89 Persen Wanita Suka Foto Selfie Telanjang

Kasus peretasan iCloud yang terjadi beberapa waktu lalu ini merupakan mimpi buruk bagi sejumlah selebriti wanita yang sejumlah foto tanpa busana mereka tersebar di dunia maya. Namun demikian, menurut sebuah polling yang dilakukan oleh Cosmopolitan, ternyata sebagian besar wanita ditemukan memang hobi foto diri dalam keadaan telanjang dan berpose seksi.

Survei yang melibatkan 850 pembaca ini dilakukan lewat akun resmi Twitter majalah Cosmopolitan. Demografi pembaca diketahui 99 persen adalah wanita dan rata-rata berusia 21 tahun ke atas.

Hasilnya, 89 persen responden memberikan jawaban spontan bahwa mereka pernah foto diri tanpa satu helai benangpun melekat pada tubuh mereka. Hanya 14 persen yang mengaku menyesal karena ternyata foto tersebut disebarkan oleh si penerima, dan 82 persen lainnya menjawab akan melakukannya kembali di waktu mendatang. Lalu, 26,21 persen responden akan kembali berfoto telanjang, dengan syarat wajah mereka tak terlihat atau tidak mudah dikenali oleh orang lain.

Kemudian, lima persen dari responden mengisahkan bahwa mereka pernah berbagi foto tersebut pada pasangan, rekan kerja atau pria yang ditaksirnya, tetapi setelah hubungan memburuk, foto tersebut menjadi “senjata” pria pria yang masih mendendam untuk kemudian disebar di internet atau jadi alat pemerasan untuk mendapat lebih banyak foto telanjang tersebut atau memaksa mereka berhubungan intim.

Sebelumnya, polling dengan tema sama pernah dihelat oleh McAffe. Sebanyak 1.500 responden dari usia 18 hingga 54 tahun dilibatkan. Hasilnya, 49 persen pria dan wanita dewasa mengaku sering mengirim dan menerima foto seksi.

Gaya hidup ceroboh yang demikianlah yang kemudian berbalik “menyerang” citra diri mereka. Akhirnya, yang mereka bisa lakukan adalah menyesal, tiada yang lainnya. Maka dari itu, berhati-hatilah, atau berhentilah melakukan selfie tubuh sendiri tanpa busana .

Spesifikasi dan Harga Elevate Y2 Murah Dengan Prosesor Octa Core

Perusahaan ponsel pemegang merek lokal mulai menyasar pengguna ponsel dan tablet kelas premium dengan mengeluarkan produk yang didukung prosesor Octa-core. Meskipun ceruk pasarnya kecil, tetapi segmen ini dianggap memiliki potensi nilai menggiurkan.

Pemegang merek Evercoss, PT Aries Indo Global, misalnya, pekan lalu merilis smartphone Octa-core 1.7 GHz pertama yang dinamakan Elevate Y2. Elevate Y2 yang mengusung slogan “so fast, so affordable” sejatinya merupakan penerus dari Elevate Y. Perbedaan yang mencolok adalah dukungan prosesor serta penyimpanan yang dua kali lipat lebih besar.

Selain didukung dengan prosesor Octa-core, Elevate Y2 memiliki kapasitas RAM 1GB untuk mengimbangi kinerja prosesor tersebut. Sedangkan pada bagian internal memori, 16 GB lebih dari cukup untuk menyimpan beragam aplikasi. Terlebih adanya slot microSD hingga 32 GB.

Berbicara kamera, resolusi yang dimiliki Elevate Y2 dengan Elevate Y sama persis, yakni 13 MP dan auto focus disertai lampu flash LED. Kamera juga dilengkapi dengan teknologi BSI, yaitu teknologi yang memungkinkan pengguna mengambil gambar pada kondisi kurang pencahayaan. Untuk kamera depan, memiliki resolusi 5 MP.

Pada bagian desain, Elevate Y2 hampir sama dengan desain yang dimiliki Elevate Y. Tampil premium dengan tidak banyak menyertakan beragam tombol fungsi. Hanya ada dua tombol fungsi yang terdapat di sisi kanan body: tombol on/off dan volume. Sementara di bagian sisi atas, terdapat port earphone 3.5mm serta port mini USB.

Janto Djojo, Chief Marketing Officer Evercoss, mengatakan hadirnya Elevate Y2 dengan prosesor Octa-core merupakan sebuah keharusan karena semua orang akan beralih ke arah itu. “Kendati kami bukan yang pertama merilis smartphone Octa-core, tapi kami memiliki jangkauan distribusi yang lebih luas,” ujarnya di Jakarta, pekan lalu. Elevate Y2 dibanderol dengan harga terjangkau, Rp 2,3 juta.

