Category Archives: Aplikasi Office

BlackBerry Perkenalkan BBM Meetings

BlackBerry kembali mengeksplorasi potensi fitur layanan pesan instannya, BlackBerry Messenger (BBM) dengan memperkenalkan layanan panggiln video untuk para pebisnis. Layanan tersebut diberi nama BBM Meetings. Dikutip dari Mobile Syrup, Jumat (13/11/2014), BBM Meetings bisa mengakomodasi 25 peserta sekaligus memungkinkan mereka berbagi layar.

Nilai jual utama dari BBM Meetings adalah layanan tersebut bersifat lintas platform, sehingga pengguna bisa melakukan panggilan video dengan pengguna perangkat Android, Mac (iOS masih diberi label “coming soon”), dan Windows Phone. Untuk pengguna selain perangkat BlackBerry, BBM Meetings hanya dibatasi untuk maksimal 10 orang.

Fitur lain dalam BBM Meetings antara lain mendukung penjadwalan rapat melalui address book, BBM, atau e-mail, serta bisa mengirim undangan ke partisipan secara on the fly.

Peserta BBM Meetings tidak perlu lagi menggunakan PIN atau ID unik untuk bergabung, mereka cukup menerima panggilan video seperti biasanya untuk bergabung dengan BBM Meetings.

BlackBerry saat ini memberikan BBM Meetings secara gratis untuk 30 hari pertama. Setelah itu, BlackBerry akan menarik biaya berlangganan sebesar 13,75 dollar AS (sekitar Rp 170.000) per bulan.

Berikut persyaratan teknis yang dibutuhkan untuk menggunakan BBM Meetings di platform mobile; OS BlackBerry 10 atau terbaru, 10.2.1 atau lebih baru, iOS versi 7.0 atau yang lebih baru, Android 4.0 (ICS)—Gingerbread tidak didukung.

Sementara untuk platform PC desktop, BBM Meetings berjalan dengan Mac OSX dengan Mac 10.6.8 atau yang lebih baru (Snow Leopard atau yang lebih baru) atau Windows 8, 8.1, 7, Vista w/SP1 atau yang lebih baru, XP dengan SP3 atau yang lebih baru.

File Format PDF Menyusahkan Untuk Diedut Kecuali Dengan PDFFlow

ormat file PDF (portable document format) dari Adobe adalah salah satu format yang banyak dipakai untuk menyimpan dokumen berbentuk teks dan gambar.

Namun, menurut General Manager Microsoft Office, Chris Pratley beranggapan bahwa format ini sudah ketinggalan zaman. “PDF adalah tempat matinya dokumen,” ujar Pratley dalam wawancara dengan situs teknologi TechRadar.

PDF adalah format file untuk penyimpanan dan pertukaran dokumen antar-perangkat, aplikasi, dan sistem operasi yang pertama kali diperkenalkan tahun 1991. Sebelumnya PDF merupakan format proprietary yang dikontrol oleh Adobe, namun format file ini telah berubah menjadi standar terbuka yang bebas royalti pada 2008 lalu.

Mengenai PDF, Pratley mengatakan, “Dokumennya bisa di-print, tapi itu tidak banyak berguna. Tabel di dalamnya bisa dikopi ke Word, tapi itupun tidak bisa diutak-atik dengan bebas,” ujarnya, seraya menyebut format PDF sebagai “hotel kelas teri untuk data”.

Pratley mengacu pada tidak luwesnya PDF untuk keperluan modifikasi data. Begitu sebuah dokumen disimpan dalam format PDF, editing akan sulit dilakukan.

Meski demikian, hal itu, menurut Pratley, bisa diubah lewat fitur “PDF Flow” yang ditanamkan Microsoft pada Office 2013. “Dengan PDF Flow, pengguna bisa membuka PDF secara langsung pada program Word sebagai file yang bisa diedit,” ujar Pratley.

Pejabat senior Microsoft ini mengatakan bahwa PDF Flow benar-benar mengubah file PDF menjadi file Word yang bisa diedit. “Bahkan nomor halamannya akan berubah kalau pengguna menambah halaman.”

