Monthly Archives: April 2014

Blackberry Z3 Jakarta Mulai Bisa Dipesan

Setelah sempat molor, BlackBerry Z3 alias ‘Jakarta’ akhirnya bakal mulai dijual di Indonesia. Keran pre-order dibuka mulai 28 April-12 Mei 2014.

Kepastian ini datang setelah sejumlah partner BlackBerry di Indonesia merilis sejumlah paket promosi untuk ponsel yang memang khusus disediakan untuk negara berkembang tersebut.

Kabar ini tentu dinanti penggila BlackBerry. Setelah sebelumnya, isu soal distribusi mengganggu kehadiran ponsel kelas menengah itu di Tanah Air.

Sebelumnya, BlackBerry Jakarta dijadwalkan mendarat di Indonesia pada awal April 2014. Namun kini, sepertinya masalah tersebut sudah terselesaikan.

BlackBerry Jakarta merupakan perangkat yang sangat penting bagi BlackBerry. Saking pentingnya, CEO BlackBerry John Chen pun dilaporkan bakal datang langsung untuk melihat ‘kelahiran’ perangkat ini di Jakarta.

BlackBerry Z3 merupakan perangkat yang dirakit oleh Foxconn, partner manufaktur yang juga menjadi andalan Apple dan produsen besar lain untuk membuat gadgetnya.

BlackBerry Jakarta kabarnya mengandalkan prosesor Snapdragon 400 dual core dengan kecepatan 1,2 GHz, RAM 1,5 GB, dan memori internal 8 GB.

Advertisements

Pengguna Facebook Asia Paling Tinggi Di Asia Dengan Pendapatan Paling Rendah

Facebook (NASDAQ:FB) tampaknya masih berjaya di Asia, dan itu terlihat jelas di laporan pendapatan kuartal pertama tahun 2014 dari media sosial milik Mark Zuckerberg ini. Facebook sekarang memiliki 390 juta pengguna aktif bulanan di Asia dari total 1,276 miliar penggunanya di seluruh dunia. Angka untuk Asia ini naik dari 368 juta pengguna aktif bulanan di akhir tahun lalu – dan naik jauh dari angka 319 juta di kuartal pertama tahun 2013.

Perlu diketahui bahwa ketika Facebook mengeluarkan laporan kuartal keduanya nanti, Asia akan tampak lebih besar dari segmen ‘rest of the world di grafik kuartal pertama ini: Dibantu oleh aplikasi WhatsApp yang sekarang sudah menjadi milik Facebook dan sudah memiliki 500 juta pengguna aktif bulanan, Facebook berarti memiliki sangat banyak penguna setia di seluruh dunia.

Berikut adalah grafik pengguna aktif harian Facebook untuk kuartal pertama. Saat ini media sosial ini memiliki 216 juta pengguna aktif harian di Asia: Pendapatan dari Asia Meskipun demikian, bagian Asia tampak mengecil di grafik pendapatan. Facebook menghasilkan USD 354 juta dari Asia dari total USD 2,5 miliar di kuartal pertama, yang berarti hanya 14,14 persen. Pendapatan Facebook kuartal ini sedikit menurun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, dan Asia merupakan satu-satunya wilayah yang memperlihatkan peningkatan dalam hal ini.

Facebook menghasilkan USD 0,93 per pengguna di Asia, tapi itu masih di bawah angka rata-rata global yang sebesar USD 2 per pengguna.

Ulah Hacker Cilik Asal Ponorogo Membuat Ahli IT Pengelola Domain Indonesia PANDI Kelabakan Ganti Sistem

Ulah hacker bocah kembar asal Ponorogo ini memaksa Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) merombak sistemnya secara besar-besaran. Mulai dari mengganti server sampai memprogram ulang sistem menjadi pilihan demi keamanan agar tak rentan diusik tangan-tangan jahil. ”Kejadian pembobolan oleh dua bocah kembar itu memang salah satunya yang membuat kami merombak sistem secara massif,” terang Ketua PANDI Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo, Kamis (24/4/2014).

