Category Archives: Printer

Samsung Jual Printer Khusus Android

Setelah sukses di bisnis smartphone, Samsung terus berupaya untuk menjadi nomor satu di bisnis perangkat lain, salah satunya perangkat printer. Raksasa elektronik asal Korea Selatan itu pun kembali meluncurkan dua printer laser warna baru berbasis Android, di Bangkok, Thailand, Rabu (11/2/2015).

Acara peluncuran ini merupakan bagian dari Samsung Forum yang berlangsung pada 9 hingga 13 Februari mendatang. Samsung Forum merupakan ajang tahunan untuk media dan rekan bisnis Samsung yang mencakup wilayah Asia Tenggara dan juga Oseania.

Dua tipe printer terbaru yang diperkenalkan tahun ini adalah SL-M5370LX dan SL-M4370LX. Kedua printer tersebut merupakan printer pertama Samsung yang menggunakan teknologi android.

“Teknologi ini dapat membuat printer dengan mudah memiliki konektivitas dengan smartphone atau tablet yang berbasis Android. Jadi, aktivitas percetakan dari mana saja, tidak terbatas jarak, melalui smartphone dan tablet,” ungkap Achmad Kursani, Product Marketing Manajer Printing Solution Enterprise Bussines Samsung Indonesia.

Seperti pada tipe-tipe sebelumnya, Samsung tetap menggunakan teknologi NFC. Teknologi tersebut memudahkan pencetakan hanya dengan mendekatkan ponsel Android ke sensor NFC printer.

Bagi pengguna yang tidak memiliki ponsel ber-NFC juga dapat menggunakan printer SL-M5370LX dan SL-M4370LX dengan menggunakan Samsung Cloud Print. Dengan layanan tersebut, pengguna tetap dapat mencetak dokumen melalui internet melalui kabel jaringan yang ada di kedua printer.

SL-M5370LX dan SL-M4370LX dilengkapi prosesor dual-core berkecepatan 1 GHz dan teknologi ReCP (Rendering engine for Clean Page) serta kapasitas memori standar 4 GB (2 GB untuk pengguna Android). Dengan hardware tersebut, hasil cetak kedua printer itu diklaim menjadi lebih bersih dan tampak lebih tajam.

Achmad mengungkapkan bahwa kedua printer tersebut rencananya akan diluncurkan di Indonesia pada 24 Februari mendatang. Namun, ketika ditanya perihal detail harga, ia hanya menuturkan, “Belum bisa disebut sekarang dan yang pasti harganya sangat kompetitif baik dari segi printer maupun biaya cetak.”

DocuPrint CP105b/DocuPrint CP205 Memecahkan Rekor Muri dan Merupakan Printer Terkecil

Dua produk Fuji Xerox Printer Channel (FXPC) yakni DocuPrint CP105b/DocuPrint CP205 mendapatkan penghargaan sebagai laser warna terkecil di dunia.

Pengesahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) diperoleh setelah komite Muri melakukan uji perbandingan dengan produk pesaing yang mengklaim sebagai printer laser terkecil.

Keduanya hadir dengan ukuran kompak dimensi 394x304x234 mm yang akan menjadi jawaban bagi pengguna yang tidak mempunyai ruang yang besar. Kedua printer diluncurkan bersama dengan tiga printer lainnya yakni CM 205 b dan DocuPrint P205 b/M205b.

“Kehadiran kami dengan menawarkan produk printer laser warna terkecil ini bukti komitmen Fuji Xerox terhadap pasar Indonesia dan memberikan solusi terhadap kebutuhan pengguna yang menginginkan produknya lebih efisien atau fleksibel,” ungkapnya.

Jaya Suprana dari Muri mengungkapkan meskipun belum dinilai lembaga independen, namun Muri berani menyatakan printer itu terkecil di dunia.

“Fuji Xerox mempunyai keyakinan yang bisa lebih murah akan lebih murah. Apa yang sudah kecil bisa lebih kecil sehingga saya bisa mengatakan ini rekor dunia,” ungkapnya.

