Review Android Wear Jam Tangan Google

Jika Anda adalah seorang yang setia menggunakan layanan Google Now, mungkin Anda akan menyukai sistem operasi Android Wear pada jam tangan pintar. Bayangkan fitur-fitur Google Now itu kini berada di pergelangan tangan Anda. Sistem operasi ini khusus dirancang untuk perangkat yang bisa dipakai di tubuh manusia (wearable device). Ia diperkenalkan dalam konferensi pengembang aplikasi Google I/O 2014 yang digelar di San Francisco, California, Amerika Serikat, pada akhir Juni 2014.

Saat ini sudah ada dua jam tangan pintar yang memakai Android Wear, yaitu Samsung Gear Live dan LG G Watch. Pada kesempatan menjajal kedua perangkat itu dari rekan-rekan di Kibar, yaitu Yansen Kamto, Putri Izzati, dan Benny Fajarai dari Kreavi.com, yang awal Juli lalu kembali ke Indonesia setelah menghadiri konferensi Google I/O 2014.

Jam tangan Android Wear bukan lah perangkat mandiri. Fungsi-fungsi canggihnya baru berjalan setelah dihubungkan dengan ponsel pintar yang menjalankan sistem operasi Android versi 4.3 ke atas melalui koneksi Bluetooth. Pada kesempatan ini, menghubungkan Android Wear dengan ponsel LG Nexus 5 dan Motorola Moto G.

Langkah pertama, unduh aplikasi Android Wear di ponsel. Anda terlebih dahulu harus mengunduh aplikasi Android Wear untuk ponsel pintar di toko Google Play Store. Aplikasi inilah yang akan menjadi pusat pengaturan dan sinkronisasi antara jam tangan pintar dengan ponsel pintar.

Jika sudah terkoneksi dengan ponsel pintar, maka jam tangan Android Wear dapat melakukan tugas-tugasnya. Perlu diketahui, jika Anda melakukan pencarian informasi di internet dengan perintah suara di Android Wear, koneksi internet tersebut ditarik dari ponsel pintar.

Aplikasi Android Wear untuk ponsel Android
Google telah merayu sejumlah pengembang untuk membuat aplikasi yang kompatibel dengan Android Wear. Bagaimana cara mengetahui aplikasi yang kompatibel dengan Android Wear? Sangat mudah, Anda tinggal mengklik menu “Browse compatible apps” di aplikasi Android Wear pada ponsel pintar. Dari pantauan, saat ini memang belum banyak aplikasi dengan Android Wear. Namun, Google telah menyediakan layanan peta digital Google Maps dan layanan pesan Google Hangouts untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Informasi waktu dan cuaca
Fungsi utama dari Android Wear, tentu saja memberikan informasi waktu dan cuaca. Perkiraan cuaca pada Android Wear mengacu pada sistem perkiraan cuaca Google Now. Ada banyak pilihan tampilan waktu di sini. Cukup dengan menahan jari di layar utama, maka Anda dapat mengganti tampilan waktu mulai dari gaya analog, digital, hingga pop culture.

Saat ini, Google sengaja membuat tampilan antarmuka Android Wear yang seragam, mulai dari tampilan utama hingga tampilan menunya di semua perangkat. Artinya, tidak ada custom skin di Android Wear, baik yang dibuat oleh produsen maupun pengembang pihak ketiga.Google tentu belajar banyak dari keberadaan custom skin di Android yang mengakibatkan tampilan antarmuka pada perangkat Android berbeda-beda antar produsen sehingga berpotensi membingungkan pengguna yang berpindah produk dan tidak memberi pengalaman sama.

Perintah suara Google Now
Jika layar utama Android Wear diketuk, Anda akan dibawa pada fitur Google Now yang bisa diperintah dengan suara. Komponen mikrofon dan kontrol suara pada Android Wear sangat kuat dan memuaskan. Cukup katakan “Okay, Google,” lalu lanjutkan perintah Anda. Tidak ada kesulitan ketika melakukan pencarian nama-nama lokasi ternama di Jakarta, dan Android Wear menyajikan informasi yang akurat jika lokasi yang Anda cari terdaftar di layanan peta digital Google Maps.

