Monthly Archives: April 2011

Eset Indonesia Geluti Bisnis Toko Online

Distributor antivirus ESET, PT Prosperita-ESET Indonesia, mulai menggeluti bisnis “online” untuk memberikan kemudahan bagi para pengguna perangkat keamanan di Indonesia.

“Menyadari perkembangan yang semakin pesat di bidang pemanfaatan teknologi informasi, baik dalam bentuk penyimpanan, pengolahan data, maupun keamanan, ESET Indonesia kembali memberikan kemudahan bagi para `user` (pengguna, red.) di Indonesia dalam bentuk toko online” kata Direktur Marketing PT Prosperita-ESET Indonesia, Chrissie Maryanto, di Baturaden, Banyumas, Sabtu.

Menurut dia, toko online yang dapat diakses melalui internet ini memberikan kemudahan layanan 24 jam sehingga akan semakin memudahkan para pengguna perangkat keamanan ESET sesuai dengan kebutuhan.

“Karena ancaman dunia maya tidak mengenal ruang dan waktu maka demikian pula ESET Indonesia dalam melayani kebutuhan para penggunanya,” kata dia menjelasan.

Menurut dia, layanan pembelian secara “online” ini bekerja sama dengan aplikasi “share-it” lansiran Digital River GmbH sebagai sistem “payment gateway”-nya (cara pembayaran, red.) untuk menjamin keamanan bagi para pengguna dengan harga lokal yang hanya berlaku di Indonesia.

Selain itu, kata dia, antivirus ESET yang dibeli secara “online” tersebut dapat langsung diaktivasi dalam waktu singkat.

“Selain produk baru, tokoeset.com juga menyediakan `renewal` (produk yang diperbarui, red.) dan `serial number` secara instan dalam hitungan detik. Ini adalah salah satu bentuk nyata upaya kami untuk selalu melakukan peningkatan dalam layanan,” katanya.

Di samping penjualan produk, kata dia, pihaknya juga memberikan layanan purna jual secara “online” selama 24 jam melalui “Knowledge Base” (pengetahuan dasar, red.) ESET Indonesia.

Dalam hal ini, lanjutnya, para pengguna antivirus ESET akan dipandu dari mulai aktivasi sampai jika memerlukan “trouble shooting” (pemecah permasalahan, red)

Advertisements

Friendster Akan Segera Bangkrut dan Beralih Menjadi Penyedia Musik dan Games

Dahulu, sekitar sepuluh tahun lalu, sebelum Facebook “menjajah” dunia media sosial, Friendster-lah yang pertama kali memperkenalkan eksistensi seseorang di dunia maya.

Pada awal 2000-an, gagasan untuk menciptakan profil di jaringan sosial adalah hal yang tidak lazim dan membahayakan bagi kebanyakan orang. Namun, Friendster membawa sisi lain dari Internet. Di sini, setiap orang berwenang mengatur dengan siapa mereka ingin berkenalan, saling terhubung, dan berbagi. Melalui situs ini, setiap orang mulai membuka identitasnya, menjadikan Internet sebagai tempat berinteraksi, sehingga fisik menjadi sirna.

Perintis jejaring sosial itu berdiri pada 3 Januari 2001 dan hingga kini tercatat lebih dari 50 juta orang terdaftar sebagai anggotanya. Angka tersebut hanya sepersepuluh dari total “penduduk” Facebook. Di awal kedatangannya pada 2004, Facebook menyuguhkan suasana berbeda. Facebook membawa iklim yang lebih terbuka dan memiliki keunggulan dalam aplikasi.

Sempat menjadi situs terpopuler pada 2003, lambat laun pamor Friendster meredup. Jika pada 2008 dia pernah menduduki ranking ketujuh sebagai situs yang paling sering dikunjungi, kini, menurut situs penganalisis peringkat website, Alexa, peringkat Friendster terjun bebas ke posisi 1.009. Itu jauh di bawah Sina.com, sebuah website media sosial di Cina, bahkan situs Youporn.com.

