Monthly Archives: May 2011

Hacker Menyusup Lewat Cookie Di Browser Internet Explorer Sementara Apple Menolak Mengakui Bahwa Safari Sangat Rentan Malware

Anda pengguna setia Internet Explorer? Mulai sekarang lebih baik berhati-hati. Sebab, ditemukan banyak celah yang mudah disusupi peretas atau hackers pada perambah dunia maya buatan Microsoft itu. Seorang pakar keamanan Internet asal Italia mengatakan bahwa celah pada Internet Explorer memungkinkan peretas mencuri data rahasia dari cookies PC Anda. Akibatnya, data-data penting seperti password dengan mudah diketahui.

Menggunakan istilah “cookiejacking”, Rosario Valotta mengklaim bahwa semua versi Internet Explorer keluaran Microsoft di bawah sistem operasi Windows apa pun sangat rentan terhadap penyusupan. Peretas akan dengan mudah masuk ke situs terproteksi yang sering Anda kunjungi dan membukanya dengan password yang telah dicuri dari cookies PC Anda. Selanjutnya, si peretas akan menyerang atau mengacak-acak situs tersebut. Dalam sebuah kongres tentang keamanan Internet di Swiss dan Amsterdam baru-baru ini, Valotta memperlihatkan beberapa kelemahan Internet Explorer. Untuk melakukan aksinya, peretas akan menggunakan bantuan situs jejaring sosial.

Sebab, Valotta menambahkan, korban yang diincar harus terlebih dahulu melakukan “drag and drop” di PC agar cookies tersebut bisa diintip. Ia pun memberi contoh bahwa ia berhasil melakukan hal tersebut pada situs jejaring sosial Facebook. Caranya, Valotta menaruh game online di Facebook. Untuk memainkannya, pengunjung harus melakukan “drag and drop” dengan cara menanggalkan pakaian seorang wanita. Setelah itu, Valotta dengan mudah mengambil data pengunjung itu lewat cookies.

“Saya taruh game online ini di Facebook. Lalu, hanya kurang dari tiga hari ada lebih dari 180 cookies yang masuk ke dalam server saya,” kata Valotta, seperti dikutip dari Reuters. “Padahal, di akun Facebook saya hanya ada 150 daftar teman.” Mengetahui ada banyak celah yang bisa disusupi oleh peretas pada semua versi Internet Explorer, Microsoft tak melihat “cookiejacking” sebagai ancaman serius dan besar.

“Memperhatikan harus adanya interaksi dari pengguna sebelum peretas melakukan aksinya, kami kira itu bukan masalah terlalu besar dan tidak terlalu berisiko tinggi. Artinya, pengguna bisa dengan mudah menghindarinya,” ucap juru bicara Microsoft, Jerry Bryant, seperti yang dipublikasikan di CNET. Bryant menambahkan agar peretas mudah melakukan aksinya, sang korban harus mengunjungi situs dengan status “berbahaya” terlebih dahulu. Lalu, ia harus diyakinkan untuk mengklik dan melakukan “drag and drop”. Dari situ baru peretas bisa mengetahui password situs yang dikunjungi korban.

“Kami berharap para pengunjung Internet untuk membentengi diri melawan penyusupan seperti itu dengan tidak membuka tautan mencurigakan atau e-mail tak dikenal,” ucap Bryant. Selain itu, kata Bryant, sebaiknya setiap PC atau laptop yang menggunakan Internet Explorer dari versi berapa pun untuk men-setting ulang tingkat keamanannya pada level tertinggi.

Advertisements

Facebook Sewa Jasa PR (Public Relation) Untuk Sebarkan Fitnah Pada Google

Pertarungan hebat antara Google dan Facebook makin panas setelah terungkap jika situs pertemanan sosial terbesar di dunia maya itu menyewa firma public relation (PR) terkemuka untuk menyerang Google.

Dilansir CNN, Jumat (13/5/2011), Burson-Marsteller dibayar oleh Facebook untuk melakukan kampanye negatif terhadap Google terkait dengan tuduhan situs mesin pencari raksasa itu melanggar aturan yang ditetapkan lembaga FTC.

Perwakilan Facebook mengakui jika mereka yang menyewa PR ternama tetapi menolak tuduhan jika mereka melakukan kampanye negatif.

