Category Archives: Komputer

Perbandingan Kinerja 10 Core Antara Mediatek Helio X20 dan Snapdragon 818

MediaTek akhirnya merilis prosesor pertamanya yang mempunyai 10 core. Nama prosesor tersebut adalah Helio X20, yang akan tersedia di pasaran mulai akhir tahun 2015 ini. Dengan implementasi big.LITTLE, 10 core dari Helio X20 akan dikelompokkan ke dalam 3 grup, dengan formasi 4-4-2. Yaitu 2 core 2,5 GHz ARM A72 untuk aktivitas yang paling berat, serta dua grup masing-masing quad core untuk kegiatan yang lebih ringan.

Helio X20 juga mendukung penggunaan micro controller untuk mengatur input suara, dua kamera utama, layar beresolusi 2K. Ia juga bisa memutar musik tanpa perlu menyalakan dua core utamanya. “Mereka (Helio X20-red) akan lebih efisien dalam hal penggunaan energi tanpa kehilangan performa. Kami juga yakin bisa mengubah image kami dari vendor murahan,” ujar Mohit Bhushan, head of US marketing MediaTek. Bhushan memang tak menampik fakta bahwa mereka saat ini cuma bisa ‘bermain’ di ponsel kelas bawah. Dan masih berusaha untuk bisa bersaing dengan Qualcomm di ponsel flagship, demikian dilansir Ubergizmo, Rabu (13/5/2015).

Bhushan juga mengakui bahwa saat in Qualcomm masih menguasai teknologi yang dipakai di modem LTE. Namun menurutnya, kesenjangan teknologi itu akan semakin mengecil seiring dengan berjalannya waktu. Sebelumnya Qualcomm juga diisukan akan membuat prosesor dengan 10 core, yang kabarnya akan diberi nama Snapdragon 818. Prosesor ini bakal dibekali chip grafis Adreno 532. Selain itu Snapdragon 818 juga sudah mendukung penggunaan RAM jenis LPDDR4, dan mampu menangani kecepatan seluler 4G LTE Cat-10.

Meski saat ini jadi andalan Qualcomm, siklus Snapdragon 810 sepertinya tak akan lama. Karena beredar kabar Qualcomm tengah menyiapkan penerusnya dengan sebutan Snapdragon 818. Kelebihan calon prosesor anyar Qualcomm ini terletak pada teknologinya yang sudah 10 core! Bila benar, artinya Qualcomm secara tidak langsung telah mengikuti MediaTek yang sudah lebih dulu mengumumkannya. Perusahaan asal Taiwan ini menamai prosesor deca (10) core pertamanya dengan sebutann Helio X20.

Qualcomm juga mengimplementasikan teknologi big.LITLE pada Snapdragon 818. Namun konfigurasinya terbilang unik, bila prosesor octa core biasanya terdiri dari empat core untuk menangani beban ringan, dan empat core lainnya untuk beban berat, maka deca core punya tambahan dua core lagi. Tugasnya adalah untuk menangani beban menengah. Jadi kalau bisa diibaratkan, prosesor deca core punya formasi inti 4-2-4. Empat core untuk beban ringan, dua core untuk beban menengah, dan empat core lagi untuk beban berat.

Adapun alasan beban menengah hanya ditangani dua core, karena biasanya sebuah ponsel lebih banyak menangani beban ringan seperti menjalankan aplikasi pesan instan atau media sosial, atau malah beban berat sekaligus seperti bermain game dalam penggunaan keseharian. Informasi lainnya soal Snapdragon 818 adalah penggunaan chip grafis terbaru. Seperti kutip dari Phone Arena, Senin (11/5/2015), kabarnya prosesor ini bakal dibekali chip grafis Adreno 532. Selain itu Snapdragon 818 juga sudah mendukung penggunaan RAM jenis LPDDR4, dan mampu menangani kecepatan seluler 4G LTE Cat-10.