PDF Flow adalah salah satu fitur baru yang mendapat penekanan pada Office 2003.

Pratley menambahkan, selain meng-edit file PDF, pengguna bisa memasukkan video ke dalam aplikasi Word Office 2013. “Lama-kelamaan pengguna jadi semakin jarang mencetak dokumen, jadi kami memasukkan fitur video sehingga Word menjadi seperti surat kabar pada cerita Harry Potter.”

Inilah Tampilan Terbaru Microsoft Office 15

Tahun 2012 ini, Microsoft telah menjanjikan akan merilis software perkantoran dan bisnis Microsoft Office generasi terbaru. Adalah Office 15 yang siap melanjutkan tongkat estafet Office versi sebelumnya, Office 2012.

Saat ini Office 15 masih dalam tahap pengembangan dan sepertinya Microsoft akan segera merilis versi beta tak lama lagi, bisa jadi berbarengan dengan versi beta Windows 8.

Pada Kamis (9/2/2012), Microsoft membocorkan tampilan antarmuka Office 15 yang nampak lebih simpel dan bersih dibandingkan versi pendahulunya. Perusahaan software raksasa ini memperlihatkan tampilan Office 15 untuk Word, Excel, PowerPoint dan OneNote dalam sebuah video yang dipublikasi oleh situs teknologi The Verge.

Pada screenshot di bawah ini, Anda dapat melihat bagaimana Microsoft memasukkan lebih banyak ruang putih, dan menggunakan lebih sedikit baris agar penggunanya dapat lebih fokus pada konten.

Ribbon (pita) pada gambar-gambar di atas sedang tidak diaktifkan. Microsoft masih menyembunyikan desain Ribbon pada Office 15.

Jelas terlihat, ada indikasi bahwa tampilan Office 15 disesuaikan dengan tampilan Metro yang kelak akan digunakan pada sistem operasi (OS) terbaru Microsoft, Windows 8.

Dan tidak menutup kemungkinan pula, Microsoft tengah menyiapkan Office 15 agar bisa digunakan untuk perangkat tablet bersistem operasi Windows 8.

Fujitsu Rambah Pasar Cloud Untuk SAP Di Indonesia

Perusahaan penyedia solusi bisnis, teknologi informasi, dan komunikasi, Fujitsu, memfokuskan layanannya pada bisnis komputasi awan untuk pasar Indonesia tahun 2012.

“Perekomian Indonesia sedang tumbuh dan komputasi awan bisa menjadi model bisnis yang bagus,” kata Kepala Eksekutif Fujitsu ASEAN Lawrence Wee ketika mengikuti media gathering Fujitsu di Yogyakarta pada Jumat (2/12).

Lawrence mengatakan solusi komputasi awan masih menjadi fokus utama Fujitsu tahun depan dan untuk memenangkan pasar, Fujitsu akan menciptakan diferensiasi penawaran Fujitsu Cloud dan memperluas basis penggunanya yaitu penawaran Fujitsu Global Cloud Platform, Fujitsu Local Cloud Platform, dan Fujitsu Cloud Professional Services.

Ketiga solusi itu disediakan untuk mewujudkan definisi komputasi awan yaitu teknologi atau proses bisnis yang diwujudkan sebagai sebuah layanan secara elastis dan memiliki skalabilitas dan membayar sesuai pemakaian.

“Kami menawarkan pilihan komputasi awan yang cocok dengan pelanggan dan mendorong pelanggan untuk memaksimalkan nilai bisnisnya,” kata Presiden Direktur Fujitsu Indonesia Achmad S Sofwan.

Solusi Fujitsu Global Cloud Platform adalah standar global Fujitsu untuk layanan infrastruktur berupa sumber daya tervirtualisasi yang menyediakan lingkungan platform virtualisasi bagi pelanggan. Solusi itu disediakan di enam negara yaitu Singapura, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Jerman dan Inggris.

