Category Archives: Aplikasi Internet

WhatsApp Versi Terbaru Lebih Hemat untuk Menelepon

Aplikasi messenger WhatsApp bakal kedatangan berbagai fitur baru. Salah satu yang menarik, nantinya akan ada pilihan untuk menghemat data saat melakukan panggilan suara via WhatsApp. Bagaimana caranya? Seperti kutip dari Android Police, Kamis (23/7/2015), WhatsApp memasukkan dua fitur baru di bagian Setting. Salah satunya adalah “low data usage”.

Saat bagian tersebut dipilih, sistem secara otomatis akan memperkecil penggunaan data saat menggunakan fitur WhatsApp Call. Tentunya, fitur baru ini akan sangat membantu apabila kuota paket data sudah mulai menipis atau kualitas jaringan sedang buruk. Beberapa situs teknologi mengklaim sudah mencoba fitur baru ini. Hasilnya, kualitas suara dikatakan masih cukup baik. Penurunan kualitas suara tentu terjadi, meski tidak terlalu signifikan.

Selain itu, terlihat ada fitur yang mengizinkan pengguna untuk backup atau menyimpan perbincangan di aplikasi Google Drive. Fitur ini sendiri sebenarnya sempat hadir beberapa bulan lalu, tetapi sempat dihilangkan oleh pihak WhatsApp. Belum jelas, apakah fitur ini nantinya akan tetap hadir di WhatsApp versi terbaru atau tidak.

Satu fitur baru lainnya disebut sebagai “Mark As Unread”. Tekan dan tahan sebuah pesan, nantinya akan ditampilkan pilihan fitur tersebut. Saat fitur tersebut digunakan, warna tulisan akan berubah menjadi hijau, menandakan pesan itu belum dibaca. Fitur ini akan berguna bagi yang ingin menandai atau sebagai pengingat sebuah pesan penting yang akan dibaca kembali di masa yang akan datang.

Ada juga fitur notifikasi baru. Pengguna bisa mengatur ringtone yang berbeda untuk tiap orang dan grup. Tidak hanya itu saja, pengguna bisa mengatur warna lampu notifikasi yang berbeda untuk pemberitahuan setiap ada pesan yang masuk. Itu artinya pengguna bisa mengatur suara notifikasi yang berbeda untuk tiap orang. Pengguna juga nantinya bisa menggunakan fitur “mute” untuk tidak memberikan notifikasi setiap ada pesan dari orang tertentu.

Fitur notifikasi itu sendiri nantinya bakal ditemukan di laman detail dari satu orang atau grup. Untuk membuka laman detail tersebut, tekan dan tahan di orang atau grup yang diinginkan, kemudian pilih “View Contact”. Hingga berita ini dinaikkan, WhatsApp versi terbaru itu masih belum hadir di Google Play Store. Namun, bagi yang sudah tidak sabar untuk mencoba fitur barunya, bisa mendapatkan file instalasi versi 2.12.197

Domain ID Yang Mahal Disarankan Pakai Server Indonesia Agar Lebih Mudah Di Blokir Pemerintah

Secara luas Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa himbauan penggunaan domain .id untuk setiap situs yang ada di Indonesia tak melulu soal melacak situs yang mengandung muatan negatif. Menurut Chief RA–panggilan akrabnya–ada beberapa keuntungan bila situs di Indonesia menggunakan domain yang dikelola oleh Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI), salah satunya terkait masalah server.

“Kalau pakai domain .id, server-nya harus pakai di Indonesia, dong. Kalau sudah pakai domain .id, tapi hostingnya tetap di luar negeri, buat apa,” ujar mantan Komisaris Indosat tersebut, Dengan server yang berada di Indonesia, berarti keuntungan akan didapatkan oleh pengakses situs tersebut. Rudiantara mengatakan salah satunya adalah dari sisi kecepatan akan lebih cepat, karena tanpa harus ‘pergi’ ke jalur internasional.

