesar 3 GB dan penyimpanan internal 32 GB.

4. HTC One M8
Smartphone flagship yang unik dengan memiliki dua kamera pada bagian belakang casing ini mempunyai prosesor Snapdragon 801 quad-core 2,5 GHz. Selain itu, dilengkapi juga dengan RAM sebesar 2 GB dan penyimpanan internal 16 atau 32 GB.

5. Sony Xperia Z3
Sony terkenal dengan smartphone yang memiliki kemampuan tahan di dalam air. Xperia Z3 merupakan smartphone flagship Sony yang memiliki prosesor Snapdragon 801 quad-core 2,5 GHz, RAM sebesar 3 GB, dan penyimpanan internal 16 atau 32 GB.

Review Samsung Galaxy J1 Android 64-bit

Samsung secara resmi memperkenalkan smartphone Android 64-bit low-end yang diberi nama Galaxy J1. Samsung Galaxy J1 menjadi keluarga baru lini J series yang diperkenalkan di awal tahun 2015 ini, setelah Samsung memperkenalkan keluarga A series pada akhir tahun lalu. Seri lain yang juga akan diperkenalkan Samsung tahun ini adalah keluarga E series.

Untuk Galaxy J1 sendiri, dikutip dari Phone Arena, Rabu (28/1/2015), smartphone low-end dengan ukuran layar 4,3 inci tersebut telah mengusung teknologi komputasi 64-bit yang didukung oleh prosesor quad-core Marvell PXA1908 1,2 GHz. Karena merupakan perangkat low-end, maka spesifikasi hardware yang disertakan Samsung tidak terlalu mencolok, seperti layar resolusi rendah 480 x 800 piksel, RAM 512 MB, penyimpanan internal 4 GB, dan baterai kapasitas 1850 mAh.

Kamera belakang dan depannya masing-masing memiliki sensor resolusi 5 dan 2 megapiksel. Kamera yang disertakan memiliki fitur Palm Selfie yang bisa mendeteksi telapak tangan untuk berfoto selfie. Dengan bobot 122 gram dan dimensi 129 x 68,2 x 8,9 mm, Galaxy J1 hadir dengan sistem operasi Android 4.4 KitKat dan tersedia dalam varian warna biru, hitam, dan putih.

Smartphone tersebut saat ini sudah mulai ditampilkan di situs web Samsung Malaysia. Belum diketahui apakah smartphone 64-bit low-end ini juga akan dibawa ke Indonesia oleh Samsung atau tidak.Samsung tampaknya belum puas merilis ponsel pintar Android di tahun 2013 ini. Di penghujung tahun, perusahaan asal Korea Selatan ini kembali meluncurkan sebuah smartphone Android bernama Galaxy J.

Samsung Galaxy J sendiri sebenarnya adalah varian lain dari Galaxy S4. Bedanya dengan Galaxy S4 pertama, ponsel yang satu ini mendukung jaringan LTE-A. Casing dari Galaxy J pun tampak lebih mewah dibandingkan generasi awal. Apabila Samsung Galaxy S4 menggunakan casing plastik, Galaxy J hadir dengan casing berbahan metal.

Spesifikasi dari Galaxy J termasuk dalam ponsel kelas atas. Ia menggunakan layar Super MOLED dengan bentang 5 inci dan mendukung resolusi Full HD 1.080 x 1.920 piksel. Samsung Galaxy J juga dipersenjatai dengan prosesor Snapdragon 800 2,3 GHz buatan Qualcomm, RAM 3 GB, penyimpanan internal berkapasitas 32 GB, dan baterai 2.600 mAh.

Dari segi kamera, seperti dikutip dari Phone Arena, Selasa (10/12/2013), Galaxy J dilengkapi kamera 13 megapiksel di bagian belakang dan 1,9 megapiksel di bagian depan. Produk ini berjalan di sistem operasi Android 4.3 Jelly Bean. Dengan penggunaan sistem operasi versi tersebut, tampaknya Galaxy J sudah mendukung penggunaan jam tangan pintar, yang juga merupakan besutan Samsung, Galaxy Gear.