“Manfaatnya, pelanggan tidak perlu memerlukan belanja modal TI karena pelanggan akan ditagih berdasarkan penggunaan mereka,” kata Achmad.

Fujitsu Local Cloud Platform yaitu layanan Iaas untuk solusi SAP. Fujitsu mengambil alih semua sumber daya untuk menjalankan aplikasi SAP. Fujitsu SAP IaaS mencakup seluruh aspek manajemen lingkungan SAP mulai administrasi infrastruktur, pemeliharaan dan pemasangan patch, back up & recovery data dan sistem, pemulihan bencana, manajemen insiden, dan perencanaan kapasitas.

“Melalui layanan ini pelanggan bisa menghemat biaya 30 persen atau lebih,” katanya.

Terakhir, Fujitsu Cloud Professional Services adalah sebuah layanan yang membantu oraganisasi memanfaatkan komputasu awan dengan menyediakan roadmap adopsi komputasi awan. Untuk menyukseskan komputasi awan di Indonesia, Fujitsu mengalokasikan lebih dari 5.000 staf secara global.

Panduan Langkah Demi Langkah Cara Membuat Cloud Computing Sendiri Di Rumah

Komputasi awan sudah tidak asing lagi di kalangan perusahaan. Baik perusahaan besar maupun kecil, sudah mulai menggunakan teknologi ini untuk solusi penyimpanan data mereka. Bagaimana kalau komputasi awan menjadi kebutuhan individu?

Tidak ada bedanya kok. Baik untuk perusahaan maupun pribadi, salah satu masalah yang masih menjadi perhatian adalah privacy dan keamanan saat data-data harus ditaruh di cloud. Dan untuk mewujudkannya bukan hal yang sulit.

Menjawab hal tersebut, Western Digital (WD) memperkenalkan aplikasi WD 2go Pro dan mobile WD 2go dalam satu paket bernama My Book Live. Drive ini merupakan penyimpanan awan pribadi (personal cloud) untuk memudahkan pengguna memiliki komputasi awan pribadi dengan server yang berada di rumah masing-masing.

“Anda tidak perlu lagi berlangganan cloud kepada orang lain, karena My Book Live bisa membantu Anda membangun cloud sendiri di rumah, sekaligus bisa mengaksesnya di mana saja dari perangkat bergerak anda,” ujar Jim Welsh, Executive Vice President dan General Manager, branded product and consumer electronics group WD, dalam media briefing di Jakarta, Kamis (29/9/2011) lalu.

Jim memeragakan bagaimana mudahnya menginstal drive My Book Live di perangkat Personal Computer (PC) di rumah dan membuatnya terhubung dengan perangkat bergerak. Dalam bundling drive My Book Live terdapat CD untuk menginstal software. Setelah software terinstal dengan benar di PC rumah, akan muncul menu setting komputasi untuk dibangun sendiri oleh pengguna. Lisensi berlaku seumur hidup kecuali software mengalami kerusakan total sehingga tak bisa digunakan lagi.

“Anda bisa langsung mengunduh semua file penting anda, mulai dari dokumen, gambar, video, seperti yang biasa anda lakukan pada social media, blog atau youtube. Semua file yang anda unduh akan tersimpan dalam folder pribadi anda, untuk sewaktu-waktu dibuka dan dibagikan kepada orang lain,” jelas Jim.

Pengguna juga bisa membuat daftar nama-nama orang yang diizinkan mengakses data-data tersebut. Semua nama yang didaftarkan, akan memiliki kode untuk bisa log in ke sistem komputasi awan yang telah dibangun. Setting bisa dibuat menjadi dua jenis, yakni baca saja atau baca dan tulis. Artinya, ada orang lain yang hanya Anda izinkan untuk membaca dan ada yang diizinkan untuk membaca dan menulis sekaligus.

Setelah setting untuk komputer rumah selesai dan data-data diunduh, anda bisa mengakses data-data anda secara streaming melalui perangkat bergerak seperti ponsel pintar maupun tablet. Caranya dengan mendaftarkan perangkat anda ke sistem komputasi yang anda miliki di rumah. Sistem akan mengeluarkan nomor kode untuk perangkat bergerak anda.

