Monthly Archives: August 2014

Akun Gmail Android Ternyata Paling Mudah Di Hack

Ketersediaan aplikasi e-mail di ponsel merupakan solusi praktis bagi pengguna perangkat mobile. Namun keamanan layanan tersebut masih perlu dipastikan. Baru-baru ini, sejumlah peneliti dari Amerika Serikat mengklaim mampu meretas layanan e-mail Google, Gmail, di ponsel Android dengan tingkat keberhasilan 92 persen.

Para peneliti dari University of California menguji kemampuan mereka membuka akses ke sejumlah aplikasi dengan menyamarkan perangkat lunak berbahaya sebagai aplikasi lain yang diunduh. Dari sejumlah aplikasi, termasuk H&R Block, Newegg, WebMD, Chase Bank, Hotels.com, dan Amazon, Gmail termasuk yang paling mudah diakses dengan aplikasi berbahaya tersebut.

“Banyak orang berasumsi bahwa aplikasi ini tidak dapat diganggu dengan aplikasi lain. Kami ingin membuktikan bahwa itu tidak benar. Satu aplikasi dapat berdampak secara signifikan dan mengakibatkan konsekuensi berbahaya bagi pengguna,” kata asisten profesor dan salah satu peneliti, Zhiyun Qian, seperti dilaporkan BBC News, Jumat, 22 Agustus 2014.

Peretasan ini juga dapat membuka akses menuju memori ponsel pintar. Yakni dengan menggunakan perangkat lunak berbahaya yang menyamar sebagai aplikasi yang kelihatan normal, seperti unduhan wallpaper. “Dengan peretasan ini, kami harap peneliti pihak ketiga akan membuat Android lebih kuat dan aman,” kata Qian.

Selain melantas Gmail, peneliti juga berhasil menerobos Chase Bank, aplikasi yang memungkinkan pengguna membayar lewat cek dengan mengambil gambar dari kamera. Peneliti mampu mengakses kamera untuk mencuri gambar dan mengambil informasi pribadi pengguna beserta tanda tangan dan rincian bank yang digunakan.

Qian menjelaskan, meskipun uji coba dilakukan pada ponsel Android, peretasan ini juga bisa dilakukan pada sistem operasi lain, seperti iOS dan Windows. Hasil penelitian akan ditampilkan dalam konferensi keamanan cyber di San Diego oleh University of Michigan dan University of California.

Advertisements

BlackBerry Makin Ditinggal Pengguna di Indonesia

BlackBerry yang biasanya sangat diandalkan untuk komunikasi data, belakangan kalah pamor dan mulai tergantikan oleh layanan messaging sejenis lainnya. Demikian tercermin dari pergerakan trafik di operator. Seperti kutip dari info memo laporan keuangan XL semester pertama 2014, Sabtu (23/8/2014), disebutkan bahwa anak usaha Axiata itu hanya memiliki sekitar 13,3 juta pengguna smartphone atau sekitar 21% dari 63,3 juta pelanggan.

Selama enam bulan terakhir itu pula, XL tercatat berhasil mengurangi sekitar 15% pembayaran ke BlackBerry berkat fokus menggenjot pengguna dari platform operasi lainnya seperti Android. Sebelumnya, dalam jumpa pers halal bihalal XL, para petinggi operator itu mengungkapkan selama Lebaran 2014 pamor pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) mulai luntur.

“Kebanyakan orang sekarang mengucapkan selamat Idul Fitri lewat aplikasi pesan instan. Tapi, lonjakan di BBM tidak lagi seperti dulu pas hari Lebaran. Lonjakan tertinggi layanan komunikasi lewat aplikasi terjadi di WhatsApp, Line, Instagram dan Path. BBM juga ada peningkatan, tapi bisa dibilang sangat kecil,” katanya.

Secara rinci lonjakan komunikasi pelanggan XL yang memakai layanan pesan instan selama Lebaran lalu terjadi di WhatsApp (52,4%), Line (49,4%), Viber (39,4%), KakaoTalk (18,3%) dan BBM (0,3%).

Sementara di Telkomsel pelanggan BlackBerry mengalami kenaikan 15% yakni menjadi 7,279 juta pelanggan di semester pertama 2014. Namun, Telkomsel menyatakan terjadi juga penurunan pembayaran akses ke perusahaan tersebut. BlackBerry sendiri terus memperbaiki diri agar perangkatnya diminati pengguna. Belum lama ini perseroan memperpanjang kerjasamanya dengan 7digital dalam memberikan layanan musik digital.

Dalam kerjasama terbaru ini 7digital mengambilalih penjualan dari BlackBerry dimana sebelumnya menggunakan konsep revenue sharing. Sementara BlackBerry akan membayar 7digital fee bulanan bagi penggunaan mulai Agustus 2015.

