Category Archives: Toko Online

Konsumerisasi Menjadi Tantangan Dunia Teknologi Informasi

Dalam salah satu proyeksinya, lembaga riset Gartner mengungkapkan bahwa konsumerisasi akan menjadi tantangan bagi dunia teknologi informasi pada 10 tahun mendatang. Keamanan menjadi faktor yang krusial.

“Kini yang menjadi pembicaraan adalah vendor-vendor seperti Google dan Apple,” kata Business Manager Trend Micro Indonesia, Aulia Fajar Huriadi, saat memaparkan hasil riset di kantor Trend Micro, di The Plaza Office, Jakarta, Selasa, 29 Mei 2012.

Aulia mengatakan konsumerisasi itu selain didorong perkembangan teknologi juga faktor harga perangkat mobile yang semakin terjangkau. Dia mencontohkan bagaimana prosesor quad-core kini sudah bisa dijumpai dalam ponsel cerdas. “Semua itu ada dalam genggaman,” katanya.

Kondisi ini, katanya, membuat perubahan perilaku. Kalau dulu semua terjaga dan terkontrol karena menggunakan desktop kantor, kini secara perlahan menjadi personal. “Kini orang membawa iPad atau Galaxy Tab ke kantor, yang itu juga digunakan untuk bekerja,” katanya.

Aulia mengatakan ada semacam tantangan, antara kebutuhan kantor berhadapan dengan kepentingan personal. “Bagaimana agar kontrol dan keamanan tetap terjaga,” katanya.

Lewat perangkat mobile, baik itu ponsel cerdas maupun tablet, orang kini dengan leluasa mengakses Google, Skype, YouTube, serta menggunakan layanan cloud seperti DropBox. “Ini membuat IT kehilangan kontrol, orang bisa menaruh data di wadah yang bisa saja bocor ke mana-mana,” katanya.

Bagi kawasan Asia Pasifik, konsumerisasi bisa dilihat dari jumlah pelanggan mobile yang mencapai 2,9 miliar pelanggan. Dan pada saat yang sama Trend Micro menemukan ada 5000 aplikasi berbahaya di Android, serta ada 17 aplikasi mobile berbahaya yang sudah diunduh sebanyak 700 ribu kali.

Sejalan dengan tren tersebut, Trend Micro juga akan fokus menggarap segmen konsumen, selain kelas perusahaan yang selama ini menjadi target Trend Micro. “Kami akan memperkuat brand Trend Micro di kelas konsumer,” kata Country Manager dan Regional Director South East Asia Region, David Rohan.

Daftar Merek Online Pemenang Indonesia Brand Champion Award 2012

MarkPlus Insight dan Marketeers hari ini, Kamis ( 23/2/2012 ), mengadakan “Indonesia Brand Champion Award 2012 .” Pemilihan pemenang dilakukan melalui survei yang berlangsung tanggal 10-14 Februari 2012 .

Chief Business Officer MarkPlus Inc, Taufik, mengatakan, merek-merek yang terpilih sebagai pemenang memang kurang lebih sama seperti tahun-tahun lalu.

Namun, kata dia, yang patut dicermati adalah bagaimana merek seperti Nokia ataupun Blackberry yang cukup menurun kinerja secara global tetap bertahan sebagai merek yang banyak dipilih di Indonesia.

“Di tingkat global, Nokia sedang turun. Tapi masih kuat di lokal,” ujar Taufik kepada Kompas.com, usai acara Indonesia Brand Champion Award 2012 , di Jakarta, Kamis.

Survei dilakukan terhadap 635 responden melalui telepon dan internet, di enam kota besar yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, dan Makassar.

Survei juga dilakukan sebagai bagian dari studi pasar mengenai ” Merek dalam Persaingan Berebut Kue Netizen dan Mobile Market Indonesia.”

