Monthly Archives: February 2011

Paket Black Berry Dari SmartFren Termurah Hanya Rp. 69.000 Per Bulan

Smartfren menawarkan paket layanan BlackBerry bulanan tanpa batas (unlimited) untuk menggunakan BlackBerry Messenger (BBM), email, social networking, internet browsing, chatting dan WAP dengan harga di bawah Rp 70 ribu.

Bagi pengguna ponsel pintar BlackBerry yang aktif berjejaring melalui media sosial dapat menggunakan Twitter, Facebook, BBM dan WAP Browsing dengan harga Rp 40 ribu per bulan. Harga yang sama juga diberlakukan bagi pengguna yang memilih layanan BBM, chatting, email, dan WAP browsing.

Adapun pilihan untuk berlangganan layanan harian paket Blackberry Mail dan Media Sosial dikenakan biaya Rp 1800 per hari serta BIS unlimited sebesar Rp 3500 per hari.

“Layanan termurah ini sudah bisa didapatkan oleh pelanggan mulai hari ini,” ujar Sukaca Purwokardjono, Head of Consumer Product Development Smartfren dalam siaran persnya.

Kerjasama antara PT Smart Telecom dan PT Mobile-8 Tbk ini juga membuka menawarkan layanan bundling beberapa tipe Blackberry. Pembelian bundling ini dapat dilakukan di beberapa galeri Smartfren, yakni di Sabang, Bumi Serpong Damai (BSD), Mall Ambasador, Kelapa Gading dan ITC Roxy dan jaringan Okeshop di Mal Taman Anggrek, Emporium Pluit dan Pondok Indah Mall (PIM) 2.

Mereka juga menawarkan bundling beberapa ponsel Smartfren dengan kisaran harga Rp 349 ribu sampai Rp 549 ribu dengan bonus gratis internet selama setahun.

Advertisements

Duet Nokia dan Microsoft Dalam Smartphone Diprediksi Kalahkan Android dan iPhone

Kerja sama antara Nokia dengan Microsoft beberapa waktu lalu mendatangkan banyak harapan bagi pengguna ponsel pintar.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan produsen ponsel asal Finlandia itu, sebagian besar konsumen mereka sangat mendambakan beberapa fitur andalan tersedia pada smartphone Nokia yang nantinya akan berjalan dengan sistem operasi Windows Phone 7.

Fitur yang paling banyak dinanti adalah tampilan antarmuka atau user interface yang unik. Sebanyak 22,12 pengguna ponsel Nokia menantikannya. Sebesar 13,26 persen dari pengguna ponsel Nokia juga mengharapkan permainan Xbox buatan Microsoft ada di ponsel Nokia Windows Phone 7 yang akan meluncur tahun ini.

Selain itu, pengguna juga menginginkan adanya integrasi antara ponsel dengan desktop Windows, mesin browser Internet Explorer, dan layar dengan resolusi yang lebih besar.

Dari polling ini, setidaknya Nokia dan Microsoft akan tahu apa yang harus dilakukan pada ponsel buatan mereka selanjutnya.

56 Persen Pria dan 49 Persen Wanita Menutupi Status Perkawinanannya Di Facebook

Berhati-hatilah jika Anda meletakkan informasi pribadi di situs jejaring sosial. Ini peringatan yang dicantumkan situs salingsilang.com di dunia maya.

Apalagi jika Anda berusia di bawah 18 tahun, tinggal di Jakarta, dan menikah. Sebab, ini yang menarik, lebih dari 400 ribu orang menyatakan tertarik pada laki-laki di jejaring sosialnya.

Salingsilang.com mencatat pengguna Facebook di Indonesia mencapai hampir 35 juta orang per Januari lalu. Sebanyak 20,7 juta orang berjenis kelamin laki-laki dan sisanya perempuan.

Dari angka itu lebih dari 483 ribu mengaku tertarik tinggal di Jakarta dan 197 ribu tinggal di Jakarta. Yang mengaku menikah hanya 23 ribu dan tiga ribu lebih mengaku berumur di bawah 18 tahun.

