Google+ Akan Segera Menggantikan Facebook Sampai Mark Zuckerbergpun Ikutan Bergabung

Gagal dengan proyek jejaring sosial bernama Google Buzz, Orkut, dan Google Wave tak membuat perusahaan teknologi asal California, Amerika Serikat itu patah arang. Baru-baru ini Google Inc. memperkenalkan layanan jejaring sosialnya bernama Google+ (Google Plus).

Dengan Google+, sepertinya Google sudah menemukan cara yang paling tepat dalam “meracik” sebuah platform sosial media. Secara umum, layanan yang disuguhkan Google+ hampir sama seperti Facebook, yakni tempat berbagi foto, link, dan video dengan teman online.

Tapi ada beberapa fitur yang membedakan Google+ dengan Facebook. Di sini Google menyediakan Circle yang diibaratkan seperti lingkaran kehidupan di mana Anda bisa menentukan siapa masuk kelompok mana. Di dalamnya Anda dapat mengelompokkan, misalnya teman kerja, teman sekolah, keluarga, atau kenalan.

“Anda dapat berbagi konten yang relevan dengan orang yang tepat,” tulis Google. Ide di balik fitur Circle ini dimulai dari keinginan untuk berbagi sesuatu dengan beberapa orang saja, bukan ke semua orang yang ‘nyantol’ di akun jejaring sosial. Untuk menentukan siapa saja yang masuk ke kelompok tertentu, Anda tinggal men-drag dan drop kontak mereka ke grup yang Anda inginkan.

Selain memilih teman berbagi, Google+ juga terintegrasi dengan berbagai layanan Google lainnya, kecuali Blog dan YouTube. Singkatnya, Google+ menjadi satu kunci untuk semua.

Di dalam Google+ terdapat sebuah bar yang berisi notifikasi ketika Anda menerima email baru dan pesan instan misalnya, tanpa harus keluar dari halaman Google+. Dengan mengklik ikon pemberitahuan, maka setiap informasi akan muncul pada sebuah jendela di halaman yang sedang Anda lihat. Dari situ Anda bisa langsung membalas, menambahkan komentar atau kembali ke halaman utama. Apabila terganggu dengan bar notifikasi yang selalu ada di setiap halaman yang dibuka, Anda dapat menonaktifkannya melalui menu pengaturan.

Dari Google+, Anda juga bisa membuka data yang disimpan di layanan Google lainnya. Namun sebelumnya Anda harus mengaktifkan fitur Data Liberation dari halaman pengaturan. Setelah itu, Anda bisa mengunduh data dari Picasa web Albums, Google profile, Google+ stream, Buzz dan lainnya. Data Liberation ini hampir sama seperti fitur baru Facebook yang namanya new data download.

Ada lagi yang unik dari Google+. Google memungkinkan Anda untuk menambah kontak ke dalam Circle, meskipun orang itu belum menggunakan layanan Google. Seumpama Anda memasukkan nama adik dan ayah yang belum menjadi pengguna Google+ ke Circle keluarga, mereka tetap mendapatkan pemberitahuan tentang apa yang Anda lakukan terhadap mereka di Google+.

Google+ juga menawarkan fitur video chat dan pesan instan yang memungkinkan Anda chatting dengan individu atau kelompok sampai sepuluh orang sekaligus. Sayangnya, layanan ini masih dalam tahap uji coba. Kendati bisa dibilang terlambat, setidaknya Google+ bisa menjadi alternatif Facebook yang sudah “terlanjur” populer dengan hampir 700 juta anggota.

Menurut survei ComScore, sampai dengan Mei lalu tercatat 180 juta orang mengunjungi situs Google, termasuk YouTube. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan Facebook yang disambangi 157,2 juta orang. Namun pengunjung Facebook itu bisa dibilang lebih “loyal” karena rata-rata menghabiskan waktu 375 menit ketimbang Google yang hanya 231 menit.

One response to “Google+ Akan Segera Menggantikan Facebook Sampai Mark Zuckerbergpun Ikutan Bergabung

  1. Wah bakal ramai nih persaingannya, ada FB ada twitter dan ada google+, tinggal plh mau pake yang mana nih….Makasih infonya gan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s