Monthly Archives: May 2014

Intel Siapkan Prosesor Desktop Mini

Popularitas perangkat mobile seakan membuat komputer tradisional kehilangan pesona selama beberapa tahun belakangan. Hal ini akan coba diubah oleh Intel, raksasa chip yang produknya dipakai oleh kebanyakan pabrikan komputer desktop.

“Ada sejumlah produk baru tahun ini yang akan mengembalikan gairah ke desktop,” ujar Direktur Pemasaran Intel untuk Wilayah Asia Pasifik dan Jepang, Anuj Dua, dalam wawancara dengan sejumlah media di Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Dua tak merinci apa persisnya produk baru yang dimaksud, tapi ia menyebutkan contoh sejumlah form factor desktop yang bebeda dari tipe tower komputer tradisional.

“Bayangkan komputer tipe All-in-One, konsumen nanti bisa memandangnya sebagai PC desktop ketika dibutuhkan dan TV ketika diinginkan, bayangkan ketika teknologi itu menghampiri rumah-rumah yang memang melihat konvergensi dua alat itu,” kata Dua.

Dia juga menyebutkan komputer dengan form factor mungil yang disebut Intel sebagai Next Unit Computing atau NUC. Kelas perangkat ini disebut Dua menawarkan kinerja lebih tinggi dibandingkan komputer konvensional namun dalam kemasan yang jauh lebih ringkas.

Dua mengakui bahwa belakangan ini memang tak banyak teknologi anyar yang muncul di segmen desktop. Namun, keadaan itu disebutnya bakal segera berubah. “Ada banyak inovasi baru yang sedang dikembangkan di desktop,” katanya.

Advertisements

PT Arga Mas Lestari Luncurkan Vandroid S5J

PT Arga Mas Lestari, melalui merek Advan, memperkenalkan telepon pintar teranyarnya, Vandroid S5J. Ponsel ini mengunggulkan ukuran layar yang lebar untuk menunjang beragam fungsi. “Layar lebar akan memudahkan bekerja sekaligus menikmati hiburan,” ujar Direktur Pemasaran Advan Tjandra Lianto di Jakarta, Kamis, 8 Mei 2014.

Dia melanjutkan, orang akan leluasa ketika mengetik dokumen. Adapun untuk fungsi hiburan, seperti video dan media sosial, lebih nyaman jika diakses pada perangkat dengan layar jembar. Vandroid S5J memiliki ukuran layar 5 inci yang ditunjang dengan teknologi in-plane switching (IPS). Teknologi ini menghasilkan kualitas high-definition (HD) dengan resolusi 1.280 x 720 piksel.

Prosesornya menggunakan ARM Cortex A7 quad-core 1.2 gigahertz dengan RAM sebesar 1 gigabita. Sistem operasinya menggunakan Android 4.2 atau Jelly Bean. Tjandra mengatakan chipset Cortex A7 menjadi favorit Advan dalam membekali produknya. “Prosesor ini dapat meminimalkan kebutuhan daya sehingga cukup menggunakan baterai berkekuatan sedang,” ujarnya.

Adapun jaringan Internet-nya memiliki kecepatan yang diklaim mampu mencapai 21 megabita per detik. Konektivitas ditunjang oleh Bluetooth dan Wi-Fi. Ada juga slot dobel kartu SIM untuk memaksimalkan komunikasi. Baterainya berkekuatan 2.000 mAh yang diklaim mampu bertahan selama delapan jam untuk pemakaian normal. “Jika digunakan dalam kondisi standby, bisa mencapai tiga hari,” kata Tjandra.

Dia mengatakan ponsel ini siap menyaingi produk buatan perusahaan global pada kategorinya, seperti Samsung Galaxy Mega dan Sony Xperia L. Satu unit Vandroid S5J dibanderol Rp 1,8 juta.

Mahasiswa ITS Kenalkan E-Vote Berbasis Android

Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PENS-ITS) memperkenalkan E-Vote, sistem pemilihan yang memanfaatkan perangkat mobile berbasis Android.

Mahasiswa bernama Raizal Islami Nursyah Pregnanta itu mengatakan program ini menggunakan konsep Just Touch yang merupakan pengembangan sistem sebelumnya. “Kalau konsep sebelumnya menggunakan Just Click, inovasi sekarang menjadi Just Touch,” kata mahasiswa semester awal ini.