Karena lokasi server berada di tanah air, keuntungan kedua tentu saja adalah menghemat dari sisi bandwidth. “Keuntungan lainnya kita bisa saving bandwidth internasional.” ujarnya. Selain hemat dari sisi bandwidth, terkait pemblokiran isu Islam yang dianggap radikal oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Rudiantara ingin situs domain .id nantinya akan mudah dilacak keberadaannya oleh pemerintah.

“Domain .com itu susah untuk dilacak karena kita tidak tahu itu asalnya dari mana. Kalau memang kesulitan membuat pakai .id, Kemenkominfo bersedia membantu kok,” sebut Rudiantara, Senin (6/4) kemarin. Kisruh pemblokiran 22 situs Islam yang dianggap radikal membuat Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyerukan agar pemilik situs menggunakan domain .id. Menurut dia, sudah seharusnya domain .id ini digunakan oleh pemilik situs.

“Saya sarankan pembuat situs itu lebih baik pakai domain .id saja,” ujar Rudiantara , Senin (6/4). Menurut Chief RA–panggilan akrabnya– domain situs berakhiran .id ini akan mampu membuat pemerintah untuk melacak keberadaan pengelolanya. Hal berbeda yang dianggap dia, bila masih menggunakan domain .com.

“Domain .com itu susah untuk dilacak karena kita tidak tahu itu asalnya dari mana. Kalau memang kesulitan membuat pakai .id, Kemenkominfo bersedia membantu kok.” Hal yang serupa juga dilontarkan oleh Ketua Bidang Hukum dan Regulasi Desk Cyber Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Edmon Makarim juga meminta masyarakat meningkatkan kesadaran agar menggunakan domain dot id yang lebih kredibel dan terverifikasi.

“Kalau pake domain dot com itu tidak bisa diverifikasi, anda bisa saja buat situs pakai KTP orang dan tidak diapa-apakan,” ujar Edmon saat ditemui di Jakarta, akhir pekan lalu. Dia mencontohkan, domain situs yang melakukan modus penipuan kebanyakan menggunakan domain .com ketimbang .id atau .co.id.

Domain .id sendiri dikelola oleh Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi). Menurut Sigit Widodo, Ketua Pandi Bidang Sosialisasi, untuk membuat nama domain, pengelola atau pemilik situs harus menyertakan data diri. “Ini yang membedakan kami dengan domain .com. Orang yang pakai .id identitasnya bisa diketahui dengan jelas, jadi pemerintah tidak bisa main blokir,” Sigit meneruskan.

Kehadiran DNS Nasional Dapat Dijadikan Alat Sensor Informasi Yang Bertentangan Dengan Rezim Pemerintah

Rencana Menkominfo Rudiantara untuk membangun Domain Name Server (DNS) Nasional ditanggapi LSM ICT Watch. Sebab, bila tak transparan tools tersebut bisa dijadikan alat sensor bagi pemerintah. Dalam Rancangan Peraturan Menteri tentang Kewajiban Pelayanan Universal atau Universal Service Obligation (USO), penyediaan DNS Nasional seperti yang tertulis di pasal empat ayat satu butir ‘f’ masuk ke dalam kegiataan untuk mendukung pemberdayaan sara dan prasarana telekomunikasi, internet dan penyiaran seperti tertuang di pasal satu ayat tiga.

ICT Wacth menyebut, DNS Nasional tersebut berkaitan erat dengan fungsi atau keberadaan Trust Positif, yang sejatinya hingga kini masih menjadi kontroversi keberadaanya. ICT Watch menulis bahwa teknologi DNS, khususnya topologi anycast yang terdistribusi sejatinya memang lebih tepat difungsikan untuk meningkatkan ketahanan (resilience) internet cepat, aman dan stabil.

