Monthly Archives: July 2010

Pemerintah Amerika Telah Melegalkan Hacking dan Jailbreaking

Aktivitas hacking selama ini dianggap sebagai gerakan bawah tanah karena ilegal. Namun, kini hukum di AS telah melegalkan hacking, setidaknya untuk beberapa alasan yang masuk akal.

Hal tersebut tercantum dalam revisi peraturan hak cipta digital atau Digital Millenium Copyright Act (DCMA) yang diundangkan pada Senin (26/7/2010). The Library of Congress yang mengelola Kantor Hak Cipta di AS menyatakan, hasil tinjauannya memastikan bahwa tindakan semacam itu tidak berpotensi pencurian karya yang dilindungi hak cipta.

Dengan kelonggaran ini, konsumen bisa bebas melakukan tindakan seperti yang disebut jailbreaking. Misalnya, untuk unlock atau membuka proteksi pada smartphone iPhone buatan Apple agar bisa dipakai di jaringan seluler lainnya sesuai pilihan pengguna.

Tidak hanya untuk unlock iPhone, aturan baru tersebut juga memperbolehkan konsumen untuk melakukan tindakan yang selama ini dianggap ilegal. Berikut beberapa hal yang diperbolehkan:

1. Memperbolehkan pemilik ponsel membuka proteksi akses ke ponsel miliknya untuk mengganti pengaturan jaringan.

2. Memperbolehkan orang untuk membuka proteksi teknis di video game untuk mempelajari atau memperbaiki kelemahan pada sistem keamanannya.

3. Memperbolehkan profesor, mahasiswa film, pembuat film dokumenter, dan produser film nonkomersial untuk membuka proteksi di DVD sehingga mereka dapat menambahkan klip untuk tujuan pendidikan, kritik, atau komentar.

4. Memperbolehkan pemilik komputer untuk bypass sistem keamanan eksternal yang disebut dongle jika dongle tersebut tidak lagi bekerja dan tidak bisa digantikan.

5. Memperbolehkan tunanetra untuk membuka kunci pada buku elektronik agar bisa menggunakan software pembaca teks dan tujuan sejenis.

Advertisements

Pemerintah Akan Memberikan Fasilitas Bagi Inovator Teknologi

Tidak dimungkiri, dunia teknologi informasi di Indonesia mengalami perkembangan pesat. Para pengembang teknologi atau inovator-inovator muda potensial terus bermunculan.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Koperasi dan UKM berupaya memberikan fasilitas dan pengembangan ke arah bisnis industri kepada para inovator teknologi informasi yang potensial.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S Dewabroto di sela-sela acara Indonesia Information Communication and Award 2010 (Inaicta 2010) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (23/7/2010).

“Mereka ini kan punya konsep dan pemikiran mengenai teknologi. Mulai dari riset, development, engineering, sampai market. Nah, bagaimana ini bisa dikembangkan, Kemenkominfo akan implementasikan supaya mereka ini bisa masuk ke dunia industri yang lebih besar,” kata Gatot.

Menurut Gatot, pemerintah berupaya memfasilitasi para inovator teknologi, terutama yang muda dan potensial, untuk bisa berinteraksi dengan kalangan industri nasional. Dengan demikian, diharapkan dapat terjadi kerja sama antara para inovator dan kalangan industri ini untuk mengembangkan teknologi-teknologi yang dapat menjadi aset nasional.

“Jadi, kita bisa semakin mengembangkan teknologi dari aset nasional kita sendiri yang mampu bersaing dengan negara-negara lain,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Soetarto mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada para inovator teknologi untuk mengembangkan prospek bisnisnya dengan bergabung ke koperasi ataupun UKM.

Kementerian Koperasi dan UKM memiliki Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang dapat dimanfaatkan para inovator ini untuk mengembangkan konsep teknologi yang dimiliki menjadi wirausaha mandiri.

“LPDB ini merupakan terobosan. Walaupun mereka masih pemula, tapi bisa mengajukan LPDB dan tidak perlu butuh waktu lama. Paling lama setengah bulan sudah ada putusan,” tuturnya.

BlackBerry Menjadi Pemandu ke Pameran Otomotif Indonesia Terbesar

Pameran otomotif terbesar di Indonesia, Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar untuk ke-18 kalinya tahun ini memberi inspirasi 7Langit untuk memberikan solusi kepada pengguna BlackBerry. Selama pelaksanaannya memang tak mudah bagi pengunjung untuk menikmati sajian pameran yang digelar oleh peserta. Karena itulah, lewat sebuah aplikasi BlackBerry bertajuk Indonesia International Motor Show (IIMS on BlackBerry), Anda akan sangat dipandu.

