Monthly Archives: March 2009

Cara Menyangkutkan Pin to Start Menu untuk Folder

Bakunya, perintah Pin to Start Menu hanya tampil manakala sebuah executable file diklik-kanan. Mungkin sudah banyak yang tahu kalau perintah ini untuk meletakkan shortcut aplikasi terkait langsung di menu Start Microsoft Windows Vista. Yang mungkin tidak banyak diketahui, perintah tersebut sebenarnya bisa juga difungsikan untuk folder.

Mau tahu bagaimana caranya? Simak di bawah ini.
1. Jalankan Registry Editor.
2. Masuklah ke subkey HKEY_CLASSES_ROOT-Folder-shellex-ContextMenuHandlers.
3. Lalu buatlah key baru dengan mengklik kanan subkey ContextMenuHandlers, disusul memilih opsi [New] > [Key].
4. Namai key baru tersebut persis seperti ini: {a2a9545d-a0c2-42b4-9708-a0b2badd77c8}. Biarkan nilainya tetap nol.
5. Tutup jendela Registry.

Kini jalankan Windows Explorer. Pilih salah satu folder, lalu klik-kanan pada folder tersebut sambil menahan tombol Shift. Nah, perintah Pin to Start Menu akan tampil di menu konteks. Kliklah perintah itu untuk meletakkan folder di menu Start. *

Advertisements

Kaspersky Mobile Security, Antivirus Ampuh untuk Ponsel

Saat ini, ponsel juga telah menggunakan sistem operasi terbuka seperti Symbian dan Windows Mobile, sehingga aplikasi buatan pihak ketiga bisa melengkapi kecanggihan dari fungsi standar pabrikan. Sistem operasi terbuka inilah yang akhirnya menjadi celah bagi masuknya program jahat, seperti virus, worm, dan juga Trojan horse.

Ngomong-ngomong mengenai virus ponsel, sebenarnya apa sih virus ponsel itu? Virus pada ponsel berarti segala program atau kode yang dapat menyebabkan aplikasi atau fitur ponsel tidak dapat digunakan semestinya. Biasanya virus disamarkan dalam bentuk yang menarik seperti game ataupun gambar. Supaya lebih menarik lagi, permainan ataupun gambar tersebut diselipkan kata-kata seronok.

Virus yang dapat menyerang ponsel dan PDA pertama kali ditemukan sekitar Juli 2004, saat ahli selular menemukan software yang mampu berpindah dan memperbanyak diri dengan perantara Bluetooth. Virus ini dinamakan Cabir. Setelah itu mulai bermunculan virus lain, seperti Commwarrior-A yang menyusup pada game The Mosquitos. Lalu muncul lagi virus ponsel yang dapat mengirim MMS otomatis ke nomor yang ada dalam inbox.

Virus bukan satu-satunya perusak ponsel. Ada worm atau cacing yang bertempat tinggal pada memori ponsel yang aktif dan bisa menduplikasi dengan sendirinya. Worm menyebar ke ponsel lain melalui e-mail, chatting, LAN, dan Bluetooth.

Berbagai Virus Ponsel
Contoh virus jenis worm ini adalah Cabir. Cabir menyebar melalui koneksi Bluetooth dan masuk ke dalam ponsel melalui inbox, misalnya berupa file dengan ekstensi sys (mirip aplikasi Symbian). Saat file sis tersebut diklik dan di-install, Cabir mulai mencari mangsa baru, yaitu ponsel dengan akses Bluetooth terbuka untuk menginfeksinya. Nama lain dari Cabir adalah SymbOS/Cabir.A, atau bisa juga dinamai Cabir.A,Worm atau bisa juga disebut virus Caribe.

Cabir akan mengaktifkan Bluetooth secara periodik sekitar 15-20 menit sekali. Tidak ada kerusakan file yang terjadi apabila ponsel kita terkena virus ini, tapi baterai akan cepat habis karena dipakai untuk mencari perangkat Bluetooth aktif lainnya. Untuk mencegahnya, yang dapat dilakukan adalah mematikan fitur Bluetooth di ponsel kita dan kita hanya mengaktifkan saat dibutuhkan saja.

Selain Cabir, salah satu jenis virus worm lainnya adalah Commwarrior yang menyebar melalui MMS dan koneksi Bluetooth. Setiap tanggal 14, ponsel akan me-reset dengan sendirinya. Nama lain dari Commwarrior antara lain adalah SymbOS/commwarrior.a.