Facebook menyatakan jika pihaknya hanya membutuhkan pihak ketiga untuk memverifikasi isu terkait dengah adanya isu Google mencuri data pribadi termasuk data dari Facebook di produk mereka yang disebut Social Circle.

Sementara pihak Burston juga berusaha membela diri dan tentu saja ini menusuk Facebook. Firma PR terbesar yang mewakili sejumlah klien besar seperti Hillary Clinton dan sejumlah nama lainnya buka mulut dan mengaku jika seharusnya mereka tak merahasiakan identitas klien.

“Apapun alasan rasional, ini tidak mewakili standar operasional dan melawan kebijakan kami dan seharusnya semua aturan itu ditolak,” kata juru bicara Burson-Marsteller, Paul Cordasco.

Google Akan Tutup Akun Lama Blogger Yang Tidak Mendaftar Sebagai Anggota Gmail

Proses perbaikan layanan Blogger.com tak kunjung usai sejak dilakukan pada tanggal 11 Mei 2011. Spekulasi pun mulai bermunculan di internet. Kabar yang saat ini tengah berembus, perbaikan paling lama sepanjang sejarah Blogger.com ini terkait rencana bahwa layanan tersebut akan segera ditutup pada 25 Juni 2011.

Seperti dilansir situs Softpedia, memang benar akan dilakukan penutupan terhadap layanan Blogger pada bulan Juni mendatang. Tapi tenang dulu. Layanan Blogger yang ditutup tersebut bukanlah secara menyeluruh, melainkan akun Blogger lama yang mendaftar sebelum tahun 2007 dan sampai sekarang belum mengintegrasikan akun Blogger mereka dengan akun Google.

Sebelum Blogger diakuisisi Google, layanan tersebut memang menggunakan sistem akun sendiri sampai tahun 2006. Setelah proses akuisisi dilakukan, baru akun baru mulai diberlakukan dan pengguna diminta melakukan migrasi pada tahun 2007.

Selama empat tahun itu ternyata integrasi tidak dilakukan secara otomatis sehingga pada akhirnya Blogger memutuskan akan segera menghapus dukungan bagi akun pengguna lama. Tidak hanya akan lama yang berhenti bekerja, tetapi blog yang terkait dengan pengguna lamanya pun tentu juga akan segera dihapus jika penggunanya tidak segera bermigrasi ke sistem yang baru pada 25 Juni 2011.

Sebelumnya, Google juga menghadapi masalah yang sama di YouTube dan telah mengeluarkan peringatan serupa baru-baru ini. Mereka meminta para penggunanya untuk memiliki akun Google terlebih dahulu.

Menurut informasi yang beredar, sebelum proses penutupan akun lama Blogger dilakukan, akan ada keterangan lebih lanjut sebelum 25 Juni 2011.

Sembilan dari 10 Warga Selandia Baru Mengunduh Film Online Tanpa Bayar

Hampir sembilan dari setiap 10 warga Selandia Baru mengunduh film tanpa membayar melalui internet, demikian jajak pendapat terkini.

Berdasarkan survei dari 4.000 warga Selandia Baru, ditemukan 91 persen di antaranya biasa mengunduh film, tetapi 87 persen dari mereka tidak membayar, menurut laporan koran berbasis di Christhurch, The Press. Hanya 5 persen responden yang menolak mengunduh secara ilegal, tambah laporan tersebut.

Paul Scantlebury, direktur pengurus laman film flicks.co.nz, salah satu penyelenggara survei tersebut, mengatakan kepada surat kabar tersebut ia terkejut oleh banyaknya orang yang mengunduh film secara ilegal. Ia mengatakan orang beralih ke internet karena film yang tayang di Selandia Baru jauh setelah negara lain di dunia.

“Semua orang sudah online dan mengetahui satu film sudah tayang dan bagus, tetapi sering kali DVD-nya sudah beredar di Amerika Serikat sebelum tayang di bioskop sini,” katanya.

“Melalui program dari Apple, iTunes, pun tidak lebih baik. Cara yang legal bukan hal yang paling baik,” ujarnya.

“Bila ada pilihan yang memungkinkan, legal dan lokal, warga di sini akan menggunakannya. Menyedihkan sekali karena orang harus memiliki kebiasaan dan mencari cara lain untuk mengakses film-film,” katanya.