Dalam rilis yang diterima, Rabu, 21 Mei 2014, E-Vote konsep Just Click sudah pernah digunakan dalam pemilihan Ketua dan Wakil Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika PENS-ITS tahun lalu. Karena bersifat pengembangan, pengerjaan program ini pun hanya butuh waktu 1,5 bulan.

Secara teknis, sistem dan alur pemilihan E-Vote Just Click dan Just Touch hampir sama. Untuk teknis daftar pemilih tetap, Raizal menggunakan sistem verifikasi ganda. Ia memakai database yang ada pada himpunan mahasiswa kemudian dicocokkan dengan database dari PENS. Ini agar kesalahan nama, NRP, dan data lainnya bisa diminimalkan sehingga diperoleh data yang valid.

Menurut Raizal, program ini mengunakan tiga status pemilih, yaitu belum memilih, sudah memilih, dan batal memilih. Dikatakan batal memilih jika pemilih melewati batas waktu pemilihan yang diberikan selama berada di dalam bilik dan dapat memilih kembali sebanyak tiga kali.

Sedangkan sistem pemilihan terdiri dari tiga program utama, yaitu registrasi awal, program bilik, dan registrasi akhir. Di bilik, pemilih diberi waktu tiga menit untuk menentukan pilihannya. “Setelah itu, pemilih melakukan registrasi akhir sebagai tanda dia sudah menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Para pemilih hanya perlu memasukkan username dan password yang sebelumnya sudah teregistrasi secara manual melalui komputer terpisah.

Google Geser Apple Sebagai Perusahaan Paling Bernilai

Google dan Apple telah berjuang untuk meraih gelar merek paling bernilai di dunia selama bertahun-tahun. Tahun lalu, Apple telah mendominasi daftar itu sebagai nomor satu. Kini, menurut studi tahunan BrandZ oleh Millward Brown, sebagaimana dikutip Mashable, Rabu, 21 Mei 2014, Google kembali menempati posisi teratas dengan perkiraan nilai merek US$ 158,8 miliar (sekitar Rp 1.827 triliun), sementara Apple bernilai US$ 147,8 miliar (sekitar Rp 1.700 triliun).

Penelitian itu yang dirilis Rabu, 21 Mei 2014, itu menempatkan IBM di tempat ketiga, diikuti oleh Microsoft, McDonald’s, CocaCola, Visa, AT & T, Marlboro, dan raksasa online, Amazon, dalam daftar sepuluh merek teratas.

Facebook mengalami perubahan peringkat yang drastis: menabrak 10 level dan sekarang duduk di posisi ke-21. Adapun Samsung naik satu level ke peringkat 29. Tambahan baru yang menarik dalam daftar itu adalah LinkedIn, yang nilai mereknya diperkirakan sebesar US$ 12,4 miliar. Perusahaan itu menempati posisi ke-78.

Secara keseluruhan, Millward Brown memperkirakan 100 merek terpenting di dunia bernilai total US$ 2,9 triliun (sekitar Rp 33 ribu triliun). Untuk menentukan angka-angka ini, Millward Brown menggunakan data yang dikumpulkan melalui 150.000 wawancara dengan konsumen di seluruh dunia. Simak berita tekno lainnya di sini.

Password eBay Kembali Di Retas Hacker

Basis data atau database pada situs penjualan online terbesar eBay dilaporkan mengalami peretasan, Rabu, 21 Mei 2014. Menyikapi hal tersebut, perusahaan meminta seluruh pengguna untuk mengubah password mereka di situs tersebut terkait serangan cyber pada sistem terenkripsi dan data non-finansial.

“Kami tahu pelanggan kami mempercayakan eBay dengan informasi mereka. Kami menanggap itu komitmen dalam menjadikan eBay sebagai pasar global yang aman dan terpecaya,” kata eBay dalam pernyataan, seperti dilaporkan Sidney Morning Herald, Kamis, 22 Mei 2014.

Di dalam database ini terdapat berbagai informasi personal pelanggan, seperti password, e-mail, alamat fisik, nomor telepon, dan tanggal lahir. Berdasarkan data perusahaan, eBay telah memiliki 145 juta pelanggan aktif pada kuartal pertama.

