Game Kim Kardashian Mampu Raup 700.000 Dollar Per Hari

Selebritis Hollywood, Kim Kardashian, dikenal di seluruh dunia dan menjadi kaya raya meski tidak pernah “bekerja”. Kini ia bisa menghasilkan uang sekitar US$ 700 ribu per hari hanya dari aplikasi mengenai dirinya, Kim Kardashian: Hollywood. Aplikasi game ini dikembangkan oleh Glu Mobile dan bisa diunduh secara gratis. Dalam game ini pengguna dapat menciptakan avatar mereka sendiri dan bisa menjadi selebritis seperti yang mereka inginkan. Pengguna, melalui avatarnya, dapat mengenakan baju-baju mahal, melakukan sesi foto, dan hang-out dengan selebriti lain yang terdapat dalam daftar. Para pengguna diminta untuk menaikkan status selebriti mereka dari E-List menjadi A-List.

Orang mungkin bertanya-tanya darimana Kim bisa meraup US$ 700 ribu karena game ini diunduh gratis. Pendapatan itu muncul karena pengguna game ini harus membayar jika ingin menggunakan item tertentu bagi avatarnya. Misalnya, pengguna game ingin mengenakan gaun seksi atau mendapatkan potongan rambut terbaru, maka mereka harus membeli item tersebut dengan membayar tunai.

Game ini menggambarkan keseharian Kim sebagai selebritis Hollywood. Para analis game memprediksi bahwa game bisa bisa meraup keuntungan US$ 200 juta pada tahun pertamanya. Jika gagal pun, game ini diprediksi akan mendunia seperti Candy Crush. Sejak diluncurkan pada Juni lalu, saham Glu Mobile selaku pengembang game ini sudah melonjak lebih dari 30 persen. Penjualan pun naik 51 persen pada kuartal kedua tahun ini. Game Kim Kardashian ini menjadi pendorong utamanya.

Analis lain menilai bahwa game ini harus memiliki beberapa fitur baru jika ingin terus digemari. Menurut mereka, lama-kelamaan fitur seperti membeli baju mahal atau hang-out dengan selebriti akan menjadi suatu hal yang membosankan.Kanye West, suami Kim Kardashian, berjanji akan membuat game Kardashian: Hollywood dalam bentuk seri. Ini disebabkan antusiasme penggemar pencinta game semakin banyak.

“Saya suka bahwa fan terus-menerus mengatakan bahwa game Kardashian: Hollywood menjadi favorit mereka di media sosial. Mereka juga merekomendasikan game ini untuk dimainkan,” kata West mengenai game yang terdapat pada Android ini. Dilansir Femalefirst, Selasa, 15 Juli 2014, Kanye akan menambahkan aplikasi dalam game Kardashian tersebut. “Ke depannya akan ada karakter baru dan lokasi yang eksotis serta tempat liburan favorit di dalam permainan,” West melanjutkan.

Kim Kardashian: Hollywood merupakan game yang menggambarkan kehidupan Kim Kardashian. Game ini juga menyoroti kehidupan artis-artis dunia yang lain.Dalam permainannya, pengguna bisa memilih karakter selebriti yang ingin mereka mainkan. Karakter ini harus dibawa berkeliling sekitar Hollywood untuk mendapatkan poin “ketenaran”, menghadiri acara penting, hingga ikut dalam pemotretan dan jatuh cinta.

Kim hadir dalam game ini untuk memberikan bantuan dan nasihat kepada karakter selebritas yang dipilih pemain dalam menentukan benda yang bagus untuk dibeli, gaya untuk berpesta, dan rekomendasi lainnya. Selain mendapatkan keuntungan dari proyek game ini, West mengakui game ini memberinya pengalaman luar biasa. “Proyek ini menjadi pengalaman luar biasa. Saya senang melihat banyak orang menikmati permainannya,” kata Kanye.

