Monthly Archives: September 2011

Dua Model Bikini Sports Illustrated Chrissy Teigen dan Irina Shayk Akan Muncul Pada Games Need For Speed

Seri terbaru video gim balap mobil, “Need For Speed: The Run” dari Electronics Arts (EA), bakal mendatangkan dua model pakaian renang dari Sports Illustrated sebagai karakter dalam permainan itu yakni Chrissy Teigen dan Irina Shayk. Mereka tidak sekedar tampil di sampul permainan tapi juga menjadi tokoh pendukung cerita.

Kepastian tersebut muncul dalam video trailer di balik layar pembuatan gim yang yang khusus membahas keterlibatan dua model tersebut. Baik Chrissy dan Irina bergantian diwawancara mengenai kesan mereka saat diajak terlibat dalam proyek gim balapan yang sudah terjual lebih dari 100 juta keping sejak seri pertama dirilis tahun 1994.

Chrissy akan dibuat tokoh virtual bernama Niki, seorang anak mekanik yang tinggal di sebuah bengkel mobil yang dimiliki Nila, tokoh yang dibuat berdasarkan wajah Irina. Irina berkisah bahwa karakternya tergolong “liar” yakni pecinta adrenalin yang suka menggeber mobil dalam kecepatan tinggi.

Dalam video tersebut juga terlihat bahwa pihak pengembang yakni Black Box juga tidak hanya meminjam wajah maupun suara. Mereka merekam gerakan Chrissy dan Irina melalui proses motion capture di Los Angeles agar bisa menangkap gerak gerik saat mereka berjalan maupun mengendarai mobil.

Chrissy sendiri mendapat predikat rookie of the year swimsuit issue sementara Irina didaulat sebagai sampul majalah tahun ini. Sudah bisa ditebak bahwa pemilihan keduanya memang menangkap konsumen yang didominasi pemain pria.

“Need for Speed: The Run” adalah seri NFS ke-19 sejak diluncurkan pertama kali. Berbeda dengan seri sebelumnya yang lebih menekankan ke unsur balapan, The Run menawarkan penceritaan kisah lebih mendalam yakni tokoh utama yang harus menempuh perjalanan membelah benua Amerika Serikat dari San Fransisco ke New York. Selain balapan, gim ini juga menawarkan modus permainan quick time event yakni aksi tokoh utama yang sesekali keluar meninggalkan mobilnya.

Kerja sama dengan model bukanlah hal yang baru dilakukan dalam mempromosikan sebuah permainan. Beberapa judul lain sudah melakukannya seperti Dragon Age 2 maupun Saints Row: The Third.

Nah, Chrissy dan Irina berperan bukan sebagai tokoh protagonis tapi sebaliknya. Mereka bakal menjadi kompetitor sang protagonis yang balapan menuju garis akhir. Tidak menjadi masalah, bukan?

Google Bangun Pusat Data Di Singapura, Hongkong dan Taiwan Dengan Investasi Sebesar 200 Juta Dollar

Google Inc menyatakan akan membangun pusat data di tiga negara Asia, Singapura, Taiwan dan Hong Kong. Pendirian pusat data ini akan menghabiskan investasi lebih dari US$ 200 juta.

Dengan pendirian pusat data ini, Google akan meningkatkan akses internet yang lebih cepat dan lebih aman di wilayah Asia. Dalam pernyataannya seperti yang dikutip Wall Street Journal, Rabu, 28 September 2011, untuk rencana ini, Google sudah mengakuisisi sejumlah lahan di tiga negara tersebut.

Google telah memperoleh lahan seluas 2,45 hektare di Jurong Barat Singapura. Sementara di Taiwan, Google mengakuisisi lahan 15 hektare di Changhua County. Sedangkan di Hong Kong, Google sudah mempunyai lahan 2,7 hektare di kawasan Kowloon.

Pusat data ini akan mulai beroperasi antara satu sampai dua tahun sejak proses konstruksi dimulai. Google berencana akan menambah lima sampai 20 staf penuh waktu di pusat data Taiwan. Saat ini Google telah memiliki 15 kantor dan ribuan karyawan di seluruh wilayah Asia-Pasifik, termasuk sebuah kantor di Taiwan.