Walau baik, ICT Watch mengatakan bahwa bila tata kelolanya atau prosedurnya tak berjalan dengan transparan dan akuntanbel. Dia menyebut beberapa negara yang terbukti menggunakan DNS untuk menyensor informasi. ICT Watch menambahkan bahwa negara seperti Tiongkok, Turki, Pakistan, Malaysia dan Korea Selatan yang menggunakan dalih DNS untuk menyensor informasi yang bersebrangan dengan kepentingan atau politik pemerintah.

“Dengan demikian kami sangat menyarankan, bila DNS Nasional menjadi bagian dari yang dibiayai oleh USO, maka perlu ada penjelasan mengenai prioritas dan tata kelolanya sebelum RPM USO disahkan,” isi surat terbuka ICT Watch yang ditujukan ke Menkominfo Rudiantara. “Hal ini relevan dengan pasal 3 pada RPM USO ini, yang mengharuskan pengelolaan KPU Telekomunikasi dan Informatika dilaksanakan dengan prinsip: transparan, tidak diskriminatif, akuntabel dan profesional.”

Sebelumnya, dalam menangani konten negatif, menurut Rudiantara, Kemenkominfo memiliki hak dan tanggung jawab pada saat yang sama. Tapi mereka mengaku tak punya kapasitas dan kompetensi. Sehingga, di tengah banyaknya jenis konten negatif, mulai dari pornografi sampai SARA dan terorisme, Kemenkominfo harus meminta bantuan pemuka masyarakat dan pakar sebelum mengambil keputusan. Kementerian Komunikasi dan Informatika berkukuh menyelenggarakan Domain Name System (DNS) Nasional untuk menangani konten negatif. Meski begitu, Indonesia diyakini takkan jadi seperti Tiongkok yang melakukan sensor ketat di dunia maya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan Indonesia tidak akan menjadi seperti Tiongkok karena Indonesia punya perangkat hukum yang menjamin kebebasan berekspresi. “Hanya, kemampuan dan kapabilitas (dalam menyaring konten negatif) harus seperti Tiongkok,” kata Chief RA, begitu menteri ini akrab dipanggil, kepada CNN Indonesia di Jakarta, Selasa (12/5).

Ada juga yang mengkhawatirkan sistem satu gerbang itu akan rentan menjadi objek serangan siber. Tentang ini, Chief RA bilang pihaknya amat memperhatikan aspek single point of failure (SPOF). Jadi secara jaringan sebetulnya akses tunggal melalui DNS Nasional itu punya backup di tempat lain. “Lagipula, ini (DNS Nasional) hanya satu fitur saja,” tuturnya. Dalam menangani konten negatif, menurut Chief RA, Kemenkominfo memiliki hak dan tanggung jawab pada saat yang sama. Tapi mereka mengaku tak punya kapasitas dan kompetensi.

Sehingga, di tengah banyaknya jenis konten negatif, mulai dari pornografi sampai SARA dan terorisme, Kemenkominfo harus meminta bantuan pemuka masyarakat dan pakar sebelum mengambil keputusan. “Dengan adanya DNS, kami bisa langsung memblokir, tanpa perlu meminta kepada ISP,” tuturnya.DNS adalah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host atau domain Internet. Ia menerjemahkan nama situs web menjadi alamat Internet Protocol (IP).

Referensinya adalah DNS Trust Positif dan sinkron dengan DNS yang digunakan oleh ISP. Maksud penggunaan DNS ini adalah untuk menyaring situs-situs yang berkonten negatif. Menteri Rudiantara bilang untuk uji coba DNS Nasional itu pihaknya menggandeng empat operator seluler di Indonesia, yang merupakan bagian dari komunitas Internet Service Provider (ISP) di Indonesia. Dengan adanya DNS, kami bisa langsung memblokir, tanpa perlu meminta kepada ISP
Menkominfo, Rudiantara “Karena bisa dikatakan saat ini lebih dari 70 persen trafik Internet adalah dari keempat operator,” tutur Rudiantara.

