Monthly Archives: June 2014

Ranking Indonesia Dalam Hal Kecepatan Internet

Berapa kecepatan koneksi internet broadband yang dinikmati penduduk Indonesia? Angkanya bisa dilacak di laporan terbaru dari Akamai State of the Internet Report, analisis koneksi internet berbagai negara menurut riset perusahaan teknologi Akamai. Dalam peta koneksi interaktif Akamai, kecepatan internet paling cepat di Indonesia pada kuartal 1 2014 up to 2,37 Mbps. Dibandingkan dengan Korea Selatan atau Jepang yang menduduki posisi pertama dan kedua memang masih terpaut sangat jauh.

Tapi di wilayah Asia Tenggara masih terhitung lumayan. Dengan kecepatan koneksi paling cepat 2,37 Mbps, Indonesia mengungguli Filipina yang rata-rata hanya (2,07 Mbps), Laos (1,5 Mbps), Vietnam (1,95 Mbps), Myanmar (2,03 Mbps), ataupun Kamboja (2,13 Mbps).

Negara Asia Tenggara yang mengungguli Indonesia misalnya Malaysia (3,52 Mbps), dan Thailand (5,14 Mbps). Akamai sendiri menyatakan pertumbuhan kecepatan internet dunia memang menunjukkan tren bagus alias terus meningkat dari tahun ke tahun. “Meski masih ada yang harus ditingkatkan di beberapa negara, tren yang kami lihat tetap sangat positif,” kata David Belson, editor Akamai yang dikutip dari PCMag, Jumat (27/6/2014).

Koneksi internet rata-rata dunia semakin cepat. Hal itu terungkap dalam penelitian terbaru dari perusahaan teknologi Akamai yang menganalisis kecepatan internet di tiap negara. Lalu, negara mana yang koneksinya paling ngebut?

Menurut Akamai, pada kuartal I 2014, rata rata koneksi internet di dunia adalah 3,9 Mbps, naik 1,8% dari tahun sebelumnya. Bahkan Akamai memperkirakan pada kuartal depan, kecepatannya akan tembus 4 Mbps. “Meski masih ada yang harus ditingkatkan di beberapa negara, tren yang kami lihat tetaplah sangat positif,” kata David Belson, editor Akamai yang dikutip dari PCMag, Jumat (27/6/2014).

Berada di posisi pertama negara dengan koneksi internet broadband tercepat adalah Korea Selatan, dengan kecepatan rata-rata 23,6 Mbps. Negeri Ginseng ini memang menjadi langganan soal internet paling ngebut. Menguntit di posisi kedua adalah Jepang dengan koneksi rata-rata 14,6 Mbps. Diikuti berturut turut di posisi 10 besar oleh Hong Kong, Swiss, Belanda, Latvia, Swedia, Republik Ceko, Finlandia dan Irlandia.

Perkembangan positif kecepatan internet ini akan memungkinkan layanan baru seperti konten masa depan dan video 4K diimplementasikan. “Pertumbuhan dari tahun ke tahun mengindikasikan fondasi global yang kuat sedang dibangun untuk menikmati konten masa depan dan layanan seperti video 4K,” tambah Belson.

Advertisements

Ponsel HTC Gunakan Android L

Produsen teknologi asal Taiwan, HTC, berencana untuk segera menggunakan sistem operasi Android versi teranyar, Android L. HTC akan menyematkannya di produk andalannya, yaitu telepon cerdas HTC One M8 dan One M7. Ini merupakan bagian dari ambisi HTC dalam menghadirkan perubahan yang cepat bagi konsumennya. Cara itu juga diyakini mampu mendorong jumlah penjualan produknya secara global. Kini mereka pun disejajarkan dengan pemain besar lainnya, Apple dan Samsung.

“HTC akan memperbarui HTC One M8 dan M7 dalam waktu 90 hari setelah menerima peranti lunak yang sudah disempurnakan,” ujar sumber yang dilansir situs CNET, Kamis, 26 Juni 2014. Pembaruan yang dilakukan HTC juga termasuk program jaminan yang diberikan kepada konsumen untuk dapat mengakses versi Android teranyar apabila terdapat kerusakan dalam waktu jangka waktu setahun. Bersikap ramah kepada konsumen adalah aspek penting yang diterapkan HTC dalam memasarkan produknya.

Android L, yang sebelumnya ramai disebut sebagai Lollipop, resmi diperkenalkan Google lewat gelaran Google I/O, di San Francisco, Amerika Serikat. Sistem operasi ini mengunggulkan tampilan antarmuka yang diklaim sangat berbeda dibandingkan versi Android terdahulu.

Penampilannya mengacu kepada konsep anyar Google yang disebut Material Design. “Ini akan menjadi sistem operasi paling menakjubkan,” ujar Sundar Pichai, Wakil Presiden Google untuk Android, Chrome, dan Aplikasi.

Google juga menghadirkan sejumlah fitur baru. Masing-masing adalah Google Fit, yang menunjang aktivitas kesehatan; sistem keamanan lewat suara; serta fitur asisten pribadi, Google Now, yang telah diperbarui. Android L rencananya diluncurkan pada musim gugur tahun ini.

