Category Archives: Aplikasi Internet

Daftar Situs Situs Lagu Yang Diblokir Karena Illegal

Perang terhadap peredaran situs yang memuat konten ilegal terus digalakkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Aksi terbaru kementerian yang dipimpin Rudiantara ini adalah memblokir akses 22 situs yang memungkinkan pengguna mengunduh musik bajakan. Sebelumnya, Kominfo telah memberangus 22 situs yang melanggar hak cipta atas karya film.

Tambahan diblokirnya 22 situs musik ilegal ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Kementerian Hukum dan HAM melalui surat Nomor HKI.7.HM.01.05-264 tertanggal 15 Oktober 2015 perihal Rekomendasi Penutupan Konten dan/atau Hak Akses Pengguna Pelanggaran Hak Cipta berdasarkan pengaduan dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI).

Adapun 22 situs musik ilegal yang diblokir yaitu:

1. Laguhit.com
2. Mp3days.net
3. Weblagu.com
4. Wapkalagu.com
5. Iozmusik.com
6. Lagu.in
7. Carilagu.net
8. Bursalagu.com
9. Beemp3s.org
10. Arenalagu.com
11. Saranmu.com
12. Tubidy.im
13. Stafaband.info
14. Memomp3.com
15. Zinzhu.com
16. Mp3take.com
17. Kumpulbagi.com
18. Onlagump3.info
19. Newlagump3.com
20. Targetlagu.com
21. Musik-corner.info
22. Musicxplor.com

Kominfo pun telah memerintahkan para penyelenggara jasa internet (ISP) untuk melakukan pemblokiran terhadap 22 situs musik ilegal di atas pada tanggal 12 November 2015.

Cara Membuka Blokir Situs Porno Secara Resmi

Kementerian Kominfo mulai galak dalam menindak situs porno di Indonesia. Namun, bila situs konten negatif itu ternyata ‘salah sasaran’, masyarakat pun bisa meminta untuk dibuka kembali. Begini caranya. Seperti yang tertuang di dalam Peraturan Menteri No 19 Tahun 2014 Tentang Penanganan Situs Bermuatan Negatif, masyarakat bisa melakukan apa yang disebut dengan normalisasi. Dalam pasal 16 ayat 1 disebutkan “Pengelola situs atau masyarakat dapat mengajukan normalisasi atas pemblokiran situs”.

Sementara caranya juga disebutkan di pasal 10, yakni dengan membuat laporan kepada Direktur Jenderal melalui fasilitas penerimaan pelaporan email aduan dan atau pelaporan berbasis situs yang disediakan. Lalu berapa lama laporan tersebut dapat selesai ditanggapi? “Direktur Jenderal menyelesaikan pengelolaan laporan dalam waktu paling lambat 1×24 jam sejak pelaporan diterima,” demikian kutip dari pasal 16 ayat 4. Pihak Direktur Jenderal pun harus melakukan langkah-langkah lanjutan bilamana memang tidak terbukti sebagai situs yang dilaporkan terbukti ‘bersih’.

Seperti, menghilangkan dari Trust-Postif, melakukan komunikasi kepada penyelenggara jasa akses internet dan melakukan pemberitahuan secara elektronik atas hasil penilaian kepada pelapor.Kementerian Kominfo juga menerima laporan dari masyarakat terkait situs yang bermuatan negatif. Tertuang dalam Peraturan Menteri No 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Bermuataan Negatif, begini alur pelaporan hingga prosesnya.

Sebagaimana diatur dalam Bab IV pasal ayat 1 masyarakat dapat mengajukan pelaporan untuk meminta pemblokiran atas muataan negatif kepada Direktur Jenderal.Atau dalam ayat 4 dijabarkan masyarakat juga dapat melaporkan situs internet bermuataan negatif kepada kementerian atau lembaga pemerintahan terkait sesuai dengan undang-undang.

