Malware Pencuri BitCoin Makin Banyak Beredar

Penelitian ‘Financial cyber threats in 2013’ yang dilakukan Kaspersky Lab, menunjukkan malware keuangan yang menyasar Bitcoin semakin populer di tahun 2013. Jumlah serangan yang menyasar crypto-currency ini naik lebih dari 2,5 kali dan totalnya mencapai 8,3 juta insiden.

“Selama 2013, nilai bitcoin naik lebih dari 85 kali dan hal ini tentu saja menarik perhatian para penjahat cyber. Sampai dengan akhir tahun 2013, jumlah pengguna yang diserang dengan malware yang menyasar bitcoin mulai menyusul jumlah pengguna yang diserang oleh ancaman perbankan cyber yang lebih konvensional,” ujar Sergey Lozhkin, Senior Security Researcher, Kaspersky Lab, dalam rilis, Kamis, 17 April 2014.

Para pemilik crypto-currency harus ekstra hati-hati karena uang yang dicuri hampir mustahil bisa kembali. Menurut Sergey, ini adalah risiko yang harus dihadapi para pengguna crypto-currency seperti Bitcoin yang peredarannya tidak dikontrol oleh pemerintah manapun.

Bitcoin diciptakan terutama untuk melakukan pembayaran elektronik secara anonim dan penggunaannya semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Pada awal 2013, nilai tukar Bitcoin mencapai US$13,6 (sekitar Rp 155 ribu). Pada Desember tahun lalu, nilai tukarnya mencapai rekor tertinggi dengan mencapai lebih dari US$1.200 (sekitar Rp 13 juta lebih).

Meski terjadi beberapa kali penurunan nilai tukar sepanjang tahun lalu, namun sejak April 2013 harga sebuah coin virtula tidak pernah kurang dari US$80 (sekitar Rp 900 ribu lebih). Hal ini tentu menarik perhatian para penipu (fraudster). Faktanya, bitcoin sering menjadi bahan incaran para penjahat cyber. Jika pengguna menyimpan bitcoin di komputer mereka dalam bentuk tak terenkripsi, para penjahat hanya perlu mencuri file ‘wallet’ untuk mengambil informasi mengenai ‘coin’ di dalam ‘wallet’ tersebut kemudian mengakses akun korban.

Untuk penelitian ini Kaspersky Lab memilih lebih dari 30 sampel malware yang terkait dengan keuangan. Sembilan dari malware ini adalah program yang didesain untuk mencuri Bitcoin. Kesembilan malware ini merepresentasikan 29 persen dari seluruh serangan cyber keuangan yang dilakukan melalui aplikasi berbahaya.

Tools yang digunakan oleh penjahat cyber untuk mencuri bitcoin bisa dibagi menjadi dua kategori. Kategori pertama mencakup program-program yang diciptakan untuk mencuri file ‘wallet’. Kategori kedua mencakup aplikasi-aplikasi yang didesain untuk menginstal software yang menghasilkan bitcoin (mining) dari komputer yang terinfeksi.

Secara total pencuri ‘wallet’ bitcoin melakukan serangan dua kali lipat lebih banyak pada 2013. Namun, tools untuk ‘mining’ dikembangkan secara lebih cepat. Simak berita tekno lainnya di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s