Category Archives: Gadget & Smartphone

Aksesori Smartphone Yang Lagi Trend

Smartphone tanpa aksesori bisa dibilang seperti sayur tanpa garam. Meski tak semua memiliki nilai fungsional, namun setidaknya aksesori bisa mempermanis tampilan smartphone. Di antara sekian banyak aksesori di pasaran, ada dua jenis yang paling dicari masyarakat ibukota, yakni pelindung layar (screen protector) dan pelindung ponsel (case). Setidaknya begitu kata beberapa pedagang yang ditemui, di ITC Roxy Mas, Jakarta. ITC Roxy Mas sendiri diketahui sebagai pusat perdagangan ponsel terbesar di Indonesia. Lantas, screen protector dan case seperti apa yang sedang tren saat ini?

1. Tempered Glass
Menurut Nanin (38) yang berjualan di lantai satu, pelindung layar jenis Tempered Glass menjadi pilihan mayoritas pembeli di tokonya dalam beberapa bulan terakhir. Tempered Glass sebenarnya sudah dijual sekitar dua tahun lalu. Namun, kala itu barangnya masih terbatas untuk tipe ponsel tertentu. “Harganya juga dulu mahal, sampai Rp 200.000-an. Sekarang semua sudah jual jadinya murah,” kata Nanin. Tempered Glass merupakan pengembangan dari pelindung layar yang sudah-sudah seperti Anti Spy, Anti Glare, dan Mirror. Ketangguhannya diklaim mencapai lima kali lipat dibandingkan anti-gores sebelumnya.Hal tersebut tak lepas dari proses pembuatannya yang ekstrim, yakni melalui pemanasan pada suhu maksimal untuk kemudian didinginkan secara instan.

Pelindung layar atau screen protector jenis ini rata-rata memiliki ketebalan 0.3 mm. Meski relatif tebal, Tempered Glass dikatakan tak bakal menurunkan sensitivitas layar sentuh. “Sekarang screen protector lain nggak laku. Anti-spy aja sudah nggak saya jual,” kata Ian (32) yang berjualan di lantai tiga atau dua lantai di atas gerai Nanin. Lapak Ian khusus menjual aksesori smartphone. Menurut dia, aksesori lebih gampang laris dibandingkan smartphone atau tablet. Pria berdarah Batak tersebut mengatakan pembeli Tempered Glass di tokonya tak pernah di bawah 20 orang setiap harinya. Beberapa bisa membeli lebih dari satu. Harga Tempered Glass sendiri berkisar Rp 50.000 hingga Rp 75.000.

2. Bumper Mirror Case
Setelah urusan pelindung layar beres, pembeli smartphone juga biasanya mencari case untuk melindungi tubuh perangkat dari goresan.Menurut Ian, tiga bulan terakhir case yang jadi primadona di tokonya adalah jenis Bumper Mirror Case. Sesuai namanya, pelindung tersebut memiliki teksur seperti cermin. Pengguna bisa memanfaatkan case itu untuk berkaca di mana saja dan kapan saja. Hanya saja, tekstur cermin rawan bekas tempelan tangan, terlebih jika sedang berkeringat. “Biasanya pengguna Samsung dan iPhone yang suka pakai Bumper Mirror,” kata Ian. Hal itu diiyakan Loli yang berjualan tak jauh dari lapak Ian. Loli mengaku kerap kehabisan Bumper Mirror Case karena peminatnya terlampau banyak.

“Biasanya cewek yang doyan. Di sini suka habis-habisan,” ujarnya. Bumper Mirror Case untuk beragam tipe ponsel yang beredar di ITC Roxy Mas dijual mulai Rp 70.000 hingga ratusan ribu rupiah. Warnanya pun banyak, mulai dari kuning, pink, silver, hingga hijau metalik.Aksesori yang satu ini bisa dimanfaatkan sebagai penghias karena modelnya yang lucu. Ada yang bentuk angsa, sayap, maupun kotak standar.Kendati demikian, Ring Stent sebenarnya punya fungsi yang lumayan signifikan: menghalangi Anda dari risiko kecerobohan.

Ring Stent merupakan cincin yang punya landasan. Landasan itu ditempelkan di punggung ponsel. Selanjutnya, cincin bisa diputar-putar dan disesuaikan dengan posisi jari pengguna.

Selama jari pengguna terkait di cincin itu, niscaya ponsel tak bakal terpeleset jatuh ke lantai. Loli mengatakan Ring Stent lumayan diminati, meski tak semasif Tempered Glass dan Bumper Mirror.