Dia menambahkan pekerjaan perombakan itu membutuhkan waktu berbulan-bulan. Langkah ini sebagai bentuk antisipasi agar kasus pembobolan sistem tak terulang lagi. ”Sampai sekarang memang belum ada lagi kasus pembobolan, tapi kami sadar tak ada sistem yang sempurna. Maka itu, kami sangat berterima kasih jika ada hacker yang mau menginformasikan adanya lubang keamanan,” jelas Sigit.

Sigit menekankan PANDI sama sekali tak memandang hacker sebagai musuh. Dia menilai justru membutuhkan bantuan hacker sehingga sistem yang dibangun terus menerus disempurnakan. ”Saya yakin hacker di Indonesia itu nasionalisme-nya sangat tinggi. Mereka hanya menyerang server-server negara lain,” urainya.

Khusus untuk bocah kembar asal Ponorogo yang sukses membobol sistem PANDI, Sigit justru mengucapkan terima kasih. Ketrampilan mereka masuk ke sistem PANDI membuat pengelola domain .id itu segera memperbaiki diri. ”PANDI ingin mereka dihukum seringan-ringannya, apalagi masih di bawah umur. Sebisa mungkin mereka tak perlu dipenjara,” ucapnya.

Kasus ini mencuat setelah DBR dan ARB duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Ponorogo, Jawa Timur. Kedua anak baru gede ini mesti mempertanggungjawabkan perbuatannya membobol sistem PANDI hanya bermodalkan tools di browser Mozilla Firefox. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) berinisiatif menemui hackber bocah kembar yang tengah sidang karena membobol sistem PANDI. Rencana itu baru akan direalisasikan pada akhir Mei mendatang.

”Kebetulan pada 23-25 Mei ada Festival Domain Rakyat di Madiun. Nah, saya akan memanfaatkan momen itu untuk bertemu mereka. Teknisnya nanti dipikirkan apakah saya ke rumah mereka atau mereka diundang ke acara itu,” kata Ketua PANDI Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo Kamis (24/4/2014).

Sigit mengaku tak bisa berbuat banyak setelah kasus itu dipersidangan. Dia beralasan jika mencabut laporan itu justru akan menimbulkan preseden buruk di masa depan. ”Sejujurnya kami dalam posisi dilematis. Kami tak ingin mereka dihukum tapi mencabut tuntutan bisa membuat semua orang yang bobol sistem nantinya enggak dihukum,” paparnya. Ternyata tuntutan hukum adalah sistem perlindungan anti hacker terbaik yang dimiliki oleh para pakar IT PANDI.

Lebih jauh, sambung Sigit, kasus ini sebenarnya sudah lama. Pembobolan itu terjadi pada tahun 2010. Dia terus terang mengaku saat itu memang sistem PANDI sedang buruk sehingga rentan dibobol. ”Harus diakui memang saat ini kami sedang jelek dan kami terima kasih sama mereka sudah dikasih tahu lubang keamanannya,” terangnya. Kasus ini mencuat setelah DBR dan ARB duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Ponorogo, Jawa Timur. Kedua anak baru gede ini mesti mempertanggungjawabkan perbuatannya membobol sistem PANDI hanya bermodalkan tools di browser Mozilla Firefox.

Sepasang bocah kembar asal Dusun Ploso Jenar, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Kabupatem Ponorogo Jawa Timur dilaporkan karena membobol situs PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Dua bocah tersebut tengah menghadapi sidang di Pengadilan Negeri setempat. Adalah DBR dan ABR, kelahiran Oktober 1994 (16 tahun) ini mulai masuk ke sistem PANDI sekitar 2010 silam. Sejak itulah, bocah kembar ini mulai meretas situs penyedia jasa registry domain .id ini.

Sekitar setahun kemudian, pengelola PANDI menyadari sistem keamanannya rusak. PANDI pun melaporkan ke divisi cyber crime Kementerian Komunikasi dan Informatika. Setelah melalui proses penyelidikan, baru 2013 silam, DBR dan ABR disidang di Pengadilan Negeri Ponorogo dengan nomor perkara 395/ Pid. Sus/ 2013/ PN. PO.