Untuk sementara ini, Samsung Galaxy J baru tersedia di Taiwan dengan harga 21.900 dollar Taiwan atau sekitar Rp 8,9 juta.

Asus Luncurkan Zenfone 2 Dengan Layar 2,5 Inchi

Asus baru saja memperkenalkan smartphone ZenFone 2 pada ajang Consumer Electronics Show di awal tahun 2015 ini. Perangkat yang satu ini memiliki layar yang cukup besar, yakni 5,5 inci. Merasa layar tersebut terlalu besar? Jika ya, Asus dikabarkan akan merilis ZenFone 2 dalam ukuran layar yang lebih kecil. Seperti dikutip dari Phone Arena, Sabtu (24/1/2015), perusahaan asal Taiwan tersebut akan merilis varian ZenFone 2 dalam ukuran layar 5 inci. Varian kedua ini dikabarkan akan dirilis tidak lama setelah ZenFone 2 versi original hadir di pasar.

Sekadar informasi, ZenFone 2 dijadwalkan untuk masuk ke pasar smartphone pada Maret 2015 mendatang. Jika rumor ini berubah menjadi kenyataan, apa alasan Asus memutuskan untuk merilis ZenFone 2 yang lebih kecil? Menurut Phone Arena, semua seri ZenFone, baik yang berukuran 4, 5, dan 6 inci, cukup laris di pasar smartphone dunia. Oleh karena itu, mereka tidak mau menyia-nyiakan momentum ini dengan menghadirkan pilihan ukuran layar lainnya.

Meski memiliki ukuran lebih kecil, ZenFone 2 5 inci dikabarkan akan memiliki spesifikasi yang tidak jauh berbeda dari versi original. Ia dilengkapi prosesor Intel Atom Z3580 64-bit, kamera belakang 13 megapiksel, dan kamera depan 5 megapiksel. Perangkat tersebut juga akan mendukung jaringan 4G LTE dan berjalan di sistem operasi Android 5.0 Lollipop yang dipercantik dengan tampilan Zen UI buatan Asus sendiri.

Belum diketahui apakah ZenFone 2 5 inci tersebut akan hadir dengan RAM 4 GB atau tidak. Produk ini sendiri dikatakan akan dibanderol dengan harga yang lebih murah ketimbang versi original, meski tidak diungkapkan harga pastinya. Sebagai perbandingan, ZenFone 2 original akan dilepas dengan harga sekitar 200 dollar AS atau sekitar Rp 2,5 juta.

Pekan lalu, Asus memperkenalkan dua smartphone andalan terbarunya di ajang Consumer Electronics Show 2015. Kedua perangkat tersebut adalah ZenFone 2 dan ZenFone Zoom. Tidak butuh waktu lama bagi Asus untuk menghadirkan keduanya di pasar Indonesia. Meski tidak membeberkan tanggal pastinya, Juliana Chen, Country Product Group Leader Asus Indonesia, mengindikasikan bahwa keduanya sudah akan diperkenalkan pada awal kuartal kedua mendatang.

“Saya belum bisa membeberkan tanggal pastinya. Namun, waktu perilisan keduanya akan sama dengan waktu peluncuran ZenFone pertama kalinya di Indonesia,” ungkap Juliana di sela-sela acara peluncuran laptop game Republic of Gamer G550JK. Menurut penelusuran, Asus merilis seri perdana dari ZenFone pada April 2014 yang lalu. Saat ditanya, apakah ZenFone 2 dan ZenFone Zoom akan dirilis pada April 2015, Juliana sedikit mengangguk sambil tersenyum kecil, seperti ingin mengonfirmasikan pertanyaan tersebut.

Produk ZenFone 2 sendiri sebenarnya dapat dibilang cukup istimewa. Mengapa? Salah satu versi dari perangkat ini sudah dilengkapi dengan RAM 4 GB. Dapat dikatakan, produk tersebut merupakan ponsel pertama yang hadir dengan RAM sebesar itu. ZenFone 2 dengan RAM 4 GB ini nantinya akan dikombinasikan dengan prosesor Atom Z3580 2,3 GHz quad-core 64-bit, dan media penyimpanan internal 64 GB.