“Kami tidak berpretensi apa pun, tetapi data yang muncul di Facebook seperti itu,” ujar Managing Director PT Saling Silang, Enda Nasution, kepada Tempo, Jumat (25/2).

Enda menjelaskan dari data status pengguna Facebook di Indonesia yang dirangkum selama Januari lalu, 56 persen laki-laki tidak mencantumkan informasi statusnya.

Yang mengaku lajang 19 persen, mengaku menikah 10 persen, mengaku berhubungan 11 persen, dan yang mengaku bertunangan 4 persen.

Sedangkan untuk pengguna perempuan 45 persen tidak memberikan info statusnya. Mereka yang mengaku single sebanyak 19 persen, menikah 14 persen, berhubungan 16 persen, dan bertunangan 6 persen.

Data yang dikemukakan Enda ini hanya sebagian data tentang jejaring sosial dan media blog di Indonesia. Untuk microblogging Twitter Indonesia saat ini menyumbang 15 persen dari semua tweet secara global dan menempati urutan ketiga pengguna twitter di dunia.

Tak kurang dari 4,8 juta akun telah muncul hingga Januari lalu dan menghasilkan 22,7 juta tweets.

Yang menarik, para tweeps atau pengguna twitter ini mulai aktif ngetwit mulai pukul 00.00. Waktu utama paling tinggi untuk ngetweet mulai pukul 18.00 hingga 22.00. Setelah itu grafiknya menurun.

Tipe aktivitas yang nge-tweet atau melempar pernyataan sebanyak 47 persen, 53 persen lainnya lebih banyak mengekor alias meretweet.

Trending topics tentang bola pada Januari lalu cukup besar mencapai 20,17 persen, 30 persen didominasi topik lain yang tidak diketahui. Tetapi mengalahkan topik musik, program televisi, berita, event atau pop korea.

Tweep Indonesia paling banyak menggunakan platform Ubertwitter (43 persen) disusul API dan Twitter for Blackberry. Sedangkan link yang banyak dibagi di twitter didominasi aplikasi twitter, media tradisional, dan game.

Sedangkan untuk blog, di Indonesia saat ini tercatat 4,1 juta blogs. Namun rupanya penulis blog di Indonesia ini agak malas memperbarui blognya.

Tercatat hanya 32,67 persen blog terlacak diperbarui dalam tiga bulan terakhir. Menariknya ada di Indonesia juga ada 27 persen tren blog berisi hal-hal yang berhubungan dengan budaya pop korea.

Teknologi Intel Thunderbolt Membuat Laptop Makin Cepat

pple secara resmi meluncurkan seri baru netbooks MacBook Pro, yang dilengkapi dengan prosesor lebih cepat dan canggih.

Tapi, bintang sejati dalam acara tersebut adalah teknologi Intel Thunderbolt. Prosesor ini dipercaya mampu membuat laptop bekerja secepat kilat.

Thunderbolt, sebelumnya bernama Light Peak, memiliki teknologi yang mampu mentransfer data antara dua perangkat dengan kecepatan tinggi.

Hanya dengan koneksi tunggal, Thunderbolt mampu mentransfer data, audio, video, dan tenaga listrik. Untuk mengkopi film Blu-ray secara utuh hanya dibutuhkan waktu 30 detik.

Selain itu, tersedia dua saluran dalam Thunderbolt. Artinya, Anda bisa mengirim data dan menerima data sekaligus dalam waktu bersamaan.

Kecepatannya diyakini jauh lebih cepat dari teknologi yang ada saat ini seperti FireWire 800 dan USB 3.0. Teknologi Intel terbaru ini berkecepatan 10 GB per detik.

Thunderbolt, dibuat atas kerja sama antara Intel dengan Apple, menggunakan dua metode komunikasi, yakni PCI Express dan Display Port.

MacBook Pro adalah produk netbook Apple pertama yang menggunakan teknologi Intel Thunderbolt ini.