Anda bisa membuka alamat web http://www.WD2go.com dari perangkat bergerak anda lalu masukkan kode yang tertera di komputer ke dalam perangkat bergerak. Setelah log in, maka perangkat bergerak anda akan muncul di komputer. Hal ini bisa diulangi untuk perangkat bergerak yang lain, karena masing-maisng memiliki kode yang berbeda. Namun, setting tidak bisa digunakan untuk dua perangkat yang sama. Misal,anda punya dua tablet, maka yang bisa dihubungkan dengan komputer rumah hanya satu tablet saja.

Produk My Book Live 2go Pro tersedia dalam kapasitas 1 Tera Byte (TB), 2 TB, dan 3 TB untuk komputer dan tablet dengan sistem operasi Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Mac OS X Leopard, Snow Leoprad, atau Lion, dan perangkat yang diaktifkan DLNA atau UPnP. Namun untuk ponsel, selain iPhone (iOS), My Book Live 2go hanya mendukung sistem operasi Android. Semua ponsel iPhone dan Android bisa terhubung dengan komputasi awan pribadi anda di rumah. Anda bisa mendaftarkan perangkat bergerak milik keluarga maupun teman dekat yang anda inginkan.

Perangkat My Book Live tersedia di reseller WD terseleksi di Indonesia mulai November 2011 dengan harga retail yang disarankan adalah 149 dollar AS untuk 1 TB, 175 dollar AS untuk 2 TB, dan 225 dollar AS untuk 3 TB.

LG Tawarkan AC yang Dapat Sekaligus Membunuh Nyamuk Deman Berdarah dan Hemat Listrik

Untuk meningkatkan pangsa pasar AC (penyejuk ruangan) tahun ini, LG Electronics Indonesia (LGEI) meluncurkan produk baru yang diberi nama Terminator Inverter. Produk ini diklaim mampu membunuh nyamuk Aedes Aegypti (demam berdarah) yang membawa virus Dengue, yang berbahaya bagi manusia.

Tak hanya itu, AC Terminator Inverter tersebut juga memiliki teknologi pemangkas daya listrik menjadi lebih hemat. “Produk kami sekarang ini mengikuti tren,” ungkap Head of Residential AC LGEI Andry Siswandi, Selasa (9/8).

Sebelumnya, LG sudah memiliki produk AC yang bisa membunuh nyamuk, tetapi belum dilengkapi dengan teknologi pemangkas daya listrik. “Produk ini menjadi satu-satunya yang bisa membunuh nyamuk sekaligus bisa memangkas daya listrik,” terang Andry.

Dia menjelaskan, AC ini memiliki teknologi yang memungkinkan sistem penggunaan daya listrik yang rendah. Saat teknologi inverter aktif, maka penyejuk ruangan akan bereaksi dengan daya listrik maksimum. Setelah suhu tercapai maka AC beroperasi menggunakan daya listrik minimum. “Teknologi ini memungkinkan hemat listrik hingga 60% dari AC biasa,” katanya.

Sedangkan teknologi yang bisa membunuh nyamuk Aedes Aegpyti itu dengan menggunakan gelombang ultrasonik 30 kHz-100 KHz yang mengganggu fungsi antena nyamuk sebagai indera penerima rangsang. Nyamuk yang berada di dalam ruangan itu akan tidak nyaman lantaran terganggunya keseimbangan. “Dalam enam hingga tujuh jam nyamuk itu akan mati,” ujar Andry.
Menurut Andry, penggunaan teknologi yang ada pada Terminator Inverter itu tidak berbahaya bagi manusia. Penggabungan teknologi AC itu diyakini akan mendongkrak penjualan AC LG di semester II. Selain itu, kehadiran AC ini diharapkan bisa mengurangi populasi nyamuk. Produk ini dibanderol harga Rp 3,7 juta per unit (1 PK) dan Rp 4,6 juta (1,5 PK). Pada Semester kedua ini, Andry berharap bisa menjual 20.000 unit dengan segmen kalangan menengah atas.

