BBM Masih Aplikasi Chat Paling Populer Di Indonesia

Meski pangsa pasar perangkat BlackBerry di Indonesia telah jauh menurun, aplikasi chatting BlackBerry Messenger (BBM) bikinan perusahaan itu rupanya masih populer di kalangan warga online tanah air. Fenomena ini tampak dari daftar penelusuran terpopuler Google yang dipublikasikan pada Selasa (16/12/2014) kemarin. Daftar tersebut menampilkan rangkaian kata kunci dari berbagai macam tema yang paling banyak dicari lewat layanan search engine Google.

Untuk kategori aplikasi chat paling banyak dicari oleh netter Indonesia sepanjang tahun ini, Google mengungkapkan bahwa BBM menduduki urutan teratas. Di bawah BBM, aplikasi pesan instan WhatsApp menempati urutan kedua, disusul oleh Line, WeChat, dan Skype yang masing-masing menempati posisi tiga, empat, dan lima.

Sebelumnya, pada pertengahan 2014, lembaga riset pasar Nielsen sempat mengungkapkan bahwa BBM memang merupakan aplikasi pesan instan yang paling banyak dipakai oleh pengguna smartphone Indonesia. Orang Jakarta disebut menghabiskan 23 menit setiap harinya untuk ngerumpi lewat aplikasi chatting itu.

Daftar aplikasi chat terpopuler selengkapnya bisa dilihat di bawah. Selain aplikasi chat, daftar Google turut menampilkan daftar pencarian terpopuler dari 12 kategori lain, mulai dari lagu, gadget, tokoh, hingga resep makanan paling banyak dicari di Indonesia.

Daftar aplikasi chat paling dicari di Indonesia
1. BBM
2. WhatsApp
3. Line
4. WeChat
5. Skype
6. Yahoo Messenger
7. Facebook Messenger
8. Kakao Talk
9. Bee Talk
10. Kik Messenger

10 Gadget Paling Laku Di Indonesia

iPhone 6 menjadi gadget yang paling dicari oleh pengguna layanan Google Search di Indonesia sepanjang tahun 2014. Hal tersebut terungkap dari daftar penelusuran terpopuler Google Trends yang dirilis oleh Google pada Selasa (16/12/2014).

iPhone 6 yang diluncurkan pada September 2014 itu berhasil mengalahkan gadget lain dalam daftar pencarian Google, seperti Samsung dan BlackBerry. Perangkat besutan Samsung sendiri mendominasi daftar sepuluh pencarian terpopuler kategori gadget, bahkan mencapai separuhnya atau lima jenis gadget.

Tak heran, sebab Samsung merupakan vendor yang paling rajin menelurkan smartphone Android dalam satu tahun. Portofolio smartphone Android Samsung juga tergolong komplet, dari kelas low-end hingga premium. Samsung juga saat ini menjadi penguasa pasar smartphone Android di dunia. Menurut data Gartner, pangsa pasar Samsung di kuartal ketiga 2014 mencapai 24,4 persen.

Yang di luar dugaan, perangkat smartphone Android Nokia X justru berada di urutan kedua daftar gadget paling banyak dicari di Google. Nokia X adalah smartphone Android pertama Nokia yang diluncurkan setelah perusahaan tersebut diakuisisi oleh Microsoft. Perangkat ini mulai dijual di Indonesia pada Maret 2014.

Dari daftar pencarian gadget terpopuler versi Google tersebut juga tecermin bahwa sistem operasi Android saat ini paling banyak dicari di Indonesia dibandingkan iOS ataupun BlackBerry. Berikut adalah daftar 10 pencarian gadget terpopuler menurut Google Trends sepanjang 2014:

1. iPhone 6
2. Nokia X
3. Samsung Galaxy Core
4. ASUS Zenphone 5
5. Samsung Galaxy S5
6. Samsung Galaxy V
7. Samsung Galaxy S4
8. iPhone 5S
9. BlackBerry Z3
10. Samsung Galaxy Grand

Spesifikasi dan Harga Asus Fonepad 7 64-Bit KitKat

ASUS Indonesia menghadirkan versi pembaruan dari lini produk tablet Fonepad 7, yakni Fonepad 7 FE375CXG. Sama seperti versi sebelumnya, tablet ini memiliki luas layar 7 inci, dapat digunakan untuk menelepon, dan memakai sistem operasi Android KitKat.

Bedanya, prosesor yang dibenamkan adalah Intel Atom Z3530 quad-core 64-bit dengan kecepatan 1,33 GHz. Bila sebelumnya prosesor hanya mampu mengelola data 32-bit, dengan dukungan instruksi 64-bit semakin banyak data bisa diolah dalam satu waktu. Hasilnya, kinerja meningkat secara signifikan.

