Category Archives: Microsoft & Windows

Windows 10 Dijamin Selama 10 Tahun

Bulan Januari lalu, Microsoft menyatakan bahwa pengguna sistem operasi Windows 10 bakal mendapat support “selama masa hidup” perangkat. Istilah rentang waktu yang rancu tersebut sempat menimbulkan kebingungan, tapi kini Microsoft telah menjelaskan maksudnya lebih lanjut. Menurut dokumen Microsoft yang dirangkum dari PC World, Windows 10 bakal terus disuguhi “mainstream support” (fitur dan tweak baru) hingga 13 Oktober 2020.

Setelahnya, Windows 10 bakal memasuki masa “extended support” alias masih mendapat update berupa patch sekuriti hingga 14 Oktober 2025. Bisa dibilang, sistem operasi ini “dijamin” hingga 10 tahun ke depan. Update selama 10 tahun tersebut bakal terus disalurkan langsung oleh Microsoft ke para pemilik komputer dengan sistem operasi Windows 10, bahkan jika pabrikan komputer yang bersangkutan sudah tidak memberikan support sekalipun.

Skema masa dukungan yang diberikan terhadap Windows 10 sejalan dengan sistem-sistem operasi pendahulunya, yakni Windows Vista, 7, dan 8. Apa yang akan terjadi begitu “extended support” berakhir? Sistem operasi yang bersangkutan bakal tak lagi mendapat dukungan sama sekali sehingga membahayakan kestabilan dan kemanan komputer, seperti yang terjadi pada Windows XP tahun lalu.

Windows 10 sendiri dijadwalkan meluncur untuk platform PC dan tablet pada 29 Juli mendatang. Windows 10 Mobil untuk smartphone akan menyusul belakangan.

Advertisements

Windows 10 Akan Dibagikan Gratis dan Dukung Torrent Download

Sistem operasi Windows 10 masih dalam proses finalisasi oleh Microsoft. Perusahaan asal Redmond itu dikabarkan sedang menyiapkan build 10036 yang disinyalir bakal mendukung metode peer-to-peer (P2P) dalam mengunduh aplikasi atau update OS.

Namun, dikutip dari Ars Technica, Minggu (15/3/2015), metode P2P tersebut akan menjadi fitur opsional saja, dan jika diaktifkan maka akan memiliki dua mode, sistem akan mampu menerima update dari sistem lain di jaringan yang sama, atau dari jaringan lokal dan internet sekaligus.

Selama ini, metode update yang dimiliki oleh Microsoft adalah satu PC mengunduh update sendiri-sendiri. Cara itu dikeluhkan oleh perusahaan-perusahaan besar karena membutuhkan bandwidth yang besar. Terlebih, update tertentu ukurannya mencapai ukuran gigabyte. Tentunya selain menghabiskan banyak bandwidth, juga membuang banyak waktu.

Perusahaan-perusahaan besar selama ini bisa menghindari pemborosan itu dengan menggunakan Windows Server Update Services (WSUS), yang mengunduh semua update sekali ke server update lokal yang dimiliki masing-masing perusahaan. Komputer-konmputer lain yang terhubung dengan server kemudian mendapatkan update dari sistem lokal.

Belum jelas teknologi siapa yang akan dipakai Microsoft untuk melakukan update P2P. Microsoft sendiri telah menambahkan API P2P semenjak Windows XP SP1, namun API tersebut belum banyak dipakai software-software. Namun pada 2013 lalu, Microsoft diketahui mengakuisisi perusahaan Panda Networks, perusahaan yang juga mengembangkan software P2P, seperti BitTorrent yang memiliki server khusus dan alokasi bandwidth yang pintar.

Sistem operasi Windows 10 yang lama ditunggu-tunggu akhirnya mendapat kepastian dari Microsoft. Raksasa piranti lunak tersebut mengumumkan bahwa sistem operasi tersebut dapat diunduh gratis.

