Monthly Archives: October 2009

Orang Yang Kecanduan atau Memakai Internet Berlebihan Cenderung Suka Melukai Diri Sendiri

Remaja yang kecanduan internet punya kemungkinan lebih besar untuk melakukan perbuatan yang membahayakan diri mereka. Demikian hasil studi ilmuwan Australia-China.

Seperti dilaporkan Reuters, pekan lalu para peneliti mengkaji 1.618 remaja berusia 13 sampai 18 tahun dari Provinsi Guangdong di China mengenai perilaku memukul diri, menjambak, mencubit atau membakar diri. Para responden juga diberi tes guna mengukur tingkat kecanduan mereka terhadap internet.

Tes itu mendapati bahwa sebanyak 10 persen siswa yang disurvei kecanduan internet pada tingkat sedang, sementara kurang dari satu persen adalah pecandu berat internet. Kecanduan internet telah dikategorikan sebagai masalah kesehatan mental sejak pertengahan 1990-an dengan gejala yang serupa dengan kecanduan lain.

“Semua siswa yang dikategorikan sebagai kecanduan tingkat sedang terhadap internet, 2,4 kali lipat lebih besar kemungkinannya melukai diri sendiri, satu sampai lima kali dalam 6 bulan belakangan dibandingkan dengan siswa yang tidak kecanduan internet,” kata Dr. Lawrence Lam dari University of Notre Dame, Australia dan rekannya dari Sun Yat-Sen University, Guangzhou dalam hasil risetnya.

Mereka mengatakan hasil itu menunjukkan hubungan “yang kuat dan mencolok” antara kecanduan internet dan tindakan melukai diri di kalangan remaja bahkan jika dihitung bersama variabel lain yang berkaitan dengan perilaku seperti depresi, ketidakpuasan pada keluarga, atau peristiwa hidup yang membuat stres. Para peneliti mengatakan hal itu menunjukkan bahwa kecanduan ialah satu faktor risiko terpisah bagi tindakan melukai diri.

Para ahli menafsirkan kecanduan internet antara lain jika ada perasaan depresi, gelisah, dan murung ketika tidak melakukan kegiatan internet. Semua itu baru bisa hilang ketika pecandunya kembali melakukan kegiatan online. Mengkhayal atau terlalu memikirkan kegiatan online adalah tanda lain mengenai kecanduan internet. Meski diakui soal kecanduan internet ini perlu diteliti lebih lanjut.

Advertisements

Mari Pakai dan Eksploitasi Fitur Keamanan Adobe Reader

File PDF sudah bisa dibilang aman dari ”oprekan” orang yang tidak berwewenang. Meski demikian, informasi yang ada di dalamnya belum aman. Semua bisa membacanya.

Jadi diperlukan suatu keamanan yang lebih untuk memproteksi file PDF tersebut. Misalkan dengan menambahkan atau mengisikan password pada saat membuka file pdf, sehingga langkah orang yang tidak berwenang ingin membukanya akan terhambat.

Untuk bikin ini jadi nyata nggak perlu beli Acrobat Pro yang mahal. Acrobat Reader baru telah memiliki tambahan fitur keamanan seperti ini. Berikut tahapan membuat password pada file PDF:
1. Jalankan program Acrobat Reader, lalu bukalah file pdf Anda.
2. Setelah itu, klik “Document > Security > Show Security Settings for This Document”, sehingga jendela Document Properties muncul.
3. Klik tab “Security”. Pada bagian Document Security, aktifkan “Security Method” dengan memilih “Password Security”. Karena sebelumnya di-setting tanpa keamanan.
4. Lalu akan muncul jendela Password Security. Kemudian klik pada opsi “Require a password to open the document”.
5. Anda akan diminta untuk mengisikan password di kotak yang telah disediakan. Setelah selesai langkah-langkah di atas, Anda diminta untuk menyimpan file
tersebut, lalu tutuplah file itu. Dan buka lagi file tersebut sehingga Anda dimintai mengisikan password. Apabila dalam tiga kali Anda salah dalam mengisikan password, maka otomatis program tersebut akan menonaktifkan file tersebut untuk dibuka.

Suruh Adobe Reader Membacakan Isi Dokumen Untuk Anda

Acrobat Reader. Namanya saja sudah Reader, fungsinya ya jelas untuk membaca. Membacanya bukan cuma sekadar menampilkan lho. Tapi memang benar-benar bisa dibacakan isinya dengan suara. Seru khan?

