Category Archives: Aplikasi Internet

Pengguna WhatsApp Aktif Capai 800 Juta Smartphone

Layanan pesan instant, WhatsApp berhasil mencatatkan prestasi yang mengesankan. Sebab, menurut CEO Jan Koum, di akun Facebook miliknya, dia memberi tahu bahwa pengguna WhatsApp sudah berhasil mencapai 800 juta pengguna aktif.

“Whatsapp, sekarang melayani 800 juta pengguna aktif setiap bulan. Perlu diingat ke khalayak sana, (pengguna) aktif dan terdaftar adalah sesuatu yang berbeda,” tulis Jan Koum, di laman jejaring sosialnya tersebut.

Seperti diketahui, pengguna aktif adalah jumlah pengguna yang sudah mendaftarkan di WhatsApp dan juga aktif menggunakan layanan tersebut. Jadi bukan hanya diinstal lalu ditinggal. Kebanyakan layanan aplikasi pesan instan memang hanya menyebutkan angka jumlah pengguna yang terdaftar.

Bisa dipastikan juga, bila jumlah yang aktif sudah mencapai 800 juta per bulan, artinya jumlah pengguna yang mendaftarkan diri di WhatsApp bisa lebih dari itu. Seiring dengan jumlah penggunanya yang semakin banyak, WhatsApp tentu saja menambahkan beberapa fitur baru. Beberapa diantaranya adalah kemampuan untuk menelpon berbasis internet atau fitur calling. Walaupun pengguna WhatsApp yang bisa merasakan fitur tersebut baru sebatas versi Android saja.

Seperti dikutip Betanews, WhatsApp baru saja melakukan update ke versi 2.12.45. Di versi ini, pengguna bisa memasukan opsi backup percakapan secara online yang dapat dipilih untuk tersambung ke Google Drive. Tentu saja untuk sementara hanya pengguna Android saja dan pemilik Gmail yang bisa melakukan sinkornisasi tersebut.

Cara Menelpon Gratis Lewat WhatsApp

WhatsApp baru saja merilis versi final dari fitur panggilan telepon untuk pengguna Android. Ini menambah panjang aplikasi pesan instan yang bisa melakukan telepon berbasis internet. Untuk mengunakan fitur voice di WhatsApp ini sangat mudah. Bila sebelumnya hanya terbatas untuk beberapa pengguna saja, kini pengguna layanan milik WhatsApp bisa menggunakannya asal berjalan di atas sistem operasi Android. Langkah awal, tentu saja pengguna WhatsApp harus berada di update terbaru yakni di versi 2.12.5. Bila belum berada di versi ini, tentu saja pengguna perlu melakukan pembaruan yang sudah tersedia di Play Store.

Setelah melakukan pembaruan, akan ada sedikit perubahan dari sisi antarmukanya. Tidak hanya tab ‘chats’ dan ‘contacts’, karena di bagian sisi paling kiri terdapat juga tab ‘calls’. Memulai panggilan telepon cukup sentuh tab ‘calls’ lalu tekan tombol ‘New call’ yang berada di bagian kanan atas. Di bagian tab ini terdapat sejumlah kontak dalam daftar WhatsApp pengguna. Sekedar diketahui, kontak yang berada daftar adalah yang sudah menggunakan versi terbaru dari WhatsApp ini. Karena, syarat utama untuk bisa melakukan panggilan adalah sama-sama berada di versi terakhir.

Kami melakukan dua pengujian. Pertama melakukan panggilan saat berada di jaringan internet WiFi dan jaringan berbasis seluler. Hasilnya, sama-sama dapat melakukan panggilan dengan sempurna. Ketika berada di jaringan WiFi, tentu saja konektivitas yang ditawarkan stabil. Tidak ada delay atau noise berarti, semuanya jernih seperti menelpon cara konvensional.

Pun begitu, ketika berada di jaringan seluler, panggilan telepon WhatsApp tak mengalami kendala berarti. Malahan terkadang bisa mendapatkan suara yang jernih walau sedikit delay, saat berada di posisi 2G. Agak sedikit menganggu adalah tidak adanya pilihan untuk memilih fitur calling ketika menekan foto akun yang dituju. Sehingga potensi salah pencet besar kemungkinan akan terjadi.

Secara keseluruhan, fitur WhatsApp ini sangat menarik. Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba. Fitur panggilan suara dari aplikasi pesan instan WhatsApp kini sudah bisa dinikmati oleh para pengguna perangkat bersistem operasi Android. Panggilan suara ini diklaim telah dinanti-nanti oleh banyak pengguna. Para pengguna cukup perbarui aplikasi WhatsApp masing-masing dengan versi paling baru dari Google Play Store.