Tayangan Informasi Digital Dengan Proyektor Portable Isi Ulang

Ketika informasi dalam bentuk digital dikemas dalam berbagai bentuk, dari teks, audio, hingga video, pilihan untuk menampilkan beragam informasi ini tersedia dalam format, model, dan harga yang berbeda-beda. Menyajikan informasi menjadi persoalan di tengah maraknya lalu lintas informasi digital dalam era jejaring sosial.

Kehadiran berbagai bentuk komputer dari notebook, netbook, dan tablet adalah pengejawantahan yang memberikan kita pilihan untuk mengakses informasi di mana saja dan kapan saja. Harga yang terjangkau menjadikan semua perangkat teknologi ini menjadi produk seperti memiliki jam tangan, kalung, gelang, dan sebagainya.

Persoalan yang muncul adalah ketika informasi yang diserap pada perangkat- perangkat tersebut ingin dibagi ke orang lain dalam jumlah kuang dari sepuluh orang. Menggunakan netbook atau komputer tablet seperti iPad akan menjadi persoalan sendiri karena keterbatasan bidang yang bisa dilihat oleh orang-orang tersebut.

Menggunakan proyektor menjadi tidak nyaman karena dimensi perangkat ini tidak sesuai untuk membagi informasi pada kelompok kecil orang. Selain itu, persiapan penggunaan proyektor juga terlalu memakan waktu.

Proyektor ideal

Karena berbagai alasan di atas, kehadiran teknologi pico sebagai proyektor saku dianggap oleh kalangan industri dan bisnis teknologi komunikasi informasi sebagai pilihan perantara untuk mengisi celah dalam berbagai informasi pada khalayak dengan jumlah kurang dari 15 orang.

Awalnya, persoalan muncul ketika lumens yang disajikan dalam teknologi proyektor pico ini terlalu rendah, menyebabkan pencahayaan yang tidak memadai untuk menyerap beragam informasi tersebut. Teknologi ini pun diperbarui oleh Optoma Corporation dengan memperkenalkan proyektor saku PK301 menggunakan cip tayangan digital light processing (DLP) buatan Texas Instrument dengan resolusi 854 x 480 piksel.

Optoma PK301 memiliki kemampuan pencahayaan yang lebih baik sampai 50 lumens pada penggunaan tenaga listrik dan 20 lumens ketika mengandalkan baterai isi ulang. Ukurannya dalam dimensi 120,1 x 69,8 x 29,7 mm dengan berat 227 gram, menjadikan proyektor saku ini ideal sebagai perangkat untuk berbagi informasi dalam forum yang lebih kecil.

Dengan rasio kontras 2000:1, Optoma PK301 ideal untuk menampilkan informasi sampai ukuran layar 136 inci (diagonal 345,44 cm), menjadi tayangan foto digital ataupun presentasi Powerpoint menjadi lebih menarik. Salah satu keunggulan produk ini adalah memiliki rongga Micro SD yang mampu menampung dan membaca informasi lebih banyak sampai dengan 32GB.

Produk ini juga memiliki pilihan koneksi yang beragam, mulai dari rongga HDMI Mini, Component, VGA, ataupun Composite untuk menyalurkan data audio dan video. Sebagai proyektor pico dengan ukuran dan berat yang sesuai untuk mereka yang memiliki mobilitas tinggi, pilihan koneksi ini menjadi penting sehingga sumber informasi yang ingin ditayangkan bisa diambil dari berbagai sumber.

Kendala yang dimiliki adalah pilihan format video Optoma PK301 ini hanya terbatas pada file dengan ekstensi .mp4, dan akan menjadi persoalan tidak bisa ditayangkan langsung tanpa melakukan konversi. Terlepas dari masalah ini, proyektor pico memang menjadi bagian penting dari perkembangan derasnya informasi digital sekarang ini.