Oleh Majelis hakim (yang semula diketuai Muslim SH kemudian diganti Putu Gede Novyrta, SH, Mhum), didakwa 8 januari 2014 silam. Hakim memberikan dakwaan: Primair pasal 48 (1) jo pasal 32 (1) uu no.11/2008 tentang iiformasi dan transaksi elektronik jo pasal 55 (1) KUHP, Subsidair 46(1) jo pasal 30(1) uu 11/2008 jo psl 55 KUHP.

Bagaimana kedua bocah ini bisa membobol situs PANDI? Menurut pengacaranya, Mohammad Pradhipta Erfandhiarta SH dari kantor Pengacara Ernawati SH, MH and Friends DBR dan saudara kembarnya ABR memakai cara yang cukup sederhana. Mereka hanya memanfaatkan fasilitas gratisan dari mozilla. “Kedua bocah ini cuma menggunakan software tamper data (aplikasi plug in gratisan dari mozilla),” kata Pradhipta.

Menurut Pradhipta, ABR dan DBR memang masuk ke sistem situs PANDI tapi tidak melakukan kegiatan yang merusak. Mereka cuman menduplikasi nama domain,diaktifkan secara ilegal,tapi tidak pernah dijual. “Mereka tidak pernah membuat situs yang diduplikasikannya ini menjadi komersil dan domain-domain yang mereka aktifkan tidak pernah diisi apa-apa,” sambung pria yang disapa Dipta ini.

Uniknya lagi, DBR dan ABR ini saat ini tidak menempuh di pendidikan formal. Keduanya baru saja menyelesaikan Ujian Nasional di pendidikan informal Kejar Paket C. Dalam persidangan yang berlangsung tertutup ini, dari keterangan sejumlah saksi terungkap kalau saat melapor PANDI baru menyadari kalau mereka melaporkan dua orang remaja ini. Semula pihak PANDI mengira akan menghadapi hacker anak-anak.

Pasrah dan tenang, itulah yang ditunjukkan ABR dan BR, sepasang bocah kembar pembobol situs PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) ketika menghadapi sidang. Padahal, bocah asal Ponorogo Jawa Timur ini terancam hukuman yang cukup berat. Karena tindakannya meretas situs PANDI, si kembar didakwa dengan dakwaan Primair pasal 48 (1) jo pasal 32 (1) uu no.11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik jo pasal 55 (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara dengan denda maksimal,

Rp2 miliar. Juga dakwaan subsidair 46(1) jo pasal 30(1) uu 11/2008 jo pasal 55 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp600 juta. Di hadapan Majelis hakim (yang semula diketuai Muslim SH kemudian diganti Putu Gede Novyrta, SH, Mhum) keduanya terlihat tenang.

“Awalnya mungkin sempat berontak. Tapi, hakimnya baik-baik, mereka memberikan pendekatan rohani meyakinkan kalau anak saya tak perlu takut menghadapi sidang. Sekarang mereka tenang,” kata Didik, ayah dari dua anak kembar ini.
Didik mengatakan semakin hari anak-anaknya semakin tenang menjalani sidang. Upaya terapi rohani yang dijalani ABR dan DBR membawa kesejukan sehingga ketika mereka menghadapi persidangan pasrah.

“Anak-anak saya kalau di sidang itu tenang. Mereka pasrah saja. Ini hasil mereka semakin rajin salat dan berpuasa,” kata Ddik. Dua buah hatinya ini kata Didik punya keyakinan, kalau ini adalah episode yang memang harus mereka jalani. DBR dan ABR ini justru menenangkan orangtuanya, bahwa mereka tidak akan menghadapi apa-apa. “Anak saya mengatakan kalau Allah Maha Adil, mereka yakin tidak akan terjadi apa-apa. Saat ini memang kedua anak saya ini merasa harus menjalani proses persidangan ini,” jelas Didik dengan suara pelan.