Ketika melakukan pencarian nama tokoh, Android Wear juga dapat mendeteksi dan mencari dengan sempurna, seperti nama tokoh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ataupun Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Android Wear menyajikan sejumlah situs web dari mesin pencari Google, salah satunya halaman di Wikipedia.

Sebenarnya, Android Wear juga dapat diperintah untuk mencari nama dalam daftar kontak di ponsel pintar yang terhubung. Namun, ketika pencarian itu merujuk pada nama yang bernuansa Indonesia, ia agak kesulitan melacaknya. Ketika mencari nama Putri Izzati, Android Wear tidak menangkap suaranya dengan sempurna. Namun, jika namanya bernuansa barat, hasil pencarian dalam daftar kontak bisa jadi akurat.

Fitur Google Now di Android Wear juga dapat membuka aplikasi di ponsel. Anda cukup mengatakan “Open YouTube” atau “Go to YouTube,” maka aplikasi YouTube di ponsel pintar akan terbuka. Hal ini tidak hanya berlaku untuk aplikasi-aplikasi buatan Google, namun semua aplikasi yang terpasang di ponsel Anda, termasuk Google Maps, WhatsApp, BlackBerry Messenger, dan sebagainya.

Settings
Menu Settings dapat diakses dengan menyapu layar ke atas ketika berada dalam fitur Google Now. Di menu Settings ini terdapat beberapa fitur dan perintah. Berikut adalah urutan menu Settings di Android Wear:

1. Take a note (misalnya: drink more water)
2. Remind me to (misalnya: go for a run at 7am)
3. Show me my steps
4. Send a text
5. Send an email
6. Agenda for today
7. Navigate to (misalnya: a gas station nearby)
8. Set a timer (misalnya: for 20 minutes)
9. Start stopwatch
10. Set an alarm (misalnya: for 7am)
11. Show alarms
12. Settings
13. Start

Sejumlah menu di jam tangan pintar ini juga dapat Anda temukan dalam aplikasi Android Wear di ponsel pintar.Setelah sempat menjajal membuat catatan (take a note) dari jam tangan Android Wear, dan hasilnya, catatan tersebut masuk dalam aplikasi Google Keep dan dapat dibuka dari ponsel pintar. Ini adalah fitur yang hebat, sangat berguna untuk Anda yang sering mendapatkan ide-ide brilian di tengah perjalanan, di mana kondisi Anda tidak memungkinkan untuk mengeluarkan ponsel dari saku dan mengetik ide brilian itu.

Akan lebih menarik lagi jika di masa depan fitur catatan tersebut dapat terintegrasi dengan aplikasi sepopuler Evernote. Semoga Google mendengarnya! Notifikasi pesan dan telepon Android Wear menyajikan semua notifikasi yang muncul di ponsel pintar. Jika Anda menerima e-mail, pesan WhatsApp, Line, dan sebagainya, semuanya akan terlihat di jam tangan pintar.

Notifikasi pesan WhatsApp di Android Wear Sayangnya, Anda tidak bisa membalas pesan WhatsApp atau Line dengan memanfaatkan perintah suara di jam tangan Android Wear. Saat ini berbalas pesan dengan perintah suara di Android Wear hanya bisa dilakukan di layanan SMS, e-mail, dan Google Hangouts. Android Wear menawarkan sejumlah gestur navigasi yang cukup intuitif. Menyapu layar dari bawah ke atas berguna untuk menelusuri notifikasi, menyapu layar ke kanan adalah gestur untuk mengabaikan notifikasi (dismiss), sementara menyapu layar ke kiri berguna untuk mengakses sejumlah menu yang paling sering diakses.

Jika ada panggilan masuk di ponsel Anda, jam tangan Android Wear akan bergetar. Namun, Anda tak dapat menerima panggilan tersebut dari jam tangan pintar karena perangkat ini tidak disertai komponen speaker untuk mengeluarkan suara.Kebugaran Jam tangan pintar Samsung Gear Live dan LG G Watch yang dijajal memiliki fitur kebugaran yang dapat mendeteksi jumlah langkah.