Meski demikian, Ketua Asosiasi Distributor Perfilman Robert Crockett mengatakan kepada koran itu, pengunduhan ilegal dapat merusak industri film yang menyumbang 22.000 pekerja di Selandia Baru. “Ini menyoroti permasalahan bahwa ada pengunduhan ilegal dan kami perlu melakukan sesuatu sebagai industri yang kreatif,” katanya.

“Saya kira kebanyakan orang ingin melakukan yang benar bila mereka mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan merupakan tindakan ilegal dan membebani industri setempat,” demikian Robert Crockett.

Google Akan Segera Luncurkan Laptop Dengan Sistem Operasi Google OSChrome

Laptop-laptop bersistem operasi Google Chrome akan mulai dipasarkan Juni, ketika raksasa mesin pencari Internet itu mencoba menantang dominasi Microsoft dan Apple.

Sistem operasi “tulang telanjang”, yang bisa dimodifikasi sendiri oleh pengembang itu, mengarahkan pengguna menggunakan aplikasi seperti e-mail dan office langsung dari web dan tidak perlu meng-install-nya ke dalam PC layaknya Outlook dan Word.

Mengalihkan fungsi sehari-hari ke dalam Internet menghilangkan beban tugas yang memakan waktu dalam penggunaan PC-PC tradisional, seperti meng-install software dan update, meng-back up file, dan menjalankan antivirus, kata eksekutif Google dikutip Reuters.

“Kompleksitas mengelola komputer anda sesuatu yang menyiksa pengguna,” kata salah seorang pendiri Google, Sergey Brin kepada wartawan. “Itu adalah kelemahan model yang mendasar. Chromebooks adalah model baru yang tidak membebani anda dalam mengelola komputer anda sendiri.”

Pada sisi lain OS Google itu telah mendorong orang memindahkan komputasi mereka dari PC ke komputasi awan (cloud). Google pada Selasa lalu meluncurkan sebuah layanan penyimpanan musik online yang memungkinkan pengguna menyimpan dan mendengarkan lagu-lagu koleksinya dari mana pun ia berada.

Selama hampir dua tahun Google Chrome disebut-sebut menjadi alternatif untuk Microsoft Windows, yang digunakan pada 90 persen lebih PC di dunia, tetapi peluncuran laptop-laptop yang didesain untuk menggunakan software itu mengalami penundaan.

Sementara perangkat smartphone dan tablet yang menggunakan sistem operasi Google Android lebih cepat tumbuh pesat di pasar, dan beberapa pengamat mengatakan Google seharusnya bisa menyeimbangkannya atau menggabungkan keduanya.

“Tujuan kami adalah fokus kepada pengguna dan memberikan yang terbaik kedepan. Di mana pun kita bisa berbagi (teknologi dengan Android), kami akan berbagi,” kata Sundar Pichai, senior vice president Chrome.

“Tapi ekspresi akhirnya adalah dua versi berbeda,” tambahnya.

Seperti halnya Android, perangkat lunak Chrome akan tersedia free (gratis), tetapi diharapkan bisa mendorong masyarakat lebih sering menggunakan Internet dan mencari hal-hal lebih, dan hal itu berpotensi mendongkrak bisnis iklan Google.

Sistem operasi Google Chrome dan Chromebook merupakan pengembangan dari browser web Google, yang juga disebut Chrome, yang bersaing dengan Microsoft Internet Explorer.

Laptop bersistem operasi Google Chrome dan berprosesor Intel akan tersedia di Amazon.com dan toko online Best Buy pada 15 Juni mendatang.

Akan dikembangkan pula layanan teknis Chromebooks dengan harga 28 dolar per bulan.

Google bersaing keras dengan Apple untuk merebut konsumen di pasar ponsel, dengan penjualan ponsel berbasis Android baru-baru ini melampaui penjualan iPhone, namun untuk perangkat tablet masih tertinggal.

Selasa kemarin, Microsoft mengumumkan akan membeli penyedia layanan Intenet voice populer Skype seharga 8,5 juta dolar, mengalahkan penawaran yang diajukan Google dan Facebook, serta mengarisbawahi perlunya meraih pelanggan baru untuk Windows dari pasar PC ke gadget ponsel.

Foto Semut Menari Karya Fotografer Indonesia Dimuat Di Daily Mail

Seorang fotografer Indonesia, Robertus Agung Sudiatmoko, menghasilkan karya foto yang menakjubkan. Dia berhasil menjepret semut yang tengah menari di atas satu kaki.