Pasal 7 juga menambahkan, masyarakat dapat ikut serta menyediakan pemblokiran dengan memuat paling sedikit situs-situs dalam Trust-postif. “Masyarakat menyampaikan laporan kepada Direktur Jenderal melalui fasilitas penerimaan pelaporan berupa email aduan dan atau pelaporan berbasis situs yang disediakan,” demikian isi Pasal 10 (b) yang kutip, Jumat (8/8/2014).

Setelah laporan diterima dan dinilai oleh tim dari Direktur Jenderal, maka tim tersebut dalam melakukan pengelolaan laporan dalam waktu 1×24 jam dan apabila merupakan kategori laporan mendesak menjadi 1×12 jam. Setelah memang dianggap negatif, Direktur Jendral meminta kepada penyedia atau pemilik situs untuk melakukan pemblokiran atau menghapus muataan negatif.

Dalam pasal 14 juga dikatakan Kominfo akan memberikan perintangan melalui email kepada penyedia situs dan apabila dalam 2×24 jam tidak diindahkan maka akan ada tindak lanjutan pengelolaan laporan. “Direktur Jendral menyelesaikan pengelolaan laporan dalam waktu paling lambat 5 hari sejak laporan diterima,” tertuang dalam pasal 14 (d).

5 Mega Trend IT Teknologi Informasi Yang Mengubah Dunia

Dirk-Peter van Leeuwen, Senior Vice President & General Manager Red Hat kawasan Asia Pasifik & Jepang, menuangkan pemikirannya soal megatren di sektor teknologi informasi. Dalam email yang diterima Minggu (23/8/2015), ia melihat ada perubahan-perubahan mendasar mulai terlihat dalam perekonomian dan cara bisnis dijalankan saat ini.

Di era informasi ini, menurutnya, perusahaan harus memikirkan kembali pondasi operasional mereka dan bergerak untuk membuat segalanya menjadi lebih cepat dan kompetitif secara ekonomi, bukannya berpegang pada paradigma lama yakni membangun sekedar untuk menjadi lebih besar dan lebih baik.

Bisnis telah berevolusi dari sistem yang dibangun untuk meraih efisiensi menjadi sistem yang dibuat untuk inovasi, di mana alat yang paling berharga saat ini adalah informasi dan akses terhadap teknologi seperti perangkat-perangkat cerdas. Perusahaan yang telah berinovasi dan ber-evolusi dengan teknologi saat ini diakui telah meningkat dan menjadi salah satu perusahaan terbesar di industri mereka masing-masing.

Misalnya, Uber, sebuah perusahaan taksi, tidak memiliki mobil, Facebook, sebuah platform media, tidak membuat konten, dan Airbnb, sebuah penyedia layanan akomodasi, tidak memiliki real estate. “Kesamaan dari ketiga contoh tersebut adalah pemberdayaan konsumen dengan menggunakan aplikasi dalam perangkat cerdas mereka,” tulis van Leeuwen.

Perusahaan kini tidak diragukan lagi berada di bawah tekanan tinggi untuk menjawab kebutuhan akan aplikasi dan pengalaman seperti yang biasa dinikmati oleh konsumen. Industri, apapun skalanya, tidak dapat sekadar mengandalkan aset mereka. Perusahaan harus terus menerus menciptakan kembali jati dirinya untuk tetap menjadi yang terdepan. Menyimpulkan hasil diskusi topik utama di Red Hat Summit 2015, van Leeuwen pun menyoroti tren-tren teknologi utama yang akan menjadi pusat perhatian dalam beberapa tahun ke depan.

Digitalisasi
Pada dekade lalu, TI telah mengalami berbagai perubahan. Kita telah bergerak dari grid ke cloud, dari arsitektur yang berorientasi layanan ke microservices, dan dari virtualisasi mesin ke teknologi container. Namun, transisi lain berlangsung secara diam-diam. Berbagai teknologi dan kekayaan intelektual yang ada semakin terekspos dalam software, dalam suatu tren yang disebut para analis industri sebagai digitalisasi. Digitalisasi telah didorong oleh konvergensi, dan keselarasan tren-tren sosial, ekonomi, dan teknologi. Digitalisasi semua hal, mulai dari solusi mobile hingga privasi dan keamanan, akan menjadi sumber diferensiasi kompetitif oleh perusahaan yang menjalankannya secara benar. Perusahaan harus mengadopsi teknologi terintegrasi yang memungkinkan perusahaan tersebut menggabungkan aset-aset intelektual mereka dengan API web agar dapat menghasilkan produk dan solusi