Tak hanya Evercoss, Advan merilis brand baru, Advan Signature, untuk melengkapi kebutuhan teknologi kalangan atas. Tjandra Lianto, Direktur Marketing Advan, mengatakan seri produk yang bakal dihadirkan Advan Signature disesuaikan dengan standar minimum kebutuhan pasar kelas atas. “Advan Signature bakal dilengkapi oleh jajaran smartphone dan tablet dengan spesifikasi produk yang jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Untuk seri perdananya, Advan Signature merilis produk Tablet T1Z dengan dimensi layar 7 inch FHD (1200 x 1920) IPS yang dibekali prosesor bertenaga Octa-core. Sedangkan fitur camera T1Z mengusung 5 megapiksel dan 1,3 megapiksel.

Fitur lainnya, yang menjadi keunggulan seri Advan Signature T1Z berupa teknologi Hot Knot dan Gesture Recognation. Hot Knot adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk bisa melakukan transfer data dari gadget lain tanpa perlu mengguanakan server PC/laptop. Cukup melalui jaringan wi-Fi dengan cara menempelkan layar gadget tersebut terhadap layar gadget lainnya.

Advan Signature tersedia dengan jumlah yang terbatas. “Jumlah yang kami hadirkan sangat terbatas, karena ini merupakan produk eksklusif. Tentunya dengan harga yang disesuaikan dengan kelas atas,” ujar Tjandra.

Spesifikasi ELEVATE Y2
Network : Dual GSM/GSM
OS : Android 4.2 Jelly Bean
Prosesor : Octa Core 1.7 GHz
Baterai: A80 2000mAh
Kamera : Belakang 13 MP, Depan 5MP
Weight : 153.3 gram
Dimensi : 145mmx72.6mmx88mm
Internal RAM 1 GB, Internal ROM 16 GB

Raffy Nindyo Seorang Mahasiswa Asal Indonesia Yang Ditertawakan Hacker Beken Karena Minta IPKnya Dihack

Seorang mahasiswa asal Indonesia bernama Raffy Nindyo meminta bantuan hacker legendaris, Kevin Mitnick. Sayangnya, permohonan itu bukan untuk hal positif, melainkan justru untuk meretas situs web universitas tempat ia menuntut ilmu.

Permintaan itu diledek oleh Mitnick dengan mencuitkan, “Anyone want this client? I am too busy. LOL” di akun Twitter-nya, pada Rabu (3/9/2014). Ia juga menyertakan tangkapan layar ponsel berisi e-mail dari sang mahasiswa Indonesia.

Dalam e-mail tersebut, Raffy menulis, “Excuse me Mr. Mitnick. I am from Indonesia. I have a request. Can you help me to hack my university’s website, for changing my university grade?? thanks”.

Keinginan Raffy untuk mengubah nilai-nilai ujian atau nilai IPK-nya itu tentu saja ramai dibicarakan para pengguna media sosial di Indonesia. Kelakuan memalukan ini tak pelak menjadi bahan candaan pengguna di Facebook dan Twitter.

Salah satu pengguna Twitter berkomentar sambil bercanda, “Kenapa Raffy tidak minta bantuan hacker jago asal Indonesia, Jim Geovedi.”

Belum jelas juga apakah Raffy dalam e-mail itu memang serius atau sekadar menggoda Mitnick, yang memang punya reputasi cukup “menyilaukan”.

Kevin Mitnick terkenal sebagai peretas komputer paling dicari FBI sebelum akhirnya ditangkap pada 1995. “Prestasi” Mitnick pada saat masih berusia 16 tahun adalah membobol sistem komputer dua vendor komputer, DEC dan Pacific Bell.

Ia juga sempat membobol jaringan Motorola, NEC, Sun Microsystems, dan Fujitsu Siemens. Kini, ia kapok jadi peretas dan menjadi konsultan sekuriti.

Belum ada informasi apakah benar Raffy adalah mahasiswa asal Indonesia dan apa nama universitas tempat ia kuliah.

Spesifikasi dan Harga Lensa Sony ILCE-QX1

Sony memiliki lensa pintar seri QX yang tak lain merupakan modul kamera untuk dipasang di bagian belakang smartphone. Tak lama lagi, lini produk tersebut agaknya bakal bertambah “pintar” dengan hadirnya sebuah model baru bernama ILCE-QX1, menurut bocoran terbaru yang dikutip oleh PetaPixel.