Pusat data ini tidak ubahnya sebuah rumah komputer, yang terdiri atas sistem telekomunikasi dan sistem penyimpanan, dan juga mencakup cadangan pasokan listrik serta perangkat keamanan.

Ini merupakan langkah yang pertama kalinya bagi Google menempatkan pusat datanya di kawasan Asia-Pasifik dan beroperasi secara penuh. Saat ini Google telah memiliki dan mengoperasikan enam pusat data di Amerika Serikat, serta satu di Finlandia dan satu lagi di Belgia.

Google memutuskan untuk membangun pusat data setelah melihat lalu lintas penggunaan internet yang semakin tinggi di kawasan Asia. Begitu pula dengan meningkatnya pengguna baru di seluruh Asia.

Demikian pula dengan meningkatnya orang yang menggunakan smartphone dan komputer tablet untuk mengakses internet dan video online, membuat kebutuhan data bandwidth menjadi lebih tinggi lagi.

Google mengatakan pembangunan pusat-pusat data di Singapura, Taiwan dan Hong Kong ini merupakan tahapan penting bagi investasi Google di kawasan ini.

“Ada sejumlah pertimbangan, yakni kedekatan dengan pengguna kami, infrastruktur yang kuat, kekuatan yang dapat diandalkan, ketersediaan pekerja terampil, dan adanya peraturan bisnis dan biaya yang wajar,” kata Manajer Komunikasi Kebijakan Google di Asia, Taj Meadows.

Asia bukanlah kawasan yang mudah bagi Google. Seperti halnya Cina, beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam berusaha membatasi perdebatan politik secara online. Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara tersebut mencoba memblokir beberapa situs seperti Facebook.

Google juga menghadapi rintangan dalam memperluas bisnisnya di Cina, yang membuat Google kehilangan pangsa pasar di negara tersebut. Tak mau mengikuti kebijakan sensor pemerintah Cina, Google kemudian mengalihkan mesin pencarinya ke Hong Kong.

Acer Aspire S3 Luncurkan Ultrabook Berupa Gabungan Tablet dan Netbook

Sejak dikembangkan beberapa dekade lalu, bentuk komputer telah mengalami evolusi beberapa kali. Desktop dan notebook mungkin yang paling dikenal. Belakangan muncul netbook, notebook ultraportable, all in one PC, dan terakhir Apple memperkenalkan tablet sebagai kategori baru yang makin populer.

Tak berhenti di situ, Intel pun coba menciptakan kategori baru bernama ultrabook. Sebutan ultrabook disampaikan Intel di ajang Computex 2011 di Taipei, Taiwan, yang digelar 31 Mei hingga 4 Juni 2011. Ultrabook merupakan sejenis notebook yang ringan, tetapi tetap dibekali kemampuan kinerja tinggi dan punya fitur seperti tablet. Harganya di bawah 1000 dollar AS.

“Bakal akan ada sedikit kebingungan jika Anda melihat bentuknya. Saat Anda membukanya yang terlihat adalah PC, tapi jika dibawa, tinggal tutup saja dan tiba-tiba menjadi tablet. Apakah ini PC, tablet, saya kira bukan tak perlu diperdebatkan,” kata Mooly Eden, Vice President Intel, di Taipei, Selasa (31/5/2011).

Produk pertama yang akan dirilis ke pasar sebagai kategori ultrabook adalah buatan Asus dengan seri UX. Produk ini akan keluar ke pasar mulai musim liburan Natal dan Tahun Baru mendatang.

Tom Killroy, Senior Vice President Intel, mengatakan, ultrabook diciptakan sebagai perangkat untuk menyediakan respons sangat cepat. Perangkat tersebut dirancang selalu aktif, terus terhubung, dan lebih responsif, mirip dengan tablet yang banyak beredar saat ini, seperti iPad dan berbagai perangkat berbasis Android. Ia mengatakan, ultrabook bahkan diperkirakan akan mendominasi pasar laptop hingga 40 persen pada akhir 2011 ini.