Android Wear mampu mendeteksi jumlah langkah kaki penggunanya Namun, G Watch tidak dibekali fitur untuk mendeteksi denyut nadi. Fitur ini hanya ada di Gear Live, di mana sensor denyut nadi itu terdapat pada bagian bawah jam tangan. Pengguna juga dapat melihat riwayat denyut jantung untuk memantau kesehatan.

Kemampuan menampilkan semua notifikasi di jam tangan Andorid Wear sangat cocok untuk mereka yang terbilang cepat merespon beragam notifikasi pada ponsel. Ketika sedang mengemudi kendaraan, Anda cukup melirik pergelangan tangan guna mengetahui notifikasi yang masuk tanpa harus mengganggu konsentrasi mengemudi.

LG G Watch ditempelkan ke alat pengisi daya baterai. Akan tetapi, bagi pengguna yang punya karakter lambat merespon dan cenderung sering mengabaikan notifikasi di ponsel, Android Wear bisa jadi adalah produk yang menggangu. Hal itu sebenarnya bisa diatasi dengan “membungkam” atau mengatur Android Wear dalam posisi “mute.” Anda cukup menyapu layar utama dari atas ke bawah untuk modus “mute.”

Samsung Gear Live ditempelkan ke alat pengisi daya baterai Google memang tidak membuat jam tangan Android Wear sebagai produk mandiri, ia hanya perangkat penghubung dari ponsel pintar. Jam tangan Android Wear agak sulit dalam membantu Anda membalas email yang menumpuk, karena Anda akan kerepotan melakukan semua itu dari pergelangan tangan. Jari ini masih menjadi alat yang paling tepat untuk melakukan navigasi, apalagi mengetik pesan-pesan panjang.

Pencarian-pencarian informasi di internet yang terbilang ringan masih bisa disebut tepat jika dilakukan di Android Wear. Namun, jangan harap perangkat ini nyaman digunakan dalam melakukan pencarian informasi di internet untuk kebutuhan riset, misalnya. Ponsel, tablet, dan komputer pribadi, adalah perangkat paling tepat untuk melakukan pencarian informasi yang serius.

Di sisi lain, Android Wear punya potensi besar dalam hal melacak kebugaran dan kesehatan. Saat ini Google telah membekali fitur pelacak langkah kaki dan denyut jantung, dan akan lebih menarik jika dapat memprediksi jumlah kalori yang terbakar dan informasi kesehatan lain.

Mengikuti perkembangan teknologi Android Wear sangat menarik karena ia merupakan jawaban Google atas tren perangkat yang terus mendukung mobilitas pengguna. Google tentu punya segudang misi untuk Android Wear, apalagi mereka juga punya komitmen besar dalam industri mobile device dan wearable device.

Spesifikasi Panasonic Lumix DMC-GH4 Dengan Video 4K Ultra HD

Panasonic akhirnya merilis Lumix DMC-GH4, kamera Digital Single Lens Mirrorless (DSLM) terbaru yang bisa merekam gambar 4K Ultra HD tanpa perekam ekternal. Berapa harganya di Indonesia? Walaupun yang digadang-gadang oleh Panasonic di GH4 adalah fitur perekaman videonya, kamera ini diklaim tetap mempunyai banyak keunggulan untuk fungsi fotografinya, salah satunya adalah tingkat burst shooting yang tinggi, yaitu 12 fps.

GH4 menggunakan sistem micro four thirds, dengan sensor Digital Live MOS beresolusi 16 megapixel. Jangkauan ISO-nya 125 hingga 25.600. Sebagai prosesor gambar, Panasonic membenamkan Venus Engine ke dalam kamera ini. Jenis panel yang digunakan untuk membuat viewfinder dan LCD di belakang GH4 adalah Organic Light Emitting Diode (OLED).

Dalam merekam mode video, penggunanya bisa memilih 3 jenis format, MOV, MP4, dan AVCHD Progresif. Untuk video dengan format 4K, format yang bisa dipilih adalah MOV dan MP4. “Meski mampu untuk merekam video 4K, bukan berarti outputnya harus selalu 4K, bisa saja outputnya 1080p. Salah satu keuntungan merekam 4K itu, seperti videonya bisa di-crop, dan kualitasnya tidak berkurang,” Kata Agung Ariefiandi, Audio & Imaging Product Ast. Manager Panasonic Indonesia.

