Review Server Fujitsu Primequest 2000

Fujitsu memperkenalkan jajaran server terbarunya dari kerabat Primequest 2000, yakni Primequest 2800B dan Primequest 2800E. Keduanya adalah server kategori kelas premium dan ditujukan bagi konsumen perusahaan dengan skala besar.

Product Manager Primequest and VDI Infrastructure and Services and Solutions Fujitsu Indonesia, Natanel Eric Widyaputro, mengatakan Primequest 2000 memiliki kemampuan yang setara dengan UNIX atau sistem operasi yang sifatnya multitasking. “Primequest menggunakan komputasi X86 yang memacu performanya,” katanya di Jakarta, Jumat, 28 Maret 2014.

Natanel menjelaskan beberapa keunggulan yang ditawarkan dua seri Primequest 2000. Pertama, server ini diklaim mampu mereduksi waktu downtime hingga 80 persen. Downtime kerap dialami perusahaan yang memiliki data dalam jumlah besar, seperti sektor perbankan dan telekomunikasi. Padahal, kedua sektor mengharuskan sistem penyimpanan datanya berjalan secara online.

Kedua, kemampuan analisisnya yang otomatis berjalan secara real time. Hal ini memudahkan identifikasi jika terjadi suatu masalah. “Proses recovery juga dapat langsung dilakukan, jadi aplikasi tetap bisa digunakan,” kata Natanael.

Berikutnya adalah kapasitas penyimpanan yang cukup besar, yakni 12 terabita. Primequest 2800B dan Primequest 2800E dapat menggunakan delapan sistem operasi dan dilengkapi dengan delapan buah socket.

Keunggulan lainnya adalah ukurannya yang tidak terlalu besar, sehingga tidak memakan tempat. Ketika sedang beroperasi, bunyi yang dihasilkan juga tidak berisik. Natanel mengatakan Primequest 2800B ditujukan bagi perusahaan yang menginginkan server dengan kelengkapan fitur tapi dengan harga terjangkau bagi perusahaan, yaitu mulai US$ 60 ribu atau sekitar Rp 678 juta. “Produk sudah bisa dipesan mulai bulan ini,” katanya.

Adapun Primequest 2800E menjanjikan penggantian system board secara otomatis. Perangkat ini juga diklaim sebagai server terbuka (open server platform) pertama di dunia. Harga per unitnya dibanderol mulai US$ 150 ribu atau sekitar Rp 1,7 miliar. Server ini dapat dipesan mulai Juni mendatang.

Target konsumen dua produk itu antara lain perusahaan dari sektor perbankan, telekomunikasi, manufaktur, hingga instansi pemerintah.

Sebelumnya, Fujitsu sudah memasarkan Primequest 1800E2 di Indonesia. Dengan hadirnya seri Primequest 2000, perusahaan asal Jepang ini berharap dapat memacu pertumbuhan penjualan server-nya di Tanah Air. “Kami menargetkan pertumbuhan penjualan seri Primequest sebesar 120 persen di tahun ini,” ucap Natanael.

Fujitsu siap memasarkan server seri Primequest 2000 dengan komputasi X86 tahun ini di Indonesia. Primequest 2000 diklaim memiliki kemampuan menekan waktu downtime hingga 80 persen. “Downtime adalah salah satu faktor yang sangat merugikan perusahaan, maka dibutuhkan solusi untuk mengatasinya,” ujar Product Manager Primequest and VDI Infrastructure and Services and Solutions Fujitsu Indonesia, Natanel Eric Widyaputro, di Jakarta, Jumat, 28 Maret 2014.

Penelitian yang dilakukan Fujitsu menunjukkan kerugian perusahaan akibat downtime per menitnya bisa mencapai US$ 5.600 atau sekitar Rp 63 juta. Selain kerugian secara finansial, downtime juga mengakibatkan terganggunya sistem informasi di suatu perusahaan. Terlebih, perusahaan perbankan dan telekomunikasi selalu mengandalkan data secara online.

Seri pertama server yang diperkenalkan, Primequest 2800B, adalah untuk mengelola beragam aplikasi dengan kapasitas memori 12 terabita. Server ini dilengkapi delapan socket dan dapat dijalankan dengan delapan prosesor sekaligus.

Natanael mengatakan produk tersebut ideal digunakan bagi perusahaan yang menginginkan server dengan fitur lengkap serta harga relatif terjangkau. Satu unit Primequest 2800B dijual mulai harga US$ 60 ribu atau sekitar Rp 678 juta. Produk tersebut dapat dipesan mulai bulan ini.

Sedangkan Primequest 2800E memiliki fitur yang sama dengan kerabatnya, tapi ada sejumlah tambahan fasilitas yang menunjangnya. Salah satunya, server ini diklaim menjadi server terbuka (open server platform) pertama di dunia yang mampu menggantikan sistem board secara otomatis jika terjadi gangguan. Melalui fasilitas ini, teknisi tidak perlu memeriksa server satu per satu jika terjadi masalah. Primequest 2800E dapat melakukan analisis secara real time.

Harga Primequest 2800E dijual mulai US$ 150 ribu atau sekitar Rp 1,7 miliar. Server ini dapat dipesan mulai Juni mendatang. Adapun harga kedua server ditentukan oleh konfigurasi dan kebutuhan tiap perusahaan.

Dua produk tersebut diprediksi akan menjadi produk favorit bagi konsumen enterprise di Indonesia. “Komposisi permintaan konsumen akan seimbang antara Primequest 2800B dan Primequest 2800E,” kata Natanael.

Sebelumnya, Fujitsu sudah memasarkan Primequest 1800E2 di Indonesia. Natanel menyebut Indonesia merupakan negara terbanyak ketiga di dunia yang menggunakan server Primequest. Peringkat pertama yaitu Jepang, disusul Brasil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s