Category Archives: Tablet

Review Samsung Galaxy J1 Android 64-bit

Samsung secara resmi memperkenalkan smartphone Android 64-bit low-end yang diberi nama Galaxy J1. Samsung Galaxy J1 menjadi keluarga baru lini J series yang diperkenalkan di awal tahun 2015 ini, setelah Samsung memperkenalkan keluarga A series pada akhir tahun lalu. Seri lain yang juga akan diperkenalkan Samsung tahun ini adalah keluarga E series.

Untuk Galaxy J1 sendiri, dikutip dari Phone Arena, Rabu (28/1/2015), smartphone low-end dengan ukuran layar 4,3 inci tersebut telah mengusung teknologi komputasi 64-bit yang didukung oleh prosesor quad-core Marvell PXA1908 1,2 GHz. Karena merupakan perangkat low-end, maka spesifikasi hardware yang disertakan Samsung tidak terlalu mencolok, seperti layar resolusi rendah 480 x 800 piksel, RAM 512 MB, penyimpanan internal 4 GB, dan baterai kapasitas 1850 mAh.

Kamera belakang dan depannya masing-masing memiliki sensor resolusi 5 dan 2 megapiksel. Kamera yang disertakan memiliki fitur Palm Selfie yang bisa mendeteksi telapak tangan untuk berfoto selfie. Dengan bobot 122 gram dan dimensi 129 x 68,2 x 8,9 mm, Galaxy J1 hadir dengan sistem operasi Android 4.4 KitKat dan tersedia dalam varian warna biru, hitam, dan putih.

Smartphone tersebut saat ini sudah mulai ditampilkan di situs web Samsung Malaysia. Belum diketahui apakah smartphone 64-bit low-end ini juga akan dibawa ke Indonesia oleh Samsung atau tidak.Samsung tampaknya belum puas merilis ponsel pintar Android di tahun 2013 ini. Di penghujung tahun, perusahaan asal Korea Selatan ini kembali meluncurkan sebuah smartphone Android bernama Galaxy J.

Samsung Galaxy J sendiri sebenarnya adalah varian lain dari Galaxy S4. Bedanya dengan Galaxy S4 pertama, ponsel yang satu ini mendukung jaringan LTE-A. Casing dari Galaxy J pun tampak lebih mewah dibandingkan generasi awal. Apabila Samsung Galaxy S4 menggunakan casing plastik, Galaxy J hadir dengan casing berbahan metal.

Spesifikasi dari Galaxy J termasuk dalam ponsel kelas atas. Ia menggunakan layar Super MOLED dengan bentang 5 inci dan mendukung resolusi Full HD 1.080 x 1.920 piksel. Samsung Galaxy J juga dipersenjatai dengan prosesor Snapdragon 800 2,3 GHz buatan Qualcomm, RAM 3 GB, penyimpanan internal berkapasitas 32 GB, dan baterai 2.600 mAh.

Dari segi kamera, seperti dikutip dari Phone Arena, Selasa (10/12/2013), Galaxy J dilengkapi kamera 13 megapiksel di bagian belakang dan 1,9 megapiksel di bagian depan. Produk ini berjalan di sistem operasi Android 4.3 Jelly Bean. Dengan penggunaan sistem operasi versi tersebut, tampaknya Galaxy J sudah mendukung penggunaan jam tangan pintar, yang juga merupakan besutan Samsung, Galaxy Gear.

Untuk sementara ini, Samsung Galaxy J baru tersedia di Taiwan dengan harga 21.900 dollar Taiwan atau sekitar Rp 8,9 juta.

Software SAP Menjadi Rahasia Sukses Tim Jerman Menangi Piala Dunia 2014

Kesuksesan Jerman menjadi kampiun Piala Dunia 2014 tak cuma bermodal sederet pemain bintang, Der Panzer ternyata juga disokong oleh teknologi ciamik. Ini rahasianya. Teknologi yang dimaksud salah satunya adalah aplikasi Match Insight besutan SAP, yang merupakan salah satu raksasa teknologi yang juga berasal dari Jerman.

Asosiasi Sepakbola Jerman (Deutscher Fussball-Bund/DFB) ternyata sudah berkolaborasi dengan SAP beberapa tahun belakangan untuk mengembangkan aplikasi data analitik ini. Rekam jejak pemain Jerman yang diboyong ke Brasil diinput secara lengkap ke database SAP Match Insight. Mulai dari banyaknya passing, daya jelajah, sampai ke mana saja pergerakan si pemain.

