Monthly Archives: October 2013

Koran dan Majalah Cetak Sudah Tamat dan Mati

Eric Schmidt, Executive Chairman Google, tidak melihat adanya masa depan untuk majalah versi fisik atau cetak. Menurut prediksinya, majalah akan segera tergantikan dengan perangkat tablet.

Prediksi perihal majalah diungkapkan oleh Schmidt saat berbicara pada konferensi Magazine Publishers Association. Saat itu, Schmdit banyak membahas mengenai masa depan dunia mobile dan bagaimana majalah dapat memanfaatkannya. Dalam pembahasan tersebut, ia cukup yakin masa depan majalah tidak akan lagi ada di dunia cetak, tetapi dalam tablet.

Prediksi Schmidt tersebut bukannya tanpa alasan. Menurutnya, tablet memiliki banyak fungsi yang tidak dimiliki oleh majalah fisik.

“Tablet saat ini lebih populer dibandingkan PC. Anda bisa membaca di produk ini, tablet mengetahui di mana Anda berada, dan memiliki akselerometer. Semua hal tersebut merupakan hal yang bisa dilakukan publisher pada tablet yang tidak bisa dilakukan di majalah cetak,” kata Schmidt, seperti dikutip dari Mashable, Jumat (25/10/2013).

Schmidt juga memprediksi, dalam lima tahun ke depan akan ada sebuah produk dengan desain mirip dengan tablet, memiliki kinerja yang tinggi, dan akan menggantikan media tradisional. Tablet tersebut akan memiliki aplikasi yang mengesankan, termasuk aplikasi majalah, yang akan mengambil keuntungan dari kegiatan sosial dan lokasi pengguna. Aplikasi tersebut juga akan menambahkan pengalaman interaktif.

“Ini seharusnya menjadi hal yang positif bagi publisher,” ujar Schmidt.

Penggunaan tablet juga diprediksi membantu pihak penerbit majalah dari segi dunia iklan.

“Dalam dunia periklanan online, sinyal lokasi mengizinkan Anda untuk memperbanyak target iklan dibandingkan iklan cetak saat ini. Lebih banyak target yang ada, akan lebih banyak pembaca yang mengklik, dan akan lebih banyak pengiklan yang menaikkan harga iklan,” tambahnya.

Tanda-tanda “kematian” majalah cetak seperti yang diramalkan Schmidt sebenarnya telah terlihat beberapa tahun belakangan. Beberapa majalah besar telah memutuskan menghentikan edisi cetaknya. Salah satunya adalah Newsweek. Setelah melayani pembacanya selama delapan dekade, majalah bergengsi dunia tersebut mengumumkan berhenti terbit dalam bentuk cetak dan beralih ke edisi digital pada akhir tahun 2012.

Google Luncurkan WiFi Passport Gratis Di Jakarta

Google melakukan uji coba layanan WiFi Passport di Jakarta yang memungkinkan pengguna perangkat Android terkoneksi internet dengan mudah. Uji coba WiFi Passport ini merupakan yang pertama di dunia.

Head of Communications Google Indonesia Vishnu Mahmud mengatakan, layanan uji coba ini melibatkan empat mitra, termasuk perusahaan penyedia jasa internet. Keempatnya adalah CBN, IBS, iPass, dan IndoMog.

Akses internet dari Google dan mitranya ini bisa diperoleh dengan memakai aplikasi WiFi Passport untuk tablet dan ponsel pintar bersistem operasi Android. WiFi Passport bisa diunduh gratis dari Google Play Store.

“Karena masih uji coba, WiFi Passport ini belum bisa digunakan oleh banyak orang dan hanya bisa digunakan oleh pengguna yang memiliki voucer khusus untuk aplikasi WiFi Passport,” kata Vishnu saat dihubungi KompasTekno, Senin (28/10/2013).

Voucer WiFi Passport yang disediakan IndoMog belum tersedia secara massal. Kode yang terdapat di voucer tersebut dapat dimasukkan di aplikasi untuk mendapat akses WiFi.