Daftar Merek Smartphone Android Dengan KitKat

Google telah mengumumkan akan menamai Android selanjutnya dengan nama KitKat. Produk Coklat dari Nestle itu akan menjadi ikon Android yang rencananya akan dirilis Oktober nanti. Biasanya, perangkat Android seri Nexus, akan pertama kali disambangi Android seri terbaru. Berikut ponsel lain yang juga akan disambangi Android KitKat

SAMSUNG
Sebagai pemimpin pasar Android, Samsung diharapkan memperbaharui sistem operasi Android pada perangkat produksinya. Namun, kelihatannya Samsung sempoyongan karena banyaknya seri produknya. Bahkan Samsung Galaxy S3 tak mencicii Android Jelly Bean 4.2. Berikut daftar mereka yang mungkin diperbaharui Androidnya
– Galaxy S4: Galaxy S4 asli, Zoom dan Aktif
– Seri Galaxy S: Galaxy S3 dan S2
– Galaxy Note: baik phablet maupun tablet
– Galaxy Mega 5.8 inci dan 6,3 inci
– Seri Galaxy Tab: Galaxy Tab 3, Galaxy Tab 2 dan Galaxy Tab 1
– Produk menengah seperti Galaxy Young, Galaxy Fame Galaxy Mini dan Galaxy Ace

HTC
Perangkat yang setidaknya memiliki RAM 512 MB, dan menjalankan Android Jelly Bean 4.1
– Seri One termasuk HTC One, HTC One X and HTC One X+
– Seri New Desire yang dirilis 2013
– Seri Desire termasuk Desire X and Desire V
– HTC DROID DNA, HTC J and Butterfly

LG
Beberapa model yang memiliki RAM 512 bisa menjalankan Ndroid KitKat 4.4
-LG G2
-Nexus 4
-Optimus L7, L5 and L3
-Optimus G and G Pro
– Optimus VU

SONY XPERIA
Perangkat Sony biasanya dilengkapi dengan RAM 512 MB dan prosesor single core dari Qualcomm. Perangkat yang nantinya akan dapat Android KitKat 4.4 adalah
– Seri Xperia Z: Z origonal, ZR, ZL, Z dan Z1 Ultra Honami
– Xperia Tablet S dan tablet Z
– Xperia kelas menangah : Xperia M, C, SP, L, S, SL, U dan lainnya.

Spesifikasi HTC J Butterfly Yang Tahan Air

Operator seluler asal Jepang, KDDI, memperkenalkan HTC J Butterfly yang merupakan telepon seluler pintar tahan air. Ponsel ini memiliki spesifikasi yang sebagian besar sama dengan HTC One M8. Peluncuran dilaksanakan di Tokyo, pekan lalu. HTC J Butterfly memiliki ukuran layar yang sama dengan One M8, yakni 5 inci dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel. Prosesornya sama-sama menggunakan Snapdragon 801. Keduanya pun dibekali sistem operasi Android 4.4 alias KitKat.

Situs GSM Arena, Senin, 4 Agustus 2014, menyebutkan perbedaan paling mencolok antara J Butterfly dengan M8 One adalah kualitas kameranya. J Butterfly dilengkapi kamera utama 13 megapiksel dan kamera depan 5 megapiksel. “Terdapat sensor untuk mengatur kedalaman gambar,” tulis GSM Arena. Adapun pada One M8 kameranya terdiri dari duo-camera dengan resolusi 4 megapiksel. Perbedaan lainnya adalah dimensi J Butterfly, yakni 10 milimeter atau 6 persen lebih tipis dibandingkan One M8.

Selain mengunggulkan ketahanannya terhadap air, J Butterfly juga menggunakan teknologi canggih dari JBL untuk menunjang kualitas suaranya. J Butterfly siap dipasarkan mulai akhir Agustus tahun ini. Sayangnya, HTC hanya memasarkan J Butterfly untuk wilayah Jepang. Produsen asal Negeri Tirai Bambu ini pun tidak menyebutkan alasan memilih Jepang dalam menjual produk tersebut.

HTC tidak menyebutkan mengenai kemungkinannya menjual di negara lain. “HTC juga masih merahasiakan harganya,” tulis GSM Arena.

Microsoft Tuntut Samsung Untuk Bayar Paten

Microsoft berencana menggugat Samsung atas keterlambatan pembayaran paten perangkat bergerak berbasis Android. Sejak 2011, Microsoft dan Samsung menyepakati pembagian paten dari setiap penjualan perangkat Android Samsung. Ternyata, Samsung tidak memenuhi kewajiban pembayaran tersebut sejak akhir 2013. Microsoft pun akhirnya membawa permasalahan ini ke ranah hukum. “Setelah berbulan-bulan mencoba untuk mencari solusi, Samsung secara jelas menyatakan dalam suratnya bahwa kami tidak sepaham seperti yang ada pada kontrak,” tulis Corporate Vice President Microsoft, David Howard, lewat blog-nya, yang dilansir situs The Verge, Ahad, 3 Agustus 2014.