“Aplikasi yang kami kembangkan ini dipastikan dapat mempermudah navigasi pengunjung dan menjadi sumber informasi yang lengkap selama IIMS; semua itu dalam genggaman,” ujar Oon Ariandwi, Chief Developer 7Langit.

Aplikasi ini bisa diperoleh dengan cara mengunduh dari situs http://iims.7langit.com. Adapun fitur yang tersedia di aplikasi ini antara lain;

* Informasi yang lengkap tentang penyelenggaraan, disertai daftar peserta (exhibitor), sponsor, media partner, denah yang meliputi area F&B, musholla, lokasi shuttle bus, dan lainnya.

* Notifikasi yang segera tampil di homescreen jika ada informasi terkini (up date).

* Lay out pameran yang digelar di JIExpo  Kemayoran Jakarta.

* Opsi download theme IIMS 2010.

* Informasi kegiatan pendukung yang fun dan keren, seperti Drift Show,Drag Race Battle,Miss Motor Show, Test Drive, hingga BMX SHow.

* Sajian kuis yang bisa diikuti setiap saat.

* Tampilan fitur khusus benama “Watch Out” yang menayangkan tiga produsen mobil yang paling diperhitungkan.

* Akses langsung (link) ke situs resmi IIMS.

Saran saya, sebelum beranjak ke JIExpo Kemayoran (23 Juli – 1 Agustus 2010), kalau Anda penggenggam BlackBerry, pelajari dulu situasi dengan aplikasi ini. Selanjutnya silakan berburu mobil keren.

Cara Membuat Aplikasi Android Tanpa Belajar Bahasa Program

Tak harus menjadi programer andal atau developer untuk bisa membuat aplikasi menarik buat ponsel pintar berbasis Android. Google telah menyediakan perangkat lunak yang membuat semua orang bisa merancang aplikasi sederhana dengan nama App Inventor.

“Perangkat lunak ini akan membantu, baik programer maupun yang bukan programer, profesional, dan mahasiswa untuk membuat aplikasi untuk Android,” demikian pernyataan resmi di blog Google, Senin (12/7/2010), yang ditulis oleh salah satu insinyurnya, Mark .

Dengan perangkat lunak ini, pembuat aplikasi tak usah melakukan pemrograman berbasis teks karena sudah disediakan blok-blok perintah yang bisa menjalankan fungsi tertentu. Pengguna tinggal menyusun blok-blok yang sudah diprogram tersebut layaknya menyusun Lego.

Jadi, pengguna Android pemula sekalipun dapat membuat aplikasi sendiri buat perangkat miliknya, termasuk aplikasi sederhana untuk kebutuhan pribadi.

“Anda dapat membuat aplikasi apa saja yang ada dalam pikiran Anda. Misalnya, Anda dapat membuat aplikasi untuk membantu mengingat di mana teman Anda memarkir mobilnya atau merancang aplikasi sendiri untuk tur sekolah, tempat kerja, atau museum. Perangkat lunak pembuat aplikasi ini disertai dengan sensor GPS sehingga Anda dapat membuat aplikasi yang dapat memberitahukan lokasi di mana Anda berada atau aplikasi untuk melacak di mana teman Anda berada,” tulis Google.

Perangkat lunak ini akan tersedia dalam beberapa minggu mendatang. Saat ini, perangkat lunak tersebut masih dalam pengetesan di laboratorium Android.

Wow … Android Sukses Besar Dengan 100.000 Aplikasi

Dukungan aplikasi dari pihak ketiga terhadap platform smartphone Android yang digagas Google tumbuh pesat. Dalam waktu dekat diperkirakan jumlah aplikasi yang mendukung Android mencapai 100.000 buah aplikasi.

Tingkat pertumbuhan Android sangatlah besar. Saat ini, statistik terakhir dari Androlib menunjukkan bahwa Android telah mencapai lebih dari 90.000 aplikasi. Selama bulan Juni saja tercatat 15.000 aplikasi telah ditambahkan. Angka ini memang belum dikonfirmasi oleh Google. Sebelumnya, pada bulan April, Android baru menghasilkan 50.000 aplikasi.

Peningkatan jumlah aplikasi seringkali mengalami lonjakan setiap dirilisnya ponsel Android yang baru. Misalnya, pada saat peluncuran Motorola Droid pada November tahun lalu dan tingkat pertumbuhan yang paling baru adalah sekitar bulan April-Mei pada saat peluncuran HTC Droid Incredible.

Ekspansi Android yang sangat cepat bisa bersaing ketat dengan iPhone App Store dalam hal kuantitas. Terakhir Apple telah menempatkan 225.000 aplikasi, namun dengan tingkat pertumbuhan yang lebih lambat.

Meskipun tumbuh cepat, ada kekhawatiran bahwa Android terlalu berfokus pada aplikasi gratis saja, tidak banyak menjual aplikasi berbayar dan tidak profesional. Namun, pengguna yang akan menentukan apakah Android akan bertahan dan bersaing dengan iPhone dan smartphone lain di masa mendatang.