Seperti kutip dalam keterangannya, Selasa (1/7/2014), kamera dengan bodi berbahan magnesium alloy ini telah dijual secara pre-order di Indonesia sejak Juni 2014 dengan harga Rp 20 juta (tanpa lensa).

Review Lensa 14-150mm Tamron untuk Micro Four Thirds

Kamera bersistem micro four thirds (MFT) hanya mempunyai sedikit lensa super zoom atau sering disebut dengan lensa sapu jagat. Olympus dan Panasonic masing-masing hanya mempunyai dua buah lensa jenis ini untuk sistem MFT tersebut, yaitu Panasonic LUMIX G VARIO 14-140mm f/3.5-5.6, dan Olympus M.Zuiko Digital ED 40-150mm f/4.0-5.6.

Istilah lensa sapu jagat sering digunakan untuk menyebut lensa yang rentang zoom-nya luas, biasanya di atas 7x. Kini pilihan tersebut akan bertambah, karena Tamron baru-baru ini merilis lensa 14-150mm DI III. Rentang zoom tersebut setara dengan 28-300mm di kamera full frame. Bukaan diafragmanya f/3,5-5,8, yang terbentuk dari 7-blade aperture diaphragm.

Di dalam lensa tersebut ada 17 elemen optis yang tersusun dalam 13 grup. Autofokusnya menggunakan teknologi stepping motor yang diklaim bisa membuat autofokusnya senyap dan cepat. Sayangnya Tamron tak membenamkan fitur image stabilization dalam lensa ini. Mungkin itu dilakukan untuk menekan harga jual, dan banyak kamera MFT yang beredar saat ini sudah mempunyai image stabilization yang terintegrasi.

Lensa 14-150mm ini akan tersedia dalam dua pilihan warna, hitam dan abu-abu. Seperti yang dikutip dari Popphoto, Selasa (24/6/2014), lensa ini akan tersedia mulai akhir bulan Juni 2014 dengan harga USD 589 atau sekitar Rp 7 juta.

Panasonic Rilis 22 Jenis Lensa Untuk Kamera Mirrorless

Pasar kamera berjenis Digital Single Lens Mirrorless (DSLM) atau lebih sering disebut mirrorless, tengah berkembang pesat. Berbagai pabrikan berlomba-lomba dalam merilis kamera mirrorless baru. Panasonic, sebagai salah satu pemain di kelas kamera mirrorless, pun begitu. Baru-baru ini mereka meluncurkan kamera flagshipnya di Indonesia, GH4. Apa keunggulan Panasonic dibandingkan merek kamera lain?

Selain mengaku bahwa kameranya mampu menghasilkan video dengan kualitas yang lebih bagus, Panasonic mengklaim bahwa mereka mempunyai sistem kamera mirrorless yang paling bagus dibanding merek lain. Salah satu penandanya, jika dibandingkan dengan merek kamera mirrorless lain, pilihan lensa Panasonic adalah yang paling banyak, yaitu 22 lensa.

“Dari 22 lensa itu, semuanya tersedia di Indonesia, meski tak semuanya ready stock. Jika dibandingkan dengan Olympus, lensa micro four thirds dari Panasonic tetap lebih banyak,” ujar Agung Ariefiandi, Audio&Imaging Product Ast. Manager Panasonic Indonesia.

Selain pilihan lensa yang banyak, kualitasnya pun tak main-main, karena Panasonic juga menggandeng Leica untuk bekerja sama dalam membuat lensa. “Bisa dibilang, dalam membuat lensa, kami sudah mengadopsi teknologi milik Leica,” tambah Arief.

SONY Ciptakan Kamera Full Frame Dengan Sensor Melengkung

Perjalanan Sony dalam mengembangkan sensor CMOS melengkung dimulai di tahun 2012, saat mereka pertama mendaftarkan paten dari teknologi sensor tersebut. Lalu di bulan April 2014, Sony memamerkan teknologi sensor CMOS melengkung ciptaannya dalam sebuah simposium yang digelar di Hawaii, Amerika Serikat.