“Proses komputasi masa kini membutuhkan teknologi yang mampu bekerja lebih cepat. Tak hanya pada notebook ataupun PC desktop, ini juga berlaku pada ponsel pintar dan tablet,” kata Juliana Cen, Country Product Group Leader, ASUS Indonesia, dalam acara peluncuran di Jakarta, Selasa 16 Desember 2014.

Juliana menambahkan peningkatan teknologi pada tablet sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang terus meningkat. “Terbukti terdapat respons positif dari konsumen dan ASUS berhasil meraih posisi ketiga sebagai produsen tablet Android terbesar di Indonesia, menurut data IDC Q3 2014,” ucap Juliana. (Baca juga: ASUS Luncurkan PadFone S di Akhir Tahun).

Pada kesempatan itu ASUS Indonesia juga memperkenalkan tablet berukuran 8 inci, yakni ASUS Fonepad 8. Seperti Fonepad 7, versi 8 inci ini juga menggunakan prosesor quad-core Intel Moorefield Z3530 berkecepatan 1,33 GHz 64-bit dengan RAM DDR3 2GB. Selain itu juga ada slot dual SIM card.

“Ada pergeseran tren di kalangan pengguna, yakni mereka mulai membutuhkan tablet dengan layar yang lebih besar namun tetap mudah digenggam dengan satu tangan. Inilah yang menjadi alasan ASUS menghadirkan Fonepad 8 FE380CG,” ucap Juliana.

Salah satu fitur yang membuat tablet 8 inci ini tetap nyaman digenggam dalam satu tangan adalah ukuran bezel yang cukup ramping. Total lebarnya hanya 12 sentimeter. Untuk harga, ASUS melepas Fonepad 7 seharga Rp 2,399 juta. Adapun Fonepad 8 dipatok di Rp 2,799 juta.

Review Asus PadFone S Dengan Android KitKat

Menjelang libur akhir tahun, Asus Indonesia meluncurkan ponsel dan tablet terbarunya untuk pasar di Tanah Air plus toko online pada Selasa, 16 Desember 2014. Salah satu yang diluncurkan adalah Asus PadFone S berlayar 5 inci dengan sistem operasi Android 4.4 KitKat.

Dibanderol seharga Rp 2,999 juta, khusus menjelang akhir tahun, PadFone S memiliki kemampuan merekam video 4K Ultra HD (3840 x 2160 piksel). “Inilah perangkat smartphone 2-in-1 yang inovatif,” kata Juliana Cen, Country Product Group Leader Asus Indonesia. PadFone S bisa bertransformasi menjadi sabak digital 8,9 inci. Saat menjadi ponsel pintar, ia mendukung konektivitas data hingga kecepatan 150 Mbps. Prosesor yang dibenamkan adalah quad-core Qualcomm Snapdragon 801 dengan kecepatan 2,3G Hz. Resolusi layarnya sudah full high-definition dengan fitur IPS. (Baca juga: ASUS Kini Bidik Segmen Korporasi)

“Saat pengguna membutuhkan perangkat multimedia, dengan memasukkan ponsel ke station, ia akan mendapatkan seperangkat tablet 8,9 inci dengan resolusi lebih tinggi, yakni 1920 x 1200. Station ini memiliki baterai 4.999 mAh, melengkapi baterai ponsel yang 2.300 mAh,” ucap Juliana.

Diperkuat kamera belakang beresolusi 13 megapiksel dengan fitur dedicated ISP, auto-focus, aperture f/2.0, 5-element lens, dan PixelMaster untuk ruang minin cahaya, PadFone S mampu mengambil foto 400 persen lebih terang ketimbang kamera ponsel pintar pada umumnya.

Biasanya, Asus melepas PadFone S berikut station-nya seharga Rp 4,499 juta. Tapi menjelang akhir tahun ini harganya dipangkas menjadi Rp 3,499 juta.

Facebook Akan Deteksi Pemabuk Lewat Aplikasi Baru

Facebook mengembangkan perangkat lunak untuk mencegah dimuatnya foto-foto diri yang tidak menyenangkan bagi sejumlah pengguna. Sistem ini dapat membedakan antara foto mabuk dan sadar dengan menggabungkan gambar pengakuan dan kecerdasan buatan. Di sana Anda akan menemukan pertanyaan: “Apakah Anda yakin atasan Anda dan ibumu ingin melihat ini?”

Rencana itu diungkapkan oleh Yann LeCun, kepala laboratorium penelitian kecerdasan buatan Facebook. Yann LeCun mengatakan kepada Wired bahwa dia ingin mengembangkan sebuah bantuan digital Facebook. Dia mengatakan, pada masa yang akan datang, bantuan ini juga mungkin bisa mengidentifikasi orang lain yang telah mengunggah foto pengguna tanpa izin.

