MediaTek Luncurkan Prosesor 8 Core Octa 2,5 GHz Saingi Huawei

Perlombaan antar produsen chip gadget terus berlanjut. Salah satu pemain yang dikenal memiliki posisi kuat di segmen prosesor murah, MediaTek. Produsen chip ini kabarnya bakal segera merilis sebuah proesor mobile ekonomis yang memiliki 8 “otak” alias octa core.

Kendati memiliki jumlah core yang banyak, chip tersebut bisa berlari hingga kecepatan 2,5 GHz. Di dalamnya, turut tertanam fitur-fitur seperti 4G LTE dan dukungan display QuadHD. Berdasarkan informasi yang dilansir oleh Phone Arena, delapan core di dalam prosesor Mediatek ini terdiri dari konfigurasi empat core Cortex-A17 dan empat core Cortex-A7.

mtksj.com Bocoran hasil benchmark AnTuTu yang menunjukkan kinerja seri chip MT6595 besutan MediaTek
Bocoran hasil benchmark yang menunjukkan kekuatan prosesor bikinan Mediatek itu sempat mengemuka, dengan skor mencapai 43.000 pada software pengukur kinerja AnTuTu.

Rencananya prosesor yang bersangkutan bakal dirilis dalam tiga varian. Satu varian bernama MT6595M berjalan pada kecepatan 2 GHz. Varian kedua, MT 6595 memiliki frekuensi kerja yang dipatok sedikit lebih tinggi, yakni 2,1-2,2 GHz.

Terakhir, ada MT6595 Turbo yang menduduki posisi teratas dengan clockspeed 2,4-2,5 GHz. Ketiga varian yang disebutkan masih mengusung arsitektur 32-bit. Chip 64-bit dari Mediatek diperkirakan baru akan menyusul dirilis pada kuartal ke empat 2014.

Huawei mengikuti langkah Samsung dan Apple untuk menjadi perusahaan teknologi yang membuat prosesor sendiri untuk perangkat mobile. Perusahaan asal China tersebut sedang menggarap prosesor delapan inti atau octa-core. Prosesor octa-core buatan Huawei itu diberi nama Kirin 920 yang memanfaatkan basis arsitektur ARM. Prosesor ini terdiri atas empat inti (quad-core) Cortex-A15 dan empat inti Cortex-A7 yang beroperasi dalam susunan big.LITTLE.

Kedua set prosesor itu nampaknya tidak berjalan bersamaan, tetapi saling mengambil alih tugas pada kondisi tertentu. Saat membutuhkan kinerja tinggi, inti Cortex-A15 akan mengambil peran. Sementara inti Cortex-A7 akan bekerja dalam kondisi yang tidak menuntut performa tinggi. Hal ini dilakukan agar lebih menghemat baterai.

Perpaduan dua prosesor quad-core itu sama seperti yang diterapkan Samsung pada prosesor Exynos octa core. Huawei menyematkan unit prosesor grafis ARM Mali-T628 pada Kirin 920 dan dua saluran memori RAM DDR3 800MHz. Prosesor ini bisa digunakan pada perangkat mobile dengan resolusi layar 2.560 x 1.600 pixel, mendukung koneksi seluler 4G LTE, dan mendukung pemakaian unit kamera dengan sensor hingga 32MP.

Dalam sebuah uji performa (benchmark), Kirin 920 mencetak skor yang baik sebesar 37.469 poin. Angka tersebut mengalahkan skor yang dicetak prosesor Qualcomm Snapdragon 801 yang meraih 36.469 poin. Bahkan, Kirin 920 mengalahkan Samsung Exynos 5420 yang digunakan Galaxy Note 3.

Namun, performa Kirin 920 masih kalah dengan prosesor Qualcomm seri Snapdragon 805 yang meraih 37.780 poin. Sementara itu, dua prosesor buatan Nvidia tercatat masih menempati peringkat teratas. Menurut laporan GSM Arena, uji performa pada Kirin 920 ini dihasilkan dari perangkat Huawei H300 yang memakai layar dengan resolusi 1.080 pixel, RAM 2GB, dan menjalankan sistem operasi Android 4.4.2 (KitKat).

Kendati sudah mampu membuat prosesor sendiri, bukan berarti Huawei melepas ketergantungannya dengan Qualcomm ataupun MediaTek. Karena, selama ini Huawei menggunakan prosesor dari dua produsen tersebut untuk produk ponsel pintarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s