Tentunya, data-data tersebut tak sekadar jadi pajangan, melainkan untuk dianalisis sehingga bisa menghasilkan output yang dibutuhkan oleh pelatih Jerman Joachim Loew. Aplikasi ini juga dapat ‘memata-matai’ statistik data dari tim lawan, membuat simulasi, serta mengatur menu latihan bagi setiap pemain berdasarkan kondisi fisiknya.

Jadi semua data yang disajikan sudah terstruktur dan merupakan hasil analisa. Sehingga bisa dimaklumi pemain sekaliber Lionel Messi tak mampu mempertunjukkan daya magisnya di partai puncak semalam. Sebab bisa jadi, pelatih Jerman sudah punya jurus jitu untuk mematikan ‘si kutu’ (La Pulga) — sebutan Messi.

“SAP telah membuat inovasi untuk mentransformasi pengalaman bersepakbola kepada tim pelatih, pemain, fans, dan media,” ujar Oliver Bierhoff, Manager timnas Jerman seperti dilansir Telegraph. “Bayangkan saja, dalam waktu 10 menit, 10 pemain dan tiga bola dapat menghasilkan 7 juta data. Dengan SAP, tim kami dapat dengan mudah untuk menganalisis daya yang segitu banyaknya sehingga dapat menjadi masukan untuk pertandingan berikutnya,” lanjut Bierhoff.

Aplikasi data analitik ini pun dapat diakses dengan mudah. Tak perlu menggunakan komputer berukuran besar, cukup lewat layar smartphone ataupun tablet PC.

Pemakai WhatsApp Tembus 500 Juta Nomor Telepon

Ambisi Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerberg yang ingin agar pengguna WhatsApp mencapai 1 miliar tampaknya bakal segera terwujud. Dua bulan berselang setelah Facebook mengakuisisi layanan pesan instan itu, jumlah pengguna aktif WhatsApp sudah menembus 500 juta.

Saat diakuisisi pada Februari lalu, pengguna aktif WhatsApp sekitar 450 juta. “Pertumbuhan tercepat berasal dari pengguna Brasil, India, Meksiko, dan Rusia,” tulis WhatsApp di blog-nya, sebagaimana dikutip CBS News, Kamis, 24 April 2014.

Jika dihitung secara statistik, per harinya jumlah pengguna WhatsApp bertambah satu juta. Ini hal yang luar biasa, mengingat jumlah karyawan WhatsApp tidak lebih dari 50 orang.

WhatsApp ternyata justru populer di luar negara asalnya, Amerika Serikat. Per harinya, sebanyak 700 juta foto dan 100 juta video terkirim lewat layanan ini. Sebagai perbandingan, media sosial populer lainnya, Twitter, jumlah penggunanya mencapai 241 juta pada akhir 2013. Namun berdasarkan penelitian, 44 persen di antaranya terbukti tidak pernah mencuit.

Pendiri dan CEO WhatsApp, Jan Koum, menyatakan sejak awal layanan tersebut mengunggulkan kesederhanaan. Dia berjanji tidak akan banyak menambah fitur dan gimmick, seperti game dan iklan mobile.

Satu-satunya fitur baru yang segera meluncur adalah pesan suara. Dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona, Februari lalu, Koum mengatakan pesan suara akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang. “Fitur ini tersedia gratis,” katanya.

Sebelumnya, Zuckerberg mengatakan akuisisi Facebook tidak akan mengubah model layanan WhatsApp. Seperti diketahui, dari segi pemasukan, model bisnis Facebook dan WhatsApp sangat berbeda. Facebook meraup banyak pemasukan lewat iklan mobile.

Facebook menjadikan WhatsApp sebagai unit bisnis terpisah. Hal ini seperti halnya Instagram, yang berfokus sebagai aplikasi berbagi foto. Instagram sendiri diakuisisi Facebook pada 2012.

Koran dan Majalah Cetak Sudah Tamat dan Mati

Eric Schmidt, Executive Chairman Google, tidak melihat adanya masa depan untuk majalah versi fisik atau cetak. Menurut prediksinya, majalah akan segera tergantikan dengan perangkat tablet.