Namun ada syaratnya. Seperti dikutip dari The Verge, Kamis (22/1/2015), Executive Vice President of Operating System Microsoft Terry Myerson mengatakan Windows 10 gratis untuk pengguna yang sudah memiliki Windows 7 atau Windows 8.1. Upgrade gratis tersebut bisa dilakukan dalam waktu terbatas, yaitu selama rentang setahun setelah peluncuran Windows 10. Microsoft sendiri belum mengumumkan harga banderol piranti lunak ini, bila masa setahun itu sudah lewat.

“Segalanya tentang Windows 10, pengalaman, layanan dan upgrade gratis tersebut berarti suatu manfaat berkelanjutan untuk pelanggan kami. Generasi baru Windows adalah komitmen, untuk membebaskan orang dari teknologi dan membuat mereka bisa melakukan sesuatu yang hebat,” tulis Terry dalam blog Windows. Sayangnya, masih ada hal yang belum jelas di sini. Pengguna Windows 7 memang bisa mengunduhnya gratis, tapi apakah sistem operasi yang baru akan cocok dengan perangkat keras yang lama?

Microsoft telah mendaftarkan paten merek dagang “Windows 365” pada akhir Januari lalu. Nama tersebut mirip dengan Office 365, layanan aplikasi Office berlangganan milik Microsoft. Disinyalir, Microsoft bakal menerapkan model langganan yang sama untuk sistem operasi terbarunya nanti, Windows 10. Dikutip dari Digital Trends, Rabu (11/2/2015), alih-alih meminta bayaran yang besar satu kali di muka, Microsoft bisa saja menawarkan Windows 10 ke pengguna baru dengan langganan per tahun.

Microsoft sendiri telah mengumumkan bahwa WIndows 10 akan menjadi upgrade gratis bagi pengguna Windows 7, WIndows 8.1, dan Windows Phone. Namun, upgrade gratis tersebut menurut Microsoft hanya berlaku selama satu tahun saja. Artinya, pengguna bisa jadi diharuskan untuk mendaftar atau berlangganan setelah tahun pertama itu. Atau jika pengguna meng-upgrade di luar tahun pertama tersebut, mereka harus membayar sejumlah uang. OS Chief di Microsoft, Terry Myerson dalam sebuah event yang diselenggarakan Microsoft juga pernah berkata, “Dengan Windows 10, kami membuat Windows lebih seperti sebuah layanan.”

Apakah yang dimaksud oleh Myerson itu Microsoft akan menerapkan sistem berlangganan? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang pasti, Microsoft tidak akan menjual lisensi Windows 10 dengan cara tradisional seperti sebelumnya. Kemungkinan lain, merek dagang yang patennya didaftarkan Microsoft tersebut adalah sebagai upaya defensif perusahaan agar tidak digunakan oleh pihak lain.

Cara Kerja Hololens Kacamata Hologram 3D Dari Microsoft

HoloLens membuat penasaran banyak orang. Bahkan kehadirannya di Tanah Air pun belum dapat dipastikan waktunya. “Saat ini, kami sebagai staf lokal tidak diperkenankan memberi keterangan lebih jauh melebihi pernyataan resmi dari Microsoft pusat,” kata Kepala Humas Microsoft Indonesia, Sharon Isabella, ketika dihubungi, Rabu lalu.

Namun Sharon memastikan pihaknya akan menginformasikan kepada pelanggan soal kehadiran Hololens di Indonesia. Dalam situsnya, Microsoft sedikit membeberkan produk terbarunya itu.

Apa latar belakang Microsoft menciptakan HoloLens?
Peningkatan kualitas interaksi manusia dengan komputer menjadi faktor utama. Microsoft ingin mengubah interaksi yang selama ini ditentukan oleh layar dan tetikus. Hologram memungkinkan pengguna mengakses aplikasi selayaknya di komputer, namun dengan tampilan fisik yang nyata. Anda dapat berinteraksi dengan aplikasi sebagaimana berinteraksi dengan obyek fisik umumnya.