Daftar Fitur Unggulan Android 5 Lollipop

Android 5.0 atau Android L menjanjikan beragam perubahan. Bocoran mengenai perubahan sudah disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Google untuk Android, Chrome, dan Aplikasi, Sundar Pichai. “Akan adanya tampilan antarmuka yang sangat berbeda dibandingkan versi terdahulu,” katanya di San Francisco, Kamis, 26 Juni 2014.

Meski begitu, fitur baru pada Android L sudah ramai diperbincangkan di dunia maya. Nah, berikut ini bocorannya yang dirangkum oleh situs Trusted Reviews. Tampilan Baru
Lewat Android L, Google menerapkan konsep baru yang diberi nama Material Design. Ini akan menghasilkan tampilan yang sederhana tapi tetap modern. Android L juga akan dilengkapi dengan efek animasi.

Efek Real-time Shadows
Akan ada elemen shadows atau bayangan pada penampilan Android L. Ini diperkirakan mirip seperti yang ada pada sistem operasi buatan Apple untuk iPhone, yakni iOS 7. Efek semacam ini sebenarnya kerap digunakan oleh pembuat aplikasi digital.

Desain Baru Navigasi
Kabarnya akan ada rancangan baru pada navigasi utama. Meskipun tidak mengalami perubahan fungsi, Google menjanjikan sebuah kejutan.

Kesesuaian dengan Perangkat
Lewat konsep Material Design, Google menghadirkan penampilan yang disesuaikan dengan perangkat. Sistem operasi ini diharapkan memberi kenyamanan saat diakses melalui telepon pintar, sabak digital, atau komputer.

Desain Baru Gmail
Aplikasi Gmail akan menampilkan lebih banyak warna menarik. Penyegaran pada Gmail bakal memberikan kesan yang lebih segar dan menarik. Tampilan avatar pada Gmail juga akan mengalami perubahan.

Notifikasi
Penanda akan adanya pesan masuk memungkinkan pengguna untuk tidak harus selalu masuk ke aplikasi untuk membukanya. Meskipun dianggap praktis, fitur ini dikhawatirkan malah akan mengganggu. “Ini akan mengharuskan Anda untuk mengatur aplikasi mana saja yang notifikasinya otomatis dimunculkan,” tulis Trusted Reviews.

3D Multitasking
Keterangan mengenai aplikasi yang sudah diakses akan muncul dengan tampilan 3D. Ini merupakan bagian dari menu multitasking yang dihadirkan Google.

Tautan yang Terhubung Langsung dengan Pencarian Google
Pengembang aplikasi digital bakal memiliki tautan langsung dengan aplikasi yang terhubung pada situs pencarian. Dengan demikian, pengembang dapat secara langsung mengarahkan bagian aplikasi secara spesifik lewat Chrome melalui telepon pintar.

Dapat Terhubung dengan Banyak Perangkat
Android L mengusung ambisi Google yang ingin menghubungkan peranti lunaknya dengan banyak perangkat. Sistem operasi ini nantinya dapat digunakan untuk mengoperasikan Android TV, peralatan rumah tangga pintar, dan mobil pintar.

Android L dijadwalkan meluncur pada musim gugur tahun ini. Perusahaan yang sudah menyatakan akan menggunakan platform tersebut adalah HTC. Google dikabarkan bakal meluncurkan sistem operasi Android teranyarnya, Android 5 atau Lollipop, pada ajang pengembang digital, Google I/O. Perhelatan tersebut diselenggarakan di San Fransisco, Kamis pagi waktu setempat, 25 Juni 2014.

Huruf L pada Lollipop, merupakan kelanjutan seri Android, yang diluncurkan berdasarkan urutan alfabet. Ini juga menjadi ciri khas Google yang menamai sistem operasinya dengan nama makanan. Sebelumnya Google meluncurkan Android Cupcake, Donut, Eclair, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jelly Bean, dan KitKat.

“Android 5 atau Lollipop, akan tersedia mulai musim gugur,” tulis Forbes, Rabu, 25 Juni 2014. Hal ini menarik, karena pesaing Google, Apple, akan memperkenalkan sistem operasi iOS 8 di waktu yang hampir bersamaan. Pemilihan waktu tersebut cukup leluasa bagi produsen perangkat bergerak untuk menyertakan KitKat di produknya.

Lollipop akan menghadirkan tampilan antar-muka (user interface) yang sangat berbeda dibandingkan seri terdahulu. “Google bekerja keras untuk mengubah penampilannya untuk kesan yang konsisten” tulis Forbes. Google juga meningkatkan fitur multitasking yang memungkinkan pengguna untuk mengakses aplikasi tanpa harus membuka sepenuhnya. Salah satunya adalah surat elektronik. Jika pengguna ingin membuka atau membalas surat yang masuk, tidak harus masuk ke aplikasi Gmail.

Fitur teranyar di Lollipop adalah layanan kesehatan Google Fit. Layanan tersebut digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas olahraga penggunanya. Data kemudian dapat terkoneksi dengan perangkat lain, salah satunya lewat platform wearable, Android Wear. Ini sekaligus menantang fitur serupa yang akan hadir di iOS 8 buatan Apple, HealthKit.

Konektivitas juga menjadi hal yang diutamakan Google lewat Lollipop. Perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California, ini meningkatkan interaksi pengguna Lollipop agar dapat semakin terhubung ke banyak perangkat. Perangkat berbasis Lollipop dapat mengoperasikan jam tangan pintar, peralatan rumah tangga pintar, dan mobil pintar.

