Category Archives: Aplikasi Internet

Makna Filosofi Dari Logo Samsung

Jauh sebelum Samsung menjelma sebagai raksasa teknologi perusahaan tersebut memulai hidup pada 1938 dengan membuat mie dan penjual makanan laut kering. Kata logo “Samsung” yang dalam bahasa Korea berarti “tiga bintang” sengaja dipilih oleh sang pendiri, Lee Byung-chull. Dia bercita-cita membangun perusahaannya menjadi besar dan abadi seperti bintang di langit.

Lalu mengapa tiga bintang, bukan dua atau empat? Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Selasa (24/2/2015), alasannya adalah angka “3” di Korea bermakna sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang besar dan berkuasa. Logo perusahaan Samsung pada awalnya pun menyertakan angka “3” ini secara harfiah berupa gambar tiga bintang.

Nama “Samsung” muncul dalam aksara latin pada 1969, ketika perusahaan asal Negeri Ginseng itu berubah nama menjadi Samsung Electronics dan mulai melebarkan sayap ke bidang elektronik dengan memproduksi tape recorder serta TV hitam putih. Logo terkini dari Samsung -dengan bentuk elips warna biru sedikit miring dan teks berwarna putih di tengahnya- baru ditetapkan sebagai logo perusahaan pada 1993, di bawah inisiatif manajemen baru Lee Kun-hee.

Lee adalah tokoh yang mengarahkan Samsung agar mulai fokus mengembangkan bisnis di ranah ponsel, setelah mulai membuat telepon genggam pada 1988. Beberapa tahun belakangan, berkat dukungan sistem operasi Android yang diterima secara luas di masyarakat, pamor Samsung meroket sebagai salah pabrikan ponsel pintar terbesar di dunia.

Jajaran produk Samsung turut meluas, mencakup jam tangan pintar hingga headset virtual reality. Nama perusahaan “tiga bintang” yang dulu berkutat dengan mie dan makanan kering itu pun kini terdengar akrab di telinga penggemar teknologi dan gadget mobile karena program branding dari logo yang baik

4 Miliar Penduduk Bumi Belum Terhubung Internet

Berdasarkan survei dari Internet.org yang diprakarsai Facebook, sekitar 60 persen penduduk dunia atau sekitar empat miliar orang belum dapat mengakses internet. Praktis dari 7,2 miliar penduduk bumi, hanya sekitar 40 persen penduduk di belahan dunia yang sudah bisa menikmati fasilitas dunia maya.

“Hampir 4,5 miliar orang tak menggunakan internet,” kata penggagas Internet dot org, Mark Zuckerberg beberapa waktu lalu. Dilansir Kamis (26/2/2015) dari Mashable, kebanyakan masyarakat yang tak terhubung internet adalah warga negara-negara berkembang. Data menunjukkan, dari 40 persen orang yang terhubung internet, 76 persen berasal dari negara maju dan sisanya berasal dari negara berkembang.

Wilayah dengan penduduk paling banyak terkoneksi internet adalah Amerika Utara, sedangkan yang paling sedikit adalah Asia Selatan. Untuk wilayah Asia Pasifik, di mana Indonesia masuk di dalamnya, jumlah penduduk yang terkoneksi sebesar 43,9 persen.

Temuan data tersebut merupakan tantangan bagi Internet dot org. Pasalnya, gerakan tersebut membawa misi untuk menghubungkan semua orang di seluruh dunia dengan internet. Tahun ini, Internet.org berharap tiga miliar orang dapat terhubung lewat internet.

Jika ingin mewujudkan visinya, tampaknya Internet.org harus berusaha lebih keras. Pasalnya, pertumbuhan adopsi internet sepanjang tahun 2014 dilaporkan lambat, yakni hanya meningkat 6,6 persen. Padahal, pertumbuhan adopsi internet tahun 2010 mencapai 14,7 persen.