Ke depannya, diprediksi perangkat seperti komputer, ponsel pintar, kamera digital, dan sistem audio-video akan menggunakan teknologi Thunderbolt.

Facebook Tambahkan Status Hubungan Cinta dan Seks

Facebook sepertinya makin memanjakan penggunanya yang sedang dimabuk asmara khususnya yang menjalin hubungan cinta sejenis.

Sebagai langkah maju, Facebook menambahkan hubungan status percintaan dan seksual yaitu “In a civil union” dan “In a domestic partnership”. Facebook belum memberian respon mengenai penambahan itu namun bagi kelompok gay, langkah ini disambut hangat.

“Dengan mengakui hubungan sesama jenis di Amerika Serikat (AS) dan di negara lain, Facebook telah memberikan standar untuk media sosial,” ujar Presiden Gay & Lesbian Alliance Against Defamation Jarrett Barrios.

Barrios mengatakan lembaga yang dipimpinnya serta sejumlah kelompok gay telah bertemu dengan pihak perusahaan untuk mendukung perubahan itu. Opsi kini sudah tersedia di AS, Kanada, Perancis, dan Australia.

Layar TV Futuristik Yang Semakin Tipis dan Lebar

Tidak ada yang menduga kalau teknologi televisi yang mulai diperkenalkan secara komersial pada tahun 1920-an mengalami perkembangan yang sangat pesat tidak hanya menjadi sebuah kotak yang bisa mengeluarkan gambar dan suara saja. Perangkat TV abad ke-21 mengalami pergeseran paradigma.

TV yang menjadi bagian dari perabot rumah tangga sekarang menjadi perangkat pièce de résistance, perangkat yang meningkatkan kualitas kehidupan berbagai keluarga di seluruh dunia. Desain menarik, kualitas gambar semakin tajam dan jernih, serta pilihan tayangan semakin luas dan beragam menjadikan TV perangkat diidamkan banyak orang.

Keseluruhan kemajuan teknologi televisi sekarang ini diejawantahkan Samsung, perusahaan teknologi asal Korea Selatan, ketika memperkenalkan seri TV terbarunya disebut sebagai Series 9 LED. Memiliki tiga ukuran, yaitu 40 inci (diagonal 1,01 meter), 46 inci (diagonal 1,1 meter), dan 55 inci (diagonal 1,39 meter), produk TV terbaru Samsung ini menjadi state of the art teknologi televisi.

Series 9 LED 55 inci (disebut juga seri UA55C9000) menjadi TV yang memberikan makna rancang desain dan konstruksi yang mampu menghasilkan dimensi televisi futuristik dengan ukuran 1.295,6 x 873,3 x 306,1 mm. Dengan ketebalan setipis majalah, Series 9 LED dengan fitur 3D (tiga dimensi) merupakan perpaduan rancang industri produk mewah serta menghadirkan dimensi baru pertelevisian.

Sebagai luxury good, Samsung Series 9 LED 55 inci adalah televisi generasi baru. Yang mengesankan, selama ini perusahaan teknologi dan elektronika Korsel ini menjalin kerja sama dengan Bang & Olufsen, perusahaan audio video ternama asal Denmark. Namun khusus untuk Series 9 ini, untuk pertama kalinya Samsung mengerjakannya sendiri.

Hasilnya, sebuah TV masuk kategori produk premium yang memberikan makna penting bagi penonton televisi di mana saja di dunia. Dirancang menggunakan bahan stainless stell pada bagian depan dan belakang, hasil yang mampu dicapai para perancang dan insinyur di Samsung adalah TV ajaib yang hanya memiliki ketebalan 8 mm.

Aksentuasi

Rancang desain TV Samsung ini pun mampu menghias desain interior yang menghasilkan sebuah sistem sinema rumah yang utuh dalam ukuran yang memadai menghadirkan pengalaman menonton berbagai tayangan menjadi berbeda dengan sebelumnya.