Microsoft memperkirakan, kenaikan pertumbuhan telepon pintar Samsung secara global menjadi penyebab Samsung lalai memenuhi kewajibannya. Howard mengatakan, Samsung memprediksi penjualan akan sukses, tetapi tidak ada yang bisa membayangkan bahwa penjualan ponsel pintar Android mengalami peningkatan yang sangat tinggi. (baca: Samsung Kuasai Pasar Tablet Indonesia)

Raksasa teknologi asal Negeri Ginseng tersebut belum menjawab gugatan Microsoft. “Kami akan meninjau keluhan tersebut secara detail dan akan memberikan tanggapan yang sesuai,” kata juru bicara Samsung. Adapun Microsoft juga menyepakati kerja sama terkait paten dengan produsen global lainnya, seperti Motorola, HTC, dan Acer. Microsoft juga bekerja sama dalam memproduksi perangkat berplatform Windows Phone.

Microsoft menyatakan akan mengajukan gugatan terhadap Samsung karena perusahaan tersebut menolak membayar uang paten sistem operasi Android.

“Sejak September 2011 kami saling membayarkan royalti Android masing-masing karena sistem operasi tersebut adalah kolaborasi banyak perusahaan. Tapi Samsung akhir-akhir ini mulai menolak membayar,” kata ketua penasihat hukum Microsoft, Davis Howard, seperti yang dilansir ABC News, Sabtu, 2 Agustus 2014.

Pengacara perusahaan pemimpin di dunia piranti lunak ini menyatakan bahwa sistem operasi Android merupakan kolaborasi lebih dari 25 perusahaan termasuk Samsung, Acer, dan ZTE. Selama ini, perusahaan-perusahaan ini setuju untuk saling membayarkan paten dari portofolio masing-masing. Setidaknya dari paten tersebut, Microsoft menghasilkan US$ 2 miliar per tahun.

Samsung mulai menolak membayar paten pada semester II tahun ini. Pada November tahun lalu, menurut Microsoft, Samsung juga telat membayar paten. Samsung menyatakan bahwa alasannya menolak membayar karena produk Microsoft dan Nokia yang dijual setelah akuisisi, tidak disertai dengan lisensi paten yang mereka sepakati.

Dari berkas pengaduan Microsoft, perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa Samsung mengajak perusahaan elektronik lain di Korea Selatan untuk membatalkan kontrak paten dengan Microsoft. Pihak Samsung kemudian menyatakan bahwa mereka akan mempelajari gugatan tersebut sebelum mengeluarkan pernyataan lebih lanjut.

Android Xiaomi Terganjal Birokrasi Di Indonesia

Langkah produsen ponsel Tiongkok Xiaomi untuk mengekspansi pasarnya ke Indonesia dan Brasil terganjal proses sertifikasi yang dianggap berbelit-belit. Seperti dikutip dari Wall Street Journal, VP untuk Operasional Global Xiaomi Hugo Barra menyebutkan bahwa di Indonesia dan Brasil, proses (sertifikasi) dapat mencapai enam bulan untuk memenuhi standar lokal dan memperoleh sertifikasi untuk menjual produk.

Meski demikian, ponsel Android Xiaomi tetap ditargetkan mulai dijual ke pasar Indonesia pada akhir Agustus mendatang. Tidak disebutkan secara khusus permasalahan apa yang mendasari kesulitan proses sertifikasi yang dialami oleh Xiaomi. Sebelumnya, Motorola mengalami permasalahan yang sama dengan peluncuran Moto G-nya yang tertunda hingga empat bulan.

Proses sertifikasi sendiri tampaknya terlalu bermasalah bagi vendor smartphone populer yang sudah lama malang melintang di tanah air, seperti Samsung, Nokia, LG, ataupun BlackBerry. Proses sertifikasi telepon seluler di Indonesia dikelola oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika – Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Selain perihal sertifikasi, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan sendiri sebelumnya juga telah menggulirkan wacana pemberlakuan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk smartphone dengan tujuan pembatasan impor, meskipun belum ada kelanjutannya hingga sekarang.

Kesulitan untuk berbisnis bagi vendor asing memang menjadi dilema bagi pemerintah. Di satu sisi, mereka ingin memajukan industri telekomunikasi lokal dengan mendorong pendirian pabrik dan pemberian insentif bagi vendor telekomunikasi di Indonesia. Di sisi lain, hambatan ini alih-alih membuat vendor asing dan investor untuk takut memulai bisnis atau investasinya di sini.