‘Containerized’ IT
Containerization adalah alternatif ringan dari virtualisasi mesin secara penuh yang mencakup penempatan aplikasi dalam sebuah container di lingkungan operasinya sendiri. Dalam lingkungan perusahaan saat ini, container telah mentransformasi TI dengan cepat dan menarik perhatian luar biasa karena keuntungan beragam yang diberikannya

“67% responden dalam survei yang disponsori Red Hat baru-baru ini yang melibatkan para pengambil keputusan IT global dan pekerja profesional berencana mengaplikasi aplikasi berbasis container dalam waktu dua tahun ke depan,” kata van Leeuwen. Perusahaan memerlukan platform infrastruktur terintegrasi yang dirancang untuk menjalankan, mengatur dan meningkatkan skala aplikasi dan layanan berbasis multi-container. Mereka juga memerlukan proses kreasi implementasi yang disederhanakan yang akan membantu mereka untuk mengelola aplikasi-aplikasi cloud-native dan tradisional secara konsisten.

Tahunnya PaaS
Platform-as-a-Service (PaaS) telah mendapatkan dukungan industri yang sangat kuat selama beberapa tahun belakangan. Namun, 2015 dapat menandai sebuah babak baru dalam sejarah PaaS. Docker mempopulerkan konsep containerization, dan dunia mengakui kelayakan arsitektur berbasis container ini. Kini perusahan beralih dari menanyakan tentang container sebagai bagian dari roadmap ke pertanyaan mengenai rincian implementasi. Tahun lalu menunjukkan semakin banyak perusahaan lebih memilih PaaS sebelum Infrastructure-as-a-service (IaaS) sebagai pondasi strategi cloud privat/hybrid mereka. Perusahaan mendambakan platform yang fleksibel untuk arsitektur microservices, dan vendor PaaS dan cloud mulai menyediakan hal tersebut. Container open source dan praktek pengaturan yang mengubah pengalaman pengembang dan menggeser platform ke arah yang diinginkan pelanggan kini tersedia.

Tren Internet of Things (IoT) yang saat ini berkembang memberikan tekanan lebih besar bagi vendor PaaS untuk menyediakan layanan yang mudah untuk dikelola, mudah didapatkan, dan sangat skalabel.

Mobilitas Makin Kencang
Perusahaan-perusahaan besar memanfaatkan tren konsumerisasi TI yang semakin meningkat dan perangkat bergerak yang tersebar luas, karena mereka memiliki tujuan untuk mengembangkan berbagai aplikasi guna meningkatkan produktivitas karyawan dan kepuasan pelanggan.\\Sebuah studi menemukan bahwa 82% organisasi yang berencana untuk berinvestasi dalam solusi-solusi manajemen perangkat mobile menciptakan berbagai kebijakan mengenai hal tersebut pada tahun 2015. Mobilitas menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan dengan tujuan untuk mendorong inovasi, menyederhanakan efisiensi operasional, dan mengembangkan model-model bisnis baru. Perusahaan kini mencari solusi-solusi yang bisa mendukung pengembangan dan integrasi aplikasi–aplikasi enterprise secara cepat untuk membantu mereka bergerak menuju strategi mobile-first (platform mobile menjadi yang utama).

Menggugah Enterprise
Red Hat Summit tahun ini mempertemukan para eksekutif perusahaan, pelanggan dan mitra dengan tren-tren teknologi yang disebutkan di atas dan inovasi-inovasi produk di Red Hat. Dalam konferensi tersebut, Jim Whitehurst, CEO Red Hat, menekankan bahwa nilai teknologi open source tidak hanya mengenai lisensi software, tetap juga tentang kolaborasi dan komunitas. Red Hat Summit adalah acara tahunan di mana Red Hat dan para visioner industri teknologi mengungkapkan pandangan-pandangan mereka mengenai masa depan perusahaan teknologi dan mengeksplorasi bagaimana software open source mengubah segalanya mulai dari cloud dan containers Linux ke mobile, big data, Internet of Things, dan lainnya.