Prediksi perihal majalah diungkapkan oleh Schmidt saat berbicara pada konferensi Magazine Publishers Association. Saat itu, Schmdit banyak membahas mengenai masa depan dunia mobile dan bagaimana majalah dapat memanfaatkannya. Dalam pembahasan tersebut, ia cukup yakin masa depan majalah tidak akan lagi ada di dunia cetak, tetapi dalam tablet.

Prediksi Schmidt tersebut bukannya tanpa alasan. Menurutnya, tablet memiliki banyak fungsi yang tidak dimiliki oleh majalah fisik.

“Tablet saat ini lebih populer dibandingkan PC. Anda bisa membaca di produk ini, tablet mengetahui di mana Anda berada, dan memiliki akselerometer. Semua hal tersebut merupakan hal yang bisa dilakukan publisher pada tablet yang tidak bisa dilakukan di majalah cetak,” kata Schmidt, seperti dikutip dari Mashable, Jumat (25/10/2013).

Schmidt juga memprediksi, dalam lima tahun ke depan akan ada sebuah produk dengan desain mirip dengan tablet, memiliki kinerja yang tinggi, dan akan menggantikan media tradisional. Tablet tersebut akan memiliki aplikasi yang mengesankan, termasuk aplikasi majalah, yang akan mengambil keuntungan dari kegiatan sosial dan lokasi pengguna. Aplikasi tersebut juga akan menambahkan pengalaman interaktif.

“Ini seharusnya menjadi hal yang positif bagi publisher,” ujar Schmidt.

Penggunaan tablet juga diprediksi membantu pihak penerbit majalah dari segi dunia iklan.

“Dalam dunia periklanan online, sinyal lokasi mengizinkan Anda untuk memperbanyak target iklan dibandingkan iklan cetak saat ini. Lebih banyak target yang ada, akan lebih banyak pembaca yang mengklik, dan akan lebih banyak pengiklan yang menaikkan harga iklan,” tambahnya.

Tanda-tanda “kematian” majalah cetak seperti yang diramalkan Schmidt sebenarnya telah terlihat beberapa tahun belakangan. Beberapa majalah besar telah memutuskan menghentikan edisi cetaknya. Salah satunya adalah Newsweek. Setelah melayani pembacanya selama delapan dekade, majalah bergengsi dunia tersebut mengumumkan berhenti terbit dalam bentuk cetak dan beralih ke edisi digital pada akhir tahun 2012.

Google Luncurkan WiFi Passport Gratis Di Jakarta

Google melakukan uji coba layanan WiFi Passport di Jakarta yang memungkinkan pengguna perangkat Android terkoneksi internet dengan mudah. Uji coba WiFi Passport ini merupakan yang pertama di dunia.

Head of Communications Google Indonesia Vishnu Mahmud mengatakan, layanan uji coba ini melibatkan empat mitra, termasuk perusahaan penyedia jasa internet. Keempatnya adalah CBN, IBS, iPass, dan IndoMog.

Akses internet dari Google dan mitranya ini bisa diperoleh dengan memakai aplikasi WiFi Passport untuk tablet dan ponsel pintar bersistem operasi Android. WiFi Passport bisa diunduh gratis dari Google Play Store.

“Karena masih uji coba, WiFi Passport ini belum bisa digunakan oleh banyak orang dan hanya bisa digunakan oleh pengguna yang memiliki voucer khusus untuk aplikasi WiFi Passport,” kata Vishnu saat dihubungi KompasTekno, Senin (28/10/2013).

Voucer WiFi Passport yang disediakan IndoMog belum tersedia secara massal. Kode yang terdapat di voucer tersebut dapat dimasukkan di aplikasi untuk mendapat akses WiFi.

Kapasitas datanya tersedia dengan pilihan 3 GB, 7 GB, dan 10 GB. Layanan ini bisa dinikmati gratis selama 10 hari. Setelah itu, pengguna harus membayar Rp 20.000 untuk 20 hari dan Rp 50.000 untuk 50 hari.

Tertarik untuk mencobanya? Unduh aplikasi WiFi Passport di Play Store.

Windows 8.1 Tarik Dukungan Terhadap Facebook dan Flickr

-Beberapa poin keunggulan Windows Phone adalah integrasi media sosialnya yang kuat serta kemampuannya mengunduh foto dari Facebook langsung ke aplikasi foto yang sudah tersedia di Windows Phone. Microsoft menerapkan fungsi ini pada Windows 8. Tapi tampaknya perusahaan yang dipimpin oleh Steve Ballmer itu akan menghapus beberapa fungsi itu di Windows 8.1.

