Category Archives: Aplikasi Internet

Opera Kini Bisa Blokir Iklan dari ISP Indonesia

Opera sedang melakukan uji coba terhadap fitur pemblokir iklan yang disisipkan langsung ke dalam layanan perambannya. Ini ditandai dengan dirilisnya browser Opera versi developer terbaru yang sudah memiliki fitur tersebut. Browser yang baru diakusisi oleh perusahaan konsorsium asal China ini mengklaim bahwa fitur pemblokir yang ‘ditanam’ langsung ke dalam browser akan lebih optimal ketimbang menggunakan plug-in pihak ketiga.

Menurut Opera, metode yang mereka terapkan berhasil mempercepat pemuatan laman web hingga 90 persen dan lebih cepat 40 persen jika dibandingkan dengan plugin pemblokir iklan yang ada. Hal ini sebenarnya cukup mengejutkan karena Opera sendiri memiliki sebuah perusahaan periklanan online.

“Iklan (sebetulnya) adalah bahan bakar internet yang memungkinkan pengguna untuk menikmati berbagai layanan secara gratis,” kata Krystian Kolondra, SVP Engineering and Head of Opera untuk divisi komputer. Namun, di sisi lain Opera juga ingin meningkatkan pengalaman pengguna saat browsing.

“Tapi, penelitian terbaru kami menunjukkan bahwa sebagian besar halaman web saat ini diperlambat secara signifikan oleh iklan yang berlebihan. Kami tidak bisa menerima itu. Sebagai pengguna, kami ingin web menjadi tempat yang lebih baik bagi kita semua,” lanjut Krystian Kolondra.

Sama seperti dengan pemblokir iklan pihak ketiga, pengguna diizinkan untuk mengatur sendiri jika tak ingin memblokir iklan pada laman web tertentu. Opera juga menyertakan fitur yang memungkinkan pengguna untuk membandingkan waktu loading saat pemblokir iklan diaktifkan dan dinonaktifkan. Jumlah iklan sudah diblokir pun akan ditampilkan secara real time

Opera Kini Pasang Fitur VPN Yang Bisa Akses Situs Yang Diblokir

Opera Software melakukan pembaruan dengan menyematkan beberapa fitur yang mengesankan. Sebab kini peramban ini disematkan layanan Virtual Private Network (VPN) secara gratis.

Sesuai namanya, VPN biasanya fitur untuk memanipulasi lokasi jaringan akses internet. Sehingga dapat menembus situs atau laman yang terbatas di negara tertentu saja atau malah diblokir sama sekali. Sebagai contoh, bila ingin mendapatkan katalog lebih lengkap di Netflix, pengguna harus berada atau menggunakan IP Addres asal Amerika Serikat.

Dengan kehadiran VPN dan disematkan fiturnya di Opera, maka pengguna cukup mengganti lokasi VPN yang berada di kiri kolom alamat situs dan menggantinya ke lokasi Amerika Serikat. Sejauh ini VPN gratis di Opera versi Developer baru tersedia di 3 negara, Amerika Serikat, Jerman dan Kanada.

Alat peramban asal Norwegia ini sendiri punya alasan khusus mengapa mereka akhirnya menyematkan fitur VPN secara gratis di Opera. Seperti dikutip dari blog resminya, Opera Software menukil hasil survei dari Indeks Web Global yang menyatakan lebih dari setengah miliar atau 24 persen dari populasi pengguna internet di dunia telah mencoba menggunakan layanan VPN.

Nah, menurut penelitian tersebut, ada alasan utama bagi orang menggunakan VPN ini:

– Untuk mengakses konten hiburan yang lebih baik (38 persen)
– Untuk menjaga anonimitas saat browsing (30 persen)
– Untuk mengakses jaringan dibatasi dan situs di suatu negara (28persen)
– Untuk mengakses situs yang dibatasi di tempat kerja (2 7persen)
– Untuk berkomunikasi dengan teman / keluarga di luar negeri (24 persen)
– Untuk mengakses situs-situs berita yang terbatas di suatu negara (22 persen)

Memang tak selamanya VPN digunakan hal yang lumrah, karena tidak bisa dipungkiri bagai Pisau Bermata Dua, fitur ini mungkin saja dimanfaatkan untuk akses-akses dilarang karena norma, budaya setempat serta mengancam kelanggengan kekuasaan pemerintah. Sehingga, tanggung jawab ada sepenuhnya di tangan pengguna Opera dan memang dari dulu tanggung jawab selalu ada ditangan masing-masing orang dan bukan pemerintah.