Dalam foto yang dilansir di Daily Mail, Rabu 11 Mei 2011 itu, serangga tersebut menari seperti tengah mengikuti sebuah audisi ajang pencarian bakat untuk serangga, Insect’s Got Talent.

Robertus yang tinggal di Jakarta, mengambil gambar itu ketika semut api melintas di dekatnya, saat dia berada di sebuah desa kecil di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Pria 29 tahun itu mengambil banyak jepretan yang luar biasa, tapi yang paling spektakuler adalah foto semut menari. Saat Robertus membidiknya, semut itu tiba-tiba mengangkat badannya dan berdiri di atas kaki sebelah kanan selama 30 detik.

Dalam jepretan lainnya, Robertus berhasil mengabadikan seekor semut yang berdiri di atas bebatuan tengah menyilangkan tangannya seperti tengah berdoa. Semut kecil itu berdoa diterangi cahaya dari langit.

Foto lainnya menunjukkan kekuatan yang luar biasa dari binatang. Dalam foto itu, semut dapat membawa daun raksasa di atas kepalanya. Padahal, daun itu berukuran lebih dari 10 kali tinggi badannya.

Gambar itu diambil pada bulan September saat Robertus dan teman-temannya berburu foto macro. “Saya hanya mencoba melakukan bidikan macro, tapi sebisa mungkin saya ingin menangkap bidikan terbaik dari semut.”

“Lalu tiba-tiba, di luar dugaan, semut itu mengangkat badannya di atas kakinya dalam posisi menari,” ujar Robertus.

Robertus sangat senang dengan hasil fotonya itu. “Untuk pertama kalinya bagi saya, itu bidikan yang bagus. Akan sulit membuat foto lebih baik dari itu.”

Semula, dia sempat putus asa bisa mendapatkan bidikan yang bagus lantaran turun hujan. Saat matahari muncul lagi, dia menanti semut itu kembali.

Robertus mengambil gambar mengagumkan itu dengan menggunakan kamera Canon 40D dengan lensa macro 100mm. “Saya suka semut karena mereka sangat mandiri dan bekerja sama,” ujarnya. “Semut seperti manusia. Mereka sangat terorganisasi dan semuanya bekerja,” ujarnya lagi.

Game Bermain Gamelan Buatan Adam Ardisasmita Dari ITB Laris Diluar Negeri

Gamelan Player, sebuah game telepon seluler bikinan Adam Ardisasmita, mahasiswa Institut Teknologi Bandung, digandrungi orang asing. Pengunduhnya kini sudah mencapai 12 ribu orang di seluruh dunia sejak diluncurkan Maret lalu. “Kebanyakan yang mengunduh game itu berasal dari luar negeri, seperti Rusia, Turki, dan Jerman,” kata Adam di Campus Center Timur ITB, Senin 9 Mei 2011.

Gamelan Player menampilkan 6 alat musik gamelan Sunda, yaitu goong (gong), saron, jengglong, gambang, kempul, dan kendang. Pemain hanya bisa memilih salah satu alat untuk dimainkan. Cara membunyikan instrumen itu dengan mengetuk layar smartphone.

Simulasi alat musik tradisional itu masih dibuat sederhana dan mengambil nada rendah karena keterbatasan luas layar telepon seluler. Gambang misalnya, hanya bisa menampilkan 7 dari 20 papan nada dalam bentuk aslinya.

Gagasan itu berawal dari keinginan Adam untuk mempermudah orang mengenal, belajar, dan bermain gamelan. Contoh suara diambil dari instrumen asli yang berada di ruang Unit Kegiatan Mahasiswa Lingkung Seni Sunda ITB. “Paling lama itu pengambilan sampling suaranya agar pas,” ujarnya.

Mulai dikerjakan Oktober 2010, pengambilan contoh suara itu memakan waktu sebulan. Tak jarang, perekaman dilakukan dinihari saat suasana kampus hening agar suara alat terdengar agak jernih. “Susah bawa alatnya kalau direkam di studio akustik kampus,” katanya.

Aplikasi game tersebut menjadi salah satu dari 12 pemenang Nokia Tap That Apps Award dari kelompok dan peserta individu game mobile. Para pemenang akan menerima hadiah beasiswa masing-masing US$4000 pada akhir Mei ini di ITB. Perusahaan tersebut akan memakai game para pemenang untuk diunduh gratis oleh penggunanya selama setahun.