Monthly Archives: June 2015

Ada Fitur Khusus Gosip dan Private Chat di BBM Terbaru

BlackBerry Messenger (BBM) selama ini sudah menyediakan sejumlah fitur untuk obrolan privat seperti Timed Message yang secara otomatis menghapus pesan dan foto terkirim setelah beberapa waktu, juga Message Retraction untuk menarik kembali pesan terkirim. Tapi privasi penggunanya masih belum benar-benar terjamin karena lawan bicara bisa mengambil screenshot untuk merekam pembicaraan sebelum sempat terhapus atau ditarik kembali.

Inilah yang coba diatasi lewat fitur baru bernama Private Chat. Sebagaimana dituangkan dalam blog resmi BlackBerry, Private Chat menyembunyikan identitas para pengguna BBM yang terlibat dalam sebuah sesi obrolan privat, termasuk nama dan profile picture.Pengguna pun bisa bebas bergosip tanpa perlu khawatir identitasnya bakal ketahuan, kalaupun isi obrolan disimpan dengan cara screenshot.

BlackBerry mencontohkan penggunaan Private Chat dalam pembicaraan dua orang karyawan, di mana salah satunya mengatakan ingin berpura-pura “sakit”, seperti bisa dilihat dalam gambar di bawah. “Anda lihat bedanya? Tak ada nama, foto profil, dan obrolan pun langsung dihapus dalam waktu singkat. Screenshot kini tak berguna karena tak ada yang tahu siapa yang terlibat dalam obrolan itu!” tulis BlackBerry.

Private Chat telah mulai tersedia untuk aplikasi BBM di BlackBerry 10, Android, dan iOS. Tapi fitur yang satu ini mesti diperoleh dengan cara berlangganan paket Privacy and Control seharga 1 dollar AS (Rp 13.300) per bulan.

Paket Privacy and Control yang menggantikan paket Timed and Retracted Message berisi sejumlah fitur berbayar lainnya, termasuk Timed Message, Retract Message, dan Edit Message untuk menarik pesan dan menyuntingnya sebelum dikirim kembali.

Profile Elaine Andriejanssen Wanita Beruntung Asal Indonesia Yang Menikah Dengan Pendiri Facebook

Elaine Andriejanssen adalah wanita asal Indonesia yang akan dinikahi salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin. Siapa sebenarnya sosok wanita keturunan China tersebut? Sayangnya, tidak banyak informasi yang diketahui mengenai Elaine. Di akun LinkedIn, diinformasikan kalau Elaine bekerja sebagai Quantitative Research Analyst di Franklin Templeton Investment, sebuah perusahaan investasi global.

Kemungkinan, Elaine bertemu dengan Saverin di acara bisnis di Singapura. Saverin yang kekayaan terakhirnya di kisaran USD 1,2 miliar, memang termasuk gemar mengikuti perkembangan dunia startup dan kabarnya tak segan menjadi investor. Masih di LinkedIn, Elaine adalah lulusan dari Tufts University di Massachusets, Amerika Serikat. Ia kuliah dari tahun 2002 sampai 2006 mengambil jurusan Ekonomi.

Elaine diketahui tinggal bersama keluarganya di Singapura. Kemungkinan ia sudah lama tinggal di negara tetangga itu karena menempuh sekolah menengah di Raffles Girls School. Elaine bertunangan dengan Saverin bulan Maret lalu di Bali. Sedangkan acara pernikahan mereka akan dilangsungkan di kota Paris, Perancis. Demikian seperti dikutip dari Malaysiandigest, Kamis (18/6/2015). Ada kabar gembira datang dari co-founder Facebook Eduardo Saverin. Bulan depan, pria asal Brasil ini akan melepas masa lajangnya.

Saverin yang saat ini berusia 33 tahun, mempersunting Elaine Andriejanssen, wanita Indonesia keturunan China yang tinggal di Singapura. The Strait Times, Kamis (17/6/2015) melansir, pasangan ini sebelumnya menggelar acara pertunangan mewah di Bali bulan lalu. Keduanya mengundang pemenang Grammy Awards John Legend sebagai salah satu pengisi acara.