Semakin jauh dari puncak situs top dunia, Friendster mulai menepi dengan menggarap layanan di wilayah tertentu. Kekalahan oleh MySpace dan Facebook di Amerika Serikat membuat situs ini “hijrah” ke Asia Tenggara. Di sini, Friendster lebih “dihargai”. Sekarang, lebih dari 90 persen pengguna situs yang bermarkas di Mountain View, California, ini berasal dari Asia.

Seiring dengan redupnya kedigdayaan Friendster, pada 10 Desember 2009, situs ini diakuisisi MOL Global, induk perusahaan penyedia pembayaran digital, MOL AccessPortal Berhad, yang bermarkas di Malaysia dengan nilai US$ 26,4 juta. Sejak itu, Friendster lebih mengedepankan layanan musik dan game. Sekadar informasi, pada 2003 sebenarnya Google sudah “melamar” Friendster dengan nilai US$ 30 juta. Namun, pinangan itu ditolak. Padahal, jika saat itu Friendster mau menerima, nilainya saat ini akan lebih dari US$ 180 juta.

Kemudian mimpi buruk itu datang. Selasa lalu, Friendster mengumumkan akan tutup buku pada 31 Mei 2011. “Kami akan menjadi situs hiburan sosial untuk bermain game dan musik,” kata Ganesh Kumar Bangah, Group Chief Executive Officer Friendster. “Kami juga akan memanfaatkan Facebook Connect.” Akibatnya, situs ini akan menghapus seluruh konten profil jejaring sosial, seperti pesan, komentar, foto, dan postingan blog. Namun, Friendster tetap memelihara akun yang terdaftar. Pengguna yang ingin “menyelamatkan” data mereka dapat menggunakan aplikasi exporter yang bisa diakses di http://apps.friendster.com/exporter.

Kepergian Friendster dari dunia media sosial membuat sebagian orang merasa kehilangan. “Di Friendster, saya pertama kali menulis surat cinta pada musim dingin tahun 2003,” tutur Jim Leija, yang saat itu sedang berpacaran dengan orang yang kini menjadi suaminya, Aric Knuth. Kendati selama empat tahun terakhir wanita 31 tahun ini sudah tidak menengok akun Friendster-nya, ketika mendengar situs ini akan tutup, dia merasa sedih. “Di sana ada memori yang menyimpan tahapan hidup kita.” Keputusan Friendster untuk undur diri dari dunia jejaring sosial sudah final. Kesimpulannya: Facebook menang.

Di Mana Friendster?

Mengutip hasil analisis situs Alexa, Friendster kini berada di peringkat 1.009 sebagai situs yang paling sering dikunjungi warga Bumi dalam tempo tiga bulan terakhir.

Berikut ini 10 tangga situs paling sering dikunjungi di dunia.
1. Google (google.com)
2. Facebook (facebook.com)
3. YouTube (youtube.com)
4. Yahoo! (yahoo.com)
5. Blogger (blogspot.com)
6. Baidu (baidu.com)
7. Wikipedia (wikipedia.org)
8. Windows Live (live.com)
9. Twitter (twitter.com)
10. QQ.COM (qq.com)

1.009. Friendster (friendster.com)

Di Asia, Friendster Berjaya

Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab masih lengket dengan Friendster. Pengunjungnya kebanyakan orang berpendidikan dan memiliki penghasilan kurang dari US$ 30 ribu. Mereka biasanya mengakses situs ini dari rumah atau sekolah. Inilah peringkat Friendster di lima negara itu.

1. Filipina, 15
2. Indonesia, 101
3. Malaysia, 142
4. Singapura, 224
5. Uni Emirat Arab, 336

AMD Luncurkan Radeon HD 6670 Berharga Murah Kurang Dari 1 Juta Rupiah

Rangkaian kartu grafis baru AMD Radeon HD 6670, HD 6570, dan HD 6450 yang diluncurkan hari ini harganya tak sampai 1 Juta Rupiah AS tapi handal untuk para gamer.