Tema utama tahun ini adalah teknologi container Docker, dengan pengumuman mengenai Atomic Enterprise Platform dan platform OpenShift Enterprise 3 dari Red Hat. Atomic Enterprise membawa platform hosting dengan dukungan enterprise-grade untuk penggelaran dan pengaturan container Docker, sementara OpenShift adalah penawaran PaaS yang menyasar pengembang yang membangun, mengelola dan mengimplementasikan container.

WhatsApp Versi Terbaru Lebih Hemat untuk Menelepon

Aplikasi messenger WhatsApp bakal kedatangan berbagai fitur baru. Salah satu yang menarik, nantinya akan ada pilihan untuk menghemat data saat melakukan panggilan suara via WhatsApp. Bagaimana caranya? Seperti kutip dari Android Police, Kamis (23/7/2015), WhatsApp memasukkan dua fitur baru di bagian Setting. Salah satunya adalah “low data usage”.

Saat bagian tersebut dipilih, sistem secara otomatis akan memperkecil penggunaan data saat menggunakan fitur WhatsApp Call. Tentunya, fitur baru ini akan sangat membantu apabila kuota paket data sudah mulai menipis atau kualitas jaringan sedang buruk. Beberapa situs teknologi mengklaim sudah mencoba fitur baru ini. Hasilnya, kualitas suara dikatakan masih cukup baik. Penurunan kualitas suara tentu terjadi, meski tidak terlalu signifikan.

Selain itu, terlihat ada fitur yang mengizinkan pengguna untuk backup atau menyimpan perbincangan di aplikasi Google Drive. Fitur ini sendiri sebenarnya sempat hadir beberapa bulan lalu, tetapi sempat dihilangkan oleh pihak WhatsApp. Belum jelas, apakah fitur ini nantinya akan tetap hadir di WhatsApp versi terbaru atau tidak.

Satu fitur baru lainnya disebut sebagai “Mark As Unread”. Tekan dan tahan sebuah pesan, nantinya akan ditampilkan pilihan fitur tersebut. Saat fitur tersebut digunakan, warna tulisan akan berubah menjadi hijau, menandakan pesan itu belum dibaca. Fitur ini akan berguna bagi yang ingin menandai atau sebagai pengingat sebuah pesan penting yang akan dibaca kembali di masa yang akan datang.

Ada juga fitur notifikasi baru. Pengguna bisa mengatur ringtone yang berbeda untuk tiap orang dan grup. Tidak hanya itu saja, pengguna bisa mengatur warna lampu notifikasi yang berbeda untuk pemberitahuan setiap ada pesan yang masuk. Itu artinya pengguna bisa mengatur suara notifikasi yang berbeda untuk tiap orang. Pengguna juga nantinya bisa menggunakan fitur “mute” untuk tidak memberikan notifikasi setiap ada pesan dari orang tertentu.

Fitur notifikasi itu sendiri nantinya bakal ditemukan di laman detail dari satu orang atau grup. Untuk membuka laman detail tersebut, tekan dan tahan di orang atau grup yang diinginkan, kemudian pilih “View Contact”. Hingga berita ini dinaikkan, WhatsApp versi terbaru itu masih belum hadir di Google Play Store. Namun, bagi yang sudah tidak sabar untuk mencoba fitur barunya, bisa mendapatkan file instalasi versi 2.12.197

Domain ID Yang Mahal Disarankan Pakai Server Indonesia Agar Lebih Mudah Di Blokir Pemerintah

Secara luas Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa himbauan penggunaan domain .id untuk setiap situs yang ada di Indonesia tak melulu soal melacak situs yang mengandung muatan negatif. Menurut Chief RA–panggilan akrabnya–ada beberapa keuntungan bila situs di Indonesia menggunakan domain yang dikelola oleh Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI), salah satunya terkait masalah server.

