Google Berhenti Paksa Pengguna Gmail Untuk Gabung Di Google Plus

Seringkali pengguna Google kecewa manakala ingin membuat akun Gmail baru. Mereka dipaksa untuk membuat akun jejaring sosial Google+ dan tidak ada cara lain untuk menghindarinya.

Namun kini, nampaknya Google mulai menunjukkan sikap lunaknya dengan membuat integrasi layanan jejaring sosialnya sebagai pilihan saja alias tidak wajib.

Menurut WordStream, proses pendaftaran akun Gmail mulai Jumat (19/9/2014) kemarin tak lagi memaksa pengguna e-mail terhubung dengan akun Google+. Kini terdapat tombol untuk menolak membuat akun jejaring sosial itu.

Menurut pernyataan Google kepada situs WordStream, proses pendaftaran akun Gmail itu mulai diubah sejak awal September 2014 ini.

Google+ selama ini memang tergolong kurang populer dibandingkan dengan jejaring sosial lain, seperti Facebok, Twitter, maupun Path.

Google pun telah berusaha membuat jumlah pengguna Google+ bertambah dengan cara menghubungkannya secara otomatis dengan akun e-mailnya.

Namun, walau jumlahnya bertambah, Google+ kerap disebut “kota mati” karena sepi dari aktivitas penggunanya.

Kini, dengan memisahkan akun Gmail dan Google+, berkembang rumor apakah Google akan menghentikan layanan jejaring sosialnya ini?

Rumor itu dipertegas dengan mundurnya Presiden Social Network Google, Vic Gundotra pada April lalu. Google pun mulai berkonsolidasi dengan fitur jejaring sosial lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s