Game Kim Kardashian Mampu Raup 700.000 Dollar Per Hari

Selebritis Hollywood, Kim Kardashian, dikenal di seluruh dunia dan menjadi kaya raya meski tidak pernah “bekerja”. Kini ia bisa menghasilkan uang sekitar US$ 700 ribu per hari hanya dari aplikasi mengenai dirinya, Kim Kardashian: Hollywood. Aplikasi game ini dikembangkan oleh Glu Mobile dan bisa diunduh secara gratis. Dalam game ini pengguna dapat menciptakan avatar mereka sendiri dan bisa menjadi selebritis seperti yang mereka inginkan. Pengguna, melalui avatarnya, dapat mengenakan baju-baju mahal, melakukan sesi foto, dan hang-out dengan selebriti lain yang terdapat dalam daftar. Para pengguna diminta untuk menaikkan status selebriti mereka dari E-List menjadi A-List.

Orang mungkin bertanya-tanya darimana Kim bisa meraup US$ 700 ribu karena game ini diunduh gratis. Pendapatan itu muncul karena pengguna game ini harus membayar jika ingin menggunakan item tertentu bagi avatarnya. Misalnya, pengguna game ingin mengenakan gaun seksi atau mendapatkan potongan rambut terbaru, maka mereka harus membeli item tersebut dengan membayar tunai.

Game ini menggambarkan keseharian Kim sebagai selebritis Hollywood. Para analis game memprediksi bahwa game bisa bisa meraup keuntungan US$ 200 juta pada tahun pertamanya. Jika gagal pun, game ini diprediksi akan mendunia seperti Candy Crush. Sejak diluncurkan pada Juni lalu, saham Glu Mobile selaku pengembang game ini sudah melonjak lebih dari 30 persen. Penjualan pun naik 51 persen pada kuartal kedua tahun ini. Game Kim Kardashian ini menjadi pendorong utamanya.

Analis lain menilai bahwa game ini harus memiliki beberapa fitur baru jika ingin terus digemari. Menurut mereka, lama-kelamaan fitur seperti membeli baju mahal atau hang-out dengan selebriti akan menjadi suatu hal yang membosankan.Kanye West, suami Kim Kardashian, berjanji akan membuat game Kardashian: Hollywood dalam bentuk seri. Ini disebabkan antusiasme penggemar pencinta game semakin banyak.

“Saya suka bahwa fan terus-menerus mengatakan bahwa game Kardashian: Hollywood menjadi favorit mereka di media sosial. Mereka juga merekomendasikan game ini untuk dimainkan,” kata West mengenai game yang terdapat pada Android ini. Dilansir Femalefirst, Selasa, 15 Juli 2014, Kanye akan menambahkan aplikasi dalam game Kardashian tersebut. “Ke depannya akan ada karakter baru dan lokasi yang eksotis serta tempat liburan favorit di dalam permainan,” West melanjutkan.

Kim Kardashian: Hollywood merupakan game yang menggambarkan kehidupan Kim Kardashian. Game ini juga menyoroti kehidupan artis-artis dunia yang lain.Dalam permainannya, pengguna bisa memilih karakter selebriti yang ingin mereka mainkan. Karakter ini harus dibawa berkeliling sekitar Hollywood untuk mendapatkan poin “ketenaran”, menghadiri acara penting, hingga ikut dalam pemotretan dan jatuh cinta.

Kim hadir dalam game ini untuk memberikan bantuan dan nasihat kepada karakter selebritas yang dipilih pemain dalam menentukan benda yang bagus untuk dibeli, gaya untuk berpesta, dan rekomendasi lainnya. Selain mendapatkan keuntungan dari proyek game ini, West mengakui game ini memberinya pengalaman luar biasa. “Proyek ini menjadi pengalaman luar biasa. Saya senang melihat banyak orang menikmati permainannya,” kata Kanye.

Daftar Merek Smartphone Android Dengan KitKat

Google telah mengumumkan akan menamai Android selanjutnya dengan nama KitKat. Produk Coklat dari Nestle itu akan menjadi ikon Android yang rencananya akan dirilis Oktober nanti. Biasanya, perangkat Android seri Nexus, akan pertama kali disambangi Android seri terbaru. Berikut ponsel lain yang juga akan disambangi Android KitKat

