Category Archives: Graphic Design

Adobe Lightroom Versi iPad Diluncurkan

Penyedia layanan penyuntingan foto, Adobe, meluncurkan aplikasi Lightroom versi mobile untuk sabak digital iPad. Aplikasi ini dapat digunakan langsung dan ditingkatkan fiturnya melalui versi Lightroom 5. Keunggulan Lightroom 5 adalah dapat mensinkronkan koleksi foto secara otomatis. Hal ini memungkinkan pengguna layanan Creative Cloud langsung menyunting dan memiliki foto dengan versi terbaru yang disinkronkan.

“Anda dapat menyunting banyak foto sekaligus melalui Lightroom mobile, dan dapat meneruskan kembali lewat komputer,” tulis situs The Verge, Selasa, 8 April 2014. Meski dalam versi mobile, Lightroom tetap menghadirkan fitur utama seperti yang ada pada versi desktop. Fitur utamanya, antara lain basic, exposure, saturation, dan colour temperature, tetap bisa dijumpai. Namun fitur lanjutan, seperti tone curve atau modifikasi pengaturan warna, belum tersedia.

Pengguna juga tidak perlu khawatir ketika mengakses menu pilihan tanpa menggunakan tetikus. Untuk menggunakan fitur histogram, pengguna cukup mengetuk menggunakan dua jari. Sedangkan untuk melihat foto versi asli, buat ketukan dengan tiga jari.

Untuk sementara, Lightroom baru tersedia di iPad. Adobe belum mengkonfirmasikan perihal kehadirannya di perangkat bergerak merek lain. Perusahaan yang bermarkas di California ini menyatakan masih ingin berfokus pada peningkatan fitur dalam Lightroom mobile.

Lightroom versi Android akan hadir pada tahun ini. Meski Lightroom tersedia gratis, untuk mengunduhnya, Anda harus melakukan registrasi lewat Creative Cloud yang biaya per bulannya US$ 9,99 atau sekitar Rp 112 ribu.

Foto Semut Menari Karya Fotografer Indonesia Dimuat Di Daily Mail

Seorang fotografer Indonesia, Robertus Agung Sudiatmoko, menghasilkan karya foto yang menakjubkan. Dia berhasil menjepret semut yang tengah menari di atas satu kaki.

Dalam foto yang dilansir di Daily Mail, Rabu 11 Mei 2011 itu, serangga tersebut menari seperti tengah mengikuti sebuah audisi ajang pencarian bakat untuk serangga, Insect’s Got Talent.

Robertus yang tinggal di Jakarta, mengambil gambar itu ketika semut api melintas di dekatnya, saat dia berada di sebuah desa kecil di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Pria 29 tahun itu mengambil banyak jepretan yang luar biasa, tapi yang paling spektakuler adalah foto semut menari. Saat Robertus membidiknya, semut itu tiba-tiba mengangkat badannya dan berdiri di atas kaki sebelah kanan selama 30 detik.

Dalam jepretan lainnya, Robertus berhasil mengabadikan seekor semut yang berdiri di atas bebatuan tengah menyilangkan tangannya seperti tengah berdoa. Semut kecil itu berdoa diterangi cahaya dari langit.

Foto lainnya menunjukkan kekuatan yang luar biasa dari binatang. Dalam foto itu, semut dapat membawa daun raksasa di atas kepalanya. Padahal, daun itu berukuran lebih dari 10 kali tinggi badannya.

Gambar itu diambil pada bulan September saat Robertus dan teman-temannya berburu foto macro. “Saya hanya mencoba melakukan bidikan macro, tapi sebisa mungkin saya ingin menangkap bidikan terbaik dari semut.”

“Lalu tiba-tiba, di luar dugaan, semut itu mengangkat badannya di atas kakinya dalam posisi menari,” ujar Robertus.

Robertus sangat senang dengan hasil fotonya itu. “Untuk pertama kalinya bagi saya, itu bidikan yang bagus. Akan sulit membuat foto lebih baik dari itu.”

Semula, dia sempat putus asa bisa mendapatkan bidikan yang bagus lantaran turun hujan. Saat matahari muncul lagi, dia menanti semut itu kembali.

Robertus mengambil gambar mengagumkan itu dengan menggunakan kamera Canon 40D dengan lensa macro 100mm. “Saya suka semut karena mereka sangat mandiri dan bekerja sama,” ujarnya. “Semut seperti manusia. Mereka sangat terorganisasi dan semuanya bekerja,” ujarnya lagi.