Adapun, versi standar dari ZenFone 2 dilengkapi dengan prosesor Atom Z3560 1,8 GHz quad-core 64-bit dari Intel, RAM 2 GB, dan media penyimpanan internal 16 GB. Sementara, ZenFone Zoom merupakan ponsel-kamera pertama besutan Asus. Ia dilengkapi dengan kemampuan kamera yang mumpuni, yakni optical zoom hingga 3x. Produk ini diklaim tetap dapat menjepret gambar yang baik, meski sudah di-zoom sampai 3 kali.

Di pasar global, Asus ZenFone 2 akan dilepas dengan harga mulai dari 199 dollar AS atau sekitar Rp 2,5 juta. Sedangkan Asus ZenFone Zoom dihargai 399 dollar AS atau sekitar Rp 5 juta. Belum diketahui, apakah keduanya akan menggunakan label harga yang sama dengan harga global atau tidak, saat diluncurkan di Indonesia nanti.

Pengguna Opera Indonesia Meningkat Tajam

Pengguna peramban Opera Software di Indonesia melonjak signifikan. Jumlah pengguna pada 2014 mencapai 30 juta, meningkat 154 persen dibanding tahun sebelumnya. Indonesia berada di urutan kedua dunia. “Dari tahun ke tahun pengguna (bertambah) di Indonesia,” kata juru bicara Opera Indonesia, Agnes Agastia, Jumat, 23 Januari 2015.

Opera menggandeng produsen telepon seluler Evercoss untuk aplikasi Opera Max yang baru diluncurkan. Aplikasi tersebut memiliki kelebihan dibandingkan Opera Mini, yakni layanan data terkompresi sehingga lebih cepat untuk layanan video dan foto. Opera Max langsung tertanam di telepon Android yang diproduksi Evercoss.

Agnes mengatakan, mayoritas pengguna peramban Opera adalah anak muda berusia 18-25 tahun. Namun, pengguna secara keseluruhan berusia antara 18-35 tahun. Opera Mini menjadi peramban yang paling populer digunakan untuk akses Internet di telepon seluler. “Opera Mini mampu menghemat 90 persen penggunaan data Internet,” ujar Agnes.

Untuk lebih mendekat kepada pengguna, Opera Indonesia menggelar acara Opera Run di kawasan car free day di Jalan Ijen, Malang, pada Ahad, 25 Januari 2015. Peserta Opera Run terbuka untuk umum, caranya dengan mendonasikan Rp 25 ribu untuk pendidikan bagi anak miskin. Peserta akan mendapat tiket dan kaus untuk kampanye bagi pendidikan anak miskin. Penyanyi dan penulis lagu Calvin Jeremy akan turut memeriahkan acara ini.

OnePlus Secara Eksklusif Hanya Akan Dijual Di Lazada

Perusahaan startup smartphone OnePlus hari ini mengumumkan peluncuran produknya di Indonesia. Perusahaan yang berkantor pusat di Shenzhen, Cina, itu menyasar pasar Indonesia yang tumbuh dengan cepat, namun dengan penetrasi smartphone yang masih relatif rendah – sekitar 23 persen dari populasi 250 juta.

Ponsel OnePlus akan dijual di Indonesia secara eksklusif melalui Lazada, platform e-commerce yang didukung oleh Rocket Internet. “Prioritas utama kami adalah produk kami dan pengguna kami. Kami bangga kerjasama eksklusif ini menawarkan konsumen Indonesia yang terbaik dalam dukungan purna jual dan logistik untuk meningkatkan pengalaman mereka terhadap produk One,” kata pendiri OnePlus Carl Pei, dalam rilisnya Jumat, 23 Januari 2015

OnePlus One akan tersedia di portal Lazada mulai bulan depan dan pusat layanan berikutnya juga akan dibuka di beberapa kota. OnePlus mengatakan OnePlus One 64GB Sandstone Hitam akan dijual Rp 4,499 juta. “Kami sangat senang dapat bermitra dengan OnePlus untuk meluncurkan smartphone andalan mereka, OnePlus One, secara eksklusif,” kata Magnus Ekbom, CEO Lazada Indonesia.