Fitur yang diberi nama Read Out Loud ini punya dua pilihan, yaitu Read This page Only yang berfungsi untuk membacakan dokumen pada halaman yang aktif saja. Sedangkan yang satunya adalah Read To End Of Document, yang akan membacakan semua isi dari file tersebut.

Untuk mengaktifkan fitur ini ada beberapa tahapan yang perlu diikuti:
1. Buka dokumen PDF Anda, lalu tekan “Ctrl + K” dan halaman “preferences” akan muncul.
2. Klik pada “Reading” dan lakukan pengaturan pada halaman tersebut. Atau bila menggunakan cara panjangnya, klik “Edit > Preferences > Reading.
3. “Volume”, berfungsi untuk mengatur besar kecilnya suara yang dihasilkan. Dengan menghilangkan tanda checklist pada “use default voice”, Anda dapat memilih satu di antara 3 karakter suara yang akan membaca dokumen PDF Anda.
4. Dengan menghilangkan tanda checklist pada “Use default speech attributes” Anda dapat menentukan tinggi rendahnya nada suara melalui kolom “pitch”. Semakin tinggi angkanya, maka nada suara semakin tinggi. Sedangkan pengaturan pada “words per minute” akan menentukan kecepatan membaca. Semakin tinggi angkanya, maka dokumen akan dibaca dengan lebih cepat.
5. Bila sudah selesai dalam tahap pengaturan, klik “OK”.
6. Untuk mengaktifkannya, klik “View > Read Out Loud” > “Activate Read Out Loud” atau dengan menekan “Shift + Ctrl + Y”.
7. Untuk membaca hanya satu halaman, klik “View > Read Out Loud > Read This page Only” atau dengan menekan “Shift + Ctrl + V”.
8. Untuk membaca keseluruhan dokumen, klik “View > Read Out Loud > Read To End of Document” atau dengan menekan “Shift + Ctrl + B”.

Langkah-langkah di atas adalah untuk membaca suatu dokumen. Sedangkan untuk membaca form fields, dianjurkan untuk mengatur dulu Preference yang ada di menu “Edit”. Lalu pilih option “Reader”, aktifkan “Read Form Field”. Jangan lupa, pada saat Anda telah mengisikan suatu field dengan suatu teks atau angka, Anda harus menekan tombol “Tab” agar pembacaan teks dilanjutkan.

Ayoo … Cetak Semua File Kedalam Bentuk Adobe PDF

Adobe Reader itu aplikasi yang “pasrah”. Kenapa begitu? Soalnya aplikasi ini Cuma menerima apa yang di-setting oleh pembuat dokumen. Dokumen dikunci fitur editing-nya, reader ikut, dokumen diproteksi pencetakannya, reader pun ngikut. Belum lagi batasan batasan lain seperti larangan untuk menambahkan komentar, mengisi form, dan sebagainya.

Tingkat proteksi seperti ini banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan, misalnya oleh sebuah penerbit buku. Tujuannya jelas membatasi akses pembaca agar hanya dapat membaca tanpa dapat membuat hardcopy dari dokumen tersebut.

Gimana kalau kita benar-benar butuh pencetakan dokumen yang diproteksi tadi? Itu yang repot. Mari kita usahakan agar dokumen tadi bisa dicetak.

Untuk mempermudah pembahasan kali ini, akan dipaparkan terlebih dahulu cara membuat sebuah file pdf dengan tingkat proteksi High (128-bit RC4). Jalankan software pdf maker Anda masing-masing. Buat contoh kita pakai OpenOffice.org sebagai software pembuat pdf, dan bagi yang menggunakan selain OOo silahkan sesuaikan langkah untuk melakukan enkripsi dokumen sesuai software pdf maker Anda.

Setelah dokumen pada OOo dibuat, klik menu “File” > “Export as PDF…” atau dengan menggunakan mengklik tombol menu “Export Directly as PDF” yang ada pada main toolbar. Selanjutnya pada kotak dialog Export, silahkan pilih direktori tempat menyimpan dokumen PDF dan nama dari file tersebut. Klik tombol “Export…”.

Selanjutnya akan muncul jendela PDF Options untuk pengaturan sifat-sifat (properties) dokumen. Aktiflah pada tab “Security”. Berikan tanda centang pada pilihan Restrict permissions. Setelah itu klik tombol “Set permission password…”. Pada jendela Set Permission Password, masukkan kata sandi Anda pada baris isian Password dan ulangi pada baris isian Confirm. Klik “OK”.