Sayang belum ada informasi lanjutan soal waktu rilis prosesor yang menggunakan pabrikasi 20 nm itu. Namun kabar yang beredar menyebut Qualcomm akan meluncurkannya pada sekitar kuartal IV tahun 2015 ini, mengingat popularitas Snapdragon 810 yang tengah menurun.

Advertisements

Komputer CHIP Mulai Dijual Seharga Rp. 100.000,-

Sebuah perusahaan bernama Next Thing Co sedang mengembangkan komputer mini bernama CHIP dengan cara menggalang dana di situs web Kickstarter. Rencananya, komputer ini akan dibekali lubang koneksi (port) yang lebih banyak dari MacBook terbaru berukuran 12 inci. Ketimbang MacBook terbaru yang hanya menyediakan satu port USB Type-C, CHIP menyediakan tiga port yaitu USB, Micro USB, dan jack audio 3,5 mm. Bahkan, CHIP mediakan lubang SD card untuk memberi pilihan ekspansi media penyimpanan data.

Baca juga: Ketika Perusahaan Besar Bikin Komputer Sebesar Jempol Next Thing Co menjanjikan komputer seukuran kartu kredit ini dapat digunakan untuk terhubung ke Internet, memeriksa email, bahkan bermain game. Harga yang ditawarkan sangat murah, US$ 9 dollar atau sekitar Rp 117 ribu jika dikonversi dengan kurs mata uang saat ini.

Di dalamnya sudah berjalan sistem operasi Linux lalu ada aplikasi pendukung Libre Office untuk memenuhi tugas perkantoran, aplikasi peramban Chrome, dan alat pengkodean Scratch, pemutar video VLC, dan aplikasi rekayasan gambar GIMP. Di dalam CHIP terdapat prosesor berkecepatan 1 GHz, memori RAM 512 MB dan kapasitas memori internal 4 GB. Tak ketinggalan pula fungsi nirkabel seperti Bluetooth 4.0, dan Wi-Fi 802.11 b/g/n.

CHIP dapat dioperasikan bersama dengan keyboard, mouse, dan layar komputer. Si pembuat merancang komputer ini untuk pengembang aplikasi dan para pehobi komputer. CHIP sejatinya akan meramaikan pasar komputer seukuran kartu kredit yang telah diramaikan oleh Arduino, Raspberry Pi, Google Chromebit dan Intel Compute Stick

Intel pernah mengumumkan bahwa mereka punya komputer yang hanya seukuran jempol pria dewasa. Komputer tersebut kini siap dipasarkan dan siap dipesan. Produk bernama Compute Stick diperkenalkan pada ajang Consumer Electronic Show (CES) 2015. Ukurannya seperti flash disk, tapi diklaim punya kemampuan layaknya Personal Computer (PC) berukuran besar. Mulai hari ini, Senin (6/4) komputer kecil itu sudah bisa dipesan di beberapa situs belanja online dunia. Newegg misalnya, di situs tersebut Compute Stick bisa dipesan dengan harga US$ 150 untuk versi Windows 8 dan US$ 110 untuk versi Linux.

Di situs Newegg kedua versi Compute Stick tertulis memiliki spesifikasi sama, prosesor Intel Atom empat inti, memori RAM 2 GB dan media penyimpanan 32 GB. Sedangkan situs Amazon dan Zones menyebutkan bahwa versi Linux punya spesifkasi yang lebih rendah. Compute Stick memiliki port HDMI 1.4a sebagai penghubung untuk menampilkan gambar pada layar. Selain itu perangkat ini juga memiliki port USB untuk menghubungkan dengan keyboard atau mouse.

Spesifikasi dari komputer mini ini juga terbilang cukup tinggi. Intel Compute Stick menggunakan Intel Atom empat inti sebagai otak penggerak. Perangkat ini memiliki kapasitas penyimpanan hingga 32 GB dengan 2 GB RAM. Soal konektivitas, Compute Stick memiliki WiFi 802.11b/g/n dengan Bluetooth 4.0 serta port Micro USB yang dapat mempercepat pertukaran data.