Fitur asisten pribadi Google Now, yang serupa dengan Siri di Apple dan Cortana di Microsoft, dikabarkan menghadirkan semakin banyak layanan. Google Now kini bisa digunakan untuk mengakses transportasi publik, bahkan memantau bursa saham. Pengembang digital yang berkesempatan mencoba Lollipop, akan menjajalnya lewat sabak digital Nexus 8. Sabak digital ini diproduksi oleh HTC dan memiliki ukuran layar 8,9 inci. Nah, kita tunggu saja seperti apa spesifikasi Lollipop.

Banyak pihak salah memprediksi perihal penamaan seri sistem operasi Google teranyar, Android L. Awalnya tebakan berkisar pada jenis makanan, seperti yang ada di versi terdahulu, seperti Ice Cream Sandwich, Honeycomb, dan KitKat. Melihat hal tersebut, perkiraan sempat mengarah ke Lemonhead dan Licorice. Belakangan, yang paling ramai muncul adalah Lollipop.

Ternyata, ketika Google memperkenalkan sistem operasi itu ke publik, namanya hanya terdiri dari huruf “L”. Acara perkenalan dilakukan hari ini, Kamis, 26 Juni 2014, di San Francisco, Amerika Serikat. Sayangnya, Google tidak merinci alasan penamaan yang sangat singkat tersebut. Namun ada cerita lain di balik nama tersebut. Masyakarat di India, sempat berharap Google memilih nama Laddu atau Laddo yang berarti makanan manis khas India yang berbentuk bulat.

Faktanya, tahun lalu sekelompok mahasiswa di IIT-Khargapur, sempat melobi Google untuk memakai nama Lassi yang merupakan minuman khas India. IIT-Khargapur adalah tempat Sundar Pichai menuntut ilmu. Pichai adalah wakil presiden Google untuk Android, Chrome, dan Aplikasi. Pichai, yang mengumumkan langsung dalam acara peluncuran, menjanjikan banyak perubahan di Android L. “Ini sangat berbeda dibandingkan seri Android lainnya,” ujar dia di ajang Google I/O di San Francisco, Amerika Serikat.

Android L kabarnya bakal resmi meluncur pada musim gugur. Produsen teknologi yang sudah berencana menggunakan Android L adalah HTC. Perusahaan asal Taiwan ini akan menyematkan sistem operasi tersebut di telepon pintar andalannya, HTC One M8 dan One M7.

Review dan Spesifikasi Smartphone LG G3 Yang Sederhana Tapi Mewah

Hari Rabu (18/6/2014) kemarin, LG resmi meluncurkan smartphone andalan barunya, G3, di Indonesia. Produk ini adalah ponsel pintar kelas teratas dari produsen asal Negeri Ginseng tersebut. Menduduki posisi tertinggi, sudah barang tentu G3 dibekali dengan aneka macam fitur teranyar dan tercanggih yang bisa disematkan oleh LG, macam layar quad-HD dan teknologi autofokus dengan sinar laser.

Bentuk fisiknya sendiri mengalami sedikit perubahan dibanding sang pendahulu, G2, terutama untuk menampung layar besar seukuran 5,5 inci. Seperti apa tepatnya? Ikuti penelusuran singkat KompasTekno berikut ini.

Besar, Tapi Ringan
Ada perasaan aneh kali pertama menggenggam LG G3. Dengan ukuran layarnya yang termasuk paling lebar untuk ukuran smartphone, G3 memiliki ukuran tubuh yang tak bisa dibilang kecil. Namun dimensi fisik tersebut ternyata sedikit mengecoh. Perangkat ini terasa sangat ringan di tangan. Tak heran, beratnya memang hanya 149 gram, lebih ringan dibandingkan beberapa ponsel flagship dari produsen lain.

Tubuh LG G3 berbentuk cembung di bagian belakang Tubuh G3 berbentuk cembung di bagian belakang, sedikit melngkung ke luar. Hal ini sedikit membantu membuatnya terasa lebih nyaman ketika digenggam. Meski layarnya sangat lebar, LG berhasil mempertahankan dimensi fisik keseluruhan dari G3 agar tak ikut “meluber”. Caranya adalah dengan menipiskan bagian bingkai (bezel) yang mengelilingi layar sehingga unit display memenuhi 77 persen dari keseluruhan sisi depan ponsel.

“Rasio (luas layar berbanding luas sisi permukaan depan) tersebut adalah yang terbesar di kelasnya. Jadi yang kita lihat di depan adalah layar dan layar,” ujar Head of Product Marketing Mobile Communication Division PT. LG Electronics Indonesia, Adinda Nesvia, ketika memberi penjelasan tentang LG G3 dalam acara peluncuran di Jakarta.

Agar menghemat ruangan lebih jauh, LG turut memindahkan tombol fisik ke layar dalam bentuk icon di tampilan antarmuka sistem operasi Android. Untuk membuktikan ucapan Adinda, KompasTekno membandingkan tampang depan LG G3 dengan salah satu smartphone flagship yang telah lebih dulu beredar di pasaran, Xperia Z2 dari Sony. Memang terlihat bahwa G3 memiliki layar lebih lebar (5,5 inci, berbanding 5,2 inci pada Z2), namun ukuran fisik kedua perangkat ternyata tak jauh berbeda. Bagian depan G3 terlihat lebih dipenuhi oleh layar.