Opera mengklaim jadi browser besar pertama yang menyediakan fungsi Virtual Private Network (VPN). VPN tersebut bisa dipakai pengguna Opera untuk memanipulasi tempat di mana mereka mengakses Interent. Dalam pilihannya hanya ada tiga negara, Amerika Serikat, Kanada dan Jerman. Fungsi pada browser sebenarnya bukan hal baru, namun biasanya pengguna harus mengunduh ekstensi atau membayar ke layanan tertentu untuk mendapatkannya. Opera mengambil langkah radikal.

“Kami adalah browser besar pertama yang mengintegrasikan fungsi VPN secara gratis dan tanpa batas,” tulis pernyataan Opera pada situs resminya. Fungsi ini tercipta setelah Opera mengakuisisi SurftEasy pada Maret 2016 lalu. SurftEasy sendiri merupakan plugin VPN khusus untuk Opera yang saat ini masih tersedia dengan berlangganan US$ 4 sebulan.

VPN gratis yang ditawarkan Opera tidak kalah canggih dengan layanan sejenis yang berbayar. Masih menawarkan enkripsi 256-bit, mampu menyembunyikan alamat IP pengguna, dan dapat mengakses situs-situs tertentu yang diblokir oleh pemerintah atau hanya diakses terbatas di negara tertentu saja.

Sejauh ini fungsi VPN hanya tersedia di Opera Developer versi komputer, namun ke depannya fungsi ini akan diperluas ke versi lainnya. Seperti terobosan lain yang mereka lakukan yakni, pemblokir iklan. Fungsi pemblokir iklan yang biasa disediakan pihak ketiga itu ditanamkan Opera sejak Maret 2016. Menurut Opera, cara ini diklaim Opera dapat mempercepat pemuatan laman web hingga 90 persen.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa sebagian besar halaman web saat ini diperlambat secara signifikan oleh iklan yang berlebihan. Kami tidak bisa menerima itu. Sebagai pengguna, kami ingin web menjadi tempat yang lebih baik bagi kita semua,” kata Krystian Kolondra, SVP Engineering and Head of Opera untuk divisi komputer.

Daftar Situs Situs Lagu Yang Diblokir Karena Illegal

Perang terhadap peredaran situs yang memuat konten ilegal terus digalakkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Aksi terbaru kementerian yang dipimpin Rudiantara ini adalah memblokir akses 22 situs yang memungkinkan pengguna mengunduh musik bajakan. Sebelumnya, Kominfo telah memberangus 22 situs yang melanggar hak cipta atas karya film.

Tambahan diblokirnya 22 situs musik ilegal ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Kementerian Hukum dan HAM melalui surat Nomor HKI.7.HM.01.05-264 tertanggal 15 Oktober 2015 perihal Rekomendasi Penutupan Konten dan/atau Hak Akses Pengguna Pelanggaran Hak Cipta berdasarkan pengaduan dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI).

Adapun 22 situs musik ilegal yang diblokir yaitu:

1. Laguhit.com
2. Mp3days.net
3. Weblagu.com
4. Wapkalagu.com
5. Iozmusik.com
6. Lagu.in
7. Carilagu.net
8. Bursalagu.com
9. Beemp3s.org
10. Arenalagu.com
11. Saranmu.com
12. Tubidy.im
13. Stafaband.info
14. Memomp3.com
15. Zinzhu.com
16. Mp3take.com
17. Kumpulbagi.com
18. Onlagump3.info
19. Newlagump3.com
20. Targetlagu.com
21. Musik-corner.info
22. Musicxplor.com

Kominfo pun telah memerintahkan para penyelenggara jasa internet (ISP) untuk melakukan pemblokiran terhadap 22 situs musik ilegal di atas pada tanggal 12 November 2015.