Menteri yang akrab dipanggil Chief RA ini mengatakan lebih lanjut, jika uji coba dengan empat operator seluler terbesar di Indonesia itu sukses, maka akan dilanjutkan ke ISP yang lain.

Situs Penjaga Keamanan Internet Paling Canggih Di Indonesia Dibobol Hacker

Situs web resmi milik Indonesia Security Incidents Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) yang sejatinya menjaga keamanan Internet di Indonesia pun bisa dibobol oleh peretas pada Senin (25/5). Ini menggambarkan bahwa kejahatan siber dapat mengancam siapa saja, bahkan sebuah lembaga yang diisi para ahli keamanan jaringan komputer.

Pakar antivirus dan keamanan siber Alfons Tanujaya dari Vaksincom mengatakan, tidak menutup kemungkinan seorang ahli keamanan menjadi korban kejahatan siber. “Bahkan sekelas Kaspersky pun bisa jebol. Waktu itu situs PresidenSBY.info juga pernah diretas,” ujar Alfons saat dihubungi. Keamanan siber disebut Alfons tidak hanya membutuhkan orang-orang yang punya keterampilan teknis kuat, tapi juga seorang yang rajin dan tekun. Karena menurutnya, selalu saja ada pihak yang berupaya mengeksploitasi celah keamanan.

Dari ID-SIRTII sendiri mengklaim peretasan kali ini di luar kendali mereka karena peretas memanfaatkan domain name server (DNS) hijacking yang mengalihkan alamat http://www.idsirtii.or.id ke tempat lain dan mengubah tampilan utamanya. “Kondisi tidak normal terjadi sejak jam 2 malam karena adanya perubahan data domain ID-SIRTII di registrant dan Pandi (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia-red) sebagai pengelola nama domain ID-SIRTII,” kata Ketua ID-SIRTII Rudi Lumanto.

Dalam aksi kali ini, peretas mengubah tampilan situs web ID-SIRTII dengan gambar seseorang mengenakan jaket hitam beserta penutup kepala yang wajahnya tidak terlihat. Di atasnya terdapat teks “Just A Dream” dan di bawahnya tertulis “( h3ll_id ).” Peretas juga memasang musik latar dengan nuansa house music. Rudi mengatakan, dengan metode seperti ini, situs web ID-SIRTII sebenarnya masih bisa diakses jika dipanggil dengan alamat Internet Protocol (IP address).

Ia juga mengkonfirmasi semua data dan dokumen di pusat data ID-SIRTII aman dan tidak ada yang dicuri karena si peretas sama sekali tidak “menyentuh” server mereka. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) , selaku pengelola domain .or.id yang dipakai ID-SIRTII, mengamini bahwa peretasan ini benar-benar menyerang DNS. Staf Khusus Bidang Operasional Pandi Sigit Widodo mengatakan, pihaknya menerima permintaan perubahan catatan name server (NS record) secara resmi dari registrar pada Senin dini hari.

“Di sistem kami ada permintaan perubahan NS record. Kesalahannya bisa terletak di dua titik, antara registrar atau registrant. Kami tidak bisa sebut siapa yang salah sampai kami melihat riwayat log,” jelas Sigit. Melihat permintaan perubahan NS record tersebut, Sigit memastikan bahwa aksi ini merupakan tindak peretasan. Peretasan sendiri bisa dilakukan dengan metode teknis yang mengeksploitasi celah keamanan dan peretasan dengan cara menebak-nebak kata sandi sebuah akun.

Sejatinya ID-SIRTII yang didirikan pada 2007 ini dapat mengungkap pelaku peretasan karena salah satu tugas lembaga ini adalah melakukan forensik digital serta memberi pelatihan teknis soal keamanan. Lembaga ini juga punya tugas mengawasi keamanan jaringan Internet hingga pusat data yang berada di Indonesia.Lembaga pengawas keamanan Internet di Indonesia, Indonesia Security Incidents Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), segera melacak pelaku peretasan situs web resminya pada Senin (25/5).