Layar lebar itu memiliki resolusi sangat tinggi, mencapai 2560×1440 atau yang dikenal dengan istilah “quad-HD”. Namun, secara kasat mata, sulit membedakan ketajaman layar G3 dengan display smartphone lain yang “hanya” mendukung kualitas full-HD (1920×1080). Keduanya sudah sama-sama sangat tajam dan sama sekali tidak pixellated saat dilihat dengan mata telanjang. Lagipula, resolusi sangat tinggi agaknya sedikit mubazir apabila dipakai di layar smartphone yang toh ukurannya tak sebesar monitor komputer atau televisi. Di luar itu, tampilan layar LCD LG G3 sendiri terlihat indah, dengan kontras tinggi dan warna-warna cemerlang.

Simple
Desain keseluruhan LG G3 terlihat simple. Unit warna putih yang kami jajal memiliki bingkai layar hitam yang tampak berpadu serasi dengan keseluruhan bodi, sebagaimana terlihat dalam gambar di atas. Bagian samping LG G3 terlihat bersih dari tombol. Kesan simple, menurut Adinda, memang sengaja diterapkan oleh LG pada G3. Sisi-sisi samping perangkat ini terlhat “bersih” dari tombol kontrol yang memang dipindahkan oleh pembuatnya ke bagian belakang, di dekat unit kamera.

Sisi belakang itu dilapis material logam yang membuat LG G3 terasa agak dingin ketika disentuh. Di sini pengguna bisa menemukan tombol daya yang menyatu dengan sepasang tombol pengatur suara. LG sengaja menempatkan tiga tombol tersebut di sisi belakang, yang diklaim lebih natural karena sesuai dengan posisi jari telunjuk pengguna ketika menopang ponsel di tangan. Pendekatan ini sudah mulai diterapkan sejak produk flagship sebelumnya, G2.

Bagian belakang LG G3 berlapis bahan logam. Tombol-tombol kendali bisa ditemukan di sini. Tepat di atas tiga tombol tadi terdapat unit kamera 13 megapixel yang diapit lampu LED flash dan pemancar laser untuk keperluan AF-assist. Pemancar laser ini “menembakkan” cahaya tak kasat mata untuk membantu kamera agar bisa melakukan autofokus dengan lebih gegas. “Kecepatan fokusnya hanya 0.276 detik, lebih cepat dari kedipan mata manusia yang selama 0.3 detik,” sebut Adinda. Kendati terdengar agak menyeramkan, Adinda menjamin bahwa “laser” pada LG G3 tidak berbahaya apabila tersorot ke mata manusia.

Kami pun sempat menjajal kemampuan autofokus LG G3, yang ternyata tak terasa jauh berbeda dibandingkan kecepatan AF smartphone lain. Seorang staf LG yang mendemonstrasikan perangkat itu menjelaskan bahwa performa autofokus baru akan optimal apabila berada di luar ruangan. Kondisi sedikit gelap di lokasi peluncuran LG G3 memang sedikit menghambat proses penguncian fokus. Kembali ke soal kesederhanaan, konsep simple LG G3 juga merambat ke antarmuka yang digunakan.

User Interface ponsel ini didominasi tampilan flat dengan warna polos tanpa gradasi, agaknya untuk menekankan kata “sederhana” yang didengungkan LG. Di balik tampilan antarmukanya, LG G3 menjalankan sistem operasi Android 4.4.2 Kitkat. Adapun jeroan yang digunakan mencakup prosesor quad-core Snapdragon 801 2,5 GHz, RAM 2GB, serta media penyimpanan internal 16GB. Spesifikasi tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan versi G3 yang dipasarkan di Korea Selatan, yang diperkuat RAM 3GB dan media penyimpanan internal 32GB.

Menurut Adinda, pihaknya memang sengaja memilih spesifikasi yang dinilai cocok dengan pasaran Indonesia. “Kami ingin harga yang terbaik. Di samping itu, RAM 3GB sebenarnya belum dibutuhkan,” jelasnya. LG G3 sudah dapat dipesan di sejumlah retailer online dengan harga Rp 7 juta. Smartphone ini rencananya akan mulai hadir di pasaran lewat acara rilis perdana di mal Grand Indonesia, 27 Juni mendatang.

LG G3 resmi diumumkan dalam sebuah gelaran di London, Rabu 28 Mei 2014, pukul 00 dini hari WIB. Slogan yang diusung oleh perangkat ini adalah “Simple is the new smart”. Meski menggunakan istilah “sederhana”, fitur yang diusung LG G3 di balik slogan itu adalah fitur yang terbilang “mewah” untuk sebuah smartphone. Misalnya, layar LG G3 memiliki resolusi Quad HD, kurang lebih empat kali lipat resolusi High Definition. Dengan ukuran layar 5.5 inci, dan resolusi 2560 x 1440, kepadatan pixel LG G3 mencapai 538 ppi.