Prosesor Masa Depan Tidak Lagi Dibuat dari Silikon

Logam monocrystalline silicon atau biasa dipanggil “silikon” selama ini dipakai sebagai bahan dasar pembuatan integrated circuit, termasuk pada prosesor komputer desktop dan gadget mobile.

Dari tahun ke tahun para pabrikan chip seperti Intel, Samsung, dan TSMC selalu berupaya memampatkan lebih banyak transistor dalam sebidang silikon untuk mendongkrak kinerja, menggunakan proses manufaktur yang semakin menciut hingga kini mencapai 14nm.

Langkah berikutnya adalah mengecilkan lebih lanjut hingga 10nm pada 2016. Tapi setelah itu, menurut pernyataan Intel yang dirangkum dari ArsTechnica, Rabu (25/2/2015), dunia chip membutuhkan material pengganti silikon yang sudah tak praktis untuk dikembangkan lebih jauh.

Kandidat pengganti silikon adalah indium gallium arsenide (InGaAs), dari kelompok semikonduktor grup III-V yang sekarang dipakai untuk aplikasi khusus seperti laser dan sel surya.

Semikonduktor semacam ini memiliki mobilitas elektron yang lebih tinggi dibandingkan silikon, sehingga bisa dipakai membuat transistor yang lebih mungil. Tapi masih belum jelas betul bagaimana InGaAs bakal dipakai dalam pembuatan chip.

Selama ini proses penciutan teknologi fabrikasi prosesor berbasis silikon selalu datang dengan tantangan yang semakin lama semakin sulit. Intel, misalnya, mengakui bahwa kehadiran prosesor seri Broadwell besutannya tertunda lantaran produsen itu tersandung kesulitan dalam fabrikasi 14nm.

Permasalahan yang dihadapi saat teknologi fabrikasi beralih ke 10nm nanti bakal makin besar, tapi Intel berharap akan lebih siap menyambut tantangan tersebut sehingga produk prosesor baru tak kembali mengalami penundaan.

Intel sendiri menyampaikan pernyataannya dalam konferensi International Solid-State Circuits Conference (ISSCC) 2015 yang tengah berlangsung di San Francisco, AS, minggu ini. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari para pemain utama dalam industri chip.

Laptop Lenovo Sudah Terjangkiti Malware Superfish Sejak Dari Pabrik

Peneliti keamanan menemukan komputer baru Lenovo yang dijual di toko ternyata berisi malware Superfish. Produsen elektronik asal Tiongkok itu pun menjawabnya dengan tenang, “kami sudah menangani masalah itu.” Superfish, setelah diteliti, memiliki kemampuan membongkar enkripsi web pengguna komputer tersebut dan membuatnya rentan terhadap serangan cyber. Selain itu, adware ini juga bisa menyuntikkan iklan-iklan tak diinginkan ketika pengguna komputer membuka situs apapun.

Lenovo, dalam pernyataan resmi yang dimuat di situsnya, Kamis (19/2/2015) waktu setempat mengakui telah menyematkan malware Superfish dalam beberapa perangkat laptop yang dijualnya. Laptop-laptop yang dimaksud dijual pada kurun waktu September hingga Desember 2014. “Superfish disematkan di beberapa laptop konsumer yang dikapalkan antara September hingga Desember untuk membantu pengguna agar menemukan produk-produk menarik saat belanja. Namun respon yang kami terima tidak bagus,” tulis raksasa gadget Tiongkok itu, seperti dikutip, Jumat (20/2/2015).

