Cara Melakukan Bedah Forensik Sebuah Website

Polisi mengaku butuh waktu panjang untuk menguji forensik secara digital situs pembunuh bayaran, apakah memiliki muatan pidana atau tidak. “Kami akan minta saksi ahli untuk membuka situs ini dengan jelas,” kata juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, Rabu, 14 Maret 2012.

Pemeriksaan oleh saksi ahli tersebut juga untuk mencari keterlibatan tersangka S dalam situs tersebut. Salah satunya dengan menelusuri rekam jejak akun surat elektronik (e-mail) dan provider telepon yang digunakan tersangka.

Saud mengatakan proses tersebut tak semudah yang dibayangkan. Sebab cukup sulit untuk membaca bukti-bukti forensik secara digital. “Jadi tidak seperti baca laporan bisa,” ujarnya.

Tapi, dalam jejak rekam kartu provider ponsel yang digunakan tersangka, ditemukan bukti keterlibatannya, maka polisi akan segera menindak tegas. “Sebab, kalau sudah terbukti, tersangka tidak bisa mengelak lagi,” ujarnya.

Sebelumnya tim Forensik Cyber Crime Mabes Polri tengah membedah isi informasi dalam laptop dan sim card ponsel tersangka pembuat situs atau blog pembunuh bayaran. Penyelidikan ini merupakan langkah pembuktian keterlibatan tersangka berinisial S, yang hingga saat ini terus menyangkal perannya dalam kejahatan ini.

Menurut Saud, polisi kesulitan menemukan peran dari tersangka yang saat ini sudah diamankan di Polrestabes Bandung. Selain penyangkalan tersangka, dalam dunia maya, peran tersangka tidak terlihat jelas karena penggunaan akun yang menggunakan id, nama samaran, atau kode. “Sulit, karena tidak langsung menunjuk pada nama asli,” kata Saud.

Polisi, kata Saud, tidak akan bertopang pada bantahan dan pengakuan tersangka. Kepolisian akan tetap berpegang pada alat bukti dan terus melakukan penyidikan untuk mengungkap peran dan keterkaitannya dengan fakta lainnya.

Tersangka S sendiri, menurut Saud, diamankan kepolisian berdasarkan penelusuran sejumlah data dalam blog pembunuh bayaran tersebut, yang secara kuat dan meyakinkan mengarah pada pegawai di sebuah perusahaan swasta PT SPU itu.

Sebelumnya tim khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Polrestabes Bandung telah berhasil menangkap seorang pelaku yang diduga pembuat blog pembunuh bayaran. Kepolisian, berdasarkan penelusuran nomor telepon dan e-mail yang tercatat dalam situs, berhasil mengamankan seseorang yang diduga pemilik kedua data tersebut. Pria dengan inisial S ini diduga sebagai orang yang membuat situs pembunuh bayaran, yang aktif sejak 2008 hingga saat ini.

Tim Forensik Cyber Crime Mabes Polri tengah membedah isi informasi dalam laptop dan Sim Card ponsel tersangka pembuat situs atau blog pembunuh bayaran. Penyelidikan ini merupakan langkah pembuktian keterlibatan tersangka berinisial S yang hingga saat ini terus menyangkal perannya dalam kejahatan ini. “Tim Cyber Crime sedang memeriksa komputer, Sim Card, dan barang bukti lainnya,” kata juru bicara Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, Senin 12 Maret 2012. “Nantinya kita akan dapat menemukan status dari tersangka S ini.” Menurut Saut, polisi kesulitan menemukan peran dari tersangka yang saat ini sudah diamankan di Polrestabes Bandung. Selain penyangkalan tersangka, dalam dunia maya peran tersangka tidak terlihat jelas karena penggunaan akun yang menggunakan id, nama samaran, atau kode. “Sulit karena tidak langsung menunjuk pada nama asli,” kata Saud.

Polisi, kata Saud, tidak akan bertopang pada bantahan dan pengakuan tersangka. Kepolisian akan tetap berpegang pada alat bukti dan terus melakukan penyidikan untuk mengungkap peran dan keterkaitannya dengan fakta lainnya.

Tersangka S sendiri, menurut Saud, diamankan kepolisian berdasarkan penelusuran sejumlah data dalam blog pembunuh bayaran tersebut yang secara kuat dan menyakinkan mengarah pada pegawai di sebuah perusahaan swasta PT SPU ini.

Sebelumnya Tim khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Polrestabes Bandung telah berhasil menangkap seorang pelaku yang diduga pembuat blog pembunuh bayaran. Kepolisian, berdasarkan penelusuran nomor telepon dan email yang tercatat dalam situs, berhasil mengamankan seorang yang diduga pemilik kedua data tersebut. Pria dengan inisial S ini diduga sebagai orang yang membuat situs pembunuh bayaran yang aktif sejak 2008 hingga saat ini.

Penangkapan ini adalah hasil kerja sama antara Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kepolisian Daerah Metro Jaya, dan Divisi Cyber Crime Bareskrim Polri menyelidiki dua situs pembunuh bayaran. Dua situs atau blog yang dimaksud adalah Indonetasia.com dan hitmanindonesia.wordpress.com.

Dalam penanganan kasus ini kepolisian akan berpedoman pada pelanggaran hukum yang secara jelas diatur dalam KUHP. Bila praktek pembunuhan bayaran ini masih dalam tahap perencanaan, menurut Saud, pelaku akan dijerat Pasal 338 mengenai pembunuhan berencana. Kepolisian juga akan melihat pasal dalam Undang-Undang IT untuk melihat kemungkinan jerat pidana dalam kasus ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s