Seorang direktur keamanan produk di Shape Security di Montain View, California, Michael Coates, menjelaskan jika tidak dibenahi dengan cepat, para peretas akan dengan mudah mengambil alih rekening di seluruh web dari username dan password pengguna.

Di lain pihak, eBay melaporkan belum mendeteksi adanya kegiatan yang janggal atau tidak sah dalam akses informasi keuangan. Namun, penyedilikan sedang berlangsung dengan bantuan penegak hukum.

Review dan Spesifikasi Lenovo IdeaCentre Flex 20

Lenovo IdeaCentre Flex 20 bukanlah tablet atau sabak digital. Peranti ini merupakan PC portabel all-in-one yang mencoba meraih kesuksesan seperti pendahulunya, Lenovo IdeaCentre Horizon 27. Berbeda dengan sang abang, ukuran Flex 20 lebih kompak dengan harga jual lebih murah.

Dibanderol sekitar Rp 13,699 juta, IdeaCentre Flex 20 bisa dibilang dibuat untuk kalangan menengah. Tengok saja prosesor yang dibenamkan, yakni Intel Core i5 generasi keempat dengan layar 19,5 inci beresolusi high definition alias belum full HD.

Meski begitu, sistem operasi yang menjalankannya adalah Windows 8.1. Sedangkan respons layar sentuhnya sangat responsif seperti kebanyakan sabak digital. Tapi, untuk dikatakan sebagai sabak digital, ukuran layar Flex 20 terlalu besar. Sedangkan bila disebut PC all-in-one, layarnya terlalu kecil.

Nah, untuk mengenal lebih jauh kelebihan maupun kekurangan Lenovo IdeaCentre Flex 20 ini, dalam sepekan terakhir Tempo mendapat kesempatan mencobanya. Lenovo mengklaim ini merupakan PC all-in-one mereka pertama yang menggunakan baterai.

Desain

Dilihat dari depan, IdeaCentre Flex 20 mirip dengan sebuah sabak digital, tentu saja dengan mengabaikan ukurannya yang superjumbo. Layar 19,5 inci yang diusungnya dikelilingi oleh bezel hitam glossy selebar 1,5 inci. Menurut Tempo, ini membuat layar terlihat lebih kecil dari semestinya.

Pada bagian atas layar terdapat logo Lenovo berwarna kromium, webcam, dan lampu kilat LED. Sedangkan pada bagian tengah bawah, terdapat satu tombol fisik dengan logo Windows sebagai tombol Home. Tombol power dan volume diletakkan di bagian atas. Tak terlalu sulit untuk menjangkaunya.

Pada sisi belakang PC portabel all-in-one ini terdapat kaki yang memungkinkan perangkat ini berdiri tegak. Untuk mengeluarkannya, tarik pengait yang menguncinya. Engsel yang menahan kaki tersebut cukup kuat dan tak mudah bergerak. Diperlukan sedikit tenaga tambahan untuk merebahkannya. Ketika didorong ke belakang, ia akan rebah dengan sempurna sejajar dengan permukaan di bawahnya.

Satu kekurangan dari Flex 20 adalah konektivitas. Lenovo hanya menyediakan dua port USB, keduanya versi 3.0, dan sebuah headphone/microphone jack. Tak ada slot video-out atau video-in dan tak ada pula card reader.

Yang menjadi persoalan adalah ketika Flex 20 difungsikan sebagai PC all-in-one. Sebab, keyboard dan mouse nirkabel yang disediakan terhubung melalui adapter USB. Artinya, port USB yang tersedia tinggal satu. Ini akan terasa kurang ketika dibutuhkan lebih dari satu port USB.

Layar

Resolusi layar Flex 20 adalah 1.600 x 900 piksel. Ini jauh dari yang dimiliki Horizon 27 dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel. Akibatnya, ketajaman gambar sedikit menurun. Meski begitu, dengan layar 19,5 inci, menonton video atau bermain game masih terasa nyaman.

Situs teknologi laptopmag.com sempat menguji tingkat kecerahan layar Flex 20. Hasilnya, didapat 274 lux. Angka itu lebih baik dibandingkan dengan PC all-in-one milik Sony, VAIO Tap 20, yang tingkat kecerahannya 254 lux. Tapi masih kalah jika dibandingkan dengan Dell XPS 18, yang mencapai 304 lux.

