Monthly Archives: April 2015

Review LG G4 Yang Dijual Lebih Murah Dari Samsung Galaxy S6

LG sepertinya menjadikan Galaxy S6 sebagai sasaran psywar-nya. Setelah membandingkan dari sisi prosesor, kini G4 disebut bakal lebih murah ketimbang ponsel flagship Samsung tersebut. G4 sendiri diluncurkan bersamaan dengan S6 yang digelar di Jakarta hari ini. Para pencinta gadget tentu bertanya-tanya dengan spesifikasi kelas atas, berapa harga jual dari kedua ponsel tersebut.

Menyoal spesifikasi ponsel, LG coba membuat konsumen terpana dengan jeroan dan material yang membalut G4. Namun bukan berarti penerus G3 itu bakal berharga lebih mahal dibanding S6. “Untuk harga kami belum bisa kami beri tahu, tapi yang pasti harga G4 lebih rendah ketimbang S6. Lebih tepatnya harganya kompetitif,” tegas Head of LG Mobile Indonesia Damond Kim kepada sejumlah media Indonesia yang diundang ke acara peluncuran di Singapura, Rabu (29/4/2015).

Di Indonesia, G4 sendiri akan diluncurkan secara resmi pada 29 Mei mendatang. Meski demikian pemesanan handset sudah dibuka sejak 13 Mei. Untuk G4 yang dilepas di Indonesia akan difasilitasi dengan dual sim 4G LTE. LG akhirnya meresmikan ponsel flagship teranyarnya, G4. Acara peluncuran ponsel ini dilakukan secara bersamaan di London dan New York tadi malam, serta di Singapura pagi ini.

Dan seperti yang sebelumnya diisukan, G4 menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 808, yang lebih rendah dibanding Snapdragon 810. Ini adalah prosesor 64 bit dengan enam inti, terdiri dari dual core Cortex 1-57 dan quad core Cortex-153. LG mengklaim bahwa mereka bersama Qualcomm sudah mengoptimasi prosesor ini sehingga kinerjanya lebih tinggi dibanding Exynos 7420 yang digunakan di Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge. RAM-nya 3 GB dengan storage 32 GB dan bisa diekspansi menggunakan slot microSD.

Namun sayangnya klaim LG tersebut tidak dibarengi dengan hasil benchmark dari perangkat tersebut. Sementara Galaxy S6 Edge ketika di-benchmark menggunakan AnTuTu bisa mencapai angka 68 ribu.LG G4 menggunakan layar 5,5 inch dengan resolusi QHD, dengan jenis panel Quantum LCD. Keunggulannya, seperti diklaim LG, akan mempunyai akurasi warna yang sangat tinggi. Menurut LG, panel ini bisa mereproduksi warna 20% lebih banyak, 25% lebih cerah, serta tingkat kontras lebih tinggi 50% dibanding layar G3.

Sistem operasinya Android 5.1 Lollipop, dengan tampilan UX 4.0. Menurut LG, UI ini sudah mereka bersihkan dari bermacam bloatware. Contoh paling sederhananya, LG menggunakan Chrome sebagai browser standar di ponsel ini. Sementara dari segi kamera, G4 menggunakan sensor berukuran 1/2,6″ dengan resolusi 16 megapixel. Lensanya punya bukaan diafragma F/1,8, yang juga dilengkapi dengan optical image stabilization (OIS) dengan sistem 3 axis.

Untuk mengisi baterai 3000 mAh-nya, LG menyiapkan charger dengan rating 1,8A, yang juga mendukung wireless charging dengan back cover khusus. G4 akan tersedia di Korea Selatan mulai besok, sementara untuk negara lain belum disebutkan tanggal ketersediaannya.LG resmi meluncurkan ponsel flagship terbaru yang diberi nama G4. Perangkat ini disebut sebagai perwujudan ambisi besar LG untuk bersaing di segmen ponsel kelas berat.

Bersama sejumlah media Indonesia lainnya diundang dalam acara peluncuran G4 di Art & Science Museum, Marina Bay Sand, Singapura, Rabu (29/4) pagi waktu setempat. Acara peluncuran tak hanya di Singapura, namun secara bersamaan di New York, London, Paris, Istanbul, dan Seoul.LG mengklaim ada 1.000 undangan yang menyaksikan kelahiran jagoan baru pabrikan asal Korea Selatan itu. Demi bersaing dengan vendor ponsel lain yang sudah menelurkan produk flagshipnya, LG pun menyematkan beberapa jeroan yang diklaim terbaik di kelasnya.

Salah satu adalah dengan menyematkan bukaan lensa kamera 1,8 yang mampu mengambil gambar 80 persen lebih terang ketimbang yang dipakai di pendahulunya, G3. Untuk sisi resolusi, kamera belakang LG sudah menggunakan 16 megapixel serta 8 megapixel di kamera depan.Layarnya pun sudah menggunakan IPS Quantum Display yang bakal memanjakan mata penggunanya dengan resolusi 2.560 x 1.440 piksel.

Dari sisi dapur pacu, LG akhirnya menggunakan Snapdragon 808 seperti yang sudah ramai diberitakan sebelumnya serta RAM 3 GB.Untuk sisi baterai, LG menyematkan baterai berkekuatan 3.000 mAh yang sudah lebih digunakan di G3 dan terbukti mampu menopang aktivitas ponsel seharian, tanpa perlu berkali-kali charger. Dimensi G4 sendiri, dengan ukuran 148,9×76,1×6,3 mm. Dengan ketebalan 9,9 mm dan berat 155 gram, rasa-rasanya G4 bakal nyaman digenggam tangan.

Untuk jaringan, G4 tentu sudah men-support LTE 4G seperti kebanyakan ponsel-ponsel kelas atas lainnya. G4 tersedia dalam ada abu-abu metalik, putih, dan emas untuk cover belakang keramik. Untuk kulit ada hitam, coklat, merah, biru langit, beige, dan kuning. Seperti tagline, “See The Great, Feel The Great”, LG mengharapkan para konsumen bakal merasakan kehebatan dari G4 yang disebut sebagai perwujudan ambisi besar mereka dalam persaingan smartphone kelas premiumDatang sebagai penantang, LG G4 tentu harus punya senjata mematikan untuk bisa bertarung di kasta tertinggi industri ponsel. Berikut tiga hal yang dijagokan LG dari ponsel flagship ini: desain, layar, dan kamera.

Desain
Dari segi desain, tentu yang paling mencolok adalah cover belakang yang terbuat dari kulit asli. Tak sekadar kulit, LG menyebut bahwa kulit-kulit ini dioleh melalui sebuah proses yang bernama vegetable tanning. Proses tersebut adalah sebuah standar untuk industri kulit mewah, dan hanya sekitar 10% dari bahan kulit yang mengalami pemrosesan seperti ini. Ada enam pilihan warna untuk back cover berbahan kulit ini. Jika tak suka dengan bahan ini, G4 juga akan tersedia dengan cover belakang dengan bahan plastik. Cover yang bisa digonta-ganti ini akan tersedia dengan sebuah pola unik, dengan tiga pilihan warna, Ceramic White, Metallic Gray dan Shiny Gold.

Layar
LG G4 menggunakan layar 5,5 inch dengan resolusi QHD, atau 2560 x 1440 pixel. Panel layar yang digunakan oleh LG adalah Quantum LCD. Ini juga layar QHD pertama yang menggunakan teknologi Advanced In-Cell Touch (AIT)Keunggulannya, seperti diklaim LG, akan mempunyai akurasi warna yang sangat tinggi. Menurut LG, panel ini bisa mereproduksi warna 20% lebih banyak, 25% lebih cerah, serta tingkat kontras lebih tinggi 50% dibanding layar G3.

Kamera
LG membenamkan kamera dengan resolusi 16 megapixel di G4. Tak cuma resolusi besar, lensa yang digunakan mempunyai bukaan diafragma f/1,8. Ini membuat jumlah cahaya yang masuk ke sensor lebih besar.Performa low light-nya juga semakin baik dengan penggunaan OIS 2.0, yang diklaim dua kali lebih baik dibanding OIS+ di G3. Dalam optical image stabilization kali ini, LG menggunakan stabilizer 3 axis, ketimbang 2 axis seperti di G3.