Walau begitu, masih ada harapan untuk memgsosialisasikan penggunaan akses internet, terutama di daerah-daerah terpencil yang mungkin menganggap asing istilah internet. Potensi koneksi internet sebenarnya cukup besar. Hampir 80 persen populasi dunia, berdasarkan survei, sebenarnya memiliki jangkauan internet. “Artinya, kita harus lebih melihat isu kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk terkoneksi ke internet,” begitu kata perwakilan Facebook.

Untuk itu, Facebook terus menggodok strategi untuk melawan tiga hambatan dalam mencapai misi “masyarakat terkoneksi”, yakni infrastruktur, keterjangkauan, dan relevansi. Ke depannya, relevansi perlu digenjot karena mengacu pada ketidaktahuan masyarakat tertentu atas internet. Laporan Internet.org selengkapnya dapat dilihat di sini

Zuckerberg sempat mengunjungi Jakarta untuk mensosialisasikan program penyebaran internet tersebut pada Oktober tahun lalu. Kedatangan Zuckerberg untuk memberi wawasan kepada pengembang aplikasi di Indonesia agar bisa menggunakan jaringan secara efisien dan membuat aplikasi yang dioptimalkan untuk kondisi jaringan internet di negara-negara berkembang.

Teknologi User Behavior Analytics untuk Perangi Ancaman

Dtex Systems, pemimpin penyedia solusi untuk menangani ancaman keamanan internal, baru-baru ini meluncurkan versi terbaru sistem User Behavior Analytics (UBA) yang merupakan bagian dari SystemSkan.

Teknologi UBA berfungsi untuk melakukan pemantauan aktivitas pengguna TI secara lebih efektif, karena dapat menjalankan profiling masing-masing pengguna TI secara lebih dalam serta mampu mendeteksi jika terjadi anomali.

Solusi ini memberikan kemampuan visibilitas bagi perusahaan TI dari masing-masing pengguna sehingga potensi ancaman dari internal perusahaan dapat terdeteksi saat terjadi penyimpangan dari pola yang biasa. Kelebihan yang diberikan oleh Dtex dirancang untuk mendeteksi, menginvestigasi dan mencegah kebocoran rahasia perusahaan serta mengukur produktivitas karyawan.

Sebagai awal, Dtex akan membantu perusahaan untuk memetakan bagaimana pola kerja karyawan dalam pemakaian TI. UBA membuat profil masing-masing karyawan dilihat dari normalnya aktivitas pemakaian TI mereka seperti berapa lama menggunakan Internet, penggunaan file, aplikasi yang sering digunakan, akses ke jaringan perusahaan dan semacamnya.

Ditambah lagi dengan kewenangan yang dimiliki oleh masing-masing karyawan, berdasarkan ini maka UBA dapat mendeteksi penyimpangan pola untuk kemudian dilaporkan dan selanjutnya dianalisa.

“Solusi keamanan yang beredar sekarang lebih fokus kepada usaha pencegahan, sehingga tidak cukup untuk melakukan pemantauan, deteksi dan merespon jika ancaman internal muncul,” kata Michael Nugroho, Managing Director Dtex Indonesia dalam siaran persnya.

Menurut Michael, SystemSkan yang dilengkapi dengan teknologi UBA menyediakan visibilitas bagi perusahaan mengenai bagaimana karyawan menggunakan komputer, data yang diakses dan bagaimana memindahkannya. “Jika dibandingkan dengan sistem keamanan lainnya, analisa yang ditampilkan melalui UBA dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai perilaku pengguna dan apa intensinya.”

UBA mencatat setiap aktivitas yang terjadi di setiap komputer dan server. Dari setiap karyawan akan muncul laporan akan aktivitas TI mereka termasuk aplikasi yang dipakai, perlakuan terhadap file dan folder, perangkat end-point, seta aktivitas Internet.

Dari analisa laporan bisa terlihat resiko yang mungkin terjadi jika terjadi penyimpangan kebiasaan. Misalnya jika karyawan tiba-tiba melakukan copy/transfer/delete file secara berlebihan atau penyimpangan dari aktifitas normal. Serta aktivitas pengunaan komputer yang tidak perlu dapat dipangkas untuk mengembalikan karyawan ke jalur produktivitas.