ABR dan DBR adalah bocah kembar asal Ponorogo yang disidang karena meretas situs PANDI. Keduanya mulai masuk ke sistem PANDI sekitar 2010 silam. Sejak itulah, bocah kembar ini mulai meretas situs penyedia jasa registry domain .id ini. Sekitar setahun kemudian, pengelola PANDI menyadari sistem keamanannya rusak. PANDI pun melaporkan ‘Hacker’ ini. Setelah melalui proses penyelidikan, baru 2013 silam, DBR dan ABR disidang di Pengadilan Negeri Ponorogo dengan nomor perkara 395/ Pid. Sus/ 2013/ PN. PO. DBR dan saudara kembarnya ABR memakai cara yang cukup sederhana. Mereka hanya memanfaatkan fasilitas gratisan dari browser mozilla firefox

Keduanya ternyata memiliki kisah pilu dalam kesehariannya. Mereka jadi ‘korban’ bully oleh teman sebayanya.
Pembawaan DBR dan ABR ini sejak kecil memang tertutup. Sejak SD, remaja kelahiran Oktober 1994 ini cenderung kurang bersosialisasi dengan teman sebayanya karena setiap bergaul, keduanya sering dibully. Karena itu, keduanya tak pernah lama bersekolah di satu tempat. Pasangan kembar asal Dusun Ploso Jenar, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur ini kerap pindah sekolah.DBR dan ABR ini saat ini tidak menempuh di pendidikan formal. Keduanya baru saja menyelesaikan Ujian Nasional di pendidikan informal Kejar Paket C.

Pengacara dari kantor Pengacara Ernawati SH, MH and Friends ini menceritakan, keseharian kliennya ini di rumah nyaris tak ada teman. Hanya komputer yang setia mereka ajak berkomunikasi. Keduanya sangat jarang keluar rumah, kecuali salat berjamaah ke Masjid sekitar rumahnya.

40 Juta Konsumen Kartu Kredit Di Hack Setiap Tahun

Jumlah kejahatan cyber berada pada puncaknya di tahun 2013. Kasus-kasus pelanggaran keamanan yang menyasar pengguna kartu kredit dan debit di tahun itu memakan korban hingga lebih dari 40 juta konsumen. Selain itu, terdapat juga serangan terhadap situs-situs jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, Evernote dan sebagainya. Di tahun itu, untuk pertama kalinya insiden keamanan di komputer menjadi hal yang banyak dirisaukan pengguna awam.

Temuan tersebut terungkap berdasar laporan keamanan dari perusahaan telekomunikasi Verizon yang dipublikasikan pada Rabu (16/4/2014). Data Breach Investigation Report yang rutin dirilis oleh Verizon tiap tahunnya itu telah mendapat pengakuan dari para pelaku industri TI.

Setidaknya Verizon mencatat ada sekitar 50 perusahaan dan organisasi yang mendapatkan serangan keamanan cyber, mencakup lebih dari 63 ribu insiden pelanggaran keamanan komputer, dari jumlah itu 1.347 kasus telah terkonfirmasi sebagai pelanggaran keamanan di lebih dari 95 negara.

Jumlah serangan cyber ini diakui Verizon terus meningkat dari tahun ke tahun. Dan di tahun 2013 lalu fenomena tersebut mencapai puncaknya. Sekitar 1.300 lebih pencurian data yang terkonfirmasi tahun lalu dilakukan dengan sembilan pola serangan dasar. Namun Verizon tidak menjabarkannya satu per satu.

Selain itu, jika dirata-rata, sekitar 72 persen dari semua serangan cyber dilakukan dengan salah satu dari tiga metode, namun detilnya berbeda-beda menurut industri yang menjadi targetnya. Sebagai contoh, dalam industri pembiayaan (finansial), 75 persen serangan melibatkan aktivitas peretasan aplikasi web, meluncurkan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) yang mencoba mengelabui server, atau card skimming, teknik penyerang untuk mendapatkan data dari pemindaian kartu kredit atau debit.