Siaran pers AMD yang diterima ANTARA News hari ini menyebutkan konsumsi kartu grafis itu berdaya listrik di bawah 75 watt dan tetap ideal untuk permainan high definition, pemutar video, dan aplikasi produksi.

“Pengembangan konten high definition dan 3D lebih menekankan pada kualitas pengalaman visual, dan kartu-kartu grafis AMD Radeon memberikan kualitas gambar terbaik di industri ini,” kata Matt Skynner, Corporate Vice President dan General Manager AMD Graphics Division.

AMD Radeon terbaru imenawarkan pengalaman bermain game tiga dimensi dan produktivitas lebih baik dengan teknologi AMD Eyefinity, menjadikan tiga monitor atau lebih ke satu permukaan yang sangat lebar.

Kartu grafis itu juga memberikan dukungan Stereo 3D untuk film-film Blu-ray 3D terbaru dan meningkatkan kualitas gameplay dengan teknologi AMD HD3D.

Terdapat juga AMD App Acceleration meningkatkan kecepatan browsing, memperbaiki kualitas special effect dan pemutaran video yang mulus tanpa putus-putus.

Lebih dari 50 aplikasi kini memanfaatkan keunggulan AMD App Acceleration, termasuk DivX, Internet Explorer, versi terbaru Google Chrome dan Mozilla Firefox.

Kartu-kartu grafis AMD Radeon HD 6450, HD 6570 and HD 6670 dapat dibeli melalui system builder dan toko-toko online terkemuka seperti Amazon, CyberPower, iBuyPower, Newegg, NCIX, dan TigerDirect.

“Ketika konsumen ingin mencari solusi gaming 3D stereo ataupun kartu grafis hemat energi dengan harga terjangkau, mereka bisa menikmati pengalaman visual yang menakjubkan dengan kartu grafis AMD Radeon HD 6000 Series ini.” ucap Bernard Luthi, Vice President of Marketing, Web Management and Customer Service, Newegg.com

Symantec: Jaringan Sosial Seperti Facebook Merupakan Lahan Empuk Bagi Pejahat Cyber

Berdasarkan laporan Symantec, popularitas jejaring sosial yang semakin meningkat telah menarik “malware” dalam jumlah besar.

Laporan itu diungkapkan dalam konferensi pers simposium Symantec yang diadakan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (27/4).

“Jejaring sosial ditambah rekayasa sosial sama dengan kompromi,” kata Raymond Goh, Regional Technical Director System Engineering, Symantec, dalam presentasinya.

Jejaring sosial terus menjadi kekhawatiran keamanan bagi perusahaan/organisasi ketika program jahat yang menggunakan situs jejaring sosial menginfeksi pengguna dalam serangan intensif yang terus menyebar.

Para “hacker” mengadopsi jejaring sosial, mereka menggunakan informasi profil untuk menciptakan rekayasa sosial yang ditargetkan. Informasi profil itu digunakan untuk melancarkan serangan-serangan terarah dan juga mengumpulkan informasi lain dari situs-situs jejaring sosial yang dapat secara tidak langsung digunakan dalam serangan-serangan terhadap perusahaan.

Para “hacker” bisa memanfaatkan URL yang dipendekkan karena calon korbannya tidak bisa secara cepat menentukan ke mana URL akan membawa mereka, sehingga berpotensi mengakibatkan “scam phising” atau infeksi malware.

Dalam keadaan normal, URL yang disingkat ini digunakan untuk mengirim link secara efisien di dalam email atau pada halaman web ke halaman web lain.

Menurut Symantec, secara global selama jangka waktu 3 bulan pada tahun 2010, sebanyak 65% link berbahaya dalam news feed yang diamati Symantec menggunakan URL yang dipendekkan. Dari jumlah itu, 73% diklik sebanyak 11 kali atau lebih dan 33% mendapatkan antara 11 hingga 50 klik.

Symantec juga mengungkapkan bahwa perangkat bergerak tak luput dari serangan “hacker”. Symantec memperkirakan serangan terhadap platform ini akan meningkat.