Hal “mewah” lain yang diusungnya adalah sistem autofokus pada kamera belakangnya yang menggunakan sinar laser. Hal ini diklaim memungkinkan fokus tercapai dalam waktu 0.276 detik, lebih cepat dari kedipan mata di kisaran 0.3 detik. Dari sisi rancangan bentuk, LG memiliki bezel yang sangat tipis. Hal ini menjadikan sekitar 77 persen bagian depannya berupa layar sentuh, dengan lebar perangkat yang tak jauh berbeda dibandingkan ponsel berlayar 5 inci.

Hal menarik lainnya adalah tampilan sistem operasi Android yang digunakan LG pada G3. Perangkat ini memiliki tampilan custom dengan gaya “flat design”. Warna yang digunakan pun diklaim lebih dewasa, dengan menghindari warna primer. Tertanam di dalam sistem operasi LG G3 adalah fitur bernama Smart Notice. Fitur ini bagaikan asisten pribadi pengguna G3. Misalnya, ia bisa mengingatkan pengguna untuk menelepon kembali seseorang yang tadi menelepon namun tak sempat dijawab atau merekomendasikan aplikasi yang jarang dipakai untuk di-uninstall dari perangkat.

Smart Notice juga bisa memberi rekomendasi berdasarkan ramalan cuaca. Rekomendasinya berbentuk kalimat awam, seperti “you may want to take an umbrella today since it will rain this evening.” (Anda mungkin perlu bawa payung, malam ini sepertinya akan hujan). Bagian belakang LG memiliki permukaan seperti logam (brushed metal) yang diyakini akan terasa nyaman saat disentuh. Bentuknya pun dirancang dengan sudut yang diharapkan bisa membuat perangkat ini enak digenggam.

Perangkat ini diumumkan dalam lima variasi warna: hitam (Metallic Black), putih (Silk White), kuning keemasan (Shine Gold), ungu (Moon Violet), dan merah (Burgundy Red). Belum diketahui warna apa yang akan tersedia di Indonesia. Hanya berselang sebulan setelah diperkenalkan secara internasional pada akhir Mei lalu, smartphone andalan baru LG, G3, telah resmi memasuki pasaran Indonesia lewat acara peluncuran di Jakarta, Rabu (18/6/2014).

G3 adalah smartphone high-end baru besutan produsen Korea Selatan itu yang dibekali berbagai macam fitur baru. Kelengkapannya mencakup layar 5,5 inci dengan resolusi quad-HD (2560×1440) yang menjadi salah satu fitur andalan. “Tadinya ada anggapan bahwa mata manusia tak bisa membedakan gambar dengan resolusi di atas 320 ppi, namun riset kami membuktikan sebaliknya,” ujar Head of Product Marketing Mobile Communication Division PT. LG Electronics Indonesia Adinda Nesvia ketika mengenalkan LG G3.

LG G3 turut dilengkapi kamera 13 megapixel dengan sistem AF berbasis laser yang diklaim mampu melakukan fokus dalam waktu hanya 0,3 detik. Dari sisi rancangan bentuk, LG memiliki bingkai layar yang sangat tipis. Alhasil, Sekitar 77 persen bagian depannya didominasi layar sentuh, dengan lebar fisik yang tak jauh berbeda dibandingkan ponsel berlayar 5 inci. Jeroan LG G3 yang masuk ke pasar Indonesia diperkuat prosesor quad-core Snapdragon 801 2,5 GHz, RAM 2 GB, memori internal 16 GB, dukungan micro-SD hingga 128 GB, dan baterai berkapasitas 3.000 mAh. Sistem operasi yang dijalankan adalah Android versi 4.4.2 (Kitkat).

Menurut Adinda, LG G3 yang dibanderol Rp 7 juta ini akan mulai masuk ke pasaran melalui acara rilis perdana tanggal 27 Juni mendatang, bertempat di mal Grand Indonesia, Jakarta. Ternyata bukan hanya layar resolusi tinggi dan kamera dengan autofokus gegas saja yang dibenamkan LG pada smartphone andalan barunya, G3.

Pabrikan asal Korea Selatan ini juga berencana menerapkan fitur sekuriti berupa “tombol anti maling” alias kill switch yang bisa mematikan ponsel apabila dicuri orang. Hal tersebut diungkapkan oleh Head of Product Marketing Mobile Communication Division PT. LG Electronics Indonesia Adinda Nesvia, saat menjelaskan kemampuan LG G3 dalam acara peluncuran di Jakarta, Rabu (18/6/2014).

“Pengguna bisa mematikan G3 secara remote. Akan muncul kesan bahwa percuma saja mencuri G3 karena akhirnya bakal tidak bisa dipakai atau dijual, ” kata Adinda. Menurut Adinda, kill switch pada G3 bukan sekedar menghapus memori perangkat, namun benar-benar membuat perangkat tersebut menjadi tidak bisa digunakan sama sekali. Fitur ini memang ditujukan sebagai semacam penangkal untuk menghadapi pencurian smartphone yang makin marak. Harapannya, dengan keberadaan kill switch, orang yang berniat jahat akan urung melakukan aksinya karena tahu perangkat (G3) hasil curian tak bisa dipakai atau dijual kembali.

