Pria Yang Suka Selfie Adalah Pria Narsis dan Psikopat

Selfie telah menjadi tren hidup sehari-hari. Pada tahun 2013, kata “selfie” dinobatkan sebagai kata terpopuler dan tercantum dalam kamus Oxford. Namun, siapa sangka aktivitas memotret diri sendiri ini dapat merefleksikan sisi gelap seseorang?

Hasil penelitian dari Universitas Ohio yang dilaporkan Phonearena dan dikutip, Senin (12/1/2015) menyatakan, laki-laki yang sering mempublikasikan foto selfie di akun media sosialnya diklasifikasikan sebagai narsis dan berkemungkinan psikopat.

Sebanyak 800 laki-laki “doyan selfie” dengan rentang usia 18 hingga 40 tahun dijadikan objek dalam penelitian ini dan secara terkonfirmasi masuk dalam kategori anti sosial. Selain itu, cowok yang gemar selfie dan mengedit fotonya sebelum diunggah juga dikategorikan sebagai self-objectification, yaitu kecenderungan menilai diri hanya dari penampilannya.

Perilaku self-objectification ini cenderung membuat seseorang susah makan dan depresi. Data menunjukkan tingginya tingkat self-objectification berbanding lurus dengan keseringan mempublikasikan foto selfie.

Namun, penelitian ini belum berakhir pada kesimpulan bahwa laki-laki pecinta selfie sebagai kriminal. Kita belum dapat menggeneralisasikan dan memastikan bahwa semua pria yang gemar selfie adalah kriminal walaupun mereka adalah psikopat karena data menunjukkan kecenderungan yang besar untuk perilaku anti sosial. Seorang psikopat dan seorang anti sosial dapat disebut kriminal bila telah terbukti secara hukum melakukan tindakan pelanggaran hukum dan undang-undang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s