Acer, Rabu (29/9/2011) meluncurkan Acer Aspire S3, menjadi ultrabook pertama yang dipasarkan di Indonesia. Peluncuran yang digelar hari ini juga menjadi kali pertama di dunia, bersamaan dengan peluncuran produk yang sama di Taiwan.

Ultrabook merupakan rancangan notebook masa depan dari Intel yang menyatukan keunggulan yang dimiliki notebook dan tablet. Ultrabook ini bisa memberikan performance sekuat notebook namun memungkinkan penggunaan fleksibel, cepat dan selalu terkoneksi seperti produk tablet. Dengan ultrabook, profesional bisa melakukan aktivitas editing dokumen yang selama ini kurang didukung oleh tablet.

Pada saat yang sama, mereka tak perlu membuang waktu membuka dan menghidupkan perangkat seperti ketika memakai notebook. Fitur utama pendukung Acer Aspire S3 ialah Instant On.

“Untuk menyalakan, Anda hanya perlu membuka ultrabook. Untuk mematikan, cukup menutupnya, tidak perlu shut down,” kata Jason Lim, Country Manager Acer Group Indonesia dalam konferensi pers hari ini.

Ada 2 macam mode sleep yang dimiliki Acer Aspire S3, yakni Sleep dan Deep Sleep. Pengguna cuma butuh 1,5 detik untuk menghidupkan ultrabook dari mode Sleep dan hanya perlu 6 detik untuk menghidupkan dari mode Deep Sleep.

Fitur lain juga berkaitan dengan soal instan, yakni Instant Connect. Untuk mengakses internet, misal terhubung dengan fasilitas WiFi, hanya perlu 2,5 detik. “Kecepatan ini 4 kali lebih cepat dari kecepatan notebook konvensional,” cetus Jason.

Fitur instan yang dimiliki ultrabook Acer ini berhubungan dengan daya tahan baterai. Baterai Acer Aspire S3 bisa tahan selama 50 hari dalam mode Deep Sleep dan bisa tahan selama 7 jam untuk penggunaaan ultrabook secara normal.

“Baterai sangat durable, bisa mencapai 3,5 tahun lama pemakaian, lebih lama dari baterai notebook yang hanya tahan 1 tahun. Baterai tahan hingga 1000 kali recharge,” tambah David Lee, Associate Vice President of Mobile Computing Business Unit Acer Inc.

Ultrabook Acer ini didesain dengan ukuran 13,3 inci, memberikan kenyamanan bagi pengguna yang mengetik lama. Sementara beratnya yang cuma 1,4 kg dan dibungkus material aluminum kokoh membuatnya ringan dan cocok bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Ultrabook ini juga didukung dengan prosesor Intel Core generasi kedua untuk mengoptimalkan performance.

Tersedia juga varian lengkap dengan HDD sampai 500 GB untuk mendukung penyimpanan beragam data serta media. Rencananya, ultrabook ini sudah akan tersedia di pasar Indonesia Oktober mendatang dengan harga Rp 7 jutaan. Target marketnya sendiri adalah profesional yang punya mobilitas tinggi dan diprediksi akan menuai respon bagus dari pasar Indonesia.

Meski memadukan keunggulan tablet dan notebook, ultrabook ini tidak dirancang untuk menggantikan keduanya. “Kita hanya memberikan banyak pilihan sesuai kebutuhan masing-masing pengguna,” ungkap David.

Acer memperkenalkan Ultrabook Acer Aspire S3, Rabu (28/9/2011) yang merupakan produk ultrabook pertama di Indonesia. Produk ini memadukan keunggulan yang dimiliki notebook dan tablet, yakni performa yang handal dan fleksibilitas dalam penggunaan.

Meski memadukan keunggulan notebook dan tablet, pihak Acer mengatakan bahwa ultrabook takkan membunuh pasar notebook dan tablet yang sudah ada saat ini. Kehadiran ultrabook hanya sebuah respon terhadap kebutuhan pasar dan upaya Acer memenuhi kebutuhan pengguna.

“Ini takkan menggantikan tablet. Kita mau menghasilkan produk untuk user, sesuai kebutuhan mereka. Kita ingin punya banyak katgori produk jadi nanti orang tinggal memilih yang sesuai,” kata David Lee, Associate Vice President of Mobile Business Computing Unit Acer Inc.

