Google Kembangkan Halo Untuk Mengurangi Fragmentasi Android

Google mencoba untuk menghentikan atau setidaknya mengurangi fragmentasi di sistem operasi Android. Satu langkah pertama untuk mewujudkan ini adalah dengan mewajibkan pengembang dan vendor untuk menggunakan antarmuka default Holo pada perangkat Android.

Holo adalah antarmuka atau tema dari Google yang harus diimplementasikan ke dalam perangkat Android untuk mempermudah pengembang dan vendor mengintegrasikan widget, tombol aplikasi, dan menu di layar.

Ini dilakukan Google mengingat sistem operasi besutannya itu sudah terfragmentasi (digunakan di berbagai macam perangkat yang berbeda) dan sering ditemuinya sebuah aplikasi Android yang tidak bekerja dengan baik di perangkat Android tertentu.

Banyak aplikasi Android yang tidak kompatibel pada perangkat dengan ukuran layar dan resolusi yang berbeda, terutama pada smartphone Android berlayar kecil atau yang dilengkapi dengan keyboard QWERTY. Hal semacam ini bisa menyebabkan menyebabkan inkonsistensi pada perangkat Android.

Tim Bray, Advokat Pengembang Google yang fokus mengurus Android, menulis dalam blognya, Holo harus digunakan di semua perangkat yang menggunakan sistem operasi Android.

Bray pun berharap agar pengembang aplikasi juga menggunakan Holo dan tidak menggunakan antarmuka yang sudah dikostumisasi.

“Dalam Application Programing Interface (API) Android 4.0, kami telah menambahkan tema baru untuk melengkapi Holo yang diperkenalkan pada sistem operasi Android 3.0 yaitu DeviceDefault,” tulis Bray.

Menurutnya, keluarga DeviceDefault dan gaya widget-widget-nya, telah menawarkan kemudahan agar pengembang dapat menyesuaikan tema Android secara utuh.

Saat ini Google sedang gencar mempromosikan Holo, agar para pengembang aplikasi mengetahui bahwa ada antarmuka default yang harus mereka gunakan ketika sedang membangun aplikasi.

Google berharap aplikasi Android memiliki identitas kuat dan familiar digunakan oleh penggunanya karena tombol, widget, hingga temanya konsisten atau seragam.

Namun, sebagian pakar menilai pesimis, Holo tidak akan mengakhiri fragmentasi di Android. Namun setidaknya, Google telah melakukan arahan yang benar untuk menjaga konsistensi tampilan di perangkat Android. Antarmuka Holo dari Google, harus diimplementasikan ke dalam perangkat Android untuk mempermudah pengembang dan vendor mengintegrasikan widget, tombol aplikasi, dan menu di layar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s