Opera Mini 5.1 Tidak Lagi Boros Memori

Beberapa pengguna Opera Mini 5 yang mengeluh karena browser terlalu berat diakses kini bisa sedikit lebih lega. Opera telah merilis versi 5.1 yang mencoba tak boros memori sehingga kenyamanan berselancar di internet dengan ponsel menjadi lebih baik.

Opera Mini 5.1 disebut akan menyempurnakan pengalaman menjelajahi web pada ponsel dengan memori yang terbatas. Pembaruan ini meliputi tampilan dengan kulit baru yang optimal untuk membuka halaman lebih banyak secara bersamaan, lebih cepat untuk menggulir halaman, dan secara keseluruhan meningkatkan performa browsing.

Upgrade ini sangat direkomendasikan untuk para pengguna ponsel Nokia S40 dengan memori terbatas, seperti ponsel populer Nokia 5130 XpressMusic, Nokia 6300, dan Nokia 2700. Upgrade ini juga ditujukan bagi pengguna ponsel dengan ukuran layar kecil, seperti ponsel Sony Ericsson K550i dan Sony Ericsson W810i. Pembaruan ini tidak dikhususkan bagi pengguna Opera Mini pada ponsel pintar atau ponsel canggih lainnya yang sudah menggunakan memori jauh lebih besar.

“Tujuan dari Opera Mini adalah untuk membuat web tersedia untuk siapa pun, di mana pun, tanpa melihat perangkat yang digunakan,” ujar Lars Boilesen, CEO Opera Software, dalam siaran persnya, Kamis (8/7/2010). Ia mengatakan, saat ini lebih dari 61 juta orang menggunakan Opera Mini dengan lebih dari 3.000 jenis perangkat.

Selama ini, Opera Mini menawarkan akses internet dengan cepat dan biaya rendah. Server Opera Mini mengompresi data yang akan dikunjungi pengguna hingga 90 persen sebelum konten dikirimkan kembali pada ponsel. Halaman web tidak hanya lebih cepat dibuka, tapi juga dengan kecepatan lebih kencang. Kompresi ini mengurangi besarnya data yang termuat secara drastis, yang artinya dapat menghemat biaya browsing untuk paket yang dibayar berdasarkan besarnya data per MB, dan khususnya ketika terkena biaya roaming.

Untuk mengunduh Opera Mini 5.1 silakan kunjungi http://m.opera.com dari browser bawaan di ponsel Anda dan Opera secara otomatis akan memilih versi yang optimal untuk ponsel tersebut.

Peluang Bada Masih Sangat Terbuka Lebar Untuk Dominasi Dunia

Mumpung masih baru, munculnya Bada, platform smartphone dari Samsung seharusnya kesempatan besar bagi para pengembang lokal di Indonesia untuk mamanfaatkannya. Demikian dikatakan Pambudi Sudirman, Application Manager Samsung Mobile Indonesia saat memperkenalkan Bada dalam Bada Developer Day di Jakarta, Rabu (30/6/2010).

“Indonesia punya potensi besar untuk menciptakan aplikasi tidak hanya untuk kebutuhan lokal tapi juga ke seluruh dunia,” kata Pambudi di depan sekitar 100 orang peserta yang hadir di Hotel JW Marriott, Jakarta. Dalam acara yang digelar bersama Majalah Chip itu, Samsung mendemokan keunggulan Bada dan panduan bagi pengembang software yang ingin membuat aplikasinya.

Bada merupakan platform smartphone yang dikembangkan Samsung untuk ponsel buatannya. Platform ini bersifat terbuka sehingga siapa pun bisa andil menciptakan aplikasi dan mendistribusikannya melalui toko aplikasi online yang disediakan Samsung. Saat ini baru satu tipe ponsel yang menggunakan Bada di pasaran yakni Samsung Wave. Namun, Samsung akan terus menambah tipe ponsel berbasis Bada baik untuk kelas menengah atas maupun bawah.

“App Store Bada akan menjangkau lebih dari 80 negara di tahun 2010 ini. Untuk mendukung tingkat persaingan kami, target perangkat berbasis Bada akan mencapai 10 juta unit di akhir 2010 dan 20 juta unit di tahun 2011,” lanjut Pambudi.

Menurutnya, dibanding Android, Windows Mobile, Symbian, atau iPhone, Bada masih baru sehingga aplikasi yang mendukung belum banyak. Namun, justru hal ini kesempatan buat pengembang lokal Indonesia untuk mencuri start lebih dulu. Dari 80 negara yang akan dijangkau Bada, hanya 30 negara yang menjadi sasaran dilakukannya Bada Developer Day untuk pertama kalinya dan Indonesia salah satunya.