Bagaimana cara kerja HoloLens?
Kacamata ini tidak harus terhubung dengan kabel, telepon, atau koneksi khusus ke komputer. HoloLens dilengkapi dengan teknologi yang menghasilkan tampilan tembus pandang, holographic, lensa high-definition, dan suara spasial. Seperti pada komputer yang dilengkapi central processing unit (CPU), HoloLens dilengkapi dengan holographic processing unit (HPU). Berkat HPU, HoloLens mampu menjalankan aplikasi tanpa jeda.

Bagaimana cara merancang dan mengembangkan aplikasi untuk HoloLens?
Bagi pengembang digital, ada baiknya untuk mengikuti program Windows Insider. Jika tidak bisa mengikutinya secara langsung, akan ada training dari tim teknis Microsoft yang dilakukan via video streaming.

Apa yang dimaksud dengan hologram?
Hologram sama dengan obyek pada umumnya yang memiliki tampilan fisik. Bedanya, hologram dibuat oleh cahaya. Meskipun demikian, obyek hologram dapat dilihat dari berbagai angle dan jarak. Hologram terdiri atas dua macam dimensi. Pertama, seperti selembar kertas atau layar televisi. Kedua, ini dapat menjadi tiga dimensi seperti benda pada umumnya. Hologram pada HoloLens memiliki tampilan yang hidup. Gerakan, bentuk, serta perubahan bergantung pada interaksi pengguna HoloLens dengan lingkungan fisik yang berada di sekelilingnya.

Apa yang dimaksud dengan hologram di Windows 10?
Dengan Windows 10, aplikasi menjadi universal dan semua informasi dapat ditampilkan dengan bentuk hologram. Windows 10 dirancang untuk memberikan cara baru berkomunikasi, berkreasi, serta menggali teknologi lebih dalam.

Kapan Hololens dipasarkan di Indonesia?
Sharon: Belum ada informasi mengenai hal itu. Tapi para developer di Indonesia sudah melakukan technical preview beberapa bulan lalu guna memberikan feedback kepada Microsoft. Mereka adalah orang-orang pertama yang mencoba Windows 10.

Symantec dan Microsoft Kerja Sama Musnahkan Sarang Virus

Pada 24 Februari, Pusat Penanganan Kejahatan-Cyber Europol (EC3) mengkoordinasikan operasi internasional bersama dari pusat operasionalnya di Den Haag, yang mentargetkan Ramnit botnet yang telah menginfeksi 3,2 juta komputer di seluruh dunia. Operasi ini melibatkan peneliti dari Jerman, Italia, Belanda, dan Inggris – yang memimpin operasi – bersama dengan mitra dari industri swasta.

Botnet, istilah yang digunakan untuk menggambarkan jaringan komputer yang terinfeksi, digunakan oleh para kriminal untuk mendapatkan akses jarak jauh dan mengontrol komputer yang terinfeksi, sehingga memungkinkan mereka untuk mencuri informasi pribadi dan perbankan, seperti password, dan melumpuhkan perlindungan antivirus.

Malware ini, menginfeksi pengguna yang menjalankan sistem operasi Windows, mencari jalur lain untuk menginfeksi, seperti link yang terdapat dalam email spam atau kunjungan ke situs yang terinfeksi. Perwakilan dari berbagai negara, Microsoft, Symantec dan AnubisNetworks bekerja sama dengan petugas Europol telah menutup server kontrol dan komando, serta untuk mengembalikan 300 alamat domain internet yang digunakan oleh operator botnet itu. Operasi ini didukung oleh Taskforce Aksi Cybercrime (J-CAT), yang berkantor pusat di Europol.

CERT-Uni Eropa (Computer Emergency Response Team untuk lembaga, badan dan agensi Uni Eropa) berpartisipasi dalam operasi ini, menyampaikan informasi tentang korban kepada tim (peers), untuk tujuan mitigasi risiko.