Commwarrior menyebar dengan cara mengirim file yang menarik ke ponsel kita. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan tidak menggunakan Bluetooth secara sembarangan dan jangan menerima file yang tidak diketahui asal-usulnya.
Perusak ponsel lainnya adalah Trojan Horse. Trojan Horse adalah suatu program jahat yang berpura-pura ramah. Trojan dapat merusak program pada ponsel. Trojan tidak dapat menduplikasi dirinya seperti worm.

Salah satu jenis dari Trojan adalah Skulls dengan nama lengkap SymbOS.skulls. Nama lain dari virus ini adalah SKULLS.A. Skulls akan mengganti sistem di dalam ponsel dan menyebabkan icon menu utama berubah menjadi gambar tengkorak.

Tidak hanya gambar yang diubah, Skulls juga akan melumpuhkan aplikasi yang icon-nya tadi diubah. Jadi pada saat kita memencet icon dari aplikasi tersebut, maka akan muncul pesan sistem error. Terdapat tiga jenis skulls yaitu Skulls A, Skulls C, dan Skulls H. Cara mencegah virus ini adalah dengan menolak meng-install aplikasi ini dan selalu menutup koneksi Bluetooth saat tidak dibutuhkan.

Salah satu jenis virus Trojan lainnya adalah Doomboot. Virus yang bernama lengkap SymbOS.Doomboot.A. Cara kerja dari virus ini adalah dengan membuat file korup (rusak) dan setelah ponsel terinfeksi maka virus lainnya akan ditempatkan dalam ponsel kita. File yang korup tadi akan membuat ponsel tidak dapat melakukan booting.

Virus Doomboot masuk ke dalam ponsel dengan seakan-akan menyerupai game Doom versi Symbian. Virus ini sangat pandai menyaru, karena setelah ponsel terinfeksi, tidak ada tanda apa pun bahwa ponsel telah terinfeksi virus. Virus ini juga secara otomatis akan menyebar melalui Bluetooth dan mengakibatkan konsumsi baterai ponsel menjadi berlebihan sehingga baterai cepat habis. Doomboot akan membuat ponsel tidak dapat melakukan booting saat kita mematikan ponsel dan menyalakan kembali.

Cegah dengan Antivirus Canggih
Sebagai langkah antisipasi dari virus-virus di atas, Anda perlu meng-install antivirus. Salah satunya Kaspersky Mobile Security. Kaspersky adalah perusahaan antivirus dari Rusia. Awalnya, pada tahun 2004 mereka berhasil mendeteksi dan menghilangkan virus di ponsel bersistem operasi Symbian dan Windows Mobile. Virus yang dapat mereka atasi adalah jenis Trojan dan juga worm.

Dalam menangani virus, Kaspersky akan melakukan scanning terhadap semua file yang masuk ke ponsel. Saat terdeteksi ada virus, ponsel akan langsung berbunyi. Update-nya pun tersedia melalui GPRS. Di samping scan otomatis, Kaspersky juga menyediakan opsi untuk pemindaian virus secara manual.

Selain sebagai antivirus, Kaspersky Mobile Security menyediakan fitur pengamanan data dari pencurian. Melalui Kaspersky, Anda dapat memblokir ponsel dari jarak jauh dan mencari tahu di mana lokasi ponsel Anda.

Untuk menyediakan fasilitas ini, Kaspersky menggabungkan fitur SMS Block, SMS Clean, dan SIM Watch. Fitur SMS block secara otomatis akan memblokir ponsel dengan password yang telah ditentukan sebelumnya. Caranya dengan mengirimkan SMS ke ponsel yang baru hilang. Fitur SMS Clean secara otomatis akan mengosongkan semua isi ponsel dan kartu memori dengan SMS. Kedua fitur ini hanya berfungsi jika SIM Card Anda masih terpasang dan ponsel belum dimatikan oleh sang pencuri.

Jika kebetulan yang mencuri ponsel Anda buru-buru mematikan ponsel begitu dicuri olehnya, dan menggantinya dengan SIM Card lain, maka fitur SMS Watch akan bekerja. Kaspersky secara diam-diam akan mengirimkan SMS dari nomor sang pencuri dan mengirimkannya ke nomor Anda. Selanjutnya, Anda tinggal mengurus kartu baru dengan nomor yang sama, ke operator seluler yang Anda gunakan untuk menerima SMS Watch dari ponsel Anda. Dari data nomor telepon yang didapat, Anda bisa melacak di mana lokasi sang pencuri.