Cara Membuka Blokir Situs Porno Secara Resmi

Kementerian Kominfo mulai galak dalam menindak situs porno di Indonesia. Namun, bila situs konten negatif itu ternyata ‘salah sasaran’, masyarakat pun bisa meminta untuk dibuka kembali. Begini caranya. Seperti yang tertuang di dalam Peraturan Menteri No 19 Tahun 2014 Tentang Penanganan Situs Bermuatan Negatif, masyarakat bisa melakukan apa yang disebut dengan normalisasi. Dalam pasal 16 ayat 1 disebutkan “Pengelola situs atau masyarakat dapat mengajukan normalisasi atas pemblokiran situs”.

Sementara caranya juga disebutkan di pasal 10, yakni dengan membuat laporan kepada Direktur Jenderal melalui fasilitas penerimaan pelaporan email aduan dan atau pelaporan berbasis situs yang disediakan. Lalu berapa lama laporan tersebut dapat selesai ditanggapi? “Direktur Jenderal menyelesaikan pengelolaan laporan dalam waktu paling lambat 1×24 jam sejak pelaporan diterima,” demikian kutip dari pasal 16 ayat 4. Pihak Direktur Jenderal pun harus melakukan langkah-langkah lanjutan bilamana memang tidak terbukti sebagai situs yang dilaporkan terbukti ‘bersih’.

Seperti, menghilangkan dari Trust-Postif, melakukan komunikasi kepada penyelenggara jasa akses internet dan melakukan pemberitahuan secara elektronik atas hasil penilaian kepada pelapor.Kementerian Kominfo juga menerima laporan dari masyarakat terkait situs yang bermuatan negatif. Tertuang dalam Peraturan Menteri No 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Bermuataan Negatif, begini alur pelaporan hingga prosesnya.

Sebagaimana diatur dalam Bab IV pasal ayat 1 masyarakat dapat mengajukan pelaporan untuk meminta pemblokiran atas muataan negatif kepada Direktur Jenderal.Atau dalam ayat 4 dijabarkan masyarakat juga dapat melaporkan situs internet bermuataan negatif kepada kementerian atau lembaga pemerintahan terkait sesuai dengan undang-undang.

Pasal 7 juga menambahkan, masyarakat dapat ikut serta menyediakan pemblokiran dengan memuat paling sedikit situs-situs dalam Trust-postif. “Masyarakat menyampaikan laporan kepada Direktur Jenderal melalui fasilitas penerimaan pelaporan berupa email aduan dan atau pelaporan berbasis situs yang disediakan,” demikian isi Pasal 10 (b) yang kutip, Jumat (8/8/2014).

Setelah laporan diterima dan dinilai oleh tim dari Direktur Jenderal, maka tim tersebut dalam melakukan pengelolaan laporan dalam waktu 1×24 jam dan apabila merupakan kategori laporan mendesak menjadi 1×12 jam. Setelah memang dianggap negatif, Direktur Jendral meminta kepada penyedia atau pemilik situs untuk melakukan pemblokiran atau menghapus muataan negatif.

Dalam pasal 14 juga dikatakan Kominfo akan memberikan perintangan melalui email kepada penyedia situs dan apabila dalam 2×24 jam tidak diindahkan maka akan ada tindak lanjutan pengelolaan laporan. “Direktur Jendral menyelesaikan pengelolaan laporan dalam waktu paling lambat 5 hari sejak laporan diterima,” tertuang dalam pasal 14 (d).

5 Mega Trend IT Teknologi Informasi Yang Mengubah Dunia

Dirk-Peter van Leeuwen, Senior Vice President & General Manager Red Hat kawasan Asia Pasifik & Jepang, menuangkan pemikirannya soal megatren di sektor teknologi informasi. Dalam email yang diterima Minggu (23/8/2015), ia melihat ada perubahan-perubahan mendasar mulai terlihat dalam perekonomian dan cara bisnis dijalankan saat ini.

Di era informasi ini, menurutnya, perusahaan harus memikirkan kembali pondasi operasional mereka dan bergerak untuk membuat segalanya menjadi lebih cepat dan kompetitif secara ekonomi, bukannya berpegang pada paradigma lama yakni membangun sekedar untuk menjadi lebih besar dan lebih baik.

Bisnis telah berevolusi dari sistem yang dibangun untuk meraih efisiensi menjadi sistem yang dibuat untuk inovasi, di mana alat yang paling berharga saat ini adalah informasi dan akses terhadap teknologi seperti perangkat-perangkat cerdas. Perusahaan yang telah berinovasi dan ber-evolusi dengan teknologi saat ini diakui telah meningkat dan menjadi salah satu perusahaan terbesar di industri mereka masing-masing.