Seperti dua produk terdahulu, ILCE-QX1 sebenarnya adalah sebuah kamera utuh yang tidak memiliki display LCD. Sebagai gantinya digunakanlah layar smartphone, baik perangkat berbasis Android maupun iOS, yang sekaligus berfungsi sebagai pusat kendali dari perangkat ini.

Uniknya, lensa pada ILCE-QX1 bisa diganti-ganti karena produk itu memang memiliki mounting kamera mirrorless besutan Sony (E-mount), lengkap dengan sensor gambar tipe APS-C di dalamnya.

Sensor tersebut disinyalir memiliki spesifikasi serupa dengan kamera mirrorless APS-C andalan Sony saat ini, a6000. Resolusinya dipatok pada angka 24 MP. Sony diduga turut membenamkan sistem AF super cepat yang menjadi salah satu ciri khas a6000.

Jadilah ILCE-QX1 ibarat kamera mirrorless tanpa layar yang melekat di punggung smartphone. Di bagian bawah ILCE-QX1 juga terdapat lubang skrup untuk menancapkan unit lensa ke tripod.

ILCE-QX1 kabarnya bakal segera diperkenalkan oleh Sony dalam perhelatan IFA 2014 yang saat ini tengah digelar di Berlin, Jerman.

Harganya disebutkan berada pada kisaran 300 Euro atau sekitar Rp 4,7 juta untuk versi tanpa lensa, dan 450 Euro atau sekitar Rp 7 juta untuk versi “kit” dengan lensa 16-50mm f/3.5-5.6.

Setelah iCloud dan Bank, Giliran Home Depot yang Diserang Hacker

Perusahaan ritel Home Depot diduga menjadi aksi serangan para hacker alias peretas. Beberapa bank menemukan bukti bahwa toko-toko Home Depot di AS menjadi sumber pencurian data kartu kredit dan kartu debit dalam jumlah besar. Home Depot pun tengah menyelidiki kemungkinan bocornya data pelanggan mereka.

“Saya bisa mengkonfirmasi bahwa kami tengah mencari beberapa aktivitas tidak biasa dan kami tengah bekerja dengan rekan perbankan serta penegak hukum untuk menginvestigasi,” ujar juru bicara Home Depot, Paula Drake, Selasa (2/9/2014) waktu setempat. Perusahaan ritel Home Depot melaporkan pada Selasa (2/9/2014) waktu setempat, pihaknya tengah menyelidiki kemungkinan bocornya data pelanggan.

Meski Drake mengungkapkan bahwa perusahaannya menanggapi isu ini dengan sangat serius, dia enggan berkomentar lebih jauh. Dia hanya berjanji, jika benar ada pembobolan atau pencurian data, maka konsumen akan segera diinformasikan.

Perkembangan terakhir mengungkapkan, aksi tersebut kemungkinan besar sudah dimulai sejak akhir April atau awal Mei 2014 lalu. Dengan kata lain, jumlah data konsumen bisa jauh lebih besar ketimbang kasus serupa yang menimpa Target, yaitu 40 juta kartu kredit dan debit selama tiga minggu.

Selain itu, ada pula kemungkinan bahwa peretas dari Rusia dan Ukraina yang berhasil membobol Target merupakan pelaku di balik aksi ini. Home Depot, memiliki lebih dari 2.200 gerai yang umumnya berada di Amerika Serikat. Home Depot, yang berpusat di Atlanta, juga memiliki perwakilan di Kanada dan Mexico. Sebelumnya aksi para peretas ini juga menyerang bank-bank besar di AS dan platform penyimpanan berbasis cloud milik Apple, iCloud.

Cara Menghack Perangkat iPhone dan iCloud Untuk Mendownload Foto Bugil Pemiliknya

Internet dihebohkan dengan munculnya foto bugil selebriti dunia, seperti Jennifer Lawrence, Ariana Grande, dan Kate Upton. Diperkirakan peretas mendapat foto tersebut dari layanan penyimpan data awan iCloud milik Apple. Dikutip dari Daily Mail, Selasa, 2 September 2014, seorang ahli menemukan kode perangkat lunak berbahaya bernama Github. Perangkat lunak ini bisa digunakan peretas untuk melakukan “serangan brutal”.

Serangan ini menggunakan metode “coba dan gagal” dengan mencoba banyak kemungkinan kombinasi. Peretas mungkin menggunakan teknik “rekayasa sosial” untuk mendapatkan akun dan password Apple ID berdasarkan informasi dasar pengguna, seperti alamat e-mail, nama, dan tanggal lahir. Mengingat targetnya adalah selebriti, tidak sulit untuk menemukan data tersebut.