Kegembiraan Saverin akan menikahi Elaine sudah diperlihatkannya melalui akun Facebook pribadinya. Dia menceritakan betapa bahagianya ketika Elaine menerima lamarannya. “She Said Yes!!! I am engaged to the love of my life. Excited for a life full of adventure, happiness and health,” tulisnya pada 28 Maret 2014.

Paris, Prancis akan menjadi saksi dipersatukannya pasangan ini dalam pernikahan. Mengingat waktu perhelatan yang kian dekat, saat ini keduanya sedang sangat sibuk dengan segala persiapannya. Saverin bertemu Elaine di Singapura. Saverin sendiri akhirnya menetap di Singapura sejak 2009 dan melepas statusnya sebagai warga negara Amerika Serikat.

Saat ini Saverin tercatat sebagai investor yang aktif memberi suntikan dana bagi sejumlah startup, antara lain layanan pencarian properti online 99.co dan e-grocer Singapura Redmart.

Blackberry Generasi Berikut Akan Memakai Android

Kabar mengejutkan datang dari produsen ponsel pintar BlackBerry. Menurut gosip yang berhembus, perusahaan ini bergerak untuk membuat perangkat genggam selain menggunakan sistem operasi buatannya sendiri. Dan memang bisa ditebak, ponsel yang akan dibuat itu kasak-kusuknya akan memakai sistem operasi yang tengah naik daun, Android. Artinya, akan ada ponsel BlackBerry dengan OS murni buataan Google tersebut.

Sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka belum berwenang untuk membahas masalah ini secara terbuka, mengatakan kepada Reuters bahwa langkah untuk menggunakan Android merupakan bagian dari strategi BlackBerry yang fokus pada perangkat lunak dan manajemen perangkat. Dengan langkah menggunakan sistem operasi Android, belum jelas benar apakah ini akan menjadi akhir dari sistem BlackBerry 10 yang gegap gempita diumumkan pada awal 2013 lalu.

BlackBerry 10 sendiri bukan sesuatu yang asing bagi Android. Karena sistem operasi ini memberikan jalan bagi aplikasi Android untuk bisa diinstal dan berjalan di perangkat tersebut, langkah itu juga sebagai bentuk agar BlackBerry 10 makin diminati oleh pengguna. Di bawah kepemimpinan CEO Jhon Chen, BlackBerry terus melakukan pembenahan setelah pangsa pasar mereka mengalami penggerusan dan hanya mampu merengkus 1 persen dari total di seluruh dunia.

Sementara itu, ketika hal tersebut dikonfirmasi ke pihak BlackBerry. Perusahaan berbasis di Ontario, Kanada ini, enggan memberikan jawaban pasti atas rumor yang berkembang tersebut. “Kami tidak mengomentari rumor dan spekulasi, tapi kami tetap berkomitmen untuk sistem operasi BlackBerry 10, yang menyediakan keamanan dan produktivitas manfaat yang tak tertandingi,” kata perusahaan dalam sebuah email.

Sudah bukan rahasia umum, saat ini aplikasi pesan instan tak lagi mengandalkan fitur bertukar pesan semata saja. Lebih dari itu, mereka memperluas layanannya dalam satu kesatuan platform. Seperti Line, pengguna juga bisa memainkan game-game besutan pihak ketiga dan menghubungkannya ke layanan pesan instan tersebut. Dan tak cuma Line yang melakukan hal tersebut, karena kini ada BlackBerry Messenger (BBM).

Dikutip melalui blog resminya, BBM memperkenalkan fitur yang diberi nama BBM Connect Game dan untuk sementara hanya bisa digunakan untuk pengguna Android saja. Game-game tersebut bisa diundh melalui BBM Connect Apps dan terintegrasi dengan akun pengguna BBM. Nantinya, ketika bermain, pengguna bisa berinteraksi, berbagi nilai dan mengirimkan uang virtual ke kontak BBM yang ikut bermain.