Kartun Pemenang Pulitzer Akhirnya Masuk iTunes Setelah Ditolak Oleh Steve Jobs

Sempat ditolak dengan alasan melanggar etika, kartun-kartun satire buatan Mark Fiore akhirnya bisa masuk ke bursa konten iTunes milik Apple mulai Selasa (20/4/2010). Itu pun setelah Fiore dinobatkan sebagai pemenang penghargaan bergengsi Pulitzer pada minggu lalu.

Tak lama setelah Fiore dinyatakan sebagai salah satu pemenang Pulitzer, Apple mengakui kelalaiannya. CEO Apple Steve Jobs sampai meminta Fiore untuk mendaftarkan lagi aplikasinya yang diberi nama NewsToons dan berjanji untuk menerimanya.

“Saya sungguh merasa agak bersalah. Saya mendapat pengecualian khusus karena menang Pulitzer,” kata Fiore dalam wawancara yang dilansir The Wall Street Journal. Untung Fiore tidak gengsi dan mendaftarkan lagi NewsToons ke iTunes pada Jumat (16/4/2010) kemudian disetujui dalam beberapa hari saja.

Mark Fiore memenangi Pulitzer atas karya kartun animasinya yang dimuat dalam situs San Francisco Chronicle yang bertema politik. Sebelumnya, Apple menolak kartun-kartunnya karena dianggap menyalahi aturan dilarang menghina pejabat publik.

Trik Cepat dan Mudah Bikin Animasi dengan Adobe Flash CS4

Adobe telah membuat terobosan dalam fitur animasi di versi baru Adobe Flash. Dalam sedikit langkah saja, Anda sudah bisa membuat obyek bergerak. Anda tidak lagi harus melakukan beragam tahapan—mulai dari membuat simbol, menerapkannya secara manual ke timeline, hingga mengatur keyframes dan tweens—karena semua bisa dilakukan dengan lebih cepat dan mudah.

Maklum saja, Adobe Flash CS4 memberikan fasilitas object-based animation. Pergerakan animasi yang diinginkan bisa diterapkan secara langsung pada obyek tanpa harus mengatur keyframe di menu timeline. Cukup dengan mengklik kanan pada obyek, pilih Create Motion Tween, dan jangka waktu animasi akan dibuat secara otomatis.

Bagaimana cara melakukannya? Sebagai tema tutorial, di sini PCplus akan memandu Anda untuk membuat animasi kembang api yang bergerak secara zigzag, dari bentuk kecil yang kemudian membesar, hanya dalam beberapa langkah saja.

1. Jalankan aplikasi Flash Professional CS4. Selanjutnya, Anda bisa memilih jenis dokumen flash yang hendak digunakan. Di sini PCplus memilih [Flash File (ActionScript 3.0)]. Klik [OK]. Area kerja animasi Anda akan tampil di layar monitor.

2. Buatlah gambar atau obyek yang hendak Anda animasikan. Anda bisa menyisipkan gambar bitmap atau vektor yang telah dibuat di aplikasi lain. Untuk memasukkannya, klik saja [File] > [Import] > [Import to Library…]. Cari dan pilih file gambar yang hendak dimasukkan, lalu klik [Open] > [OK]. Gambar akan masuk ke jendela tab “LIBRARY” yang ada di panel sisi kanan.

3. Di sini PCplus membuat animasi kembang api yang akan tampil bergerak dari kecil menjadi besar. Klik-tarik gambar pilihan dari panel “LYBRARY” ke area kerja. Karena akan bergerak dari bentuk kecil, obyek gambar diperkecil dengan [Free Transform Tool] yang ada di toolbox sisi kanan. Posisikan gambar di lokasi area kerja yang dikehendaki.

4. Klik-kanan pada frame pertama dalam panel “Timeline”, lalu pilih opsi [Create Motion Tween]. Sejumlah frame dalam timeline akan dibubuhi warna merah untuk menandakan telah dibuat sebagai animasi. Selanjutnya, pindahkan posisi gambar ke lokasi lain, yang menjadi titik akhir pergerakan animasi.

5. Antara lokasi pertama dan lokasi akhir gambar akan dihubungkan dengan garis hijau. Anda bisa membuat animasi “efek kecil lalu membesar”. Pada gambar di frame terakhir, Anda bisa memperbesar dengan (sekali lagi) bantuan [Free Transform Tool].

6. Klik [Selection Tool] di toolbox atau tekan tombol [V] di keyboard. Pergerakan animasi tak mesti berbentuk garis lurus atau diagonal. Anda bisa membuatnya melengkung tak beraturan dengan bantuan kurva pergerakan animasi. Klik di salah satu frame antara frame pertama dan terakhir.