Pada pengaturan Printing, silahkan pilih Not permitted untuk tidak mengijinkan melakukan pencetakan dokumen. Untuk pengaturan Changes, silahkan pilih Not permitted untuk tidak mengijinkan segala bentuk perubahan, termasuk di antaranya memutar halaman, mengisi form isian, memberikan komentar dan mengekstrak halaman. Selanjutnya hilangkan tanda centang pada pilihan Enable copying of content untuk tidak mengijinkan menyalin teks yang diseleksi. Hilangkan juga pilihan Enable text access for accessibility tools. Klik tombol “Export” untuk memulai proses pembuatan dokumen dalam format PDF.

Setelah selesai, silakan jalankan software Acrobat Reader Anda. Bukalah dokumen yang telah dibuat tadi. Setelah terbuka cobalah lihat pada ujung paling kiri status bar. Anda akan lihat sebuah ikon bergambar gembok berwarna kuning, tanda bahwa dokument PDF Anda terproteksi.

Cobalah juga untuk mengakses menu File. Akan didapati menu “Print…” dalam keadaan tidak aktif (disable). Sebagaimana halnya ketika menekan kombinasi tombol “Ctrl” + “P” tidak akan memberikan reaksi apa-apa. Selanjutnya cobalah akses “Select Tool” pada basic toolbar. Seleksilah beberapa potong kata atau kalimat, kemudian klik kanan di atasnya. Penulis hanya menjumpai pilihan menu “Select All” dan “Deselect All”, dan tidak dijumpai menu Copy. Cobalah akses menu “File” > “Document Properties…” atau dengan kombinasi tombol “Ctrl” + “D”.

Pada jendela Document Properties masuklah ke tab Security kemudian klik tombol “Show Details…”. Selanjutnya akan ditampilkan ringkasan keamanan dokumen PDF yang dibuat tadi, mulai dari metode security, penggunaan password, hal-hal yang diijinkan dan yang tidak diijinkan serta tingkat enkripsi yang dilakukan.

Agar Adobe Reader bisa mencetak, manfaatkan Linux. Di sini kita akan menggunakan contoh Linux dengan distro SimplyMEPIS 6.5 yang dilengkapi paket-paket extras Ubuntu “feisty fawn” 7.04.

Pastikan Anda sudah mempunyai paket yang bernama poppler-utils. Kalau belum, lakukan instalasi baik dengan melakukan kompilasi dari file tarball atau dengan menggunakan paket binary bawaan distro Anda. Untuk pengguna Debian (termasuk Ubuntu) dan turunannya, gunakan satu baris perintah ini dengan akses root.

# apt-get install poppler-utils

Selanjutnya masuklah ke direktori tempat file PDF tersebut berada. Direktori yang digunakan dalam artikel ini adalah $HOME/Documents. Untuk melihat informasi mengenai dokumen PDF, gunakan perintah pdfinfo. Pola perintah yang diberikan adalah

$ pdfinfo “options” <PDF-file>

Akan ditampilkan informasi yang berhubungan dengan file tersebut, termasuk apakah dokumen dienkripsi dan berbagai perlakuan yang diperbolehkan terhadap dokumen tersebut. Untuk menkonversi dokumen PDF ke format teks, gunakan perintah pdftotext dengan pola

$ pdftotext “options” <PDF-file> “<text-file>“

Untuk mengkonversi PDF ke format postscript, gunakan perintah pdf2ps dengan pola

$pdf2ps “-dASCII85EncodePages=false” “-dLanguageLevel=1|2|3” input.pdf “output.ps”

Untuk mengekstraksi gambar yang berada pada dokumen tersebut, gunakan perintah pdfimages, dengan pola

$ pdfimages “options” <PDF-file> <image-root>

Di sini terlihat bahwa dokumen yang dienkripsi dengan berbagai pembatasan di atas ternyata dapat dikonversi ke teks walaupun sebelumnya tidak dapat disalin dengan cara menyeleksi teks dari Acrobat Reader.

Untuk melakukan pencetakan, yang diperlukan hanyalah aplikasi kghostview. Sejatinya kghostview memang untuk membaca dokumen postscript, namun selain file ps format pdf pun dapat dibaca oleh aplikasi yang satu ini. Bagaimana jika dokumen ‘teramankan’ tadi dibuka selain menggunakan kghostview, seperti kpdf atau xpdf? kpdf tidak memberikan akses untuk mencetak dokumen.