Kolom untuk melakukan panggilan suara akan tersedia secara otomatis jika aplikasi WhatsApp sudah diperbarui. Jadi selain ada tab untuk Contacts dan Chats, tab untuk Calls secara otomatis akan muncul. Sama halnya seperti riwayat panggilan di ponsel, WhatsApp akan menampilkan riwayat kontak yang telah dihubungi oleh pengguna. Mengutip International Business Times, para pengguna hanya bisa menelepon kontak yang tersimpan di aplikasi tersebut.

Selain itu, WhatsApp versi baru ini menyajikan pilihan untuk menyimpan nomor baru di dalam aplikasinya sendiri. Salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton mengkonfirmasi bahwa fitur panggilan suara untuk para pengguna perangkat iOS segera diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan namun belum ada tanggal kepastiannya.

Sementara bagi perangkat bersistem operasi Windows masih belum diketahui apakah akan memperoleh fitur panggilan suara WhatsApp atau tidak.

Cara Chatting Dengan WhatsApp Melalui Komputer Desktop

Berita baik menghampiri pengguna pesan instan WhatsApp pada Kamis (22/1). Mereka tidak lagi terbatas menggunakan WhatsApp di ponsel pintar, tetapi juga bisa menggunakannya di komputer melalui peranti lunak peramban (browser).

Saat ini WhatsApp merekomendasikan pengguna untuk memakai browser Google Chrome versi 36 ke atas agar aksi berkirim pesan bisa jalan sempurna. Setelah membuka Chrome, masuklah ke situs web: web.whatsapp.com.

Di sana Anda akan bertemu dengan sebuah QR code di sisi kiri tampilan. QR code ini akan menjadi kunci untuk melakukan log-in serta menghubungkan antara WhatsApp di ponsel pintar dengan di versi situs web.

Bagi Anda pengguna ponsel Android, Windows Phone, BlackBerry OS, BlackBerry 10 dan ponsel Nokia S60, cukup memindai QR code tersebut dengan aplikasi WhatsApp di ponsel masing-masing. Caranya, Anda buka aplikasi WhatsApp di ponsel lalu masuk ke Menu dan pilih WhatsApp Web.

Sebelumnya, pastikan dulu bahwa Anda telah memperbarui aplikasi WhatsApp di ponsel.

Jika pemindaian QR code sukses, Anda akan langsung masuk ke akun WhatsApp yang sama dengan di ponsel. Anda tidak perlu lagi melakukan pendaftaran karena semua data akan ditarik dari WhatsApp di ponsel pintar. Peralihan pemakaian WhatsApp di situs web ini juga tidak menghapus riwayat percakapan Anda di ponsel pintar.

Dalam publikasi di blog resmi perusahaan, WhatsApp berkata fitur baru ini belum bisa dinikmati para pengguna perangkat iOS “karena adanya limitasi pada platform App.” Tidak ada kejelasan dari WhatsApp soal ketersediaan WhatsApp versi situs web di iOS.

Cara Menyimpan Percakapan Chating WhatsApp Di Google Drive

Aplikasi WhatsApp akan diperbarui dengan sejumlah fitur tambahan, termasuk fungsi untuk menyimpan seluruh percakapan di Google Drive. Aplikasi WhatsApp untuk Android memang tengah fokus dikembangkan. Sebelumnya, WhatsApp menyediakan fungsi untuk melakukan percakapan di komputer, lalu tak lama kemudian fungsi panggilan telepon disediakan.

Pada versi terbaru, yakni 2.12.45, WhatsApp untuk Android kedapatan fungsi terbaru yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan seluruh percakapan di Google Drive. Menurut blog Android Police, fungsi backup tersebut bisa bekerja dengan baik pada jaringan Wi-Fi. Tapi tak tertutup kemungkinan juga pengguna melakukan penyimpanan saat berada di jaringan seluler. Jadwal untuk penyimpanan juga bisa diatur sesuai kebutuhan pengguna. Namun secara default, aplikasi akan melakukan penyimpanan otomatis setiap hari pada pukul 04.00.

Sebelum menjalankan fungsi tersebut pengguna WhatsApp diminta untuk mengizinkan akses aplikasi ke Google Drive. Hal ini wajar, mengingat kedua merupakan entitas berbeda dari produsen yang berbeda pula.

Fungsi menyimpan pesan di Google Drive memang dianggap perlu. Selain bisa meringankan beban di memori ponsel, pengguna juga dapat dengan mudah mengembalikan semua percakapan saat berganti ponsel atau memperbarui aplikasi nanti.

Profile Pengguna Internet Di Indonesia

Akses internet telah menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat Indonesia sekarang ini, apapun latar belakang demografisnya. Berkat perkembangan teknologi, Indonesia telah berhasil menyediakan jasa layanan sambungan internet berkecepatan tinggi atau broadband.