“Kalau pakai domain .id, server-nya harus pakai di Indonesia, dong. Kalau sudah pakai domain .id, tapi hostingnya tetap di luar negeri, buat apa,” ujar mantan Komisaris Indosat tersebut, Dengan server yang berada di Indonesia, berarti keuntungan akan didapatkan oleh pengakses situs tersebut. Rudiantara mengatakan salah satunya adalah dari sisi kecepatan akan lebih cepat, karena tanpa harus ‘pergi’ ke jalur internasional.

Karena lokasi server berada di tanah air, keuntungan kedua tentu saja adalah menghemat dari sisi bandwidth. “Keuntungan lainnya kita bisa saving bandwidth internasional.” ujarnya. Selain hemat dari sisi bandwidth, terkait pemblokiran isu Islam yang dianggap radikal oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Rudiantara ingin situs domain .id nantinya akan mudah dilacak keberadaannya oleh pemerintah.

“Domain .com itu susah untuk dilacak karena kita tidak tahu itu asalnya dari mana. Kalau memang kesulitan membuat pakai .id, Kemenkominfo bersedia membantu kok,” sebut Rudiantara, Senin (6/4) kemarin. Kisruh pemblokiran 22 situs Islam yang dianggap radikal membuat Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyerukan agar pemilik situs menggunakan domain .id. Menurut dia, sudah seharusnya domain .id ini digunakan oleh pemilik situs.

“Saya sarankan pembuat situs itu lebih baik pakai domain .id saja,” ujar Rudiantara , Senin (6/4). Menurut Chief RA–panggilan akrabnya– domain situs berakhiran .id ini akan mampu membuat pemerintah untuk melacak keberadaan pengelolanya. Hal berbeda yang dianggap dia, bila masih menggunakan domain .com.

“Domain .com itu susah untuk dilacak karena kita tidak tahu itu asalnya dari mana. Kalau memang kesulitan membuat pakai .id, Kemenkominfo bersedia membantu kok.” Hal yang serupa juga dilontarkan oleh Ketua Bidang Hukum dan Regulasi Desk Cyber Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Edmon Makarim juga meminta masyarakat meningkatkan kesadaran agar menggunakan domain dot id yang lebih kredibel dan terverifikasi.

“Kalau pake domain dot com itu tidak bisa diverifikasi, anda bisa saja buat situs pakai KTP orang dan tidak diapa-apakan,” ujar Edmon saat ditemui di Jakarta, akhir pekan lalu. Dia mencontohkan, domain situs yang melakukan modus penipuan kebanyakan menggunakan domain .com ketimbang .id atau .co.id.

Domain .id sendiri dikelola oleh Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi). Menurut Sigit Widodo, Ketua Pandi Bidang Sosialisasi, untuk membuat nama domain, pengelola atau pemilik situs harus menyertakan data diri. “Ini yang membedakan kami dengan domain .com. Orang yang pakai .id identitasnya bisa diketahui dengan jelas, jadi pemerintah tidak bisa main blokir,” Sigit meneruskan.

Kehadiran DNS Nasional Dapat Dijadikan Alat Sensor Informasi Yang Bertentangan Dengan Rezim Pemerintah

Rencana Menkominfo Rudiantara untuk membangun Domain Name Server (DNS) Nasional ditanggapi LSM ICT Watch. Sebab, bila tak transparan tools tersebut bisa dijadikan alat sensor bagi pemerintah. Dalam Rancangan Peraturan Menteri tentang Kewajiban Pelayanan Universal atau Universal Service Obligation (USO), penyediaan DNS Nasional seperti yang tertulis di pasal empat ayat satu butir ‘f’ masuk ke dalam kegiataan untuk mendukung pemberdayaan sara dan prasarana telekomunikasi, internet dan penyiaran seperti tertuang di pasal satu ayat tiga.