40 Persen Pemilik Smartphone Suka Selingkuh Pakai WhatsApp

Ponsel pintar membuat penggunanya lebih mudah berkomunikasi dalam berbagai media, dan menurut sebuah survei hal ini justru membuat pemakainya lebih rentan selingkuh. Survei tersebut dilakukan oleh situs kencan yang tengah booming di Eropa, Victoria Milan. Berdasarkan hasil survei tersebut sekitar 45 persen pengguna ponsel pintar pernah selingkuh.

Pemicunya tak lain adalah berbagai macam aplikasi media sosial yang tersedia di platform Apple App Store dan Google Play. Aplikasi media sosial seperti Snapchat dianggap sebagai salah satu pemicu perselingkuhan. Snapchat sering digunakan untuk mempublikasikan foto-foto pribadi ke sesama pengguna dan secara otomatis langsung terhapus.

Snapchat lantas dinilai sebagai salah satu aplikasi ‘pembantu’ para pengguna ponsel pintar yang berselingkuh dari pasangannya masing-masing. Situs Business Insider juga menyebutkan beberapa aplikasi yang bisa mendukung terjadinya perselingkuhan, di antaranya Vaulty Stocks, Ashley Madison, TigerText, SlyDial, hingga Invisible Text.

Namun sayangnya tak disebutkan berapa banyak orang yang mengikuti survei tersebut, begitu juga dengan platform yang dipakai. Apakah Android atau iOS.Media sosial dan pesan instan bukanlah pertama kali disebut-sebut sebagai pemicu selingkuh. Di Italia, WhatsApp sempat disebut-sebut sebagai penyebab 40 persen kasus perceraian di sana.

“Media sosial telah memicu pengkhianatan di Italia dengan membuatnya menjadi kegiatan yang lebih mudah untuk dilakukan. Pertama, melalui berkirim pesan SMS, kemudian Facebook, dan sekarang WhatsApp, sebuah paltform yang sedang diganderungi oleh banyak orang,” kata Gian Ettore Gassani, Presiden The Italian Assocation of Matrimonial Lawyers

Kemajuan teknologi memang tidak melulu membawa dampak positif untuk kehidupan manusia. Di Italia, aplikasi pesan instan WhatsApp malah dinilai sebagai salah satu penyebab perceraian. Italia terkenal sebagai negara yang memiliki masyarakat sangat menaruh apresiasi tinggi akan arti cinta. The Italian Assocation of Matrimonial Lawyers (IAML) menilai, percakapan melalui WhatsApp telah menjadi penyebab terjadinya 40 persen kasus perceraian. Percakapan tersebut dijadikan sarana perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangan dengan kekasih gelapnya. Tak heran hal ini cukup menggemparkan.

Tak hanya untuk mengobrol, WhatsApp juga digunakan untuk saling berkirim foto-foto seksi. Parahnya lagi, menurut para pengacara di Italia, banyak pihak yang berselingkuh dengan tiga sampai empat orang sekaligus melalui WhatsApp.

Presiden IAML Gian Ettore Gassani menyatakan, “Media sosial telah memicu pengkhianatan di Italia dengan membuatnya menjadi kegiatan yang lebih mudah untuk dilakukan. Pertama, melalui berkirim pesan SMS, kemudian Facebook, dan sekarang WhatsApp, sebuah paltform yang sedang diganderungi oleh banyak orang.”

Gassani juga mengatakan bahwa dengan WhatsApp para pengguna kini lebih mudah bertukar foto cabul. Hal ini biasanya berujung para prilaku hubungan seks bebas yang semakin sering terjadi di Italia. “Ini bagaikan dinamit, kami melihat para pezinah menggunakan layanan ini untuk menjaga tiga sampai empat hubungan,” kata Gassani, dikutip dari Telegraph, Kamis (4/12).

Selain di Italia, ada juga survei dari seorang pengacara asal Inggris pada 2011 yang memperlihatkan bahwa, sepertiga kasus perceraian mencantumkan jejaring sosial Facebook sebagai salah satu bukti yang diajukan.