Dalam pesan singkat yang diterima CNN Indonesia, Ketua ID-SIRTII Rudi Lumanto mengatakan, kejadian ini merupakan bentuk kejahatan siber DNS hijacking yang terkait dengan pengelolaan domain Internet di luar kendali ID-SIRTII. Jika situs web ID-SIRTII diakses dengan alamat Internet Protocol (IP address), Rudi mengatakan tampilan situs webnya berada dalam keadaan normal. Ia menjelaskan tidak ada satu pun data dari situs web ID-SIRTII yang dicuri oleh peretas karena kejahatan ini sama sekali tidak menyentuh pusat data ata server ID-SIRTII.

“Tidak ada data yang dicuri, karena tidak menyentuh server ID-SIRTII secara langsung. Pelakunya lagi dilacak sekarang,” ujar Rudi. Rudi mengklaim saat ini situs wen ID-SIRTII sudah normal jika diakses dengan mengetik alamat domain Internet http://www.idsirtii.or.id. “Kondisi tidak normal terjadi sejak jam 2 malam karena adanya perubahan data domain ID-SIRTII di registrant dan Pandi (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia-red) sebagai pengelola nama domain ID-SIRTII,” kata Rudi.

Dalam peretasan kali ini, peretas mengubah tampilan situs web ID-SIRTII dengan gambar seseorang mengenakan jaket hitam beserta penutup kepala yang wajahnya tidak terlihat. Di atasnya terdapat teks “Just A Dream” dan di bawahnya tertulis “( h3ll_id ).” Peretas juga memasang musik latar dengan nuansa house music. Lembaga yang berdiri sejak 2007 tersebut, bertugas mengawasi keamanan jaringan Internet hingga pusat data yang berada di Indonesia. Mereka juga bertugas melakukan forensik digital dan memberi pelatihan soal keamanan Internet nasional.

Lembaga pengawas keamanan Internet di Indonesia, Indonesia Security Incidents Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), telah melakukan normalisasi situs web resminya sekitar pukul 11 siang yang diretas sejak Senin dini hari (25/5). Ketua ID-SIRTII Rudi Lumanto mengatakan, kondisi tidak normal pada situs webnya terjadi sejak jam 2 malam karena adanya perubahan data domain ID-SIRTII di registrant dan Pengelola Nama Domain Internet (Pandi) sebagai pengelola nama domain http://www.idsirtii.or.id. Baca:Situs Pengawas Keamanan Internet Indonesia Diretas

Rudi menjelaskan kejadian ini merupakan bentuk kejahatan siber domain name server (DNS) hijacking yang terkait dengan pengelolaan domain Internet di luar kendali ID-SIRTII. Jika situs web ID-SIRTII diakses dengan alamat Internet Protocol (IP address), Rudi mengatakan tampilan situs webnya berada dalam keadaan normal. Ia menjelaskan tidak ada satu pun data dari situs web ID-SIRTII yang dicuri oleh peretas karena kejahatan ini sama sekali tidak menyentuh pusat data ata server ID-SIRTII.

“Tidak ada data yang dicuri, karena tidak menyentuh server ID-SIRTII secara langsung,” ujar Rudi. Dalam aksi ini, peretas mengubah tampilan situs web ID-SIRTII dengan gambar seseorang mengenakan jaket hitam beserta penutup kepala yang wajahnya tidak terlihat. Di atasnya terdapat teks “Just A Dream” dan di bawahnya tertulis “( h3ll_id ).” Peretas juga memasang musik latar dengan nuansa house music.

Lembaga yang berdiri sejak 2007 tersebut, sejatinya bertugas mengawasi keamanan jaringan Internet hingga pusat data yang berada di Indonesia. Mereka juga bertugas melakukan forensik digital dan memberi pelatihan soal keamanan Internet nasional. Rudi menjelaskan pihaknya saat ini sedang melacak pelaku peretasan siber situs miliknyanya.