Beberapa game yan terkoneksi dengan BBM Connect ini diantaranya Altermyth Daruma Fever, Altermyth Deceazed dan Binary Works Wayang Jump. “Produktivitas selalu identik dengan BBM dan BlackBerry. Namun kita semua membutuhkan waktu rehat untuk menyeimbangkan antara kerja dan hidup. Apalagi ponsel pintar membuat kita sulit untuk melepaskan diri,” tulis pihak BlackBerry. “BBM memiliki cara yang lebih baik untuk Anda dengan menambahkan kehidupan yang seimbang dengan memberikan pembaruan dengan intergrasi game ke kontak BBM.”

Cara Menghindari Menjadi Korban Kejahatan Dunia Maya

Dunia yang makin terhubung ini bagai pisau bermata dua. Di satu sisi, jendela informasi dan pengetahuan terbuka lebar bagi siapapun. Tapi di sisi lain, ada bahaya yang mengintip di sana. Kejahatan dunia maya semakin masif dengan motif mencari keuntungan ekonomi. Kejahatan siber telah merugikan perekonomian dunia sebesar US$ 445 miliar setiap tahun. Itu setara dengan Rp 5.785 triliun atau dua kali APBN Indonesia.

Kerugian yang ditimbulkan macam-macam. Selain kerugian uang, kehilangan properti intelektual, sampai lenyapnya data-data penting dan rahasia. Sebagai contoh kasus Sony Pictures yang menggemparkan belum lama ini. Berinvestasi sedemikian besar dalam infrastuktur pengamanan ternyata belum cukup untuk melepaskan Sony dari jerat para peretas.

Ribuan dokumen penting diungkap ke publik. Ratusan pesan dan surat elektronik rahasia jadi skandal yang makin menyeret Sony ke arah kehancuran. Tak ada seorang pun yang mengklaim dirinya aman dari kejahatan dunia maya. Bahkan perangkat teknologi buatan Apple—yang selama ini didengung-dengungkan aman dari virus dan peretas—pun rentan terhadap kejahatan semacam itu.

Pedro Vilaca, seorang peneliti keamanan komputer dari Portugal, menemukan celah di komputer Mac yang memungkinkan masuknya peretas. Meski tak sebanyak virus yang menyerang sistem operasi Windows maupun Android, sistem operasi iOS juga tak luput dari incaran pembuat program jahat. Di dalam situasi seperti ini, mau tak mau diperlukan kearifan dan kewaspadaan kalau Anda mau selamat saat beraktivitas di dunia maya atau di jagad teknologi.

Pertama, selalu bentengi diri dengan kewaspadaan bahwa apapun yang sifatnya menarik dan memancing perhatian, bisa jadi adalah ‘pancingan’ dari pelaku kejahatan siber. Tak perlulah terpancing mengunjungi link-link tak jelas di e-mail atau di timeline sosial media Anda. Apalagi link-link yang berbau syahwat, yang kerap kali menggoda untuk diklik. (Kecuali bahwa pada dasarnya Anda memang penggila hal-hal yang seperti itu dan tak memperdulikan apapun).

Kedua, bentengi inbox e-mail Anda dengan fitur-fitur keselamatan yang disediakan provider-nya. Mulai dari penyaring spam alias e-mail sampah, sampai sistem login berlapis. Ubah juga password secara berkala dengan kombinasi yang sulit ditebak. Aturan yang sama berlaku di sosial media. Bisa jadi amat merepotkan. Tapi yakinlah, akan lebih sangat merepotkan bila akun email dan sosmed Anda sampai direbut oleh orang lain.

Begitu pun jika dari email atau link sosmed menularkan virus alias malware ke sistem komputer atau smartphone Anda. Aktivitas apapun di komputer atau smartphone Anda bisa dipantau pelaku kejahatan dari jauh. Akibatnya, barangkali tak cuma dokumen penting yang lenyap, Anda pun bisa kehilangan uang yang banyak saat aktivitas perbankan Anda dibobol.

Modus baru ransomware, virus penyandera dokumen, yang sedang ramai akhir-akhir ini tak kalah mengerikan. Dokumen Anda ‘diculik’ dan Anda diminta membayar sejumlah uang, tanpa jaminan bahwa dokumen itu akan kembali atau tak dibocorkan. Ketiga, bentengi juga sistem komputer dan gadget yang terhubung ke Internet dengan antivirus yang banyak dijual di pasaran. Disarankan untuk membeli antivirus berbayar, yang pasti memiliki ramuan penangkal yang lebih mujarab dalam menghadapi trend virus yang bertebaran, ketimbang antivirus gratisan.