David menegaskan bahwa masing-masing punya segmen yang berbeda. Notebook mungkin cocok bagi orang yang banyak bekerja di belakang meja sementara tablet cocok bagi pengguna mobile dengan aktivitas sederhana. Ultrabook mencukupi kebutuhan pengguna mobile dengan aktivitas lebih.

Dikatakan pula bahwa ultrabook bukan saingan dari produk netbook. Ultrabook lebih difokuskan pada segmen pengguna profesional muda dengan mobilitas yang tinggi. Sementara, netbook lebih difokuskan pada early adopter seperti ibu rumah tangga dan pelajar.

“Kesimpulannya, ini compliment untuk user. Kita cuma bawa kelebihan yang ada di notebook dan tablet. User mau apa, kita kembangkan untuk mereka,” Jason Lim, Country Manager Acer Group Indonesia dalam wawancara khusus hari ini di Jakarta.

Dengan adanya ultrabook, pengguna yang menginginkan kehandalan notebook dan fleksibilitas penggunaan seperti tablet tak perlu menghabiskan uang untuk membeli keduanya. Dengan ultrabook, semua fitur sudah terpenuhi, kecuali touchscreen.

Acer Aspire S3 memiliki fitur utama Instant On yang bisa menyalakan ultrabook hanya dalam 1,5 detik dari kondisi “sleep” dan 6 detik dari kondisi “deep sleep”. Terdapat pula fitur Instant Connect yang mampu menghubungkan ke internet dalam 4 detik saja.

Produk ultrabook ini rencananya akan dijual di Indonesia dengan harga Rp 7 jutaan mulai Oktober mendatang. Untuk gelombang pertama, sebanyak 300 ribu unit produk akan dikirimkan. Acer percaya, Indonesia adalah market potensial untuk produk ini.

Google+ Diserbu Pengguna Dengan Pertambahan 15 Juta Orang Per Minggu

Google+ dikerumuni para pengunjung setelah jejaring sosial ini membuka pintu untuk publik pekan lalu, kata perusahaan penjejak industri internet Experian Hitwise seperti dikutip AFP.

Trafik online untuk jejaring sosial milik Google yang baru muncul ini, membumbung 1.269 persen, Rabu pekan lalu, sehari setelah perusahaan raksasa internet itu menanggalkan fitur “diundang” untuk diganti menjadi “bergabung”, kata Direktur Riset Hitwise, Heather Dougherty.

Jumlah kunjungan ke Google+ merangsek hampir 15 juta selama seminggu itu dari 1,1 juta yang dicapai sepekan sebelumnya, simpul para analis Hitwise.

Data Hitwise tidak memasukkan trafik dari gadget bergerak.

“Hanya dalam satu pekan, Google+ bergerak dari peringkat 54 situs paling dikunjungi dalam kategori Social Networking and Forums (Jejaring Sosial dan Forum) ke posisi 8,” kata Dougherty dalam satu posting blognya.

Pada 20 September 2011, Google telah membuka google.com/+ kepada publik yang akan menjadi tantangan serius bagi Facebook.

Pengumuman ini disampaiakan sebagai bagian dari daftar kemajuan Google dalam mencipta jejaring sosial itu yang diluncurkan dalam hanya format “undangan” pada 28 Juni.

Zynga, Senin waktu AS, menambahkan situs paling populernya — CityVille — kepada game yang dapat dimainkan di Google+.

“Bukan rahasia lagi kami adalah penggemar berat Google+,” kata Ziynga.

“Bulan lalu kami telah mengumumkan telah bermitra dengan Google guna membawa Zynga Poker kepada Google+, dan saat ini kami menikmati memasukkan CityVille+ ke platform game baru itu,” sambung Zynga.