Meski detail spesifikasi dari sensor tersebut masih belum jelas, namun ternyata sensor tersebut benar-benar ada dan dapat digunakan. Itu karena baru-baru ini Nikkei mempublikasikan sebuah gambar yang direkam menggunakan sensor melengkung itu. Seperti yang dikutip dari Petapixel, Senin (7/7/2014), sensor yang dibuat untuk menyerupai mata manusia itu mempunyai sejumlah keunggulan. Antara lain membolehkan bentuk lensa yang lebih kecil serta lebih murah, namun tetap mempunyai bukaan diafragma yang lebih besar.

Selain itu, Sony mengklaim bahwa sensitivitas cahayanya 1,4 kali lebih tinggi di bagian tengah, dan 2 kali di bagian sudutnya, jika dibanding dengan sensor konvensional. Namun sensor melengkung ini mempunyai sebuah kekurangan. Seperti yang dikatakan oleh pihak Sony, sangat sulit untuk mendesain lensa zoom yang kompatibel dengan sensor melengkung ini.

Maka dari itu, kamera pertama yang kemungkinan akan menggunakan sensor ini adalah kamera dengan sistem lensa fix, seperti Sony RX 1.

Ini Dia Kamera Blackmagic Seharga Rp. 5,7 Juta

Sebenarnya, tanpa diskon pun harga Pocket Cinema Camera keluaran Blackmagic Design sudah relatif murah untuk sebuah kamera video. Itu jika menimbang kualitas video yang dihasilkan oleh ‘kamera saku’ tersebut.

Namun jika itu belum cukup, Blackmagic Design baru saja menyunat harga Pocket Cinema Camera sampai hampir setengahnya. Jika sebelumnya kamera itu dijual dengan harga USD 995 atau sekitar Rp 11,6 juta (USD 1 = Rp 11.695), sekarang harganya hanya USD 495 atau sekitar Rp 5,7 juta.

Seperti yang dikutip dari CNET, Minggu (20/7/2014), potongan harga ini hanya berlaku sampai dengan 31 Agustus, setelah itu harganya akan kembali normal. Untuk videografer yang sudah mempunyai koleksi lensa ataupun adapter untuk mounting Micro Four Thirds, potongan harga ini seharusnya cukup menarik perhatian.

Keunggulan utama dari Pocket Cinema Camera adalah dynamic range yang tinggi, yaitu sampai dengan 13 stop. Hal itu bisa dicapai jika pengguna merekam video dalam format CinemaDNG ataupun ProRes 422.

Sesuai namanya, dimensi Pocket Cinema Camera ini sangat kecil jika dibandingkan dengan kamera video lain. Meski bentuknya yang kecil dan beratnya hanya 355 gram, bukan berarti konektivitasnya terbatas. Pocket Cinema Camera mempunyai port micro HDMI, mic input, juga port untuk headphone terintegrasi di bodinya.

Cara Pendaftaran Kursus Android Online Oleh Google

Sistem operasi Android yang bersifat terbuka (open source) memungkinkan banyak pengembang membuat berbagai aplikasi. Namun, terkadang, mereka tidak tahu harus memulai dari mana. Google coba memberi solusi atas masalah itu dengan membuka kelas online untuk membuat aplikasi Android.

Bekerja sama dengan Udacity, organisasi yang menyediakan akses belajar melalui internet untuk siapa saja, Google membuat kursus “Developing Android Apps: Android Fundamentals”.

Program tersebut ditujukan untuk pengembang yang tertarik dengan Android tetapi belum memiliki pengalaman seperti apa membuat aplikasi dalam sistem operasi itu. Dalam kursus tersebut, peserta akan mendapatkan pelatihan langsung dari Google Developer Advocate.

Selain diajarkan bagaimana cara membuat aplikasi Android, peserta juga akan mendapatkan pelatihan pengembangan aplikasi mobile secara umum serta pengembangan Android secara khusus.

Materi kursus yang bisa diakses secara online di situs Udacity tersebut berupa video, kuis, dan forum. Google juga menyertakan dokumen-dokumen pembelajaran, contoh aplikasi, serta video tutorial.

Dikutip dari The Next Web, biaya yang dipatok Google untuk kursus online ini adalah 150 dollar AS per bulan. Sebagai percobaan, peserta akan mendapatkan kursus gratis selama dua pekan.