Selain itu, Anda dapat memanfaatkan Kaspersky sebagai penangkal spam. Seperti kita ketahui, sampa saat ini ponsel baru bisa memblokir telepon saja, tidak untuk SMS dan MMS. Nah, di sini Kaspersky menyediakan solusi untuk menangkal spam yang masuk melalui SMS dan MMS.

Yang unik, aplikasi ini juga bisa menyediakan firewall bagi ponsel Anda. Jadi Anda tak perlu khawatir akan terkena virus, saat mengakses internet dari ponsel.

Untuk meng-install aplikasi antivirus ke ponsel, unduh Kaspersky (kmsecurity_wm_sp_7.0.1.37_en.cab/sis, 508KB) dari situs http://www.kaspersky.com/productupdates?chapter=207716169. Setelah itu, pilih jenis sistem operasi, dan bahasa yang ingin Anda instalasikan, lalu salin file tersebut ke memori ponsel. *

Cara Menginstal Windows Dari USB Flash Disk

Ide artikel ini bermula saat ingin memasang Windows pada nettop Telebit Nucleom AG-100. Berhubung nettop tersebut tidak memiliki CD-ROM, InfoKomputer harus menggunakan CD-ROM eksternal. Baru kemudian terpikir, bagaimana jika proses instalasi menggunakan flashdisk? Solusi ini jelas lebih praktis dan murah, karena kita tidak harus membeli CD-ROM eksternal dan tinggal memanfaatkan USB flash disk yang harganya kian terjangkau itu.

Namun untuk melakukannya, kita tidak bisa cuma menaruh file dari CD installer Windows ke flash disk. Kita harus membuat flashdisk tersebut dikenali sebagai bootdisk terlebih dulu. Satu hal yang juga krusial adalah BIOS di notebook/netbook/PC yang akan kita install harus mendukung booting melalui flash disk. Sebenarnya nyaris semua produk baru sudah mendukung hal tersebut, namun kami sarankan Anda cek BIOS PC Anda terlebih dulu.

Jika memang bisa, berikut adalah daftar kelengkapan yang Anda butuhkan.
1. Sebuah PC dengan CD-ROM (untuk melakukan proses persiapan dan transfer file)
2. CD installer Windows XP atau Vista
3. Aplikasi pendukung berupa (ketiganya tersedia di DVD InfoKomputer edisi Februari):
a. USB_PREP8
b. PeToUSB
c. Bootsect.exe
4. Flash disk dengan kapasitas minimal 1GB

Beginilah cara memasukkan installer Windows ke dalam flash disk.