“Sehari ada yang beli tiga sampai empat orang lah,” kata dia. Aksesori ini dijual cukup murah, yakni dari Rp 15.000 hingga Rp 30.000-an.

Advertisements

Google dan Facebook Dukung Samsung Lawan Apple

Konflik hak cipta antara Apple dan Samsung sudah lama bergulir. Beberapa waktu mandek di pengadilan, kini Samsung mendapat dukungan dari para raksasa teknologi di Silicon Valley. Di antaranya Google, Facebook, eBay, Dell, dan Hewlett Packard. Mereka meminta pengadilan tinggi untuk mengkaji ulang tuntutan Apple atas Samsung.

Diketahui, perusahaan berlogo apel tergigit menuding Samsung mencaplok sebagian besar kekayaan intelektual perusahaannya. Di antaranya fitur memijit layar untuk zoom, menggulir dengan satu jari, menggunakan dua jari untuk zoom, dan masih banyak lagi. Atas dasar tuduhan tersebut, Apple meminta Samsung menyerahkan total profit atas penjualan seri Galaxy yang menyontek hak ciptanya.

Awalnya, total duit yang harus dibayarkan Samsung sekitar 1 miliar dollar AS atau setara Rp 133 triliun. Namun pada awal tahun 2015, pengadilan menurunkan jumlah tuntutan ganti rugi Samsung ke Apple sebesar 548 juta dollar AS atau setara Rp 7,3 triliun.

Walau nilai ganti rugi telah diturunkan, Samsung masih berjuang untuk memenangkan kasus hak cipta ini. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut berkilah bahwa semua fitur yang tersemat pada tiap perangkatnya adalah buah ide para teknisinya. Di tengah ego kedua perusahaan, para raksasa teknologi basis Silicon Valley akhirnya ambil bagian. Google dkk menyebut putusan pengadilan yang meminta Samsung mengganti rugi ke Apple akan berdampak buruk.

“Jika dibiarkan, keputusan itu akan menyebabkan hasil yang mengambang dan memiliki dampak buruk pada perusahaan. Termasuk yang telah menghabiskan miliaran dolar setiap tahun untuk penelitian dan pengembangan teknologi yang kompleks,” kata perwakilan para raksasa teknologi dalam keterangan resminya ke pengadilan, sebagaimana dilaporkan Engadget dan dihimpun.

Menanggapi hal ini, Apple mengatakan Google yang merupakan salah satu inisiator pembela Samsung memiliki kepentingan dalam konflik tersebut. Pasalnya, Google adalah pembuat sistem operasi Android yang notabene digunakan dalam perangkat-perangkat Samsung. “Google punya kepentingan kuat dalam kasus ini. Google tak bisa diseut sebagai pihak netral di pengadilan dan membantu memberi pernyataan untuk Samsung,” kata perwakilan Apple.

Smartwatch Xiaomi Punya Sensor Denyut Jantung

Sebagai vendor pengirim peranti wearable terbesar kedua di dunia, Xiaomi dirumorkan sedang menyiapkan jam tangan pintar (smartwatch) dengan sensor detak jantung di dalamnya. Dikutip dari Gizmo China, Rabu (22/7/2015), rumor tersebut pertama kali dihembuskan oleh Leaksfly melalui akun jejaring sosial Weibo miliknya.

Menurut Leaksfly, smartwatch Xiaomi akan dilengkapi dengan chipset Qualcomm S410, RAM 512 MB, dan memiliki penyimpanan internal dengan kapasitas 4GB. Selain itu, Leaksfly juga menyebut jam tangan pintar buatan Xiaomi tersebut akan memiliki sensor pendeteksi denyut jantung, selain fitur-fitur lain yang umum dalam smartwtach.

Smartwatch Xiaomi dikabarkan akan memiliki layar ukuran 1,3 inci, namun belum diketahui apakah bentuknya akan kotak atau bulat. Menurut rumor tersebut, jam tangan pintar Xiaomi akan diluncurkan pada November tahun ini dengan harga sekitar 600 yuan (sekitar Rp 1,3 juta). Tentu saja, kabar ini masih sebatas rumor, jadi jangan ditanggapi secara mentah-mentah. Akun Leaksfly memang sering membocorkan gadget-gadget baru di Tiongkok, namun informasi tersebut belum tentu akurat setiap saat.