Secara bersamaan, Samsung Series 9 LED 55 inci ini pun tidak dirancang hanya menyaksikan televisi saja, tetapi juga mengikuti kemajuan teknologi komunikasi informasi. Ini yang menjelaskan berbagai rongga disediakan perangkat TV ini. Tidak hanya standar keperluan audio dan video saja, tetapi TV Samsung menjadi sentra digitalisasi yang mampu berhubungan dengan jejaring internet, komputer notebook, komputer tablet, dan sebagainya.

Artinya, anggota keluarga bisa menjadikan TV 55 inci ini sebagai jendela penting berinteraksi secara digital, menyaksikan tayangan video YouTube, mengakses situs-situs jejaring sosial digital seperti Facebook, atau memeriksa e-mail. Berbagai informasi menyemarakkan rumah tangga, tidak hanya melulu pada hiburan tayangan definisi tinggi (HD dengan resolusi 1080p).

Kombinasi rancangan TV sangat tipis mampu menghasilkan tampilan yang mengagumkan melalui detail yang sangat tajam pada tayangan Bluray, warna yang sangat kontras, serta sistem tata suara surround melalui teknologi pemrosesan suara Dolby Digital Plus dan SRS Theater Sound.

Tingkat kontras yang sangat dalam pada Samsung Series 9 LED 55 inci ini mampu menghilangkan persoalan yang selalu menjadi isu ketika menyaksikan tayangan definisi tinggi, seperti gelombang, pengotakan, atau guncangan pada gambar ketika menyaksikan tayangan definisi tinggi. Namun, pada film seperti Avatar berkualitas definisi tinggi, persoalan ini ternyata tidak muncul bahkan tingkat kebisingan yang diakibatkan pada kompleksitas warna maupun kualitas yang ingin ditampilkan oleh video definisi Bluray.

Samsung Series 9 juga disebut sebagai C9000, serta berbagai fitur futuristik di dalamnya memiliki aksentuasi estetika sangat tinggi menjadikan produk ini sejajar dengan kemewahan tampilan jam Rolex atau mobil Ferrari. Kemewahan ini diraih melalui tidak hanya rancang desainnya yang memang mewah, tetapi juga kualitas yang dihasilkannya mampu mendudukkan produk Korsel ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kemewahan.

Tablet Semakin Menjamur dan Tren di Masyarakat

Munculnya iPad tahun lalu memang fenomenal, sekalipun ide membuat tablet itu sudah ada sekitar 10 tahun lalu. Sukses ini menjadi tren dan sekarang mulai muncul pesaing-pesaing tablet bikinan Apple itu dari berbagai sistem operasi dan variasi tampilan yang menawan. AW Subarkah

Bahkan tablet atau ”sabak elektronik” iPad sudah menjadi impian penggemar gadget, setidaknya bagi para pengguna iPhone, ponsel pintar yang juga buatan Apple. Bahkan, tidak jarang bagi yang berduit memburunya sampai ke luar negeri, setidaknya ke Singapura.

Namun, pada awal November lalu muncul pesaing baru dengan menggunakan sistem operasi berbeda. Setidaknya selain Galaxy Tab dari Samsung, juga ada Handroid dari perusahaan lokal CSL, mereka ini menggunakan sistem operasi Android, sebuah sistem operasi open source yang dimotori Google.

Sementara saat itu pengguna BlackBerry juga sedang menunggu-nunggu sabak-e (sabak elektronik) keluaran perusahaan Kanada itu. Perangkat yang disebut Playbook itu menjadi andalan bagi perusahaan Research in Motion (RIM), Kanada, untuk mengisi kebutuhan gadget kelas sabak.

Belum lagi Microsoft sebagai pencetus konsep sabak-e, tahun ini akan ikut terjun dengan sistem operasi Windows 7 melalui beberapa vendor. Setidaknya raksasa komputer dari Asia, seperti Acer dan Asus, akan menurunkan versi Windows 7, selain juga HP yang sedang sibuk mempersiapkan sistem operasi Palm.