Facebook sudah menggunakan teknologi pengenalan foto untuk membantu mengidentifikasi sejumlah wajah dan memungkinkan pengguna untuk menandainya dengan benar.

Kontroversial

Penggunaan teknologi yang berhubungan dengan perangkat lunak kecerdasan buatan (artificial intelligence atauAI) semakin meningkat di sejumlah perusahaan. AI telah digunakan untuk menguji perilaku Facebook secara keseluruhan untuk mengidentifikasi konten yang tepat untuk berita, kata LeCun kepada Wired.

Tahap berikutnya adalah untuk menganalisis teks dalam sejumlah status yang dimuat dan secara otomatis akan menunjukkan tagar-tagar yang relevan. Dia juga berbicara bahwa masa depan bantuan digital pintar ini bisa “memediasi interaksi Anda dengan teman-teman”.

Hal itu kemungkinan akan memicu kontroversi, baik dari sejumlah konsumen maupun para pendukung kebebasan pribadi. Mereka menilai bahwa layanan tersebut lebih bersifat opt-in daripada sistem default yang ditawarkan.

Banyak perusahaan teknologi besar yang bereksperimen dengan AI. Google memiliki laboratorium AI sendiri, dan telah melakukan investasi besar-besaran di sejumlah perusahaan robot dan AI.

Google Tutup Layanan Berita Karena Wajib Bayar Royalti

Google akan segera menghentikan layanan berita dalam bahasa Spanyol karena undang-undang baru bisa memaksa Google harus membayar ‘royalti’ kepada perusahaan media di negara tersebut. Undang-undang hak atas kekayaan intelektual ini akan diberlakukan mulai bulan depan dan Google memutuskan untuk tidak meneruskan layanan berita dalam bahasa Spanyol pada 16 Desember ini.

Layanan Google News mengambil kutipan-kutipan berita dari media Spanyol dan raksasa pencarian online ini beralasan bahwa skema membayar kepada perusahaan media “tak bisa diterapkan atau dipertahankan”. Direktur Berita Google, Richard Gingras, beralasan bahwa Google tidak memasang iklan di layanan berita ini dan karenanya tidak mendapatkan pemasukan.

Ia juga mengatakan perusahaan media bisa memilih untuk tidak dimasukkan ke Google News. “Sebagian besar ingin dimasukkan ke Google News … layanan kami mendorong orang masuk ke situs mereka yang pada gilirannya bisa mendatangkan penerimaan dari iklan,” papar Gingras. Undang-undang baru di Spanyol, biasa disebut “Google Tax”, tidak menjelaskan secara rinci berapa “royalti” yang harus dibayar Google.

Sudah sejak lama berbagai perusahaan media di sejumlah negara tidak setuju dengan Google News karena layanan ini dianggap melanggar hak cipta.

80 Persen Pengguna di Indonesia Pakai Smartphone Murah

Bob Bao, Managing Director Baidu Indonesia, memaparkan hasil riset Baidu terhadap pengguna mobile internet di Indonesia. Salah satu temuan Baidu adalah masih banyaknya pengguna mobile internet di Indonesia yang menggunakan smartphone dengan kisaran harga di bawah Rp 3 juta. “Jika dirata-rata, harga perangkat smartphone yang digunakan ada di angka Rp 2,148 juta,” tutur Bob Bao dalam gelaran Startup Asia Jakarta 2014, Rabu (26/11/2014).

Namun, lanjutnya, riset itu menunjukkan 87,3 persen pengguna ingin mengganti smartphone-nya dengan ponsel Android yang lebih baik. Anggarannya? Rata-rata di Rp 2,907 juta.Hal lain yang menurutnya cukup mengejutkan adalah bahwa pengguna internet lewat mobile justru banyak di rumah dengan angka 95 persen. Bandingkan dengan kantor (36 persen) atau perjalanan (27 persen).

“Sebelumnya, kami kira akses terbanyak dilakukan saat di perjalanan,” tutur Bao. Temuan lain yang menurutnya menarik adalah bahwa 40 persen pengguna hanya memakai 1-2 aplikasi. “Kita sebagai startup, harusnya bisa mencari apa sebenarnya yang menarik bagi orang Indonesia. Data ini menunjukkan banyak developer belum cocok aplikasinya dengan pengguna,” ia menjelaskan.

Lima jenis aplikasi yang sering digunakan, tutur Bao, adalah jejaring sosial (81 persen), browser (65 persen), game (35 persen), musik (32 persen) dan berita (17 persen).

Bao mengatakan startup harus banyak belajar soal perilaku konsumen di Indonesia. Selain itu, perlu juga membangun ekosistemnya.

Ia yakin, dengan populasi penduduk yang besar, Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar pengguna internet di masa depan. Industri digital pun diharapkannya bisa terus tumbuh.