Agustus lalu, Google+ membuka zona gaming-nya pada jejaring sosialnya itu yang berkembang pesat dan bersaing dengan Facebook sebagai penghubung kehidupan online

Google+ Undang Semua Orang Bergabung Di Jejaring Sosial Super Keren Mereka

Google mengundang anda untuk bergabung dalam Google Plus, jejaring sosial yang diharapkan banyak kalangan mampu menyaingi Facebook. Setelah di-publish terbatas, sekarang Google Plus bisa diakses dan dapat digunakan oleh siapa pun di dunia yang terkoneksi dengan internet.

Seperti halnya search engine Google, Google Plus juga sudah hadir dalam banyak bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Dalam halaman log in-nya, Google Plus menulis “Gabung dengan Google+”, “Cukup masuk dengan akun Google Anda untuk mulai menggunakan bagian baru dari Google.”

Mudah bagi yang sudah punya akun Gmail, tapi bagi yang belum harus membuatnya dulu untuk bisa bersosialisasi melalui Google Plus ini. Fitur apa saja sebenarnya yang Google sematkan dalam jejaring sosial barunya itu? Ini diantaranya:

Google+ search, sarana pencarian yang didesain sangat mirip dengan tempat memasukkan kata kunci pada search engine Google. Circles (lingkaran), fitur ini memudahkan anda membuat kelompok-kelompok orang-orang yang dekat dengan anda atau bisa saja temen-teman spesial anda. Cukup dengan meng-drag foto dan identitas teman untuk memasukkannya ke dalam lingkaran. Fitur ini memudahkan anda berbagi sesuatau yang berbeda kepada kelompok teman berbeda.
Hangouts, memungkinkan anda mengobrol dengan teman sembari bertatap muka melalui webcam atau kamera ponsel, bisa menonton video YouTube bareng atau bertukar cerita dengan sembilan teman sekaligus.
Google+ mobile, dengan fitur ini anda bisa mengunggah secara instan foto-foto yang diambil melalui ponsel, tentu tanpa langkah berbelit.
Games, sejumlah permainan yang dapat anda share ke teman anda.
Messenger, dengan fitur ini anda bisa chat (mengobrol) dengan pesan text bersama teman-teman anda.

Bila ingin tahu lebih banyak mengenai jejaring sosial ini, tidak ada salahnya bila anda mencobanya bergabung.

Dan……, silakan bandingkan dengan Facebook serta anda nilai sendiri diantara keduanya.

Bisnis Game Online Semakin Trendy dan Menggiurkan

Seorang filsuf Jerman pada abad ke-18, Friedrich Wilhelm Nietzsche, pernah berujar, “Dalam setiap diri manusia dewasa terdapat sifat kekanak-kanakan.”

Jika Anda tergolong sebagai penggila game sejati, jangan pernah merasa malu meski umur terus bertambah. Merujuk pada pernyataan Nietzsche, itu sangat wajar. Ya, bermain game bukan dominasi anak-anak. Bahkan seorang dewasa yang sudah memiliki anak pun tak salah bila masih doyan bermain game.

Permainan yang sedang tumbuh subur adalah online game. Jenis game ini bisa dimainkan oleh banyak orang, dalam waktu bersamaan, di tempat terpisah.

Menurut perusahaan riset game DFC Intelligence, pasar online game dunia meningkat US$ 9,6 miliar dalam enam tahun. Kini, nilainya US$ 13 miliar. Pertumbuhan ini, menurut analis DFC Intelligence, David Cole, lantaran makin luasnya jaringan Internet, penetrasi komputer pribadi (PC), dan persebaran konsol video game.

Di Asia, pasar utama online game ada di Korea Selatan, Cina, dan Jepang. Di tiap negara itu, perputaran uangnya mencapai US$ 100 juta setahun.

“Massively Multiplayer Online (MMO) adalah model bisnis online yang canggih dan dapat meraup pendapatan sangat besar,” kata Cole.

Game ini bisa dimainkan di berbagai tempat dan waktu oleh banyak pemain. Jenis permainan yang populer antara lain olahraga, balapan, dan action.

Usaha online game kemudian merembet ke industri retail, khususnya penjualan voucher fitur game. Kupon ini adalah model jual-beli virtual agar pengguna bisa mendapatkan item tertentu.