Tablet eBook Reader Terbaik Tahun 2010

Komputer Tablet dan ebook Readers (Pembaca buku elektronik) memainkan peran besar pada ajang Pameran IFA (Internationale Funkausstellung) di Berlin.

Samsung Galaxy Tab mendapat tanggapan yang sangat positif dari konsumen. Minat orang sedang berkembang untuk perangkat setara iPad yang tidak memaksakan sistem operasi Apple saja bagi pengguna. Orang juga berharap Samsung Galaxy Tab akan dibanderol lebih murah dari iPad.

Galaxy Tab diadopsi berdasarkan ponsel Samsung Galaxy S , tetapi menampilkan ukuran layar sentuh yang lebih besar dan sistem operasi Google Android terbaru versi 2.2 artinya, kemampuan untuk mengatur jaringan Wi-Fi sendiri, secara teknis lebih mampu ketimbang iPad.

Kunci agar Galaxy Tab sukses adalah kemampuannya untuk menarik berbagai segmen pengguna ke interface. Jika ingin sukses besar, para pengembang Galaxy Tab harus cukup antusias untuk mengembangkan aplikasi untuk platform.

Mengenai tablet lainnya, juga terjadi ledakan pertumbuhan. Amazon baru -baru ini meluncurkan ebook reader Kindle untuk pasar Inggris yang sudah habis terjual sebelum perangkat itu di kapalkan ke Inggris.

Ebook reader lainnya adalah dari Sony, yang pada pekan ini mengumumkan seri-seri terbaru ebook readernya.

Reader Pocket dan Touch Edition dari Sony hadir dengan desain baru alumunium nan elegan serta layar sentuh yang sangat responsif. Upaya mempercantik itu juga telah mengurangi bobot dan ukuran perangkat itu.

Kedua-duanya mampu menyimpan sebanyak 1200 buku. Harap ingat, ada perbedaan mendasar antara Galaxy Tab dan ebook reader. Galaxy memang bisa menjadi ebook reader yang bagus, tetapi tak memiliki daya baterai yang tahan lama dan desain mirip buku seperti perangkat Sony.

Tampaknya kategori perangkat itu akan tetap terpisah meski akan terlihat aneh jika anda terlihat membawa-bawa dua tablet.

Matsushita Memiliki Kekuatan Visi 250 Tahun

Banyak orang tidak habis-habisnya dibuat terkesima dan terperangah atas visi jangka panjang Konosuke Matsushita, pendiri Panasonic Corporation (dulu Matsushita Electric Industrial Co Ltd). Tidak tanggung-tanggung, 250 tahun. Bukan main!

Jangankan orang yang berpikiran pendek, orang yang terbiasa dengan proyeksi pembangunan jangka panjang dengan acuan waktu 25 tahun pun menilai Visi 250 Tahun sudah menerawang terlalu jauh di luar batas imajinasi, serta terasa sensasional.

Buat kebanyakan orang yang lazim hidup dari oportunis harian, jangankan 250 tahun, membayangkan roda waktu 5 atau 10 tahun saja sulit. Malah banyak orang selalu merasa kerepotan menyusun program tahunan. Namun, Matsushita sudah membuktikan ketajaman kecerdasannya, yang membuat dirinya bagian dari legenda pengembangan elektronik Jepang bahkan dunia.

Belum sampai setengah dari waktu yang diproyeksikannya, Panasonic Corporation telah menjadi raksasa yang telah memberikan banyak kontribusi sesuai dengan cita-cita dan visinya. Kemajuan Panasonic tidak terlepas dari kekuatan Visi 250 Tahun, yang dicanangkan Matsushita tahun 1932 sebagaimana dapat disimak di Museum Konosuke Matsushita di Tokyo.

Jangkauan pandangan pendiri dan perintis Panasonic itu jauh lebih panjang dari usianya. Matsushita meninggal tahun 1989 dalam usia 95 tahun. Rupanya sejak awal usahanya, Matsushita berkeyakinan, sekalipun usianya pendek, usahanya haruslah abadi yang tidak bisa lain harus bertopang pada visi yang kuat.