Blackberry Generasi Berikut Akan Memakai Android

Kabar mengejutkan datang dari produsen ponsel pintar BlackBerry. Menurut gosip yang berhembus, perusahaan ini bergerak untuk membuat perangkat genggam selain menggunakan sistem operasi buatannya sendiri. Dan memang bisa ditebak, ponsel yang akan dibuat itu kasak-kusuknya akan memakai sistem operasi yang tengah naik daun, Android. Artinya, akan ada ponsel BlackBerry dengan OS murni buataan Google tersebut.

Sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka belum berwenang untuk membahas masalah ini secara terbuka, mengatakan kepada Reuters bahwa langkah untuk menggunakan Android merupakan bagian dari strategi BlackBerry yang fokus pada perangkat lunak dan manajemen perangkat. Dengan langkah menggunakan sistem operasi Android, belum jelas benar apakah ini akan menjadi akhir dari sistem BlackBerry 10 yang gegap gempita diumumkan pada awal 2013 lalu.

BlackBerry 10 sendiri bukan sesuatu yang asing bagi Android. Karena sistem operasi ini memberikan jalan bagi aplikasi Android untuk bisa diinstal dan berjalan di perangkat tersebut, langkah itu juga sebagai bentuk agar BlackBerry 10 makin diminati oleh pengguna. Di bawah kepemimpinan CEO Jhon Chen, BlackBerry terus melakukan pembenahan setelah pangsa pasar mereka mengalami penggerusan dan hanya mampu merengkus 1 persen dari total di seluruh dunia.

Sementara itu, ketika hal tersebut dikonfirmasi ke pihak BlackBerry. Perusahaan berbasis di Ontario, Kanada ini, enggan memberikan jawaban pasti atas rumor yang berkembang tersebut. “Kami tidak mengomentari rumor dan spekulasi, tapi kami tetap berkomitmen untuk sistem operasi BlackBerry 10, yang menyediakan keamanan dan produktivitas manfaat yang tak tertandingi,” kata perusahaan dalam sebuah email.

Sudah bukan rahasia umum, saat ini aplikasi pesan instan tak lagi mengandalkan fitur bertukar pesan semata saja. Lebih dari itu, mereka memperluas layanannya dalam satu kesatuan platform. Seperti Line, pengguna juga bisa memainkan game-game besutan pihak ketiga dan menghubungkannya ke layanan pesan instan tersebut. Dan tak cuma Line yang melakukan hal tersebut, karena kini ada BlackBerry Messenger (BBM).

Dikutip melalui blog resminya, BBM memperkenalkan fitur yang diberi nama BBM Connect Game dan untuk sementara hanya bisa digunakan untuk pengguna Android saja. Game-game tersebut bisa diundh melalui BBM Connect Apps dan terintegrasi dengan akun pengguna BBM. Nantinya, ketika bermain, pengguna bisa berinteraksi, berbagi nilai dan mengirimkan uang virtual ke kontak BBM yang ikut bermain.

Beberapa game yan terkoneksi dengan BBM Connect ini diantaranya Altermyth Daruma Fever, Altermyth Deceazed dan Binary Works Wayang Jump. “Produktivitas selalu identik dengan BBM dan BlackBerry. Namun kita semua membutuhkan waktu rehat untuk menyeimbangkan antara kerja dan hidup. Apalagi ponsel pintar membuat kita sulit untuk melepaskan diri,” tulis pihak BlackBerry. “BBM memiliki cara yang lebih baik untuk Anda dengan menambahkan kehidupan yang seimbang dengan memberikan pembaruan dengan intergrasi game ke kontak BBM.”

Program Malware dan Virus Mulai Serang Pengguna Ponsel Untuk Sandera Data Sensitif

Program jahat atau malware kini tidak hanya menyerang konsumen yang memakai perangkat komputer pribadi, tetapi juga pengguna ponsel pintar di jaringan operator seluler. Network Security Management Telkomsel, Ariyanto Setyawan memaparkan, pelanggan operator seluler mulai menjadi target utama dari kejahatan siber mengingat ponsel pintar sudah jadi alat yang tak bisa ‘lepas’ dari penggunanya.

“Pelanggan itu sasaran yang dominan bagi dalang malware. Bisa melalui virus bot atau zombie,” kata Ariyanto pada acara Simposium Nasional Cyber Security 2015 di Jakarta, Kamis (6/4). Malah, bukan tak mungkin apabila si peretas menyebarkan pesan teks atau SMS broadcast ilegal yang isinya bersifat ajakan untuk melakukan transaksi penipuan, macam modus “Mama Minta Pulsa,” atau pengelabuan berupa tautan yang sebenarnya adalah jebakan untuk menyisipkan malware ke perangkat konsumen.

