Apple Digugat Pemerintah Amerika Serikat Karena Membuat Kartel Untuk Naikan Harga eBook Dan Menghukum Siapa Saja Yang Menjual eBook Dengan Harga Murah

Selain masalah sengekta paten dengan sejumlah vendor, tampaknya Apple harus menambah deretan tuntutan hukum yang harus dihadapinya. Kali ini giliran Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) yang menggugat Apple terkait harga e-book.

Dilansir dari Telegraph, Kamis (12/4/2012), Departemen Kehakiman AS menuduh Apple dan lima penerbit lainnya, termasuk HarperCollins, Macmillan, Penguin, Simon & Schuter dan Hachette telah bersengkokol untuk menetapkan harga e-book. Jaksa Agung AS, Eric Holder mengatakan bahwa para ekskutif level atas Apple dan penerbit bekerjasama untuk menghilangkan persaingan antara penjual e-book.

“Sebagai hasil dari konspirasi, kami percaya bahwa konsumen membayar jutaan dollar lebih mahal untuk beberapa judul e-book yang paling populer,” kata Holder.

Alhasil gugatan pun diajukan terhadap Apple serta HarperCollins, Simon & Schuster, Hachetter Book Group, Penguin Group dan MacMillan. Holder mengatakan, tiga dari penerbit yaitu HarperColling, Simon & Schuter dan Hachetter Book Group sudah mencpaai kesepakatan dengan pihak pemerintah.

Namun, Apple, Penguin dan MacMillan, menurut Holder tampak siap untuk melawan gugatan tersebut. Menanggapi sikap tersebut, Departemen Kehakiman mengatakan dengan penuh semangat akan terus mengupayakan gugatan terhadap Apple dan penerbit lainnya.

Menurut pengaduan Departemen Kehakiman, Apple berhasil membujuk penerbit untuk mengadopsi agensi yang mengizinkan penerbit menetapkan harga e-book. Pada akhirnya, Apple akan mengambil potongan sebesar 30 persen. Perjanjian Apple dengan penerbit itu secara efektif menghalangi peritel saingan untuk menjual buku yang sama dengan harga lebih murah.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggugat Apple Inc dan lima perusahaan penerbit karena diduga melakukan konspirasi dalam menentukan harga buku elektronik (e-book). Mereka dituding terlibat jaringan kartel yang mengubah sistem penetapan harga e-book menjelang iPad generasi pertama diluncurkan.

Hari ini, Departemen Kehakiman Federal AS, sudah melayangkan tuntutan tersebut pada raksasa bisnis bidang teknologi informasi (IT) itu. Akibat persekongkolan ini, harga e-book di Negeri Paman Sam saat ini cenderung tinggi. Bahkan lebih mahal dari buku fisik yang menelan biaya produksi lebih besar. Departemen Kehakiman AS mengultimatum perusahaan yang dibesarkan oleh Steve Jobs itu beserta kelima perusahaan penerbit agar menyelesaikan masalah tersebut dengan mengubah kebijakan penetapan harga e-book.

Tiga dari lima perusahaan penerbit setuju segera meninjau kembali harga e-book yang dipasarkan. Mereka yang setuju adalah News Corp’s HarperCollins Publishers Inc, CBS Corp’s Simon & Schuster Inc dan Lagardere SCA’s Hachette Book Group.

Hachette dan HarperCollins juga setuju membayar restitusi sebesar US$ 51 juta untuk konsumen yang membeli e-book.
Sedangkan Apple dan dua penerbit yakni Publishers Macmillan, yang merupakan unit bisnis Verlagsgruppe Georg von Holtzbrinck GmbH, dan Pearson Plc’s Penguin Group berencana melawan tuduhan polisi bisnis itu. Ketiganya bahkan dikabarkan sudah memiliki strategi khusus untuk menghadapi tuntutan Departemen Kehakiman.

Raksasa Silicon Valley itu mengklaim bahwa kebijakan penetapan harga e-book penting untuk mencegah terjadinya monopoli penjualan oleh perusahaan ritel besar seperti Amazon. Sebaliknya, sang penuntut menganggap kartel tersebut merugikan para konsumen karena terpaksa mengeluarkan duit ekstra. Perlu diketahui, di awal 2010, akibat dugaan kesepakatan ini, harga e-book dalam tiga hari langsung melonjak antara US$ 2 hingga US$ 3.

Pasar e-book meningkat drastis beberapa tahun terakhir. Albert Greco, ahli industri dari Fordham University memaparkan penjualan e-book tumbuh pesat dari US$ 78 juta pada 2008, menjadi US$ 1,7 miliar pada 2011. Survei Pew Research yang dirilis minggu lalu menemukan bahwa satu dari lima orang dewasa di Amerika membaca satu e-book tahun lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s