Dalam visi yang dipaparkannya 88 tahun lalu itu, Matsushita (1894-1989) antara lain menyatakan, bisnis mempunyai tugas dan tujuan suci menghapuskan kemiskinan dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Dengan mengacu pada pepatah kuno Jepang, kemiskinan lebih sulit dihadapi ketimbang seribu penyakit, Matsushita menegaskan, upaya penghapusan kemiskinan merupakan tugas mulia dan tujuan hidup.

Bagaimana caranya? Tidak bisa lain dengan kerja keras untuk memproduksi barang kebutuhan secara massal guna mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Produksi barang kebutuhan haruslah besar dan melimpah, ibarat keran air di pinggir jalan yang dapat ditimba oleh siapa saja dengan harga sangat murah.

Dalam buku Matsushita Konosuke (1894-1989), Hidup dan Warisannya disebutkan bagaimana obsesi salah satu industrialis terkemuka abad ke-20 itu untuk mengatasi kemiskinan dan mendorong kesejahteraan. Ia mengimbau kalangan pengusaha dan produsen memproduksi massal barang kebutuhan dengan harga semurah air.

Visi diwujudkan

Sekalipun semula mungkin saja ada orang yang beranggapan Visi 250 Tahun sebagai sesuatu yang absurd, mengada-ada dan ambisius, terbukti Panasonic Corporation telah hidup dan dihidupi oleh visi besar itu sehingga berjaya menjadi salah satu raksasa elektronik dunia.

Semuanya berawal tahun 1904 ketika Matsushita dalam usia 9 tahun magang di toko sepeda, merasa terkesan dengan daya listrik pada lampu sepeda. Rasa ingin tahu tentang kelistrikan makin berkembang ketika menjadi teknisi listrik pada usia 15 tahun (1910). Selanjutnya tahun 1917 mendirikan usaha elektronik dalam usia 22 tahun.

Lompatan besar mulai terjadi tahun 1918 ketika Matsushita dalam usia 23 tahun menemukan dan mengembangkan sistem stop kontak listrik bercabang (dua arah). Usaha Matsushita pun berkembang cepat, dan dirinya dikenal sebagai salah satu industrialis terkemuka abad ke-20.

Kejayaan masa depan Panasonic Corporation sebagai warisan Matsushita sudah kelihatan pula dari berbagai kegiatan riset, inovasi, kreasi dan produk, tanpa melepaskan sorotan tajam jauh ke depan, mengejar batas waktu 250 tahun yang jatuh tahun 2182, atau 172 tahun lagi dari sekarang.

Bagaimana mewujudkan visi yang begitu panjang? Lazimnya orang merancang program pembangunan jangka panjang 25 tahun dengan tahapan setiap lima tahun. Namun, Matsushita melipatkangandakan sampai 10 kali program jangka panjang itu menjadi 250 tahun.

Jangka pembangunan 250 tahun dibagi ke dalam 10 fase. Setiap fase mencakup program kerja 25 tahun, yang meliputi periode 10 tahun pertama untuk perencanaan yang ditopang riset. Periode 10 tahun kedua untuk produksi, dan periode lima tahun terakhir untuk distribusi ke masyarakat.

Kuatnya pengaruh Visi 250 Tahun telah memberikan semangat kerja pada karyawan Panasonic di seluruh dunia. Sungguh menarik pula, para petinggi Panasonic yang ditemui lebih banyak berbicara tentang etos kerja, etika, tanggung jawab sosial dan lingkungan ketimbang masalah teknis.

Bentuk, rupa, dan fungsi teknologi boleh berubah-ubah sesuai dengan perkembangan, tetapi nilai-nilai dasar tidak boleh dilepas sebagai pegangan dan acuan melakukan kegiatan yang membela kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Persoalan mendasar itu praktis mendominasi pembicaraan para petinggi Panasonic Corporation dengan sejumlah wartawan Indonesia, yang diundang ke Jepang bulan Juli lalu untuk memperingati 50 tahun kemitraan Panasonic Jepang dan Panasonic Gobel Indonesia.

