Acer Aspire S3 Luncurkan Ultrabook Berupa Gabungan Tablet dan Netbook

Sejak dikembangkan beberapa dekade lalu, bentuk komputer telah mengalami evolusi beberapa kali. Desktop dan notebook mungkin yang paling dikenal. Belakangan muncul netbook, notebook ultraportable, all in one PC, dan terakhir Apple memperkenalkan tablet sebagai kategori baru yang makin populer.

Tak berhenti di situ, Intel pun coba menciptakan kategori baru bernama ultrabook. Sebutan ultrabook disampaikan Intel di ajang Computex 2011 di Taipei, Taiwan, yang digelar 31 Mei hingga 4 Juni 2011. Ultrabook merupakan sejenis notebook yang ringan, tetapi tetap dibekali kemampuan kinerja tinggi dan punya fitur seperti tablet. Harganya di bawah 1000 dollar AS.

“Bakal akan ada sedikit kebingungan jika Anda melihat bentuknya. Saat Anda membukanya yang terlihat adalah PC, tapi jika dibawa, tinggal tutup saja dan tiba-tiba menjadi tablet. Apakah ini PC, tablet, saya kira bukan tak perlu diperdebatkan,” kata Mooly Eden, Vice President Intel, di Taipei, Selasa (31/5/2011).

Produk pertama yang akan dirilis ke pasar sebagai kategori ultrabook adalah buatan Asus dengan seri UX. Produk ini akan keluar ke pasar mulai musim liburan Natal dan Tahun Baru mendatang.

Tom Killroy, Senior Vice President Intel, mengatakan, ultrabook diciptakan sebagai perangkat untuk menyediakan respons sangat cepat. Perangkat tersebut dirancang selalu aktif, terus terhubung, dan lebih responsif, mirip dengan tablet yang banyak beredar saat ini, seperti iPad dan berbagai perangkat berbasis Android. Ia mengatakan, ultrabook bahkan diperkirakan akan mendominasi pasar laptop hingga 40 persen pada akhir 2011 ini.

Acer, Rabu (29/9/2011) meluncurkan Acer Aspire S3, menjadi ultrabook pertama yang dipasarkan di Indonesia. Peluncuran yang digelar hari ini juga menjadi kali pertama di dunia, bersamaan dengan peluncuran produk yang sama di Taiwan.

Ultrabook merupakan rancangan notebook masa depan dari Intel yang menyatukan keunggulan yang dimiliki notebook dan tablet. Ultrabook ini bisa memberikan performance sekuat notebook namun memungkinkan penggunaan fleksibel, cepat dan selalu terkoneksi seperti produk tablet. Dengan ultrabook, profesional bisa melakukan aktivitas editing dokumen yang selama ini kurang didukung oleh tablet.

Pada saat yang sama, mereka tak perlu membuang waktu membuka dan menghidupkan perangkat seperti ketika memakai notebook. Fitur utama pendukung Acer Aspire S3 ialah Instant On.

“Untuk menyalakan, Anda hanya perlu membuka ultrabook. Untuk mematikan, cukup menutupnya, tidak perlu shut down,” kata Jason Lim, Country Manager Acer Group Indonesia dalam konferensi pers hari ini.

Ada 2 macam mode sleep yang dimiliki Acer Aspire S3, yakni Sleep dan Deep Sleep. Pengguna cuma butuh 1,5 detik untuk menghidupkan ultrabook dari mode Sleep dan hanya perlu 6 detik untuk menghidupkan dari mode Deep Sleep.

Fitur lain juga berkaitan dengan soal instan, yakni Instant Connect. Untuk mengakses internet, misal terhubung dengan fasilitas WiFi, hanya perlu 2,5 detik. “Kecepatan ini 4 kali lebih cepat dari kecepatan notebook konvensional,” cetus Jason.

Fitur instan yang dimiliki ultrabook Acer ini berhubungan dengan daya tahan baterai. Baterai Acer Aspire S3 bisa tahan selama 50 hari dalam mode Deep Sleep dan bisa tahan selama 7 jam untuk penggunaaan ultrabook secara normal.