Melakukan pencetakan dokumen lewat kghostview, sama halnya dengan aplikasi lainnya, cukup dengan mengakses menu “File” > “Print…” atau dengan shortcut “Ctrl” + “P”. Tidak akan muncul peringatan bahwa dokumen PDF diproteksi dan sebagainya dan dokumen PDF tersebut pun akan dicetak di atas kertas. Pengaturan pencetakan pun dapat dilakukan, semisal pemilihan printer yang akan digunakan, pengaturan ukuran kertas, kualitas pencetakan, halaman yang akan dicetak dan sebagainya.

Sebagai informasi, versi PDF yang digunakan dalam tutorial ini adalah 1.4 (hasil generate OOo).

Mengoptimalkan Adobe Reader Hingga Lebih Cepat

Adobe Reader memang telah melakukan beberapa modifikasi pembaruan sehingga versi terbarunya mampu membuka dan menavigasi dokumen lebih gegas daripada versi terdahulu. Biarpun demikian, sebagian pengguna menilai aplikasi ini masih lambat sehingga lebih memilih aplikasi sejenis lainnya.

Sebenarnya ada beberapa trik sederhana untuk lebih mengoptimalkan kinerja Adobe Reader. Berikut adalah trik-triknya.
1. Hapus plug-in yang tidak dibutuhkan.

Sebelum menghapus, Anda harus memeriksa dulu deskripsi tiap plug-in untuk menghindari kesalahan dalam penghapusan. Jangan sampai Anda menghapus plug-in yang sifatnya esensial sehingga dokumen justru tidak bisa dibuka sama sekali. Untuk melakukannya, klik “Help” pada jendela aplikasi, dan pilih “About Adobe Plug-Ins…”. Informasi plug-in akan langsung tampil beserta ketergantungannya terhadap plug-in lainnya. Catat bila perlu.

Berbekal informasi ini Anda lalu bisa masuk ke direktori Adobe Reader. Carilah folder bernama plug_ins. Hapus semua plug-in yang tidak dibutuhkan. Misalnya jika PC Anda tidak memiliki koneksi Internet, hapuslah plug-in semacam Updater dan SendMail. Sebelumnya buatlah back-up untuk berjaga-jaga.

2. Rampingkan beban start-up.

Klik “Edit > Preferences…”, lalu pilih opsi “Startup”. Hilangkan tanda centang pada “Display splash screen” dan “Show Messages and automatically update”.

3. Turunkan Resolusi.
Masih di jendela Preferences, klik opsi “Page Display”. Turunkan nilai resolusi dengan mengklik opsi Custom Resolution. Beri nilai yang lebih rendah dari nilai standarnya.

4. Sembunyikan seluruh toolbar dengan mengklik “F8” atau klik menu “View > Toolbars”, dan “Hide Toolbars”. Sebagai gantinya manfaatkanlah keyboard shortcut. Daftar shortcut bisa dilihat di menu “Help”.

Kensington SlimBlade Presenter Mouse, Mouse Tarik

Mouse pipih nirkabel ini sempat membuat kami bingung. Biasanya receiver/dongle USB mouse Kensington disimpan di bagian bawah mouse. Namun yang ini tidak. Kompartemen batere di bagian bawah bahkan tidak menyisakan tempat untuk dongle. O ya, berbeda dengan biasanya, kompartemen batere ini didorong ke arah belakang, bukan ke depan.

Ternyata sisi mouse yang terbuat dari metal itu harus ditarik ke atas badan mouse. Pada posisi seperti itu, mouse tampak istimewa. Ada yang mengatakan mirip ponsel, ada yang menyebutkan serupa tas jinjing wanita. Memang mouse kini menjadi bak ber-handle, yang juga boleh dimanfaatkan untuk menentengnya atau menggantungnya (jika ada) di kait di meja komputer sehingga hemat tempat simpan dan tidak mudah hilang.

Ketika bagian sisinya terkuak, akan tampak tombol di sisi kanan, dan ‘tonjolan’ di sisi kiri. Gunakan ujung jari untuk menekan tombol yang berfungsi sebagai tombol eject di sisi kanan. Nah, di sisi kiri akan menyembul badan dongle mungil. Kita tinggal menariknya ke luar, lalu menancapkannya ke port USB komputer. Tidak perlu pasang driver apa pun agar mouse dikenali.

Usai dipakai, tarik lagi bagian sisi mouse, lalu dorong masuk dongle sambil menekan tonjolannya agar dongle terkunci di slotnya. Setelah itu kembalikan posisi bagian sisi mouse.

Batere 6 Bulan
Begitu terkunci di slotnya, daya batere akan dimatikan. Ini berarti penghematan usia batere. Karena itu, seperti pada mouse nirkabel Kensington lain, daya batere diklaim mampu bertahan sampai enam jam.