Kapasitas datanya tersedia dengan pilihan 3 GB, 7 GB, dan 10 GB. Layanan ini bisa dinikmati gratis selama 10 hari. Setelah itu, pengguna harus membayar Rp 20.000 untuk 20 hari dan Rp 50.000 untuk 50 hari.

Tertarik untuk mencobanya? Unduh aplikasi WiFi Passport di Play Store.

Windows XP Akan Dinon Aktifkan Serempak Pada Tanggal 8 April 2014

Bagi Anda yang masih setia dengan sistem operasi Windows XP, bersiaplah untuk segera memperbaruinya. Sebab Microsoft akan menonaktifkannya pada 8 April 2014. Windows XP merupakan operating system paling lama yang aktif, dibandingkan dengan teknologi iOs Apple yang hanya bisa bertahan paling lama 2 tahun sebelum harus diganti karena usang ketinggalan zaman.

“Daya tahan Windows XP semakin melemah, dipastikan tidak ada lagi perpanjangannya,” kata Windows Business Group Head Microsoft Indonesia Lucky Gani, di Jakarta, Jumat 18 Oktober 2013.

Menurut dia, pengguna Windows XP juga tidak mendapat fasilitas update secara offline. “Kalau tidak bisa lagi digunakan, itu merupakan risiko penggunanya,” ujar dia. Alasan lain tidak diperbaruinya sistem ini, menurut Lucky, karena usia Windows XP yang sudah uzur. Sistem operasi ini pertama kali diluncurkan pada 25 Oktober 2001.

Sebenarnya sistem tersebut updatenya sudah dimatikan sejak 2009. Namun atas tingginya permintaan konsumen, maka dilanjutkan kembali. Adapun jumlah pengguna Windows XP di Indonesia kini turun dari 38 persen menjadi 31 persen dari total jumlah pengguna Windows. Namun Lucky tidak bisa menyebutkan angka pasti jumlah pengguna Windows di tanah air.

Dia mengakui, konsumen masih menyukai versi lama Windows, salah satunya Windows 7 yang menjadi favorit di Indonesia. “Ini karena performanya lebih stabil, apalagi di 64 bit.”

Lucky berharap berikutnya masyarakat merasakan pengalaman menggunakan sistem operasi yang baru diperbarui, yaitu Windows 8.1. Sistem ini sudah bisa dinikmati di seluruh dunia secara serentak mulai Jumat 18 Oktober 2013.

Qualcomm Luncurkan Prosesor Qualcomm Zeroth Dengan Kinerja Seperti Otak Manusia

Produsen prosesor perangkat bergerak Qualcomm memperkenalkan teknologi yang sistem kerjanya serupa dengan otak manusia, yaitu Qualcomm Zeroth. Seperti seri terdahulunya, teknologi ini dirancang untuk memaksimalkan kecepatan dan efisiensi daya di perangkat.

“Dengan menggunakan teknologi kami, perangkat beroperasi dengan lancar dan memaksimalkan penggunaan baterai,” ujar Qualcomm melalui blognya, Jumat 18 Oktober 2013.

Alasan diciptakannya Zeroth yaitu karena perusahaan ingin menyesuaikan dengan peningkatan sistem komputasi di perangkat bergerak. “Kami ingin perangkat yang digunakan bekerja lebih cerdas, mengantisipasi kebutuhan penggunanya, serta adanya interaksi yang berjalan secara natural,” kata mereka.

Lewat blog tersebut, Qualcomm kemudian menjelaskan bagaimana latar belakang dibuatnya Zeroth. Pertama, adanya inspirasi mengenai pelajaran tentang hal yang bersifat biologis. Mereka menyatakan, persepsi yang dibangun oleh manusia serta kemampuan mempelajari hal yang bersifat bilogis, dapat diaplikasikan ke dalam teknologi prosesor.

Berikutnya adalah bagaimana prosesor bekerja seperti halnya manusia mengetahui isi dunia. Salah satu fungsi utama prosesor ini yaitu sama dengan bagaimana manusia mereplikasi efisiensi melalui indra, untuk mengkomunikasikan informasi. “Ahli saraf telah menciptakan model matematika secara akurat mengenai cara kerja saraf ketika mengirimkan, menerima, dan memproses informasi,” tulis blog tersebut.