Misalnya, Uber, sebuah perusahaan taksi, tidak memiliki mobil, Facebook, sebuah platform media, tidak membuat konten, dan Airbnb, sebuah penyedia layanan akomodasi, tidak memiliki real estate. “Kesamaan dari ketiga contoh tersebut adalah pemberdayaan konsumen dengan menggunakan aplikasi dalam perangkat cerdas mereka,” tulis van Leeuwen.

Perusahaan kini tidak diragukan lagi berada di bawah tekanan tinggi untuk menjawab kebutuhan akan aplikasi dan pengalaman seperti yang biasa dinikmati oleh konsumen. Industri, apapun skalanya, tidak dapat sekadar mengandalkan aset mereka. Perusahaan harus terus menerus menciptakan kembali jati dirinya untuk tetap menjadi yang terdepan. Menyimpulkan hasil diskusi topik utama di Red Hat Summit 2015, van Leeuwen pun menyoroti tren-tren teknologi utama yang akan menjadi pusat perhatian dalam beberapa tahun ke depan.

Digitalisasi
Pada dekade lalu, TI telah mengalami berbagai perubahan. Kita telah bergerak dari grid ke cloud, dari arsitektur yang berorientasi layanan ke microservices, dan dari virtualisasi mesin ke teknologi container. Namun, transisi lain berlangsung secara diam-diam. Berbagai teknologi dan kekayaan intelektual yang ada semakin terekspos dalam software, dalam suatu tren yang disebut para analis industri sebagai digitalisasi. Digitalisasi telah didorong oleh konvergensi, dan keselarasan tren-tren sosial, ekonomi, dan teknologi. Digitalisasi semua hal, mulai dari solusi mobile hingga privasi dan keamanan, akan menjadi sumber diferensiasi kompetitif oleh perusahaan yang menjalankannya secara benar. Perusahaan harus mengadopsi teknologi terintegrasi yang memungkinkan perusahaan tersebut menggabungkan aset-aset intelektual mereka dengan API web agar dapat menghasilkan produk dan solusi

‘Containerized’ IT
Containerization adalah alternatif ringan dari virtualisasi mesin secara penuh yang mencakup penempatan aplikasi dalam sebuah container di lingkungan operasinya sendiri. Dalam lingkungan perusahaan saat ini, container telah mentransformasi TI dengan cepat dan menarik perhatian luar biasa karena keuntungan beragam yang diberikannya

“67% responden dalam survei yang disponsori Red Hat baru-baru ini yang melibatkan para pengambil keputusan IT global dan pekerja profesional berencana mengaplikasi aplikasi berbasis container dalam waktu dua tahun ke depan,” kata van Leeuwen. Perusahaan memerlukan platform infrastruktur terintegrasi yang dirancang untuk menjalankan, mengatur dan meningkatkan skala aplikasi dan layanan berbasis multi-container. Mereka juga memerlukan proses kreasi implementasi yang disederhanakan yang akan membantu mereka untuk mengelola aplikasi-aplikasi cloud-native dan tradisional secara konsisten.

Tahunnya PaaS
Platform-as-a-Service (PaaS) telah mendapatkan dukungan industri yang sangat kuat selama beberapa tahun belakangan. Namun, 2015 dapat menandai sebuah babak baru dalam sejarah PaaS. Docker mempopulerkan konsep containerization, dan dunia mengakui kelayakan arsitektur berbasis container ini. Kini perusahan beralih dari menanyakan tentang container sebagai bagian dari roadmap ke pertanyaan mengenai rincian implementasi. Tahun lalu menunjukkan semakin banyak perusahaan lebih memilih PaaS sebelum Infrastructure-as-a-service (IaaS) sebagai pondasi strategi cloud privat/hybrid mereka. Perusahaan mendambakan platform yang fleksibel untuk arsitektur microservices, dan vendor PaaS dan cloud mulai menyediakan hal tersebut. Container open source dan praktek pengaturan yang mengubah pengalaman pengembang dan menggeser platform ke arah yang diinginkan pelanggan kini tersedia.

Tren Internet of Things (IoT) yang saat ini berkembang memberikan tekanan lebih besar bagi vendor PaaS untuk menyediakan layanan yang mudah untuk dikelola, mudah didapatkan, dan sangat skalabel.