Pengguna G4 juga bisa memilih Manual Mode di kameranya, agar mempunyai pengaturan yang lebih personal. Penggunanya bisa mengatur fokus, shutter speed, ISO, kompensasi exposure, dan white balance secara manual. Foto yang dijepret pun bisa direkam dalam format RAW, yang lebih fleksibel ketika diolah lebih lanjut ketimbang format JPEG. Kamera ini bisa merekam video dengan resolusi 2160p alias 4K.

Sementara untuk kamera depan, LG menggunakan kamera beresolusi 8 megapixel. LG juga memodifikasi fitur Gesture Shot, yang kini jadi bernama Gesture Interval Shot. Dengan fitur ini, G4 akan mengambil 4 foto dalam interval 2 detik.Bersiap-siaplah bagi para pecinta LG, karena pabrikan asal Korea Selatan itu akan mulai membuka pre order G4 di Indonesia mulai 13 Mei mendatang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Head Mobile LG Indonesia Damond Kim di sela-sela peluncuran ponsel flagship terbarunya G4 di Art & Science Museum Singapura, Rabu (29/4) siang waktu setempat. “Untuk Indonesia, pre order akan dibuka mulai tanggal 13 Mei mendatang. Lalu launching resminya diadakan pada 29 Mei,” ujar Kim.

Ditambahkan oleh Head of Marketing Product LG Mobile Indonesia Adinda Nesvia, nantinya para calon pembeli bisa memesan langsung di seluruh gerai LG Mobile Store yang ada di Indonesia dan juga sejumlah situs jual beli online. Bakal ada sejumlah promo yang diberikan oleh LG termasuk bonus baterai 3.000 mAh dan kartu memori penyimpanan. Calon pembeli disebut bakal mendapatkan handset tersebut sebelum acara launching resminya.

Advertisements

ZTE Blade S6 Smartphone Pembunuh Xiaomi Mi 4i

Tak cuma kelas premium, segmen menengah pasar ponsel Indonesia juga penuh drama. ZTE misalnya yang terang-terangan menunjuk Xiaomi Mi 4i untuk disingkirkan. Adalah Blade S6 yang menjadi ponsel jagoan vendor asal China itu. Ini merupakan smartphone octa core Snapdragon 615 pertama yang menggunakan Android 5.0 Lollipop.

“Hari ini kami dengan bangga mengumumkan ketersediaan Blade S6 di pasar gadget Indonesia. Dengan kolaborasi antara prosesor quad core Snapdragon 615 dan Android Lollipop maka Blade S6 akan menghadirkan pengalaman berbeda dalam menggunakan smartphone,” ujar Fritz Wang, Managing Director of ZTE Mobile Devices Indonesia, ketika konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Blade S6 dirancang untuk menyasar segmen anak muda yang haus akan smartphone berteknologi canggih. Tak hanya kece di sektor performa, ponsel ini pun tampil dengan desain yang mirip iPhone 6. Sayang, layar 5 inch yang diusung masih menggunakan resolusi 720x1280p. Bahan material yang dipakai pun masih menggunakan plastik dengan ketebalan mencapai 7,7 mm. Hal ini tentu membuat Blade S6 kurang terlihat elegan ketika diposisikan sebagai ponsel flagship.

Seperti yang dikatakan di awal, performa smartphone ini ditopang oleh prosesor octa core 1,5 Ghz Qualcomm Snapdragon 615 dengan besaran RAM 2 GB dan memori internal 16 GB + slot microSD. Besaran baterainya juga tidak terlalu istimewa untuk ponsel bentang layar 5 inch, yakni 2.400 mAh.

Blade S6 dibekali kamera 13 MP untuk kamera belakang dan 5 MP sisi depan. Menariknya, kamera Blade S6 sudah mengusung teknologi kamera terbaru milik Sony, yakni IMAX214. Tersedia dalam satu warna saja, yakni silver, perangkat yang sudah mendukung jaringan 4G LTE ini siap dijual ke pasaran mulai 5 Mei 2015. Sayang, ZTE Indonesia belum siap memaparkan berapa harga yang dibanderol untuk satu unit Blade S6.

“Kami hanya bisa bilang, harga Blade S6 ini menjadi killer price untuk Xiaomi mi4i,” ujar Yohanis Alfin, Sales Manager ZTE Mobile Devices Indonesia.

Huawei Honor 4C Smartphone Octacore Dengan RAM 2GB Harga Cuma Rp. 1,6 Juta

Huawei memperkenalkan smartphone barunya, Honor 4C, yang dibekali spek cukup memikat dan harganya terjangkau. Honor 4C ini adalah suksesor dari Huawei 3C yang cukup populer tahun lalu. Honor 4C desainnya tak begitu jauh berbeda dari 4C. Di sisi jeroan, ia memiliki prosesor octa core 1,2 GHz HiSilicon Kirin 620 dan ditunjang RAM 2 GB. Sedangkan layarnya seluas 5 inch resolusi 720p.

Spesifikasi kunci lainnya meliputi memori internal 8 GB yang dapat diekspansi via microSD sampai 32 GB, baterai 2.550 mAh, support dual SIM, kamera 13 megapixel, dan kamera depan 5 megapixel untuk menunjang aktivitas selfie. Huawei Honor 4C ini menjalankan Android 4.4 KitKat. Harganya hanya dipatok 799 yuan di China atau di kisaran Rp 1,6 juta. Huawei memang mengikuti strategi khas produsen smartphone asal China, yakni menggoda konsumen dengan smartphone spek bagus tapi harganya tak begitu mahal.

Saat ini, handset tersebut baru dijual di pasar China. Tapi kemungkinan akan merambah negara lain termasuk Indonesia, mengikuti jejak pendahulunya Honor 3C. Dikutip dari Reuters, Rabu (29/4/2015), Huawei menyatakan sudah menjual 20 juta handset merek Honor tajun lalu. Mereka menempati posisi keempat sebagai produsen smartphone terbesar di dunia, dengan pengapalan 68 juta unit menurut riset dari Gartner.

Spesifikasi dan Review Xiaomi Mi4 Yang Murah dan Fantastis

Xiaomi cukup cerdik ketika mengumumkan ponsel terbarunya, Mi 4i. Sedikit demi sedikit vendor China ini membeberkan kelebihan ponsel buatannya sehingga bikin audiens penasaran. Tapi rasa penasaran itu akhirnya terjawab kepuasan setelah menjajalnya. Secara desain, pertama kali melihatnya di layar langsung terbayang dengan iPhone 5C kepunyaan Apple. Namun bila ditelusuri lebih lanjut sejatinya sama sekali berbeda, mungkin kemiripan dikarenakan pilihan warnanya yang cenderung sama dengan iPhone 5C, ditambah lagi dengan desain pinggiran yang agak membulat.

Namun yang menjawab rasa penasaran sebenarnya adalah spesifikasinya. Ketika dioperasikan, operasional Mi 4i sangat mulus. Penggunaan RAM sebesar 2 GB dan prosesor octa core Snapdragon 615 sepertinya sangat efektif menopang sektor performa. Bagian kamera juga mengejutkan, untuk ukuran harga ponsel Rp 2,6 juta Mi 4i benar-benar memiliki kualitas jepretan oke. Makin penasaran?

Pertama menggenggam Mi 4i tak ada rasa kagum, tampangnya terbilang biasa saja. Ponsel ini mengusung desain unibodi dengan mengandalkan material plastik polycarbonate. Namun bodi belakangnya punya kelebihan unik yakni anti kotor.