Di seluruh dunia, dari negara kaya seperti Amerika Serikat hingga negara berkembang seperti Ghana, juga di Indonesia, di barat atau di timur, semua membutuhkan layanan internet – terutama yang berteknologi broadband, untuk bertahan hidup dan terus berkembang.

Di Indonesia, menurut survei Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dikelola Pusat Kajian Komunikasi, Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia (Puskakom UI) menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia terus bertambah.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) Semuel Abrijani Pangerapan, pada akhir tahun 2014, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta atau meningkat 23% dibandingkan posisi akhir 2013 yang sebanyak 71,9 juta.

  • Pulau Jawa dan Bali, yakni sebanyak 52 juta atau 59%,
  • Sumatera sebanyak 18,6 juta (21%)
  • Sulawesi 7,3 juta (8,6%)
  • Maluku, Papua dan Nusa Tenggara sebanyak 5,9 juta (6,7%)
  • Kalimantan 4,2 juta (4,8%).

Namun, secara persentase terhadap jumlah penduduk, penetrasi internet di

  • Sulawesi paling tinggi dibanding pulau lain, yakni mencapai 39%
  • Nusa Tenggara, Maluku dan Papua (35)
  • Pulau Jawa Bali (35%)
  • Sumatera (34%)
  • Kalimantan (28%)

Semuel mengatakan, dilihat berdasarkan perangkat yang digunakan untuk mengakses internet, mayoritas menggunakan telepon seluler, baik di Indonesia barat maupun Indonesia timur.

Namun, dilihat dari lamanya para pengguna mengakses internet, rata-rata (35,3%) pengguna mengakses internet selama satu jam per hari. Dilihat lebih jauh lagi, ternyata pengguna internet di NTT, NTB, Maluku dan Papua adalah yang paling banyak mengakses internet selama satu jam dibanding wilayah lain.

Data survei menunjukkan, ada tiga alasan utama orang Indonesia menggunakan internet, yakni untuk mengakses sarana sosial/komunikasi (72%), sumber informasi harian (65%), dan mengikuti perkembangan jaman (51%).

Tiga alasan utama mengakses internet itu dipraktikan melalui empat kegiatan utama, yaitu menggunakan jejaring sosial (87%), mencari informasi (69%), instant messaging (60%) dan mencari berita terbaru (60%). Tetapi untuk wilayah kalimantan, praktik paling banyak ketika mengkses internet adalah untuk berkomunikasi menggunakan email (59%).

Kegiatan ini pun paling banyak dilakukan oleh pengguna internet yang tinggal di wilayah Indonesia bagian Timur (31%) dibandingkan oleh pengguna internet yang tinggal di wilayah Indonesia bagiaan Barat (24%).

Tidak ada perbedaan mencolok antara pengguna internet di Indonesia timur dan barat dalam kategori tingkat pendidikan, yakni mayoritas pengguna internet adalah berpendidikan SMA sederajat dan sarjana S1.

Demikian halnya dalam kalau dilihat berdasarkan pekerjaan pengguna internet, baik di Indonesia barat maupun timur rata-rata adalah bekerja sebagai karyawan dan wirausahawan. Hanya saja, di Papua Barat, mayoritas bekerja pengguna internetnya sebagai pengusaha, yakni mencapai 80%

Semuel mengatakan, kehadiran jaringan kabel serat optik di Indonesia timur akan berdampak pada penyebaran penetrasi internet di Tanah Air.

“Penyebaran penetrasi internet itu dipengaruhi oleh dua faktor, yakni daya beli masyarakat dan juga kesiapan jaringan atau infrastruktur. Jadi, kalau kedua faktor itu sudah terpenuhi, penyebaran penetrasi pun akan lebih cepat lagi,” ujarnya.

Bila jaringan infrastruktur kabel serat optik dan layanan broadband sudah tersedia di Indonesia timur, Semuel Pangerapan yakin, industri broadband di wilayah tersebut akan ikut terdorong.

“Anggota APJII, penyedia jasa internet (ISP) akan berbondong-bondong berbisnis di Indonesia timur,” kata Semuel.

Kalau bisnis broadband di Indonesia timur sudah tumbuh, lanjut Semuel Pangerapan, bukan tidak mungkin akan diikuti sektor usaha lain.

“Saya yakin, sektor usaha dan industri lain akan berbondong-bondong berinvestasi di Indonesia timur, yang pada ujungnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

“Kalau sudah demikian, apa yang disampaikan Bank Dunia dalam penelitiannya belum lama ini, bahwa penetrasi broadband sebesar 10% akan meningkatkan PDB sebesar 1,38%, itu akan terealisasi,” pungkas Semuel.

Makna Filosofi Dari Logo Samsung

Jauh sebelum Samsung menjelma sebagai raksasa teknologi perusahaan tersebut memulai hidup pada 1938 dengan membuat mie dan penjual makanan laut kering. Kata logo “Samsung” yang dalam bahasa Korea berarti “tiga bintang” sengaja dipilih oleh sang pendiri, Lee Byung-chull. Dia bercita-cita membangun perusahaannya menjadi besar dan abadi seperti bintang di langit.