Bentuknya sendiri bukan berupa “tombol” sungguhan yang bisa disentuh secara fisik, melainkan layanan berbasis web yang bisa diakses pengguna apabila kehilangan perangkatnya. “Fitur ini merupakan hasil kerjasama dengan McAfee. Nantinya pengguna bisa mendaftar, misalnya dengan memakai e-mail. Namun untuk sementara ini kill switch belum kami terapkan,” ujar Adinda. Dia tak menjelaskan kapan persisnya pengguna LG G3 bisa mengakses fitur ini.

Kelak, ketika sudah digelar, Adinda berharap kill switch setidaknya bisa membantu pengguna dalam mencegah data-data penting yang berada dalam smartphone agar jangan sampai jatuh ke tangan orang lain. “Habisnya kan terlalu banyak rahasia di sini (smartphone),” kata Adinda berkelakar

Layanan Facebook Akhirnya Tumbang Juga

Jejaring sosial Facebook dilaporkan tidak dapat diakses pada Kamis (19/6/2014) siang. Beberapa pengguna mengeluhkan tidak dapat membuka Facebook baik dari komputer ataupun ponsel pintarnya. Bermasalahnya jejaring sosial milik Mark Zuckerberg ini ramai dikicaukan di Twitter. “Ini facebook kenapa coba, enggak bisa dibuka, malah error. Perasaan tadi lancar2 aja,” tulis Nita melalui akun Twitter-nya pada Kamis pukul 15.12 WIB.

Laporan tak hanya datang dari Indonesia. Pengguna di sejumlah negara lain pun mengeluhkan hal serupa. Saat KompasTekno mencoba mengakses Facebook dari browser di komputer, muncul pesan eror. “Sorry, something went wrong. We’re working on getting this fixed as soon as we can.” Begitu juga saat dibuka dari smartphone, aplikasinya bisa terbuka, tetapi hanya muncul pesan “network error”.

Update: Kurang lebih pada pukul 15.35 gangguan tersebut sudah teratasi. Facebook pun telah mengeluarkan pernyataan resminya soal gangguan itu. Gangguan pada layanan Facebook, meski sebentar, diperkirakan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Kurang lebih, kerugiannya bisa mencapai Rp 2,3 miliar.

Kamis (19/6/2014) sore sekitar pukul 15.15 WIB, situs Facebook sempat tidak bisa diakses oleh sebagian besar pengguna di beberapa negara, termasuk Indonesia. Pemilik akun Facebook yang hendak terhubung atau melakukan aktivitas seperti update status, menulis di wall, atau berkomentar akan disambut pesan error sebagaimana terlihat di bawah.

Jejaring sosial terbesar di dunia itu kembali online sekitar pukul 15.35 WIB pada hari yang sama. Jadi, situs itu mengalami gangguan selama lebih kurang 20 menit. Data dari Downdetector.com menunjukkan bahwa 78 persen pengguna Facebook sama sekali tidak dapat mengakses situs itu, sementara 21 persen melaporkan tak bisa login.

Namun, gangguan hari ini bukanlah yang terlama dalam sejarah layanan Facebook. Daily Mail mencatat bahwa kali terakhir Facebook tumbang dalam waktu lama adalah pada Oktober 2013. Kala itu, Facebook offline selama empat jam. Biang keladinya disinyalir merupakan masalah jaringan. Sebelumnya, pada 2010, Facebook pernah pula tumbang selama 2,5 jam. Selebihnya, layanan Facebook mengalami gangguan hanya dalam beberapa menit.

Ironisnya, pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, pernah berucap bahwa jejaring sosialnya tak akan pernah down atau crash.Facebook sempat tak bisa diakses selama lebih kurang 20 menit pada hari Kamis (19/6/2014) sore waktu Indonesia bagian barat, sebelum online kembali sekitar pukul 15.35 WIB.

Periode waktu yang singkat tersebut ternyata menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi jejaring sosial terbesar di dunia itu. Data yang dilansir oleh Daily Mail menyebutkan bahwa Facebook menghasilkan pendapatan senilai 15.000 dollar AS dari berbagai sumber setiap 60 detik (1 menit). Jika pendapatan itu dikalikan dengan lamanya gangguan Facebook hari ini, maka perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg itu telah kehilangan pendapatan sebesar 300.000 dollar AS atau sekitar Rp 3,5 miliar dari gangguan kali ini.

Tumbangnya Facebook biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit. Kejadian hari ini, menurut catatan The Guardian, termasuk yang paling lama dalam sejarah Facebook. Jejaring sosial yang dipakai oleh lebih dari 1 miliar pengguna tersebut pernah tumbang selama 4 jam pada Oktober 2013, dan selama 2,5 jam pada 2010. Entah berapa kerugian yang dideritanya ketika itu. Facebook telah menyampaikan pernyataan resminya soal insiden ini.
Layanan jejaring sosial Facebook sempat tidak bisa diakses pada Kamis (19/6/2014) sekitar pukul 15.15 WIB. Namun, gangguan itu tak berlangsung lama. Beberapa saat kemudian, layanan itu bisa diakses kembali.

Gangguan terjadi selama lebih kurang 20 menit. Saat pengguna mengakses Facebook, akan muncul pesan berbunyi, “Something went wrong. We’re working on getting this fixed as soon as we can.” Para pengguna Facebook mengeluhkan gangguan ini melalui jejaring sosial Twitter. Bukan hanya pengguna di Indonesia, melainkan juga di beberapa negara lainnya. Tepatnya pada 15.35 WIB, layanan Facebook sudah bisa diakses lagi dari browser komputer pribadi ataupun aplikasi di ponsel pintar.