Mobilitas Makin Kencang
Perusahaan-perusahaan besar memanfaatkan tren konsumerisasi TI yang semakin meningkat dan perangkat bergerak yang tersebar luas, karena mereka memiliki tujuan untuk mengembangkan berbagai aplikasi guna meningkatkan produktivitas karyawan dan kepuasan pelanggan.\\Sebuah studi menemukan bahwa 82% organisasi yang berencana untuk berinvestasi dalam solusi-solusi manajemen perangkat mobile menciptakan berbagai kebijakan mengenai hal tersebut pada tahun 2015. Mobilitas menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan dengan tujuan untuk mendorong inovasi, menyederhanakan efisiensi operasional, dan mengembangkan model-model bisnis baru. Perusahaan kini mencari solusi-solusi yang bisa mendukung pengembangan dan integrasi aplikasi–aplikasi enterprise secara cepat untuk membantu mereka bergerak menuju strategi mobile-first (platform mobile menjadi yang utama).

Menggugah Enterprise
Red Hat Summit tahun ini mempertemukan para eksekutif perusahaan, pelanggan dan mitra dengan tren-tren teknologi yang disebutkan di atas dan inovasi-inovasi produk di Red Hat. Dalam konferensi tersebut, Jim Whitehurst, CEO Red Hat, menekankan bahwa nilai teknologi open source tidak hanya mengenai lisensi software, tetap juga tentang kolaborasi dan komunitas. Red Hat Summit adalah acara tahunan di mana Red Hat dan para visioner industri teknologi mengungkapkan pandangan-pandangan mereka mengenai masa depan perusahaan teknologi dan mengeksplorasi bagaimana software open source mengubah segalanya mulai dari cloud dan containers Linux ke mobile, big data, Internet of Things, dan lainnya.

Tema utama tahun ini adalah teknologi container Docker, dengan pengumuman mengenai Atomic Enterprise Platform dan platform OpenShift Enterprise 3 dari Red Hat. Atomic Enterprise membawa platform hosting dengan dukungan enterprise-grade untuk penggelaran dan pengaturan container Docker, sementara OpenShift adalah penawaran PaaS yang menyasar pengembang yang membangun, mengelola dan mengimplementasikan container.

WhatsApp Versi Terbaru Lebih Hemat untuk Menelepon

Aplikasi messenger WhatsApp bakal kedatangan berbagai fitur baru. Salah satu yang menarik, nantinya akan ada pilihan untuk menghemat data saat melakukan panggilan suara via WhatsApp. Bagaimana caranya? Seperti kutip dari Android Police, Kamis (23/7/2015), WhatsApp memasukkan dua fitur baru di bagian Setting. Salah satunya adalah “low data usage”.

Saat bagian tersebut dipilih, sistem secara otomatis akan memperkecil penggunaan data saat menggunakan fitur WhatsApp Call. Tentunya, fitur baru ini akan sangat membantu apabila kuota paket data sudah mulai menipis atau kualitas jaringan sedang buruk. Beberapa situs teknologi mengklaim sudah mencoba fitur baru ini. Hasilnya, kualitas suara dikatakan masih cukup baik. Penurunan kualitas suara tentu terjadi, meski tidak terlalu signifikan.

Selain itu, terlihat ada fitur yang mengizinkan pengguna untuk backup atau menyimpan perbincangan di aplikasi Google Drive. Fitur ini sendiri sebenarnya sempat hadir beberapa bulan lalu, tetapi sempat dihilangkan oleh pihak WhatsApp. Belum jelas, apakah fitur ini nantinya akan tetap hadir di WhatsApp versi terbaru atau tidak.

Satu fitur baru lainnya disebut sebagai “Mark As Unread”. Tekan dan tahan sebuah pesan, nantinya akan ditampilkan pilihan fitur tersebut. Saat fitur tersebut digunakan, warna tulisan akan berubah menjadi hijau, menandakan pesan itu belum dibaca. Fitur ini akan berguna bagi yang ingin menandai atau sebagai pengingat sebuah pesan penting yang akan dibaca kembali di masa yang akan datang.