ICT Wacth menyebut, DNS Nasional tersebut berkaitan erat dengan fungsi atau keberadaan Trust Positif, yang sejatinya hingga kini masih menjadi kontroversi keberadaanya. ICT Watch menulis bahwa teknologi DNS, khususnya topologi anycast yang terdistribusi sejatinya memang lebih tepat difungsikan untuk meningkatkan ketahanan (resilience) internet cepat, aman dan stabil.

Walau baik, ICT Watch mengatakan bahwa bila tata kelolanya atau prosedurnya tak berjalan dengan transparan dan akuntanbel. Dia menyebut beberapa negara yang terbukti menggunakan DNS untuk menyensor informasi. ICT Watch menambahkan bahwa negara seperti Tiongkok, Turki, Pakistan, Malaysia dan Korea Selatan yang menggunakan dalih DNS untuk menyensor informasi yang bersebrangan dengan kepentingan atau politik pemerintah.

“Dengan demikian kami sangat menyarankan, bila DNS Nasional menjadi bagian dari yang dibiayai oleh USO, maka perlu ada penjelasan mengenai prioritas dan tata kelolanya sebelum RPM USO disahkan,” isi surat terbuka ICT Watch yang ditujukan ke Menkominfo Rudiantara. “Hal ini relevan dengan pasal 3 pada RPM USO ini, yang mengharuskan pengelolaan KPU Telekomunikasi dan Informatika dilaksanakan dengan prinsip: transparan, tidak diskriminatif, akuntabel dan profesional.”

Sebelumnya, dalam menangani konten negatif, menurut Rudiantara, Kemenkominfo memiliki hak dan tanggung jawab pada saat yang sama. Tapi mereka mengaku tak punya kapasitas dan kompetensi. Sehingga, di tengah banyaknya jenis konten negatif, mulai dari pornografi sampai SARA dan terorisme, Kemenkominfo harus meminta bantuan pemuka masyarakat dan pakar sebelum mengambil keputusan. Kementerian Komunikasi dan Informatika berkukuh menyelenggarakan Domain Name System (DNS) Nasional untuk menangani konten negatif. Meski begitu, Indonesia diyakini takkan jadi seperti Tiongkok yang melakukan sensor ketat di dunia maya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan Indonesia tidak akan menjadi seperti Tiongkok karena Indonesia punya perangkat hukum yang menjamin kebebasan berekspresi. “Hanya, kemampuan dan kapabilitas (dalam menyaring konten negatif) harus seperti Tiongkok,” kata Chief RA, begitu menteri ini akrab dipanggil, kepada CNN Indonesia di Jakarta, Selasa (12/5).

Ada juga yang mengkhawatirkan sistem satu gerbang itu akan rentan menjadi objek serangan siber. Tentang ini, Chief RA bilang pihaknya amat memperhatikan aspek single point of failure (SPOF). Jadi secara jaringan sebetulnya akses tunggal melalui DNS Nasional itu punya backup di tempat lain. “Lagipula, ini (DNS Nasional) hanya satu fitur saja,” tuturnya. Dalam menangani konten negatif, menurut Chief RA, Kemenkominfo memiliki hak dan tanggung jawab pada saat yang sama. Tapi mereka mengaku tak punya kapasitas dan kompetensi.

Sehingga, di tengah banyaknya jenis konten negatif, mulai dari pornografi sampai SARA dan terorisme, Kemenkominfo harus meminta bantuan pemuka masyarakat dan pakar sebelum mengambil keputusan. “Dengan adanya DNS, kami bisa langsung memblokir, tanpa perlu meminta kepada ISP,” tuturnya.DNS adalah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host atau domain Internet. Ia menerjemahkan nama situs web menjadi alamat Internet Protocol (IP).

Referensinya adalah DNS Trust Positif dan sinkron dengan DNS yang digunakan oleh ISP. Maksud penggunaan DNS ini adalah untuk menyaring situs-situs yang berkonten negatif. Menteri Rudiantara bilang untuk uji coba DNS Nasional itu pihaknya menggandeng empat operator seluler di Indonesia, yang merupakan bagian dari komunitas Internet Service Provider (ISP) di Indonesia. Dengan adanya DNS, kami bisa langsung memblokir, tanpa perlu meminta kepada ISP
Menkominfo, Rudiantara “Karena bisa dikatakan saat ini lebih dari 70 persen trafik Internet adalah dari keempat operator,” tutur Rudiantara.