Dari peta ini saja sudah terlihat betapa serunya persaingan global pada kelas sabak mulai tahun ini. IPad yang sudah melenggang setahun lebih awal akan menghadapi persaingan yang sangat berat. Bahkan, persaingan ini tidak hanya terjadi antarsistem operasi pada sabak-e, tetapi juga menekan keberadaan netbook yang sempat mengisi pasar notebook mobile beberapa tahun ini.

Pada awalnya netbook sepertinya dimaksudkan untuk mengisi kebutuhan notebook yang ringan dan mudah dibawa-bawa serta untuk tugas yang tidak berat. Namun, hadirnya sabak-e iPad membuat produsen netbook harus mendefinisikan ulang, paling tidak mendorong kecepatan lebih tinggi dan lebih banyak aplikasi sekelas notebook. Sebab, tablet yang baru sebagian sudah dilengkapi dengan papan ketik mekanis.

Android merajalela

Tidaklah mengherankan apabila munculnya gadget kelas sabak menjadi incaran para vendor komputer yang sangat tergiur untuk bermain di ranah perangkat bergerak. Setidaknya seperti Acer sudah mendahului dengan meluncurkan smarthandheld Liquid E, baru kemudian disusul Garmin-Asus.

Agresivitas mereka sedikit terhambat dengan kesiapan sistem operasi, bahkan Acer sempat menunda produk sabak-e-nya karena sistem operasi Android versi 3.0 atau Honeycomb belum siap. Sepertinya produk yang berafiliasi ke Google akan menghadang iPad dengan Honeycomb.

Kebanyakan sabak-e Android yang sudah keluar tahun lalu, seperti Galaxy Tab atau CSL, menggunakan sistem operasi versi 2.2 atau Froyo, beberapa malah masih v2.1 (Éclair). Setidaknya perlu di-upgrade ke v2.3 (Gingerbread) sebelum masuk ke v3.0 (Honeycomb).

Dari sisi mesin, sabak-e Android baru akan menggunakan prosesor dual-core 1 GHz dan ke depannya sedang dipersiapkan quad-core yang meningkatkan kecepatan secara dramatis. Meskipun kinerja sabak-e masih juga tetap bergantung pada jaringan komunikasi yang digunakan. Jika jaringan lelet, semua kecanggihan itu menjadi tidak berarti.

Yang menonjol dari sabak-e Android ataupun Windows 7 adalah kemampuan menyesuaikan dengan perkembangan jaringan. Di antaranya, siap diaplikasikan untuk jaringan long term evolution (LTE), jaringan nirkabel pra-generasi keempat (4G) yang baru dicoba tahun lalu di Jakarta. Ini sangat penting karena sabak-e memang dirancang sebagai perangkat komputer bergerak.

Termasuk seperti Motorola Xoom yang sudah dipersiapkan untuk bisa di-upgrade mengantisipasi hadirnya LTE agar tidak ketinggalan. Sabak-e ini, selain sudah Android versi Honeycomb, juga menggunakan prosesor dual-core Nvidia Tegra 2 berkecepatan 1 GHz.

Adapun soal media penyimpan sudah bukan masalah lagi. Dengan eXtended Capacity (SDXC) sebesar prangko itu mampu menyimpan dari 32 GB (gigabyte) sampai 2 TB (terabyte). Jelas kapasitas yang tidak bisa dipenuhi oleh CD-ROM yang pernah populer pada era notebook ataupun desktop.

Memang kartu SDXC saat ini masih mahal, dan yang sudah biasa digunakan adalah Secure Digital High Capacity (SDHC) yang sudah umum digunakan. Format SDHC yang menyimpan 4 GB-32 GB sama dengan format SD ataupun SDXC.

Inilah masa depan gadget yang sudah tampak semakin nyata di depan mata kita. Komputer bergerak adalah sabak-e. Hati-hati memilih, di negeri ini pun akan semakin banyak sabak elektronik dijajakan