Tanda Komputer Terjangkit Malware GameOver Zeus Pencuri Uang Online Banking Ciptaan Evgeniy Bogachev

Hacker buron asal Rusia diketahui menyebarkan program jahat yang mampu menguras isi rekening korbannya. Berikut adalah tanda komputer yang telah terkena virus tersebut. Evgeniy Bogachev saat ini menjadi hacker paling dicari oleh FBI. Aksinya yang mencuri US$ 100 juta dianggap sebagai serangan paling canggih dan merusak.

Bogachev beraksi dengan malware bernama GameOver Zeus yang ia sebarkan melalui email. Program jahat itu bertugas untuk mengintai korbannya untuk merekam data penting, seperti transaksi perbankan melalui internet. Selain itu komputer yang terinfeksi juga akan dijadikan ‘zombie’, yakni sebuah mesin yang dikendalikan peretas untuk tujuan tertentu, seperti melumpuhkan sistem.

Federal Bureau of Investigation (FBI) kini tengah memburu Bogachev yang diduga berada di Rusia, hadiah US$ 3 juta juga disiapkan bagi siapa saja yang bisa memberi informasi keberadaannya. Melalui situsnya FBI juga menjelaskan ciri-ciri komputer yang terjangkit GameOver Zeus, antara lain performa komputer yang mulai lambat, lalu krusor yang bergerak dengan sendirinya.

Selain itu pengguna disarankan waspada jika tiba-tiba menerima adanya laporan aktivitas mencurikan pada akun perbankan. Ciri-ciri lain komputer yang terjangkit GameOver Zeus adalah munculnya kotak chat yang tidak dikenal. Beberapa kasus juga menyebutkan komputer yang terkena malware penyandera Cryptolocker, besar kemungkinan juga terserang GameOver Zeus.

Untuk mengantisipasi malware tersebut, FBI hanya menyarankan pengguna untuk menggunakan aplikasi antivirus terkini serta memblokir akses pop-up window. Pengguna juga disarankan untuk lebih hati-hati saat mengunduh lampiran dari email yang tidak dikenal. FBI dan departemen luar negeri Amerika Serikat akan memberikan Rp 38,6 miliar bagi siapa saja yang berhasil menangkap hacker asal Rusia, Evgeniy Bogachev.

Bogachev, yang saat ini dipercaya berada di Rusia, sebenarnya bukan sosok baru dalam kejahatan komputer. Tahun lalu dan di 2012 itu pernah dihukum atas kejahatan meretas sistem.Pria tersebut juga masuk dalam daftar buronan paling dicari FBI untuk urusan keamanan internet, dan kini hacker 31 tahun itu kembali dicari atas kejahatan serupa.

Bogachev dituding bertanggung jawab atas serangan terhadap sejumlah bank di Amerika Serikat dengan kerugian mencapai US$ 100 juta. Serangan ini ia lakukan dengan bantuan sebuah malware.Bogachev yang dikenal di internet sebagai “lucky 12345″, atau “slavik”, membuat malware bernama GameOver Zeus yang dirancang untuk mencuri password dan nomer rekening akun korbannya.

Komputer yang terinfeksi malware tersebut kemudian bisa dikendalikan oleh Bogachev dan timnya yang juga berada di Rusia. Dari sini mereke kemudian bisa melakukan transaksi perbankan seperti mengirim uang ke rekening yang sudah disiapkan. Selain itu Bogachev juga diketahui sebagai pembuat Cryptolocker, program jahat yang mampu menyandera komputer korbannya. Malware ini bekerja dengan mengenkripsi data lalu kemudian meminta uang tebusan agar data tersebut bisa digunakan kembali.

Cryptolocker juga sempat terdeteksi di Indonesia, dan kabarnya malware ini sudah ‘menyandera’ lebih dari satu juta komputer di seluruh dunia. Sebagai penjahat siber spesialis pembobol rekening bank, Bogachev juga diketahui punya sejumlah rumah mewah yang salah satunya terletak di Anapa, Russia.