Detil pemenang di setiap kategori sebagai berikut:

  • Brand Champion of Telecomunication Most Widely Used of Global Brand Mobile Phone: Nokia, Blackberry, Samsung, Sony Ericcson, dan LG
  • Brand Champion of Telecommunication Most Widely Used of Local Brand Mobile Phone: Esia, Nexian, CrossX, Flexi, dan CSL Blueberry
  • Brand Champion of Telecommunication Most Widely Used of GSM Operator Brand: Simpati, IM3, XL, 3, dan Axis
  • Brand Champion of Telecommunication Most Widely Used of CDMA Operator Brand: Flexi, Esia, dan Smartfren
  • Brand Champion of Telecommunication Most Widely Used of Mobile GSM Internet Provider Brand: Telkomsel Flash, XL, IM3, 3, dan Axis
  • Brand Champion of Telecommunication Most Widely Used of Mobile CDMA Internet Provider Brand: Smartfren, Flexi, Esia, StarOne, dan Ceria
  • Brand Champion of Telecommunication Most Widely Used of Cable Internet Provider Brand: Speedy, Fastnet, Indonet, dan Radnet
  • Brand Champion of Gadget Most Widely Used of Notebook Brand: Acer, Toshiba, Asus, Hawlett Packard, dan Axioo
  • Brand Champion of Gadget Most Widely Used of Netbook Brand: Acer, Hewlett Packard, Asus, Lenovo, dan Advan.
  • Brand Champion of Gadget Most Widely Used of Tablet PC Brand: Samsung, Apple, dan Acer
  • Brand Champion of Content Provider Most Popular Online Shop Brand: Tokobagus.com, Kaskus.us, Bhinneka.com, Bekas.com, dan Rakuten.co.id.
  • Brand Champion of Conten Provider Most Popular Online News Provider Brand: Detik.com, Kompas.com, Vivanews.com, Yahoo.co.id, dan Okezone.com.

Windows Akan Buka Toko Online Untuk Windows 8

Februari 2012 Microsoft akan meluncurkan versi beta (uji coba) Windows 8 ke khalayak ramai. Di bulan yang sama, Microsoft juga berencana untuk meluncurkan Windows Store.

Windows Store akan berfungsi sebagai pusat download berbagai aplikasi untuk PC, notebook, dan tablet yang memakai sistem operasi Windows 8. Tak jauh berbeda dengan iTunes App Store yang dimiliki Apple.

Developer aplikasi yang ingin masuk ke Windows Store bisa mengikuti kontes aplikasi pertama yang diadakan Microsoft di buildwindowscontest.com/. Nantinya, pengembang akan dikenai biaya registrasi 49 dollar AS (untuk individu) dan 99 dollar AS untuk perusahaan.

Ada banyak skema penjualan yang bisa digunakan di Windows Store. Developer bisa menawarkan aplikasi gratis, aplikasi trial (dengan batasan waktu penggunaan), ataupun aplikasi berbayar.

Untuk aplikasi berbayar, penjualan di bawah 25 ribu dollar AS akan dikenakan pembagian keuntungan 70/30 dengan keuntungan terbesar bagi developer. Jika penjualan sudah mencapai lebih dari 25 ribu dollar AS maka pembagian keuntungan naik menjadi 80/20.

Namun selama periode beta (sejak Februari 2012) hingga saat Windows 8 resmi diluncurkan, hanya aplikasi gratis saja yang ditawarkan. Setelah Windows 8 launching resmi dan apikasi berbayar dikeluarkan, pembayaran untuk Windows Store akan menggunakan berbagai metode, termasuk lewat PayPal.

Seperti halnya Apple App Store, Windows Store juga akan menjamin keamanan transaksi pembayaran para pengguna dan memastikan mereka tidak mendownload malware. Sebanyak 231 negara akan bisa menggunakan Windows Store dan pengembang bisa memilih apakah aplikasinya bisa digunakan di semua negara atau hanya negara-negara terpilih. Belum disebutkan negara mana saja yang akan bisa memakainya.

Di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2012, Microsoft memastikan kehadiran versi beta Windows 8 pada akhir Februari mendatang. Satu hal yang menarik, Windows 8 akan dilengkapi toko online “Windows Store” yang menyediakan beragam pilihan aplikasi yang gratis maupun berbayar.

“Windows Store akan dibuka di akhir Februari dan pada kesempatan pertama akan tersedia sejumlah aplikasi gratis,” kata Tammi Reller, Chief Marketing Officer Windows, di Las Vegas, Senin (9/1/2012).

Ia menambahkan, toko aplikasi online tersebut akan tersedia secara global untuk semua bahasa yang selama ini didukung Windows dan lebih dari 200 negara di dunia.

Windows Store menurut Tammi Reller dirancang untuk memenuhi kebutuhan semua orang baik untuk hiburan maupun mendukung pekerjaan. Karena itu, aplikasi yang tersedia bukan hanya untuk kalangan konsumen biasa.