Rajin-rajinlah memindai sistem komputer dan gadget, barangkali ada virus yang tak sengaja hinggap. Begitu pun saat memakai penyimpan data portabel seperti USB flashdisk atau harddisk eksternal. Makin sering dicolokkan ke komputer bukan milik Anda, makin tinggi risiko ia terpapar virus dan menulari komputer Anda. Berhati-hatilah!

Program Malware dan Virus Mulai Serang Pengguna Ponsel Untuk Sandera Data Sensitif

Program jahat atau malware kini tidak hanya menyerang konsumen yang memakai perangkat komputer pribadi, tetapi juga pengguna ponsel pintar di jaringan operator seluler. Network Security Management Telkomsel, Ariyanto Setyawan memaparkan, pelanggan operator seluler mulai menjadi target utama dari kejahatan siber mengingat ponsel pintar sudah jadi alat yang tak bisa ‘lepas’ dari penggunanya.

“Pelanggan itu sasaran yang dominan bagi dalang malware. Bisa melalui virus bot atau zombie,” kata Ariyanto pada acara Simposium Nasional Cyber Security 2015 di Jakarta, Kamis (6/4). Malah, bukan tak mungkin apabila si peretas menyebarkan pesan teks atau SMS broadcast ilegal yang isinya bersifat ajakan untuk melakukan transaksi penipuan, macam modus “Mama Minta Pulsa,” atau pengelabuan berupa tautan yang sebenarnya adalah jebakan untuk menyisipkan malware ke perangkat konsumen.

Beberapa cara lebih ‘halus’ lainnya adalah ajakan atau promosi layanan secara cuma-cuma alias gratis yang sudah sangat jelas tak masuk akal. “Bisa juga mengirimkan link penipuan juga untuk para pelanggan demi mendapatkan layanan gratis itu. Padahal itu bisa mengantarkan ke malware,” sambung Ariyanto. Dari situ, bukan tak mungkin apabila data dari si pemilik ponsel pintar dicuri oleh peretas. Ponsel pintar saat ini telah menjadi perangkat yang sifatnya sangat personal. Di sana email sering diakses, di sana pula pembicaraan penting dilakukan, sampai nomor kartu kredit sering digunakan untuk belanja.

Ariyanto pun menjabarkan secara singkat inti masalah dari perusahaan operator telekomunikasi. Salah satunya adalah salah konfigurasi dan pemilihan teknologi yang tidak tepat. Ia juga meyakini, kesadaran diri yang timbul dari tiap individu pelanggan perlu dibangun kembali agar lebih peka terhadap aksi-aksi yang mencurigakan seperti itu. “Jika merasa tidak pernah punya hubungan dengan konten yang dikirimkan melalui SMS misalnya, ya sudah tidak usah dilanjutkan dan langsung hapus saja,” ujarnya.

Bentuk program jahat komputer atau virus dan modusnya terus berkembang, bahkan kini ada virus penyandera dokumen yang disimpan di komputer pribadi dan meminta tebusan secara online agar dokumen itu dibebaskan.Karena meminta tebusan, virus penyandera ini populer disebut ransomware oleh para ahli keamanan siber. Ia mulai terdengar sejak pertengahan 2013 lalu secara global, lalu mulai masuk ke Indonesia pada pertengahan 2014. Lantas, perlukah kita menuruti permintaan si peretas yang meminta tebusan uang?

Menurut Gildas Deograt Lumy, Ketua Tim Koordinasi dan Mitigasi Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional di Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum & Keamanan, kebanyakan virus penyandera akan meminta tebusan dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin.”Mayoritas memang pakai Bitcoin. Tapi yang tidak pakai juga banyak. Ada juga yang pakai Moneygram,” ucap Gildas di sela acara Simposium Nasional Cyber Security 2015 di Jakarta, Kamis (4/6).

