Sony dan Lenovo Mengusung Tren Laptop Hybrid Kembali

Konsep “hybrid” atau penggabungan antara laptop dan tablet diyakini bakal menjadi tren ke depan. Setidaknya dua raksasa teknologi yang dikenal sebagai produsen komputer yakni Sony dan Lenovo mulai mengangkat konsep hybrid dalam Consumer Electronics Show (CES) 2012 di Las Vegas, Nevada, AS.

“Kami akan lebih banyak membuat perangkat hybrid di masa datang. Hybrid merupakan kategori baru dan masih punya peluang peluang besar,” kata Michael Tettler, juru bicara Lenovo saat ditemui Kompas.com bersama sejumlah wartawan dari Asia di booth Lenovo Aquaknox, The Venetian, Las Vegas, Rabu (11/1/2012).

Lenovo mengenalkan produk hybrid pertamanya lewat model laptop terbaru yang diberi nama Ideapad Yoga. Sekilas bentuknya sama dengan laptop umumnya dengan layar 13,3 inci dengan bentuk yang ramping dan ringan.

Namun, layarnya dapat ditekuk 360 derajat dan dapat berfungsi menjadi tablet karena menggunakan layar sentuh bahkan keyboard-nya bisa menjadi dudukan jika diletakkan di atas meja.

Menurut Tettler, secara teknis Ideapad Yoga telah memenuhi syarat ultrabook dari Intel. Menggunakan prosesor Intel Core generasi kedua, rasio kinerja terhadap daya tahan baterainya sangat optimal untuk penggunaan sehari-hari.

Namun, secara fungsional sudah melebihi standar ultrabook. Ideapad Yoga akan menggunakan Windows 8 sehingga jadwal rilisnya pun akan mengikuti jadwal rilis sistem operasi terbaru Microsoft tersebut.

Sementara Sony memperkenalkan konsep hybrid yang sedikit berbeda. Sama-sama menggunakan layar sentuh, namun untuk memfungsikan menjadi tablet layarnya cukup digeser ke bagian bawah sehingga menutupi seluruh bagian keyboard.

Sistem operasinya sendiri, Sony tidak memberi informasi lebih rinci. “Saat ini baru konsep jadi kami belum bisa mengatakan spesisikasinya,” kata Kevin Sather, senior product manager Vaio, Sony saat memperkenalkannya di booth Sony.

Ia mengatakan, Sony meyakini produk hybrid akan menjadi tren ke depan karena banyak orang mulai menyukai tablet. Namun, banyak pengguna tablet yang tidak sepenuhnya puas dengan layar sentuh saja.

Untuk melakukan pekerjaan di perangkat tablet, tidak sedikit yang membeli keyboard tambahan. Konsep hybrid sebenarnya tidak baru. Tablet PC misalnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

Namun, rasio harga terhadap kinerja saat itu tidak seoptimal sekarang sehingga tidak terlalu populer. Saat ini mungkin saat yang pas menggabungkan kembali tablet dengan laptop standar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s