“Sore ini, kami menghadapi permasalahan yang menyebabkan terhambatnya pengguna untuk mem-posting di Facebook selama beberapa saat. Kami telah mengatasi situasi ini dan kami telah kembali beroperasi 100 persen. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin disebabkan atas kejadian ini,” tulis juru bicara Facebook dalam pernyataan yang diterima\.

Review Smartphone Quad Core Red Rice Xiaomi Seharga 1,3 Juta Rupiah

Telepon pintar asal Cina, Xiaomi, dipastikan bakal dipasarkan di Indonesia mulai Agustus mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Vice President Global Xiaomi Hugo Barra di pameran Indonesia Celluler Show (ICS), Jakarta Convention Center. “Prosesnya kemungkinan akan selesai dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Barra, di Jakarta, seperti dilansir Tech in Asia, Kamis, 5 Juni 2014.

Erajaya dipastikan menjadi distributor Xiaomi di Indonesia. Gerai Erafone milik Erajaya turut memamerkan ponsel Xiaomi di gelaran ICS yang berlangsung hingga Minggu, 8 Juni 2014. Meskipun kehadirannya sudah dipastikan, Barra belum bisa memastikan ponsel dan aksesoris Xiaomi mana yang akan dijual di Tanah Air. Dia menyebutkan produk yang dipasarkan akan mengunggulkan sifat lokal, salah satunya adalah fitur bahasa Indonesia.

Barra juga menyatakan dalam memasarkan Xiaomi di Indonesia, perusahaannya akan menggandeng sejumlah mitra. “Tidak ada mitra eksklusif,” kata dia menambahkan. Untuk menunjang ketersediaannya, akan ada 16 service center yang tersebar di Tanah Air. Xiaomi, yang disebut-sebut sebagai Apple dari Negeri Tirai Bambu, juga akan berekspansi ke beberapa negara pada tahun ini, antara lain Filipina, Vietnam, Thailand, dan India. Tahun 2015, perusahaan akan merambah ke Amerika Utara. Sebelumnya, Xiaomi sudah dikenal di Singapura dan Malaysia.

Bekerja sama dengan raksasa Internet Cina, Tencent, Xiaomi meluncurkan smartphone anyar Red Rice yang siap dijual dengan harga terjangkau. Melalui jejaring sosial Sina Weibo, Xiaomi mengumumkan pada Rabu, 31 Juli 2013 kalau ponsel pintar Red Rice siap bersaing dengan ponsel pintar lainnya yang ada di pasaran sekarang ini. Red Rice yang hadir dengan model dual SIM TD-SCDMA, konon telah diuji oleh operator telekomunikasi dan diklaim sebagai perangkat mobile dengan kinerja tinggi.

Red Rice memiliki lebar layar 4,7 inci dengan resolusi 1280 x 720 dan berjalan pada sistem operasi Xiaomi Version 5. Sistem Android berbasis MIUI ini telah dirombak sendiri oleh Xiaomi.

Performa kinerja ponsel asal Cina ini didukung prosesor quad-core 1.5GHz MT6589T dan dilengkapi dengan RAM 1 GB dan 4GB memori penyimpanan internal yang dapat diperluas. Untuk kameranya, Red Rice juga dilengkapi kamera belakang 8 megapiksel dan 1,3 megapiksel kamera belakang. Debut eksklusif ponsel Red Rice hadir di ritel Qzone akhir Juli 2013 dengan ketersediaan ponsel sebanyak 100 ribu unit dan dibanderol US$130 atau sekitar Rp 1,3 juta. Untuk penjualanan ke ritel lainnya dimulai pada 12 Agustus 2013.

Belakangan ini, Xiaomi semakin menunjukkan kesuksesannya untuk menjadi produsen ponsel mobile yang disukai konsumen. Berdasarkan laporan situs The Next Web, pendapatan Xiaomi pada enam bulan pertama tahun 2013 berhasil mencapai RMB 13.27 miliar, melebihi pendapatan pada tahun 2012 yang hanya RMB 12.6 miliar.

Xiaomi mungkin masih asing bagi kita. Namun, perusahaan asal Cina itu adalah salah satu perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat secara global. Bahkan, Xiaomi mengalahkan penjualan produk Apple di Cina. Lewat ekspansinya ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, Xiaomi yang disebut sebagai Apple dari Cina itu siap menghadang para pemain besar teknologi. “Xiaomi menjadi produsen telepon pintar keenam terbesar di dunia dan nomor tiga di Cina,” tulis Bloomberg Businessweek, Kamis, 5 Juni 2014. Pada saat ini penjualan terbanyak di Cina diraih Samsung, disusul oleh Lenovo.

Pada 2013, Xiaomi menjual 18,7 juta ponsel yang memberikan pemasukan senilai US$ 5 miliar atau Rp 59,2 triliun. Tahun ini perusahaan itu menargetkan total penjualan yang cukup fantastis, yakni 60 juta unit di seluruh dunia. Selain menjual ponsel pintar, perusahaan yang bermarkas di Beijing ini juga memasarkan sabak digital, televisi HDTV berlayar jumbo, set-top box, router, casing ponsel, serta charger portable.