SAMSUNG
Sebagai pemimpin pasar Android, Samsung diharapkan memperbaharui sistem operasi Android pada perangkat produksinya. Namun, kelihatannya Samsung sempoyongan karena banyaknya seri produknya. Bahkan Samsung Galaxy S3 tak mencicii Android Jelly Bean 4.2. Berikut daftar mereka yang mungkin diperbaharui Androidnya
– Galaxy S4: Galaxy S4 asli, Zoom dan Aktif
– Seri Galaxy S: Galaxy S3 dan S2
– Galaxy Note: baik phablet maupun tablet
– Galaxy Mega 5.8 inci dan 6,3 inci
– Seri Galaxy Tab: Galaxy Tab 3, Galaxy Tab 2 dan Galaxy Tab 1
– Produk menengah seperti Galaxy Young, Galaxy Fame Galaxy Mini dan Galaxy Ace

HTC
Perangkat yang setidaknya memiliki RAM 512 MB, dan menjalankan Android Jelly Bean 4.1
– Seri One termasuk HTC One, HTC One X and HTC One X+
– Seri New Desire yang dirilis 2013
– Seri Desire termasuk Desire X and Desire V
– HTC DROID DNA, HTC J and Butterfly

LG
Beberapa model yang memiliki RAM 512 bisa menjalankan Ndroid KitKat 4.4
-LG G2
-Nexus 4
-Optimus L7, L5 and L3
-Optimus G and G Pro
– Optimus VU

SONY XPERIA
Perangkat Sony biasanya dilengkapi dengan RAM 512 MB dan prosesor single core dari Qualcomm. Perangkat yang nantinya akan dapat Android KitKat 4.4 adalah
– Seri Xperia Z: Z origonal, ZR, ZL, Z dan Z1 Ultra Honami
– Xperia Tablet S dan tablet Z
– Xperia kelas menangah : Xperia M, C, SP, L, S, SL, U dan lainnya.

Spesifikasi HTC J Butterfly Yang Tahan Air

Operator seluler asal Jepang, KDDI, memperkenalkan HTC J Butterfly yang merupakan telepon seluler pintar tahan air. Ponsel ini memiliki spesifikasi yang sebagian besar sama dengan HTC One M8. Peluncuran dilaksanakan di Tokyo, pekan lalu. HTC J Butterfly memiliki ukuran layar yang sama dengan One M8, yakni 5 inci dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel. Prosesornya sama-sama menggunakan Snapdragon 801. Keduanya pun dibekali sistem operasi Android 4.4 alias KitKat.

Situs GSM Arena, Senin, 4 Agustus 2014, menyebutkan perbedaan paling mencolok antara J Butterfly dengan M8 One adalah kualitas kameranya. J Butterfly dilengkapi kamera utama 13 megapiksel dan kamera depan 5 megapiksel. “Terdapat sensor untuk mengatur kedalaman gambar,” tulis GSM Arena. Adapun pada One M8 kameranya terdiri dari duo-camera dengan resolusi 4 megapiksel. Perbedaan lainnya adalah dimensi J Butterfly, yakni 10 milimeter atau 6 persen lebih tipis dibandingkan One M8.

Selain mengunggulkan ketahanannya terhadap air, J Butterfly juga menggunakan teknologi canggih dari JBL untuk menunjang kualitas suaranya. J Butterfly siap dipasarkan mulai akhir Agustus tahun ini. Sayangnya, HTC hanya memasarkan J Butterfly untuk wilayah Jepang. Produsen asal Negeri Tirai Bambu ini pun tidak menyebutkan alasan memilih Jepang dalam menjual produk tersebut.

HTC tidak menyebutkan mengenai kemungkinannya menjual di negara lain. “HTC juga masih merahasiakan harganya,” tulis GSM Arena.

Microsoft Tuntut Samsung Untuk Bayar Paten

Microsoft berencana menggugat Samsung atas keterlambatan pembayaran paten perangkat bergerak berbasis Android. Sejak 2011, Microsoft dan Samsung menyepakati pembagian paten dari setiap penjualan perangkat Android Samsung. Ternyata, Samsung tidak memenuhi kewajiban pembayaran tersebut sejak akhir 2013. Microsoft pun akhirnya membawa permasalahan ini ke ranah hukum. “Setelah berbulan-bulan mencoba untuk mencari solusi, Samsung secara jelas menyatakan dalam suratnya bahwa kami tidak sepaham seperti yang ada pada kontrak,” tulis Corporate Vice President Microsoft, David Howard, lewat blog-nya, yang dilansir situs The Verge, Ahad, 3 Agustus 2014.

Microsoft memperkirakan, kenaikan pertumbuhan telepon pintar Samsung secara global menjadi penyebab Samsung lalai memenuhi kewajibannya. Howard mengatakan, Samsung memprediksi penjualan akan sukses, tetapi tidak ada yang bisa membayangkan bahwa penjualan ponsel pintar Android mengalami peningkatan yang sangat tinggi. (baca: Samsung Kuasai Pasar Tablet Indonesia)

Raksasa teknologi asal Negeri Ginseng tersebut belum menjawab gugatan Microsoft. “Kami akan meninjau keluhan tersebut secara detail dan akan memberikan tanggapan yang sesuai,” kata juru bicara Samsung. Adapun Microsoft juga menyepakati kerja sama terkait paten dengan produsen global lainnya, seperti Motorola, HTC, dan Acer. Microsoft juga bekerja sama dalam memproduksi perangkat berplatform Windows Phone.