Jadi walaupun bodi belakangnya tak sengaja tercoret alat tulis, pengguna dapat dengan mudah menghapusnya. Cukup diusap saja, atau bila nodanya membandel bisa menggunakan penghapus. Kelebihan ini dipastikan bisa bikin bodi belakang Mi 4i tampil mulus tanpa bercak noda.Beralih ke bagian sisi, seperti ponsel Xiaomi lainnya tombol power dan volumenya berada di sisi kanan. Sedangkan di sisi kanan diisi oleh slot kartu SIM yang bisa diisi oleh dua kartu SIM sekaligus. Menariknya, pengguna tak perlu memilih memprioritaskan kartu SIM tertentu karena kedua slot kartu SIM di Mi 4i sudah mendukung konektivitas 4G LTE.Sedangkan di bagian atas dan bawahnya, pengguna akan menemukan port audio 3,5 mm dan juga slot micro USB untuk keperluan transfer data atau sekadar mengisi ulang baterai. Oh iya, Mi 4i hadir dalam 5 pilihan warna: hitam, putih, biru, kuning, dan pink.

Layar juga jadi bagian dari Mi 4i yang diagung-agungkan Hugo Barra, Vice President Xiaomi Global di atas panggung. Petinggi Xiaomi itu menyebut Mi 4i dibekali teknologi layar yang disebutnya Sunlight display. Teknologi Sunlight display memungkinkan layar Mi 4i tetap tampil cerah meski tengah terkena paparan sinar matahari. Dan ketika kami membuktikannya, ternyata hal itu terbukti karena layar Mi 4i tetap cerah dan jelas terlihat walau dalam kondisi terik. Tapi sebenarnya teknologi Sunlight display tidak benar-benar terbenam di bagian layar, melainkan sebuah sensor yang berada di bagian atas layar. Jadi sensor ini bisa mengenali tingkat cahaya di sekitar ponsel, bila cahaya yang ada dianggap berlebihan seperti misalnya terpapar cahaya matahari maka sensor tersebut akan memerintahkan layar untuk mengatur tingkat kecerahan. Kedengarannya memang biasa saja karena fitur ini seperti fitur auto brightness yang sudah lama ada di ponsel. Tapi bisa dibilang teknologi Sunlight display lebih canggih karena bisa memberikan pencahayaan yang lebih cerah dan akurat.

Selain itu secara hardware layar Mi 4i juga mumpuni. Layar Mi 4i dibuat oleh Sharp, telah mengusung resolusi full HD (1920×1080 pixel), dan punya view angle hingga 178% yang artinya bisa dilihat meski dari samping. Kepadatan pixelnya mencapai 441 ppi, dan sudah mengusung teknologi One Glass Solution (OGS). Ketika menjajalnya, kualitas yang disodorkan memang mumpuni, tampilan layarnya cerah dan terlihat tajam, meski tengah di bawah cahaya terik matahari. Gampangnya, tak akan terbesit kesan murahan ketika melihat tampilan layar Mi 4i.

Xiaomi membekali Mi 4i dengan sistem operasi berbasis MIUI 6 yang berjalan di atas Android, sama seperti Redmi 2 yang belum lama ini dirilis di Indonesia. Namun kali ini MIUI 6 yang dibenamkan di Mi4i untuk pertama kalinya telah berjalan di atas platform Android Lollipop. Lucunya, meski telah berbasis Android Lollipop, tampilan MIUI 6 yang dipakai Mi 4i secara keseluruhan masih sama dengan MIUI 6 yang saat ini beredar. Tapi soal performa sepertinya MIUI 6 Lollipop terbilang lumayan karena mampu menunjukkan operasional yang mulus. Keluhan lemot ketika MIUI 6 digunakan untuk multitasking di versi Lollipop juga berkurang signifikan, pindah-pindah aplikasi di Mi 4i terasa lebih cepat. Tapi memang Mi4i yang dijajal masih dalam kondisi fresh alias belum banyak aplikasi yang terinstal, sehingga masih dibutuhkan pengujian lebih lanjut untuk memastikannya.

Dengan banderol hanya Rp 2,6 jutaan, bagian kamera mungkin menjadi salah satu daya tarik Mi 4i yang paling menyita perhatian. Ponsel anyar Xiaomi ini sanggup memberikan kualitas jepretan yang sangat mumpuni, bahkan berani diadu dengan kamera di ponsel yang harganya jauh lebih mahal. Hal itu mungkin dikarenakan penggunaan komponen kamera yang dipasok oleh dua vendor ternama yakni Sony dan Samsung. Di tambah lagi Xiaomi juga membekali sensor kameranya dengan lensa lima elemen dan punya bukaan f/2.0.

Saat dijajal, kemampuan 13 MP membuktikan kelasnya. Jangan bandingkan dengan kamera 13 MP yang banyak ditemui di ponsel-ponsel dengan harga sekelasnya. Karena dapat dipastikan kualitas kamera Mi4i berada di atasnya. Misalnya ketika mencoba mengambil gambar di kondisi outdoor, hasilnya memuaskan. Bahkan ketika jepretan kamera dilakukan dengan cara asal tembak hasilnya tetap saja bagus. Pencahayaannya sempurna, begitu juga pewarnaanya yang juga tajam dan seimbang.

Hasil sama juga didapat ketika pengambilan gambar dilakukan secara makro. Cuma butuh beberapa saat untuk memperoleh fokus, hasil jepretannya pun ciamik karena tingkat detailnya terbilang tinggi. Ditambah lagi proporsi bokeh yang juga pas. Hugo Barra, VP Xiaomi Global, saat peluncuran Mi4i memang menyebut kamera yang dibenamkan di Mi4i sama persis dengan yang dipakai Mi Note. Nah, Mi Note sendiri adalah phablet flagship Xiaomi yang diposisikan di kelas atas. Jadi tak mengejutkan bila kualitas kamera Mi4i memang setara ponsel-ponsel kelas atas.

Xiaomi kembali bikin kejutan dengan merilis Mi 4i. Tentu daya tariknya masih soal di harga yang cukup terjangkau dengan spesifikasi yang mumpuni. Seperti telah diberitakan sebelumnya, ponsel anyar Xiaomi ini dibekali prosesor octa core 64 bit Snapdragon 615, RAM 2 GB dan memori internal 16 GB. Nah, seri prosesor Snapdragon 600 sendiri bisa dibilang masuk kategori prosesor kelas atas. Karena dibanding seri Snapdragon 800 bedanya cuma di kecepatan clock yang lebih rendah yakni 1,7 GHz, sedangkan seri Snapdragon 800 kini sudah sampai kecepatan 2,5 GHz.

Mi 4i punya bentang layar 5 inch dengan resolusi yang sudah full HD (1920×1080 pixel). Menariknya, Xiaomi menggunakan layar buatan Sharp untuk ponsel bikinannya itu. Yang juga disematkan teknologi Sunlight display yang bikin tampilan layar tetap tajam meski di bawah terpaan sinar matahari. Sedangkan kameranya punya kemampuan 13 MP yang tak bisa dianggap remeh kemampuannya. Malahan bisa dibilang kamera Mi4i adalah kamera ponsel terbaik yang ada di rentang harga yang ditawarkannya.

Jadi kesimpulannya, dengan harga Rp 2,6 jutaan, Mi4i sejauh ini masih sulit ditemukan penantangnya. Mulai dari prosesor yang digunakan, sampai kualitas kameranya, sejauh ini agak sulit untuk menemukan ponsel sekelasnya yang mampu menandingi. Kalaupun ada kemungkinan harganya bakal terdongkrak lumayan signifikan. Pun demikian, penilaian positif terhadap Mi 4i sejauh ini bukanlah harga mati. Sebab harus ada pengujian lebih lanjut dalam penggunaan keseharian. Yaitu dalam kondisi perangkat yang sudah dijejali beragam aplikasi dan penggunaan yang intens, tentu dalam kondisi ini performa sebuah perangkat baru terlihat kemampuan aslinya.

Penasaran ingin membuktikannya lebih lanjut? Untungnya tak perlu menunggu lama, karena Mi4i seperti disampaikan Hugo Barra, VP Xiaomi Global, akan dirilis di Indonesia pada bulan Mei mendatang.

Fitur Fitur Istemewa Andalan Asus Zenfone 2

Asus ZenFone 2 tak mau kalah fenomenal dari seri sebelumnya. Smartphone ini hadir dengan kemampuan yang jauh lebih hebat dengan fitur yang lebih lengkap. Seperti apa fitur-fiturnya, mari kita ulas bersama. Tren yang berkembang di industri mobile saat ini semakin mengerucut ke perangkat genggam kompak yang mendukung berbagai aktivitas. Mulai dari aktivitas telekomunikasi, personal assistant pendukung pekerjaan, pencarian informasi, sampai ke perangkat yang mendukung berbagai aktivitas hiburan dan hobi lainnya.