Zynga, pembuat game yang populer di jejaring sosial Facebook, naik daun berkat permainan FarmVille, Mavia Wars, dan CityVille. Tahun lalu, Zynga tercatat berhasil meraih pertumbuhan pendapatan sampai 392 persen. Sebuah angka yang fantastis.

Pada 2009-2010, Zynga mengantongi laba bersih US$ 27,9 juta dari total pendapatan sebesar US$ 597,5 juta. Hingga kuartal pertama tahun ini, perusahaan tersebut telah memperoleh pendapatan sebesar US$ 235,4 juta. Lebih dari 70 persen pendapatan Zynga bergantung pada voucher kredit Facebook yang dibeli para pemain. Hingga kini, jumlah pengguna aktif permainan yang dikembangkan perusahaan dengan nilai US$ 14 miliar itu sebanyak 62 juta orang.

Cerita paling heboh tahun ini di pasar online game adalah ketika PlayStation Network milik Sony dua kali dibobol peretas pada April dan Juni lalu. Lulz Security, kelompok peretas yang mengaku bertanggung jawab, mengambil lebih dari 77 juta akun pengguna PlayStation Network.

Sony memang sering menjadi sasaran empuk para peretas. Itu lantaran Sony memiliki pendapatan yang sangat menggiurkan dari pelanggan setianya. Perusahaan yang bermarkas di Jepang itu mengaku sedikitnya mendeteksi empat kali upaya percobaan pembobolan layanan game-nya.

Lantas, bagaimana dengan kondisi pasar game di Indonesia? “Masih terbilang kecil, tapi potensial untuk terus berkembang,” kata Heru Nugroho, Presiden Direktur Telegraph Creative Lab, pembuat game Nusantara Online.

Pasar game di Indonesia baru mencapai 7 juta orang. Perlahan, tapi pasti, kata Haru, online game akan menjadi sub-industri kreatif yang tumbuh bersamaan dengan pasarnya yang khas. Untuk mengembangkan industri online game di Tanah Air, dia berpendapat para developer membutuhkan dukungan infrastruktur, misalnya ketersediaan jaringan Internet dan komputer kelas high-end.

“Di luar itu, yang tak kalah penting adalah dukungan orang tua,” katanya. Alasannya, selama ini bermain game dikesankan hanya menghabiskan waktu dan akhirnya melupakan pelajaran di sekolah. Tapi jika orang tua juga keranjingan bermain game, industri game dipastikan tak akan pernah mati.

Facebook Timeline Fitur Baru Untuk Dokumentasikan Semua Kejadian Penting Hidup Anda

Facebook memperbarui halaman profil pada tampilan website-nya dengan membuat fitur baru, “timeline”.

Dalam konferensi tahunan f8 yang berlangsung di San Francisco, California, Amerika Serikat, CEO Facebook Mark Zuckerberg menjelaskan versi baru ini didasarkan pada ide “timeline pribadi” yang menceritakan tentang perjalanan hidup si pemilik akun.

“Timeline adalah estetika yang benar-benar baru untuk Facebook,” kata Zuckerberg seperti dikutip CNN, Jumat, 23 September 2011.

Dibandingkan dengan profil standar yang telah diterapkan dahulu, kini tampilan halaman profil justru terlihat seperti blog ketimbang situs jejaring sosial.

Facebook mempampangkan sebuah foto besar di bagian atas halaman. Sementara posting-an, seperti foto, pembaruan status, dan check in di lokasi tertentu akan tampil di bagian bawah.

Dengan pembaruan profil ini, Zuckerberg berharap akan mendorong orang untuk lebih mempublikasikan informasi tentang kehidupan sehari-hari mereka.

“Menurut kami, ini adalah langkah penting yang akan membantu menceritakan kisah hidup Anda,” katanya.

Sebagian pengguna baru bisa menggunakan fitur baru dalam versi beta ini mulai Kamis, 22 September kemarin. Namun, sebagian yang lain akan akhir beberapa bulan lagi.

Pada kesempatan itu, Zuckerberg mengumumkan total jumlah pengguna Facebook di seluruh dunia kini mencapai lebih dari 750 juta anggota. Dalam konferensi tersebut, Facebook juga meluncurkan layanan terbaru berupa streaming musik, video, dan film.