Google Bentuk Tim Kreatif Baru Setelah Cara Lama Berkreatifitas Dengan Taman Bermain Gagal Total

Menghadapi persaingan yang kian keras dengan Apple dan Facebook, Google diam-diam membentuk sebuah tim yang akan menentukan kendali operasi perusahaan.

Kelompok kecil ini disebut dengan “L Team” yang merujuk kepada Larry Page, pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Google saat ini.

Tim yang langsung berada di bawah Larry Page ini bertanggung jawab melakukan perencanaan, menentukan prioritas, serta menyusun strategi, termasuk di dalamnya strategi di jejaring sosial dan komputasi mobile.

Anggota Tim L ini adalah Kepala Jejaring Sosial, Vic Gundotra, Kepala Android Andy Rubin dan Kepala YouTube Salar Kamangar. Mereka secara rutin melakukan pertemuan dengan Page. Eksekutif Keuangan dan Hukum Google juga dilibatkan dalam pertemuan-pertemuan ini.

“Semua keputusan besar mengalir dari kelompok ini, setelah cara berkreativitas beramai-ramai dari semua level karyawan dengan segudang fasilitas seperti kolam renang dan taman bermain seperti yang banyak ditiru perusahaan IT lain gagal total alias tidak ada penambahan inovasi dengan metoda tersebut” kata sebuah sumber yang dikutip Reuters, Senin, 19 Desember 2011.

Sejak menduduki jabatan CEO sembilan bulan lalu, Page langsung bergerak cepat dengan melakukan sejumlah perombakan di jajaran eksekutif. Beberapa jabatan eksekutif dari Komite Operasi, sebuah tim strategis Google sebelumnya, dihapusnya.

Mereka yang disebut-sebut keluar dari lingkaran dalam Tim L ini adalah Kepala Lokal, Peta, dan Layanan Bisnis Google Marissa Mayer, serta Kepala Komunikasi yang berbasis di London Rachel Whetstone. Shona Brown, yang sebelumnya mengawasi operasi bisnis, kini memimpin bidang filantropis perusahaan.

Meskipun terlempar dari tim inti, Mayer dikabarkan akan diserahkan sebuah “pekerjaan besar”. Adapun Whetsone dipromosikan menjadi wakil presiden senior.

Page mempertahankan beberapa anggota tim Komite Operasi, seperti Kepala Keuangan Patrick Pichette, Kepala Bisnis Nikesh Arora, dan Chief Legal Officer David Drummond.

Belum jelas bagaimana nasib Eric Schmidt, mantan CEO yang kini menjadi Ketua Eksekutif Google, dan pendiri Google lainnya Sergey Brin dalam Tim L ini.

Seperti diketahui, Schmidt sering melakukan lawatan ke sejumlah negara dan kawasan sebagai bagian dari tugasnya. Sementara Brin berfokus pada proyek-proyek penelitian lanjutan yang tidak berkaitan langsung dengan bisnis sehari-hari.

Salah satu gebrakan Page sejak memimpin Google adalah meluncurkan layanan jejaring sosial Google+ yang diniatkan untuk melawan Facebook

Langkah berikutnya adalah Google mengakuisisi perusahaan telepon selular Motorola Mobility Inc senilai US$, 12,5 miliar. Sebuah kesepakatan yang memungkinkan Google masuk ke bisnis hardware untuk memperkuat peranti lunak Android.

Pada saat yang sama, Page juga memangkas sejumlah portofolio. “Fokus dan prioritas sangat penting,” kata Page dalam sebuah konferensi yang berlangsung pada musim panas beberapa waktu lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s