Yang menarik, kini semua kebutuhan itu sudah bisa dan biasa dilakukan menggunakan sebuah smartphone. Asus yang tadinya bermain di bisnis notebook, coba menghadirkan gebrakan di industri smartphone dengan meluncurkan lini produk Asus ZenFone yang terbukti fenomenal sejak kuartal kedua 2014 lalu. Keberhasilan smartphone tersebut, yang memiliki desain premium, kinerja yang lumayan mumpuni namun di harga yang sangat terjangkau di kelasnya, mampu mengubah peta persaingan di industri smartphone. Termasuk di Indonesia yang bahkan sempat kehabisan stok barang.

Di awal kuartal kedua 2015 ini, Asus kembali menggebrak pasar dengan merilis ZenFone 2. Sejak diperkenalkan beberapa waktu lalu, smartphone ini langsung ditunggu-tunggu kehadirannya. Wajar saja, punya spesifikasi mentereng namun harganya masih ramah di kantung. Dalam waktu dekat, ponsel ini akan segera hadir di pasaran. Nah, biar tidak makin penasaran, langsung kita simak saja fitur-fitur yang dijagokan Asus di Zenfone 2 ini. Apakah performanya sebanding dengan harganya?

Dari sisi kemasan, boks ZenFone 2 masih menggunakan desain elegan, serupa versi sebelumnya. Dibalut plastic wrap bening, pengguna bisa melihat spesifikasi produk yang tersedia di dalam dan siapa distributor yang bertanggungjawab untuk mengimpor produk yang bersangkutan. Di sisi kanan boks, kita bisa melihat fitur-fitur unggulan yang menjadi highlight yang ditawarkan oleh ZenFone 2 seperti konektivitas data 4G, layar Full HD, Bluetooth 4.0 dan kamera.
Adapun untuk mengeluarkan unit ZenFone-nya, kita tinggal menarik ‘laci’ dari boks pembungkusnya, dan voila… ZenFone 2 pun disuguhkan pada kita. Ada tiga distributor resmi ZenFone di Indonesia yakni Erajaya Swasembada (TAM), Synnex Metrodata dan Datascrip. Di luar itu, berarti ZenFone yang bersangkutan tidak resmi.

Di dalam kemasan, selain menyediakan handheld ZenFone itu sendiri, Asus menyediakan kartu garansi, buku panduan, adapter, kabel USB dan lembar informasi cara melepas casing ZenFone Asus ZenFone 2.

Asus ZenFone 2 sendiri menggunakan adaptor dengan output 5V sebesar 2 ampere untuk melakukan charging. Sebagai perbandingan, lini produk ZenFone awal menggunakan adaptor dengan output 1,35 ampere. Ini tentunya memungkinkan pengguna untuk melakukan charging lebih cepat dibanding sebelumnya.

Adapun kabel USB yang disertakan, selain dapat berguna sebagai kabel charger, dapat pula berfungsi sebagai kabel data untuk menghubungkan ZenFone 2 ke notebook atau PC. Jika dihubungkan, pengguna bisa mentransfer foto atau dokumen lainnya dari dan ke ZenFone 2, menjalankan fitur PC Link, ataupun melakukan charging via port USB.

Asus ZenFone 2 sudah dilengkapi dengan sistem operasi Android 5.0 Lollipop. Saat tombol power di bagian atas unit smartphone ditekan, segera muncul animasi logo Asus powered by Android serta logo Intel, prosesor yang memperkuat Asus ZenFone 2. Seperti diketahui, sejak awal, lini produk Asus ZenFone merupakan lini produk smartphone Asus yang diperkuat oleh prosesor buatan pemain utama di industri komputasi.

Kini, pada ZenFone 2, prosesor yang digunakan merupakan varian terbaru, yakni Intel Atom berarsitektur baru yang menawarkan performa lebih tinggi namun dengan konsumsi daya lebih efisien. Asus ZenFone 2 ZE551ML yang kali ini kita bahas menggunakan posesor quad core Intel Atom Z3580 dengan kecepatan up to 2,33GHz. Tidak seperti sebelumnya di mana prosesor yang digunakan merupakan prosesor 2 core 2 thread, prosesor pada lini produk ZenFone 2 yang beredar di Indonesia menggunakan prosesor quad core yang menawarkan kinerja lebih baik.

Pada ZenFone 2, Asus melangkah lebih lanjut dengan meningkatkan performa dan desain smartphone besutannya dengan Zen Spirit yang katanya menggambarkan keseimbangan antara keindahan dan kekuatan.

Asus juga melanjutkan concentric circle design khas Zenfone dan Zenbook pada bagian bawah smartphone. Posisi port micro USB untuk charging dan transfer data juga tidak berubah. Pada posisi yang kurang lebih sama dengan sebelumnya, kamera depan (kini dengan resolusi 5MP wide view) untuk meningkatkan hasil foto selfie penggunanya.

Loud speaker utama ditempatkan di posisi belakang bawah smartphone. Dari percobaan, output suara dari loudspeaker tersebut mampu menghasilkan suara yang kencang namun tidak pecah meski pada volume tinggi. Ini dimungkinkan oleh teknologi audio SonicMaster yang dikembangkan oleh team golden ear Asus.

Rahasianya, chamber atau ruang resonansi suara pada ZenFone 2 kini 25% lebih besar dibanding sebelumnya dan diafragma speaker juga sudah lebih baik. Untuk meningkatkan kualitas, chamber tersebut dibuat dengan 3 magnet construction dan voice coil berbahan logam agar kualitas suara tetap powerful dalam berbagai skenario.

Softkey button juga tersedia di bagian bawah smartphone. Letaknya ditempatkan di luar bagian layar. Artinya, seluruh area display dapat dimaksimalkan penggunaannya untuk menampilkan aplikasi yang sedang dijalankan.Tombol power kini digeser ke posisi atas, di dekat speaker output. Di bagian atas ini juga tersedia port audio 3,5mm untuk earphone dan audio input untuk noise cancellation. Fitur noise cancellation akan sangat bermanfaat saat pengguna melakukan panggilan telepon di kondisi sekitar yang bising.

Untuk tombol volume, kini posisinya dipindahkan ke belakang body smartphone. Penempatan tombol di bagian belakang ini mempermudah pengoperasian smartphone dengan satu tangan. Baik untuk mengatur volume ataupun mengambil foto, khususnya foto selfie, karena tombol tersebut juga berfungsi sebagai tombol shutter.
Lebih jelas, pada bagian belakang smartphone, kita bisa melihat adanya dua LED flash di bagian atas kamera. Adapun tombol volume juga dilengkapi dengan desain concentric circle khas Asus.

Kamera belakang yang digunakan masih tetap 13MP dengan aperture f/2.0 dengan 5 element lens yang mampu menghasilkan foto dengan kualitas tinggi. Hadirnya dual LED flash dengan dual tone diklaim akan membuat foto lowlight menjadi tampak lebih alami warnanya. Soal kamera ini akan kita bahas lebih lanjut.ZenFone 2 menggunakan ergonomic arc design, di mana sisi belakangnya dibuat melengkung agar sesuai dengan kontur telapak tangan manusia. Ia juga punya ketebalan 1,09 cm di bagian tengah dan hanya 0,39 cm di sisi-sisinya sehingga terasa lebih nyaman digenggam.

Bentang layar yang cukup luas, sebesar 5,5 inch milik ZenFone 2 juga tak membuat dimensi smartphone ini menjadi bongsor. Dengan merampingkan bezel, panjang yang 15,2 cm dan lebar hanya 7,72 cm membuat 72% dari luas penampang body merupakan bagian layar. Persentase ini lebih tinggi dibanding sejumlah smartphone premium besutan produsen lain.

