Cara Mempersonalisasi Berita Lewat Ponsel

Dimulai dengan komputer pribadi, kemudian MTV dengan slogan ”gue banget”-nya, era personal bertahan sampai sekarang, bahkan semakin menjadi-jadi. More personal menjadi jargon bisnis global, mulai dari bisnis gadget dengan ribuan variannya, sampai kaus oblong yang dipakai anak-anak muda Jakarta!

More personal bahkan merambah mesin cetak digital, sebagaimana Indigo dari Hewlett-Packard yang diperkenalkan kepada Kompas beberapa waktu lalu di Singapura. Dengan printer ”raksasa” Indigo, setiap buku, kalender, label minuman atau makanan bisa dicetak atas nama pribadi, atas nama Anda. Meminjam jargon MTV, hasil cetakan pun menjadi ”gue banget”. Narsis memang. Namun, narsis adalah bisnis. Maka, more personal menjadi demikian bermakna.

Memang memberi kejutan tak terduga. Ketika Hewlett-Packard mengundang sejumlah jurnalis, di atas meja sudah terletak notes dan kalender. Setelah diamati, ternyata notes dan kalender itu demikian personal karena berisi nama dan foto masing-masing jurnalis. Pada foto kalender, misalnya, terdapat nama berbeda pada badan mobil Formula 1 atau bahkan nama jalan. Sangat pribadi. Hal kecil, tetapi mengejutkan dan menyenangkan.

Bisa Anda bayangkan, perusahaan yang biasa memberi buku harian atau kalender seragam setiap tahunnya, sekarang pada sampul buku harian dan foto-foto kalender itu terdapat nama setiap karyawan, mulai dari CEO sampai staf biasa. Dari pemimpin perusahaan tertinggi sampai karyawan bawahan punya catatan harian dan kalender yang sama, tetapi sangat ”gue banget”, padahal foto-foto yang ditampilkan pada kalender itu sama saja atas nama perusahaan. Sungguh menyenangkan!

More personal kemudian merambah aplikasi dan peranti lunak untuk berbagai ponsel dan komputer pribadi. Sekarang, ponsel internet yang harganya terjangkau kocek saja sudah menawarkan more personal itu, sedikitnya pada tampilan muka ponsel. Seseorang bisa memasang foto diri atau keluarga dekat atau sekadar memajang foto sebagai themes.

Diferensiasi adalah kunci mengapa orang lebih menyukai hal-hal yang serba personal. Pokoknya ”harus” tampil beda, bukan lagi sekadar ”berani” tampil beda. Tidak aneh kalau nomor polisi kendaraan bermotor pun menjadi sangat pribadi. Kombinasi tiga huruf di belakang nomor polisi dan angka mulai satu sampai empat digit menjadi identitas, baik berupa nama diri maupun berupa kata yang punya makna. Di dunia gadget, di dunia web atau situs online, more personal lebih diolah lagi sebagai bisnis.

Di era di mana ratusan aplikasi ponsel internet dan komputer tablet tercipta setiap bulannya, more personal ditawarkan gratis. Tinggal unduh (download), selesai. Berbagai aplikasi bisa dinikmati dengan nyaman, tergantung kelengkapan fitur gadget yang dimiliki. Uniknya, more personal ini merambah dunia yang mulanya tidak terpikirkan untuk personal: berita!

Bagaimana mungkin menghadirkan berita personal, berita yang ”suka-suka gue” atau ”gue banget”, itu?

Media sosial

Umumnya para pengembang aplikasi ponsel pintar seperti BlackBerry dan Nokia, juga pengembang aplikasi untuk komputer tablet seperti iPad, memberi kemudahan kepada penggunanya untuk memiliki ”koran”-nya sendiri atau personal news-nya sendiri. Personal itu tidak semata-mata topik berita yang dipilih sebagai konten, tetapi pada pemilihan aplikasi. Para pemilik iPad dengan mudah bisa menciptakan personal media atau personal news-nya sendiri dengan memanfaatkan aplikasi gratis Flipboard.

Flipboard yang dikembangkan Flipboard Inc di Palo Alto, California, menyebut dirinya sebagai majalah sosial (social magazine), di mana para pemiliknya bisa memilih sembilan jenis ”majalah” dari berbagai situs. Situs pertemanan Facebook dan microblogging Twitter sudah berada di dalamnya.

Tampilan yang layaknya majalah berformat e-Magazine memungkinkan Flipboard menyebut dirinya sebuah majalah elektronik yang nyaman dibaca di iPad. Situs online pun jika dipilih untuk Flipboard akan tampil sebagaimana layaknya elektronics paper (ePaper) yang bisa dibuka tutup seperti membuka tutup majalah cetak.

Karena Flipboard mengusung kata ”sosial” dengan menyebut diri sebagai social magazine, fungsi interaktivitas pun dipenuhi sebagaimana layaknya sebuah web. Pada Flipboard, selain membaca berbagai berita, foto, dan video, serta menyerap informasi lain, penggunanya juga bisa memberi komentar, menyapa teman, dan berbagi (share) informasi.

Flipboard dengan sendirinya menciptakan media baru (new media), di mana selain fungsi media sosial dijalankan, juga tampil dalam bentuk ePaper atau eMagazine yang nyaman dibaca, bisa di-customize sesuai selera, dan praktis dibawa ke mana-mana.

Ponsel BlackBerry (BB), khususnya tipe Torch 9800, memiliki aplikasi Social Feeds. Fungsinya sama dengan Flipboard pada iPad. Demikian juga pada Nokia N8, di mana dengan memanfaatkan Opera Mini penggunanya bisa menyimpan sembilan pilihan situs. Pada Social Feeds BB, tinggal memasukkan situs atau alamat web, maka setiap postingan terbaru dari situs yang di-feeds dapat dibuka di Social Feeds BB. Memang yang terbaca hanya lead atau alinea pertama dari sebuah berita, tetapi dengan mengklik menu ”View Full Story”, Anda dirujuk pada situs yang memuat lengkap artikel tersebut.

Hal yang sama berlaku pada Flipboard. Bedanya, pada Flipboard artikel yang terbaca tidak sebatas satu alinea, tetapi bisa tiga sampai lima alinea sehingga tidak perlu lagi membuka situsnya. Tentu saja Flipboard dan Social Feeds dilengkapi fitur ”share on” (berbagi) atau ”email to” agar apa yang kita baca bisa dibagikan. Begitulah fungsi utama media sosial yang tidak dimiliki media massa, yakni interaktivitasnya yang cepat!

Jika BB Torch, N8, dan Flipboard yang merupakan media baru bisa memuat aplikasi media sosial, bagaimana memanfaatkan microblogging Twitter untuk tujuan serupa? Jawabannya adalah Paper.li (http://paper.li).

Situs ini disebut koran pribadi (personal newspaper) yang sifatnya real time, yang kontennya berasal dari akun Twitter penggunanya. Dengan mendaftarkan user name dan password Twitter, otomatis berita terkini bisa dibaca di Paper.li, baik melalui PC maupun ponsel internet. Nama personal media yang muncul pun disesuaikan dengan nama akun Twitter.

Selain Paper.li, media online pribadi lain adalah The Twitter Tim.es (http://twittertim.es). Prosesnya sama dengan Paper.li, Twittertim.es juga menyedot konten dari Twitter. Jika following atau follower Anda berbagi artikel dari harian Kompas (http://cetak.kompas.com), misalnya, konten itu otomatis tampil di Paper.li atau Twittertim.es. Anda tinggal membukanya di PC atau ponsel internet selagi koran cetak belum berada di tangan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s