“Baterai sangat durable, bisa mencapai 3,5 tahun lama pemakaian, lebih lama dari baterai notebook yang hanya tahan 1 tahun. Baterai tahan hingga 1000 kali recharge,” tambah David Lee, Associate Vice President of Mobile Computing Business Unit Acer Inc.

Ultrabook Acer ini didesain dengan ukuran 13,3 inci, memberikan kenyamanan bagi pengguna yang mengetik lama. Sementara beratnya yang cuma 1,4 kg dan dibungkus material aluminum kokoh membuatnya ringan dan cocok bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Ultrabook ini juga didukung dengan prosesor Intel Core generasi kedua untuk mengoptimalkan performance.

Tersedia juga varian lengkap dengan HDD sampai 500 GB untuk mendukung penyimpanan beragam data serta media. Rencananya, ultrabook ini sudah akan tersedia di pasar Indonesia Oktober mendatang dengan harga Rp 7 jutaan. Target marketnya sendiri adalah profesional yang punya mobilitas tinggi dan diprediksi akan menuai respon bagus dari pasar Indonesia.

Meski memadukan keunggulan tablet dan notebook, ultrabook ini tidak dirancang untuk menggantikan keduanya. “Kita hanya memberikan banyak pilihan sesuai kebutuhan masing-masing pengguna,” ungkap David.

Acer memperkenalkan Ultrabook Acer Aspire S3, Rabu (28/9/2011) yang merupakan produk ultrabook pertama di Indonesia. Produk ini memadukan keunggulan yang dimiliki notebook dan tablet, yakni performa yang handal dan fleksibilitas dalam penggunaan.

Meski memadukan keunggulan notebook dan tablet, pihak Acer mengatakan bahwa ultrabook takkan membunuh pasar notebook dan tablet yang sudah ada saat ini. Kehadiran ultrabook hanya sebuah respon terhadap kebutuhan pasar dan upaya Acer memenuhi kebutuhan pengguna.

“Ini takkan menggantikan tablet. Kita mau menghasilkan produk untuk user, sesuai kebutuhan mereka. Kita ingin punya banyak katgori produk jadi nanti orang tinggal memilih yang sesuai,” kata David Lee, Associate Vice President of Mobile Business Computing Unit Acer Inc.

David menegaskan bahwa masing-masing punya segmen yang berbeda. Notebook mungkin cocok bagi orang yang banyak bekerja di belakang meja sementara tablet cocok bagi pengguna mobile dengan aktivitas sederhana. Ultrabook mencukupi kebutuhan pengguna mobile dengan aktivitas lebih.

Dikatakan pula bahwa ultrabook bukan saingan dari produk netbook. Ultrabook lebih difokuskan pada segmen pengguna profesional muda dengan mobilitas yang tinggi. Sementara, netbook lebih difokuskan pada early adopter seperti ibu rumah tangga dan pelajar.

“Kesimpulannya, ini compliment untuk user. Kita cuma bawa kelebihan yang ada di notebook dan tablet. User mau apa, kita kembangkan untuk mereka,” Jason Lim, Country Manager Acer Group Indonesia dalam wawancara khusus hari ini di Jakarta.

Dengan adanya ultrabook, pengguna yang menginginkan kehandalan notebook dan fleksibilitas penggunaan seperti tablet tak perlu menghabiskan uang untuk membeli keduanya. Dengan ultrabook, semua fitur sudah terpenuhi, kecuali touchscreen.

Acer Aspire S3 memiliki fitur utama Instant On yang bisa menyalakan ultrabook hanya dalam 1,5 detik dari kondisi “sleep” dan 6 detik dari kondisi “deep sleep”. Terdapat pula fitur Instant Connect yang mampu menghubungkan ke internet dalam 4 detik saja.

Produk ultrabook ini rencananya akan dijual di Indonesia dengan harga Rp 7 jutaan mulai Oktober mendatang. Untuk gelombang pertama, sebanyak 300 ribu unit produk akan dikirimkan. Acer percaya, Indonesia adalah market potensial untuk produk ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s