Beberapa cara lebih ‘halus’ lainnya adalah ajakan atau promosi layanan secara cuma-cuma alias gratis yang sudah sangat jelas tak masuk akal. “Bisa juga mengirimkan link penipuan juga untuk para pelanggan demi mendapatkan layanan gratis itu. Padahal itu bisa mengantarkan ke malware,” sambung Ariyanto. Dari situ, bukan tak mungkin apabila data dari si pemilik ponsel pintar dicuri oleh peretas. Ponsel pintar saat ini telah menjadi perangkat yang sifatnya sangat personal. Di sana email sering diakses, di sana pula pembicaraan penting dilakukan, sampai nomor kartu kredit sering digunakan untuk belanja.

Ariyanto pun menjabarkan secara singkat inti masalah dari perusahaan operator telekomunikasi. Salah satunya adalah salah konfigurasi dan pemilihan teknologi yang tidak tepat. Ia juga meyakini, kesadaran diri yang timbul dari tiap individu pelanggan perlu dibangun kembali agar lebih peka terhadap aksi-aksi yang mencurigakan seperti itu. “Jika merasa tidak pernah punya hubungan dengan konten yang dikirimkan melalui SMS misalnya, ya sudah tidak usah dilanjutkan dan langsung hapus saja,” ujarnya.

Bentuk program jahat komputer atau virus dan modusnya terus berkembang, bahkan kini ada virus penyandera dokumen yang disimpan di komputer pribadi dan meminta tebusan secara online agar dokumen itu dibebaskan.Karena meminta tebusan, virus penyandera ini populer disebut ransomware oleh para ahli keamanan siber. Ia mulai terdengar sejak pertengahan 2013 lalu secara global, lalu mulai masuk ke Indonesia pada pertengahan 2014. Lantas, perlukah kita menuruti permintaan si peretas yang meminta tebusan uang?

Menurut Gildas Deograt Lumy, Ketua Tim Koordinasi dan Mitigasi Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional di Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum & Keamanan, kebanyakan virus penyandera akan meminta tebusan dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin.”Mayoritas memang pakai Bitcoin. Tapi yang tidak pakai juga banyak. Ada juga yang pakai Moneygram,” ucap Gildas di sela acara Simposium Nasional Cyber Security 2015 di Jakarta, Kamis (4/6).

Gildas menilai tidak seharusnya korban menuruti permintaan peretas yang menyandera dokumen. Artinya, sebisa mungkin untuk tidak memberi uang sepeser pun pada pemeras.”Yang namanya penjahat, ada yang dibalikin data kita, tapi ada juga yang tidak. Semua kendali ada di dia,” sambungnya.Maka dari itu, Gildas secara realistis mengatakan cara yang paling ampuh untuk meminimalkan risiko kehilangan data atau data tersandera adalah membuat data cadangan atau backup di tempat yang terpisah.

Hal senada diungkapkan Alfons Tanujaya, Direktur perusahaan antivirus Vaksincom yang berbasis di Jakarta. Ia menyarankan dokumen penting yang ukurannya besar bisa di-backup di kepingan DVD dan disimpan secara offline. Sementara dokumen yang ukurannya relatif kecil bisa di-backup di layanan komputasi awan seperti Dropbox atau Google Drive.

Selain itu, hindari pula mengunjungi situs web yang tidak jelas pengelolanya seperti Torrent atau pornografi, karena di sana adalah gudang dari virus dengan segala macam modus kejahatan.Gildas menambahkan agar pengguna memakai peranti lunak antivirus dan jangan sembarangan menancapkan flashdrive ke port USB komputer, karena perangkat mungil ini sering menjadi media penyebaran virus komputer.Vaksincom sejauh ini telah menemukan sejumlah ransomware bernama Teslacrypt, Cryptowall, dan Alfacrypt. Yang terbaru adalah Locker atau juga dikenal CTB Locker.

Seorang desainer grafis bernama Agus Wiyono yang tinggal di Jatiasih, Bekasi, mengaku komputer berbasis Windows 7 yang biasa ia pakai untuk bekerja, terinfeksi virus Locker versi 5.46 pada 25 Mei 2015 lalu.Locker membuat dokumen pentingnya yang diolahnya dengan peranti lunak Adobe InDesign dan Photoshop tidak bisa dibuka, juga dokumen Microsoft Word dan .JPEG.”Saya terpaksa harus mengerjakan ulang dokumen desain yang sudah ditunggi oleh klien,” ujar Agus yang biasa mengerjakan desain grafis untuk untuk perusahaan dan lembaga swadaya masyarakat.