Daya ini bisa dipantau dari LED di sisi kiri badan mouse. Jika berwarna hijau, berarti daya masih baik. Jika warnanya berubah merah, bersiaplah memasukkan sepasang batere AAA baru karena berarti daya batere sudah menipis (<= 10%).

Bisa Jadi Remote Presenter
Ada keistimewaan lain pada mouse SlimBlade Presenter ini. Sesuai namanya, mouse nirkabel nan ergonomis dan tipis ini juga dapat berfungsi sebagai remote presenter. Aktifkan dulu program MS PowerPoint, kemudian panggil file presentasi Anda. Berikutnya, tekan panel metal bertuliskan Mode pada badan mouse selama dua detik. Maka di sisi kiri dan kanan tombol scroll 4-arah itu, LED putih segitiga akan berkedip-kedip, mengindikasikan aktifnya moda presentasi.

Nah, sekarang mouse sudah berubah fungsi menjadi presenter. Anda boleh mengangkatnya dari mengoperasikannya dari jarak maksimal 10 meter. Klik kanan untuk membalik halaman file presentasi Anda ke halaman berikutnya (Forward), atau klik kiri untuk mundur ke halaman sebelumnya (Backward). Menyenangkan bukan? Untuk mengubahnya kembali menjadi mouse nirkabel, tekan lagi panel dekat tombol scroll-nya selama dua detik.

Scroll 4-Arah
Ada satu fitur lain yang menyenangkan. Tombol scroll karetnya bersifat 4-arah. Pada moda Mouse, mouse ini tidak cuma bisa menggulung secara vertikal, tetapi juga horisontal jika tombol digoyang ke kiri atau kanan.

Gulung horisontal ini berlaku pada Microsoft Office (Basic) 2003/2007, dan Internet Explorer pada sistem operasi Windows XP/Vista dan Mac (Tiger) OS. Namun agar fitur ini aktif, kita harus memasang driver yang dibundelkan dalam CD-nya.
***

Sebagai mouse nirkabel, Kensington SlimBlade Presenter ini nyaman di tangan: ergonomis, mulus, presisi. Fisiknya yang tipis menyebabkan mouse enak dibawa ke mana pun, termasuk dimasukkan ke saku baju. Apalagi fisiknya pun menarik dengan finishing yang cantik.

Harganya memang di atas rata-rata, tetapi sepadan dengan fungsionalitasnya yang ganda, kenyamanan, juga kemolekannya. Jika Anda sering berpresentasi, mouse ini wajib dijadikan pilihan. Lebih enak bawa satu mouse dwi-fungs daripada dua perangkat bukan? Satu catatan, karena sifatnya yang laser, mouse ini kurang responsif jika dioperasikan pada permukaan yang memantul seperti kaca.

PLUS: Menawan dan mungil; ergonomis; batere awet; setup mudah; bisa jadi remote presenter.

MINUS: Scroll horisontal terbatas pada aplikasi tertentu.

Toshiba Chameleon Optical Mouse, Mouse Bunglon

Toshiba ikutan membuat mouse? Tidak, yang lebih tepat Toshiba berusaha melengkapi pengguna notebooknya dengan gadget yang memang diperlukan, salah satunya adalah mouse Chameleon berbasis optik ini. Memakai mouse eksternal memang lebih enak dibandingkan touchpad.

Sesuai namanya, Chameleon, mouse ini dapat berganti-ganti kulit ala bunglon. Ini memang sengaja disesuaikan dengan cover notebook Toshiba terbaru. Paket mouse memang menyertakan beberapa casing dalam warna tertentu agar tidak terlihat membosankan. Untuk memuluskan penggunaannya, Chameleon memakai sensor optis 1000dpi yang tergolong halus untuk pergerakan grafis.

Desain mouse Chameleon sendiri mungkin konvensional, namun tetap menawarkan kenyamanan bagi semua pengguna, termasuk Anda yang kidal. Fisiknya terlihat cantik dan kompak dengan tepian tanpa sudut. Sebagai mouse notebook, ukuran perangkat ini pun disesuaikan agar praktis dan tidak memakan tempat. Tampaknya lebih pas untuk ukuran tangan wanita. Kabel mouse bisa digulung di sekitar mouse bila sedang tidak digunakan.
***

Tanpa memerlukan instalasi software, Chameleon memberikan kemudahan dan kepraktisan pakai bagi Anda. Desainnya sederhana namun modis dengan cover yang bisa diganti-ganti. Sayang, mouse ini tidak dijual bebas.