Pelaku bisnis juga dapat memasukan update aplikasi atau aplikasi untuk kebutuhan produktivitas di sana.

Pada kesempatan tersebut, ia memamerkan aplikasi game Cut The Rope yang dikembangkan ZeptoLab. Game yang menatang pemain untuk memutus tali agar bandul yang menggantung di ujungnya bisa dimangsa makhluk yang menjadi lakon tersebut dijual seharga 1,49 dollar AS di Windows Store.

Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana skema pembayaran di Windows Store dan berapa banyak aplikasi yang tersedia saat Windows 8 diluncurkan kelak.

Windows Store merupakan toko online yang dirancang khusus di Windows untuk aplikasi-aplikasi berbasis desain Metro style. Untuk menarik minat para pengembang software, beberapa waktu lalu Microsoft membagikan reference hardware berupa tablet buatan Samsung yang telah dilengkapi Windows 8 pre-development edition dan SDK (software development kit) untuk membuat aplikasi di Windows 8.

Jasa Titip Menitip Online Yang Ternyata Mampu Memberikan Keuntungan Besar

Pernah dititipi orang sesuatu ketika berada di luar kota atau luar negeri? Mungkin yang terbayang adalah repot, berat, dan belum tentu orangnya mau membayar.

Apalagi yang menitip adalah keluarga atau sahabat dekat? Pernah terpikir aktivitas ‘titip-menitip’ bisa menjadi sumber penghasilan? Biztip.com akan menjawabnya.

Bistip.com sebagai Peer to Peer Courier Service merupakan situs yang memberikan kesempatan bagi pelawat (traveler) untuk menyampaikan kepada seluruh dunia bahwa dia sedang berada di suatu tempat dan akan kembali dalam kurun waktu tertentu, dan tentu saja siap dititipi membeli barang yang Anda inginkan.

Bagi siapapun yang ingin menitip sesuatu dari traveler ini, akan dikenakan biaya sesuai dengan keinginan traveler. Misalnya ada orang yang sedang berada di Singapura dan akan kembali ke Indonesia tiga bulan lagi, maka orang Indonesia yang mau menitip sesuatu seperti tas, sepatu, atau apapun bisa menginformasikan ke orang yang di Singapura tersebut.

Ketika orang yang di Singapura datang dan membawa barangnya, yang menitip harus membayar harga barang plus komisi sebesar yang diinginkan oleh traveler. Biasanya kesepakatan dilakukan di awal transaksi.

“Ada yang membayar sampai berkali-kali lipat karena saking senangnya mendapat barang yang diinginkan,” ujar William, pendiri Bistip.com, saat menjadi pembicara dalam Sparx Up Seminar “Gamification and Cnvergence” di International Design School, Jakarta, Jumat (23/12/2011).

William menambahkan, keberhasilan konsep yang ditawarkan Bistip.com telah membuat situs ini memiliki lebih dari 3600 anggota tersebar di 237 kota di 47 negara. Selain pembayaran di tempat, sistem pembayaran yang sudah bisa menggunakan BCA dan PayPal juga menjadi pendukung keberhasilan Bistip.com di berbagai negara.

Bistip.com yang dirintis pada Juli 2011 merupakan pemenang Sparx Up Awards 2011 untuk kategori Best User Generated Content dan mendapat gelar Most Promising Start Up 2011.

Kehadiran William di seminar Sparx Up yang disponsori oleh Kompas.com ini adalah untuk menginspirasi teman-teman lain yang belum mendirikan startup untuk berani memulai dan berani mengambil pangsa pasar internasional.

Konsep sederhana yang ditawarkan Bistip.com memberi contoh bahwa untuk “Go International” ternyata tidak sesulit yang disangka. Ajang SparxUp Award telah mencapai puncaknya, Jumat (21/10/2011) malam. Dua startup berhasil meraih penghargaan sebagai Best Most Promising Startup dan Best Rising Star, menggondol sejumlah hadiah berupa uang tunai, trophy serta kesempatan mendapatkan coaching dari para pakar dalam bisnis digital untuk membantu mengembangkan bisnis.

Gelar Best Most Promising Startup berhasil diraih oleh Bistip.com. Situs ini menyediakan layanan titip-menitip barang dan menyebutnya social marketplace. Lewat situs ini, satu pengguna bisa menitip barang pada pengguna lain yang sedang bepergian ke suatu tempat. Deal soal pembayaran, pengiriman dan sebagainya bisa diselesaikan sesuai cara pengguna.