Seperti dikutip dari Washington Post, Rabu (25/2), karena kejahatannya itu dan sulitnya menangkap Bogachev, FBI mengumumkan hadiah US$ bagi siapa saja yang bisa membekuknya. Hal ini sekaligus membuat hacker Rusia itu sebagai buronan paling mahal yang dicari FBI. Ulah hacker Rusia bernama Evgeniy Bogachev meresahakn pemerintah Amerika Serikat. Bahkan aksi tersebut diklaim sebagai serangan paling canggih yang pernah ada.

Bogachev dan kelompoknya dituding telah melakukan konpirasi dan penipuan perbankan dengan kerugian mencapai US$ 100 juta, atau setara Rp 1,2 triliun. Demikian pernyataan departemen kehakiman Amerika Serikat, Senin waktu setempat. Bogachev yang dikenal di internet sebagai “lucky 12345″, atau “slavik”, adalah otak di balik terciptanya malware GameOver Zeus. Sebuah program jahat yang memang dirancang untuk menyerang akun perbankan.

Malware tersebut diketahui sudah beredar cukup lama, dan sudah menginfeksi ratusan ribu komputer di seluruh dunia. Inilah yang membuatnya sulit diberantas.Apa yang dilakukan Bogachev diakui sebagai FBI sebagai serangan siber paling canggih yang pernah mereka hadapai. Bahkan diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk memberangus seluruh pusat kendali yang telah dibuat Bogachev.

Menurut Washington Post, polisi setidaknya menghabiskan 72 jam untuk memberantas semua komputer yang telah disulap menjadi ‘zombie’ oleh Bogachev. “Ini adalah serangan paling canggih dan paling merusak yang pernah kami temukan,” kata Wakil Jaksa Agung, James M. Cole. Aksi kejahatan hacker 30 tahun itu tidak hanya membuat malware ganas GameOver Zeus, ia juga disebut sebagai pencipta Cryptolocker, program jahat yang mampu menyandera komputer korbannya. Malware ini bekerja dengan mengenkripsi data lalu kemudian meminta uang tebusan agar data tersebut bisa digunakan kembali.

Cryptolocker juga sempat terdeteksi di Indonesia, dan kabarnya malware ini sudah ‘menyandera’ lebih dari satu juta komputer di seluruh dunia. “Fokus kami saat ini adalah menemukan Bogachev untuk segera menahannya,” tegas Cole. Bogachev saat ini tengah menjadi buronan paling dicari FBI untuk kasus kejahatan siber, bahkan pemerintah AS memberikan hadiah US$ 3 juta bagi siapa saja yang bisa menangkapnya.

Amerika Serikat menyediakan hadiah sebesar US$3 juta atau lebih dari Rp38 miliar bagi yang bisa memberikan informasi keberadaan atau menangkap seorang peretas Rusia yang telah meretas sejuta komputer. Pengumuman hadiah ini disampaikan oleh FBI dan Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (24/2) untuk buronan Evgeniy Mikhailovich Bogachev atau yang dikenal di dunia online dengan nama “lucky12345″ dan “slavik”.

Bogachev yang diyakini masih berada di Rusia ini diburu karena membuat dan mengoperasikan beberapa piranti lunak hacker, salah satunya bernama Game Over Zeus yang telah menginfeksi lebih dari satu juta komputer di AS. “Piranti lunak yang dikenal dengan nama ‘Zeus’ dan ‘Game Over Zeus’ memungkinkan penggunanya untuk mencuri informasi perbankan dan mengosongkan rekening korban, menyebabkan pencurian US$100 juta dari pengusaha dan konsumen di Amerika Serikat,” ujar pengumuman pemberian hadiah tersebut.

Juni lalu, jaksa federal AS mendakwa Bogachev yang diduga memimpin kelompok kriminal siber di Rusia dan Ukraina yang mengoperasikan Zeus. Selain Zeus, kelompok ini juga menggunakan Cryptolocker, piranti lunak yang digunakan untuk membobol dokumen dalam komputer sasaran. Kelompok ini lantas meminta tebusan dari pemilik komputer yang ingin dokumen mereka kembali.