Berdasarkan respon itu, menurut Lenovo, mereka telah sepenuhnya memutus interaksi terhadap server Superfish sejak Januari lalu. Dengan cara itu, malware Superfish dalam komputer mereka diklaim sudah tidak berfungsi. “Lenovo sudah berhenti melakukan pre-install piranti lunak tersebut pada Januari. Piranti lunak itu tidak akan kami sertakan dalam bentuk pre-install lagi di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Dari sisi Lenovo, malware Superfish tersebut diklaim tidak berbahaya untuk pengguna. Teknologi Superfish, “murni berdasarkan konteks atau gambar, tidak berdasarkan perilaku pengguna. Jadi teknologi itu tidak mengawasi tindakan pengguna. Teknologi itu juga tidak mencatat informasi pengguna.” Lenovo diketahui menjual komputer-komputer yang ternyata telah dipasangi program jahat (malware). Program jahat yang diam-diam ditanam di laptop baru Lenovo ini mampu membongkar enkripsi web pengguna komputer tersebut dan membuatnya rentan terhadap serangan cyber.

Program berbahaya bernama Superfish tersebut masuk dalam kategori adware. Selain mampu membongkar enkripsi sesi web pengguna, malware tersebut juga bisa menyuntikkan iklan-iklan tak diinginkan ketika pengguna komputer membuka situs apapun.

Parahnya, malware tersebut memiliki kunci enkripsi sendiri untuk situs-situs terproteksi. Ini membuat penyerang komputer bisa berpura-pura menjadi Bank of America, Google, atau situs apapun lainnya yang sebenarnya merupakan wilayah aman di Internet. Kejadian ini telah dipastikan ketika seorang peneliti keamanan, Chris Palmer membeli Lenovo Yoga 2 Pro seharga 600 dollar AS di San Fransisco Bay melalui Best Buy. Seperti dikutip dari ArsTechnica, Jumat (20/2/2015) dia berhasil menemukan bahwa laptop barunya telah dipasangi malware Superfish.

Palmer pun mengujinya dengan mengunjungi situs Bank of America. Hasilnya, dia menemukan bahwa sertifikat keamanan browser yang mestinya disertifkasi keamanannya oleh VeriSign, ternyata malah “ditandatangani” oleh Superfish. Peneliti keamanan tersebut menemukan hal serupa ketika coba mengunjungi laman web lain, bahkan ketika yang dikunjungi merupakan laman web terproteksi HTTPS. Palmer pun mempelajarinya dan menemukan bahwa sertifikat serta malware Superfish yang identik ada di dalam komputer pribadi orang lain.

Saat ini, belum diketahui komputer Lenovo mana saja yang telah terinfeksi malware tersebut.

Apple Berpindah Hati dan Tinggalkan Intel

Sejak 2005, komputer Mac besutan Apple telah menggunakan prosesor bikinan Intel. Kini, muncul kabar bahwa pabrikan berlogo buah apel itu bakal beralih menggunakan prosesor berbasis teknologi ARM di desktop dan laptop bikinannya. Menanggapi informasi tersebut, CEO Intel Brian Krzanich mengaku tidak khawatir. Dalam sebuah wawancara dengan CNBC minggu lalu dia mengatakan bahwa Intel memiliki hubungan yang “kuat” dengan Apple.

“Apple akan selalu memilih pemasok (hardware) yang bisa memberikan kapabilitas tertinggi untuk membangun inovasi,” katanya sebagaimana dikutip ari The Inquirer, Selasa (20/1/2015). “Jadi, tiap kali bangun tidur, saya meyakinkan bahwa para pelanggan kami, baik Apple, Lenovo, Dell, atau yang lain bakal medapat pasokan komponen yang paling kompetitif,” lanjut Krzanich.

Meski demikian, Krzanich tidak menjelaskan apa persisnya yang menjadi keunggulan prosesor Intel dibanding ARM. Dia juga tidak menyuarakan bantahan soal kemungkinan Apple beralih menggunakan prosesor ARM. Apple sebelumnya pernah mengganti prosesor yang dipakai di komputer Macintosh dari IBM Power PC menjadi menggunakan chip Intel.

