Televisi 3D dan Internet Semakin Menyatu Dalam Kehidupan Sehari Hari

Pesawat televisi bukan lagi sekadar alat untuk menonton semata, tetapi juga sudah berinteraksi dengan dunia maya. Gaya menonton yang makin menarik ini akan segera memengaruhi cara pemirsa di negeri ini menikmati tayangan layar kaca.

Sebenarnya bukan hanya pemirsa yang diuntungkan, tetapi juga peluang baru bagi industri elektronik yang selama ini terkesan jenuh. Suatu cara baru yang tentu akan menimbulkan dampak perilaku menonton televisi ke depan dan mendorong berkembangnya industri konten televisi.

Tayangan melalui stasiun TV sudah umum, layanan langsung dari satelit sudah jamak, TV kabel sudah ada. Tahun ini Telkom juga memberikan layanan melalui jaringan internet atau internet protocol TV (IPTV) dan TV yang terhubung dengan penyelenggara internet (ISP), termasuk operator seluler.

Hadirnya berbagai teknologi baru ini akan lebih membuat pemirsa TV kerasan berlama-lama di depan pesawat. Kebosanan dengan acara TV bisa diisi dengan, antara lain, menjelajah dunia maya, santai mengakses jaringan sosial seperti Facebook ataupun Twitter.

Termasuk juga memburu berita di situs berita, tidak hanya sekadar membaca running text yang sangat singkat. Bagaimanapun, situs berita sering menyajikan berita secara lebih cepat dibandingkan televisi.

Paling tidak, perkembangan ini akan sejenak melupakan kegamangan regulator yang baru memulai proses migrasi ke siaran digital. Sekaligus memperlihatkan bagaimana dunia sudah jauh berkembang, bahkan memasuki siaran TV tiga dimensi (3D) sejak tahun lalu.

Layanan IPTV pihak Telkom dengan memanfaatkan jaringan kabel telepon tetapnya sudah mengusung kualitas layanan HDTV (definisi tinggi). Bahkan, nantinya layanan 3D juga bisa hadir melalui kabel atau DSL ini, selain juga siaran digital ataupun dari satelit tentunya.

TV 3D

Tren baru ini telah membuat perusahaan-perusahaan elektronik dunia berlomba-lomba. Kompas sempat mengintip upaya raksasa elektronik LG di Jakarta dalam mempersiapkan produk-produk barunya untuk pasar Indonesia. Perusahaan elektronik sekaligus komunikasi Korea ini sekarang sedang mempersiapkan peluncuran produk barunya.

Selain berupa smart TV atau televisi pintar yang bisa mengakses internet, juga TV 3D yang revolusioner. Tayangan 3D saat ini memang sudah menjadi tren dunia global yang tentu akan memengaruhi pasar negeri ini. Sekalipun siaran 3D belum ada, setidaknya pemirsa bisa mendapatkan berkasnya melalui pemutar 3D Blu-ray yang ada di pasaran.

Ini salah satu perkembangan baru sekalipun generasi baru TV 3D masih mengharuskan pemirsanya mengenakan kacamata khusus. Kualitasnya juga sudah jauh lebih baik selain lebih murah, lebih ringan, hanya sekitar 16 gram, dan tidak memerlukan tenaga baterai lagi atau pasif.

”Bukan hanya lebih nyaman, tetapi juga bebas flicker. Pada jenis TV 3D sebelumnya masih terjadi flicker yang membuat kepala pusing. Dengan tidak adanya rangkaian elektronik di dalamnya, pengguna tidak perlu khawatir terkena radiasi gelombang elektromagnetik lagi,” kata Eko Adhi Suyitno, Flat Panel Display Manager PT LG Electronics Indonesia.

Pihak LG juga sudah menjamin teknologi barunya bebas flicker, seperti yang terdapat pada produk cinema 3-D LW6500. Jaminan ini berupa sertifikasi bebas flicker dari Intertek dan TÜV, dua badan inspeksi dan sertifikasi terkemuka dunia.

Idealnya, nanti TV 3D memang tanpa kacamata. Namun, menurut Eko, untuk menuju ke sana masih perlu waktu lama. Ini mengingat biaya produksi masih mahal, tentu jauh lebih ekonomis dengan kacamata untuk saat ini.

Yang unik dari TV 3D ini adalah setiap pemirsa bisa melihat dengan sudut pandang yang berbeda. TV 3D memerlukan dua gambar sekaligus, satu untuk mata kiri dan satu lagi untuk mata kanan, untuk menimbulkan efek stereoscopic 3D. LG juga tengah mengembangkan tayangan 3D pada tablet Optimus Pad 8,9 inci bersistem operasi Android.

Dan, puncaknya TV nanti ada pada televisi OLED yang saat ini harganya masih sangat mahal untuk kebutuhan konsumen. Selain sudah memamerkan produk prototipe OLED 31 inci setebal 0,29 cm, saat ini bahkan OLED pertama ukuran 15,1 inci sudah dijual.

One response to “Televisi 3D dan Internet Semakin Menyatu Dalam Kehidupan Sehari Hari

  1. Berarti LG hebat!! Teknologi terbarunya bisa bikin nyaman pengguna TV 3D niyh .. yipppii!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s