Menteri yang akrab dipanggil Chief RA ini mengatakan lebih lanjut, jika uji coba dengan empat operator seluler terbesar di Indonesia itu sukses, maka akan dilanjutkan ke ISP yang lain.

Situs Penjaga Keamanan Internet Paling Canggih Di Indonesia Dibobol Hacker

Situs web resmi milik Indonesia Security Incidents Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) yang sejatinya menjaga keamanan Internet di Indonesia pun bisa dibobol oleh peretas pada Senin (25/5). Ini menggambarkan bahwa kejahatan siber dapat mengancam siapa saja, bahkan sebuah lembaga yang diisi para ahli keamanan jaringan komputer.

Pakar antivirus dan keamanan siber Alfons Tanujaya dari Vaksincom mengatakan, tidak menutup kemungkinan seorang ahli keamanan menjadi korban kejahatan siber. “Bahkan sekelas Kaspersky pun bisa jebol. Waktu itu situs PresidenSBY.info juga pernah diretas,” ujar Alfons saat dihubungi. Keamanan siber disebut Alfons tidak hanya membutuhkan orang-orang yang punya keterampilan teknis kuat, tapi juga seorang yang rajin dan tekun. Karena menurutnya, selalu saja ada pihak yang berupaya mengeksploitasi celah keamanan.

Dari ID-SIRTII sendiri mengklaim peretasan kali ini di luar kendali mereka karena peretas memanfaatkan domain name server (DNS) hijacking yang mengalihkan alamat http://www.idsirtii.or.id ke tempat lain dan mengubah tampilan utamanya. “Kondisi tidak normal terjadi sejak jam 2 malam karena adanya perubahan data domain ID-SIRTII di registrant dan Pandi (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia-red) sebagai pengelola nama domain ID-SIRTII,” kata Ketua ID-SIRTII Rudi Lumanto.

Dalam aksi kali ini, peretas mengubah tampilan situs web ID-SIRTII dengan gambar seseorang mengenakan jaket hitam beserta penutup kepala yang wajahnya tidak terlihat. Di atasnya terdapat teks “Just A Dream” dan di bawahnya tertulis “( h3ll_id ).” Peretas juga memasang musik latar dengan nuansa house music. Rudi mengatakan, dengan metode seperti ini, situs web ID-SIRTII sebenarnya masih bisa diakses jika dipanggil dengan alamat Internet Protocol (IP address).

Ia juga mengkonfirmasi semua data dan dokumen di pusat data ID-SIRTII aman dan tidak ada yang dicuri karena si peretas sama sekali tidak “menyentuh” server mereka. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) , selaku pengelola domain .or.id yang dipakai ID-SIRTII, mengamini bahwa peretasan ini benar-benar menyerang DNS. Staf Khusus Bidang Operasional Pandi Sigit Widodo mengatakan, pihaknya menerima permintaan perubahan catatan name server (NS record) secara resmi dari registrar pada Senin dini hari.

“Di sistem kami ada permintaan perubahan NS record. Kesalahannya bisa terletak di dua titik, antara registrar atau registrant. Kami tidak bisa sebut siapa yang salah sampai kami melihat riwayat log,” jelas Sigit. Melihat permintaan perubahan NS record tersebut, Sigit memastikan bahwa aksi ini merupakan tindak peretasan. Peretasan sendiri bisa dilakukan dengan metode teknis yang mengeksploitasi celah keamanan dan peretasan dengan cara menebak-nebak kata sandi sebuah akun.

Sejatinya ID-SIRTII yang didirikan pada 2007 ini dapat mengungkap pelaku peretasan karena salah satu tugas lembaga ini adalah melakukan forensik digital serta memberi pelatihan teknis soal keamanan. Lembaga ini juga punya tugas mengawasi keamanan jaringan Internet hingga pusat data yang berada di Indonesia.Lembaga pengawas keamanan Internet di Indonesia, Indonesia Security Incidents Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), segera melacak pelaku peretasan situs web resminya pada Senin (25/5).