Analis KGI Securities Ming-Chi Kuo belakangan memprediksi bahwa hal serupa akan kembali berulang. Menurut dia, kali ini Apple akan beralih dari Intel ke ARM. Pernyataan Kuo ditanggapi serius oleh banyak pihak karena dia dikenal bisa memberikan perkiraan yang akurat mengenai langkah Apple. Selentingan bahwa Apple akan mengganti prosesor Mac sendiri sebenarnya bukan hal baru. Kabar serupa pernah beredar pada 2012 lalu, tetapi hingga kini belum terwujud.

Tahun 2005, Apple mengumumkan peralihan prosesor lini komputer Mac dari IBM Power PC ke chip desktop besutan Intel. Hampir sepuluh tahun setelahnya, pergantian itu mungkin akan kembali terjadi. Kabar terbaru yang dilansir oleh Cnet menyebutkan bahwa Apple sedang mengembangkan sejumlah lini komputer Mac berbasis prosesor ARM. Arsitektur ARM selama ini dipakai Apple pada chip gadget mobile buatannya, termasuk iPhone, iPad, dan iPod.

Model-model komputer mac yang dikabarkan bakal berganti prosesor ke ARM antara lain Mac Mini, iMac, dan lini laptop Macbook 13 inci. Komputer-komputet tersebut disinyalir akan menjalankan sistem operasi Mac OS versi lain yang dirancang agar bisa berjalan di atas arsitektur ARM. Selain itu, Apple juga disebutkan bakal melengkapi Mac berbasis ARM dengan keyboard baru yang memiliki area “Magic Trackpad” berukuran besar.

Ketika mengumumkan iPhone 5S September tahun lalu, Apple memang sempat mengklaim bahwa chip 64-bit A7 (berbasis ARM) yang tertanam di perangkat itu mengusung arsitektur yang “sekelas dengan prosesor desktop”. Situs AnandTech pernah menelusuri chip A7 beberapa waktu lalu dan menemukan bahwa klaim Apple tersebut ternyata ada benarnya.

Jika chip mobile berikutnya (A8) dari Apple dibekali 4 buah inti, maka boleh jadi prosesor tersebut akan memiliki “tenaga” yang memadai untuk menjalankan sebuah sistem Mac low-end, paling tidak secara teoritis. Tak diketahui apakah Apple benar-benar akan mengalihkan sebagian produk komputernya ke arsitektur ARM atau tidak. Yang jelas, kabar serupa sebenarnya sudah pernah mengemuka beberapa tahun lalu, pada 2011.

Daftar Milyuner IT Yang Paling Derwaman Sumbangkan Triliun Hartanya

Industri teknologi informasi banyak mencetak pengusaha terkaya di dunia. Sebagai “balas budi”, para pemimpin perusahaan TI yang menjadi miliuner ikut berkontribusi bagi kemaslahatan orang banyak. Dilansir, Rabu (11/2/2015) dari Business Insider, tertera 12 pengusaha di industri teknologi yang masuk dalam daftar 50 orang paling dermawan di Amerika tahun 2014. Berikut daftarnya mulai dari peringkat 12. (Jangan cemas, tidak ada Steve Jobs dalam daftar dibawah ini)

12. Irwin Jacobs (menyumbang Rp 1,2 triliun)
Irwin Jacobs, pendiri Qualqomm
Pendiri perusahaan prosesor Qualcomm ini mendonasikan 101,6 juta dollar AS atau sekira Rp 1,2 triliun sepanjang 2014. Donasi itu disumbangkan ke yayasan sosial yang ia dirikan bersama sang istri. Jacobs juga mendonasikan sebagian hartanya untuk pengembangan teknologi. Pria berusia 81 tahun ini memiliki total kekayaan 1,8 miliar dollar AS atau setara Rp 22,8 triliun.