“2015 akan menjadi tahun besar bagi Lazada Indonesia, karena kami terus memperluas jangkauan pelanggan kami. Memiliki berbagai kategori dengan produk-produk eksklusif memungkinkan kami untuk menyediakan pengalaman belanja yang mudah, di mana pelanggan kami dapat menemukan sesuatu yang mereka butuhkan,” tambah Ekbom.

Di Indonesia, OnePlus akan menghadapi beberapa pembuat ponsel Android murah, termasuk Xiaomi, yang diluncurkan di Indonesia pada bulan Agustus. Pada bulan Desember, Xiaomi mengatakan kepada The Wall Street Journal sudah menjual lebih dari 100 ribu Redmi 1S (model termurah, yang dijual seharga sekitar US$ 120) dan pablet Redmi Note.

Seperti OnePlus, Xiaomi juga menghemat biaya overhead dengan menjual ponsel secara online.

Project Ara … Smartphone Murah Google Yang Bisa Dirakit Sendiri

Project Ara adalah proyek smartphone modular yang pertama dikembangkan oleh Motorola pada 2012, lalu dikembangkan lebih lanjut oleh Google. Proyek ini bertujuan membikin ponsel pintar yang aneka komponennya -seperti kamera, layar, dan baterai- bisa diganti-ganti, dipasang atau dicopot sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Google kini sedang bersiap meluncurkan program percontohan Project Ara di Puerto Rico pada paruh kedua 2015. Tapi seperti apa tepatnya ponsel Android “rakitan” Project Ara? Platform Ara terdiri dari sebuah perangkat smartphone dasar yang memuat komponen-komponen vital seperti prosesor dan antena seluler.

Nah, smartphone “dasar” tersebut bisa ditambahi aneka modul yang masing-masing memuat komponen tambahan, misalnya kamera atau baterai tadi. Bahkan layar smartphone Ara pun bisa diganti karena turut dibuat dalam bentuk modul.

Sebagaimana dikutip dari Engadget, Senin (19/1/2015), modul-modul tersebut dipasang ke smartphone Ara dengan memakai semacam magnet. Nantinya dalam smartphone turut akan disediakan software manajemen modul untuk mengatur kerja komponen-komponen modular tersebut. Aneka modul Ara juga bisa diimbuhi gambar dengan teknik dye sublimation sehingga pemiliknya bisa menambah sentuhan personal

Hingga kini smartphone Ara masih terus dikembangkan dan belum mencapai bentuk final, namun foto-foto purwarupa terbaru yang dilansir Engadget setidaknya bisa memberi gambaran mengenai bagaimana rupa perangkat itu nanti. Selengkapnya bisa disimak dalam rangkaian gambar di bawah. Inovasi terbesar dalam industri ponsel pintar, yaitu ponsel rakitan yang bisa diganti komponen perangkat kerasnya, akan segera menyapa konsumen. Google selaku pengembang ponsel rakitan rencananya mulai menjual produk itu pada Januari tahun 2015.

Hal ini diungkapkan Google dalam konferensi pengembang aplikasi Project Ara di Mountain View, California, Selasa (15/4/2014). Perangkat dasar dari ponsel rakitan itu disebut “Gray Phone” yang di dalamnya sudah terdapat komponen layar, baterai, prosesor, dan modul Wi-Fi.