Xiaomi dikenal sebagai perusahaan Tiongkok yang sangat pesat pertumbuhan penjualan produk elektroniknya yang berbasis Android melalui skema online. Baru berdiri di tahun 2010, Xiaomi telah menjadi pesaing Samsung dan Apple dalam segmen smartphone dengan mengambil pangsa pasar signifikan di Tiongkok sebagai pasar terbesar.

Tahun ini, Xiaomi telah memulai ekspansinya di sejumlah negara Asia Tenggara, di antaranya Singapura dan Malaysia. Pemerintahan yang baru, terutama Menteri Komunikasi dan Informatika, diharapkan bisa memberikan kebijakan yang arif terkait kepelikan bisnis telekomunikasi di Indonesia untuk memberikan win-win solution bagi semua pihak.

BlackBerry Messenger BBM Akhirnya Hadir di Windows Phone

BlackBerry Messenger akhirnya tersedia, dalam versi Beta, untuk perangkat Lumia yang menjalankan Windows Phone 8 dan 8.1. Hal ini melanjutkan versi Beta terbatas (Private Beta) yang sebelumnya telah diumumkan untuk jajaran perangkat tersebut.

“Dengan terus meningkatnya popularitas BBM, kami sangat senang untuk memiliki kesempatan mengembangkan aplikasi kami untuk platform Windows Phone,” ungkap John Sims, President Global Enterprise Services, BlackBerry.

Pihak Microsoft pun mengatakan akan terus berupaya menghadirkan berbagai aplikasi yang dibutuhkan pengguna Lumia.

“Kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan aplikasi yang dibutuhkan oleh pengguna Lumia, baik developer global maupun lokal.” ungkap Maretha Dewi, Head of Developer Experiences, Microsoft Devices, Indonesia.

BBM pada Windows Phone hadir dengan fitur-fitur seperti BBM Chat, BBM Groups, Find Friends dan BBM Feeds.

Selain itu, bagi pengguna Lumia, setiap chat (baik individu maupun grup) bisa dipasang di halaman depan ponsel mereka. Fitur “Pin to Start” ini akan memunculkan icon tile untuk setiap chat yang dipasang di Start Screen.

BBM untuk Windows Phone Beta sudah tersedia untuk download melalui Windows Phone Store.

iOS Apple Telah Diberi Program Mata Mata NSA Secara Default Dari Pabrik

Apple membantah tudingan mengenai penggunaan program mata-mata atau pengintip yang digunakan di iPhone dan iPad. Tudingan berasal dari dokumen mantan agen National Security Agency (NSA), Edward Snowden. Dalam dokumen itu disebutkan Apple bekerja sama dengan NSA dalam memanfaatkan program pintu belakang untuk masuk ke suatu sistem.

“Kami telah merancang sistem operasi iOS yang fungsinya tidak melanggar privasi dan pengguna,” ujar Apple lewat pernyataan resminya yang dilansir situs CNET. Meskipun demikian, Apple mengakui adanya kebutuhan informasi bagi departemen teknologi informasi dan pengembang.

Apple menyatakan pengguna harus mengetahui informasi dan menyetujui apabila ada permintaan dari Apple untuk mengakses data secara terbatas. Data pengguna diklaim tidak akan dibagikan ke pihak di luar Apple.

Isu perihal program mata-mata bukan hanya menimpa Apple. Perusahaan berbasis teknologi informasi lain juga dikabarkan mulai khawatir dengan adanya bocoran dokumen tersebut. Ancaman keamanan data, seperti yang dilakukan peretas, kerap terjadi karena adanya kepentingan pemerintah atau lembaga tertentu. Pihak ketiga kerap disewa untuk mengambil data yang tersimpan di suatu perangkat.

Jika bocoran dokumen Snowden benar, hal itu dapat merusak reputasi perusahaan yang berdampak penurunan pemasukan. “Perusahaan juga akan kehilangan kepercayaan dari konsumennya,” ujar CNET.

Tanggapan Apple juga terkait dengan pernyataan pakar forensik ilmiah, Jonathan Zdziarski, mengenai keterlibatan NSA dalam memanfaatan iOS untuk mengumpulkan data. Meskipun tidak secara langsung menuduh Apple, dia yakin perusahaan yang berbasis di California tersebut memiliki program mata-mata.

“Saya tidak menuduh Apple bekerja sama dengan NSA, namun saya menduga NSA menggunakan layanan tersebut untuk mengumpulkan data targetnya,” tulis Zdziarski lewat blognya. Dia juga menyatakan tidak menuding adanya konspirasi. Program yang ada di iOS, kata Zdziarski, tidak seharusnya digunakan.