Motif penipuan dan finansial masih menjadi alasan utama di balik serangan cyber, namun jumlah kejadiannya menurut Verizon semakin ke sini semakin berkurang. Di sisi lain, percobaan mencuri hak karya cipta justru semakin naik. “Tujuannya tak selalu soal uang lagi, namun juga tentang hak kekayaan intelektual,” ujar Jay Jacob, seorang analis di Verizon seperti dikutip dari Recode (21/4/2014).

Target lain yang banyak mendapat serangan khususnya di dunia peritel adalah terminal point-of -sales (POS) atau alat bantu transaksi di kasir-kasir. Dalam laporannya, Verizon mencatat sekitar 198 insiden yang melibatkan serangan terhadap terminal point-of-sales. Kebanyakan dalam kasus tersebut, pihak peretas berhasil melancarkan serangannya.

85 persen dari kasus serangan terhadap POS itu menggunakan software RAM-scrapping untuk membaca data kartu kredit atau debit yang digesek, mirip dengan metode yang digunakan dalam Target breach. Dan kebanyakan, 98 persen dari semua kasus, data yang dicuri tersebut tidak diketahui setelah beberapa minggu atau bulan. Namun Verizon melaporkan tren serangan seperti itu juga semakin menurun semenjak 2011.

Pemakai WhatsApp Tembus 500 Juta Nomor Telepon

Ambisi Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerberg yang ingin agar pengguna WhatsApp mencapai 1 miliar tampaknya bakal segera terwujud. Dua bulan berselang setelah Facebook mengakuisisi layanan pesan instan itu, jumlah pengguna aktif WhatsApp sudah menembus 500 juta.

Saat diakuisisi pada Februari lalu, pengguna aktif WhatsApp sekitar 450 juta. “Pertumbuhan tercepat berasal dari pengguna Brasil, India, Meksiko, dan Rusia,” tulis WhatsApp di blog-nya, sebagaimana dikutip CBS News, Kamis, 24 April 2014.

Jika dihitung secara statistik, per harinya jumlah pengguna WhatsApp bertambah satu juta. Ini hal yang luar biasa, mengingat jumlah karyawan WhatsApp tidak lebih dari 50 orang.

WhatsApp ternyata justru populer di luar negara asalnya, Amerika Serikat. Per harinya, sebanyak 700 juta foto dan 100 juta video terkirim lewat layanan ini. Sebagai perbandingan, media sosial populer lainnya, Twitter, jumlah penggunanya mencapai 241 juta pada akhir 2013. Namun berdasarkan penelitian, 44 persen di antaranya terbukti tidak pernah mencuit.

Pendiri dan CEO WhatsApp, Jan Koum, menyatakan sejak awal layanan tersebut mengunggulkan kesederhanaan. Dia berjanji tidak akan banyak menambah fitur dan gimmick, seperti game dan iklan mobile.

Satu-satunya fitur baru yang segera meluncur adalah pesan suara. Dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona, Februari lalu, Koum mengatakan pesan suara akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang. “Fitur ini tersedia gratis,” katanya.

Sebelumnya, Zuckerberg mengatakan akuisisi Facebook tidak akan mengubah model layanan WhatsApp. Seperti diketahui, dari segi pemasukan, model bisnis Facebook dan WhatsApp sangat berbeda. Facebook meraup banyak pemasukan lewat iklan mobile.

Facebook menjadikan WhatsApp sebagai unit bisnis terpisah. Hal ini seperti halnya Instagram, yang berfokus sebagai aplikasi berbagi foto. Instagram sendiri diakuisisi Facebook pada 2012.

Spesifikasi Smartphone OnePlus One … Android Premium Berharga Murah

Setelah bocorannya sempat beredar selama beberapa waktu, akhirnya prerusahaan rintisan OnePlus asal asal Shenzhen, Tiongkok, benar-benar memperkenalkan produk samrtphone andalannya yang bernama “One”.

OnePlus One yang mengusung nama serupa dengan produk andalan dari HTC ini ramai disebut sebagai “pembunuh” alias pesaing kuat smartphone seri Nexus dari Google. Sebabnya, ia memiliki daya tarik berupa spesifikasi dan banderol menggiurkan.

