Wiki Leaks Menciptakan Kekacauan dan Perang Dunia

Media massa di seluruh dunia memberitakan bocornya berbagai dokumen komunikasi rahasia Pemerintah Amerika Serikat dengan perwakilannya di seluruh dunia, digagas oleh warga Australia, Julian Assange, yang membuat situs web bernama Wikileaks. Belum pernah pemerintahan di seluruh dunia geger seperti sekarang ini.

Asumsi bahwa informasi menjadi sebuah kekuatan yang sebelumnya hanya dimiliki oleh pemerintah berkuasa, kini terjungkal tak keruan karena aktor di era kemajuan teknologi informasi sekarang ini (termasuk negara) tidak lagi memiliki kekuasaan monopoli atas informasi.

Sebanyak lebih dari 250.000 dokumen yang dibocorkan Wikileaks berupa kabel diplomatik Pemerintah AS berkualifikasi rahasia, menandakan era baru hubungan internasional yang harus bersaing antara kerahasiaan dan kebangkitan masyarakat informasi yang tidak bisa lagi dibatasi oleh tembok-tembok tinggi yang namanya negara.

Wikileaks meninggalkan banyak pertanyaan, seperti ketika teknologi peer-to-peer mengacaukan seluruh industri musik dan film dunia, menyebabkan kerugian miliaran dollar AS pada saat orang tidak lagi membeli musik atau video dalam format cakram (CD atau DVD).

Revolusi komunikasi informasi telah mempercepat arus globalisasi dalam berbagai pengejawantahan, ketika beragam informasi mengalir secara deras ke dalam sistem global berisi berbagai macam informasi. Perubahan dalam kecepatan dan kedalaman informasi merupakan pertanda dimulainya partisipasi warga sebagai aktor penting dalam tata hubungan internasional.

Negara, termasuk pemerintah dan berbagai institusi di dalamnya, tidak lagi memiliki kerahasiaan. Tidak ada lagi namanya rahasia negara atau rahasia perusahaan. Kehadiran teknologi komunikasi informasi menandakan cepat atau lambat informasi yang dianggap rahasia akan bocor ke kawula dunia.

Wikileaks mengasumsi dunia yang kita warisi sekarang ini tidak lagi memiliki apa yang disebut sebagai kepentingan nasional. Atau apa yang disebut sebagai keamanan nasional. Kawat rahasia, termasuk dokumen militer, tidak akan memiliki banyak arti di tengah jejaring sosial yang merebak luas, seperti Facebook, Twitter, dan sejenisnya.

Sekarung kebenaran yang dikuasai negara dan pemerintah menjadi tidak berarti dalam genggaman orang-orang digital seperti kasus Wikileaks ini. Kawula dunia adalah aktor baru dalam hubungan internasional yang bisa mengubah jalannya dunia, untuk keperluan damai ataupun perang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s