Serangan brutal lalu digunakan untuk mendapatkan kata sandi pada akun iCloud, khususnya dengan mengandalkan fitur Find My Phone di iPhone yang digunakan untuk memblokir ponsel yang hilang. Jika sudah mendapatkan ID dan password, peretas tinggal mengendalikan perangkat dari jarak jauh dan mengunci perangkat dengan menggunakan Find My Phone. Inilah sebabnya pengguna perlu membuat username dan password yang rumit dan unik agar keamanan lebih tahan dari terobosan peretas.

“Kasus foto artis Hollywood ini masih harus diselidiki apakah ada kesalahan pada layanan atau koleksi pribadi yang sudah bocor sebelum disimpan,” kata peneliti keamanan di Kaspersky Lab, Stefano Ortolani. Selain iCloud, foto tanpa busana ini mungkin bisa didapat dari Photo Stream, layanan berbagi foto dari iCloud. Dengan Photo Stream, pengguna bisa membagi data dari iPhone ke berbagai perangkat Apple lainnya, seperti iPad atau iPod Touch

iCloud diduga menjadi sumber peretas untuk menyebar foto bugil sejumlah artis Hollywood. Kejadian itu membuat orang penasaran tentang seberapa kuat keamanan layanan komputasi awan milik Apple itu, sehingga bisa diterobos peretas.

Dikutip dari Mashable, Senin, 1 September 2014, data yang tersimpan di iCloud dienkripsi baik dalam server maupun ketika saat akan dikirimkan. Data pada iCloud sebenarnya cukup aman, sebab username dan password pengguna tidak tersimpan pada aplikasi apa pun.

Pihak ketiga juga harus mengakses data pengguna melalui Secure Sockets Layer atau SSL yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Jadi, selama password pengguna unik dan rumit, peretas akan semakin sulit untuk mengalihkan data saat akan disimpan ke iCloud.

Karena itu, agar akun Anda aman, buat username dan password yang unik. Jangan menggunakan e-mail yang sama untuk beberapa akun berbeda. Gunakan pengaman kunci dan password pada komputer dan akun ponsel. Selain itu, gunakan layanan penyimpanan awan versi terbaru karena pengembang selalu memperbarui tingkat keamanannya.

Namun, meski menggunakan username dan password yang sulit, sistem pasti punya banyak celah. Peretas kelas kakap bisa mudah menemukan celah itu dengan menyusupi virus atau bug pada server.

Juru bicara Apple mengakui ada bug yang mengganggu fitur Find My Phone, layanan yang memungkinkan pengguna mendapatkan kembali perangkat mereka jika hilang atau mencegah diaksesnya data oleh orang yang tidak diinginkan. Bug tersebut menjadi rentan dan memudahkan peretas mendapatkan password untuk menerobos iCloud dari ponsel.

Apple Janji Telusuri Bagaimana Hacker Menjebol Akun iCloud Jennifer Lawrence

Apple berjanji akan menyelidiki penyebab kebocoran foto bugil Jennifer Lawrence atau J-Law, Kate Upton, dan Ariana Grande, yang disebar oleh peretas di dunia maya sejak kemarin. Apple akan mencari tahu apakah ada pelanggaran keamanan di layanan iCloud yang diduga menjadi sumber peretas mendapatkan foto tersebut.

“Kami menjaga privasi pengguna dengan sangat serius dan secara aktif akan menyelidiki laporan ini,” kata juru bicara Apple, Natalie Kerris, seperti dilaporkan CNET, Senin, 1 September 2014.

Foto bugil sejumlah artis Hollywood itu disebar oleh peretas di situs 4chan. Menurut laporan, ada sekitar 100 foto bugil artis papan atas lainnya yang menjadi korban, tapi tidak jelas apakah foto itu sungguhan atau hasil rekayasa.

Kerris menjelaskan, ada sebuah bug yang terdapat pada fitur Find My Phone, layanan yang memungkinkan pengguna mendapatkan kembali perangkat mereka jika hilang atau mencegah diaksesnya data oleh orang yang tidak diinginkan. Dengan bug itu, peretas dengan mudah mengendalikan ponsel dan mengubah password pengguna untuk membuka akses iCloud.

Layanan iCloud memungkinkan pengguna untuk menyimpan data dalam database virtual. Informasi ini termasuk kontak, dokumen, pesan, dan foto. Untuk menangani kasus ini, Apple juga bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal FBI). Kasus ini akan ditangani dengan serius dan pelaku akan dikenakan hukuman yang setimpal.