Nilai-nilai dasar yang dicanangkan Matsushita rupanya sangat berpengaruh dan mengakar kuat, termasuk di kalangan mitra Panasonic di mancanegara. Presiden Komisaris Panasonic Gobel Indonesia Rachmat Gobel, misalnya, lebih banyak bicara tentang sumber daya manusia, etos kerja, etika, dan daya saing bangsa Indonesia untuk mendukung program industrialisasi ketimbang sekadar bicara tentang pabrik.

Kemitraan 50 tahun

Pengaruh visi Matsushita di Indonesia sangat kuat antara lain oleh kemitraan Panasonic Jepang dengan Panasonic Gobel Indonesia. Bulan Agustus ini hubungan kemitraan itu genap berusia 50 tahun.

Sejarah Panasonic Indonesia berawal dari pertemuan antara Thayeb Mohammad Gobel dan Matsushita tahun 1957 di Jepang. Pertemuan mengesankan itu berlanjut tahun 1960 ketika Gobel yang memiliki usaha pembuatan radio transistor pertama di Indonesia dengan merek Transistor dan Tjawang melakukan kerja sama dalam bentuk bantuan teknis Matsushita Electric Industrial Co Ltd (kini Panasonic Corporation).

Hasil kerja sama dan kemitraan itu antara lain produk televisi pertama di bumi Indonesia, yang contohnya diserahkan kepada Ibu Negara Fatmawati Soekarno. Melalui televisi (hitam putih) hasil kerja sama itu, bangsa Indonesia dapat menonton liputan pertandingan Asian Games IV di Jakarta tahun 1962 melalui layar kaca.

Segera terasa Panasonic merupakan salah satu jembatan dalam meningkatkan hubungan dan kerja sama kedua negara. Kesempatan peringatan 50 tahun kemitraan Panasonic Jepang dan Panasonic Indonesia telah memberikan kesempatan kepada sejumlah wartawan Indonesia mengunjungi dan mengadakan pertemuan dengan kalangan media Jepang, Keidanren (Kamar Dagang Jepang), politisi Jepang, anggota parlemen, dan Menteri Keuangan Jepang Yoshisiko Noda.

Hasil interaksi dan pembicaraan memperlihatkan hubungan dan kerja sama kedua negara perlu ditingkatkan dalam semangat kemitraan yang seimbang. Hubungan tidak hanya terbatas dalam bidang politik dan ekonomi, tetapi juga dalam bidang yang lebih luas, termasuk kebudayaan.

Ayoo … Cetak Semua File Kedalam Bentuk Adobe PDF

Adobe Reader itu aplikasi yang “pasrah”. Kenapa begitu? Soalnya aplikasi ini Cuma menerima apa yang di-setting oleh pembuat dokumen. Dokumen dikunci fitur editing-nya, reader ikut, dokumen diproteksi pencetakannya, reader pun ngikut. Belum lagi batasan batasan lain seperti larangan untuk menambahkan komentar, mengisi form, dan sebagainya.

Tingkat proteksi seperti ini banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan, misalnya oleh sebuah penerbit buku. Tujuannya jelas membatasi akses pembaca agar hanya dapat membaca tanpa dapat membuat hardcopy dari dokumen tersebut.

Gimana kalau kita benar-benar butuh pencetakan dokumen yang diproteksi tadi? Itu yang repot. Mari kita usahakan agar dokumen tadi bisa dicetak.

Untuk mempermudah pembahasan kali ini, akan dipaparkan terlebih dahulu cara membuat sebuah file pdf dengan tingkat proteksi High (128-bit RC4). Jalankan software pdf maker Anda masing-masing. Buat contoh kita pakai OpenOffice.org sebagai software pembuat pdf, dan bagi yang menggunakan selain OOo silahkan sesuaikan langkah untuk melakukan enkripsi dokumen sesuai software pdf maker Anda.

Setelah dokumen pada OOo dibuat, klik menu “File” > “Export as PDF…” atau dengan menggunakan mengklik tombol menu “Export Directly as PDF” yang ada pada main toolbar. Selanjutnya pada kotak dialog Export, silahkan pilih direktori tempat menyimpan dokumen PDF dan nama dari file tersebut. Klik tombol “Export…”.