Smartphone Android ini dibekali komponen kelas atas seperti prosesor quad-core Snapdragon 2,5 GHz, RAM 3 GB, kamera belakang 13 megapixel dan kamera depan 5 megapixel, baterai 3.100 mAh, dukungan 4G LTE, serta layar IPS 5,5 inci (1920×1080) berlapis Gorilla Glass 3

OnePlus belum mengumumkan harga resmi One. Namun, berdasarkan laporan Engadget, kuat diduga bahwa ponsel tersebut bakal dihargai 299 dollar AS atau sekitar Rp 3,5 juta untuk versi dengan memori internal 16 GB.

Sementara, versi lain dengan memori internal berukuran jauh lebih lega, 64 GB, disebut akan dijual seharga 350 dollar AS atau sekitar Rp 4,1 juta. Spesifikasi komponen lain tak berbeda dengan varian 16 GB.

Apabila benar, maka harga jual OnePlus One lebih murah dibandingkan smartphone Android lain yang spesifikasinya sekelas, termasuk Nexus 5 dari Google yang dijual 350 dollar AS (16 GB) dan 400 dollar AS (32 GB) di pasaran internasional.

Terlebih, OnePlus One turut datang dengan OS Android 4.4 “polos” versi CyanogenMod 11S. Cyanogen Mod populer di kalangan power user Android karena bisa diutak-atik. OnePlus One bakal menjadi ponsel komersil pertama yang menyertakan Android CyanogenMod langsung dari pabrik.

Pihak pembuatnya turut menyediakan aneka pilihan cover belakang dari aneka abahan seperti kayu dan kevlar yang bisa digunakan untuk mengganti cover standar.

OnePlus One yang pada awalnya bakal tersedia dalam pilihan warna hitam dan putih rencananya akan mulai memasuki pasar di sejumlah negara Asia dan Eropa mulai pertengahan bulan Mei mendatang.

Cara Membersihkan File Sisa Pada Perangkat Android

Salah satu hal yang menyebabkan smartphone Android berjalan lambat dalam melakukan perintah adalah kapasitas memori tersisa yang sudah sempit, terlebih jika banyak aplikasi pre-installed dari pabrikan.

Ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk membersihkan file “sampah” di dalam smartphone sehingga kapasitas penyimpanan internal menjadi lebih lega. Dengan demikian, smartphone bisa mengerjakan tugas berjalan dengan lebih cepat tanpa harus melakukan rooting.

Rooting perangkat smartphone atau tablet Android memang memberikan kebebasan aplikasi mana saja yang bisa berjalan, atau memindahkannya ke eksternal memori. Namun, terkadang rooting juga menyebabkan garansi pabrikan hilang.

Solusinya, untuk membuat penyimpanan internal menjadi lebih lapang, adalah menghapus file-file “sampah” yang sudah tidak terpakai lagi, seperti file-file download atau data cache yang tersimpan.

Untuk melakukannya, berikut adalah aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan.

ES File Explorer – Untuk mengatur file-file mana saja yang ingin disimpan dan dihapus, seperti file hasil download, email, dan sumber lainnya, aplikasi file manager bisa digunakan, seperti ES File Explorer. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan layanan penyimpanan cloud populer, seperti Google Drive, Dropbox, dan lainnya.

Selain menghapus file, pengguna juga bisa mem-backup file-file tersebut ke situs layanan penyimpanan cloud tadi. Apalagi untuk file-file foto atau video yang sayang jika dihapus.

Jika tidak, pengguna bisa memindahkan data foto atau video tersebut ke penyimpanan eksternal dengan mentransfer file tersebut ke PC atau laptop.

1 Tap Cleaner dan Clean Master – Aplikasi 1 Tap Cleaner juga bisa digunakan untuk menghapus file-file cached yang sudah tidak terpakai lagi. File cached ini akan terus menumpuk jika tidak dibersihkan, apalagi jika smartphone memiliki beragam aplikasi. Aplikasi sejenis yang bisa dicoba adalah Clean Master.