Sejak muncul tahun 2013, Cryptolocker telah digunakan untuk menyerang sekitar 200 ribu komputer, setengahnya ada di AS. Dalam dua bulan serangan, geng hacker berhasil mendapatkan US$27 juta dari korban pemerasan, seperti disampaikan Wakil Jaksa Agung AS James Cole Juni tahun lalu. Kasus pembobolan komputer oleh hacker pekan lalu juga diungkap oleh perusahaan keamanan siber Kaspersky yang mengatakan bahwa satu kelompok peretas telah membobol US$1 miliar dari ratusan bank di 30 negara. Belum diketahui apakah ada hubungan antara Bogachev dengan kelompok ini.

Sebuah geng penjahat siber multinasional telah mencuri sebanyak US$ 1 miliar atau sekitar Rp 12,7 triliun dari 100 lembaga keuangan di seluruh dunia dalam kurun waktu dua tahun, menurut riset perusahaan keamanan siber Kaspersky. Perusahaan asal Rusia itu mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Interpol, Europol, dan otoritas dari berbagai negara untuk mengungkap rincian lebih lanjut tentang perampokan siber yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kaspersky menjuluki jaringan peretas itu dengan Carbanak yang terdiri atas penjahat siber dari Eropa, termasuk Rusia dan Ukraina, serta Tiongkok. Mereka mengambil pendekatan untuk tidak mencuri langsung dari bank, melainkan menyamar sebagai pelanggan yang menarik uang dari rekening individu atau perusahaan.

Carbanak menyalahgunakan email dari individu atau karyawan perusahaan yang telah membuka file dengan program jahat (malware). Teknik macam ini dikenal sebagai pengelabuan. Mereka kemudian mampu masuk ke sistem email, melacak surat elektronik, untuk melakukan penyadapan. Dengan cara ini, Kaspersky mengatakan, para penjahat siber dapat memelajari kebiasaan karyawan bank yang melakukan transaksi atau transfer uang.

Carbanak bahkan disebut juga dapat membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk menarik uang tunai dari kartu debit. Mereka kemudian mengumpulkan uang membagikan hasil pencurian. “Serangan-serangan ini menggarisbawahi fakta bahwa penjahat akan mengeksploitasi kerentanan dalam sistem apapun,” kata Sanjay Virmani, Direktur Pusat Kejahatan Digital Interpol, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kaspersky. Ia melanjutkan, hal ini menandai bahwa tidak ada sektor industri yang sepenuhnya kebal dari serangan siber dan para pengusaha harus terus meningkatkan keamanan data.

Cara Memakai BBM Di Komputer Desktop PC dan Mac

Bersamaan dengan diluncurkannya sistem operasi BlackBerry versi 10.3.1, fitur Blend akhirnya sudah bisa digunakan. Layanan berbentuk aplikasi ini bisa mengintegrasikan ponsel BlackBerry dengan aneka perangkat lain, termasuk tablet Android, iPad, serta komputer berbasis Windows dan Mac.

Dengan program ini, pengguna perangkat BlackBerry 10 bisa mengakses aneka fungsi messaging perangkat, seperti SMS dan BlackBerry Messenger (BBM), melalui komputer atau tablet. Penerimaan dan pengiriman pesan BBM pun bisa dilakukan lewat desktop.

Lantas, bagaimanakah cara untuk menggunakan fitur tersebut di perangkat komputer? Pertama, pengguna diharuskan untuk meng-install aplikasi Blend untuk platform PC. Software itu sendiri tersedia secara gratis dan bisa diunduh langsung melalui tautan berikut ini. Untuk versi Mac, silahkan kunjungi tautan yang satu ini.

Besaran file instalasi Blend untuk komputer ini sendiri cukup besar, yakni 153 megabyte. Sementara itu, untuk Blend versi Mac, file instalasinya sebesar 122 megabyte.