“Keberhasilan operasi ini menunjukkan pentingnya penegakan hukum internasional bekerja sama dengan industri swasta dalam memerangi ancaman cybercrime global,” kata Deputy Director Operations Europol, Wil van Gemert, dalam keterangan yang diterima, Sabtu (28/2). “Kami akan melanjutkan upaya kami dalam menaklukkan botnet dan menghancurkan infrastruktur inti yang digunakan oleh kriminal untuk melakukan berbagai kejahatan dunia maya,” tambahnya.

Microsoft dan Symantec telah merilis instrument untuk membersihkan dan mengembalikan pertahanan komputer yang terinfeksi. Bagi mereka yang khawatir komputer mereka mungkin telah terinfeksi, EC3 merekomendasikan mengunduh perangkat lunak khusus untuk disinfeksi.

Apple Ternyata Pakai Komputer Windows Untuk Produksi Mac

Siapa sangka, komputer Mac bikinan Apple yang terkenal itu ternyata dibikin menggunakan sistem operasi “saingan”, Windows dari Microsoft yang populer dipakai pada komputer pribadi desktop. CEO Apple Tim Cook mengungkapkan hal ini melalui sebuah foto yang dipublikasikan ke media sosial Twitter pada Kamis (6/6/2014) lalu.

Dalam foto itu tampak Cook sedang meninjau pabrik komputer Mac Pro di Austin, Amerika Serikat. Entah sengaja atau tidak, foto itu memperlihatkan Cook yang berdiri tepat di depan sebuah komputer iMac yang tampak menjalankan sistem operasi Windows.Cook sendiri mungkin belum menyadari “kesalahan” kecil yang dilakukan. Namun, foto yang dipublikasikan Cook itu telah di-retweet ribuan kali, namun hanya segelintir pengguna Twitter yang menyadari keberadaan iMac Windows di latar belakang.

Boleh jadi software yang diperlukan untuk proses produksi Mac hanya bisa berjalan di sistem operasi itu. Ironisnya, Cook sempat mengejek Microsoft soal angka adopsi Windows 8 yang rendah dibandingkan sistem operasi OS X Mavericks besutan Apple.

“Ini (Mavericks) adalah sistem operasi PC yang paling cepat diadopsi sepanjang sejarah,” ujar Cook dalam konferensi pengembang aplikasi Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) 2014, awal bulan ini. Tak jelas apakah komputer Mac bersangkutan menjalankan Windows XP atau Windows 7, ataupun aplikasi yang digunakan. Ada kemungkinan Windows di iMac itu dipakai menjalankan software electronic design automation (EDA) untuk keperluan produksi.

Setelah 15 Tahun Microsoft Akhirnya Berhasil Memperbaiki Jasbug

Kadang diperlukan waktu lama untuk memperbaiki celah keamanan pada sebuah peranti lunak (software), bisa berbulan-bulan, bahkan mencapai hitungan belasan tahun seperti pada contoh kasus yang menimpa Microsoft berikut.

Raksasa software tersebut minggu ini merilis patch untuk menambal serangkaian celah keamanan di sistem operasi Windows. Salah satunya yang disebut “Jasbug” sudah ditemukan sejak Januari 2014, tetapi Microsoft butuh waktu setahun penuh untuk membuat perbaikan.

Menurut laporan The Next Web yang dirangkum Kamis (12/2/2015), lamanya waktu untuk mengatasi Jasbug disebabkan oleh sifatnya yang bukan sekadar masalah coding, melainkan cacat desain yang sudah berakar sejak 15 tahun lalu, pada tahun 2000.

Padahal, Jasbug termasuk berbahaya. Microsoft menerangkan bahwa celah keamanan yang mengeksploitasi kelemahan service Active Directory ini bisa digunakan oleh hacker untuk mengambil alih sistem Windows melalui teknik man-in-the-middle.

Informasi lebih detail mengenai Jasbug bisa diperoleh di buletin keamanan Microsoft.