Ada juga fitur notifikasi baru. Pengguna bisa mengatur ringtone yang berbeda untuk tiap orang dan grup. Tidak hanya itu saja, pengguna bisa mengatur warna lampu notifikasi yang berbeda untuk pemberitahuan setiap ada pesan yang masuk. Itu artinya pengguna bisa mengatur suara notifikasi yang berbeda untuk tiap orang. Pengguna juga nantinya bisa menggunakan fitur “mute” untuk tidak memberikan notifikasi setiap ada pesan dari orang tertentu.

Fitur notifikasi itu sendiri nantinya bakal ditemukan di laman detail dari satu orang atau grup. Untuk membuka laman detail tersebut, tekan dan tahan di orang atau grup yang diinginkan, kemudian pilih “View Contact”. Hingga berita ini dinaikkan, WhatsApp versi terbaru itu masih belum hadir di Google Play Store. Namun, bagi yang sudah tidak sabar untuk mencoba fitur barunya, bisa mendapatkan file instalasi versi 2.12.197

Domain ID Yang Mahal Disarankan Pakai Server Indonesia Agar Lebih Mudah Di Blokir Pemerintah

Secara luas Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa himbauan penggunaan domain .id untuk setiap situs yang ada di Indonesia tak melulu soal melacak situs yang mengandung muatan negatif. Menurut Chief RA–panggilan akrabnya–ada beberapa keuntungan bila situs di Indonesia menggunakan domain yang dikelola oleh Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI), salah satunya terkait masalah server.

“Kalau pakai domain .id, server-nya harus pakai di Indonesia, dong. Kalau sudah pakai domain .id, tapi hostingnya tetap di luar negeri, buat apa,” ujar mantan Komisaris Indosat tersebut, Dengan server yang berada di Indonesia, berarti keuntungan akan didapatkan oleh pengakses situs tersebut. Rudiantara mengatakan salah satunya adalah dari sisi kecepatan akan lebih cepat, karena tanpa harus ‘pergi’ ke jalur internasional.

Karena lokasi server berada di tanah air, keuntungan kedua tentu saja adalah menghemat dari sisi bandwidth. “Keuntungan lainnya kita bisa saving bandwidth internasional.” ujarnya. Selain hemat dari sisi bandwidth, terkait pemblokiran isu Islam yang dianggap radikal oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Rudiantara ingin situs domain .id nantinya akan mudah dilacak keberadaannya oleh pemerintah.

“Domain .com itu susah untuk dilacak karena kita tidak tahu itu asalnya dari mana. Kalau memang kesulitan membuat pakai .id, Kemenkominfo bersedia membantu kok,” sebut Rudiantara, Senin (6/4) kemarin. Kisruh pemblokiran 22 situs Islam yang dianggap radikal membuat Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyerukan agar pemilik situs menggunakan domain .id. Menurut dia, sudah seharusnya domain .id ini digunakan oleh pemilik situs.

“Saya sarankan pembuat situs itu lebih baik pakai domain .id saja,” ujar Rudiantara , Senin (6/4). Menurut Chief RA–panggilan akrabnya– domain situs berakhiran .id ini akan mampu membuat pemerintah untuk melacak keberadaan pengelolanya. Hal berbeda yang dianggap dia, bila masih menggunakan domain .com.

“Domain .com itu susah untuk dilacak karena kita tidak tahu itu asalnya dari mana. Kalau memang kesulitan membuat pakai .id, Kemenkominfo bersedia membantu kok.” Hal yang serupa juga dilontarkan oleh Ketua Bidang Hukum dan Regulasi Desk Cyber Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Edmon Makarim juga meminta masyarakat meningkatkan kesadaran agar menggunakan domain dot id yang lebih kredibel dan terverifikasi.

“Kalau pake domain dot com itu tidak bisa diverifikasi, anda bisa saja buat situs pakai KTP orang dan tidak diapa-apakan,” ujar Edmon saat ditemui di Jakarta, akhir pekan lalu. Dia mencontohkan, domain situs yang melakukan modus penipuan kebanyakan menggunakan domain .com ketimbang .id atau .co.id.

Domain .id sendiri dikelola oleh Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi). Menurut Sigit Widodo, Ketua Pandi Bidang Sosialisasi, untuk membuat nama domain, pengelola atau pemilik situs harus menyertakan data diri. “Ini yang membedakan kami dengan domain .com. Orang yang pakai .id identitasnya bisa diketahui dengan jelas, jadi pemerintah tidak bisa main blokir,” Sigit meneruskan.