Selanjutnya akan muncul jendela PDF Options untuk pengaturan sifat-sifat (properties) dokumen. Aktiflah pada tab “Security”. Berikan tanda centang pada pilihan Restrict permissions. Setelah itu klik tombol “Set permission password…”. Pada jendela Set Permission Password, masukkan kata sandi Anda pada baris isian Password dan ulangi pada baris isian Confirm. Klik “OK”.

Pada pengaturan Printing, silahkan pilih Not permitted untuk tidak mengijinkan melakukan pencetakan dokumen. Untuk pengaturan Changes, silahkan pilih Not permitted untuk tidak mengijinkan segala bentuk perubahan, termasuk di antaranya memutar halaman, mengisi form isian, memberikan komentar dan mengekstrak halaman. Selanjutnya hilangkan tanda centang pada pilihan Enable copying of content untuk tidak mengijinkan menyalin teks yang diseleksi. Hilangkan juga pilihan Enable text access for accessibility tools. Klik tombol “Export” untuk memulai proses pembuatan dokumen dalam format PDF.

Setelah selesai, silakan jalankan software Acrobat Reader Anda. Bukalah dokumen yang telah dibuat tadi. Setelah terbuka cobalah lihat pada ujung paling kiri status bar. Anda akan lihat sebuah ikon bergambar gembok berwarna kuning, tanda bahwa dokument PDF Anda terproteksi.

Cobalah juga untuk mengakses menu File. Akan didapati menu “Print…” dalam keadaan tidak aktif (disable). Sebagaimana halnya ketika menekan kombinasi tombol “Ctrl” + “P” tidak akan memberikan reaksi apa-apa. Selanjutnya cobalah akses “Select Tool” pada basic toolbar. Seleksilah beberapa potong kata atau kalimat, kemudian klik kanan di atasnya. Penulis hanya menjumpai pilihan menu “Select All” dan “Deselect All”, dan tidak dijumpai menu Copy. Cobalah akses menu “File” > “Document Properties…” atau dengan kombinasi tombol “Ctrl” + “D”.

Pada jendela Document Properties masuklah ke tab Security kemudian klik tombol “Show Details…”. Selanjutnya akan ditampilkan ringkasan keamanan dokumen PDF yang dibuat tadi, mulai dari metode security, penggunaan password, hal-hal yang diijinkan dan yang tidak diijinkan serta tingkat enkripsi yang dilakukan.

Agar Adobe Reader bisa mencetak, manfaatkan Linux. Di sini kita akan menggunakan contoh Linux dengan distro SimplyMEPIS 6.5 yang dilengkapi paket-paket extras Ubuntu “feisty fawn” 7.04.

Pastikan Anda sudah mempunyai paket yang bernama poppler-utils. Kalau belum, lakukan instalasi baik dengan melakukan kompilasi dari file tarball atau dengan menggunakan paket binary bawaan distro Anda. Untuk pengguna Debian (termasuk Ubuntu) dan turunannya, gunakan satu baris perintah ini dengan akses root.

# apt-get install poppler-utils

Selanjutnya masuklah ke direktori tempat file PDF tersebut berada. Direktori yang digunakan dalam artikel ini adalah $HOME/Documents. Untuk melihat informasi mengenai dokumen PDF, gunakan perintah pdfinfo. Pola perintah yang diberikan adalah

$ pdfinfo “options” <PDF-file>

Akan ditampilkan informasi yang berhubungan dengan file tersebut, termasuk apakah dokumen dienkripsi dan berbagai perlakuan yang diperbolehkan terhadap dokumen tersebut. Untuk menkonversi dokumen PDF ke format teks, gunakan perintah pdftotext dengan pola

$ pdftotext “options” <PDF-file> “<text-file>“

Untuk mengkonversi PDF ke format postscript, gunakan perintah pdf2ps dengan pola

$pdf2ps “-dASCII85EncodePages=false” “-dLanguageLevel=1|2|3” input.pdf “output.ps”

Untuk mengekstraksi gambar yang berada pada dokumen tersebut, gunakan perintah pdfimages, dengan pola

$ pdfimages “options” <PDF-file> <image-root>

Di sini terlihat bahwa dokumen yang dienkripsi dengan berbagai pembatasan di atas ternyata dapat dikonversi ke teks walaupun sebelumnya tidak dapat disalin dengan cara menyeleksi teks dari Acrobat Reader.