7. Klik-tarik pointer pada salah satu titik di garis hijau, penghubung antara lokasi frame gambar pertama dengan lokasi frame terakhir, hingga membentuk kurva melengkung. Nantinya, pergerakan obyek akan turut melengkung mengikuti alur penghubung antara lokasi pertama dan terakhir yang dibuat membentuk kurva.

8. Selain melengkung, gambar juga bergerak dari bentuk kecil lalu membesar. Anda juga bisa menambah lengkung pada titik-titik lain yang ada di garis hijau. Caranya, klik pada frame pertama, lalu klik-tarik titik-titik di garis hijau. Seperti di sini, garis animasi dibuat serupa jalur zigzag.

9. Durasi animasi pun bisa diperpanjang dengan mengklik-tarik slider merah di “Timeline” ke arah kanan. Selanjutnya, cobalah simpan animasi dalam bentuk video animasi dengan mengklik [File] > [Export] > [Export Movie…]. Namai file di boks Export Movie dan tentukan folder simpannya. Jika disimpan dalam format SWF, cobalah putar file dengan bantuan Flash Player.

Cara Membuat Foto Menjadi Seperti Mozaik

Ketika melihat suatu mosaik, mungkin Anda akan langsung membayangkan betapa sulitnya jika harus membuatnya. Padahal, Anda bisa membuatnya dengan cara instan, alias cepat dan mudah. Ada banyak software pembuat gambar mosaik di luar sana yang bisa Anda manfaatkan. Statusnya juga sebagian besar tidak berbayar.

Yang perlu Anda siapkan hanyalah sebuah foto utama yang akan dijadikan tampilan dasar foto dan beberapa foto lainnya yang akan disetel sebagai foto penyusun gambar utama. Foto-foto penyusun ini bisa Anda siapkan sebanyak-banyaknya. Jumlahnya bisa ratusan, bahkan ribuan. Jika tak tersedia, beberapa software memungkinkan Anda membuat pengulangan foto.

Salah satu pilihan software penyusun gambar mosaik yang statusnya gratisan adalah AndreaMosaic. Versi terbarunya adalah 3.23 Beta dengan ukuran file penginstal 5,9Mb.

Software yang bisa diunduh dari situs http://www.andreaplanet.com/andreamosaic ini menawarkan kemudahan untuk membuat mosaik unik dalam sekejap. Anda sama sekali tak perlu repot menyusun foto secara manual. Mau tahu caranya? Simak panduan ini.

1. Install dan jalankan aplikasi AndreaMosaic di PC Anda. Setelahnya, akan muncul jendela program di layar. Tentukan ukuran foto dan resolusi di panel kanan atas. Pada menu “Tile Sizes”, tentukan jumlah foto penyusun foto utama. Semakin banyak jumlahnya, akan semakin kentara detail foto utama.

2. Munculkan foto utama dengan mengklik tombol [+] di area aplikasi sisi kanan atas. Cari dan pilih foto pada boks pencarian yang muncul, lalu klik [Open]. Tunggu hingga gambar muncul di jendela kanan.

3. Jangan lupa untuk mengeset jumlah duplikasi foto penyusun di menu “Use same tile up to”. Ini berguna agar jika foto penyusun kurang, sehingga aplikasi akan menduplikasi foto-foto yang sama untuk menyusun foto utama. Jarak antarduplikasi bisa diatur di menu “Duplicate spacing”.

4. Bentuk susunan foto penyusun juga tersedia dalam beberapa gaya dan bisa dipilih di menu “Pattern”. Persentase perubahan warna foto penyusun bisa dikelola di “Colour Change”. Sebelum meng-upload foto-foto penyusun, kumpulkan dulu foto-foto tersebut dalam sebuah folder supaya mudah. Setelah selesai, klik tombol [Select Tiles].

5. Pada boks dialog yang muncul, klik [Add Folder]. Cari dan pilih folder berisi foto yang telah Anda siapkan sebelumnya. Klik folder tersebut, lalu klik [Open]. Anda bisa memasukkan lebih dari satu folder gambar di sini.

6. Dengan mengklik [Analyze Folders], aplikasi ini akan menghitung jumlah gambar yang ada di folder tersebut. Informasi jumlah foto ini akan ditampilkan. Data ini bisa Anda jadikan sebagai patokan untuk menentukan duplikasi foto berdasarkan jumlah “tile size” yang telah Anda tentukan sebelumnya. Simpan kumpulan foto tersebut dengan mengklik [Save Archive…], lalu akhiri dengan mengklik [OK].