Lalu mengapa tiga bintang, bukan dua atau empat? Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Selasa (24/2/2015), alasannya adalah angka “3” di Korea bermakna sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang besar dan berkuasa. Logo perusahaan Samsung pada awalnya pun menyertakan angka “3” ini secara harfiah berupa gambar tiga bintang.

Nama “Samsung” muncul dalam aksara latin pada 1969, ketika perusahaan asal Negeri Ginseng itu berubah nama menjadi Samsung Electronics dan mulai melebarkan sayap ke bidang elektronik dengan memproduksi tape recorder serta TV hitam putih. Logo terkini dari Samsung -dengan bentuk elips warna biru sedikit miring dan teks berwarna putih di tengahnya- baru ditetapkan sebagai logo perusahaan pada 1993, di bawah inisiatif manajemen baru Lee Kun-hee.

Lee adalah tokoh yang mengarahkan Samsung agar mulai fokus mengembangkan bisnis di ranah ponsel, setelah mulai membuat telepon genggam pada 1988. Beberapa tahun belakangan, berkat dukungan sistem operasi Android yang diterima secara luas di masyarakat, pamor Samsung meroket sebagai salah pabrikan ponsel pintar terbesar di dunia.

Jajaran produk Samsung turut meluas, mencakup jam tangan pintar hingga headset virtual reality. Nama perusahaan “tiga bintang” yang dulu berkutat dengan mie dan makanan kering itu pun kini terdengar akrab di telinga penggemar teknologi dan gadget mobile karena program branding dari logo yang baik

4 Miliar Penduduk Bumi Belum Terhubung Internet

Berdasarkan survei dari Internet.org yang diprakarsai Facebook, sekitar 60 persen penduduk dunia atau sekitar empat miliar orang belum dapat mengakses internet. Praktis dari 7,2 miliar penduduk bumi, hanya sekitar 40 persen penduduk di belahan dunia yang sudah bisa menikmati fasilitas dunia maya.

“Hampir 4,5 miliar orang tak menggunakan internet,” kata penggagas Internet dot org, Mark Zuckerberg beberapa waktu lalu. Dilansir Kamis (26/2/2015) dari Mashable, kebanyakan masyarakat yang tak terhubung internet adalah warga negara-negara berkembang. Data menunjukkan, dari 40 persen orang yang terhubung internet, 76 persen berasal dari negara maju dan sisanya berasal dari negara berkembang.

Wilayah dengan penduduk paling banyak terkoneksi internet adalah Amerika Utara, sedangkan yang paling sedikit adalah Asia Selatan. Untuk wilayah Asia Pasifik, di mana Indonesia masuk di dalamnya, jumlah penduduk yang terkoneksi sebesar 43,9 persen.

Temuan data tersebut merupakan tantangan bagi Internet dot org. Pasalnya, gerakan tersebut membawa misi untuk menghubungkan semua orang di seluruh dunia dengan internet. Tahun ini, Internet.org berharap tiga miliar orang dapat terhubung lewat internet.

Jika ingin mewujudkan visinya, tampaknya Internet.org harus berusaha lebih keras. Pasalnya, pertumbuhan adopsi internet sepanjang tahun 2014 dilaporkan lambat, yakni hanya meningkat 6,6 persen. Padahal, pertumbuhan adopsi internet tahun 2010 mencapai 14,7 persen.

Walau begitu, masih ada harapan untuk memgsosialisasikan penggunaan akses internet, terutama di daerah-daerah terpencil yang mungkin menganggap asing istilah internet. Potensi koneksi internet sebenarnya cukup besar. Hampir 80 persen populasi dunia, berdasarkan survei, sebenarnya memiliki jangkauan internet. “Artinya, kita harus lebih melihat isu kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk terkoneksi ke internet,” begitu kata perwakilan Facebook.

Untuk itu, Facebook terus menggodok strategi untuk melawan tiga hambatan dalam mencapai misi “masyarakat terkoneksi”, yakni infrastruktur, keterjangkauan, dan relevansi. Ke depannya, relevansi perlu digenjot karena mengacu pada ketidaktahuan masyarakat tertentu atas internet. Laporan Internet.org selengkapnya dapat dilihat di sini

Zuckerberg sempat mengunjungi Jakarta untuk mensosialisasikan program penyebaran internet tersebut pada Oktober tahun lalu. Kedatangan Zuckerberg untuk memberi wawasan kepada pengembang aplikasi di Indonesia agar bisa menggunakan jaringan secara efisien dan membuat aplikasi yang dioptimalkan untuk kondisi jaringan internet di negara-negara berkembang.