Dalam pesan singkat yang diterima CNN Indonesia, Ketua ID-SIRTII Rudi Lumanto mengatakan, kejadian ini merupakan bentuk kejahatan siber DNS hijacking yang terkait dengan pengelolaan domain Internet di luar kendali ID-SIRTII. Jika situs web ID-SIRTII diakses dengan alamat Internet Protocol (IP address), Rudi mengatakan tampilan situs webnya berada dalam keadaan normal. Ia menjelaskan tidak ada satu pun data dari situs web ID-SIRTII yang dicuri oleh peretas karena kejahatan ini sama sekali tidak menyentuh pusat data ata server ID-SIRTII.

“Tidak ada data yang dicuri, karena tidak menyentuh server ID-SIRTII secara langsung. Pelakunya lagi dilacak sekarang,” ujar Rudi. Rudi mengklaim saat ini situs wen ID-SIRTII sudah normal jika diakses dengan mengetik alamat domain Internet http://www.idsirtii.or.id. “Kondisi tidak normal terjadi sejak jam 2 malam karena adanya perubahan data domain ID-SIRTII di registrant dan Pandi (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia-red) sebagai pengelola nama domain ID-SIRTII,” kata Rudi.

Dalam peretasan kali ini, peretas mengubah tampilan situs web ID-SIRTII dengan gambar seseorang mengenakan jaket hitam beserta penutup kepala yang wajahnya tidak terlihat. Di atasnya terdapat teks “Just A Dream” dan di bawahnya tertulis “( h3ll_id ).” Peretas juga memasang musik latar dengan nuansa house music. Lembaga yang berdiri sejak 2007 tersebut, bertugas mengawasi keamanan jaringan Internet hingga pusat data yang berada di Indonesia. Mereka juga bertugas melakukan forensik digital dan memberi pelatihan soal keamanan Internet nasional.

Lembaga pengawas keamanan Internet di Indonesia, Indonesia Security Incidents Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), telah melakukan normalisasi situs web resminya sekitar pukul 11 siang yang diretas sejak Senin dini hari (25/5). Ketua ID-SIRTII Rudi Lumanto mengatakan, kondisi tidak normal pada situs webnya terjadi sejak jam 2 malam karena adanya perubahan data domain ID-SIRTII di registrant dan Pengelola Nama Domain Internet (Pandi) sebagai pengelola nama domain http://www.idsirtii.or.id. Baca:Situs Pengawas Keamanan Internet Indonesia Diretas

Rudi menjelaskan kejadian ini merupakan bentuk kejahatan siber domain name server (DNS) hijacking yang terkait dengan pengelolaan domain Internet di luar kendali ID-SIRTII. Jika situs web ID-SIRTII diakses dengan alamat Internet Protocol (IP address), Rudi mengatakan tampilan situs webnya berada dalam keadaan normal. Ia menjelaskan tidak ada satu pun data dari situs web ID-SIRTII yang dicuri oleh peretas karena kejahatan ini sama sekali tidak menyentuh pusat data ata server ID-SIRTII.

“Tidak ada data yang dicuri, karena tidak menyentuh server ID-SIRTII secara langsung,” ujar Rudi. Dalam aksi ini, peretas mengubah tampilan situs web ID-SIRTII dengan gambar seseorang mengenakan jaket hitam beserta penutup kepala yang wajahnya tidak terlihat. Di atasnya terdapat teks “Just A Dream” dan di bawahnya tertulis “( h3ll_id ).” Peretas juga memasang musik latar dengan nuansa house music.

Lembaga yang berdiri sejak 2007 tersebut, sejatinya bertugas mengawasi keamanan jaringan Internet hingga pusat data yang berada di Indonesia. Mereka juga bertugas melakukan forensik digital dan memberi pelatihan soal keamanan Internet nasional. Rudi menjelaskan pihaknya saat ini sedang melacak pelaku peretasan siber situs miliknyanya.