Produk andalan Xiaomi adalah ponsel pintar yang diberi nama Mi3. Ponsel ini disukai karena penampilannya yang minimalis, dengan ketebalan 8,1 milimeter. Layarnya ditunjang oleh teknologi LG dan prosesor dengan performa tinggi. Keistimewaan ponsel ini adalah sistem operasi MIUI berbasis Android, yang hanya dijumpai di produk Xiaomi. Ponsel ini juga mengunggulkan fitur untuk menghemat baterai.

Model bisnis Xiaomi terbilang unik. Mereka menjualnya secara online melalui situs. Mereka tidak memasarkan lewat gerai serta menolak beriklan secara konvensional. “Xiaomi hanya menggunakan 1 persen dari total pemasukannya untuk pemasaran produk,” tulis Bloomberg. Xiaomi memilih menghemat biaya pemasaran dan mengalokasikannya untuk dana pembelian komponen yang berkualitas. Hasilnya, mereka berhasil menjual produk dengan harga terjangkau. Sebagai contoh, Mi3 dibanderol seharga US$ 270 atau Rp 3,2 juta. Perusahaan mengklaim saat penjualan diumumkan di situs, ponsel tersebut terbeli dalam hitungan 86 detik.

Nama Xiaomi Technology mungkin memang asing bagi sebagian besar penduduk dunia. Tapi bagi warga Cina, nama ini sangat terkenal. Dalam beberapa hal, vendor smartphone ini bahkan kerap disejajarkan dengan raksasa digital Apple.

Dikutip dari Reuters, Senin, 10 Desember 2012, tiga tahun setelah didirikan, nilai perusahaan ini melonjak menjadi US$ 4 miliar, atau sekitar Rp 38,4 triliun.Pada peluncuran produk terbarunya, ada saja orang yang yang bersedia bolos kerja demi mendapatkan produk ini paling awal, mirip dengan kelakuan fanboy Apple di berbagai penjuru dunia.

Yang lucu adalah Lei Jun, pendiri Xiaomi juga kerap disamakan dengan pendiri Apple, Steve Jobs. Pria 42 tahun ini biasa berpakaian santai warna gelap yang dipadukan dengan jins, mirip mendiang Jobs. “Media Cina kerap menyatakan bahwa aku adalah Steve Jobsnya Cina. Aku menganggapnya sebagai pujian, namun perbandingan seperti ini menjadi beban tersendiri bagi kami,” kata Lei. Meski begitu, Lei tetap menyatakan bahwa Steve Jobs merupakan salah satu orang yang memberinya inspirasi.

Kemiripan Apple dengan Xiaomi belum berhenti sampai di sini. Strategi yang diterapkan Lei pada perusahaannya juga serupa dengan Apple, yaitu memberikan kesan eksklusif pada produknya, dan lebih menyasar pada pasar kelas menengah atas. Xiaomi Phone 2, misalnya, memiliki spesifikasi mirip dengan Samsung Galaxy S III, namun dijual seharga US$ 370 atau sekitar Rp 3,5 juta, separuh dari harga iPhone 5.

Berbeda dengan vendor besar Cina lain seperti Huawei dan Lenovo yang mengandalkan operator telekomunikasi untuk menjual produknya dalam jumlah besar, Xiaomi memilih untuk mendistribusikan produknya sedikit demi sedikit. Akibatnya peminat pun saling berebut untuk menjadi yang pertama mendapatkan produk ini. Sebanyak 50 ribu ponsel yang dilepas ke pasar untuk pertama kali pada 30 Oktober lalu misalnya, ludes hanya dalam waktu dua menit.

Toh metode penjualan ini tak membuat penjualan produk Xiaomi menjadi seret. Dalam waktu satu tahun lebih dua bulan, perusahaan ini membukukan penjualan tujuh juta unit smartphone, melampaui target awal sebesar dua juta unit.

Harga Tablet 3D Google

Google, Kamis (5/6/2014), resmi mengumumkan proyek tablet dengan fungsi menangkap gambar tiga dimensi (3D) dan dibekali dengan berbagai sensor. Proyek tersebut disebut Project Tango Tablet.

Fitur 3D pada tablet ini berguna untuk proyek pemetaan ruangan dan pekerjaan visual lain, atau bahkan di kemudian hari bisa berguna dalam industri game.

Tablet ini akan dijual seharga 1.024 dollar AS sebagai Development Kit pada akhir 2014 dan Google dilaporkan siap memproduksi lebih dari seribu tablet, lebih besar dari 200 ponsel pintar Project Tango Smartphone.

“Development Kit ini dirancang untuk pengembang profesional yang tertarik untuk mengeksplorasi masa depan pengambilan gambar 3D dari perangkat mobile,” tulis Google, seperti dikutip dari The Verge.

Google bermitra dengan Nvidia untuk membuat tablet ini. Ia dibekali dengan prosesor Tegra K1, RAM 4GB, memori internal 4G, layar 7 inci, dan memiliki fitur 4G LTE.

Tentu saja, Google membekali spesifikasi tinggi untuk komponen kamera dan sejumlah sensor canggih yang memungkinkan tablet membedakan orientasi dan gerak.