Microsoft menyatakan akan mengajukan gugatan terhadap Samsung karena perusahaan tersebut menolak membayar uang paten sistem operasi Android.

“Sejak September 2011 kami saling membayarkan royalti Android masing-masing karena sistem operasi tersebut adalah kolaborasi banyak perusahaan. Tapi Samsung akhir-akhir ini mulai menolak membayar,” kata ketua penasihat hukum Microsoft, Davis Howard, seperti yang dilansir ABC News, Sabtu, 2 Agustus 2014.

Pengacara perusahaan pemimpin di dunia piranti lunak ini menyatakan bahwa sistem operasi Android merupakan kolaborasi lebih dari 25 perusahaan termasuk Samsung, Acer, dan ZTE. Selama ini, perusahaan-perusahaan ini setuju untuk saling membayarkan paten dari portofolio masing-masing. Setidaknya dari paten tersebut, Microsoft menghasilkan US$ 2 miliar per tahun.

Samsung mulai menolak membayar paten pada semester II tahun ini. Pada November tahun lalu, menurut Microsoft, Samsung juga telat membayar paten. Samsung menyatakan bahwa alasannya menolak membayar karena produk Microsoft dan Nokia yang dijual setelah akuisisi, tidak disertai dengan lisensi paten yang mereka sepakati.

Dari berkas pengaduan Microsoft, perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa Samsung mengajak perusahaan elektronik lain di Korea Selatan untuk membatalkan kontrak paten dengan Microsoft. Pihak Samsung kemudian menyatakan bahwa mereka akan mempelajari gugatan tersebut sebelum mengeluarkan pernyataan lebih lanjut.

Android Xiaomi Terganjal Birokrasi Di Indonesia

Langkah produsen ponsel Tiongkok Xiaomi untuk mengekspansi pasarnya ke Indonesia dan Brasil terganjal proses sertifikasi yang dianggap berbelit-belit. Seperti dikutip dari Wall Street Journal, VP untuk Operasional Global Xiaomi Hugo Barra menyebutkan bahwa di Indonesia dan Brasil, proses (sertifikasi) dapat mencapai enam bulan untuk memenuhi standar lokal dan memperoleh sertifikasi untuk menjual produk.

Meski demikian, ponsel Android Xiaomi tetap ditargetkan mulai dijual ke pasar Indonesia pada akhir Agustus mendatang. Tidak disebutkan secara khusus permasalahan apa yang mendasari kesulitan proses sertifikasi yang dialami oleh Xiaomi. Sebelumnya, Motorola mengalami permasalahan yang sama dengan peluncuran Moto G-nya yang tertunda hingga empat bulan.

Proses sertifikasi sendiri tampaknya terlalu bermasalah bagi vendor smartphone populer yang sudah lama malang melintang di tanah air, seperti Samsung, Nokia, LG, ataupun BlackBerry. Proses sertifikasi telepon seluler di Indonesia dikelola oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika – Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Selain perihal sertifikasi, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan sendiri sebelumnya juga telah menggulirkan wacana pemberlakuan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk smartphone dengan tujuan pembatasan impor, meskipun belum ada kelanjutannya hingga sekarang.

Kesulitan untuk berbisnis bagi vendor asing memang menjadi dilema bagi pemerintah. Di satu sisi, mereka ingin memajukan industri telekomunikasi lokal dengan mendorong pendirian pabrik dan pemberian insentif bagi vendor telekomunikasi di Indonesia. Di sisi lain, hambatan ini alih-alih membuat vendor asing dan investor untuk takut memulai bisnis atau investasinya di sini.

Xiaomi dikenal sebagai perusahaan Tiongkok yang sangat pesat pertumbuhan penjualan produk elektroniknya yang berbasis Android melalui skema online. Baru berdiri di tahun 2010, Xiaomi telah menjadi pesaing Samsung dan Apple dalam segmen smartphone dengan mengambil pangsa pasar signifikan di Tiongkok sebagai pasar terbesar.

Tahun ini, Xiaomi telah memulai ekspansinya di sejumlah negara Asia Tenggara, di antaranya Singapura dan Malaysia. Pemerintahan yang baru, terutama Menteri Komunikasi dan Informatika, diharapkan bisa memberikan kebijakan yang arif terkait kepelikan bisnis telekomunikasi di Indonesia untuk memberikan win-win solution bagi semua pihak.