Saat ini, Bistip.com sudah memiliki sekitar 2500 Bistiper, istilah yang dipakai untuk pengguna Bistip. Cukup banyak transaksi yang terjadi. Di setiap transaksi yang berjalan baik, penitip bisa member reputasi bagus pada si pembawa barang. Selain meraih Best Most Promising Startup, Bistip juga meraih Best Social Network dan Best User Generated Content dalam ajang SparxUp kali ini.

Sementara itu, gelar Best Rising Star diraih oleh Andtechnology.mobi, sebuah perusahaan penyedia solusi mobile. Andtechnology bisa mengembangkan solusi mobile untuk beragam aplikasi dan platform sistem operasi. Beberapa solusi yang telah dikembangkan saat ini mencakup bidang kesehatan dan minuman.

Dalam ajang SparxUp 2011, Andtechnology menang berkat produknya yang dinamai Blink Kontrol. Produk yang terdiri dari rangkaian hardware, smartphone Android, dan aplikasi ini memungkinkan penderita stroke untuk berkomunikasi dan melakukan aktivitas tertentu. Cukup mengedipkan mata, maka penderita stroke bisa mematikan AC misalnya.

Selain dua startup tersebut, sebanyak 23 startup lain juga menerima penghargaan SparxUp Award. Beberapa startup peraih itu adalah Ngaturduit.com, Ngomik.com, mobile game NyonNyonNyon dan Stack the Stuff, Bouncity, serta Inkuiri for BlackBerry.

Ajang SparxUp Award tahun ini telah memasuki tahun kedua di mana Kompas.com turut berperan sebagai penyelenggaranya. Tema “Innovate or Die” diusung dalam perlombaan tahun ini, menggarisbawahi pentingnya inovasi. Secara umum, produk-produk startup tahun ini sudah semakin orisinal dan menunjukkan inovasi.

Daftar Para Pemenang SparxUp Awards 2011 Yang Sukses Dan Dapat Layak Untuk Dicontoh

Ajang SparxUp Awards 2011 telah memasuki babak akhir. Setelah melewati masa penjurian, 10 hingga 14 Oktober 2011, akhirnya dewan juri memutuskan nama-nama pemenang. Para pemenang ini masih akan memperebutkan gelar Best of The Best tahun ini dengan mengikuti pitching di Kempinski Grand Ballroom, Grand Indonesia, Jumat (21/10/2011).

Pemenang yang terpilih menjadi “The Best Rising Star” akan mendapatkan total uang tunai Rp 150 juta, mendapat sesi mentoring selama 6 bulan, trofi, winner badge, dan publikasi. Sedangkan pemenang dengan gelar “The Most Promising StartUp” akan mendapatkan total uang tunai Rp 50 juta, mendapat sesi mentoring selama 6 bulan, trofi winner badge, dan publikasi.

Ada tiga pemenang untuk masing-masing kategori kecuali untuk kategori “Best WAP” yang jatuh ke satu pemenang saja. Total ada 25 startup dan produk yang mendapat penghargaan. Daftar para pemenang diantaranya sebagai berikut :

Best Portal:

Dealgoing.com
BisnisUKM.com
Telunjuk.com
Best Social Network:

Bistip.com
Jelajah.me
Sneepet.me
Best User Generated Content:

Bistip.com
Ngomik.com
Sribu.com
Best e-Commerce:

PesanDulu.com
MySellr.com
KlikHotel.com
Best Use of Tech:

Wooz.in
AndTechnology
sneepetUOT
Best Game:

NyonNyonNyon
Stack The Stuff
Mad Warrior
Best WAP:
Bouncity Mobile

Best Mobile:

Android Samsung Mobile Apps:

Android Base Link Control
NgaturDuit.com – Android App
Kurs Rupiah2.
General Mobile Apps:

Bouncity
CampusLife
Inkuiri for BlackBerry
Para pemenang dari 8 kategori masing-masing akan mendapatkan gratis satu tahun hosting VPS B senilai Rp 6 juta di Jagoanhosting.com, Samsung Galaxy S 5” Wifi (kecuali kategori General Mobile Apps), dan trophy, winner badge, serta publikasi.