Selanjutnya yaitu menciptakan dan menjabarkan Neural Processing Unit (NPU). Qualcomm berharap, Zeroth mampu mendefinisikan dan melakukan standarisasi arsitektur secara natural, yang mereka sebut sebagai NPU.

“Kami memandang NPU sebagai varian dari perangkat yang berbeda, namun dapat bekerja secara berdampingan dengan sistem yang ada di chipset.” Melalui cara ini, pengguna dapat mengembangkan program melalui bahasa pemrograman tradisional atau mendorong NPU untuk berinteraksi, seperti halnya perilaku manusia.

Cara Melacak Keberadaan Orang Lewat Nomor HP Tanpa Perlu GPS

Pengiklan dan instansi pemerintah tidak lama lagi bakal mampu melacak Anda secara online dengan mengidentifikasi ponsel Anda menggunakan accelerometer. Hal itu diungkap peneliti dari Stanford University dan Israel Institute of Technology.

Hristo Bojinov, salah seorang peneliti Stanford University, mengatakan tidak ada dua ponsel yang persis sama. Cacat kecil dalam accelerometer membuat setiap telepon unik. Hal itu memungkinkannya untuk diidentifikasi.

“Ini bisa memberikan cara bagi perangkat mobile agar teridentifikasi saat menjelajah Internet, tanpa bergantung pada cookie,” kata Bojinov, sebagaimana dikutip Mashable, Jumat, 18 Oktober 2013. “Kita bisa memikirkan beberapa kegunaan bagi individu, namun sebagian besar skenarionya untuk identifikasi perangkat dan pelacakan,” ia menambahkan.

Pengunjung laman tidak akan tahu bahwa mereka telah diidentifikasi, karena kebanyakan browser membuat data accelerometer tersedia untuk kode webpage tanpa memberi tahu pengunjung. Tidak banyak yang dapat dilakukan pengguna terkait hal itu, karena tidak ada cookie untuk dihapus atau pengaturan privasi yang diubah.

Namun metode ini belum sempurna. Untuk saat ini, Bojinov dan perusahaan telah membangun sebuah situs dasar yang mengumpulkan data. Anda harus meletakkan telepon datar di atas meja dan membaliknya setelah beberapa waktu sebelum situs itu dapat mengumpulkan informasi.

Hanya situs itu yang mampu mengambil data. Namun Bojinov percaya bahwa script pengambilan data sejenis dapat ditulis dan dimasukkan ke situs apa pun. Mereka juga sedang menyelesaikan suatu metode identifikasi yang dapat mengumpulkan data accelerometer yang serupa saat ponsel Anda berada di saku baju atau tas.

Review Nikon D5300 dan Spesifikasinya

Nikon baru saja memperkenalkan kamera Digital Single-Lens Reflex (DSLR) pertamanya yang dilengkapi fitur Wi-Fi, yaitu D5300. Kamera DSLR kelas menengah ini akan tersedia di pasaran mulai akhir oktober ini. Nikon D5300 menggunakan design body monohoque tanpa sambungan. Kamera DSLR ini tetap mempertahankan desain layar putar namun dengan ukuran yang lebih besar yaitu 3.2-inci, menggantikan layar putar Nikon D5200 yang hanya berukuran 3-inci. Nikon juga memperbaharui bagian handgrip Nikon D5300 agar lebih ergonomis dan memangkas bobotnya menjadi lebih ringan. Nikon D5300 memiliki bobot sekitar 479 gram, lebih ringan dari Nikon D5200 yang berbobot 555 gram.