Layar resolusi Full HD 1080×1920 pixel yang digunakan juga sudah berteknologi IPS yang mampu menyediakan sudut pandang sangat luas, hingga 178 derajat. Dibandingkan dengan smartphone premium lain yang memiliki 5 lapisan pada display, teknologi Truvivid display Asus ZenFone 2 hanya menggunakan 4 lapisan yakni modul LCD, OCA (Optical Clear Adhesive), Sensor, dan Cover Glass. Kelebihannya, level transparansi display menjadi lebih tinggi, mencapai 94 persen dan ketebalan komponen display bisa direduksi.Secara detail, LCD modul dengan tingkat kerapatan 403ppi yang digunakan menawarkan tingkat kecerahan hingga 400nits. Tingkat kecerahan ini cukup tinggi sehingga pengguna masih dapat melihat tampilan dengan jelas meski saat berada di luar ruangan. Lapisan Optical Clear Adhesive ditambahkan pada layar menawarkan kejelasan hingga 99%.

Lapisan berikutnya, yakni sensor, menawarkan response time yang sangat cepat, hanya 60 milidetik setelah mendapatkan sentuhan jari. Artinya, nyaris tidak ada jeda saat melakukan swipe, mengklik aplikasi atau saat bermain game. Di pasaran sendiri, rata-rata smartphone Android memiliki response time layar antara 80 sampai 100 milidetik. Selain responsif, layar Asus ZenFone 2 juga mendukung fitur Glove Mode. Jika diaktifkan, layar tersebut akan menjadi sensitif bahkan meski jari pengguna terbungkus sarung tangan. Adapun di bagian atasnya, Asus menyempurnakan ZenFone 2 dengan Corning Gorilla Glass 3 hadir untuk meningkatkan daya tahan terhadap goresan ataupun benturan ringan.

Menyelimuti cover glass, Asus meletakkan lapisan anti-fingerprint setebal 20 nanometer. Ini memungkinkan pengguna melakukan tap, slide ataupun swipe pada layar tanpa meninggalkan bekas sidik jari jika tangan dalam kondisi bersih. Layar Asus ZenFone 2 juga mampu mencapai 72% NTSC. Artinya, pengguna bisa melihat lebih banyak varian warna pada layar dan warna-warna tersebut lebih presisi dan sangat mendekati apa yang seharusnya dilihat mata pengguna. Foto dan video akan tampak lebih indah dan nyata dibandingkan pada smartphone umumnya.

Penggunaan teknologi LTPS (Low Temperature Poly-Silicon) memungkinkan lebih banyak polysilicon disediakan, memungkinan elektron mengalir lebih cepat demi menghadirkan resolusi lebih tinggi sekaligus efisiensi energi yang lebih baik. Dari sisi material, cover Asus ZenFone 2 menggunakan bahan plastik dengan metallic hairline finish. Selain menghadirkan efek visual yang menakjubkan, saat disentuh, back cover Asus ZenFone 2 juga menawarkan kesan metal yang premium.Asus Zenfone 2 menggunakan desain semi unibody. Jika cover dibuka, terlihat bahwa baterai Li-Polymer 3000mAh yang digunakan pada Asus ZenFone 2 memang tidak bisa dilepas. Namun demikian, pengguna jadi dapat memasang atau melepas kartu SIM 1, SIM 2, dan microSD di slot yang tersedia tanpa terhalang baterai.

Untuk SIM card, ZenFone 2 mendukung konektivitas data 4G LTE di slot SIM 1 yang tersedia. Adapun SIM 2 hanya dapat digunakan untuk telekomunikasi suara ataupun SMS. Slot microSD-nya sendiri mampu mendukung kartu hingga berkapasitas 64GB.Yang menarik, pada ZenFone 2, Asus menggunakan teknologi 5 Laser Direct Structuring Antenna. Metode antena ini mampu meningkatkan kualitas sinyal, sekaligus menghemat ruang dibandingkan dengan menggunakan antena konvensional.

Jika Anda lihat secara teliti pada gambar, ada struktur yang “menempel” seperti sticker (lihat panah), itu merupakan antena-antena penangkap dan pemancar sinyal. Ada 5 struktur antena yang terpasang dan memiliki fungsi yang berbeda. Mulai dari Diversity Antenna untuk SIM 1, antena 802.11ac WiFi dan Bluetooth 4.0, antena untuk menangkap 5 satelit GPS, antena untuk SIM 2, serta antena utama 2G/3G/4G untuk SIM 1.Di pasaran, saat ini ada dua jenis smartphone dual SIM. Dual SIM Dual Standby (DSDS) dan Dual SIM Dual Active (DSDA). Sebagian besar smartphone dual SIM yang beredar memiliki fitur Dual SIM Dual Standby. Model ini menggunakan transceiver tunggal yang mampu mengaktifkan satu SIM saja dalam satu waktu.

Pada Asus ZenFone 2, teknologi yang digunakan adalah Dual SIM Dual Active karena menggunakan dua buah transceiver, satu transceiver untuk masing-masing slot SIM. Kelebihannya, kedua SIM card selalu dalam kondisi aktif. Artinya, saat pengguna sedang melakukan panggilan telepon dengan lawan bicara, SIM card lain tetap dapat menerima SMS atau panggilan masuk. Lini produk ZenFone menggunakan antarmuka yang dikenal dengan ZenUI. Asus telah melakukan lebih dari 1000 modifikasi dibandingkan dengan antarmuka standar sistem operasi Android.

Pada ZenFone 2, antarmuka Asus ZenUI dibuat lebih sederhana dan mudah digunakan. Beberapa fitur baru yang dihadirkan misalnya adalah ZenMotion, SnapView, ZenUI Instant Updates dan pengamanan dari TrendMicro Security.

Agar ZenUI selalu update, Asus memecahnya ke dalam sekitar 30 aplikasi yang bisa di-update sendiri oleh pengguna. Dengan metode ZenUI Instant Update seperti ini, pengguna tidak perlu menunggu system update berkapasitas besar seperti smartphone Android lainnya untuk mendapatkan update terhadap user interface smartphone. Berikut ini beberapa hal yang menarik pada antarmuka ZenUI pada Asus ZenFone 2.Sesaat setelah ZenFone 2 diaktifkan, kita akan diantarkan ke tampilan Lock screen. Secara default, Akan ada informasi tanggal, cuaca, lokasi, status jaringan GSM kita, serta tiga shortcut terhadap aplikasi yang paling sering digunakan. Cukup swipe ke arah atas untuk masuk ke menu utama (Home screen).

Lock screen ini bisa dimodifikasi lebih lanjut. Metode pembuka kunci bisa dipilih antara Swipe, Pattern, menggunakan PIN, ataupun Password. Jika dibutuhkan, pengguna juga bisa mengaktifkan fitur double click pada tombol volume untuk mengaktifkan kamera meski ZenFone 2 dalam kondisi standby. Jika dibutuhkan, pengguna juga bisa menginformasikan nama atau keterangan pemilik smartphone yang bersangkutan di tampilan Lock screen. Fitur Quick access untuk tiga aplikasi yang ada di sini juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Atau dimatikan jika tidak diperlukan.

Untuk home screen, kini tampilannya sudah diperbarui dengan icon-icon yang lebih segar dibandingkan dengan ZenUI versi awal. Namun pengguna yang rutin melakukan update terhadap aplikasi ZenUI dari Google Playstore mungkin akan langsung terbiasa dengan tampilan ZenFone 2. Pengguna bisa memodifikasi lebih lanjut Widget, Wallpaper, Icon Pack, Scroll effect, preferensi dan setting dengan menekan pada ruang kosong di Home screen untuk memunculkan menu Manage Home.Pengguna bisa memilih untuk hold pembicaraan dengan lawan bicara pertama untuk menerima panggilan dari SIM kedua lalu melanjutkan kembali dengan lawan bicara pertama saat komunikasi pada SIM kedua sudah selesai.