11. John Morgridge (menyumbang Rp 1,29 triliun)
John Morgridge, Direktur Cisco
Direktur Cisco ini memilih mendonasikan sebagian kecil kekayaannya untuk pendidikan. Dengan menyumbang 102 juta dollar AS atau setara Rp 1,29 triliun, Morgrige telah membantu pendidikan dasar hingga kuliah di beberapa institusi pendidikan di Wisconsin. Total kekayaan yang dimiliki pria 81 tahun ini dilansir mencapai 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 15,2 triliun.

10. Steve Ballmer (menyumbang Rp 1,39 triliun)
Steve Ballmer, pemilik LA Clippers
Pengusaha berusia 58 tahun ini adalah mantan CEO Microsoft yang saat ini merupakan pemilik tim bola basket NBA, LA Clippers. Dengan total kekayaan 21 milliar dollar AS atau sekitar Rp 267 triliun, pria ini menyumbang 110 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,39 triliun untuk pendidikan di Universitas Harvard dan Universitas Oregon.

9. Marc Benioff (menyumbang Rp 1,9 triliun)
Marc Benioff, pendiri Salesforce
Pendiri sekaligus CEO perusahaan Salesforce ini mendonasikan 154 juta dollar AS atau setara Rp 1,9 trilliun, untuk pendidikan dan kesehatan mental pada anak. Pria berusia 50 tahun ini memiliki kekayaan 3,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 40 triliun.

8. Larry Page (menyumbang Rp 2,2 triliun)
Larry Page, co-founder Google
Salah satu pendiri perusahaan mesin pencari Google ini memiliki total kekayaan 29,3 miliar dollar AS. Angka itu sekitar Rp 372 triliun. Dengan kekayaan itu, Page menyumbang 177,3 juta dollar AS atau setara Rp 2,2 triliun untuk Yayasan Carl Victor Page Memorial.

7. Pierre Omidyar (menyumbang Rp 2,29 triliun)
Pierre Omidyar, pendiri eBay
Pria 47 tahun yang mendirikan sekaligus memimpin eBay ini mendonasikan 180 juta dollar AS atau setara Rp 2,29 triliun dari harta kekayaannya. Donasi itu ditujukan untuk pembiayaan demokrasi, kemanusiaan, dan penelitian. Total kekayaannya dilansir 7,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 100 triliun.

6. Paul Allen (menyumbang Rp 3,7 triliun)
Paul Allen, co-founder Microsoft
Pengusaha ini turut mendirikan Microsoft bersama Bill Gates. Ia menyumbangkan 298 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,7 triliun, untuk yayasan sosial yang ia dirikan bersama keluarganya. Pria 62 tahun ini memiliki total kekayaan senilai 17 miliar dollar AS atau sekira Rp 216 triliun.

5. Sergey Brin (menyumbang Rp 4,8 triliun)
Sergey Brin, co-founcer Google
Pengusaha tampan yang turut mendirikan Google ini memiliki kekayaan senilai 28,8 miliar dollar As atau sekira Rp 366 triliun. Dengan kekayaan itu, ia menyumbang 382,8 juta dollar AS atau sekira Rp 4,8 triliun untuk yayasan Brin Wojcicki.

4. Nicholas Woodman (menyumbang Rp 6,3 triliun)
Nicholas Woodman, pendiri GoPro
Pengusaha 39 tahun ini sukses berinovasi di industri teknologi. Ia menelurkan kamera GoPro yang laku di pasaran karena dapat membidik gambar dari segala medan. Sebagai pendiri sekaligus CEO GoPro, Woodman menyumbang 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,3 triliun untuk yayasan komunitas Silicon Valley. Total kekayaannya mencapai 2,4 miliar dollar AS atau setara Rp 30,5 triliun.

3. Sean Parker (menyumbang Rp 7 triliun)
Sean Parker, co-founder Napster
Pengusaha muda yang baru berusia 35 tahun ini adalah pendiri Napster yang pernah menjadi pimpinan Facebook. Ia mendonasikan 550 juta dollar AS atau sekitar Rp 7 triliun. Sejumlah uang itu ia salurkan ke yayasan sosialnya, Sean N. Parker Foundation. Total kekayaannya mencapai 2,9 miliar dollar AS atau setara Rp 36 triliun.