Bisa dibilang Nikon agak telat membenamkan fitur WiFi ke dalam DSLR-nya. Pasalnya Sony sudah melakukannya setahun lalu dan Canon juga tengah membawa fitur itu melalui DSLR full-frame kelas atasnya pada September 2012. Ketika fitur nirkabel itu mulai digandrungi para pecinta fotografi, Nikon hanya menyediakan opsional wireless mobile adapter. Dan cara itu dirasa kurang efisien. Tahun lalu Nikon D5200 dihadirkan Nikon lengkap dengan dukungan aksesoris modul WiFi untuk terhubung ke perangkat iOS dan Android. Nah, untuk membuatnya lebih praktis Nikon kini merilis Nikon D5300 yang langsung dilengkapi modul WiFi terintegrasi untuk menggantikan Nikon D5200.

Lewat D5300, Nikon mempersembahkan DSLR yang solid dengan harga yang sepadan. Penerus dari Nikon D5200 itu dirancang untuk konsumen yang menginginkan kamera interchangeable-lens dengan kinerja baik dan kualitas gambar yang tajam. Kamera ini dibekali sensor 24,2 MP terbaru tanpa optical low-pass filter untuk menghasilkan gambar yang yang lebih tajam lebih detil. Kemampuan sensornya juga ditunjang dengan kinerja prosesor Nikon EXPEED 4 yang sama dengan Nikon Full Frame D800. D5300 merupakan kamera Nikon kedua yang menggunakan EXPEED 4.

Sementara untuk mendukung kinerja, D5300 dipersenjatai prosesor EXPEED 4, yang memungkinkan Anda merekam video 1080p dengan kecepatan 60 frames per second (fps) dan kecepatan memotret 5 fps. Prosesor ini juga menjadikan daya tahan baterai lebih lama, sehingga Anda bisa membidik sekitar 700 gambar (sekali isi ulang baterai). Dengan dukungan prosesor ini, Nikon D5300 menjanjikan performa di kondisi minim cahaya yang lebih baik dengan opsi ISO dari ISO 100 hingga ISO 12800 dan dapat diekspansi hingga ISO 25600. Anda juga dapat menggunakannya untuk merekam video pada resolusi Full HD 1080p dan memotret secara continuos dengan kecepatan 5 frame per detik.

Bahkan spesifikasi lainnya, menurut yang dilansir Engadget, Jumat (18/10/2013), D5300 memiliki layar 3,2 inci, fitur GPS terintegrasi, dan rentan ISO dari 100 sampai 12.800 yang bisa ditingkatkan hingga 25.600.

Untuk mempermudah pengguna yang belum menguasai kamera DSLR, Nikon melengkapi Nikon D5300 dengan sistem autofokus 39-titik yang merupakan sistem autofokus terbaik dikelasnya dan Scene Recognition System yang mengandalkan sensor metering 2,016-pixel RGB untuk menganalisa dan mengenali kondisi pemotretan. Dengan sistem ini, kamera dapat melakukan pengaturan exposur, autofokus dan White Balance secara otomatis untuk menghasilkan foto dengan hasil terbaik. Selain menjadi kamera DSLR Nikon pertama yang langsung dilengkapi modul WiFi terintegrasi, Nikon D5300 juga dibekali modul GPS yang berguna untuk menandakan lokasi pengambilan foto.

Nikon D5300 tersedia di akhir bulan Oktober 2013 dengan harga sekitar Rp 7,9 (body only) juta dan Rp 12 juta (body + lensa Nikkor 18-140mm f/3.5-5.6 VR). Tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu candy apple red, bluish-gray tone, dan black.

Nikon D5300
Sensor CMOS 24.2 megapixel DX-Format, tanpa optical low pass filter
Prosesor Nikon EXPEED 4
ISO 100-12800, dapat diekspansi hingga ISO 25600
Autofokus Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Center, Selective single-point, tracking, Single, Continuous, Face Detection, Live View
Lensa Nikon F Mount
Layar Layar putar 3.2-inci 1.037.000 titik.
Continuos Shoot 5fps
Video 1920 x 1080 (60, 50, 30, 25, 24 fps), 1280 x 720 (60, 50 fps), 640 x 424 (30, 25 fps)
Kartu Memori SD/SDHC/SDXC,
Konektivitas USB, HDMI, WiFi, GPS
Dimensi 125 x 98 x 76 mm
Bobot 479g