Kebanyakan serangan program berbahaya (malware) terhadap perangkat bergerak pada tahun 2010 adalah program Trojan Horse yang menyamar sebagai aplikasi sah/asli.

Menurut Symantec jumlah serangan berbasis web yang diukur per hari meningkat sebesar 93% pada tahun 2010 dibanding tahun 2009. Dua pertiga dari keseluruhan aktivitas ancaman berbasis web yang diamati Symantec secara langsung dikaitkan dengan kit serangan.

Kit ini kemungkinan bertanggung jawab untuk sebagian besar peningkatan itu. Toolkit Phoenix bertanggung jawab atas sebagian besar aktivitas serangan pada tahun 2010.

Kit ini, serta banyak kit lainnya, memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi kerentanan Java. Serangan berbasis web urutan keenam selama periode pelaporan juga merupakan upaya untuk mengeksploitasi teknologi Java.

Friendster Siapkan Desain Web Baru dan Akan Hapus Data Pengguna Lama

Friendster, situs pelopor jejaring sosial yang diluncurkan tahun 2002 sebelum era Facebook, sudah berjuang selama bertahun-tahun untuk melanjutkan keberadaannya.

Friendster Selasa (26/4) mengumumkan bahwa mereka akan segera mengungkapkan desain ulang yang ditujukan untuk memberi identitas baru Friendster – tetapi sebagai bagian dari pembaruan itu Friendster berencana menghapus data para pengguna yang tersimpan di situs itu.

Sebuah email dikirim pada Selasa kepada para pengguna terdaftar, memberitahukan untuk menantikan “situs Friendster yang baru dan disempurnakan dalam beberapa minggu ke depan”, kata CNN dalam laporannya.

Friendster juga memperingatkan mereka bahwa akun profil mereka yang ada saat ini, foto-foto, pesan-pesan, posting blog dan lainnya akan dihapus pada 31 Mei. Profil dasar dan daftar teman akan disimpan bagi setiap pengguna.

Friendster menawarkan aplikasi pengekspor dalam situs mereka yang memungkinkan para pengguna mengunduh konten mereka atau memindahkannya ke situs pihak ketiga seperti FLickr atau Multiply. Friendster tidak merinci identitas baru dimaksud, tetapi tampaknya memosisikan diri sebagai tujuan permainan tidak resmi.

Situs itu mengumpulkan hampir 50 juta dollar dari para penanam modal selama bertahun -tahun, tetapi masalah teknis dan kegagalan umum untuk bersaing dengan waktu ditakdirkan lari juga statusnya.

Traffic Friendster dan jumlah pengguna aktif tetap rendah. Pemilik saat ini, perusahaan internet Malaysia, MOL Global, membeli situs itu akhir tahun 2009 dikabarkan dengan harga 26 juta dolar.

Bila Friendster tidak mampu bangkit, ia akan menjadi korban lain dari kerajaan Facebook, yang hampir menendang pesaing lain seperti MySpace dalam upayanya menuju dominasi total Internet.

Game dan aplikasi lain sudah meledak dalam platform ini, melahirkan perusahaan seperti pembuat FarmVille Zynga dan bahkan berbagi hasil dari keuntungan mereka.

Facebook saat ini memiliki paten dari banyak fitur jejaring sosial yang kepopulerannya dibantu Friendster. Facebook diam-diam membeli portofolio paten Friendster dari MOL tahun lalu, memberi hak kepemilikan intelektual untuk penemuan seperti menghubungkan para pengguna dalam jaringan sosial, mengaitkan informasi terkait dengan database di luar, dan menarik para pengguna untuk mengunggah dan membagi konten mereka sendiri.

Penelitian Membuktikan Bahwa Pengguna Twitter Aktif Tidak Mampu Menjaga Hubungan dan Lebih Sering Masturbasi

Sebuah laman asmara OkCupid merilis penelitian menarik tentang hubungan asmara para pengguna aktif laman mikroblogging Twitter. Hasilnya, pengguna aktif Twitter cenderung berisiko putus pacaran atau tidak awet dalam percintaan.