7. Kembali ke jendela utama aplikasi. Untuk memproses foto mosaik, langsung saja klik [Create Mosaic] yang ada di bagian bawah. Tunggui proses ini sampai tuntas. Setelah beres, hasilnya akan ditampilkan dalam jendela baru. Tanpa perlu diperintah, hasil akan tersimpan dalam sebuah folder yang namanya sama dengan file foto utama. Lokasi folder ini idem dengan lokasi foto utama berada.

Cara Menyusun Kata Menjadi Gambar Lewat Teknologi ASCII Art dan Photoshop CS3

ASCII art — karya gambar yang tercipta dari susunan karakter huruf atau angka — memang unik. Teknik ini memungkinkan Anda membuat bentuk muka dari baris-baris teks. Pokoknya keren deh kalau dijadikan avatar atau foto di Friendster atau Facebook.

Untuk membuatnya, banyak program khusus tersedia, yang biasanya disebut ASCII Converter atau ASCII Generator. Namun, dengan sedikit teknik, Anda bisa membuatnya dengan lebih fleksibel dan apik lewat Adobe Photoshop CS3.
Begini caranya.

1. Buka foto di area kerja Photoshop. Gandakan layer foto tersebut dengan menekan [Ctrl] + [J] di keyboard. Ubahlah layer hasil gandaan tersebut menjadi monokrom dengan mengklik [Image] > [Adjusments] > [Hue/Saturation…].

2. Pada boks dialog yang tampil, atur slider “Saturation:” ke pojok kiri sampai maksimal. Atur slider “Lightness:” untuk mengatur pencahayaan foto. Jika sudah, klik [OK]. Tegaskan warna monokrom dengan mengatur kontras. Klik [Image] > [Adjustments] > [Brightness/Contrast…]. Atur slider “Brightness:” & “Contrast:” pada boks sampai foto tampil lebih tajam. Klik [OK].

3. Buat layer kosong dengan mengklik tombol [Create a new layer] bergambar lembar kertas di bagian bawah palette Layers. Bubuhi warna hitam dengan menekan [Shift] + [F5] di keyboard. Pilih [Black] pada menu “Use:” di boks Fill, dan klik [OK]. Klik tombol [Horizontal Type Tool] di boks. Klik-tarik pointer pada layar sampai membentuk kotak teks. Atur ukuran kotak sampai seukuran area kerja.

4. Ketikkan teks sesuka hati. Pilih warna putih untuk teksnya. Pilih karakter huruf yang tidak berkait seperti Arial atau Franklin Gothic. Ukuran font jangan terlalu besar atau terlalu mini. Atur kerapatan antarbaris dan antarhuruf dengan mengklik tombol [Toggle the Character and Paragraph pallettes] di toolbar. Ukuran antarkarakter bisa diatur di menu di bawahnya. Jika sudah, tekan [Enter].

5. Tekan [Shift] di keyboard, lantas klik layer berisi teks dan layer kosong berwarna hitam. Gabungkan keduanya dengan mengklik segitiga di sudut kanan atas palette Layers, lalu pilih [Merge Layers]. Klik icon mata di depan layer berisi teks (hasil penggabungan) hingga menghilang. Berikutnya, klik layer berisi foto monokrom, lalu klik tab [Channel] di palette layers.

6. Sambil menekan [Ctrl] di keyboard, klik salah satu layer di jendela tab Channel sehingga muncul garis seleksi di foto. Klik tab [Layers], lalu klik kotak di depan layer yang berisi teks sampai icon mata aktif kembali. Pastikan layer berisi teks terpilih. Untuk menerapkan efek agar foto terlihat seperti tersusun dari aksara, klik [Filter] > [Other] > [Maximum…].

7. Pada boks Maximum yang muncul, atur nilai “Radius:” ke angka 1 pixels. Akhiri dengan mengklik [OK]. Efek filter ini akan memperlihatkan susunan huruf tetapi kurang memperlihatkan detil wajah.

8. Ubah seleksi dengan mengklik [Select] > [Inverse]. Terapkan efek filter baru dengan mengklik [Filter] > [Other] > [Minimum…]. Pada boks Minimum, atur slider “Radius:” hingga foto tampil lebih detail dan menonjolkan lekuk wajah. Nilai antara 20-30 pixels sudah mencukupi. Tuntaskan dengan mengklik [OK], lalu tekan [Ctrl] + [D] untuk menghilangkan seleksi.