Jasbug ditemukan di semua versi Windows mulai Windows Server 2003 hingga Windows 8.1. Patch untuk semua sistem operasi sudah bisa diunduh, kecuali Windows Server 2003 yang tak memperoleh update walaupun masih tercakup dalam masa dukungan hingga lima bulan ke depan.

Pengguna rumahan agaknya tak tepengaruh langsung oleh Jasbug karena Active Directory biasanya digunakan di lingkungan korporat, tetapi tak ada salahnya menambal celah keamanan ini, siapa tahu bisa mencegah sakit di kemudian hari.

Microsoft Tuntut Samsung Untuk Bayar Paten

Microsoft berencana menggugat Samsung atas keterlambatan pembayaran paten perangkat bergerak berbasis Android. Sejak 2011, Microsoft dan Samsung menyepakati pembagian paten dari setiap penjualan perangkat Android Samsung. Ternyata, Samsung tidak memenuhi kewajiban pembayaran tersebut sejak akhir 2013. Microsoft pun akhirnya membawa permasalahan ini ke ranah hukum. “Setelah berbulan-bulan mencoba untuk mencari solusi, Samsung secara jelas menyatakan dalam suratnya bahwa kami tidak sepaham seperti yang ada pada kontrak,” tulis Corporate Vice President Microsoft, David Howard, lewat blog-nya, yang dilansir situs The Verge, Ahad, 3 Agustus 2014.

Microsoft memperkirakan, kenaikan pertumbuhan telepon pintar Samsung secara global menjadi penyebab Samsung lalai memenuhi kewajibannya. Howard mengatakan, Samsung memprediksi penjualan akan sukses, tetapi tidak ada yang bisa membayangkan bahwa penjualan ponsel pintar Android mengalami peningkatan yang sangat tinggi. (baca: Samsung Kuasai Pasar Tablet Indonesia)

Raksasa teknologi asal Negeri Ginseng tersebut belum menjawab gugatan Microsoft. “Kami akan meninjau keluhan tersebut secara detail dan akan memberikan tanggapan yang sesuai,” kata juru bicara Samsung. Adapun Microsoft juga menyepakati kerja sama terkait paten dengan produsen global lainnya, seperti Motorola, HTC, dan Acer. Microsoft juga bekerja sama dalam memproduksi perangkat berplatform Windows Phone.

Microsoft menyatakan akan mengajukan gugatan terhadap Samsung karena perusahaan tersebut menolak membayar uang paten sistem operasi Android.

“Sejak September 2011 kami saling membayarkan royalti Android masing-masing karena sistem operasi tersebut adalah kolaborasi banyak perusahaan. Tapi Samsung akhir-akhir ini mulai menolak membayar,” kata ketua penasihat hukum Microsoft, Davis Howard, seperti yang dilansir ABC News, Sabtu, 2 Agustus 2014.

Pengacara perusahaan pemimpin di dunia piranti lunak ini menyatakan bahwa sistem operasi Android merupakan kolaborasi lebih dari 25 perusahaan termasuk Samsung, Acer, dan ZTE. Selama ini, perusahaan-perusahaan ini setuju untuk saling membayarkan paten dari portofolio masing-masing. Setidaknya dari paten tersebut, Microsoft menghasilkan US$ 2 miliar per tahun.

Samsung mulai menolak membayar paten pada semester II tahun ini. Pada November tahun lalu, menurut Microsoft, Samsung juga telat membayar paten. Samsung menyatakan bahwa alasannya menolak membayar karena produk Microsoft dan Nokia yang dijual setelah akuisisi, tidak disertai dengan lisensi paten yang mereka sepakati.

Dari berkas pengaduan Microsoft, perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa Samsung mengajak perusahaan elektronik lain di Korea Selatan untuk membatalkan kontrak paten dengan Microsoft. Pihak Samsung kemudian menyatakan bahwa mereka akan mempelajari gugatan tersebut sebelum mengeluarkan pernyataan lebih lanjut.