Dokumen yang terkunci oleh virus Locker hanya dapat dibuka dengan kode rahasia unik yang tersimpan di server milik peretas. Di sana peretas juga mengancam jika korban tidak membayar tebusan, maka dokumen akan “dihancurkan” dan tidak dapat membuka dokumen itu lagi.Agar dokumennya bisa dibuka, peretas yang memegang kendali virus Locker ini meminta tebusan senilai 0,1 Bitcoin. Saat ini, harga 1 Bitcoin mencapai Rp 2.950.000 di bursa lokal Bitcoin.co.id. Jika mengikuti nilai konversi itu, maka Agus diminta membayar Rp 2.950.

Agus mengaku tidak mengerti cara kerja Bitcoin. Karena itu dia memilih untuk tidak mentransfer dana dan pasrah dokumennya hilang. Selain itu, tidak ada keterangan pula dari si peretas, tebusan senilai 0,1 Bitcoin itu berlaku hanya untuk satu dokumen atau untuk semua dokumen.Alfons menyarankan para korban agar tidak memberi tebusan. “Kalau dibayar akan makin menjadi-jadi dan kenyataannya sudah makin menjadi-jadi. Mau tidak mau kita harus kehilangan data,” ujar Alfons.

Menurut data dari situs VirusRadar.com, virus yang disebut CTB Locker menyebar di 0,16 persen komputer bersistem operasi Windows XP, Windows Vista, Windows 7, dan Windows 8, di Indonesia. Vaksincom memprediksi varian ransomware akan berlipat dua kali lipat dibandingkan tahun 2014. Artinya, jumlah ransomware ini akan terus berkembang dan mengancam para pengguna komputer.

Mengenal Lebih Jauh Kehebatan Prosesor 64-bit di Smartphone

Salah satu sistem operasi gadget mobile yang paling banyak digunakan di dunia adalah Android. Sejak pertama kali diluncurkan oleh Google pada tahun 2007, perkembangan Android sangat pesat. Hingga saat ini Android telah menguasai lebih dari 80% market share dunia. Sistem operasi Android terbaru saat ini adalah versi 5.1 (Lollipop).

Sejak awal diluncurkan, Android menggunakan arsitektur 32 bit sesuai chipset yang tersedia di industri mobile gadget. Arsitektur ini membatasi memory yang bisa diakses oleh sistem Android hanya sebesar 4 GB. Namun tahun ini chipset untuk mobile gadget telah mengalami perkembangan yang revolusioner.

Saat ini telah tersedia arsitektur chipset 64 bit yang meningkatkan performa gadget secara keseluruhan. Perubahan arsitektur chipset juga meningkatkan jumlah memory yang bisa diakses menjadi 16 TB. Untuk mengikuti perkembangan ini, sistem operasi Android Lollipop pun sudah menggunakan arsitektur 64 bit. Banyak aplikasi yang telah disesuaikan untuk memanfaatkan keunggulan ini.

Saat ini ada 2 versi handset Android Lollipop yang beredar di pasaran. Ada yang menggunakan versi 32 bit dan versi 64 bit. Salah satu handset 4G yang telah menggunakan prosesor 64 bit adalah Polytron Zap 5 4G450. Zap 5 menggunakan processor Snapdragon MSM8916 dari Qualcomm. Ini adalah prosesor 64 bit dengan konfigurasi quad core dan frekuensi 1.2 GHz.

Berkat penggunaan chip Snapdragon MSM8916, Polytron Zap 5 mampu memberikan performa optimal saat OS-nya di-upgrade ke Android Lollipop. Upgrade Lollipop ini rencananya akan tiba pada kuartal ke-III tahun 2015. Polytron Zap 5 mendapatkan Selular Award sebagai Most Affordable 4G Smartphone 2015. Ini merupakan indikasi bahwa Polytron Zap 5 adalah salah satu smartphone 4G terbaik.

Jaringan 4G sekarang sudah tersedia di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya dan Medan. Jadi rasanya tidak salah jika sekarang merupakan waktu yang tepat untuk membeli smartphone 4G. Apalagi perbedaan harga dengan smartphone 3G tidak banyak.

