Microsoft Tuntut Samsung Untuk Bayar Paten

Microsoft berencana menggugat Samsung atas keterlambatan pembayaran paten perangkat bergerak berbasis Android. Sejak 2011, Microsoft dan Samsung menyepakati pembagian paten dari setiap penjualan perangkat Android Samsung. Ternyata, Samsung tidak memenuhi kewajiban pembayaran tersebut sejak akhir 2013. Microsoft pun akhirnya membawa permasalahan ini ke ranah hukum. “Setelah berbulan-bulan mencoba untuk mencari solusi, Samsung secara jelas menyatakan dalam suratnya bahwa kami tidak sepaham seperti yang ada pada kontrak,” tulis Corporate Vice President Microsoft, David Howard, lewat blog-nya, yang dilansir situs The Verge, Ahad, 3 Agustus 2014.

Microsoft memperkirakan, kenaikan pertumbuhan telepon pintar Samsung secara global menjadi penyebab Samsung lalai memenuhi kewajibannya. Howard mengatakan, Samsung memprediksi penjualan akan sukses, tetapi tidak ada yang bisa membayangkan bahwa penjualan ponsel pintar Android mengalami peningkatan yang sangat tinggi. (baca: Samsung Kuasai Pasar Tablet Indonesia)

Raksasa teknologi asal Negeri Ginseng tersebut belum menjawab gugatan Microsoft. “Kami akan meninjau keluhan tersebut secara detail dan akan memberikan tanggapan yang sesuai,” kata juru bicara Samsung. Adapun Microsoft juga menyepakati kerja sama terkait paten dengan produsen global lainnya, seperti Motorola, HTC, dan Acer. Microsoft juga bekerja sama dalam memproduksi perangkat berplatform Windows Phone.

Microsoft menyatakan akan mengajukan gugatan terhadap Samsung karena perusahaan tersebut menolak membayar uang paten sistem operasi Android.

“Sejak September 2011 kami saling membayarkan royalti Android masing-masing karena sistem operasi tersebut adalah kolaborasi banyak perusahaan. Tapi Samsung akhir-akhir ini mulai menolak membayar,” kata ketua penasihat hukum Microsoft, Davis Howard, seperti yang dilansir ABC News, Sabtu, 2 Agustus 2014.

Pengacara perusahaan pemimpin di dunia piranti lunak ini menyatakan bahwa sistem operasi Android merupakan kolaborasi lebih dari 25 perusahaan termasuk Samsung, Acer, dan ZTE. Selama ini, perusahaan-perusahaan ini setuju untuk saling membayarkan paten dari portofolio masing-masing. Setidaknya dari paten tersebut, Microsoft menghasilkan US$ 2 miliar per tahun.

Samsung mulai menolak membayar paten pada semester II tahun ini. Pada November tahun lalu, menurut Microsoft, Samsung juga telat membayar paten. Samsung menyatakan bahwa alasannya menolak membayar karena produk Microsoft dan Nokia yang dijual setelah akuisisi, tidak disertai dengan lisensi paten yang mereka sepakati.

Dari berkas pengaduan Microsoft, perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa Samsung mengajak perusahaan elektronik lain di Korea Selatan untuk membatalkan kontrak paten dengan Microsoft. Pihak Samsung kemudian menyatakan bahwa mereka akan mempelajari gugatan tersebut sebelum mengeluarkan pernyataan lebih lanjut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s