1. Copy file PeToUSB.exe ke dalam folder USB_prep8.
2. Jalankan file usb_prep8.cmd dengan cara klik dua kali. File tersebut berada di dalam folder USB_Prep8. Catatan: Jika PC Anda menggunakan Windows XP2, Anda perlu unblock file tersebut agar bisa berjalan. Caranya, klik kanan>Properties>Unblock
3. Nanti akan muncul file jendela seperti gambar di bawah.
4. Tekan Enter, dan akan muncul jendela.
5. Biarkan semua setting dalam kondisi default (kecuali jika Anda ingin mengganti label drive) dan tekan Start. Ini akan menformat flash disk Anda, jadi pastikan tidak ada file penting di flash disk tersebut.
6. Setelah proses selesai, JANGAN tutup jendela PeToUSB. Biarkan terbuka.
7. Buka command prompt (caranye klik Start>Run>cmd). Pada panel command prompt, masuk ke folder di mana file bootsect.exe tersimpan. Caranya, ketik “cd namafolder”. Sebagai contoh, karena file bootsect.exe berada di dalam folder bootsect yang berada di desktop, kami mengetik “cd desktop” lalu “cd bootsect” (keduanya tanpa tanda petik).
8. Jika bootsect.exe sudah ketemu, ketik “bootsect.exe /nt52 X:” (tanpa tanda petik). Catatan: X: menunjukkan drive untuk flash disk Anda, jadi cari tahu dulu nama drive-nya. Pada kasus kami, nama drive adalah L sehingga perintahnya menjadi “bootsect.exe /nt52 L:”
9. Jika langkah 9 dilakukan dengan benar, akan muncul pesan “Bootcode was successfully updated on all targeted volumes”. Tutup jendela command tersebut dan jendela PeToUSB. catatan: jangan menutup jendela USB_Prep8. Jendela USB_Prep8 harus tetap terbuka.
10. Ketika Anda menutup jendela PeToUSB, di jendela USB_Prep8 secara otomatis akan muncul pilihan menu seperti gambar di bawah. Jika tidak, coba tekan Enter.
11. Pada tahap ini Anda sebenarnya cuma melakukan setting untuk Prep8, cuma caranya adalah memilih berdasarkan nomor menu. Yang harus Anda ganti adalah:
a. Menu 1: memilih drive tempat Windows XP (atau CD-ROM Anda). Caranya klik 1, nanti akan keluar Explorer untuk memilih drive. Pilih nama drive (di PC kami adalah C).
b. Menu 2: memilih Virtual TempDrive, atau drive virtual di harddisk PC Anda sebagai tempat menyimpan data sementara (sebelum dipindahkan ke flash disk). Pilih drive yang tidak ada di PC Anda, misalkan drive T.
c. Menu 3: untuk memilih drive flash disk Anda. Tekan 3 dan pilih drive flash disk yang ingin Anda masukkan Windows.
d. Menu 4: menu ini untuk menjalankan proses selanjutnya. Jika sudah menjalankan menu 1 sampai 3, Anda langsung jalankan menu 4 ini.
12. Nanti akan muncul pop-up window yang akan langsung menghapus drive sementara (yang kita lakukan di menu 2). Tekan Yes.
13. Setelah itu, proses transfer file installer Windows berjalan. Ada dua proses terjadi di sini. Pertama proses transfer file dari CD-ROM ke harddisk, dan kedua dari harddisk ke flash disk. Lamanya proses tergantung kecepatan CD-ROM maupun flash disknya, dan dalam kasus kami sekitar 30 menit.
14. Setelah itu, kita tinggal tancapkan flash disk tersebut ke PC yang akan kita install, dan atur prioritas booting ke flash disk. Ketika dinyalakan, ada dua pilihan yang tersedia. Pilih pilihan nomor 1(TXT Mode Setup Windows XP).

Setelah itu, proses instalasi berjalan seperti biasa, termasuk melakukan proses booting ulang. Tidak ada yang perlu Anda lakukan di sini, cukup tunggu sampai proses instalasi selesai. Yang perlu diperhatikan adalah flash disk tidak boleh dicabut sampai proses selesai (sudah masuk Windows).

Nah, sekarang proses instalasi Windows bisa dilakukan meski Anda tidak memiliki CD-ROM. Praktis kan?

Cara Mengubah Text Menjadi Tabel

Suatu hari Anda mendapat tugas untuk membuat daftar karyawan dalam bentuk tabel. Anda pun segera menghitung jumlah kolom dan baris yang sekiranya akan terpakai. Namun jika data ternyata melebihi tabel tersebut, Anda harus kembali menyiapkan kolom dan baris yang baru. Lalu saat pemasukan data ke dalam tabel, jari Anda harus sering menekan-nekan keyboard atau mengklik tombol mouse hanya untuk berpindah antarkotak. Repot deh!

Ada cara yang lebih ringkas, yakni menggunakan fitur Convert Text to Table yang ada di Microsoft Word. Dengan fitur ini, Anda tidak perlu bersusah-payah menghitung jumlah kolom dan baris yang harus disiapkan sebelum memulai pengetikan. Keuntungan lainnya, selama pemasukan data berlangsung, jari Anda tidak perlu singgah ke area anak panah atau mengklik tombol mouse hanya untuk memindahkan pointer teks dari kotak yang satu ke lainnya.

Cara kerja fitur Convert Text to Table adalah mengubah sekumpulan teks yang dipisahkan oleh karakter tertentu yang unik. Melalui karakter inilah Microsoft Word akan memilah barisan teks menjadi kolom.