Meski aplikasi foto di Windows 8.1 telah diimprovisasi dengan fungsi editing, aplikasi itu telah melepaskan integrasinya dengan Facebook dan Flickr serta menghapus pendukung gambar/foto pada jaringan.

Juru bicara Microsoft mengatakan produsen perangkat lunak ini mengenalkan integrasi Facebook dan Flickr dalam Windows 8. Sebab, ketika itu hanya sedikit aplikasi sejenis yang tersedia. “Tapi kini ada banyak aplikasi yang tersedia dan menawarkan fitur untuk melihat foto pada layanan lainnya,” katanya.

Pemisahan integrasi Windows 8.1 dengan Facebook dan Flickr nyatanya menuai kekecewaan. Soalnya, Facebook baru-baru ini berkomitmen untuk membangun aplikasi khusus Windows 8.

Intel Akan Luncurkan Prosesor Mobile 48 Core Untuk Smartphone

Apa jadinya kalau smartphone dalam genggaman tangan bisa berjalan sekencang komputer desktop mainstream atau bahkan superkomputer?

Dalam lima hingga sepuluh tahun lagi, hal tersebut akan menjadi kenyataan. Itulah jangka waktu yang diperlukan Intel yang sedang mengembangkan prosesor smartphone dengan jumlah inti CPU (core) hingga 48 buah.

Untuk apa jumlah inti prosesor sebanyak itu? “Saya pikir, dengan makin mengarahnya metode interaksi menjadi semakin natural, manusiawi, maka kebutuhan akan kinerja akan naik pula,” ujar Chief Tecnhology Intel, Justin Rattner, seperti dikutip dari Cnet.

“Dari segi penggunaan energi, cara yang paling efisien untuk mempertinggi kinerja adalah dengan memperbanyak jumlah inti prosesor,” Rattner menambahkan.

Rattner mengacu pada jenis-jenis antarmuka, seperti speech recognition, augmented reality, dan hal-hal lainnya yang sejenis. Semakin populer metode interaksi ini, maka kebutuhan processing power akan semakin meningkat.

Saat ini, smartphone atau tablet paling banyak memiliki jumlah inti prosesor sebanyak empat buah. Chip Atom buatan Intel sendiri hanya memiliki satu buah inti.

Jumlah inti yang lebih banyak memungkinkan sebuah perangkat untuk membagi-bagi tugas ke inti-inti berbeda dan mengerjakan semuanya secara bersamaan. Misalnya, satu inti ditugasi mengenkripsi e-mail sedang yang lainnya menjalankan aplikasi atau game.

Masing-masing inti prosesor pun tak harus memiliki kecepatan yang sama. Beberapa yang mendapat tugas berat bisa berjalan dengan kecepatan maksimal, sementara yang hanya mendapat tugas ringan bisa berjalan dengan kecepatan rendah untuk menghemat daya.

Dengan begini, perangkat terkait akan menjadi lebih kencang dan lebih efisien soal penggunaan energi.

Memperbanyak jumlah inti prosesor sebenarnya bukan hal baru. Komputer desktop sudah sejak bertahun-tahun lalu menerapkan prosesor dengan banyak inti.

Prosesor dengan lebih dari satu inti pun telah menjadi hal yang jamak ditemukan pada gadget mobile, misalnya yang menggunakan prosesor NVIDIA Tegra 3 atau Samsung Exynos.

Akan tetapi, meski software yang mampu memanfaatkan jumlah inti sebanyak itu masih belum bisa dibayangkan, prosesor mobile dengan 48 core tentu akan membuka banyak kemungkinan.

Patrick Moorhead dari lembaga analisis Moor Insights and Strategy mengatakan bahwa jumlah core yang lebih banyak serta software yang lebih pintar kelak akan membuat gadget mobile bisa sepenuhnya menggantikan fungsi komputer desktop.

“Bayangkan, seluruh komputer yang saya perlukan berada dalam genggaman. Ketika saya melangkah ke kantor, ia akan terhubung secara otomatis dengan monitor dan perangkat lain lewat interface wireless. Dalam sekejap saya sudah bisa berinteraksi lewat layar sentuh, keyboard, mouse, atau voice recognition. Hal itu akan mengubah konsep dan definisi kemampuan perangkat mobile,” ujarnya.