Beberapa yang menarik misalnya adalah wallpapers, scroll effects, dan icon packs. Pada wallpaper, pengguna bisa mengatur wallpaper untuk home screen, lock screen, atau keduanya. Pada opsi icon packs, pengguna bisa mengubah lebih lanjut, tak hanya wallpaper. Icon packs ini sendiri bisa ditambah dengan icon packs yang banyak tersedia di PlayStore agar ZenFone 2 miliknya menjadi semakin personal. Adapun untuk scroll effects, kini ada 11 efek yang bisa dipilih sehingga animasi layar saat pengguna melakukan swipe menjadi lebih menarik.Untuk mempercepat proses booting, kini pengguna bisa mengatur software apa yang akan di-load oleh sistem operasi Android 5.0 Lollipop yang digunakan. Baik aplikasi yang di-download oleh pengguna, ataupun aplikasi preloaded dari pabrikan. Fitur ini sangat bermanfaat dan tidak diperlukan root access untuk mengubah opsi-opsinya. Pengguna juga bisa restore ke konfigurasi awal jika membutuhkan.

Setelah memodifikasi tampilan antarmuka dan aplikasi yang akan di-load oleh OS saat smartphone diaktifkan, kini waktunya mengatur warna, output suara dan power management. Pada ZenFone 2, semua dapat dilakukan lewat fitur Splendid, Audio Wizard, dan Power Saver. ZenFone 2 menyediakan tiga built-in modus setting. Balance untuk penggunaan sehari-hari, Reading mode untuk menyamankan mata saat membaca e-book, e-mail atau browsing, serta Vivid mode yang cocok jika sedang menonton video atau bermain game. Pada Splendid, pengguna bisa mengatur warna tampilan layar lebih lanjut. Selain tampilan, output suara juga bisa dimodifikasi sesuai penggunaan lewat Audio Wizard. Ada enam mode yang bisa dipilih.

Terakhir, setting yang juga perlu diaktifkan adalah Smart saving. Fitur ini akan secara otomatis membantu pengguna untuk menghemat baterai dengan menurunkan kecepatan prosesor saat tidak bermain game atau menonton video Full HD misalnya. Pengguna juga bisa melakukan kustomisasi terhadap setting ini lebih lanjut, sesuai dengan aplikasi yang dijalankan. Dengan menyesuaikan kerja smartphone dengan aplikasi yang dijalankan, pengguna bisa menghemat baterai, dan juga menurunkan panas yang dikeluarkan oleh prosesor dan sistem, terutama saat tidak sedang dibutuhkan.

Salah satu fitur terbaru ZenFone 2 adalah dukungan terhadap input yang lebih intuitif yang disebut dengan ZenMotion. Di sini pengguna bisa melakukan gerakan tertentu untuk melakukan berbagai aktivitas pada smartphone-nya. ZenMotion sendiri terbagi menjadi dua kategori, yakni Motion Gesture dan Touch Gesture. Pada Motion Gesture, pengguna bisa memilih untuk melakukan sesuatu dengan mengguncang ZenFone 2. Misal, saat sedang berada dalam aplikasi browser, dengan mengguncang ZenFone 2 yang sedang digenggam, maka sistem akan otomatis membuat screenshot dan halaman web yang sedang dibuka akan disimpan di Do It Later. Gunanya, saat Anda sudah tidak sibuk, Anda bisa melihat list Do It Later dan melanjutkan membaca halaman web yang sudah disimpan tadi.

Beda lagi dengan Touch Gesture. Jika diaktifkan, pengguna bisa menyalakan smartphone yang berada dalam kondisi idle dengan menyentuh dua kali pada layar. Dari kondisi layar off, pengguna bisa menulis huruf tertentu dengan jari dan aplikasi yang diinginkan langsung terbuka. Contoh, jika menuliskan huruf ‘W’ pada layar, maka ZenFone 2 akan langsung menyala dan membuka browser. Jika menuliskan huruf ‘e’, maka aplikasi email akan dijalankan. Aplikas-aplikasi yang ingin dijalankan dengan shortcut gesture ini juga bisa diubah sesuai kebutuhan penggunanya.

Pada ZenFone 2, Asus sudah menyediakan beberapa modus pengamanan. Mulai dari pengamanan standar, seperti instalasi dari Unknown sources (pemblokiran instalasi aplikasi tak resmi, merupakan fitur pengamanan standar dari Android OS), fitur Lock screen, Screen pinning, Kids Mode, sampai aplikasi pengamanan Dr. Safety dari TrendMicro.

Yang menarik pada ZenFone 2 adalah Kids Mode. Di sini, pengguna yang sudah punya anak atau keponakan yang sudah mulai doyan mencoba-coba smartphone bisa mengunci aplikasi-aplikasi pada ZenFone 2 sehingga tidak digunakan oleh anak tersebut. Pengguna juga bisa memblokir agar smartphone tidak bisa menerima panggilan saat berada di Kids Mode, kecuali sang anak mengetahui PIN-nya.Tak hanya dalam Kids Mode, pemilik Asus ZenFone 2 juga bisa mengunci aplikasi yang ia inginkan agar tidak bisa dibuka oleh orang yang tidak berhak dengan memasang password yang datanya akan disimpan di account Google. Jika aplikasi yang dikunci tersebut dijalankan, sistem akan meminta password terlebih dahulu. Untuk opsi Lock screen, pengguna bisa memilih Swipe (default swipe ke arah atas), Pattern, PIN, ataupun password. Adapun Screen pinning merupakan fitur pengamanan di mana pengguna yang meminjamkan smartphone-nya ke orang lain bisa mengunci aplikasi apa saja yang bisa dijalankan oleh peminjam yang tidak tahu password untuk keluar dari opsi Screen pinning.Untuk pengamanan data lebih lanjut, Asus bekerjasama dengan Trend Micro menyediakan software Dr. Safety di ZenFone 2. Selain bisa melakukan scanning terhadap ancaman security ataupun privice, pengguna juga bisa mendapatkan proteksi saat ZenFone 2 miliknya hilang.

Jika diaktifkan, pengguna bisa mencari lokasi di mana ZenFone 2-nya berada memanfaatkan Google Maps. Dari jauh, pengguna juga bisa mengunci SIM card-nya agar tidak digunakan oleh orang yang tidak berhak. Bisa juga mengirimkan pesan dari jauh agar orang yang menemukan ZenFone 2 tersebut menghubungi sang pemilik lewat pesan yang bisa dibuat oleh pemilik. Opsi lain, ZenFone 2 yang hilang bisa dihapus secara parsial, misalnya kontak, informasi akun dan isi SD card, atau bahkan menghapus apapun yang ada di sana.

Terakhir, ada fitur SnapView. Pengguna smartphone tentu punya kehidupan pribadi, dan juga kehidupan sekolah atau pekerjaan. Memanfaatkan SnapView di Asus ZenFone, pengguna akan memiliki 2 akses login. Layaknya ia memiliki 2 smartphone.Di akun pertama ia bisa menyimpan aplikasi-aplikasi, file-file, foto, video pribadi, dan di login lain ia dapat menginstalasikan aplikasi pekerjaannya, menyimpan email kantor, tugas-tugas dan lain-lain. Dengan demikian, ia bisa memisahkan antara kehidupan pribadi dan profesionalnya.

Asus ZenFone 2 merupakan smartphone yang sudah mendukung konektivitas jaringan 4G LTE. Meski 4G LTE belum meluas, namun Asus ZenFone 2 sudah kompatibel dengan jaringan operator GSM yang menggelar 4G LTE. Berikut ini sedikit percobaan yang pernah dilakukan menggunakan kartu perdana XL HotRod 4G LTE di Jakarta:Tak hanya 4G LTE, Asus ZenFone 2 juga menawarkan kecepatan ekstra tinggi pada jaringan WiFi dengan teknologi nirkabel 802.11ac. Jika pada smartphone lain kecepatan transmisi nirkabel WiFi 802.11n hanya di kisaran 50-100Mbps, dengan 802.11ac, yang merupakan standar baru di teknologi WiFi, data rate bisa mencapai kecepatan 433Mbps.Sejumlah fitur-fitur ZenUI juga sudah ditingkatkan dibandingkan dengan saat pertamakali ZenUI hadir pada ZenFone generasi awal. Berikut ini di antaranya yang cukup menarik.