Setelah diunduh dan diinstalasi, pengguna sebenarnya bisa langsung menghubungkan perangkat BlackBerry 10 ke perangkat PC. Akan tetapi, sebelum melakukannya, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu beberapa persyaratan mutlak agar fitur tersebut dapat digunakan.

Salah satu syaratnya, pastikan bahwa OS di perangkat BlackBerry sudah diperbarui atau di versi 10.3.1. Kemudian, perangkat tersebut harus terhubung ke internet, entah itu melalui jaringan WiFi atau seluler. Selain itu, aplikasi Blend versi terbaru di perangkat BlackBerry 10 mutlak harus dimiliki. BlackBerry Blend bisa digunakan di komputer yang menjalankan Windows 7/ Mac OS X 10.7 atau yang lebih baru.

Setelah persyaratan dipenuhi, pengguna sudah bisa langsung menghubungkan perangkat ke komputer. Ada dua cara untuk melakukan hal tersebut, menggunakan kabel USB atau jaringan seluler. Layar loading BlackBerry Blend
Setelah itu, pengguna harus memasukan BlackBerry ID untuk mensinkronkan atau pairing data antara perangkat BlackBerry 10 dan komputer. Setelah ID dimasukan, pengguna akan mendapat e-mail konfirmasi.

Buka e-mail tersebut, kemudian lakukan konfirmasi melalui instruksi yang diberikan. Selanjutnya, pengguna sudah bisa login dan menggunakan langsung aplikasi Blend di perangkat komputer. Pengguna bisa mengakses beberapa fitur saat menggunakan aplikasi ini itur Blend sendiri diperkenalkan untuk pertama kalinya pada September 2014 lalu. Selain dapat digunakan untuk berkirim pesan dari desktop, aplikasi Blend juga masih memiliki fungsi lain.

Pengguna bisa melihat daftar kontak, e-mail, dan jadwal yang ada di perangkat ponsel.

Setelah 16 Tahun Akhirnya HTTP Diupdate

Standar protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) baru, yaitu HTTP/2, telah selesai difinalisasi. Standar baru tersebut kini memasuki proses editorial sebelum dirilis sebagai standar yang baru. Seperti dikutip dari The Next Web, Rabu (18/2/2015), konfirmasi finalisasi standar HTTP yang baru itu didapat dari postingan blog milik Mark Nottingham, anggota dari IETF HTTP Working Group yang mengerjakan protokol HTTP baru untuk world wide web.

Menurut postingan dari Nottingham, IESG (The Internet Engineering Steering Group) selaku lembaga yang bertanggungjwab atas manajemen teknis aktivitas UETF dan proses standarisasi Internet, telah menyetujui spesifikasi HTTP/2. Spesifikasi yang ditetapkan itu saat ini sudah diajukan ke RFC (request For Comment) Editor untuk melalui proses editorial sebelum akhirnya nanti dipublikasina sebagai standar HTTP yang baru.

Perubahan standar HTTP/2 adalah langkah yang besar untuk internet dunia, mengingat standar HTTP 1.1 yang luas digunakan sejak 1999 (atau 16 tahun yang lalu), belum pernah direvisi. Standar baru tersebut membawa perbaikan kepada inti dari teknologi web, seperti waktu load yang lebih cepat, koneksi yang bertahan lebih lama, item yang bisa dikirim lebih cepat, dan server push.

Walau demikian, HTTP/2 tetap mengusung API yang sama yang telah dikenal oleh para pengembang, dengan bebrapa fitur baru yang bisa diadopsi. Salah satu perubahan yang dijanjikan dalam HTTP/2 adalah fitur multiplexing yang memungkinkan banyak request dalam satu web yang bisa dikirimkan dalam waktu yang sama, sehingga halaman bisa dibuka dengan lebih cepat.

Standar HTTP/2 baru itu dikembangkan berdasar protokol SPDY (dibaca: Speedy) yang dikembangkan oleh Google. Teknologi itu kini sudah dipakai untuk menangani lalu-lintas web dengan meningkatkan latensi dan keamanan.