Untuk melakukan pencetakan, yang diperlukan hanyalah aplikasi kghostview. Sejatinya kghostview memang untuk membaca dokumen postscript, namun selain file ps format pdf pun dapat dibaca oleh aplikasi yang satu ini. Bagaimana jika dokumen ‘teramankan’ tadi dibuka selain menggunakan kghostview, seperti kpdf atau xpdf? kpdf tidak memberikan akses untuk mencetak dokumen.

Melakukan pencetakan dokumen lewat kghostview, sama halnya dengan aplikasi lainnya, cukup dengan mengakses menu “File” > “Print…” atau dengan shortcut “Ctrl” + “P”. Tidak akan muncul peringatan bahwa dokumen PDF diproteksi dan sebagainya dan dokumen PDF tersebut pun akan dicetak di atas kertas. Pengaturan pencetakan pun dapat dilakukan, semisal pemilihan printer yang akan digunakan, pengaturan ukuran kertas, kualitas pencetakan, halaman yang akan dicetak dan sebagainya.

Sebagai informasi, versi PDF yang digunakan dalam tutorial ini adalah 1.4 (hasil generate OOo).

Cara Mencetak Dokumen Secara Berurutan

Saat Anda mencetak dokumen tanpa menentukan halaman mana saja yang akan diproses, maka Microsoft Word akan mencetak dokumen dari halaman yang paling awal sampai akhir. Ini artinya Anda harus kembali mengurutkan dokumen yang tercetak secara terbalik karena saat proses pencetakan berakhir, halaman dokumen terakhirlah yang berada di atas.

Untuk mengatasi hal tersebut, lakukan sedikit konfigurasi di boks Options dengan mengaktifkan opsi [Reverse print order]. Melalui menu [File], pilihlah opsi [Word Options…] agar jendela Options ditampilkan. Carilah bagian [Print] dan beri tanda centang pada opsi [Print pages in reserve order]. Klik tombol [OK] untuk menutup boks ini.

Nah, dengan aktifnya fitur ini, maka tiap kali proses pencetakan dokumen berlangsung, Microsoft Word akan mencetak halaman secara terbalik (reverse), yaitu dari halaman terakhir sampai halaman awal dokumen.

Cara Mencetak Style Ke Printer

Setiap kali menyetak ke printer, Anda selalu mendapatkan berkas dalam keadaan tercetak rapi. Konsep WYSIWYG (What You See Is What You Get) yang sempat populer di penghujung tahun 80-an ini selalu menjadi pegangan di Microsoft Word. Hasilnya, apa yang Anda lihat di lembar dokumen Microsoft Word di monitor, itulah yang akan Anda dapatkan dalam versi cetaknya.

Konsep ini punya sedikit kelemahan. Anda yang masih sedikit awam dengan komputer tidak akan dapat mengetahui secara langsung format dan style apa saja yang digunakan dalam dokumen tercetak. Untuk dapat mengetahuinya Anda harus membuka dokumen versi digital dan melihat formatnya satu per satu via Microsoft Word.

Cara terbaik untuk menutup kelemahan ini adalah dengan mencetak dokumen beserta informasi style yang digunakan dalam dokumen. Dengan begini, Anda dapat mengetahui format apa saja yang digunakan dalam sebuah dokumen.

Berikut adalah lima langkah mudah untuk mencetak dokumen beserta informasi style-nya:
1 Klik [File] > [Open] kemudian pilih nama file yang akan dicetak.
2 Setelah dokumen terbuka, klik menu [File] > [Print] > [Print].
3 Dalam jendela Print, carilah combo box Print what, kemudian ganti opsi Document menjadi Styles.
Tekan [OK] untuk memulai pencetakan.