Salah satu smartphone 4G yang mampu mendukung jaringan 4G semua operator telekomunikasi Indonesia adalah Polytron Zap 5 4G450. Polytron Zap 5 mendukung semua bandwidth yang digunakan oleh Telkomsel, XL dan Indosat sekarang maupun di masa mendatang.

Polytron Zap 5 menggunakan teknologi 4G LTE – FDD Cat 4 yang bekerja di Band 8 (900 Mhz), Band 3 (1800 MHz), Band 1 (2100 MHz), Band 7 (2600 MHz), Band 2 (1900 MHz) dan Band 5 (850 MHz). Dengan menggunakan teknologi ini, Polytron Zap 5 bisa melakukan komunikasi data hingga 150 Mbps.

Selain menggunakan teknologi jaringan terkini, Polytron Zap 5 juga menggunakan prosesor terkini yaitu Qualcomm Snapdragon MSM8916. Prosesor ini menggunakan arsitektur 64 bit yang memiliki performa jauh lebih baik daripada prosesor 32 bit yang sekarang ada di pasaran.

Performa prosesor 64 bit ini ditunjang oleh RAM 1 GB dan ruang penyimpanan berkapasitas 8 GB. Untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan data, Anda bisa menggunakan SD Card tambahan hingga 32 GB. Polytron Zap 5 memiliki layar seluas 4.5 inci beresolusi FWVGA (854 x480) dengan teknologi IPS.

Maka itulah Polytron Zap 5 terasa pas di genggaman dan layarnya pun lebih terang. Polytron Zap 5 juga dilengkapi kamera belakang beresolusi 5 MP dengan Auto Focus dan kamera depan VGA. Gambar yang dihasilkan oleh Polytron Zap 5 tajam karena mengunakan sensor kamera yang lebih baik.

Polytron Zap 5 4G450 bisa didapatkan dengan harga yang tidak terlalu jauh berbeda dari handset 3G di pasaran. Maka dari itu lah, Anda tidak perlu lagi bingung atau bertahan dengan handset 3G. Handset 4G dengan spesifikasi lebih baik bisa didapatkan dengan harga yang tidak selisih jauh.

Daftar Harga Resmi Zenfone 2 di Indonesia

Asus telah meresmikan smartphone Android Zenfone 2 pada sebuah acara peluncuran di mal Central Park, Jakarta pada Selasa (21/4/2015).

Asus Zenfone 2 yang masuk Indonesia ada empat model, tiga versi dari model ZE 551 ML dengan perbedaan jenis prosesor, besar RAM, dan memori internal, dan satu versi dari model ZE 550 ML.

Keempat model Zenfone 2 untuk akan tersedia mulai bulan depan. “”Produknya mulai tersedia di distributor bulan Mei. Distributornya adalah Erajaya, Metrodata, dan Datascrip,” kata Muhammad Firman, Technical Public Relation, System BG, Asus Indonesia kepada KompasTekno setelah acara peluncuran.

Varian pertama dan tertinggi Asus Zenfone 2, yaitu ZE551ML yang dibekali RAM berkapasitas 4 GB dan memori internal 64 GB. Zenfone 2 versi termahal ini memiliki banderol harga Rp 4.499.000.

Varian kedua dari Zenfone 2 ZE551ML yang dibekali RAM berkapasitas 4 GB dan memori internal 32 GB. Zenfone 2 versi ini memiliki banderol harga Rp 3.999.000.

Kedua varian di atas mengusung prosesor Intel Atom quad-core Z3580 2,3 GHz, kamera 13 megapiksel dan 5 megapiksel, layar 5,5 inci (1920×1080).

Untuk varian ketiga dari Zenfone 2 ZE551ML berbeda dari sisi RAM, yaitu 2 GB dengan memori internal 16 GB. Zenfone 2 versi ini dibanderol Rp 2.999.000.

Varian ketiga ini juga menggunakan prosesor yang berbeda dari dua varian pertama, yaitu Intel Atom quad-core Z3560 1,8 GHz.

Untuk varian keempat dari model Zenfone 2 Z550ML yang dibekali dengan RAM 2 GB dan memori internal 16 GB, Asus membanderolnya dengan harga Rp Rp 2.699.000.

Zenfone 2 versi termurah ini dibekali dengan prosesor Intel Atom quad-core Z3560 1,8 GHz, kamera 13 megapiksel dan 5 megapiksel, layar 5,5 inci.

Ketiga varian Zenfone 2 datang dalam aneka pilihan warna, yakni hitam, putih, merah, abu-abu, dan emas.