Prosesor 64-Bit untuk Android Murah Mulai Dipakai Di Smartphone

Perlahan tapi pasti, kehadiran prosesor-prosesor mobile 64-bit mulai terasa. Sebuah kabar terbaru yang dilansir oleh PhoneArena menyebutkan bahwa salah satu produsen chip mobile, MediaTek, berencana dua jenis prosesor 64-bit pada kuartal mendatang, atau menjelang pertengahan tahun ini.

Dua chip 64-bit tersebut terdiri dari model MT6732 dengan empat inti (quad-core) serta sebuah lagi bernama MT6752 yang dilengkapi delapan buah inti (octa-core). Masih belum jelas produsen gadget mana yang akan memakai prosesor-prosesor 64-bit bikinan MediaTek di produknya.

Yang jelas, pabrikan chip ini dikabarkan menyasar segmen perangkat menengah dan low-end dengan duet prosesor 64-bit itu, seperti yang selama ini biasa dilakukan. Di samping MediaTek, beberapa produsen chip lain telah mengumumkan kehadiran atau rencana membuat prosesor mobile 64-bit masing-masing.

Para produsen ini termasuk Samsung, Nvidia, Intel, dan Qualcomm yang sempat mengomentari teknolog 64-bit sebagai sekedar gimmick, sebelum akhirnya berputar haluan. Trend arsitektur 64-bit di prosesor mobile dipicu oleh Apple yang memperkenalkan prosesor mobile 64-bit pertama (A7) pada iPhone 5S, September tahun lalu. Semenjak itu, produsen-produsen chip lain berlomba menelurkan produk serupa.

Ajang Mobile World Congress (MWC), yang telah digelar pada akhir Februari 2014 di Barcelona, Spanyol, turut dimanfaatkan Qualcomm untuk memperkenalkan dua mode chip baru, Snapdragon 610 dan 615 yang ditujukan untuk gadget high-end.

Keduanya merupakan prosesor dengan dukungan arsitektur 64-bit ARMv8. Snapdragon 610 dibekali dengan empat buah inti (quad-core), sementara saudaranya, Snapdragon 615, memiliki inti berjumlah dua kali lebih banyak, yaitu 8 buah (octa-core). Fitur lain yang turut dibenamkan Qualcomm pada dua prosesor System-on-Chip ini termasuk pengolah grafis Adreno 405, model LTE Kategori 6, WiFi, Bluetooth, serta serangkaian dukungan konektivitas dan sensor lainnya.

Sebelumnya, pada Desember tahun lalu, pabrikan chip ini telah lebih dulu memperkenalkan prosesor 64-bit Snapdragon 410 yang ditujukan bagi smartphone mainstream di negara-negara berkembang. “(Para produsen handset) kini memiliki portfolio produk lengkap yang bisa mendukung konektsi LTE dari entry level ke tingkatan Snapdragon 600,” ujar wakil presiden bisnis mobile dan komputasi Qualcomm Cristiano Amon, sebagaimana dikutip oleh Cnet.

Qualcomm menyusul langkah Apple yang pertama kali menghadirkan prosesor mobile 64-bit dalam bentuk chip A7 ARMv8 pada ponsel pintar iPhone 5S. Setelah itu, produsen chip asal Taiwan, MediaTek, telah pula memperkenalkan chip 64-bit octa core.

Tak lama setelah memperkenalkan duet prosesor 64-bit Snapdragon 610 dan 615 pada Mobile World Congress 2014 akhir Februari lalu, Qualcomm kembali mengumumkan sepasang prosesor 64-bit baru.

Kali ini berupa produk high-end Snapdragon 810 dan 808. Sebagaimana dilaporkan oleh PCWorld, Snapdragon 810 adalah prosesor mobile “terkuat” dari Qualcomm yang diperuntukkan bagi smartphone dan tablet.

Prosesor ini dibekali delapan buah core yang terbagi dalam dua cluster, masing-masing berisi empat buat prosesor. Cluster pertama berisi 4 core Cortex-A57 berkinerja tinggi dan cluster kedua menampung empat core hemat daya A53.

Pemroses grafis yang tertanam di dalam Snapdragon 810 adalah Adreno 430 yang disebut lebih berkinerja dan hemat daya dibanding Adreno 420 pada Snapdragon 805.

Snapdragon 810 sekaligus menjadi prosesor pertama dari Qualcomm yang mendukung penggunaan LPDDR4 yang lebih hemat daya dibandingkan LPDDR3 namun bisa menjalankan program dengan lebih kencang. Chip ini bisa memutar video 4K (3840×2160) 30 FPS dan video full-HD (1920×1080) 120 FPS.

Adapun Snapdragon 808 merupakan model 6-core (dua A57 dan empat A53) yang mendukung display 2K dan dibekali GPU Adreno 418. Bersama dengan Snapdragon 810, Snapdragon 808 dijadwalkan mulai memasuki pasar pada paruh kedua 2015.

Produsen chip lain yang juga terjun membuat produk 64-bit termasuk Samsung, MediaTek, NVIDIA, dan Intel. Mereka mengikuti langkah Apple yang pertama kali memperkenalkan chip mobile 64-bit A7 pada iPhone 5S.

Tak seperti iOS, sistem operasi Android sendiri hingga kini masih belum mampu memanfaatkan instruksi 64-bit. Google belum mengungkapkan dukungan 64-bit akan ditambahkan ke sistem operasi open source ini, namun banyak yang memperkirakan bahwa hal itu akan diumumkan pada konferensi Google I/O Juni mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s