Gildas menilai tidak seharusnya korban menuruti permintaan peretas yang menyandera dokumen. Artinya, sebisa mungkin untuk tidak memberi uang sepeser pun pada pemeras.”Yang namanya penjahat, ada yang dibalikin data kita, tapi ada juga yang tidak. Semua kendali ada di dia,” sambungnya.Maka dari itu, Gildas secara realistis mengatakan cara yang paling ampuh untuk meminimalkan risiko kehilangan data atau data tersandera adalah membuat data cadangan atau backup di tempat yang terpisah.

Hal senada diungkapkan Alfons Tanujaya, Direktur perusahaan antivirus Vaksincom yang berbasis di Jakarta. Ia menyarankan dokumen penting yang ukurannya besar bisa di-backup di kepingan DVD dan disimpan secara offline. Sementara dokumen yang ukurannya relatif kecil bisa di-backup di layanan komputasi awan seperti Dropbox atau Google Drive.

Selain itu, hindari pula mengunjungi situs web yang tidak jelas pengelolanya seperti Torrent atau pornografi, karena di sana adalah gudang dari virus dengan segala macam modus kejahatan.Gildas menambahkan agar pengguna memakai peranti lunak antivirus dan jangan sembarangan menancapkan flashdrive ke port USB komputer, karena perangkat mungil ini sering menjadi media penyebaran virus komputer.Vaksincom sejauh ini telah menemukan sejumlah ransomware bernama Teslacrypt, Cryptowall, dan Alfacrypt. Yang terbaru adalah Locker atau juga dikenal CTB Locker.

Seorang desainer grafis bernama Agus Wiyono yang tinggal di Jatiasih, Bekasi, mengaku komputer berbasis Windows 7 yang biasa ia pakai untuk bekerja, terinfeksi virus Locker versi 5.46 pada 25 Mei 2015 lalu.Locker membuat dokumen pentingnya yang diolahnya dengan peranti lunak Adobe InDesign dan Photoshop tidak bisa dibuka, juga dokumen Microsoft Word dan .JPEG.”Saya terpaksa harus mengerjakan ulang dokumen desain yang sudah ditunggi oleh klien,” ujar Agus yang biasa mengerjakan desain grafis untuk untuk perusahaan dan lembaga swadaya masyarakat.

Dokumen yang terkunci oleh virus Locker hanya dapat dibuka dengan kode rahasia unik yang tersimpan di server milik peretas. Di sana peretas juga mengancam jika korban tidak membayar tebusan, maka dokumen akan “dihancurkan” dan tidak dapat membuka dokumen itu lagi.Agar dokumennya bisa dibuka, peretas yang memegang kendali virus Locker ini meminta tebusan senilai 0,1 Bitcoin. Saat ini, harga 1 Bitcoin mencapai Rp 2.950.000 di bursa lokal Bitcoin.co.id. Jika mengikuti nilai konversi itu, maka Agus diminta membayar Rp 2.950.

Agus mengaku tidak mengerti cara kerja Bitcoin. Karena itu dia memilih untuk tidak mentransfer dana dan pasrah dokumennya hilang. Selain itu, tidak ada keterangan pula dari si peretas, tebusan senilai 0,1 Bitcoin itu berlaku hanya untuk satu dokumen atau untuk semua dokumen.Alfons menyarankan para korban agar tidak memberi tebusan. “Kalau dibayar akan makin menjadi-jadi dan kenyataannya sudah makin menjadi-jadi. Mau tidak mau kita harus kehilangan data,” ujar Alfons.

Menurut data dari situs VirusRadar.com, virus yang disebut CTB Locker menyebar di 0,16 persen komputer bersistem operasi Windows XP, Windows Vista, Windows 7, dan Windows 8, di Indonesia. Vaksincom memprediksi varian ransomware akan berlipat dua kali lipat dibandingkan tahun 2014. Artinya, jumlah ransomware ini akan terus berkembang dan mengancam para pengguna komputer.

Mengenal Lebih Jauh Kehebatan Prosesor 64-bit di Smartphone

Salah satu sistem operasi gadget mobile yang paling banyak digunakan di dunia adalah Android. Sejak pertama kali diluncurkan oleh Google pada tahun 2007, perkembangan Android sangat pesat. Hingga saat ini Android telah menguasai lebih dari 80% market share dunia. Sistem operasi Android terbaru saat ini adalah versi 5.1 (Lollipop).