Pertama adalah PC Link. Aplikasi ini merupakan fitur yang disediakan sejak pertamakali antarmuka ZenUI tersedia untuk smartphone dan tablet Asus. Aplikasi ini berguna untuk menampilkan apapun yang ada di layar smartphone ke notebook atau PC desktop yang juga terinstalasi aplikasi PC Link.Kini smartphone dan notebook/PC desktop dapat saling terhubung menggunakan konektivitas WiFi, tidak harus lewat kabel USB. Syaratnya, kedua perangkat (Asus ZenFone 2 dan notebook/PC) terhubung ke jaringan WiFi dengan access point yang sama. Jika sudah terhubung, icon PC Link muncul di sudut kiri atas.

Berikutnya adalah Remote Link. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa membuat ZenFone 2 miliknya bagaikan mouse nirkabel ataupun alat pendukung presentasi.Asus ZenFone 2 memiliki teknologi kamera yang lebih baru, yakni PixelMaster Camera 2.0. PixelMaster sendiri merupakan sistem imaging yang dikembangkan dengan mengombinasikan algoritma khusus, hardware, dan optik untuk menghasilkan foto berkualitas.

Untuk mendukung pengambilan foto, Asus ZenFone 2 dilengkapi dual tone flash demi menghasilkan warna lebih alami pada gambar. Kamera depannya beresolusi 5 megapiksel dengan wide-angle Lens yang mencakup hingga 85 derajat untuk mengoptimalkan selfie. Kamera depan kini juga mendukung Low Light Mode dan Zero Shutter Lag.Ada 4 modus baru dihadirkan, yakni Effect, Time Lapse, Super Resolution dan Manual. Modus Effect sebenarnya sudah ada di ZenFone awal yang bisa ditambahkan saat pengguna memotret dengan modus Auto. Namun untuk memudahkan, kini modus tersebut berdiri sendiri.Pada modus Time Lapse, pengguna bisa memilih interval mulai dari 1 sampai 5 detik sebelum kamera memotret otomatis. Pada Super Resolution, ZenFone 2 memanfaatkan teknik pemrosesan gambar khusus yang mengombinasikan 4 foto 13MP untuk dijadikan sebuah gambar dengan kualitas tinggi. Hasilnya, bagaikan diambil dengan kamera 52MP.

Yang paling menarik untuk diulas adalah fitur Manual Mode. Dengan fitur ini, pengguna ZenFone 2 akan merasa bagaikan memotret dengan kamera DSLR kelas atas.Secara default, seluruh setting mulai dari White Balance, Exposure Value, ISO, sampai Macro diset ke Auto. Namun dengan kreativitas pengguna, ZenFone 2 bisa mengambil foto dengan beragam tingkat kecerahan, kualitas, warna dan lain-lain. Contoh di atas adalah modus Manual yang semua diset ke Auto. Adapun foto di bawah adalah modus Manual dengan White Balance diset ke 2500K, Exposure Value diset ke +2, dan Shutter Speed 1/8.Untuk kamera depan dengan resolusi 5MP dan mendukung PixelMaster 2.0, kini ada 9 modus yang bisa dipilih dari sebelumnya hanya ada 5 pilihan mode pemotretan. Yang baru adalah Effect, Selfie Panorama, Low Light, Time Lapse. Modus baru yang paling menarik adalah Selfie Panorama, di mana kamera akan mampu memotret hingga sudut pandang yang luas hingga 140 derajat menggunakan kamera depan.Adapun untuk merekam video, kamera Asus ZenFone 2 dapat merekam video berkualitas Full HD (1920 x 1080p). Untuk menyempurnakan video, pengaturan White balance, Exposure value, dan Video stabilization disediakan. Video preference pun bisa dipilih. Apakah pengguna akan fokus pada performa video atau akan fokus pada kualitas (dengan frame-rate yang diturunkan).

Gambar kiri merupakan foto yang diambil dengan modus Auto. Gambar tengah merupakan foto dengan modus Super Resolution. Adapun gambar kanan merupakan foto dengan modus Low Light Mode. Berhubung kondisi pencahayaan masih cukup banyak, modus Low Light Mode tidak terlalu menampilkan perbedaan dengan Auto. Namun jika Anda lihat lebih teliti, pada dedaunan di pohon, modus Low Light Mode menghasilkan warna pohon yang lebih terang dan berwarna lebih hijau dibandingkan dengan modus lainnya.

Setelah pengguna mengambil foto, Asus ZenFone 2 menyediakan fitur untuk membuat dokumentasi foto yang interaktif lewat aplikasi PhotoCollage. Memanfaatkan fitur PhotoEffects, pengguna juga bisa menambahkan foto-foto tersebut dengan efek-efek yang indah dengan hanya beberapa sentuhan. Beberapa template sudah disediakan untuk membuat album foto yang menarik. Jika album foto tidak cukup, Anda juga dapat membuat film dari koleksi foto-foto Anda. Dengan aplikasi ZenUI MiniMovie, pengguna bisa merakit slideshow foto yang menarik, lengkap dengan judul film serta background musik. Video yang dibuat juga bisa dishare dengan mudah ke orang-orang terkasih.

Tak hanya dari galeri foto di ZenFone, MiniMovie juga bisa membuat slideshow movie dari koleksi foto penggunanya yang ada di Facebook. Tentunya jika terhubung ke akun Facebook. Asus ZenFone 2, yang kebetulan kita bahas kali ini adalah versi ZE551ML dengan RAM 4GB, storage 32GB, diperkuat dengan prosesor quad core Intel 64-bit (Moorefield) Z3580 berkecepatan 2.3GHz. Dari sisi grafis, kini ZenFone 2 menggunakan chip PowerVR 6430 berkecepatan 533MHz yang mendukung OpenGL 3.2 yang digunakan pada aplikasi grafis dan game terkini. Prosesor Intel Z3580 memiliki performa hingga 3 kali lebih tinggi dibanding sebelumnya, dan kecepatan hingga 7 kali lebih pesat pada gaming. Bermain game, menjelajah web, dan memutar video Full HD akan berjalan dengan lancar. Menjalankan beberapa aplikasi secara multitasking juga tidak masalah.

Dari perbandingan yang sudah dilakukan, Intel menyebutkan bahwa prosesor terbarunya ini menawarkan kecepatan 2 kali lebih cepat dibandingkan dengan prosesor octa core Mediatek, atau hampir dua kali lebih cepat dibanding salah satu prosesor kelas atas Qualcomm yakni Snapdragon 800.Menggunakan aplikasi CPU-Z, kita bisa lihat bahwa prosesor Intel Atom Z3580 yang digunakan dapat diturunkan kecepatannya menjadi 500MHz untuk menghemat baterai dan menurunkan panas prosesor. Bisa dilihat pula, baterai Lithium-Polymer berkapasitas 3000mAh yang digunakan memiliki temperatur rata-rata sekitar 32 derajat Celsius.

Lalu, bagaimana kinerja prosesor tersebut, apakah secepat yang diklaim oleh Intel dan Asus? Bagaimana pula performanya jika dibandingkan dengan smartphone premium lainnya? Mari kita lihat:Sebagai perbandingan, berikut ini hasil uji salah satu smartphone premium yang hadir di pasaran, yakni Galaxy Note 4 yang menggunakan prosesor Exynos 5433Sebagai gambaran lain, berikut ini hasil uji salah satu smartphone premium lain yang cukup populer di Indonesia, yakni Galaxy S5 yang menggunakan prosesor Snapdragon 801:Menggunakan aplikasi benchmark yang umum untuk mengukur performa dan membandingkannya dengan smartphone lain yang beredar di pasar, ternyata Asus ZenFone 2 ZE551ML 4GB ini memiliki performa yang cukup tinggi. Bahkan mengalahkan smartphone premium lain yang dipasarkan di harga yang lebih mahal.

Lebih detail, menggunakan aplikasi benchmark Vellamo, prosesor Intel Atom Z3580 milik smartphone ini mampu menyediakan performa yang cukup baik dalam kondisi single core ataupun multi core. Artinya, kita tidak perlu ragu lagi dengan kinerja yang ditawarkan Asus ZenFone 2 ZE551ML.