PANDI Lindungi Domain Internet dengan L-Root

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama dengan Internet Corporation For Assigned Names and Numbers (ICANN) selesai memasang server L-Root pertama di Indonesia. Pemasangan L-Root ini akan meningkatkan kemampuan Sistem Nama Domain (DNS) terhadap beberapa jenis serangan siber tertentu, seperti Distributed Denial of Service (DDoS). Ketua PANDI, Andi Budimansyah, menyatakan gembira dengan terpasangnya server L-Root di Indonesia.

“Ini merupakan root server ketiga di Indonesia setelah I-Root dan F-Root yang sudah ada sebelumnya. L-Root ini sangat penting untuk meningkatkan kehandalan, kecepatan, dan ketahanan internet di Indonesia,” ujarnya. Komunikasi antar-komputer melalui internet sejatinya menggunakan alamat numerik yang dikenal sebagai alamat IP (Internet Protocol). Server DNS berfungsi untuk menerjemahkan alamat numerik itu menjadi alamat berbasis huruf yang lebih mudah diingat oleh manusia. Misalnya, pengguna akan lebih mudah menghafal nama cnnindonesia.com ketimbang alamat IP-nya yakni 203.190.245.30.

L-Root adalah salah satu dari tiga belas server root itu. Seluruh perlengkapan server L-Root di Indonesia disediakan oleh PANDI dan pengoperasiannya dilakukan oleh ICANN. Kuek Yu-Chuang, Vice President dan Managing Director ICANN Asia Pacific menyebut pemasangan L-Root pertama di Indonesia ini sebagai sebuah peristiwa bersejarah.

Hal ini dapat dilakukan berkat kerja sama yang erat dengan PANDI dan komunitas multi-stakeholder di Indonesia, termasuk dengan pemerintah Republik Indonesia yang sudah menjadi mitra erat ICANN di Asia Pasifik,” ungkap Kuek. “ICANN memiliki komitmen pada perkembangan internet di Indonesia dan mendukung lebih banyak lagi pemasangan L-Root di Indonesia,” tambah Kuek lagi. Dirjen Aplikasi Telematika Kementerian Kominfo RI, Bambang Heru Tjahjono, mengatakan, Kementerian Kominfo sangat menghargai langkah-langkah dan program TIK untuk meningkatkan kehandalan dan tata kelola internet di Indonesia.

“Salah satu tujuan utama kami adalah memperkuat DNS nasional. Dengan adanya L-Root dan kerja sama yang erat dengan ICANN, tata kelola internet di Indonesia diharapkan dapat menjadi semakin baik dan secara signifikan meningkatkan keamanan, kehandalan, dan integritas Internet di Indonesia,” tuturnya.

Profile Elaine Andriejanssen Wanita Beruntung Asal Indonesia Yang Menikah Dengan Pendiri Facebook

Elaine Andriejanssen adalah wanita asal Indonesia yang akan dinikahi salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin. Siapa sebenarnya sosok wanita keturunan China tersebut? Sayangnya, tidak banyak informasi yang diketahui mengenai Elaine. Di akun LinkedIn, diinformasikan kalau Elaine bekerja sebagai Quantitative Research Analyst di Franklin Templeton Investment, sebuah perusahaan investasi global.

Kemungkinan, Elaine bertemu dengan Saverin di acara bisnis di Singapura. Saverin yang kekayaan terakhirnya di kisaran USD 1,2 miliar, memang termasuk gemar mengikuti perkembangan dunia startup dan kabarnya tak segan menjadi investor. Masih di LinkedIn, Elaine adalah lulusan dari Tufts University di Massachusets, Amerika Serikat. Ia kuliah dari tahun 2002 sampai 2006 mengambil jurusan Ekonomi.