Di luar itu, layar sentuh dengan 10 titik ini terasa mulus dan sangat responsif. Ketika Tempo melakukan zoom-in maupun zoom-out pada layar sentuhnya, teks dan gambar langsung membesar dan mengecil tanpa ada jeda.

Keyboard dan Mouse

Salah satu yang menarik dari Flex 20 adalah desain keyboard dan mouse. Ketika Tempo mencoba keyboard nirkabel ini, terasa lega, empuk, dan mudah digunakan, terutama ketika mata harus lama menatap layar monitor. Kemungkinan salah mengetik sangat minimal lantaran jarak antara tuts cukup lebar.

Begitu pula dengan mouse bawaannya yang terhubung melalui Bluetooth. Meski tampilannya biasa saja, cukup nyaman untuk digunakan. Teknologi sensor yang dipakai berjenis invisible laser, yang artinya tak ada lampu berwarna merah atau biru pada bagian bawah mouse ini.

Aplikasi Aura

Lenovo Flex 20 dilengkapi dengan touch screen interface bernama Aura, yang didesain khusus untuk digunakan pada perangkat layar sentuh saat berada dalam posisi rebah. Tujuannya agar PC all-in-one ini dapat diubah menjadi perangkat serbaguna sehingga membagi foto, video, dan games lebih mudah.

Ketika Flex 20 direbahkan sejajar dengan bidang di bawahnya, akan muncul menu Aura yang dapat dioperasikan dengan cara menyentuhnya. Ketika sebuah foto dibuka, posisinya dapat dipindah-pindahkan di seluruh bagian layar sesuai dengan keinginan atau mengubah ukurannya dengan sekali sentuh.

Lenovo juga menawarkan aksesori unik untuk memainkan game berupa joystick. Ada empat joystick yang disertakan. Gunanya sebagai alat pengontrol di atas layar pada saat memainkan game atau sebagai pion ketika memainkan game semacam ludo.

Konklusi

Lenovo IdeaCentre Flex 20 bukanlah sabak digital. Tapi kemampuannya untuk dibawa ke mana saja membuat PC all-in-one ini memiliki fungsi hampir sama dengan sebuah sabak digital. Bobotnya yang sekitar 3,5 kilogram membuat perangkat ini cukup nyaman untuk ditenteng dengan satu tangan.

Hanya, daya tahan baterainya yang tergolong boros, sekitar 3 jam 37 menit, membuat perangkat ini tak bisa digunakan terlalu jauh dari sumber listrik.

Tren Teknologi Printer Tahun 2014

Division Manager Canon Consumer System Product PT Datascrip, selaku distributor Canon, Monica Aryasetiawan, menyebutkan tren printer di Indonesia pada 2014 adalah printer multifungsi. Printer semacam ini mampu mencetak, memindai, meng-copy, serta mengirim faksimili, yang perintahnya dilakukan dari jarak jauh.

“Sekarang hampir semua penyedia menonjolkan sisi konektivitas, sudah bukan kejar-kejaran mengenai kecepatan mencetak,” ujar Monica di Jakarta, Selasa, 20 Mei 2014.
Selanjutnya, dia mengatakan, printer kini menjadi bagian dari perangkat gaya hidup. Ini terbukti dari penampilannya yang semakin modis, yang ditunjang dengan warna yang menarik.

Tren berikutnya yakni printer yang sifatnya ekonomis. “Terutama pada kategori pemula, karena orang mempertimbangkan biaya per lembarnya berapa,” kata Monica.

Meskipun printer multifungsi kian diminati, dia mengatakan kontribusi terbesar bagi pasar printer Canon di Indonesia berasal dari kategori pemula atau new entry, yaitu hampir 80 persen. Sisanya adalah printer kategori menengah dan menengah ke atas. Printer multifungsi Canon mewakili kategori produk menengah dan menengah ke atas.

Monica mengakui, pasar printer di Indonesia saat ini cenderung stagnan. Untuk mengatasi hal tersebut, Canon melakukan strategi dengan menggarap pasar yang ingin beralih dari printer konvensional ke printer multifungsi. “Misalnya untuk kategori middle, harganya kami jual terjangkau namun tidak ada fitur nirkabelnya,” ucap dia.