2. Jan Koum (menyumbang Rp 7 triliun)
Jan Koum, co-founder WhatsApp
Pengusaha yang turut mendirikan aplikasi instant messaging WhatsApp ini memiliki kekayaan total 7,1 miliar dollar AS atau setara Rp 90 triliun. Dengan kekayaan itu, pria 38 tahun ini mendonasikan 556 juta dollar AS atau setara Rp 7 triliun untuk yayasan komunitas Silicon Valley.

1. Bill Gates (menyumbang Rp 19 triliun)
Pendiri Microsoft, Bill Gates
Pendiri Microsoft yang merupakan orang terkaya di dunia ini memiliki harta senilai 78,7 miliar dollar AS atau setara Rp 1.000 triliun. Dengan kekayaan itu, Gates sekaligus menjadi pengusaha industri teknologi yang paling banyak menyumbang untuk masyarakat. Melalui yayasan sosialnya bersama sang istri, Melinda Gates, pria 59 tahun ini menyumbang 1,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 19 triliun.

Dulu Rp. 5 Juta … Kini Google Earth Pro Dibagikan Gratis

Aplikasi Google Earth Pro kini tersedia gratis. “Google ingin memberikan kesempatan bagi semua orang untuk menggunakan Google Earth Pro,” demikian pernyataan pengelola Google dilansir situs International Business Times, Ahad, 1 Februari 2015 atau Senin, 2 Februari 2015 waktu Indonesia. Google Earth Pro populer di kalangan ilmuwan, pebisnis, dan pekerja yang berkaitan dengan pemetaan. Biaya berlangganan versi premium Google Earth ini sebelumnya dibanderol US$ 399 atau Rp 5 juta selama satu tahun. Belum terungkap alasan Google menggratiskan aplikasi ini.

Aplikasi tersebut menghadirkan gambar dengan resolusi 4.800 piksel. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan Google Earth yang tampilan gambarnya beresolusi 1.000 piksel. Ada juga gambar tiga dimensi (3D), pencarian otomatis, serta perekaman gambar dengan kualitas high-definition (HD). Fitur lain adalah Super Image Overlays yang memungkinkan pengguna meng-impor gambar dengan ukuran besar.

Google Earth Pro juga dilengkapi oleh sistem yang diklaim mampu mengukur ketinggian gedung pencakar langit. “Aplikasi ini bahkan memiliki data kemacetan dan demografis,” ujar pengelola Google. Presiden SBY juga mengandalkan Google Earth untuk memantau wilayah Indonesia. Product Manager Google Earth, Stafford Marquardt, mengungkapkan cara mengunduh Google Earth Pro. “Konsumen yang tertarik, harus mengisi License Key sebelum mengunduhnya,” katanya melalui blog Google. Sedangkan bagi konsumen yang sudah pernah berlangganan, dapat mengunduh tanpa harus mengisi persyaratan tambahan.

Marquardt menyebutkan, Google Earth Pro bermanfaat bagi pengguna yang ingin memperoleh informasi mengenai suatu tempat melalui gambar dengan resolusi tinggi. Ini juga diklaim memudahkan perencanaan pembangunan gedung. Adapun hal yang perlu diperhatikan pengguna, yakni kemampuan komputer. Prosesor yang digunakan, memiliki spesifikasi minimal 2,4 gigahertz dengan RAM 1 gigabita. Dibutuhkan juga tambahan ruang pada hard drive sebesar 2 gigabita.

Sistem operasi yang mampu menjalankannya adalah Windows 7 dan Windows 8. Sedangkan bagi pengguna Mac, platform yang mendukungnya adalah Mac OS X 10.6.8 ke atas. Penggratisan Google Earth Pro merupakan rangkaian dari terobosan Google. Aplikasi mereka meningkat 50 persen sepanjang tahun lalu, melampaui App Store.