Cara Mengikat Pembeli Toko Online Agar Selalu Berbelanja Di Toko Anda

Blibli.com boleh dibilang agak terlambat memasuki pasar e-commerce di Indonesia. Oleh karena itu, mereka mencoba cara kreatif untuk menarik dan “mengikat” pembeli.

Ivan W. Hudyana, Head of Marketing Blibli.com, menceritakannya pada seminar Sparx Up “Gamification and Convergence” di International Design School, Jakarta, Jumat (23/12/2011).

Ivan mencontohkan, saat menjual kamera, mereka membuat sebuah kompetisi foto. Bagi yang fotonya paling banyak disukai di jejaring sosial, berhak mendapatkan diskon terbesar.

Harapannya, sang pemenang memang betul-betul menyukai fotografi. Setidaknya, ia yang mendapatkan diskon memang ingin memiliki kamera.

“Kami tidak ingin orang belanja hanya karena tergiur diskon. Kami ingin orang belanja karena mereka memang butuh dan benda tersebut memang digunakan setelah dibeli,” ujar Ivan.

Contoh lainnya, saat menjual Samsung Galaxy Y mereka mengadakan game di page Facebook. Ini sesuai dengan target pasar Galaxy Y dari kalangan anak muda, mahasiswa dan SMA.

Di Facebook, calon pembeli bisa langsung melihat berbagai fitur Galaxy Y. Kemudian mereka harus membuat tulisan betapa inginnya terhadap ponsel itu. Tulisan yang paling menarik akan mendapatkan kesempatan diskon paling besar.

Strategi seperti di atas diklaim mampu menghindari/meminimalisir transaksi dengan calo atau pedagang yang mencari diskon hanya untuk dijual kembali.

Diskon Sekali Waktu

Selain itu, kadang Blibli memberi diskon 50 persen tetapi hanya selama beberapa jam. Jika jam promo lewat, maka harga produk akan kembali ke harga normal.

Untuk diskon sekali waktu seperti itu, pengumumannnya diadakan di stasiun radio dan media cetak. “Buat kami tidak rugi, karena kami menyasar target pembeli kami. Kami sudah memperhitungkan harga yang harus kami keluarkan, bahkan kami tidak beriklan di televisi,” jelas Ivan.

Prinsipnya, kata Ivan, selain edukasi tentang belanja pihaknya juga ingin menjaga hubungan baik. “Ketika produk tidak ada, kami akan memasukkannya ke request list sehingga ketika barang ada, kami langsung menghubungi orang yang membutuhkan,” tambah Ivan.

Ivan berharap, pembeli tidak akan pernah merasa rugi berbelanja di tempatnya. “Jangan sampai pembeli kami seperti pembeli diskon night sale. Semua yang diskon dibeli, tapi sampai rumah, semuanya tidak terpakai,” tutupnya.

Pria Lebih Suka Berbelanja Online dan Membeli Barang Mahal Menjelang Natal

– Studi tentang pola belanja online pada masa Liburan akhir tahun oleh Visa menunjukkan konsumen pria lebih cenderung memberikan hadiah lebih mahal untuk hadiah Natal dan Tahun Baru.

Direktur Utrama PT Visa Worldwide Indonesia, Ellyana Fuad mengatakan, berdasarkan survei Visa terlihat pemberian hadiah dari konsumen pria Indonesia lebih dari 30 persen, konsumen wanita sekitar 19 persen dan ibu 19 persen.

Dia mengatakan, itu menunjukkan di Indonesia, ikatan keluarga benar-benar kuat sehingga orangtua, pasangan, dan anak adalah penerima hadiah Natal yang diprioritaskan.

Ellyana menambahkan, orang-orang Indonesia cenderung lebih menghargai pasangan dan ibu mereka, karena itu mereka mendapatkan kado Natal yang termahal.

Untuk hadiah Natal, berdasarkan survei itu, ibu muncul sebagai penerima hadiah Natal paling diprioritaskan yaitu sebesar 45 persen, diikuti pasangan mereka sekitar 37 persen, dan ayah 33 persen. Sementara 30 persen responden mengatakan mereka berniat membeli hadiah untuk diri mereka sendiri.

Menurut Ellyana, masyarakat Indonesia membelanjakan rata-rata Rp4,85 juta untuk belanja hadiah Natal secara online atau meningkat 25 persen dibandingkan tahun 2010