Laman Mashable, Rabu (20/4), melaporkan OkCupid mengumpulkan data dari 834 ribu pengunanya. “Pengguna Twitter aktif memiliki hubungan singkat,” begitu OkCupid menyimpulkan.

OkCupid membagi dua kategori hubungan asmara penggunanya berdasarkan umur. Rata-rata pengguna Twitter berusia 18 tahun, memiliki ketahanan hubungan cinta selama 9 bulan. Sementara, pengguna aktif hanya bertahan satu semester.

Adapun bagi pengguna aktif berumur 50 tahun, rata-rata mampu menjaga hubungan hingga 15 bulan. Berbeda dengan pengguna tidak aktif yang mampu menjaga hubungan cinta rata-rata 17 bulan.

OkCupid dikenal sebagai laman kencan dan jejaring sosial yang mengedepankan kuis bagi pengguna terdaftar. Mereka mengklaim memiliki 3,5 juta pengguna. Selama ini, OkCupid memang rajin menerbitkan informasi mengenai tren dan statistik berkencan.

Para pengguna aktif Twitter juga memiliki kecendrungan lebih banyak melakukan masturbasi berdasarkan data 21.315 pengguna OKCupid. Pengguna Twitter aktif ini akan menggunakan 1-2 kali kesempatan untuk melakukan masturbasi dalam satu hari.

TV Berbayar Melalui Telkom Cable

Pilihan menikmati layanan televisi sudah semakin bervariasi. Kali ini, pemilik jaringan telepon kabel terbesar, PT Telekomunikasi Indonesia, semakin mendayagunakan jaringan kabel tembaganya, tidak sekadar sebagai alat komunikasi suara.

Memang, sebagai sarana layanan internet, sebenarnya juga sudah lama dilakukan dengan layanan Speedy. Namun, yang akan datang ini lebih atraktif, berupa layanan televisi melalui protokol internet. Layanan internet protocol TV (IPTV) ini merupakan layanan siaran TV interaktif berdefinisi tinggi (high definition/HDTV).

Telkom mengklaim, layanan ini tidak sekadar mendistribusikan konten televisi melalui internet. Pada dasarnya, ini merupakan layanan dari siaran radio dan televisi, video, audio, teks, grafis, dan data yang disalurkan kepada pelanggan melalui jaringan internet protocol (IP).

”Kami sudah punya pengalaman yang cukup dalam mengelola televisi berbayar melalui TelkomVision/Yes TV yang dikelola salah satu anak perusahaan Telkom, yaitu Indonusa Telemedia,” kata Rinaldi Firmansyah, Direktur Utama PT Telkom, dalam acara soft launching layanan IPTV Telkom di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Rinaldi mengakui, IPTV merupakan salah satu pilihan menarik untuk mengangkat kembali potensi bisnis telepon kabel menyusul kecenderungan penurunan penggunaannya. Rinaldi sangat optimistis seiring dengan upayanya terus-menerus memperluas infrastruktur jaringan akses pita lebar di sejumlah wilayah di Indonesia

Raksasa telepon kabel ini juga berupaya mengembangkan kapabilitas akses, antara lain melalui rencana pengembangan akses pita lebar, menambah cakupan kapasitas true broadband atau akses dengan kecepatan 20 Mbps dan 100 Mbps. ”Pada tahun 2010, kapasitas true broadband yang baru mencapai 21 persen akan ditingkatkan menjadi 85 persen pada tahun 2015,” ujar Rinaldi.

Optimisme Telkom ini berdasarkan penetrasi TV berbayar di Indonesia yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara Asia lain. Diperkirakan penetrasi baru 2 persen, jauh di bawah Malaysia yang sudah mencapai 60 persen. Potensi pasar di Indonesia cukup besar mengingat perumahan yang memiliki TV lebih dari 60 juta. Sementara jumlah televisi yang beredar di masyarakat saat ini lebih dari 120 juta unit.