Untuk lebih mudah memahaminya, ikuti beberapa langkah ini:
1. Jalankan Microsoft Word dan siapkan sebuah dokumen baru.
2. Misalkan Anda ingin membuat tabel yang berisi data karyawan berupa nomor, nama, alamat, telepon, dan karakter unik yang digunakan adalah tanda baca koma (,). Contohnya:
Nomor, Nama, Alamat, Telepon
1, Budi, Jl. Raya No. 1, 654654
2, Wahyu, Jl. Becek 2, 865634
3, Olla, Jl. Buntu, 5862359
3. Setelah selesai, blok seluruh teks yang baru saja diketikkan. Melalui tab [Insert], pilihlah opsi [Table] > [Convert Text to Table…].
4. Berdasarkan contoh di atas, maka Anda membutuhkan 4 buah kolom. Untuk itu isikan angka 4 di combo box Number of columns.
5. Di bagian Separate text at, pilihlah opsi [Other] dan isikan karakter koma (,) sebagai pemisah antarkolom.
6. Tekan tombol [OK] untuk menutup boks sekaligus membuat tabel yang Anda inginkan.

Cara Mencetak Dokumen Secara Berurutan

Saat Anda mencetak dokumen tanpa menentukan halaman mana saja yang akan diproses, maka Microsoft Word akan mencetak dokumen dari halaman yang paling awal sampai akhir. Ini artinya Anda harus kembali mengurutkan dokumen yang tercetak secara terbalik karena saat proses pencetakan berakhir, halaman dokumen terakhirlah yang berada di atas.

Untuk mengatasi hal tersebut, lakukan sedikit konfigurasi di boks Options dengan mengaktifkan opsi [Reverse print order]. Melalui menu [File], pilihlah opsi [Word Options…] agar jendela Options ditampilkan. Carilah bagian [Print] dan beri tanda centang pada opsi [Print pages in reserve order]. Klik tombol [OK] untuk menutup boks ini.

Nah, dengan aktifnya fitur ini, maka tiap kali proses pencetakan dokumen berlangsung, Microsoft Word akan mencetak halaman secara terbalik (reverse), yaitu dari halaman terakhir sampai halaman awal dokumen.

Cara Mencetak Style Ke Printer

Setiap kali menyetak ke printer, Anda selalu mendapatkan berkas dalam keadaan tercetak rapi. Konsep WYSIWYG (What You See Is What You Get) yang sempat populer di penghujung tahun 80-an ini selalu menjadi pegangan di Microsoft Word. Hasilnya, apa yang Anda lihat di lembar dokumen Microsoft Word di monitor, itulah yang akan Anda dapatkan dalam versi cetaknya.

Konsep ini punya sedikit kelemahan. Anda yang masih sedikit awam dengan komputer tidak akan dapat mengetahui secara langsung format dan style apa saja yang digunakan dalam dokumen tercetak. Untuk dapat mengetahuinya Anda harus membuka dokumen versi digital dan melihat formatnya satu per satu via Microsoft Word.

Cara terbaik untuk menutup kelemahan ini adalah dengan mencetak dokumen beserta informasi style yang digunakan dalam dokumen. Dengan begini, Anda dapat mengetahui format apa saja yang digunakan dalam sebuah dokumen.

Berikut adalah lima langkah mudah untuk mencetak dokumen beserta informasi style-nya:
1 Klik [File] > [Open] kemudian pilih nama file yang akan dicetak.
2 Setelah dokumen terbuka, klik menu [File] > [Print] > [Print].
3 Dalam jendela Print, carilah combo box Print what, kemudian ganti opsi Document menjadi Styles.
Tekan [OK] untuk memulai pencetakan.

Cara Membuka Document Yang Corrupt

Saat bekerja dengan Microsoft Word mungkin Anda pernah mengalami hal ini. Dokumen yang ingin Anda akses tiba-tiba rusak dan tak bisa dibuka. Dengan kondisi begini pasti Anda akan panik. Apalagi jika file tersebut adalah file penting, dan tidak ada file back up-nya.

Jangan berkecil hati dahulu! File yang rusak tersebut mungkin saja masih dapat diperbaiki dan diperbaiki dengan Text Recovery Converter. Caranya menggunakannya sebagai berikut:
1. Buka program Microsoft Word, lalu klik [File] > [Open].
2. Pilih file dokumen yang rusak tersebut.
3. Klik panah kecil yang ada di sisi kanan tombol [Open].
4. Pada menu drop down yang terbuka, pilih [Open and Repair].
5. File Anda yang rusak akan terbuka kembali. Tapi perlu diketahui, tingkat keberhasilan perbaikan ini tergantung dari seberapa besar kerusakan file Anda.