Asus ZenFone 2 menggunakan baterai Lithium-Polymer non removable berkapasitas 3000mAh. Ia menawarkan energi yang cukup untuk memasok daya bagi aktivitas penggunanya, mulai dari terbit sampai terbenam matahari. Tak hanya menawarkan kapasitas yang cukup besar untuk memasok daya bagi smartphone, ZenFone 2 juga dilengkapi fitur Asus BoostMaster Technology. Ia bisa mengisi ulang baterai dari kosong sampai 60% hanya dalam 39 menit.

Fitur ini juga punya sistem power manajemen yang unik untuk memastikan keamanan. Ia akan melakukan pengisian ulang dengan cepat di awal, sehingga baterai dapat segera terisi dan pengguna bisa melakukan aktivitas yang mendesak. Setelah baterai mencapai lebih dari 60%, sistem pengisian akan melambat, sehingga temperatur bisa turun.

Asus ZenFone 2 sudah menggunakan platform Intel terbaru yang punya kinerja lebih tinggi namun dengan penggunaan energi yang lebih efisien. Bergantung pada tipikal penggunaan Anda, baterai yang tersedia pada ZenFone 2 kadang mampu bertahan hingga satu hari lebih. Tentunya dengan memanfaatkan pula fitur Smart saving yang ada. Pada ZenUI terbaru, Asus juga menyediakan fitur Asus Support. Fitur ini dipersembahkan Asus untuk melayani penggunanya jika ia mengalami masalah dengan ZenFone miliknya. Ada tiga menu yang bisa dipilih oleh pengguna pada Asus Support app. Assistance, ZenUI Apps, dan News. Pada Asistance, pengguna bisa mencari bantuan untuk mengatasi masalah terhadap berbagai hal yang mungkin terjadi di ZenFone. Mulai dari Software, System, Battery dan lain-lain, tersedia solusinya di sini.

Pengguna yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut, bisa melakukannya lewat Contact Asus. Di sana, pengguna bisa mencari tahu nomor yang bisa dihubungi di tiap negara, atau berinteraksi dengan tim Asus dan sesama pengguna ZenFone lewat ZenTalk. Lewat ZenUI Apps, pengguna bisa juga mengetahui lebih lanjut FAQ atau frequently asked questions terkait ZenFone yang ia miliki. Ia juga bisa langsung berinteraksi di User forum yang spesifik terkait masalah yang ia hadapi, tanpa perlu membuka browser dan mencari-cari informasi di dunia maya, cukup dari menu ZenFone miliknya yang sudah terhubung ke Internet.

Pengguna WhatsApp Aktif Capai 800 Juta Smartphone

Layanan pesan instant, WhatsApp berhasil mencatatkan prestasi yang mengesankan. Sebab, menurut CEO Jan Koum, di akun Facebook miliknya, dia memberi tahu bahwa pengguna WhatsApp sudah berhasil mencapai 800 juta pengguna aktif.

“Whatsapp, sekarang melayani 800 juta pengguna aktif setiap bulan. Perlu diingat ke khalayak sana, (pengguna) aktif dan terdaftar adalah sesuatu yang berbeda,” tulis Jan Koum, di laman jejaring sosialnya tersebut.

Seperti diketahui, pengguna aktif adalah jumlah pengguna yang sudah mendaftarkan di WhatsApp dan juga aktif menggunakan layanan tersebut. Jadi bukan hanya diinstal lalu ditinggal. Kebanyakan layanan aplikasi pesan instan memang hanya menyebutkan angka jumlah pengguna yang terdaftar.

Bisa dipastikan juga, bila jumlah yang aktif sudah mencapai 800 juta per bulan, artinya jumlah pengguna yang mendaftarkan diri di WhatsApp bisa lebih dari itu. Seiring dengan jumlah penggunanya yang semakin banyak, WhatsApp tentu saja menambahkan beberapa fitur baru. Beberapa diantaranya adalah kemampuan untuk menelpon berbasis internet atau fitur calling. Walaupun pengguna WhatsApp yang bisa merasakan fitur tersebut baru sebatas versi Android saja.

Seperti dikutip Betanews, WhatsApp baru saja melakukan update ke versi 2.12.45. Di versi ini, pengguna bisa memasukan opsi backup percakapan secara online yang dapat dipilih untuk tersambung ke Google Drive. Tentu saja untuk sementara hanya pengguna Android saja dan pemilik Gmail yang bisa melakukan sinkornisasi tersebut.

Cara Menelpon Gratis Lewat WhatsApp

WhatsApp baru saja merilis versi final dari fitur panggilan telepon untuk pengguna Android. Ini menambah panjang aplikasi pesan instan yang bisa melakukan telepon berbasis internet. Untuk mengunakan fitur voice di WhatsApp ini sangat mudah. Bila sebelumnya hanya terbatas untuk beberapa pengguna saja, kini pengguna layanan milik WhatsApp bisa menggunakannya asal berjalan di atas sistem operasi Android. Langkah awal, tentu saja pengguna WhatsApp harus berada di update terbaru yakni di versi 2.12.5. Bila belum berada di versi ini, tentu saja pengguna perlu melakukan pembaruan yang sudah tersedia di Play Store.

Setelah melakukan pembaruan, akan ada sedikit perubahan dari sisi antarmukanya. Tidak hanya tab ‘chats’ dan ‘contacts’, karena di bagian sisi paling kiri terdapat juga tab ‘calls’. Memulai panggilan telepon cukup sentuh tab ‘calls’ lalu tekan tombol ‘New call’ yang berada di bagian kanan atas. Di bagian tab ini terdapat sejumlah kontak dalam daftar WhatsApp pengguna. Sekedar diketahui, kontak yang berada daftar adalah yang sudah menggunakan versi terbaru dari WhatsApp ini. Karena, syarat utama untuk bisa melakukan panggilan adalah sama-sama berada di versi terakhir.

Kami melakukan dua pengujian. Pertama melakukan panggilan saat berada di jaringan internet WiFi dan jaringan berbasis seluler. Hasilnya, sama-sama dapat melakukan panggilan dengan sempurna. Ketika berada di jaringan WiFi, tentu saja konektivitas yang ditawarkan stabil. Tidak ada delay atau noise berarti, semuanya jernih seperti menelpon cara konvensional.

Pun begitu, ketika berada di jaringan seluler, panggilan telepon WhatsApp tak mengalami kendala berarti. Malahan terkadang bisa mendapatkan suara yang jernih walau sedikit delay, saat berada di posisi 2G. Agak sedikit menganggu adalah tidak adanya pilihan untuk memilih fitur calling ketika menekan foto akun yang dituju. Sehingga potensi salah pencet besar kemungkinan akan terjadi.

Secara keseluruhan, fitur WhatsApp ini sangat menarik. Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba. Fitur panggilan suara dari aplikasi pesan instan WhatsApp kini sudah bisa dinikmati oleh para pengguna perangkat bersistem operasi Android. Panggilan suara ini diklaim telah dinanti-nanti oleh banyak pengguna. Para pengguna cukup perbarui aplikasi WhatsApp masing-masing dengan versi paling baru dari Google Play Store.

Kolom untuk melakukan panggilan suara akan tersedia secara otomatis jika aplikasi WhatsApp sudah diperbarui. Jadi selain ada tab untuk Contacts dan Chats, tab untuk Calls secara otomatis akan muncul. Sama halnya seperti riwayat panggilan di ponsel, WhatsApp akan menampilkan riwayat kontak yang telah dihubungi oleh pengguna. Mengutip International Business Times, para pengguna hanya bisa menelepon kontak yang tersimpan di aplikasi tersebut.

Selain itu, WhatsApp versi baru ini menyajikan pilihan untuk menyimpan nomor baru di dalam aplikasinya sendiri. Salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton mengkonfirmasi bahwa fitur panggilan suara untuk para pengguna perangkat iOS segera diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan namun belum ada tanggal kepastiannya.

Sementara bagi perangkat bersistem operasi Windows masih belum diketahui apakah akan memperoleh fitur panggilan suara WhatsApp atau tidak.