Square Enix Adakan Kompetisi Pembuatan Games Untuk Platform Smartphone

Takashi Tokita, produser sekaligus Senior Manager Mobile Business Division Square Enix, pengembang game dari Jepang, ingin membangun game baru untuk smartphone bersama mahasiswa Indonesia. Kompetisi membuat game di platform smartphone Android digelar Square Enix di Indonesia dengan menggandeng Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi untuk mencari ide-ide baru yang dimiliki mahasiswa Indonesia.

“Orang-orang nonprofesional bisa membangun game yang lengkap dengan kerja yang profesional. Saya ingin merangkul Anda semua agar kita bisa membangun game pada era baru smartphone ini bersama,” ujar Tokita.

Dalam kuliah umum yang disampaikan di Aula Timur Institut Teknologi Bandung, Selasa (9/8/2011), Tokita percaya, industri smartphone akan berkembang. “Dari smartphone, Anda bisa membangun banyak jenis game, dari yang sederhana sampai yang rumit,” ujar Tokita di depan sekitar 450 orang yang hadir.

Saat ini, Tokita sedang memimpin lima proyek untuk smartphone. Proyek pertama adalah membuat fitur porting versi ponsel untuk Final Fantasy Legends. Proyek kedua adalah game dengan konten yang full music. Proyek ketiga adalah game petualangan dengan gaya retro. Proyek keempat adalah game yang betul-betul baru dengan format seperti buku elektronik. Adapun proyek kelima adalah cultivation game dengan sentuhan komik.

Ia berani memulai kelima game tersebut karena, menurut dia, smartphone akan segera menjadi pilihan berat di antara konsol game dan personal computer (PC). Tokita yang telah bekerja selama 27 tahun di industri game mengatakan, platform smartphone bisa membawa kembali para gamer pada hal-hal mendasar dengan tetap menemukan hal baru yang menantang.

Selama ini, kata dia, industri game berkiblat pada pasar Jepang. Game konsol harus mendapat titel triple A (AAA) untuk bisa memasuki pasar dunia. Namun, kini tren mulai berubah. Meskipun game-game DS dan PSP masih populer, game di Facebook mulai populer. Square Enix juga memiliki social game yang populer seperti yang dimiliki Facebook. Game dengan pendekatan media sosial mulai menjamur dan merambah ke ponsel. Maka, seiring dengan perkembangan mobile game dan web-browser game, smartphone mulai masuk ke pasar dengan beragam pilihan game.

“Kini, semuanya mulai beralih ke smartphone dan developer Jepang mulai mengikuti tren tersebut. Di Jepang, platform mobile game, seperti Mobage dan Gree, berkembang dengan sangat pesat. Ini akan jadi tantangan berat, tetapi bagus untuk saya,” tuturnya.

Untuk bisa bersaing di bisnis game, Tokita menyarankan agar developer game bisa berpikir untuk masa depan, tidak membuat game yang terbatas. Ia sangat menyarankan pengembang game untuk memulai membangun game sejak duduk di bangku kuliah. Selain wawasan yang luas, teknologi dan inovasi adalah hal yang harus dimiliki.

“Saat ini, dari PC, Anda bisa memperluas wawasan, tapi ada masanya karakter individual lebih penting daripada wawasan luas yang Anda punya,” ujar Tokita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s