Elaine diketahui tinggal bersama keluarganya di Singapura. Kemungkinan ia sudah lama tinggal di negara tetangga itu karena menempuh sekolah menengah di Raffles Girls School. Elaine bertunangan dengan Saverin bulan Maret lalu di Bali. Sedangkan acara pernikahan mereka akan dilangsungkan di kota Paris, Perancis. Demikian seperti dikutip dari Malaysiandigest, Kamis (18/6/2015). Ada kabar gembira datang dari co-founder Facebook Eduardo Saverin. Bulan depan, pria asal Brasil ini akan melepas masa lajangnya.

Saverin yang saat ini berusia 33 tahun, mempersunting Elaine Andriejanssen, wanita Indonesia keturunan China yang tinggal di Singapura. The Strait Times, Kamis (17/6/2015) melansir, pasangan ini sebelumnya menggelar acara pertunangan mewah di Bali bulan lalu. Keduanya mengundang pemenang Grammy Awards John Legend sebagai salah satu pengisi acara.

Kegembiraan Saverin akan menikahi Elaine sudah diperlihatkannya melalui akun Facebook pribadinya. Dia menceritakan betapa bahagianya ketika Elaine menerima lamarannya. “She Said Yes!!! I am engaged to the love of my life. Excited for a life full of adventure, happiness and health,” tulisnya pada 28 Maret 2014.

Paris, Prancis akan menjadi saksi dipersatukannya pasangan ini dalam pernikahan. Mengingat waktu perhelatan yang kian dekat, saat ini keduanya sedang sangat sibuk dengan segala persiapannya. Saverin bertemu Elaine di Singapura. Saverin sendiri akhirnya menetap di Singapura sejak 2009 dan melepas statusnya sebagai warga negara Amerika Serikat.

Saat ini Saverin tercatat sebagai investor yang aktif memberi suntikan dana bagi sejumlah startup, antara lain layanan pencarian properti online 99.co dan e-grocer Singapura Redmart.

Pengguna WhatsApp Aktif Capai 800 Juta Smartphone

Layanan pesan instant, WhatsApp berhasil mencatatkan prestasi yang mengesankan. Sebab, menurut CEO Jan Koum, di akun Facebook miliknya, dia memberi tahu bahwa pengguna WhatsApp sudah berhasil mencapai 800 juta pengguna aktif.

“Whatsapp, sekarang melayani 800 juta pengguna aktif setiap bulan. Perlu diingat ke khalayak sana, (pengguna) aktif dan terdaftar adalah sesuatu yang berbeda,” tulis Jan Koum, di laman jejaring sosialnya tersebut.

Seperti diketahui, pengguna aktif adalah jumlah pengguna yang sudah mendaftarkan di WhatsApp dan juga aktif menggunakan layanan tersebut. Jadi bukan hanya diinstal lalu ditinggal. Kebanyakan layanan aplikasi pesan instan memang hanya menyebutkan angka jumlah pengguna yang terdaftar.

Bisa dipastikan juga, bila jumlah yang aktif sudah mencapai 800 juta per bulan, artinya jumlah pengguna yang mendaftarkan diri di WhatsApp bisa lebih dari itu. Seiring dengan jumlah penggunanya yang semakin banyak, WhatsApp tentu saja menambahkan beberapa fitur baru. Beberapa diantaranya adalah kemampuan untuk menelpon berbasis internet atau fitur calling. Walaupun pengguna WhatsApp yang bisa merasakan fitur tersebut baru sebatas versi Android saja.

Seperti dikutip Betanews, WhatsApp baru saja melakukan update ke versi 2.12.45. Di versi ini, pengguna bisa memasukan opsi backup percakapan secara online yang dapat dipilih untuk tersambung ke Google Drive. Tentu saja untuk sementara hanya pengguna Android saja dan pemilik Gmail yang bisa melakukan sinkornisasi tersebut.