Sejak awal diluncurkan, Android menggunakan arsitektur 32 bit sesuai chipset yang tersedia di industri mobile gadget. Arsitektur ini membatasi memory yang bisa diakses oleh sistem Android hanya sebesar 4 GB. Namun tahun ini chipset untuk mobile gadget telah mengalami perkembangan yang revolusioner.

Saat ini telah tersedia arsitektur chipset 64 bit yang meningkatkan performa gadget secara keseluruhan. Perubahan arsitektur chipset juga meningkatkan jumlah memory yang bisa diakses menjadi 16 TB. Untuk mengikuti perkembangan ini, sistem operasi Android Lollipop pun sudah menggunakan arsitektur 64 bit. Banyak aplikasi yang telah disesuaikan untuk memanfaatkan keunggulan ini.

Saat ini ada 2 versi handset Android Lollipop yang beredar di pasaran. Ada yang menggunakan versi 32 bit dan versi 64 bit. Salah satu handset 4G yang telah menggunakan prosesor 64 bit adalah Polytron Zap 5 4G450. Zap 5 menggunakan processor Snapdragon MSM8916 dari Qualcomm. Ini adalah prosesor 64 bit dengan konfigurasi quad core dan frekuensi 1.2 GHz.

Berkat penggunaan chip Snapdragon MSM8916, Polytron Zap 5 mampu memberikan performa optimal saat OS-nya di-upgrade ke Android Lollipop. Upgrade Lollipop ini rencananya akan tiba pada kuartal ke-III tahun 2015. Polytron Zap 5 mendapatkan Selular Award sebagai Most Affordable 4G Smartphone 2015. Ini merupakan indikasi bahwa Polytron Zap 5 adalah salah satu smartphone 4G terbaik.

Jaringan 4G sekarang sudah tersedia di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya dan Medan. Jadi rasanya tidak salah jika sekarang merupakan waktu yang tepat untuk membeli smartphone 4G. Apalagi perbedaan harga dengan smartphone 3G tidak banyak.

Salah satu smartphone 4G yang mampu mendukung jaringan 4G semua operator telekomunikasi Indonesia adalah Polytron Zap 5 4G450. Polytron Zap 5 mendukung semua bandwidth yang digunakan oleh Telkomsel, XL dan Indosat sekarang maupun di masa mendatang.

Polytron Zap 5 menggunakan teknologi 4G LTE – FDD Cat 4 yang bekerja di Band 8 (900 Mhz), Band 3 (1800 MHz), Band 1 (2100 MHz), Band 7 (2600 MHz), Band 2 (1900 MHz) dan Band 5 (850 MHz). Dengan menggunakan teknologi ini, Polytron Zap 5 bisa melakukan komunikasi data hingga 150 Mbps.

Selain menggunakan teknologi jaringan terkini, Polytron Zap 5 juga menggunakan prosesor terkini yaitu Qualcomm Snapdragon MSM8916. Prosesor ini menggunakan arsitektur 64 bit yang memiliki performa jauh lebih baik daripada prosesor 32 bit yang sekarang ada di pasaran.

Performa prosesor 64 bit ini ditunjang oleh RAM 1 GB dan ruang penyimpanan berkapasitas 8 GB. Untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan data, Anda bisa menggunakan SD Card tambahan hingga 32 GB. Polytron Zap 5 memiliki layar seluas 4.5 inci beresolusi FWVGA (854 x480) dengan teknologi IPS.

Maka itulah Polytron Zap 5 terasa pas di genggaman dan layarnya pun lebih terang. Polytron Zap 5 juga dilengkapi kamera belakang beresolusi 5 MP dengan Auto Focus dan kamera depan VGA. Gambar yang dihasilkan oleh Polytron Zap 5 tajam karena mengunakan sensor kamera yang lebih baik.

Polytron Zap 5 4G450 bisa didapatkan dengan harga yang tidak terlalu jauh berbeda dari handset 3G di pasaran. Maka dari itu lah, Anda tidak perlu lagi bingung atau bertahan dengan handset 3G. Handset 4G dengan spesifikasi lebih baik bisa didapatkan dengan harga yang tidak selisih jauh.