Pemimpin tim Project Ara, Paul Eremenko mengatakan, Gray Phone akan dijual seharga 50 dollar AS. Sementara modul komponen lainnya, akan dijual terpisah dan nantinya bisa didapatkan di pasar. Pengguna dapat membeli modul komponen lain untuk membangun ponsel yang sesuai dengan kebutuhan. Menurut laporan PCWorld, ukuran modul itu dibuat sesuai standar yang telah ditetapkan Google.Untuk ketentuan harga komponen, akan diserahkan kepada perusahaan yang memproduksi modul komponen. Eremenko ingin ekosistem perangkat keras (hardware) untuk ponsel rakitan bisa berkembang cepat seperti ekosistem perangkat lunak (software) di Android. Hal ini dipandang bisa meningkatkan daya saing industri komponen perangkat keras.

Di bulan April 2015, Eremenko menargetkan perusahaan lain sudah dapat mengembangkan komponen perangkat keras untuk ponsel rakitan. Dari sisi sistem operasi, Google akan memikirkan agar Android dapat mendukung driver komponen perangkat keras yang tersedia untuk ponsel rakitan. Membuat Android dapat mendukung driver perangkat keras diakui Eremenko sebagai tantangan yang berat, namun ia optimis hal ini bisa direalisasikan pada Desember 2014.

“Memang benar bahwa Android tidak mendukung hardware yang dinamis saat ini,” kata Eremenko. “Kabar baiknya bahwa kami adalah Google,” tambahnya, disambut tawa para hadirin.Tim Project Ara yang mengembangkan ponsel rakitan Google berada di bawah divisi Advanced Technology and Projects (ATAP) yang sebelumnya dimiliki Motorola Mobility.

Setelah Google sepakat menjual Motorola Mobility ke Lenovo pada Januari 2014, divisi ATAP tidak ikut dijual dan kini dipegang oleh Google. Sekarang divisi tersebut dipimpin oleh Regina Dugan. ATAP akan terus melakukan penelitian dan pengembangan teknologi untuk Google. Di masa mendatang Lenovo mendapatkan kesempatan hak lisensi atas teknologi yang dikembangkan oleh ATAP.

Google sedang mengerjakan proyek ponsel pintar rakitan yang memungkinkan komponen perangkat keras pada ponsel bisa diganti dengan mudah. Google berharap ponsel rakitan itu bisa mulai dijual pada awal 2015 dan dibanderol dengan harga yang terbilang murah. Menurut laporan majalah Time, ponsel rakitan itu akan dijual ke pasar dengan harga 50 dollar AS (sekitar Rp 580.000). Ada tiga ukuran ponsel rakitan yang ditawarkan, yaitu Mini, Medium, dan Jumbo. Tebalnya tidak lebih dari 10 mm.

Google juga akan menyediakan komponen perangkat keras untuk ponsel rakitannya. Rencananya, Google hanya fokus menawarkan perangkat keras dengan spesifikasi dasar dan berharga murah. Proyek ponsel rakitan Google ini disebut sebagai Project Ara dan dikerjakan mulai musim gugur 2012 oleh tim Advanced Technology and Projects (ATAP) yang dipimpin Paul Eremenko.

Time melaporkan ponsel tersebut menggunakan komponen radio yang hanya mendukung koneksi Wi-Fi dan tidak menyediakan koneksi seluler. Kendati demikian, tim ATAP punya misi untuk menghadirkan dukungan koneksi seluler pada ponsel rakitan Google. Tim ini punya target menyelesaikan purwarupa (prototipe) ponsel rakitan dalam beberapa pekan mendatang.

Tim ATAP tidak menjelaskan ke negara mana saja ponsel rakitan itu akan dijual. Google rencananya akan menggelar konferensi pada April 2014 untuk memberi tahu secara detail tentang ponsel rakitan ini. Tim ATAP sebenarnya adalah sebuah divisi yang berada di bawah Motorola Mobility. Setelah Google sepakat menjual Motorola Mobility kepada Lenovo pada Januari 2014, divisi ATAP tidak ikut dijual dan kini berada di bawah Google.

ATAP akan terus melakukan penelitian dan pengembangan teknologi untuk Google. Nantinya, Lenovo mendapat kesempatan lisensi atas teknologi yang dikembangkan oleh ATAP.